Asap Tebal Akibat Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas Warga Pontianak

loading…

Kabut asap akibat karhutla menyelimuti Kota Pontianak, Minggu (15/9/2019). Foto: iNews TV/Uun Yuniar

PONTIANAK – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Kalimantan Barat sejak dua bulan belakangan mulai mengganggu aktivitas warga. Saat ini asap tebal menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Barat, terutama di Kota Pontianak.

Pada Minggu (15/9/2019) siang, berdasarkan alat pengukur BMKG, kualitas udara di Kota Khatulistiwa sudah menunjukkan angka di 264, yang artinya kualitas udara sangat tidak sehat. Hujan yang sempat mengguyur Kota Pontianak pada empat hari lalu tidak membuat ketebalan asap berkurang.

Warga Kota Pontianak mulai banyak yang mengeluhkan kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat itu. Warga mulai merasakan dampaknya, salah satunya nafas jadi sesak serta mata perih, sehingga aktivitas masyarakat di luar menjadi terganggu.

Baca Juga:

“Mulai terganggu dari segi penglihatan. Menghirup udara jadi sesak, mata perih. Karena asap penghilangan (jarak pandang) berkurang,” kata Aisah, salah satu warga Kota Pontianak.

Sementara itu, Sandi, salah satu pengendara sepeda motor mengaku sudah sejak sepekan lebih ketebalatan asap di Kota Pontianak terus meningkat. Sehingga aktivitasnya di luar rumah menjadi terganggu.

“Sudah seminggu lebih begini, tapi yang paling parah hari ini,” pungkasnya.

(thm)

Rescue Perindo Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran Baduy Luar

loading…

Sejumlah relawan Rescue Perindo Banten dan Ormas Brantas Banten menggalang dana untuk masyarakat Baduy Luar yang menjadi korban kebakaran. Foto: Okezone

SERANG – Sejumlah relawan Rescue Perindo Banten dan Ormas Brantas Banten menggalang dana untuk masyarakat Baduy Luar yang menjadi korban kebakaran pada Kamis, 12 September 2019 lalu.

Salah satu Relawan Rescue Ormas Brantas Banten, Tri Lukito, mengatakan, kegiatan ini atas inisiatifnya bersama sejumlah relawan untuk turut serta meringankan beban masyarakat Baduy Luar yang menjadi korban kebakaran. Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam penggalangan dana tersebut dengan berdonasi melalui jaringan relawan kami. Pihaknya terbuka bagi siapapun yang akan berdonasi dengan jumlah berapapun.

“Akan kita salurkan ke masyarakat Baduy yang terkena korban kebakaran kemarin. Berapapun nilainya, tentunya meringankan beban sesama,” ujar Tri, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua Rescue Perindo Banten Wan Dodi berharap animo kepedulian masyarakat dalam membantu masyarakat Baduy Luar yang terkena musibah bisa sangat berarti dan membantu meringankan beban para korban.

Apa yang dilakukan pihaknya selain sebagai bentuk kepedulian, juga merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat Suku Baduy yang selalu senantiasa menjaga kelestarian alam.

“Mereka (warga Baduy) selama ini menjaga keseimbangan alam, mereka hidup dari alam tanpa merusak ekosistemnya. Tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam dan sudah sepantasnya kita pun membantu mereka,” ungkapnya.

Dodi menambahkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi untuk membuat sebuah event penggalangan dana tersebut. Sehingga bisa tersosialisasi kepada seluruh masyarakat.

(thm)

Viral, Tak Terima Ditilang Remaja Bakar Motor di Depan Polisi

loading…

Seorang pengendara yang masih remaja nekat membakar motornya hanya karena tak terima ditilang oleh petugas. Aksi bakar motor remaja tersebut dilakukan di depan para petugas. (Facebook)

JAKARTA – Razia yang digelar Polisi Lalu Lintas diwarnai keributan. Dimana seorang pengendara yang masih remaja nekat membakar motornya hanya karena tak terima ditilang oleh petugas. Aksi bakar motor remaja tersebut dilakukan di depan para petugas.

Peristiwa itu menjadi viral setelah video kejadian tersebut diunggah ke media sosial Facebook oleh akun @Yuni Rusmini Chanel. Dalam akun tersebut disebutkan, kejadian yang menggemparkan itu terjadi di depan Gelanggang Olahraga Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

“Karena tidak terima di tilang seorang anak kecil membakar sepedah motornya sendiri dan api langsung di padamkan oleh warga sekitarnya.
#kejadian Sabtu 14/09/19 sekitar jam 16:30
#lokasi di depan gelanggang Ciranjang, tak jauh dari jembatan penyebrangan orang (JPO),” tulis aku @Yuni Rusmini.

Baca Juga:

Tak ayal, postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari netizen.

“Emosi yg di utamakan. Hati nurani yg di lupakan. Anak itu ndak mikir betapa orang tuanya butuh perjuangan untuk mencukupi kebutuhan anak,” tulis akun@Harry Ipin.

“Ya allah astagfirllah hal adzim . . .kok ada ada aja kelakuan kids jaman now,” cuit akun@ Li Ly.

(nag)

Gorontalo Dipastikan Menjadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional

loading…

LIMBOTO – Sudah dipastikan, pemerintah Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Kelapa Internasional ke-4. Terpilihnya Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah melalui kesepakatan bersama Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) pada pelaksanaan Rapat Nasional Kopek dan Seminar Kelapa Internasional atau National Kopek Meeting and Coconut Seminar di Taman Sukasada Ujung- Karangasem, Bali, (15/09/19).

Bupati Nelson yang juga Ketua Kopek mengatakan, Festival Kelapa Internasional sudah dilaksanakan selama 3 kali berturut- turut.

“Kita tahu bersama Festival Kelapa Internasiinal sudah dilaksanakan di tiga daerah yang berbeda. Pertama, di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau”, Ungkapnya.

Baca Juga:

Festival Kelapa Internasional Indragiri dilaksanakan bertepatan perayaan Hari Kelapa Dunia tahun 2017 di Tembilahan Indragiri Hilir, Riau.

Kedua, tahun 2018, pelaksanaan festival kelapa di Kabupaten Lingga, kepulauan Riau (Kepri) dan ketiga,saat ini di Kabupaten Karangasem, Bali yang disandingkan dengan festival Subak tahun 2019.

Untuk tahun 2020, sesuai kesepakatan bersama, Kabupaten Gorontalo dipilih menjadi tuan rumah.

” Festival kelapa internasional di Kabupaten Gorontalo akan dilaksanakan bertepatan dengan hari kelapa dunia,” Kata Nelson Pomalingo.

Menurut Nelson, di Kabupaten Gorontalo sudah pernah dilaksanakan. Namun bagi KOPEK sendiri itu baru sekedar konferensi yakni pertemuan antara pemerintah daerah dan festivalnya belum

“Nah, tahun depan festivalnya dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo,” Tukas Nelson.

Ia juga menyampaikan, tentunya dengan dipilihnya menjadi tuan rumah,dirinya menyambut baik dan akan menyiapkan ini dengan matang.

“Insya allah,dengan adanya kampung kelapa dan pabrik- pabrik di Kabupaten Gorontalo akan menjadi fisitasi bagi anggota koalisi, pengusaha, dan petani kelapa,” Tambahnya.

Selain itu, Ia belajar di Karangasem dan di beberapa daerah yang sudah melaksanakan festival ini. “Sangat luar biasa persiapan mereka dan mungkin ini menjadi inspirasi bagi kita untuk membuat di Kabupaten Gorontalo,” Tandas Nelson.

Sekretaris Kopek terpilih juga selaku Bupati Lingga Alias Wello, mengatakan,dipilihnya Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasional ke-4 adalah bentuk komitmen dan rumusan bersama anggota Kopek.

” Ini rumusan bersama dan sebagai penghargaan kepada Ketua Kopek, Prof. Nelson yang saat ini terus berkomitmen memajukan dan meningkatkan pengembangan kelapa, baik untuk Indonesia maupun untuk daerah Kabupaten Gorontalo itu sendiri,” Tutupnya.

(atk)

Pemdaprov Jabar Akan Tambah Unit Bus Wisata untuk Kota Cirebon

loading…

CIREBON – Berbagai kabar positif disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat melakukan Subuh Berjamaah di Masjid At Taqwa Kota Cirebon, Minggu (15/9/19).

Dihadapan ratusan jemaah, Ridwan Kamil mengatakan bahwa revitalisasi Alun-alun Kejaksan yang rampung akhir tahun 2020 akan menjadikan alun-alun di pusat Kota Udang ini sebagai alun-alun terbaik yang direvitalisasi melalui program Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat.

“Revitalisasi Alun-alun Kejaksan ini saya kira yang paling baik dari semuanya karena Wali Kota (Cirebon) rutin mengawasi. Mudah-mudahan selesai di akhir Desember 2020 dan bisa tahun baruan Masehi di sini,” ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga:

Berikutnya, gubernur yang akrab disapa Emil ini berujar bahwa Bus Wisata di Kota Cirebon yang bernama Citros (Cirebon Tourism on Bus) akan ditambah. Saat meluncurkan program Bus Wisata akhir tahun lalu, Pemdaprov Jabar sendiri memberikan satu unit Bus Wisata kepada Kota Cirebon dari 13 unit yang ada.

Di tahap kedua, Kota Cirebon kembali mendapatkan Bus Wisata karena mampu menjadikan Citros sebagai atraksi baru yang selalu dipadati wisatawan. Pengelolaan Bus Wisata pun, kata Emil, dinilai sangat baik.

“Bus pariwisata Citros nanti kami tambah karena memang perkembangan dan pengelolaannya bagus,” ucap Emil.

“Cita-cita saya Cirebon jadi kota tamu pariwisata yang menyenangkan, tidak hanya wisata dunia tapi juga wisata religi,” tambahnya.

Selain itu, Emil mengatakan bahwa proyek Creative Center alias pusat kreatifitas anak muda di Kota Cirebon akan selesai tahun depan. Program Layad Rawat juga tak luput mendapat apresiasi dari Emil karena berhasil meningkatkan derajat kesehatan warga Cirebon.

“Pogram Layad Rawat yang sudah di-launching ini saya kira membuat kualitas kesehatan warga Cirebon meningkat,” ujar Emil.

Berikutnya, Emil menyampaikan soal kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) yang akan dijadikan Special Economic Zone (SEZ)/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan diproyeksi akan menyerap jutaan pekerja lokal.

“Rebana sudah masuk ke meja Presiden, akan jadi kawasan futuristik Jabar. Rebana adalah mesin yang akan bisa menyerap tiga juta pekerja warga Cirebon,” ujarnya mengakhiri.

(atk)

Atasi Kebakaran Hutan di Riau, TNI Datangkan Pesawat CN295

loading…

Untuk melakukan penanggulangan lebih cepat, Panglima TNI menegaskan akan mengerahkan satu pesawat untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC. Pesawat yang didatangkan adalah jenis CN295 yang dinilai lebih mumpuni. (Ist)

PEKANBARU – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan kerja ke Riau selama dua hari ke Riau. Kedatangan Hadi untuk melakukan hujan buatan sebagai upaya stragis dalam mengatasi upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla yang sudah berbulan-bulan belum tertagani.

Untuk melakukan penanggulangan lebih cepat, Panglima TNI menegaskan akan mengerahkan satu pesawat untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC. Pesawat yang didatangkan adalah jenis CN295 yang dinilai lebih mumpuni.

“Pesawat yang kita datangkan ini mampu mengangkut garam atau NHCL 2,5 ton. Pesawat CN295 sehari bisa berperasi selama 2 X kali,” kata Panglima TNI, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga:

Pesawat CN295 saat ini sudah berada di Kompleks Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Pesawat tersebut bakal melakukan hujan buatan ini akan bergabung dengan dua pesawat lainnya yakni jenis Cassa. Dua pesawat ini melakukan operasi TMC, namun belum begitu membuahkan hasil.

“Kalau pesawat yang datang sudah bergabung melakukan operasi TMC, berarti satu hari bisa menembar 7 ton garam di awan. Karena pesawat Cassa itu daya angkut garamnya 1 ton.” imbuhnya.

Selain itu Panglima TNI menegaskan bahwa akan penambahan pasukan untuk membantu bersama personil yang ada. “Akan datang lagi 350 personel tim gabungan TNI, Polri dan instasi lain untuk membantu Karhutla,” tegas Panglima TNI.

Panglima TNI melakukan kunjungan kerja selama dua hari yakni dari tanggal 13-14 September 2019 di Pekanbaru.

(nag)

Katon Tourism Expo 2019 Promosikan Potensi Wisata Ciayumajakuning

loading…

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang menyatakan event Katon Tourism Expo 2019 dapat mendongkrak kepariwisataan Jabar saat menghadiri Gala Dinner bersama ASPPI Wilayah III Jabar di Ballroom Patra Hotel Cirebon, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/9/19)

CIREBON – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, event Katon Tourism Expo 2019 dapat mempromosikan beragam potensi parawisata wilayah Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan).

Menurut Uu, event yang digagas oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Wilayah III Jawa Barat dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon tersebut dapat mendongkrak kepariwisataan Jabar.

“Inilah salah satu bentuk inovasi dan kolaborasi oleh berbagai komponen dalam bidang Pariwisata,” ucap Uu saat menghadiri Gala Dinner bersama ASPPI Wilayah III Jabar di Ballroom Patra Hotel Cirebon, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/9/19).

Baca Juga:

Uu juga menyatakan, Ciayumajakuning memiliki sejumlah destinasi wisata sejarah. Baik sejarah berdirinya bangsa Indonesia maupun sejarah penyebaran agara Islam di Tanah Pasundan. Selain itu, kata dia, Ciayumajakuning memiliki panorama yang indah dan kaya akan budaya.

Oleh karena itu, Uu berharap keunggulan pariwisata Ciayumajakuning harus diperkenalkan. “Cirebon kawasan bersejarah, khususnya dalam perkembangan Islam di wilayah Jawa Barat. Bahkan ada batik paling terkenal, khas Cirebon, yakni Megamendung,” kata Uu.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon Hartono mengatakan, Katon Tourism Expo 2019 merupakan event pameran nasional promosi wisata dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti bisnis meeting, fam trip dan hiburan. Dia pun optimistis Hartono optimistis event tersebut akan dihadiri wisatawan nasional maupun mancanegara.

“Ini untuk memberikan kontribusi pengembangan promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD ASPPI Jabar Krisna Rusiana menyebut, Katon Tourism Expo 2019 mempertemukan stakeholder kepariwisataan, yaitu Dinas Pariwisata, seller atau pengusaha dan agen perjalanan wisata yang menjadi mesin penggerak dunia bisnis pariwisata.

“Pada event ini, dipamerkan potensi penting dalam memberikan kontribusi pengembangan promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Krisna.

“Katon sendiri artinya terlihat, harapannya Cirebon tidak hanya terlihat, atau eksis di Jawa Barat, tapi juga di Indonesia, bahkan dunia,” tambahnya.

Katon Tourism Expo 2019 sendiri rencananya akan dihadiri pelaku wisata dari mancanegara, seperti India, Turki, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

(atk)

Tak Bisa Tembus Asap, Pesawat Jamaah Haji Asal Kalbar Mendarat di Soetta

loading…

Rombongan jamaah haji terakhir asal Kalimantan Barat terpaksa mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) karena kabut asap akibat kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di Kota Pontianak. (Ist)

PONTIANAK – Rombongan jamaah haji terakhir asal Kalimantan Barat terpaksa mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) karena kabut asap akibat kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di Kota Pontianak.

Sebanyak 88 jamaah yang ada di Kalbar dari 14 Kabupaten/Kota terpaksa mendarat di Bandara Soetta karena sepanjang perjalanan dari Batam yang diperkirakan tiba di Bandara Supadio Kubu Raya pukul 10.25 WIB, tidak bisa mendarat lantaran jarak padang mencapai 500 meter. Akhirnya diputuskan mendarat di Jakarta.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat, Mahmudah mengatakan bahwa pesawat telah berputar sebanyak 8 kali namun karena jarak pandang mencapai 500 meter maka dengan sangat terpaksa para jamaah haji mendarat di Bandara Soetta.

Baca Juga:

“Setelah berputar sebanyak 8 kali maka dengan sangat terpaksa harus kembali meski tidak kembali ke Batam namun dibawa dulu ke Jakarta,” ujarnya, Sabtu (15/9/2019).

Menurutnya, jajarannya terus berupaya bersama pihak Maskapai Sriwijaya untuk menurunkan jamaah haji asal Kalbar ke Bandara Supadio namun karena cuaca asap yang tebal pada akhirnya keputusan mendarat di Jakarta adalah pilihan terakhir.

“Kami terus berkoordinasi kapan jamaah akan dapat diterbangkan kembali ke Pontianak, walau pun malam akan diterbangkan. Tergantung kondisi cuaca asap,” jelasnya.

Sementara, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, jika melihat kondisi cuaca asap pekat seperti ini maka libur sekolah diperpanjang dua Hari. “Iya liburnya nambah dua Hari sampai Selasa,” tuturnya.

Seperti yang dilansir melalui BMKG Kelas I Supadio, cuaca per 15 September jarak pandang mencapai 500 meter diakibatkan asap tebal dengan suhu udara 30,0, kecepatan angin 3 knot dan arah angin ke selatan.

(nag)

Ribuan Persnonel Gabungan Dikerahkan untuk Padamkan Karhutla di Riau

loading…

Tampak foto helikopter yang akan digunakan untuk mengangkut air guna melakukan waterboombing di lokasi kebakaran hutan di Riau. (Ist)

PEKANBARU – 27 titik api kategori tinggi di Riau pagi ini masih terdeteksi. Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai 1 km pada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB masih berasap dengan jarak pandang 2,2 km.
Beberapa titik api yang dipadamkan pada hari kemarin antara lain di Kerumutan Kabupaten Pelalawan dan akan dilanjutkan pemadaman pada hari ini. “Kualitas udara berdasar pengukuran PM10 pada pukul 07.00 sd 10.00 WIB berada pada kisaran 182 sd 201 ugram/m3 atau tidak sehat,” ujar Agus Wibowo, Plt Kepala Kapusdatinmas dalam releasnya yang diterima SINDOnews.
Dikatakan, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut tersebut disiagakan personel sebanyak 5.809 orang yang terdiri dari Korem 031/WB 2200 orang, Lanud RSN 117 orang, Polda Riau 2200 orang, Lanal Dumai 31 orang, BPBD 300 orang, Damkar 200 orang, Polisi Kehutanan 109 orang, Manggala Agni 210 orang. “Kemudian Masyarakat Peduli Api 292 orang, dan perusahaan 150 orang. Personil tersebut sudah termasuk tambahan 450 orang dari Mabes TNI,” katanya.
Pesawat yang disiagakan untuk operasi pemadaman udara pada hari ini, 6 helikopter untuk water bombing dan 2 pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (Cassa 212-200 kapasitas 1 ton dan CN 295 kapsitas 2.4 ton) dan 3 helikopter untuk patroli udara. “Sedang disiapkan tambahan pesawat hercules dengan kapasitas 5 ton untuk operasi TMC yang direncanakan tiba Senin besok. Penambahan pesawat TMC ini karena prediksi BMKG akan ada pertumbuhan awan potensian dibuat hujan buat dalam beberapa hari ke depan,” sebutnya.

Siang ini Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Dirjen Gakkum KLHK, Kepala Pusat Meteo Publik BMKG, Gubernur Riau dan media akan meninjau ke lokasi pemadaman di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. “Tujuan para pimpinan adalah untuk memastikan operasi pemadaman berlangsung dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga:

(nag)

Kabut Asap, Kampus Tempat Ustaz Abdul Somad Mengajar Libur Panjang

loading…

Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau untuk sementara menghentikan aktivitas belajar mengajar. Dokumen/SINDOnews

PEKANBARU – Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau untuk sementara menghentikan aktivitas belajar mengajar. Keputusan meliburkan para mahasiswa ini karena kabut asap semakin pekat di Pekanbaru, Riau.

Rektor UIN Suksa Riau, Ahkmad Mujahidin mengatakan, keputusan menghentikan aktivitas belajar di kampus dilakukan setelah rapat dengan Kementerian Agama dan Dirjen Perguruan Tinggi Keagamaan.

Hasil rapat memutuskan kegiatan belajar di kampus yang juga tempat Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajar libur selama sembilan hari. “Hasil rapat memutuskan libur di UIN Suska Riau akan berlaku pada 13 sampai 21 September 2019,” kata Akhmad, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga:

Namun demikian, pihak rektorat menegaskan, untuk para dosen tetap melakukan aktivitas di dalam kampus yang berada di Jalan HM Subrantas Pekanbaru seperti biasa. Namun, jika ada perkembangan libur bisa dipersingkat. “Kita akan terus memantau perkembangan kabut asap. Para dosen setiap hari harus absen walau mahasiswa diliburkan,” ucapnya.

Dia mengatakan, UIN Suska dalam waktu dekat akan menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan. Pihak UIN sebenarnya juga akan meminta UAS untuk ikut berdoa bersama memohon kepada Allah SWT agar turun hujan. “Tapi UAS saat ini sedang di Sudan menimba ilmu (S3). Jadi, dalam waktu dekat kita akan gelar Salat Istisqa,” ujarnya.

Beberapa kampus di Pekanbaru Riau sebelum juga sudah mengambil kebijakan meliburkan perkuliahan. Antara lain adalah Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Politeknik Caltex Riau, Universitas Muhamadiyah Riau.

Namun rata-rata mereka meliburkan dari tiga sampai lima hari saja. Sementara dari tingkat TK sampai SMA sudah libur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara data Indeks Standar Pencemaran Udara di Pekanbaru dan sekitarnya dalam beberapa hari ini sudah masuk level berbahaya atau level terburuk untuk kesehatan masyarakat.

(nag)

Melihat Kebersamaan TNI dan Warga Membangun Jalan untuk Suku Anak Dalam

loading…

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0420/Sarko dipusatkan di kawasan terpadu SAD (Suku Anak Dalam) Desa Lubuk Jering kecamatan Air Hitam kabupaten Sarolangun, Jambi. iNews TV/Fahrurozi

SAROLANGUN – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0420/Sarko dipusatkan di kawasan terpadu SAD (Suku Anak Dalam) Desa Lubuk Jering kecamatan Air Hitam kabupaten Sarolangun, Jambi. Kegiatan tersebut fokus utamanya membuka jalan setapak di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Dengan membangun jalan di kawasan SAD ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat SAD yang tinggal di dalam hutan agar bisa terbantu oleh pemerintah daerah mau pun pemerintah pusat dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

Dengan program TMMD ke-106 Kodim 0420/Sarko yang bekerja sama dengan pemerintah daerah mau pun pemerintah pusat bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga:

Dan saat ini, masyarakat mulai bahu-membahu bergotong royong membuat jalan terobosan di kawasan SAD tersebut. Bukan saja jalan setapak sepanjang empat ribu meter lebih yang bakal dibangun, namun jembatan penghubung pun dibangun secara permanen.

Hal ini seperti dikatakan Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto jika TMMD ke 106 difokuskan pada pembukaan jalan menuju warga SAD yang mas terisolir.

“Warga SAD masih banyak yang ada di TNBD, mereka juga manusia, jika mereka sakit atau akan berinteraksi dengan masyarakat umum jalan menjadi salah satu kendala mereka, untuk itulah pada TMMD tahun ini kita melakukan pembangunan jalan setapak dan jembatan yang bekerja sama dengan pemerintah Sarolangun dan pihak TNBD,” jelas Rohyat.

Tak hanya itu, menurut Rohyat keuntungan jalan ini nantinya juga adakan digunakan sebagai jalan patroli petugas TNBD.

“Ya jalan ini multi fungsi, bisa untuk jalan patroli, dan untuk mengeluarkan hasil kebun warga, namun fokus utama kita adalah membuka keterisoliran warga SAD yang saat ini masih jauh dari lingkungan kehidupan masyarakat umum lain,” pungkasnya.

(nag)

Lapan Pantau Ada 2720 Titik Api di Indonesia, Kalimantan Tengah Terbanyak

loading…

Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan kawasan dengan titik kebakaran atau hotspot kebakaran hutan dan lahan paling parah diantara daerah lainnya. (Ist)

JAKARTA – Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan kawasan dengan titik kebakaran atau hotspot kebakaran hutan dan lahan paling parah diantara daerah lainnya. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemantauan hotspot tanggal Sabtu, 14 September 2019 pukul 16.00 WIB dari satelit Aqua (Akuisisi: 13.28 WIB ), Terra (Akuisisi: 10.37 WIB), SNNP (Akuisisi: 12.31 WIB) pada catalog modis LAPAN dengan kategori sedang (30-79%) dan tinggi (>=80%).Berikut hasil pantauan tersebut:
Sedang
Kalimantan Tengah 770
Kalimantan Barat 237
Kalimantan Timur 196
Kalimantan Selatan 171
Nusa Tenggara Timur 24
Jawa Timur 21
Nusa Tenggara Barat 16
Sulawesi Tengah 14
Sulawesi Selatan 14
Kalimantan Utara 13
Sulawesi Barat 10
Jawa Tengah 10
Papua 8
Sulawesi Tenggara 8
Gorontalo 5
Sulawesi Utara 4
Kep. Riau 3
Banten 3
Maluku 2
Jambi 1
Jawa Barat 1
Bali 1
Lampung 1
Total 1533

Tinggi
Kalimantan Tengah 718
Kalimantan Barat 146
Kalimantan Timur 142
Kalimantan Selatan 104
Nusa Tenggara Timur 19
Jawa Timur 8
Nusa Tenggara Barat 7
Sulawesi Tengah 6
Sulawesi Selatan 6
Kalimantan Utara 6
Sulawesi Barat 5
Jawa Tengah 5
Papua 5
Sulawesi Tenggara 4
Gorontalo 3
Sulawesi Utara 1
Kep. Riau 1
Banten 1
Total 1187

Total (Sedang + Tinggi) = 2720

Baca Juga:

Dan hingga saat ini pemerintah masih berjibaku untuk memadamkan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap cukup pekat di beberapa Provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

(nag)

Keji, Ibu Tega Bunuh Anak Kembarnya Hanya karena Kesal dengan Suami

loading…

Seorang ibu berinisial DRA tega menghabisi dua anak kembarnya yang baru berusia 5 tahun. Ilustrasi/SINDOnews

KUPANG – Seorang ibu berinisial DRA tega menghabisi dua anak kembarnya yang baru berusia 5 tahun. Aksi kejam seorang ibu terhadap anaknya itu hanya lantaran dendam dan amarahnya kepada sang suami.

Kasatreskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi mengatakan, pasca-membunuh dua anak kembarnya, ibu tersebut lalu mencoba membunuh dirinya namun sempat tertolong.

Sesuai pengakuan tersangka, ia nekat melakukan pembunuhan itu karena rasa benci dan dendam kepada suami yang kadang sering menganiayanya. Selain itu tersangka mengaku sang suami tidak pernah memperhatikan kebutuhan hidupnya, termasuk kebutuhannya sebagai seorang ibu dan perempuan. “Itu pengakuan tersangka,” kata Bobby.

Baca Juga:

Saat ini kata Bobby, tersangka sedang dibantarkan di RS Bhayangkara Kupang. “Kami masih menanti yang bersangkutan pulih untuk selanjutnya melanjutkan pemeriksaan untuk menggali motif aksi sadisnya itu,” katanya.

Penyidik kata Bobby, juga sudah berkoordinasi dengan psikolog untuk memeriksa tersangka. Apakah terdapat gangguan kejiwaan atau tidak. Peristiwa sadis ini terjadi pada 5 September 2019 silam. Aksi nekat dan kejam ini dilakukan sang ibu di sebuah kos yang adalah tempat kediamannya, di bilangan Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasca melakukan pembunuhan terhadap dua anak kembarnya, DRA lalu mencoba membunuh diri dengan menusuk perut dan lehernya sendiri. Beruntung nyawa tersangka masih bisa ditolong. “Saat aparat tiba di tempat kejadian, sang ibu masih memiliki nadi, lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Bobby.

(nag)

GMM Dukung Pemulihan Bencana Alam di Gane Dalam Halsel

loading…

Dalam rangka mendukung pemulihan pasca-bencana alam Gempa Bumi di Desa Gane Dalam, Halmahera Selatan Korindo Group melalui unit usahanya, PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) telah menyalurkan bantuan air bersih. (Ist)

HALMAHERA SELATAN – Dalam rangka mendukung pemulihan pasca-bencana alam Gempa Bumi di Desa Gane Dalam, Halmahera Selatan Korindo Group melalui unit usahanya, PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) telah menyalurkan bantuan air bersih.

Kemudian mengerahkan alat-alat berat, dan transportasi untuk mempercepat pembukaan akses jalan dan distribusi bantuan bagi masyarakat korban bencana.

“Meski pun kami sendiri jadi korban gempa ini, kami tetap bergerak untuk berkontribusi memulihkan kondisi pasca gempa, semampu kami,” ungkap Koordinator Corporate Social Contribution (CSC) GMM, Mahdi M Nur, ” dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga:

Sementara itu Masyarakat Desa Gane Dalam, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menepis isu adanya perampasan lahan untuk pembukaan perkebunan sawit oleh Korindo Group melalui unit usahanya, PT Gelora Mandiri Membangun (GMM).

Isu tersebut digaungkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Amerika Serikat, Mighty Earth.

Sebaliknya, masyarakat Gane Dalam menyerukan LSM tersebut untuk turut berkontribusi kepada masyarakat setempat, khususnya pasca-gempa bumi dahsyat yang meluluhlantahkan sejumlah desa di Kabupaten Halsel pada Juli lalu.

“Mereka (Mighty Earth) katanya organisasi yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Tapi sampai detik ini, tidak ada sedikit pun perhatian dari mereka,” ungkap Sekretaris Desa Gane Dalam, Halmahera Selatan, Jamal Kun.

Jamal Kun menegaskan, bahwa dalam proses pelepasan lahan masyarakat, GMM telah melalui berbagai proses sesuai aturan yang berlaku dan transparan. Dan, dirinya memastikan, tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan. “Kami menyesalkan isu yang beredar tersebut,” tegas Jamal.

Hadirnya GMM di tanah Halsel memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat. Salah satunya adalah penyerapan begitu banyak tenaga kerja dari warga setempat.

Jamal melanjutkan, sedikitnya 600 putra-putri Halsel menjadi bagian dari GMM. “Dari penghasilan yang diperoleh tersebut, membuat masyarakat kini mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Padahal sebelumnya, hanya mampu (menyekolahkan) hingga setingkat SMA,” tambah Jamal.

(nag)

Polresta Barelang dan Instansi Terkait Bentuk Satgas Karhutla

loading…

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo didampingi Waka Polresta AKBP Muji Supriyadi bersama Perwakilan dari BMKG Kota Batam Wayan dan Dinas Kesehatan Kota Batam seusai pembentukan Posko Kesehatan dampak Karhutla. SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi

BATAM – Polresta Barelang membentuk Satgas Karhutala dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Batam, BMKG dan beberapa Instansi terkait di Pemerintah Kota Batam. Langkah ini sebagai tindak lanjut atas maraknya kasus asalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutala) di Kota Batam dan sekitarnya.

Posko ini bertempat di Klinik Polresta Barelang dan diadakan sampai Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) di Batam kembali ke tahap normal. Sebab, dampak kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Batam sudah diatas normal.

“Kami dari Polresta Barelang bersama BMKG dan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam membentuk Satgas Karhutala. Ini dilakukan Polresta Barelang sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Batam sangat berdampak negatif bagi kesehatan akibat pencemaran udara,” ujar Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo.

Baca Juga:

Ikut mendampingi Waka Polresta AKBP Muji Supriyadi bersama Perwakilan dari BMKG Kota Batam Wayan dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Batam, saat pembentukan Posko Kesehatan dampak Karhutla di Klinik Polresta Barelang, Sabtu 14 September 2019.

Kapolresta menjelaskan, dalam penanganan masalah pencemaran udara akibat Karhutala di Kota Batam, Polresta Barelang dan Instansi terkait lainnya ini telah menyiapkan peralatan dan perlengkapan kesehatan. Hal ini dilakukan agar masyarakat Kota Batam dan sekitarnya bisa mendapatkan penanganan yang cepat apabila terjadi penurunan kualitas udara di Kota Batam.

“Kita sudah siapkan peralatan dan perlengkapan kesehatan berupa pembagian masker, oksigen maupun mobil ambulans yang setiap saat dapat di kerahkan untuk membantu masyarakt yang terkena dampak Karhutala,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu juga, RS Embung Fatimah juga telah menyediakan fasilitas kesehatan untuk merespon dan meberikan pelayanan kepada masyarakat yang terkena dampak penurunan kualitas udara di Kota Batam. Satgas Karhutala juga akan selalu siap sedia di lapangan untuk memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan yang berdampak buruk bagi kesehatan khususnya pernapasan manusia.

“Alhamdulilah semua Stakeholder sudah bersatu untuk mengantisipasi masalah Karhutala di Kota Batam,” ujarnya.

(wib)

Panglima TNI Pimpin Rakor Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Riau

loading…

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Foto/Istimewa/Puspen TNI

PEKANBARU – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Panglima didampingi Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo memimpin Rakor Karhutla di Balai Serindit, Gedung Daerah, Jalan Diponegoro No 20, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu, 14 September 2019.

Panglima TNI menyampaikan, dalam mengatasi penanggulangan Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau dan sekitarnya, TNI membantu mulai dari mitigasi sampai penanggulangannya. “TNI dan Polri membantu membuat hujan buatan dan mengintivigasi di wilayah-wilayah yang ada hotspotnya dengan cara mempertahankan kebasahan dari gambut, supaya di wilayah Riau ini tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (15/9/2019).

Panglima juga mengimbau agar semua pihak segera melapor apabila mengetahui ada titik api di daerahnya agar segera ditindaklanjuti. “Kita sudah menempatkan satuan yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin, ada helikopter, termasuk juga pesawat-pesawat water bombing yang segera memadamkan api,” tuturnya.

Baca Juga:

Turut serta dalam rapat tersebut, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, serta Forkopimda Riau dan Kabupaten/Kota.

(wib)

Kualitas Udara Riau Masih Buruk

loading…

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau masih berdampak pada kualitas udara. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau masih berdampak pada kualitas udara. Kualitas udara dengan kategori sedang hingga sangat tidak sehat terpantau di beberapa titik.

Pl. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), rekapitulasi Data P3E Sumatera KLHK dan Dinas LHK Provinsi Riau pada Sabtu 14 September 2019, pukul 07.00-15.00 WIB, mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

“Angka tersebut mengindikasikan kondisi kualitas udara tidak sehat atau penunjuk angka 101 – 199. Sehari sebelumnya pada Jumat 13 September 2019, kualitas udara di wilayah Riau pada kondisi sangat tidak sehat hingga berbahaya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga:

Data juga menunjukkan kualitas udara di provinsi lain, seperti Jambi (123), Kepulauan Riau (89), Sumatera Selatan (51), Sumatera Barat (46) dan Aceh (14). Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 – 50), sedang (51 – 100), tidak sehat (101 – 199), sangat tidak sehat (200 – 299), dan berbahaya (lebih dari 300).

Mendukung operasi pemadaman karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama kementerian/lembaga, TNI dan Polri menggerahkan personel untuk penanganan di beberapa provinsi. Tujuh helikopter untuk pengemboman air dan patroli dikerahkan untuk wilayah Provinsi Riau.

Terhitung dari 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober lalu, lebih dari 124 juta liter air digelontorkan untuk pengemboman air dan lebih dari 159 garam untuk operasi hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca (TMC). Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau menurut catatan BNPB yaitu seluas 49.266 hektare (Ha).

Sejumlah luas lahan terbakar lahan gambut seluas 40.553 ha dan mineral 8.713 ha. Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas selain kerusakan lingkungan dan kesehatan, juga aktivitas kehidupan warga masyarakat.

BNPB mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya bermain dengan kata-kata saja, tetapi harus bertindak secara nyata. Hal ini diungkapkan mengingat sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo mendengar slogan ‘Riau Tanpa Asap.’ Namun, slogan tersebut bertolak belakang dengan kondisi yang dihadapi Riau saat ini.

“Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap,” ujar Doni dalam rapat koordinasi penanganan karthula yang berlangsung di Riau pada Sabtu 14 September 2019.

(wib)

2 Tewas Dalam Kebakaran yang Menghanguskan Empat Rumah Warga di Ambon

loading…

Dua warga meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan empat rumah di kawasan Batu Merah, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (14/9/2019) pukul 06.30 WIT. Foto: Antara/Daniel Leonard

AMBON – Dua warga meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan empat rumah di kawasan Batu Merah Dalam, tepatnya di belakang Asrama Militer, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (14/9/2019) pukul 06.30 WIT.

“Ada korban meninggal dunia yang diketahui bernama Nilang Sitania (71) dan Sari Anggriani Pratiwi Sanurji (22),” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon Ipda Julkisno Kaisupy.

Empat rumah warga yang terbakar milik Aba Sehan Zabban, (61); Sulaiman Saban, (63); Iwan Sanurji, (36); dan Lince Nanlohy, (55). Penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah milik warga.

Baca Juga:

Pemilik rumah yang terbakar Aba Sehan Zabban mengatakan, awalnya dia bersama istrinya hendak pergi ke pasar. Namun saat sudah di jalan melihat adanya percikan api di lantai dua rumahnya. Setibanya di pertigaan Jalan Asmil Batu Merah, dia kembali ke rumahnya.

Melihat kobaran api yang membesar, korban membangunkan anak-anaknya yang saat itu masih tertidur untuk keluar dari rumah dan menyelamatkan diri. Warga setempat yang melihat kejadian kemudian membantu dan berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.

Namun kobaran api terus membesar dan menghanguskan seisi rumahnya. Api juga merembet ke tiga rumah warga lainnya. “Dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek listrik pada lantai dua rumah milik Aba Sehan Zabban,” kata Julkismo.

Sementara dua korban yang meninggal dunia telah dimakamkan pada pukul 16:00 WIT di TPU Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Keluarga korban menolak autopsi sehingga dibuatkan surat pernyataan penolakan.

(wib)

Kisah Kiai Sirojudin, Panglima Perang Laskar Diponegoro

loading…

Suasana Masjid Damarjati peninggalan Kiai Sirodjudin dan Kiai Ronosentiko di Dukuh Krajan, Sidorejo, Salatiga. Foto/SINDOnews/Angga Rosa

SALATIGA – Sejarah perkembangan agama Islam di Salatiga, Jawa Tengah tak lepas dari perjuangan Kiai Sirojudin. Sosok kiai yang diyakini merupakan orang dari Kejaraan Mataram ini, menyebarkan agama Islam di Salatiga pada masa zaman penjajahan kolonial Belanda.

Kiai Sirojudin mensyiarkan agama Islam di Salatiga bersama Kiai Ronosentiko. Awalnya kedua kiai itu, pada tahun 1826 mendirikan Masjid Damarjati di Dukuh Krajan RT02/RW05, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo.

Masjid Damarjati dibangun di tengah kecamuk perang antara Pangeran Diponegoro dan pemerintah kolonial Belanda. Konon, pembangunan masjid ini merupakan bagian dari strategi Kiai Sirojudin dan Kiai Ronosentiko untuk mengalahkan Belanda sekaligus mensyiarkan Islam di Salatiga.

Baca Juga:

“Berdasarkan cerita yang dikisahkan sejumlah orang tua dulu, Kiai Sirojudin adalah Panglima Perang Laskar Diponegoro. Namun beliau memilih melakukan perlawanan dengan cara gerilya,” tutur warga Krajan, Yahya.

Agat tidak dicurigai Belanda, kedua tokoh tersebut membuka perkampungan baru bersama laskarnya. Kiai Sirojudin membuka perkampungan di Dukuh Krajan. Sedangkan Kiai Ronosentiko babat alas di daerah Bancaan, sekitar tiga kilometer jauhnya dari Krajan.

Belakangan, Kiai Sirojudin mengganti namanya menjadi Damarjati. Penggantiaan nama terpaksa dilakukan karena dia berserta Kiai Ronosentiko merupakan buruan tentara Belanda.

“Menurut cerita, kedua ulama itu ditugasi untuk memata-matai Belanda di Salatiga. Dulu basis militer Belanda di Jawa Tengah berada di Salatiga,” ujarnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Kiai Sirojudin dibantu laskarnya membangun sebuah langgar di perkampungan yang dibukanya. Saat itu bangunan langgar masih sangat sederhana dan luasnya hanya 6×6 meterpersegi.

Dindingnya terbuat dari papan kayu dan anyaman bambu, sementara atapnya terbuat dari sirap. Selain untuk tempat ibadah, langgar tersebut juga dijadikan sebagai pusat segala aktivitas, termasuk menyusun strategi melawan Belanda.

Langgar ini juga digunakan untuk melakukan syiar Islam kepada masyarakat. Mulai saat itu, syiar Islam di Salatiga tersebar luas dan terus berkembang. Dan langgar itu, juga berkembang menjadi masjid.

Saat Kiai Sirojudin wafat, jenazahnya dimakamkan di seberang masjid. Untuk mengenang jasa-jasanya, warga menamai masjid tersebut dengan nama Masjid Damarjati.

(shf)

Aniaya Ibu Pakai Parang, Pemuda Blitar ditembak Petugas

loading…

Heri Susanto (36) warga Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ditembak petugas Polres Blitar Kota. Ilustrasi/SINDOnews

BLITAR – Heri Susanto (36) warga Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ditembak petugas Polres Blitar Kota. Polisi menembak pria tersebut karena berhasil melepas borgol dan kabur.

Heri dibekuk setelah membacok Ny Saiin (55) ibu kandungnya sendiri hingga terluka parah. “Yang bersangkutan terpaksa kita lumpuhkan, “ujar Kapolsek Ponggok Iptu Sony S kepada wartawan Sabtu (14/9/2019) malam.

Insiden itu terjadi ketika Ny Saiin baru pulang dari ladang. Entah apa yang terjadi, di dalam rumah itu, tiba-tiba terjadi cek cok sengit. Heri menyambar sabit pemotong kelapa. Dengan sabit bergerigi itu dia membacok kepala dan muka ibunya.

Baca Juga:

Seperti orang kalap. Wanita yang pernah melahirkannya itu juga ditebas di bagian perut, tangan dan kaki. Mendengar ribut ribut itu tetangga berdatangan dan langsung mengevakuasi Ny Saiin ke RS Mardi Waluyo Blitar. “Sementara setelah melukai ibunya, pelaku mengunci pintu rumah dari dalam,” terang Sony.

Petugas yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi. Meski akhirnya menyerah dan diborgol, pertengkaran petugas dan pelaku tidak terelakkan. Saat di atas mobil patroli untuk dibawa ke mapolres Blitar Kota, Heri tiba tiba melepas borgol dan meloncat turun dari atas mobil. Residivis yang dua kali dipenjara itu mencoba kabur ke kawasan hutan.

Mobil patroli langsung berhenti mendadak. Oleh petugas Heri diburu dan langsung dihadiahi timah panas. Heri juga dilarikan ke rumah sakit. “Untuk motifnya masih kita selidiki,” kata Sony.

(wib)

Gerakan Kopek Memajukan Kelapa Indonesia

loading…

Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa Indonesia untuk ketiga kalinya gelar International Coconut Festival yang diadakan di Karangasem Bali 14-17 September 2019.

AMLAPURA – Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek) Indonesia untuk ketiga kalinya menggelar kegiatan International Coconut Festival yang berlangsung di Karangasem Bali 14-17 September 2019. Kegiatan bertambah semarak karena penyelenggaraan International Coconut Festival kali ini disandingkan dengan perhelatan Festival Subak Karangasem.

Festival dibuka Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Sabtu (14/9/2019) dihadiri jajaran pemerintah daerah, tamu undangan lainnya dan peserta dari negara penghasil kelapa seperti Tanzania, Hawai, Hainan, Philipina, Srilanka, China.

Mengawali sambutan, Bupati Mas Sumatri menyebut Karangasem merupakan Spirit of Bali karena di wilayahnya terdapat situs peninggalan sejarah kerajaan Karangasem. Sehingga dengan adanya kegiatan yang mengambil lokasi di Taman Ujung Soekadah ini akan terjadi sinergi antara pertanian dan pariwisata.

Baca Juga:

I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan di Karangasem dengan luas 84.000 hektare memiliki potensi pertanian pohon salak, mete serta 18.000 hektare tanaman kelapa. Festival Subak dan Festival Kelapa lanjut Bupati Mas Sumatri menghadirkan ragam kegiatan yang diapreasi oleh masyarakat. Pasalnya, kelapa merupakan tumbuhan yang tidak pernah lepas dari kegiatan sehari-hari masyarakat Karangasem. Itu sebabnya kelapa merupakan pohon kehidupan bagi masyarakat Bali secara keseluruhan.

Ketua Kopek Indonesia Profesor Nelson Pomalingo saat memberikan sambutan mengatakan Karangasem adalah daerah yang memiliki 50 varian kelapa. Nelson juga menilai kerajinan berbahan kelapa berkembang pesat di Karangasem. Sehingga ia mendorang daerah Karangasem menjadi pusat kerajinan kelapa.

Sementara itu sebelum pembukaan, Nelson yang juga Bupati Kabupaten Gorontalo bersama pihak industri dan perguruan tinggi menerima utusan Tanzania dan melakukan dialog langsung membahas peluang Indonesia-Tanzania. Pada kesempatan itu delegasi Tanzania yang dipimpin Menteri Perdagangan dan Industri, Amina Salum Ali menyampaikan Tanzania memiliki lahan yang cocok untuk pengembangan kelapa. Amina menawarkan Indonesia untuk berinvestasi kelapa di Tanzania.

Pada pertemuan dengan delegasi Tanzania itu Nelson menggarisbawahi beberapa hal yang perlu tindaklanjut, Di antaranya, Kopek Indonesia akan membentuk tim Tanzania untuk pertanian, industri, perdagangan dan riset. “Setelah itu akan berkunjung ke Tanzania dengan membawa program yang diselenggarakan di Tanzania. Untuk itu akan melibatkan perguruan tinggi dan SDM khusus penelitian kelapa,” ucap Nelson.

Problema kelapa Indonesia

Perhelatan International Coconut Festival menjadi momen penting bagi Kopek Indonesia untuk membahas permasalahan kelapa. Penanganan problematika tersebut memerlukan keterlibatan beberapa institusi yang bisa membawa kemajuan kelapa Indonesia. Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek) Indonesia berupaya menjembatani permasalahan kelapa tersebut melalui kegiatan International Coconut Festival berbarengan dengan diselenggarakannya Festival Subak Karangasem.

Perhelatan Kopek Indonesia yang ke-3 ini bertujuan mengingatkan kembali kepada para pemangku kepentingan terhadap permasalahan kelapa di Indonesia. Profesor Nelson Pomalingo selaku Ketua Kopek mengemukakan adanya sumbatan dalam memajukan kelapa.

“Ada tiga problem kelapa di Indonesia yaitu pengelolaan pertanian, produktivitas industri dan harga kelapa,” ungkap Nelson disela mengujungi stan pameran International Coconut Festival.

Nelson menjelaskan, permasalah kelapa tersebut membuat Kopek Indonesia berupaya mempertemukan petani, pengusaha dan pedagangnya. “Apa yang kami lakukan ini mendorong seluruh pemda untuk memperjuangkan pertemuan ini. Bahkan bukan hanya di dalam negeri juga mempertemukan berbagai pihak terkait kelapa dari luar negeri. Sebab perdagangan itu juga membicarakan eksternal,” tutur Nelson.

Bukan sekadar mempertemukan, Nelson menyebut Kopek Indonesia juga telah mengusulkan terbentuknya Otoritas Kelapa Indonesia (OKI). Menurutnya, untuk membahas permasalahan harga misalnya harus dibicarkaan antara petani, industri dan pedagang. “Sekarang ini petani kelapa kalah, karena industri kelapa semaunya membeli kelapa dan perdagangan kelapa tidak dikontrol harganya,” ungkap Nelson.

Maka dari itu Nelson berharap dengan adanya OKI nasib kelapa bisa setara seperti otoritas kelapa sawit yang telah berkembang dan bisa berjuang bersama-sama antara petani, industri dan pedagangnya. “Kelapa Indonesia sampai hari ini berjuang sendiri-sendiri. Kita ingin OKI menjadi wadah berjuang bersama-sama,” ujar Nelson

Nelson mengakui keberadaan OKI membutuhkan kehadiran pemerintah pusat untuk berjuang bersama mengatasi permasalahan kelapa. “Otoritas berada di tingkat pusat, pemda hanya mengusulkan. Petani sangat mendukung adanya OKI. Apalagi Kementerian Pertanian juga sudah menyadari ke depan kemajuan tidak hanya pangan tapi perkebunan,” ucap Nelson.Oleh karena itu Nelson menegaskan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Industri duduk bersama. “Itu harapannya. Dengan demikian punya otonomi bangun kelapa Indonesia,” tutup Nelson.

(alf)

Jika Ditunjuk Jadi Calon Wali Kota, Dyah Siap Mundur dari Anggota DPRD

loading…

Dyah Katarina (tengah) saat mengembalikan formulir pendaftaran di DPC PDIP Kota Surabaya Jalan Setail, Sabtu (14/9/2019). SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA – Jika terpilih menjadi calon wali kota Surabaya, Dyah Katarina memastikan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024. Untuk maju sebagai calon wali kota Surabaya, salah satu program unggulannya adalah penguatan pemberdayaan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Kalau nanti dicalonkan dari PDIP, itu kan sudah menjadi tugas partai. Dan saya akan siap mengikuti perintah partai. Saya akan mundur dari anggota dewan,” katanya, seusai mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Kota Surabaya Jalan Setail, Sabtu (14/9/2019).

Istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH ini mengungkapkan, keinginannya masuk dalam bursa Pilwali Surabaya karena dorongan massa di bawah, terutama para kader PKK. Menurut dia, selama ini para kader PKK kurang begitu mendapat perhatian dari pemerintah.

Baca Juga:

“Saya kan hampir dua periode menjadi ketua PKK Surabaya, sewaktu mendampingi bapak (Bambang DH). Jadi saya tahu keluh kesah para kader PKK. Kalau ada apa-apa, mereka (kader PKK) curhatnya ke saya,” terangnya.

Sementara itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kota Surabaya Wimbo Ernanto seusai menerima pengembalian formulir pendaftaran Dyah Katarina menyatakan, secara umum, kelengkapan persyaratan sudah lengkap, hampir di atas 80%. Beberapa yang belum di antaranya, surat keterangan tidak pernah di pidana dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan surat keterangan pailit.

Nantinya, pihaknya akan meminta untuk dilengkapi. “Setelah formulir pendaftaran ini kami terima, selanjutnya akan kami serahkan ke DPD PDIP Jatim untuk di koreksi,” katanya.

(wib)

Pemerintah Didesak Tindak Tegas Pembakar Hutan di Kalimantan

loading…

Koordinator Presidium Nasional Borneo Muda, Harianto Minda. Foto/Istimewa

BANDUNG – Kordinator Presidium Nasional Borneo Muda, Harianto Minda, mendesak pemerintah menindak tegas para pelaku pembakaran hutan di Kalimantan. Tidak hanya itu, pemerintah juga diminta menaikkan status kebakaran hutan tersebut sebagai bencana nasional.

“Pelaku pembakaran harus segera ditangkap karena ini bencana yang setiap tahun dialami masyarakat,” tegas Harianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Sabtu (14/9/2019).

Diketahui, pembakaran hutan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menuai banyak kecaman dari masyarakat. Bahkan, kabut asap di dia provinsi tersebut sudah berstatus awas atau berbahaya dan sejumlah korban pun berjatuhan dalam musibah ini.

Baca Juga:

Pria yang akrab disapa Jevo itu juga meminta pemerintah menaikkan status bencana kebakaran hutan itu sebagai bencana nasional. “Statusnya harus dinaikan menjadi bencana nasional, agar persoalan asap segera hilang dan kita tidak malu lagi kepada negara tetangga,” tandasnya.

(wib)

5 Kepala Daerah Ngumpul di Kerinci, AJB Pilih Diskusi dengan Wartawan

loading…

Lima kepala daerah bagian Timur dan Barat di Provinsi Jambi menggelar pertemuan di Kabupaten Kerinci, tepatnya di lapangan sepak bola PT PN VI Nusantara Kayu Aro, Sabtu (14/9/2019). SINDOnews/Riko Pirmando

KERINCI – Lima kepala daerah bagian Timur dan Barat di Provinsi Jambi menggelar pertemuan di Kabupaten Kerinci, tepatnya di lapangan sepak bola PT PN VI Nusantara Kayu Aro, Sabtu (14/9/2019).

Kelima kepada daerah, adalah Bupati Kerinci Adirozal, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Tanjab Timur Romy Haryanto, Bupati Bungo dan Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.

Bupati Tanjab Timur Romy Haryanto dalam pertemuan tersebut mengungkapkan dirinya, Bupati Bungo dan Bupati Muaro Jambi tidak akan maju di Pilgub Jambi.

Baca Juga:

“Kami bertiga, Saya ( Bupati Tanjab Timur), Bupati Muaro Jambi , Bupati Bungo tidak maju di Pilgub Jambi. Tapi, kita tetap komitmen mendukung salah satu di antara kita maju di Pilgub,” tegasnya.

Wali Kota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri dikenal AJB, tidak terlihat padahal sama-sama kepala daerah wilayah Barat Provinsi Jambi. Apalagi Kota Sungaipenuh merupakan adik kandung pemekaran dari Kabupaten Kerinci.

Saat diskusi pembangunan dengan wartawan, AJB menegaskan maju pada Pilgub Jambi 2020. Wali Kota Kota Sungai Penuh dua periode itu, menyampaikan alasan maju di Pilgub Jambi 2020 karena melihat perkembangan sumber daya manusia (SDM) Jambi masih tertinggal dibanding provinsi tetangga, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

“Kita Harus berpacu pengembangan SDM, agar mampu bersaing dengan daerah lain. Karena dasar dari sebuah pembagunan adalah SDM,” ungkap AJB.

(wib)

Penguatan SDM Mahasiswa Asal Papua Jadi Wacana Perguruan Tinggi di Jawa Barat

loading…

Penguatan sumber daya manusia (SDM) mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Jawa Barat menjadi wacana sejumlah perguruan tinggi. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Jawa Barat menjadi wacana sejumlah perguruan tinggi. Upaya tersebut menjadi wujud keberpihakan Perguruan Tinggi di Jabar untuk mendorong percepatan pembangunan di Papua.

Wacana tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar Forum Dialog Intelektual Jabar (FDIJ) di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Lengkong, Kota Bandung, Sabtu (14/9/2019).

Selain perwakilan dari Unpas, diskusi ini dihadiri sejumlah perwakilan PT ternama di Jabar, di antaranya Universitas Komputer (Unikom), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Langlangbuana (Unla), dan Universitas Maranatha.

Baca Juga:

Ketua FDIJ M Budiana mengatakan, penguatan SDM mahasiswa asal Papua ini penting dilakukan, agar mahasiswa asal Papua memiliki nilai tambah untuk mengangkat potensi daerahnya. Diharapkan, percepatan pembangunan di Papua bisa segera terwujud.

“Hari ini, di perguruan tinggi itu kebetulan banyak pola-pola (penguatan SDM), baik pola yang umum maupun nasional yang bisa dilakukan untuk penguatan SDM itu. Harapannya, itu bisa menjadi nilai tambah bagi mahasiswa Papua ketika mereka kembali ke daerahnya,” tutur Budiana.

Menurut dia, peguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak mahasiswa menjadi SDM yang andal. Upaya tersebut juga sudah dilakukan oleh perguruan tinggi di Jabar, khususnya di Bandung, yang sangat serius memberikan pendidikan dan pengajaran kepada para mahasiswanya, tak terkecuali kepada mahasiswa asal Papua.

(wib)

94 Santriwati Blitar Keracunan Usai Menyantap Bakso

loading…

Sebanyak 94 santriwati pondok pesantren putri di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan massal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

BLITAR – Sebanyak 94 santriwati pondok pesantren putri di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan massal.

Seusai menyantap hidangan bakso para santriwati mengeluh mual, pusing, muntah dan diare. Oleh pihak ponpes sebagian santriwati dilarikan ke puskesmas setempat.

“Diduga mengalami keracunan,” ujar Kepala Puskesmas Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019). Dari 94 santriwati yang mengeluh sakit, 22 di antaranya dirawat di puskesmas. Sementara selebihnya menjalani rawat jalan.

Baca Juga:

Informasi yang dihimpun, hidangan bakso yang diduga sebagai penyebab keracunan dinikmati pada hari Jumat (13/9/2019). Bakso yang dimasak sendiri oleh pihak ponpes tersebut memang disediakan khusus untuk buka bersama.

Menurut Yudia, setelah mendapat penanganan kondisi santriwati sudah berangsur membaik. “Kondisinya sudah berangsur membaik, “katanya. Kasi Imunisasi dan Survelen Dinas Kabupaten Kabupaten Blitar Hendro Subagyo mengatakan sudah mengambil sampel sisa bakso yang dikonsumsi.

Rencananya sampel makanan itu akan diujilaboratorium di Surabaya. “Sampel sudah diambil dan akan kita bawa ke lab Surabaya untuk memastikan penyebab dugaan keracunan,” katanya.

(shf)

PCW Warning Pengguna Dana Desa dan Otsus Papua

loading…

Papua Corruption Watch (PCW) meminta pemerintah mengawasi serius penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah di Provinsi Papua, Sabtu (14/9/2019). Foto/iNewsTV/Edy Siswanto

JAYAPURA – Papua Corruption Watch (PCW) meminta pemerintah mengawasi serius penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah di Provinsi Papua, Sabtu (14/9/2019).

Hal ini direkomendasikan guna menekan angka penyelewengan dana yang sejatinya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat itu. PCW menilai, permainan anggaran saat proses perencanaan maupun saat pencairan menjadi kerawanan tindak penyelewengan anggaran APBN itu.

“Sejak dana desa itu dikucurkan oleh pusat pada tahun 2015 hingga 2018, setidaknya 141 kepala desa di Indonesia telah dijadikan tersangka penyelewengan dana desa. Kerugian negara sekitar Rp20 miliar. Itu artinya, ada celah yang mestinya perlu pengawasan ekstra oleh pemerintah agar tindak penyelewengan tidak terjadi,” ungkap Founder PCW, Muhammad Rifai Darus.

Baca Juga:

Kondisi ini juga berlaku di wilayah Provinsi Papua. PCW melihat, potensi penyalahgunaan dana desa tersebut sangatlah besar.

“Karena di Papua berpotensi sangat besar adanya penyelewengan, maka pemerintah bisa memperbaiki sistem. Sarana dan prasarana agar dana desa tepat sasaran. Bupati atau kepala daerah harus bisa berinovasi dalam penerapan UU Desa dengan UU Otsus Papua,” ucapnya.

Hal ini juga ditegaskan koordinator Advokasi Taufik Darus, dan koordinator Data dan Informasi Henry W Muabuay M. Taufik menggaris bawahi pentingnya edukasi bagi perangkat desa dalam penyerapan dana desa itu.

“Harus ada bimbingan teknis (Bimtek) bagi perangkat desa. Dan kita siap turut serta dalam pemberian pelatihan teknis, atau seminar guna memberikan pemahaman agar perangkat desa lebih berhati-hati, transparan, dan akuntabel dalam menggunakan dana desa itu. Ini kalau tidak dilakukan maka akan banyak penyelewengan berdalih ketidaktahuan aparatur desa,”jelasnya.

Sementara Henry W Muabuay M menyoroti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Papua, yang disebut tidak lebih 20% yang mampu menafsirkan, visi dan misi program prioritas Gubernur Papua.

“Nanti ada pergantian OPD, nah ini menjadi momen dimana Gubernur Papua bisa betul-betul menjaring para calon yang tidak ada catatan hukum. Pejabat yang mempu menafsirkan dengan baik implementasi Otsus Papua. Kita berikan catatan tebal kepada Dinas Pendidikan, Pekerjaan Umum (PU) dan Kesehatan” ungkapnya.

Dia berharap agar semua pihak ikut mengawasi penggunaan dana desa maupun Otsus Papua. “Supaya Papua menjadi daerah yang minim korupsi,” pungkasnya.

(shf)

100 Hektare Hutan Gunung Malang di Lombok Terbakar

loading…

Satgas kebakaran hutan dan lahan berjibaku memadamkan api yang meluas di lahan hutan kemasyarakatan (LHK) di Gunung Malang, Pringgabaya, Lombok Timur, NTB. Foto/iNews TV/Ramli Nurawang

LOMBOK TIMUR – Satgas kebakaran hutan dan lahan Polres Lombok Timur berjibaku memadamkan api yang meluas di lahan hutan kemasyarakatan (LHK) di Dusun Aik Manis, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB.

Kebakaran terjadi sejak jumat siang kemarin. Kemudian petugas mulai memadamkan api sejak tadi malam. Titik api meluas hingga melalap sekitar 100 hektare lahan dan berhasil dipadamkan Sabtu siang (14/9/2019). “Diduga penyebab kebakaran adalah oknum masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar,” kata Kapolsek Pringgabaya, AKP Amar Makruf di lokasi kebakaran.

Kepolisian masih mendalami keterlibatan sejumlah oknum dalam peristiwa ini. Bila ditemukan ada oknum warga yang terlibat, pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:

“Bila ada oknum yang sengaja membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran, kita akan tindak tegas,” tegas Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Made Bagus Winarta, seusai memimpin apel siaga Karhutla di Mapolres Lotim beberapa waktu lalu.

Kepolisian bersama pemerintah setempat sudah melakukan upaya dengan membentuk Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Mereka melakukan patroli rutin untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Di Lombok Timur, data per 21 Agustus 2019 lalu, Karhutla melanda 450,45 hektare lahan. Dari 21 Kecamatan yang ada di Lombok Timur, Karhutla ini hampir sebagian besar melanda wilayah utara seperti Sambelia, Sembalun dan Pringgabaya.

(shf)

Lebak Siap Menjadi Lumbung Ternak

loading…

Dinas Peternakan Lebak gelar KontesTernak Ke-III pada 13-14 September 2019 di Lapangan Sepak Bola Mutiara, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar Lebak.

LEBAK – Pemerintah Daerah Lebak melalui Dinas Peternakan Lebak menggelar Kontes Ternak Ke-III yang digelar selama dua hari 13-14 September 2019 bertempat Lapangan Sepak Bola Mutiara, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar Lebak. Kontes tersebut masih dalam rangkaian kegiatan Festival Seni Multatuli 2019.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang hadir bersama Wakil Bupati Ade Sumardi mengatakan kegiatan kontes ternak ini merupakan puncak dari penilaian kontes ternak yang sebelumnya telah dilakukan penilaian berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berkaitan dengan kualitas bibit ternak yang baik.

“Melalui kontes ternak ini, Lebak siap menjadi lumbung ternak untuk mendukung destinasi pariwisata. Masyarakat peternak di Kabupaten Lebak siap menghasilkan bibit ternak yang terbaik untuk keperluan budidaya ternak guna meningkatkan produktivitas untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Bupati Lebak.

Baca Juga:

Iti juga menjelaskan kontes ternak ini hadir untuk mendukung dan mendorong serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada insan peternakan dalam menghasilkan kualitas bibit unggul yang baik. Serta bertujuan menumbuhkan dan menstimulasi peternak dalam menerapkan pemurnian dan prinsip-prinsip pembibitan. Juga mendorong membentuk sentra-sentra bibit ternak secara mandiri khususnya di Kabupaten Lebak.

“Kami berharap para peternak mampu mandiri, cerdas, terampil dan berdaulat sebagai salah satu upaya mendukung Kabupaten Lebak menjadi destinasi unggulan nasional berbasis potensi lokal melalui pengembangan sektor peternakan,” jelas Iti.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengapresiasi kegiatan kontes ternak tersebut. Lebak sudah melangkah lebih jauh dalam pengembangan sentra ternak khususnya ternak kerbau.

“Dari sepuluh kabupaten terbaik sentra kerbau se-Indonesia, Kabupaten Lebak masuk sebagai salah satunya sebagai sentra kerbau terbaik di Indonesia,” ungkap Agus.

Untuk diketahui Kontes Ternak ke-III Tahun 2019 ini diikuti 48 peternak dari dalam dan luar daerah Lebak dengan total ternak yang dikonteskan kategori kerbau Banten 20 ekor, kategori ternak domba Garut 21 ekor. Kategori ternak kambing, kambing PE 18 ekor dan kategori ternak kambing lokal dan ternak domba lokal sebanyak 17 ekor.

Usai kontes ternak akan dilanjutkan dengan kegiatan Karnaval Ternak Kerbau yang di laksanakan 15 September 2019 bertempat di Alun-Alun Kota Rangkasbitung.

(alf)

Tertibkan Wajib Pajak, Pemkot Makassar Pasang Alat Rekam Online

loading…

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb bersama memasang alat rekam online yang fungsinya memberikan data real atas tiap transaksi yang terjadi di tempat tersebut, Jum’at (13/9/2019).

MAKASSAR – Sudah jadi rahasia umum bahwa masih banyak wajib pajak yang mangkir dari kewajiban membayar pajak. Berbagai alasan diutarakan agar bisa terhindar membayar pajak. Namun seiring berjalannya waktu, segala upaya pun dicoba agar para pelaku tersebut bisa menunaikan kewajibannya.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb bersama Bapenda dan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah VIII bersama-sama mengunjungi beberapa outlet di Kota Makassar untuk meninjau sekaligus memasang alat rekam online yang fungsinya memberikan data real atas tiap transaksi yang terjadi di tempat tersebut, Jum’at (13/9/2019).

Alat rekam online ini diperuntukkan bagi para pengusaha sebagai monitoring keluar masuknya transaksi yang akan terkoneksi langsung ke Bapenda maupun KPK. Hal ini tentunya akan menekan jumlah wajib pajak yang mangkir.

Baca Juga:

“Ada beberapa alat yang hari ini dipasang di berbagai tempat di antaranya di hotel Grand Asia, cafe Starbuck dan Mc Donald Mall Ratu Indah, Ayam Goreng Sulawesi Cabang Pattimura sebagai cikal bakal pelaporan pajak lebih akurat. Semua transaksi akan real datanya masuk dan tidak ada celah untuk lolos lagi,” ungkap Iqbal.

Tempat yang dipasangi alat rekam ini juga ditempeli stiker dan banner sebagai tanda bahwa sedang dalam pengawasan. Bagi pelaku yang tetap mangkir tanpa alasan yang jelas, sudah disiapkan hukuman, yakni 6 tahun penjara.

“Ini semua sudah ada tandanya ya. Jangan main – main soal alat deteksi ini. Hukuman 6 tahun penjara menanti jika ke depan ditemukan pelanggaran. Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah kota agar dapat memungut pajak yang seharusnya memang ada,” kata Ketua Korsupgah KPK RI Wilayah VIII, Adliansyah Malik Nasution,

Alat rekam online yang sudah terpasang ini diharapkan dapat digunakan dengan baik dan segera berkomunikasi jika pada pelaksanaannya menemukan kendala semisal koneksi jaringan maupun alat rusak.

(akn)

Bule Inggris Ngamuk di Kuta Bali, Ancam Telanjang

loading…

Emma Jane Chievely Willliam (50), warga Inggris mengamuk dan mengancam melepaskan bajunya di Kuta, Bali. Foto/Ist

KUTA – Seorang warga negara asing (WNA) kembali membikin ulah di Kuta, Badung, Bali, Sabtu (14/9/2019). Emma Jane Chievely Willliam (50), bule asal Inggris mengamuk dan mengancam melepaskan bajunya.

Akibat ulahnya yang meresahkan itu, Emma ditangkap petugas Satpol PP. “Dia melempari orang orang naik motor dan mobil. Lalu mau buka baju,” kata Kepala Satpol PP Badung Gusti Agung Kerta Suryanegara.

Dia menjelaskan, awalnya mendapat laporan dari security hotel kalau ada bule perempuan melempari pengendara motor dan mobil di depan Hotel Shell di Jalan Wana Segara.

Baca Juga:

Petugas Linmas yang tiba di lokasi dengan perlahan membujuk bule kelahiran 4 April 1969 itu. Meski sempat melawan, petugas kemudian membawa Emma ke kantor Satpol PP Kuta.

Di tempat ini, Emma masih terus berulah. Dia bahkan mengancam akan membuka baju dan telanjang. Beruntung, setelah dibujuk, bule bermomor paspor 509075761 itu mau mengurungkan niatnya.

Setelah berhasil diajak bicara dan didata identitasnya, petugas Satpol PP kemudian mengontak imigrasi. “Awalnya (imigrasi) nggak mau menerima karena hari libur, disuruh nampung dulu, bila perlu supaya di kontak kedutaannya,” ungkap Suryanegara.

Mendapat jawaban itu, Suryanegara mengaku menyayangkan sikap imigrasi. Kita ngotot tidak menangani WNA. Kita menampung sementara mengamankan agar tidak menganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Untuk penanganan selanjutnya agar imigrasi yang meneruskannya,” imbuh dia.

Sebelumnya, wisatawan asal Australia, Michael Gregory Franklin (38), ditemukan mengamuk di Jalan Kayu Aya Gang Inti Kulit, Selasa malam 11 September 2019. Dia mabuk lalu menendangi beberapa motor yang terparkir.

Michael sempat ditangkap dengan diikat tangannya lalu dibawa ke kantor Satpol PP Kuta. Dia juga sempat dibawa ke Polsek Kuta dan akhirnya dilepaskan.

(shf)

Jamaah Haji Sulut Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

loading…

Jamaah haji dari berbagai daerah di Sulawesi Utara kembali ke tanah air melalui Bandara Sam Ratulangi Manado. Foto/Istimewa

MANADO – Setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, jamaah haji dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tiba di Tanah Air melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Kepulangan jamaah haji ini dibagi dalam 2 kelompok terbang (kloter) yaitu kloter 12 yang mendarat pada hari Sabtu (14/9) dan kloter 13 yang akan mendarat pada hari Senin (16/9).

Tercatat sebanyak 450 jamaah haji kloter 12 diberangkatkan dari Balikpapan ke Manado menggunakan pesawat Lion Air dengan pembagian flight yaitu 215 jamaah haji mendarat pukul 5.35 WITA dengan JT 3942, 215 jamaah haji mendarat pukul 6.35 WITA menggunakan JT 3661. Kemudia 20 jamaah haji lainnya akan menggunakan Lion JT 942 pada pukul 15.15 WITA.

Baca Juga:

Kedatangan para jamaah haji kloter 12 berasal dari Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Selatan dan Bitung. Mereka disambut Praseno Hadi selaku Kepala Inspektorat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mewakili Gubernur Sulawesi Utara serta Manajemen Bandara Sam Ratulangi Manado.

Minggus ET Gandeguai selaku General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado menyampaikan keberangkatan dan kepulangan jamaah haji di bandara dapat berjalan lancar tanpa kendala.

“Sebagai pengelola Bandara Sam Ratulangi Manado, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa khususnya para jamaah haji yang baru saja kembali dari Arab Saudi,” ujar Minggus.

Sejak dini hari sebelum pesawat yang membawa para jamaah haji mendarat, para personel dari pengamanan bandara, Otoritas Bandara hingga KKP telah siap menyambut kedatangan para jamaah haji.

Untuk kloter 13 dijadwalkan tiba pada Senin (16/9/2019) pada pukul 5.35 WITA sebanyak 215 jamaah, pukul 6.35 WITA sebanyak 215 jemaah. Menyusul pukul 15.15 WITA sebanyak 7 jemaah.

(rhs)

328.724 Hektare Lahan di Indonesia Terbakar, Riau dan Kalteng Terbanyak

loading…

Konferensi pers mengenai karhutla di Gedung Graha BNPB Jakarta, Sabtu (14/9/2019). Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo membeberkan data terbaru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

“Total luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Indonesia dari bulan Januari-Agustus 2019 mencari 328.724 hektare (Ha),” kata Doni dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Sabtu (14/9/2019).

Adapun rincian jumlah lahan yang terbakar antara lain; Riau 49.266 Ha; Kalimantan Tengah (Kalteng) 44.769 Ha; Kalimantan Barat (Kalbar) 25.900 Ha, Kalimantan Selatan (Kalsel) 19.490 Ha; Sumatera Selatan (Sumsel) 11.826 Ha; dan Jambi 11.022 Ha.

Baca Juga:

“Di Indonesia tercatat ada 4.012 titik panas yang tersebar antara lain di Riau 88 titik panas, Jambi 287 titik panas, Sumsel 367 titik panas, Kalbar 431 titik panas, Kalteng 1.651 dan Kalsel 278 titik panas serta Gunung Merbabu,” jelasnya.

Beberapa upaya yang telah dilakukan BNPB antara lain melakukan pemantauan titik panas (hotspot), jarak pandang, kualitas udara dan keberadaan asap setiap hari.

“Kami telah mengerahkan 9.072 personel gabungan ke 6 provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan) masing-masing 1.512 personel. Kami juga melakukan hujan buatan (TMC), melakukan penegakan hukum dan memberi pengetahuan kepada masyarakat supaya tidak membakar lahan dan hutan,” tuturnya. (Baca Juga: Inilah Kriteria Bupati dan Wali Kota dalam Menghadapi Karhutla)

(rhs)

Atalia Praratya Kamil: Membaca Adalah Kunci Wujudkan SDM Unggul dan Berkualitas

loading…

Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menyatakan, membaca merupakan salah satu nutrisi untuk otak, dan membaca adalah kunci membangun SDM.

KOTA BANDUNG – Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menyatakan, membaca merupakan salah satu nutrisi untuk otak dan hati. Selain itu, kata dia, membaca adalah kunci membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

“Membaca buku itu sangat penting, karena dapat membuka cakrawala pandangan kita, termasuk juga nutrisi otak dan hati. Saya kira penting sekali masyarakat untuk membaca, dimulai dari keluarga,” kata Atalia saat menghadiri Penutupan Hari Kunjung Perpustakaan 2019 di Graha Pustaloka, Kota Bandung, Sabtu (14/9/19).

Akan tetapi, saat ini, tingkat literasi masyarakat masih rendah. Maka itu, menurut Atalia, menghidupkan budaya literasi dalam keluarga perlu digagas. Mulai dari membaca dongeng sampai mengajak anak ke perpustakaan.

Baca Juga:

“Tinggal bagaimana para orang tua mendorong anak-anaknya supaya gemar membaca. Bisa dimulai dari membacakan dongeng, diskusi tentang buku-buku, mengajak ke toko buku, atau mengajak ke perpustakaan. Itu penting sekali,” kata Atalia.

Menurut Atalia, program Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) dan Candil (Maca Dina Digital Library) yang diluncurkan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Prov. Jabar dapat meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda.

Atalia pun mengatakan, membangun budaya literasi harus didukung oleh sumber-sumber informasi yang informatif, edukatif, dan rekreatif.

“Sudah hadir Kolecer, ada juga Candil. Jadi bagi mereka yang malas membawa buku, malas membaca buku yang penuh dengan teks itu bisa membaca melalui digital,” ucapnya.

“Bagaimana kemudian masyarakat mau datang, tentu saja harus dibuat kegiatan yang kreatif dan inovatif agar masyarakat semakin dekat dengan budaya membaca,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dispusida Prov. Jabar Riadi mengatakan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca yang dicanangkan Presiden RI merupakan tonggak sejarah dalam membangun peradaban bangsa.

Riadi pun berharap gelaran tersebut dapat memikat masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai wahana belajar dan bersosialisasi.

“Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pembudayaan kegemaran membaca masyarakat, marilah kita jadikan kegiatan ini untuk menyiapkan generasi bangsa yang handal dalam menggapai masa depan yang gemilang, karena dengan membaca kita dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam segala bidang,” kata Riadi.

“Di perpustakaan ini juga saya akan membuka untuk worker (pekerja) yang ingin bekerja di sini. Jadi, orang-orang enggak usah sungkan, mereka bisa bekerja dan berkegiatan disini,” tambahnya.

(akn)

Dukung Sail Nias 2019, Produk UKM Pertamina Diserbu Pengunjung

loading…

Produk UMK PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I diserbu pengunjung di lokasi perhelatan Sail Nias 2019 di Pelabuhan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumut. Foto/Ist

NIAS SELATAN – Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I diserbu pengunjung di lokasi perhelatan Sail Nias 2019 di Pelabuhan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

Pertamina merupakan salah satu sponsor utama acara Sail Nias 2019. “Sail Nias adalah ajang kemaritiman bertaraf internasional yang diselenggarakan secara sinergi bersama Kemenko Kemaritiman, Kemenkumham dan Kemen BUMN. Pertamina sebagai BUMN milik bangsa, bangga dapat mendukung Sail Nias 2019,” ujar General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki saat acara puncak Sail Nias, Sabtu (14/9/2019).

Selain dukungan dana, Pertamina juga berpartisipasi aktif dalam Nias Wonderful Expo di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam. Dalam ajang pameran selama empat hari (11-14 Sept) ini, Pertamina MOR I menampilkan lima pengusaha UKM mitra binaan. Di antaranya Temas Coffee dari Aceh, Ambun Suri dari Sumatera Barat, dan Empat Bersaudara Jaya dari Sumatera Utara.

Baca Juga:

Selain itu, Pertamina mendirikan anjungan produk-produk BBM, pelumas dan elpiji berkualitas di pelabuhan Teluk Dalam. Menampilkan Pertamax, Fastron, Bright Gas dan aplikasi MyPertamina serta LinkAja. Warga tampak antusias mengunjungi anjungan Pertamina.

Untuk meningkatkan layanan saat ini, Pertamina tengah membangun satu SPBE di Kota Gunung Sitoli, Nias. Pulau Nias memang baru Maret tahun ini secara bertahap dilaksanakan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg. Dengan hadirnya SPBE, diharapkan akan dapat menurunkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi, yang membuka pameran pada Rabu (11/9/2019) menyempatkan singgah di anjungan Pertamina MOR I. Didampingi Bupati Nias Selatan Hilarius Duha dan Forkopimda, mereka memborong produk-produk mitra binaan Pertamina MOR I.

“Sepatu kulitnya kualitas luar negeri, tapi produk Indonesia. Cintailah produk Indonesia,” komentar Hilarius ketika membeli sepatu buatan Empat Bersaudara Jaya.

Ucapan serupa terlontar dari Dirjen Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, Taufik Madjid. “Saya bangga dengan UMKM binaan Pertamina. Produknya tidak kalah saing dengan kualitas produk luar negeri,” ujarnya.

(rhs)

Inilah Kriteria Bupati dan Wali Kota dalam Menghadapi Karhutla

loading…

Unsur TNI-Polri mengeluhkan kurangnya kepedulian pejabat daerah dalam menangani Karhutla. Foto/Ist

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbaagai wilayah Indonesia kian memprihatinkan. Selain ribuan warga terpapar penyakit ISPA, banyak sekolah diliburkan karena pekatnya kabut asap.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan laporan dari petugas di lapangan bahwa pejabat daerah kurang peduli dengan wilayahnya yang terdampak Karhutla.

Berikut kriteria bupati/wali kota dalam menghadapi musibah karhutla:
1. Sangat Peduli.
Kebakaran bisa dicegah, tidak ada lahan terbakar. Apabila terbakar bisa segera dipadamkan lebih awal. Pasukan Satgas Darat (TNI Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan) sangat senang. Bila ada kegiatan pemadaman ikut serta bersama dengan anggota TNI Polri BPBD Manggala Agni dan relawan dan mau ikut pegang selang.

Baca Juga:

2. Peduli, Agak Peduli
Lumayan, anggota Satgas Gabungan merasa masih diperhatikan.

3. Tidak Peduli

Tidak pernah hadir dalam rapat. Kadang lupa menugaskan pejabat untuk mewakili, merasa kebakaran hutan dan lahan bukan tanggung jawabnya.

Padahal menurut Dirjen Gakkum KLHK yang akrab disapa Bapak Roy mengatakan, izin lingkungan untuk korporasi perkebunan dikeluarkan oleh bupati dan wali kota, dilanjutkan dengan fungsi pengawasan untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla.

Bila terjadi Karhutla di lahan korporasi, langsung diberikan tindakan (cabut izin atau bekukan izinnya). Sejumlah anggota Satgas Darat gabungan yang bertugas di wilayahnya mempertanyakan, seakan-akan ada unsur pembiaraan.

Kalau Bupati dan wali kota mau turun langsung, pasti akan menggerakkan semua komponen daerah. Adapun kewenangan dan tanggung jawab pelayanan publik terhadap masyarakat dalam berbagai bidang ada pada bupati dan wali kota sebagaimana semangat otonomi daerah, termasuk camat dan kades.

Doni meminta seluruh elemen, termasuk pejabat-pejabat daerah hingga kadesm RT dan RW turut membantu bersinergi melakukan upaya pengendalian karhutla.

“Masalah Karhutla menjadi program prioritas karena selalu terjadi setiap tahun,” jelas Doni saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

(rhs)

Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Gerakan Antihoaks untuk IRT Perlu Dibangun

loading…

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada organisasi kewanitaan Aisyiyah untuk membuat gerakan antihoaks untuk memberantas hoaks atau berita bohong.

KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada organisasi kewanitaan Aisyiyah untuk membuat gerakan antihoaks. Hal tersebut bertujuan untuk memberantas hoaks atau berita bohong yang beredar, khususnya di media sosial.

“Saya titip dalam 4 tahun ke depan bangun gerakan antihoaks untuk kalangan ibu-ibu. Dan motor penggeraknya adalah Aisyiyah Jabar. Kita jadikan Jabar provinsi paling tabayun se-Indonesia,” kata Emil –sapaan Ridwan Kamil—saat memberi sambutan dalam Milad Aisyiyah ke-105 dan Milad TK ABA ke-100 di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (14/9/19).

Menurut Emil, gerakananti hoaks, khusunya di kalangan ibu rumah tangga, penting dilakukan. Karena berdasarkan survei yang dia terima, 40 persen warga Indonesia tidak bisa membedakan berita benar dengan hoaks.

Baca Juga:

“Mohon maaf hasil surveynya kebanyakan yang sering meneruskan berita hoaks adalah kalangan ibu-ibu,” katanya.

Jika gerakan tersebut berhasil, Emil optimistis masyarakat Jabar akan lebih produktif. Sebab, masyarakat Jabar tidak perlu membahas informasi bohong yang berpotensi memicu konflik. Apalagi, masyarakat Jabar rata-rata mengoperasikan gawai mencapai 4 jam setiap hari.

Untuk memberantas berita bohong atau hoaks, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar telah meluncurkan Jabar Saber Hoaks (JSH).

“4 jam sehari adalah jumlah waktu yang dihabiskan warga Jabar dengan mengoperasikan gawai. Dan hasil surveinya, 4 jam itu tidak dipergunakan itu tidak produktif,” ucapnya.

“Saya yakin kalau berhasil tidak akan ada lagi berita provokasi atau berita bohong dan nanti waktu kita akan fokus pada hal yang produktif seperti membangun ekonomi, pesantren dan lainnya,” tambahnya.

Pemimpin Aisyiyah Jabar, Ia Kurniati, mengatakan bahwa organisasinya sudah seharusnya menjalin hubungan dengan Pemdaprov Jabar. Menurutnya, pihaknya akan segera menggelar rapat internal untuk merealisasikan gerakan anti hoaks.

“Aisyiyah tidak hanya mengusung wacana program saja, tapi melakukan karya nyata karena itu kami akan bermitra baik dengan Pemprov Jabar,” katanya.

Aisyiyah sendiri sudah memiliki 245 cabang di 27 kabupaten/ kota se-Jabar, 730 pimpinan di tingkat kelurahan dan desa, 220 TK ABA, 4 SD, 2 SMP, 1 SMA, 1 Perguruan Tinggi Stikes Aisyiyah dan 1 SLB di Tasikmalaya. Dari banyaknya lembaga pendidikan tersebut tergambar geliat pergerakan Aisyiyah di seluruh pelosok Jabar termasuk di bidang keagamaan dan hukum.

“Kami memiliki berbagai gerak kegiatan dakwah dan amal usahanya selalu hadir di setiap permasalahan negeri ini terutama di Jabar,” katanya.

(akn)

Satlantas Polres Lotim Juara II Lomba Inovasi Layanan SIM Tingkat Nasional

loading…

Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Timur, NTB mendapatkan juara II tingkat nasional dalam kategori inovasi pelayanan administrasi SIM (satpas SIM) 2019. Foto/Ramli N

LOMBOK TIMUR – Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih juara II tingkat nasional dalam kategori inovasi pelayanan administrasi SIM (satpas SIM) 2019. Penghargaan ini diberikan Kakorlantas Polri di Jakarta Jumat (13/09).

“Alhamdulillah kami mendapatkan juara kedua tingkat nasional dalam kategori inovasi pelayanan SIM tahun 2019,” ungkap Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Ryan Faisal, Sabtu (14/9/2019).

Salah satu yang dinilai adalah Game edukasi Millenial (Gemi) Lombok Timur yang dibuat oleh satlantas Polres Lotim. Aplikasi berbasis Android itu sudah tersedia gratis di Play Store. Gemi merupakan wadah bagi masyarakat terutama generasi milenial untuk mendapatkan edukasi mengenai berkendara yang baik dan prosedur untuk bisa mendapatkan SIM.

Baca Juga:

Ia menjelaskan aplikasi ini sangat bermanfaat, bisa dinikmati seluruh Indonesia untuk semua kalangan,termasuk pelajar dan masyarakat secara umum. Di dalamnya ada pengetahuan bagi yang akan membuat SIM. Dengan mendownload aplikasi ini, masyarakat bisa melihat kisi-kisi pertanyaan ujian dan teori dalam pembuatan SIM.

“Semua lapisan bisa mendownload aplikasi Gemi Lotim tersebut,” ujarnya.

Dari 500 polres se-Indonesia yang mengikuti kegiatan lomba tersebut, Polres Lotim berhasil meraih juara dua dengan usaha dan kerja keras serta dukungan masyarakat Lotim. Sementara untuk juara pertama diraih Polres Sleman dan ketiga Polres Kutai Kertanegara. Untuk tingkat Polda NTB Satuan Lantas Polres Lotim mendapatkan juara satu.‎

Sementara penilaian yang dilakukan dari korlantas Mabes Polri dengan berbasis ITE dengan mengedepankan teknologi. “Yang jelas kami akan terus berkarya dan membuat inovasi untuk kemajuan Polres Lotim ke depannya,” tandasnya.

(rhs)

Polda Jateng: Gudang Bom Meledak di Mako Brimob Sesuai Standar

loading…

Gudang persenjataan aparat Brimob Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang meledak, Sabtu (14/9/2019). Foto/Taufik Budi

SEMARANG – Ledakan beruntun di Mako Satbrmob Polda Jateng di Srondol Semarang, mengagetkan warga sekitar. Sumber ledakan diketahui berasal dari gudang penyimpang bahan peledak dan bom hasil temuan warga.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, lokasi gudang telah sesuai standar ketentuan. Selain itu, bahan peledak dan bom militer ini juga secara berkala sedang dilakukan disposal bekerjasama dengan Korbrimob Polri di Jakarta.

“Gudang penyimpanan handak dan bom militer temuan dari masyarakat ini sesuai Standar Operational Procedure (SOP. Terpisah dari gudang senjata api dan amunisi Satbrimob Polda Jateng serta terpisah dari asrama Satbrimob,” kata dia, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga:

Sejumlah petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menjinakkan api. Awalnya, petugas pemadam belum berani mendekat karena masih terjadi ledakan-ledakan dari lokasi kejadian.

“Saat ini sedang dilakukan pengaman lokasi dengan pendinginan, penyiraman air oleh petugas PMK Kota Semarang, sebelum dinyatakan aman oleh petugas Jibom Brimob,” terangnya. Selanjutnya dilakukan olah TKP guna menentukan sebab ledakan.

(rhs)

Kapolda Jateng Jenguk Danyon Gegana Brimob

loading…

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjenguk AKBP Syaiful Anwar, di RS Banyumanik Semarang, Sabtu (14/9/2019) siang. Foto/Ahmad Antoni

SEMARANG – Ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak (handak) dan bom militer di kompleks Mako Brimob Srondol Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019) pagi, menyebabkan seorang anggota mengalami luka.

Diketahui, identitas korban adalah Komandan Batalyon (Danyon) Gegana Brimob Polda Jateng, AKBP Syaiful Anwar. Dia hanya mengalami luka ringan pada tangan kiri dan kepala.

“Korban hanya luka ringan di tangan kiri dan kepala akibat terkena lemparan benda tumpul. Sekarang masih di rumah sakit Banyumanik dan segera diupayakan pulang,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat menjenguk korban di RS Banyumanik Semarang, Sabtu (14/9/2019) siang.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kapolda mengungkapkan yang meledak di Mako Brimob Srondol yaitu gudang tempat penyimpanan bahan peledak yang ditemukan masyarakat. Dan benda-benda itu dalam tahap untuk disposal.

“Di gudang tempat penyimpanan bahan-bahan peledak dan bom militer temuan masyarakat. Bom ini dalam tahap proses disposal yang di bawah koordinasi kor brimob,” terangnya.

(rhs)

Sempat Transit, Pesawat Garuda Berpenumpang Haji Kembali Lagi ke Bandara KNIA

loading…

Pesawat Garuda GA 6288 tujuan Kualanamu Medan (KNO)-(SOC) Solo Type A330 Pax 357 mendarat kembali ke Bandara KNIA, Kabupaten Deliserdang. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews

DELISERDANG – Pesawat Garuda GA 6288 tujuan Kualanamu Medan (KNO)-(SOC) Solo Type A330 Pax 357 mendarat kembali ke Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Diduga disebabkan gangguan teknis (technical reason) pada Jumat (13/9/2019) malam.

Airport Duty Manager KNIA, L Tambunan membenarkan ada pesawat Garuda mengalami gangguan teknis setelah sempat mendarat ke Bandara Kualanamu untuk mengisi bahan bakar sebelum akhirnya kembali lagi sekira pukul 19.10 WIB.
“Awalnya memang Pesawat Garuda ini sempat transit untuk mengisi bahan bakar di Bandara (KNIA). Setelah itu berangkat lagi mau menuju Solo,” terangnya.

Namun, usai meninggalkan Bandara Kualanamu (take off) sekitar 30 menit, kata Tambunan, pilot Pesawat memutuskan untuk kembali ke Bandara Kualanamu dan melaporkan ke Menara Air Traffic Control (ATC).

Baca Juga:

“Iya udah sempat take off meninggalkan Bandara (KNIA). Mungkin masih di atas udara sekitar wilayah Sumatera Utara. Pilot enggak mau ambil resiko. Intinya memang ada gangguan teknis pada bagian mesin pesawat. Tapi secara detailnya, petugas teknik itu yang memahaminya,” ungkapnya.

Dikatakannya, sekira pukul 22.00 pesawat yang mengangkut jamaah haji asal Solo itu masih dalam tahap pengecekan dan perbaikan di Area Kargo Bandara Kualanamu. “Kalau sudah baik kondisinya, Pesawat akan terbang lagi ke Solo, melanjutkan perjalananya,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian pesawat yang kembali lagi ke Bandara Kualanamu ini tidak berdampak buruk dan tidak ada mengganggu penerbangan lainnya di dan ke Bandara Kualanamu. “Ini hanya gangguan teknis saja, enggak sampai berdampak buruk terhadap penerbangan lainnya,” pungkasnya.

(rhs)

Ledakan di Gudang Senjata Brimob, 1 Orang Terkena Serpihan Kaca

loading…

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberi keterangan, Sabtu (14/9/2019). Foto/Taufik Budi

SEMARANG – Satu orang terluka akibat ledakan di gudang senjata Mako Brimob Polda Jateng, Srondol Kota Semarang, Jawa Tengah. Korban terkena serpihan kaca dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Ada satu korban dari anggota Brimob yang sedang dekat lokasi berupa luka-luka akibat serpihan kaca. Sekarang dirawat Rumah Sakit Banyumanik dalam kondisi sadar,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Sabtu (14/9/2019).

Dia memastikan tak ada warga sipil yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Terdapat beberpa kerusakan bangunan di sekitar lokasi kejadian, di antaranya berupa kaca-kaca jendela pecah berhamburan.

Baca Juga:

“Sejauh ini tidak ada korban dari warga masyarakat yang menjadi korban. Namun memang ada kerusakan dalam bentuk pecahan-pecahan kaca,” lugasnya.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian. “Lokasi ledakan masih dilakukan tahap pengamanan dan pendinginan untuk bisa ditentukan sudah aman atau tidak untuk dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” pungkasnya.

Gudang persenjataan Brimob Polda Jateng di meledak kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang dikabarkan meledak, Sabtu (14/9/2019). Warga berhamburan keluar rumah saat mendengar ledakan beruntun itu.

Mereka panik karena ledakan juga menimbulkan getaran selama beberapa waktu. (Baca Juga: Gudang Senjata Brimob Meledak, Ini Kesaksian Warga)

(rhs)

Gempa Tektonik 5,3 SR Guncang Papua Barat

loading…

Gempabumi tektonik berkekuatan magnitude 5,3 guncang wilayah Papua Barat, Sabtu (14/9/2019). Foto/Chanry AS

SORONG – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitude 5,3 guncang Papua Barat, Sabtu (14/9/2019), sekitar pukul 10.42 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.30 LS dan 132.41 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 53 km arah Timur Laut Tambrauw, Papua Barat pada kedalaman 10 km.

Menurut Triyono, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi utara Papua. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga:

Lanjut Triyono, dampak guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Sorong, II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

(rhs)

Papua Barat Diguncang Gempa 5,3 SR, BMKG: Belum Ada Gempa Susulan

loading…

Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter dilaporkan mengguncang Papua Barat, Sabtu (14/9/2019), sekitar pukul 10.42.05 WIB. Namun gempa bumi dengan magnitude 5,3 ini tidak berpotensi tsunami. Ilustrasi SINDOnews

MANOKWARI – Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter dilaporkan mengguncang Papua Barat, Sabtu (14/9/2019), sekitar pukul 10.42.05 WIB. Namun gempa bumi dengan magnitude 5,3 ini tidak berpotensi tsunami. (Baca: Gempa Tektonik 5,3 SR Guncang Papua Barat)Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST.,Dipl. Seis., M.Sc menjelaskan, Episentrun gempa bumi terletak pada koordinat 0.30 LS dan 132.41 BT , dengan hiposentrum berlokasi di laut pada jarak 53 km arah Timur Laut Tambrauw, Papua Barat pada kedalaman 10 km.
Triyono menjelaskan, hingga pukul 11.00 WIB, Sabtu (14/9/2019), Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” kata Triyono.

Menurut Triyono pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg.

Baca Juga:

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya.

(sms)

Gudang Senjata Brimob Srondol Semarang Meledak, Warga Sekitar Sempat Dievakuasi

loading…

Gudang persenjataan milik Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol Semarang meledak. Warga sekitar lokasi sempat dievakuasi dan tidak diperbolehkan mendekat. Foto Ist

SEMARANG – Gudang persenjataan milik Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol Semarang meledak. Selain asap hitam yang membumbung tinggi, juga terdengar beberapa kali ledakan keras. “Iya (terjadi kebakaran). Masih dalam penanganan,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja melalui pesan singkat, Sabtu (14/9/2019). (Baca: Gudang Senjata Brimob Srondol Semarang Meledak Dilaporkan Tidak Ada Korban Jiwa)

Akibat ledakan di gudang amunisi di daerah Jeblug, Srondol, Semarang itu warga sekitar lokasi sempat dievakuasi dan tidak diperbolehkan mendekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diketahui sekira pukul 07.05 WIB di gudang penyimpanan bahan peledak Mako Brimob Srondol. Akibat ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun beberapa rumah rusak berat serta kendaraan roda dua dan empat di sekitar lokasi, turut rusak.

Baca Juga:

Mobil pemadam kebakaran juga sudah datang di lokasi, namun tidak berani mendekat. Dikhawatirkan masih ada bahan peledak yang belum meledak dan api masih menyala.

(sms)

Gudang Senjata Brimob Meledak, Ini Kesaksian Warga

loading…

Gudang persenjataan aparat Brimob Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang meledak, Sabtu (14/9/2019). Warga berhamburan keluar rumah saat mendengar ledakan beruntun. Foto iNews TV/Taufik B

SEMARANG – Gudang persenjataan aparat Brimob Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang dikabarkan meledak, Sabtu (14/9/2019). Warga berhamburan keluar rumah saat mendengar ledakan beruntun dari kawasan Mako Brimob Polda Jateng, di Srondol Kota Semarang. Mereka panik karena ledakan juga menimbulkan getaran selama beberapa waktu. (Baca juga: Gudang Senjata Brimob Meledak Dilaporkan Tidak Ada Korban Jiwa)

“Tadi awalnya saya kira suara petasan, tapi kok lama enggak berhenti, lalu saya keluar kamar. Benar ada info ledakan itu,” kata seorang warga Sapta, Sabtu (14/9/2019). (Baca: Gudang Senjata Brimob Meledak, Warga Sekitar Sempat Dievakuasi)

“Tadi penghuni kos pada keluar kamar juga. Kaca-kaca jendela kan bergetar, kadi ya agak takut,” tambah pria yang tinggal sekira 300 meter dari Mako Brimob Srondol tersebut.

Dia juga mengaku menyaksikan asap tebal yang membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Kobaran api sesekali terlihat setelah terjadi ledakan keras.

Baca Juga:

“Ledakan cukup lama tadi, secara beruntun. Kadang suaranya keras, habis iti diikuti suara ledakan kecil-kecil setelah itu ledakan keras lagi. Mungkin lima menitan (ledakannya),” terangnya.

Meski ledakan menimbulkan getaran, namun rumah yang ditempatinya tidak rusak. “Kalau rumah aman, tidak ada yang rusak. Mungkin kalau jaraknya lebih dekat bisa jadi (ada kerusakan),” tandasnya.

(sms)

Gudang Senjata Brimob Srondol Semarang Meledak Dilaporkan Tidak Ada Korban Jiwa

loading…

Gudang persenjataan aparat Brimob Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang dikabarkan meledak. Selain asap hitam yang membumbung tinggi, juga terdengar beberapa kali ledakan keras. Foto Ist

SEMARANG – Gudang persenjataan aparat Brimob Polda Jateng di kawasan Mako Brimob Srondol, Semarang dikabarkan meledak. Selain asap hitam yang membumbung tinggi, juga terdengar beberapa kali ledakan keras. (Baca: Gudang Senjata Brimob Polda Jateng Dikabarkan Terbakar)

“Iya (terjadi kebakaran). Masih dalam penanganan,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja melalui pesan singkat, Sabtu (14/9/2019). (Baca juga: Gudang Senjata Brimob Meledak, Petugas Pemadam Tak Berani Mendekat)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diketahui sekira pukul 07.05 WIB di gudang penyimpanan bahan peledak Mako Brimob Srondol. Akibat ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun beberapa rumah rusak berat serta kendaraan roda dua dan empat di sekitar lokasi, turut rusak.

Baca Juga:

Mobil pemadam kebakaran juga sudah datang di lokasi, namun tidak berani mendekat. Dikhawatirkan masih ada bahan peledak yang belum meledak dan api masih menyala.

(sms)

Api Lahap Hutan Pinus di Gunung Andong, Magelang

loading…

Kebakaran hutan di petak 2601 RPH Pagergunung BKPH Smbarawa KPH Kedu Utara, masuk Dusun Sijarani Desa Pagergunung Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. (Foto/Istimewa)

MAGELANG – Kawasan hutan pinus di Gunung Andong dilalap si jago merah. Kebakaran hutan di petak 2601 RPH Pagergunung BKPH Smbarawa KPH Kedu Utara, masuk Dusun Sijarani Desa Pagergunung Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Ketua Nomaden Rescue Tono Pain mengatakan, kebakaran terjadi pada Jumat 13 September 2019 sekira pukul 17.00 WIB. Peristiwa kebakaran itu berawal dari informasi warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api.

“Sumber api dari orang yang membakar ranting di tanah Pemajekkan kemudian merembet ke hutan,” kata Tono, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga:

Api dengan cepat berkobar karena tiupan angin kencang. Selain itu, banyak ranting kering sehingga api semakin besar dan menjalar ke sekitar lokasi. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4,5 hektare.

“Karena disertai angin kencang, api terbawa angin ke arah selatan membakar rumput kering. Proses pemadaman api dimulai pukul 17.00 WIB sampai 19.30 WIB oleh gabungan tim relawan, Perhutani, polisi, TNI, dibantu warga sekitar,” pungkasnya.

(maf)

Kasus Penemuan Jenazah Remaja di Gorong-gorong Terungkap

loading…

Kasus penemuan jenazah remaja di dalam gorong-gorong, terungkap. Korban yang merupakan remaja berkebutuhan khusus, ternyata tewas setelah dianiaya. (Foto/Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI – Kasus penemuan jenazah remaja di dalam gorong-gorong di Kota Bukittinggi, terungkap. Korban yang merupakan remaja berkebutuhan khusus, ternyata tewas setelah dianiaya karena diduga mencuri sampo di pusat perbelanjaan.

Polisi mengamankan lima orang pelaku penganiayaan korban. Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang sekuriti dan empat karyawan plaza ini terekam kamera cctv, Jumat (13/9/2019) malam.

Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, menangkap lima orang tersangka penganiayaan yang menyebabkan seorang remaja berkebutuhan khusus tewas di dalam gorong-gorong. Kelimanya masing-masing seorang sekuriti dan empat orang karyawan pusat perbelanjaan plaza bukittinggi.

Baca Juga:

Wakapolres Bukittinggi, Kompol Sumintak menyebutkan, kelima tersangka diduga menganiaya korban bernama gean navanda (24 tahun). Kronologis kejadian, sebelum ditemukan tewas di dalam gorong-gorong, sehari sebelumnya, korban bersama keluarganya berwisata ke kota bukittinggi.

Sore harinya, korban gean minta izin pergi membeli rokok pada neneknya yang sedang salat. namun hingga malam gean tak kunjung kembali. Korban ternyata pergi ke taman jam gadang, lalu masuk ke Plaza Bukittnggi yang ada di sekitar lokasi.

Korban yang berjalan seorang diri pergi ke supermarket yang berada di lantai tiga plaza, di sana korban kedapatan oleh sekuriti mengutil sampo dan produk pembersih wajah. Dari rekaman kamera cctv plaza terungkap, korban diamankan ke gudang lalu dipukuli oleh sekuriti dan empat karyawan plaza.

Korban diamankan di Ramayana oleh para tersangka karena mencuri atau menguntil, lalu kami periksa cctv di sana ternyata memang ada pemukulan, kemudian penyebab meninggalnya masih kita dalami, apakah meninggal setelah dipukuli atau meninggal di dalam got ini masih kita dalami.

Salah seorang tersangka menyebutkan, usai menganiaya korban, para tersangka baru menyadari korban merupakan orang yang berkebutuhan khusus. Tersangka pun menghentikan penganiayaan, dan membiarkan korban pergi meninggalkan plaza.

“Saya tahu korban itu berkebutuhan khusus dari cara bicaranya dan raut wajahnya waktu dia saya interogasi, setelah tahu begitu lalu saya lepas, dia mengambil sampo maka diamankan,” kata tersangka.

Sementara pihak keluarga yang kehilangan gean berupaya mencari, hingga menyebar informasi kehilangan di media sosial, namun tak membuahkan hasil. Keesokan harinya korban ditemukan tewas dalam gorong-gorong di pinggir Jalan Haji Agus Aalim, belakang Hotel Novotel Bukittinggi.

Korban diduga masuk ke dalam gorong-gorong yang berjarak 300 meter dari plaza tempat ia dianiaya, karena ketakutan dan kesakitan, hingga akhirnya tewas dengan posisi tertelungkup.

Hasil otopsi menyebutkan sebelum meninggal tubuh korban mengalami trauma, sejumlah luka memar bekas pukulan ditemukan pada sekujur tubuh korban. Hingga Jumat malam polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara akibat perbuatannya, para tersangka terancam hukuman 12 tahun kurungan penjara.

(maf)

Tradisi Tenun Boteng Tunggul Masyarakat Lombok Timur

loading…

Tradisi Boteng Tunggul, sebuah tradisi sakral yang biasa dilaksanakan di upacara adat Gawe Desa. Boteng berarti berdiri, sedangkan Tunggul bagi masyarakat setempat adalah kain tenun tua yang berusia kira-kira 850 tahun. Foto iNews TV/Ramli N

Alunan Budaya Desa V, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur mulai dibuka sejak, Minggu 8 September 2019 lalu. Kegiatan ini menampilkan beragam atraksi seni termasuk diantarannya adalah Tradisi Boteng Tunggul, sebuah tradisi sakral yang biasa dilaksanakan di upacara adat Gawe Desa.

Boteng berarti berdiri, sedangkan Tunggul bagi masyarakat setempat adalah kain tenun tua yang berusia kira-kira ± 850 tahun. Dimana kain tenun tersebut dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat yaitu Lebai Nursini. Kini kain tersebut sudah berada di tangan generasi, pewaris ke – 17.

Dalam upacara ini, kain tunggul dibawa oleh pewaris. Diikat di pohon bambu dan berdiri seperti umbul umbul. Saat pohon bambu berdiri dan tanggul dikibarkan diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Belek dan kesenian Rantok.

Baca Juga:

Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.”Jadi kami menganggap ini adalah tenun Pringgasela dimana kami sadar bahwa kami dilahirkan dengan tenun. Kami sadar kami di sekolah dengan tenun. Dan kami sadar bahwa tenun ini harus kami jaga sampai kapanpun,” ungkap Ketua Panitia Alunan Budaya Desa V, Ahmad Feriawan. Tunggul ini juga sering digunakan sebagai media pengobatan, dengan memanjatkan do’a dan salawat.

Kedepan, dia berharap kegiatan seperti ini bisa didukung pemerintah. Karena hingga Alunan Budaya Desa V ini, belum ada support yang baik dari pemerintah daerah terutama provinsi soal dukungan secara materil untuk mendukung rangkaian kegiatan ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Dr Mugni berjanji tahun depan kegiatan ini masuk dalam kalender even pesona gumi Selaparang yang menjadi brand pengembangan sektor pariwisata di daerah ini.

Seluruh tradisi budaya yang dimiliki masyarakat, kata dia, harus dilestarikan dan pelestarian itu ada di Kebudayaan. Karena itu tahun 2020, pemda akan punya museum perjuangan untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat.

“Insya Allah tahun depan pemerintah akan menyiapkan support anggaran untuk kegiatan ini,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Rusman. Dia mengatakan pelestarian budaya adalah bagian yang harus menjadi perhatian. Budaya, Ungkapnya, sebagai cermin dari masyarakat.”Ini menjadi perhatian kami di dinas dikbud, bagaimana kedepannya kita bisa mencari format yang baik sehingga budaya yang dimiliki betul betul lestari dan menjadi asset yang berharga,” ujarnya.

Di sekolah, jelas Rusman, kekayaan budaya NTB sudah mulai masuk sebagai pelajaran muatan lokal. Bahkan khusus untuk tenun, SMK 2 Selong membuka jurusan khusus terkait kerajinan Tenun. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Selain Upacara adat Boteng Tunggul, Alunan Budaya Desa V yang dilaksanakan selama 8 hari mulai dari tangga 8 sampai 16 September 2019 ini menampilkan beragam atraksi seni seperti fashion show kain tenun, Pameran UKM dan Tari Tenun.

Kerajinan tenun sendiri menjadi khas Pringgasela. Produk tenun yang dihasilkan tak hanya beredar di Nusantara, tapi mulai menembus pasar dunia.

(sms)

Kunjungan Jokowi Batal, Masyarakat di Pulau Nias Kecewa

loading…

Ribuan masyarakat se-Kepulauan Nias yang sudah hadir di Nias Selatan untuk menyambut kedatangan Presiden RI kecewa setelah memperoleh batal berkunjung. (Foto/Iman Lase/iNews TV)

NIAS – Ribuan masyarakat se-Kepulauan Nias yang sudah standby di Nias Selatan (Nisel) untuk menyambut kedatangan Presiden RI kecewa setelah memperoleh informasi terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal berkunjung ke Nias dalam acara Sail Nias.

Padahal sejumlah persiapan penyambutan Presiden telah disiapkan di Desa Budaya Bawomataluo. Masyarakat dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Pulau Nias membawa keluarga berkunjung ke Nisel untuk menyaksikan acara Sail Nias yang rencana dibuka langsung oleh Presiden RI. Namun akhirnya masyarakat menuai kekecewaan karena Jokowi batal hadir, Jumat (13/9/201).

Pj Kades Bawomataluo, Hansmartin Wau kepada sejumlah wartawan mengatakan, persiapan masyarakat dalam menyambut kedatangan Jokowi kurang lebih 3 Minggu terakhir ini sudah cukup maksimal.

Baca Juga:

“Beberapa Minggu terakhir, siang dan malam masyarakan melakukan persiapan mulai penataan Desa Bawomataluo baik dari sisi kebersihan, keamanan bahkan penyambutan Jokowi dalam bentuk Tari Perang dan Lompat Batu serta pemberian anugerah gelar adat semua sudah disiapkan. Hal itu sebagai antusias masyarakat Nias dalam menyambut kedatangan Jokowi,” ujarnya.

Dia mengatakan, kerinduan masyarakat untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi tidak bisa terukur. Mudah-mudah Pak Jokowi bisa mempertimbangkan kembali soal kunjungannya di Pulau Nias.

“Dengan harapan minimal Presiden Jokowi meluangkan waktu setidaknya satu hingga dua jam menginjakkan kaki di Desa Budaya Bawomataluo untuk bertemu sapa dengan masyarakatnya,” harap Wau.

Menkumham Yasona Laoly melelui temu pers di media center Mekominfo di Dermaga Baru Telukdalam menjelaskan, bahwa Presiden RI Jokowi telah membatalkan kunjungannya ke Nias dalam acara Sail Nias.

“Saat ini kita sedang berkabung secara nasional sehingga Presiden RI tidak bisa hadir. Karena salah seorang tokoh nasional yang negarawan juga sebagai ilmuan yang mumpuni Pof Dr BJ Habibie Presiden ke-3 RI telah mendahului kita,” ujar Yasona.

Dengan itu kata dia, Presiden Jokowi sudah menugaskan Menko Maritim untuk datang ke Nias, Sabtu (14/9) bersama beberapa menteri lainya menghadiri acara Sail Nias.

Acara puncak Sail Nias baik acara surfing maupun rangkaian acara lainnya yang dilaksanakan di Pulau Nias dan secara umum di Sumut diharapkan dapat sukses dan berjalan dengan baik.

Terkait penganugrahan gelar adat kepada Jokowi yang sudah disiapkan di desa Budaya Bawomataluo, Menkumham mengatakan, pihaknya akan berkumpul bersama para tokoh untuk membicarakannya, pungkasnya.

(maf)

9 Orang Keracunan Setelah Konsumsi Nasi Kotak

loading…

Sembilan orang diduga keracunan makanan setelah menyantap nasi kotak, Jumat (13/9/2019) sore. iNewsTV/Uun Yuniar

PONTIANAK – Sembilan orang diduga keracunan makanan setelah menyantap nasi kotak, Jumat (13/9/2019) sore. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Promedika Pontianak, Kalimantan Barat, karena ada yang tak sadarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.

Mereka diduga keracunan makanan nasi kotak saat mengikuti acara pelatihan penanaman modal usaha yang digelar perusahaan jasa keuangan di Kantor Camat Pontianak Kota. Sembilan orang yang diketahui keracunan makanan tersebut langsung mendapatkan perawatan dokter di ruangan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Promedika Pontianak.

Seorang korban keracunan, Eka mengatakan, semula tidak curiga terhadap makanan nasi kotak yang diberikan panitia. Setelah beberapa jam kemudian dirinya merasa mual, pusing, bahkan muntah dan buang air besar.

Baca Juga:

Komandan Rayon Militer Pontianak Barat dan Kota, Mayor Infanteri Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Polsek Pontianak Kota untuk menangani permasalahan tersebut. Pihaknya mengambil contoh nasi kotak yang diduga penyebab keracunan tersebut.

Menurut data yang dihimpun seluruh korban keracunan ada juga yang dirawat di rumah sakit lain. Para korban keracunan seluruhnya merupakan staf dari perusahaan permodalan usaha tersebut.

(wib)

Kapolda Banten Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Lebak dan Serang Kota

loading…

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir pimpin upacara serah terima jabatan, Karo SDM, Kapolres Serang Kota, dan Kapolres Lebak. SINDOnews/Rasyid Ridho

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir pimpin upacara serah terima jabatan, Karo SDM, Kapolres Serang Kota, dan Kapolres Lebak.

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Langgeng Purnomo akan digantikan oleh Kombes Pol Tommy Wibisono yang sebelumnya menjabat sebagai Karo SDM Polda Kalteng. Langgeng akan menempati jabatan baru sebagai Kabbagdiapers Rodalpers SSDM Polri.

Kapolres Lebak yang sebelumnya dijabat AKBP Dani Arianto digantikan AKBP Firman Andreanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung. Dani mendapat tugas baru sebagai Wadirresnarkoba Polda Kaltara.

Baca Juga:

Kapolres Serang Kota yang sebelumnya dijabat AKBP Firman Affandi digantikan AKBP Edhi Cahyono yang sebelumnya menjabat Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Bali. Firman digeser ke Kasubbaganalis Bagjianbang Sespim Lemdiklat Polri.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir dalam sambutannya mengatakan, serah terima jabatan di lingkungan Polri, mengandung makna yang sangat strategis dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi.

“Ini sudah biasa dilakukan di lingkungan Polri agar tetap mampu menampilkan performance yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas dan memenuhi tuntutan masyarakat yang semangkin berkembang,” ujar Kapolda. Jumat (13/9/2019).

Diakhir sambutannya, Kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama serta kepada Bhayangkari yang telah mendampingi para suami selama melaksanakan tugas.

“Saya ucapkan terima kasih selama melaksanakan tugas serta pengabdiannya dalam ikut mengelola organisasi Bhayangkari Daerah Banten, serta ucapan selamat datang pada pejabat yang baru,” pungkas Kapolda.

(wib)

Sodomi 50 Bocah di Bawah Umur, Bang Jek Dibekuk Polisi

loading…

Muhajar Sidiq alias Bang Jek (42) ditangkap Polda Jatim diduga menyodomi sebanyak 50 anak laki-laki di bawah umur. Foto Bang Jek (baju orange)/SINDOnews

SURABAYA – Muhajar Sidiq alias Bang Jek (42) ditangkap Polda Jatim diduga menyodomi sebanyak 50 anak laki-laki di bawah umur. Pria asal Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung tersebut tak berkutik saat jajaran Ditreskrimum Polda Jatim membekuknya.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana mengungkapkan, perbuatan Bang Jek sudah dilakukan selama 10 tahun. Meski begitu, pihaknya baru mengidentifikasi 19 korban. Pengungkapan kasus ini, kata dia, berawal dari pengakuan salah satu korban hingga terungkap puluhan korban lainnya.

“Seluruh korban merupakan anak-anak di bawah umur hingga remaja. Mulai dari berusia 14 hingga 19 tahun,” katanya di Mapolda Jatim, Jum’at (13/9/2019).

Baca Juga:

Dia menambahkan, korban seluruhnya laki-laki. Korbannya berada di sekitar domisili tersangka, yakni di antaranya di Kabupaten Tulungagung, Blitar, Kediri. Aksi bejat pelaku biasanya dilakukan di rumahnya, di Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

“Pelaku ini bekerja sebagai pengepul sampah dan belum menikah. Untuk mencari sisa korban lainnya, kami mengaku masih mendalami kasus tersebut. Karena pelaku telah menghilangkan jejak para korban,” ujarnya.

Dalam perkara ini pelaku dijerat Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara. Polda Jatim telah menyita beberapa barang bukti, seperti celana dalam milik korban, baju milik tersangka, handphone tersanka hingga beberapa akta kelahiran milik korban.

(sms)

Kawasan Hutan Lindung di Jabar Dioptimalkan untuk Produksi Kopi Arabika

loading…

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan produksi kopi, khususnya kopi arabika dengan memanfaatkan lahan di kawasan hutan lindung. Foto/Ilustrasi/Dok

BANDUNG – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan produksi kopi, khususnya kopi arabika dengan memanfaatkan lahan di kawasan hutan lindung.

Kepala Dishut Jabar Epi Kustiawan menjelaskan, kopi arabika tumbuh baik di atas lahan dengan ketinggian 1.000 dari permukaan air laut (dpl). Lahan dengan ketinggian tersebut umumnya berada di kawasan hutan lindung yang di kelola Perum Perhutani.

“Upaya ini kita lakukan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” ujar Epi di Bandung, Jumat (13/9/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, Dishut Jabar sudah dipercaya sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Perhutanan Sosial yang digagas Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pokja ini, kata Epi, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), termasuk di dalamnya memaksimalkan produksi kopi.

“Kalau sertifikasi dan bibit itu menjadi kewenangannya Disbun (Dinas Perkebunan) Jabar. Nah, kalau kita ada di dalam kawasan hutan, bagaimana mempercepat dan mendukung LMDH, agar mendapatkan hasil yang optimal,” jelasnya.

Dishut Jabar pun, kata Epi, sebagai pendukung perlindungan kemitraan kehutanan dan pemanfaatan hutan Perum Perhutani tersebut telah mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Oleh karenanya, Dishut Jabar juga memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para petani yang menggarap lahan perkebunan di kawasan hutan lindung.

“Kita ada kewajiban untuk membina petani supaya apa yang direncanakan oleh mereka sesuai dengan syarat dan terarah keberhasilannya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pembinaan, agar para petani juga dapat mengaplikasikan program unggulan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, salah satunya program Satu Desa Satu Perusahaan.

“Luas lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan sendiri sekitar 26 ribu hektare dimana saat ini 16 ribu kepala keluarga sudah memanfaatkannya. Untuk kopi sendiri, banyak ditanam di kawasan Bandung selatan dan utara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disbun Jabar Dody Firman Nugraha mengatakan, pihaknya telah membagikan 6 juta bibit kopi bersertifikat kepada warga, terutama yang tergabung dalam kelompok tani.

“Terakhir, bantuan 2 juta benih kopi diberikan secara bertahap saat pelaksanaan Hari Perkebunan ke-61 pada 10 Desember 2018 lalu,” sebut Dody.

Menurut Dody, Disbun Jabar bertanggung jawab untuk mengawasi program pemberiaan bantuan bibit kopi bersertifikat tersebut. “Pemberian bibit kopi tahun ini juga masih ada, tapi ngak banyak ya,” imbuh Dody.

Lebih jauh Dody mengatakan, meskipun masih berada di urutan keenam terbesar se-Indonesia, kopi asal Jabar tetap dapat bersaing dengan kopi yang dihasilkan daei daerah lain, baik dari aspek produktivitas hingga kualitasnya.

(wib)

Bang Jek Ajak ke Warung Kopi dan Iming-imingi Calon Korbannya Uang Rp50 Ribu

loading…

Muhajar Sidiq alias Bang Jek (42) ditangkap Polda Jatim diduga menyodomi sebanyak 50 anak laki-laki di bawah umur. Foto Bang Jek (baju orange)/SINDOnews

DENPASAR – Dalam melakukan aksi bejatnya, Muhajar Sidiq alias Bang Jek terlebih dulu mengajak calon korban yang akan di sodomi untuk ajak ke warung kopi.

Dari sana pelaku mengajak ngobrol hingga kemudian si calon korban bersedia diajak rumah pelaku di wilayah Ngantru, Tulungagung.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana mengungkapkan, saat di rumah pelaku, Bang Jek mengiming-imingi calon korban uang Rp20.000 hingga Rp50.000 jika mau melayani aksi bejat pelaku.

Baca Juga:

“Perbuatan pelaku sudah dilakukan sejak 2008. Kasus ini terbongkar setelah kami mendapatkan laporan di 2018 lalu, saat itu salah satu korban melaporkan. Laporan itu kami kembangkan dan menemukan ada 19 orang anak jadi korban,” katanya di Mapolda Jatim, Jum’at (13/9/2019).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan tes kejiwaaan. Ini untuk mengetahui apakah tersangka memiliki kelainan orientasi seksual atau tidak. (Baca juga: Sodomi 50 Bocah di Bawah Umur, Bang Jek Dibekuk Polisi)

Selama sepuluh tahun melakukan pencabulan, pihaknya menduga ada 50 anak laki-laki yang menjadi korban.

“Kami masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Korban tidak hanya dari Tulungagung, tapi juga dari kota lain seperti dari Blitar, Tulungagung dan Kediri. Sejauh ini memang korban lebih banyak tertutup,” tandas Festo.

Sementara itu, dihadapan penyidik, Bang Jek membantah bahwa dirinya melakukan sodomi terhadap para korbannya.

Dia mengaku hanya meminta pada korbannya untuk mengulum dan memainkan alat vitalnya saja. Terkait iming-iming, pelaku mengakui tuduhan tersebut. Hal itu dia lakukan untuk lebih mudah menjerat korbannya.

“Dalam satu hari, saya selalu mendapatkan korban baru yang rata-rata di bawah umur. Mulai umur 14-19 tahun yang kebanyakan para tetangga. Tapi ada juga yang dari jauh,” katanya.

Dalam perkara ini pelaku dijerat pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara.

Polda Jatim telah menyita beberapa barang bukti, seperti celana dalam milik korban, baju milik tersangka, handphone tersanka hingga beberapa akta kelahiran milik korban.

(shf)

Guru Tak Datang ke Sekolah, Siswa SMPN 38 Kerinci Jambi Berhari-hari Tak Belajar

loading…

Puluhan pelajar SMP Negeri 38 Kerinci, Jambi berhari-hari tidak belajar lantaran tidak ada guru PNS maupun honorer yang datang ke sekolah. Foto SINDOnews

KERINCI – Puluhan pelajar SMP Negeri 38 Kerinci, Jambi berhari-hari tidak belajar lantaran tidak ada guru PNS maupun honorer yang datang ke sekolah. Informasi yang diperoleh SINDOnews hal ini terjadi setelah pergantian kepala sekolah lama dengan kepala sekolah yang baru oleh Bupati Kerinci.

“Butuh perhatian Pemkab Kerinci ganti Kasek SMPN 38 Kerinci. Di SMPN 38 Kerinci di saat jam pelajaran guru tidak ada yang datang satupun untuk mengajar. Salam manis dari kami siswa-siswi SMP Negeri 38 Kerinci,” kata salah seorang siswa di akun Facebook, Kamis (12/9/2019).

Menurut informasi yang diperoleh di sekolah yang berlokasi di perbatasan dengan Kabupaten Merangin tersebut memang sepi peminat bagi guru PNS. Padahal SMPN 38 itu juga berada di wilayah kampung kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.

Baca Juga:

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kerinci Murison mengatakan memang persoalannya terjadi karena kepala sekolah yang baru dari Koto Majidin saat ini sedang sakit, jadi jarang ke sekolah.

“Beliau sakit sering berobat jadi ke sekolah jarang, sedangkan PNS dan honorer sedikit disitu,” katanya.

Saat ini Dinas Pendidikan sedang berupaya mencari jalan keluar. Pengawas dan Kabid juga akan mengecek, kalau tidak sanggup akan dicari solusinya.

“Keluar kalau tidak mampu nanti diganti atau mengundurkan diri. PNS kurang disitu memang payah nyari yang mau disitu,” tandasnya.

(sms)

Sering Celaka, Devil’s Tears Nusa Lembongan Dicoret dari Paket Wisata

loading…

Objek wisata Devil’s Tears di Nusa Lembongan, Bali dicoret dari paket wisata yang ditawarkan ke wisatawan China menyusul tingginya kecelakaan di tempat itu. Foto/SINDOnews/Ist

DENPASAR – Objek wisata Devil’s Tears di Nusa Lembongan, Bali dicoret dari paket wisata yang selama ini ditawarkan kepada wisatawan China. Hal itu menyusul tingginya angka kecelakaan yang menimpa wisatawan di tempat itu.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Ketut Ardana menyebut penghapusan Devil’s Tears dari paket wisata untuk turis China akan berlaku mulai 15 September.

Hal itu sesuai kesepakatan yang dilakukan dengan Konsulat Jederal China. “Mereka tidak menginginkan lagi ada warganya yang kecelakaan di Devil’s Tears,” kata Ardana.

Baca Juga:

Devil’s Tears merupakan spot wisata di Nusa Lembongan yang sedang populer. Spot wisata yang memiliki arti harfiah air mata iblis ini menawarkan hempasan ombak mengenai batuan karang hingga menimbulkan warna seperti pelangi.

Wisatawan yang sedang berlibur ke Nusa Lembongan sudah pasti akan mengunjungi Devil’s Tears untuk berfoto di atas tebing dengan view hempasan ombak yang bisa mencapai setinggi pohon kelapa.

Namun di saat bersamaan, risiko besar datang. Terakhir, dua orang wisatawan China, Li Wei Jun (30), dan Zhi Hong (35), terpeleset dan jatuh ke laut saat berfoto di Devil’s Tears, 7 September lalu. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan.

Nasib tragis menimpa wisatawan China lainnya, Li Huiling (38). Dia tewas setelah terjatuh dari tebing saat berselfi di Devil’s Tears, 18 Agustus lalu.

Wisatawan asal India, Kaushal Aditya (24) hilang akibat terjatuh di tempat yang sama, 7 Mei lalu, bahkan sampai sekarang belum ditemukan jasadnya.

Menurut Ardana, pencoretan Devil’s Tears oleh pemerintah China sifatnya hanya sementara dan akan dicabut setelah ada standar keamanan di tempat itu. “Hal ini sudah saya sampaikan ke pemerintah Klungkung,” ujar Ardana.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengatakan tengah menyiapkan pagar pengaman setinggi 180 meter dengan panjang 350 meter di Devil’s Tears. “Anggarannya Rp60 juta dan secepatnya dipasang,” katanya.

Sukasta berharap langkah itu akan mengurungkan rencana pencoretan Devil’s Tears oleh pemerintah China. “Kami sudah sampaikan ke Asita, ini secepatnya akan rampung,” jelasnya.

(shf)

Resmi Dilantik, 10 Anggota DPRD Kota Cimahi Gadaikan SK untuk Pinjam Uang ke Bank

loading…

Pelantikan 45 anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024 beberapa waktu lalu. Ada 10 anggota DPRD Kota Cimahi yang sudah menggadaikan SK-nya ke pihak bank untuk meminjam uang. Foto/Istimewa

CIMAHI – Setelah dilantik, sebanyak 10 anggota DPRD Kota Cimahi diketahui menggadaikan SK ke bank untuk mengajukan pinjaman. Untuk anggota DPRD incumbent maksimal diberikan pinjaman hingga Rp1 miliar, sedangkan anggota DPRD pendatang baru maksimal pinjaman Rp500 juta.

“Hingga sekarang sudah ada 10 anggota DPRD Cimahi yang sudah menggadaikan SK ke pihak bank, dan telah dibuatkan Memorendum of Understanding (MoU),” terang Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Cimahi, Danu AR kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

Danu mengaku, fenomena gadai Surat Keputusan (SK) para anggota legislatif bukan lagi menjadi rahasia umum. Seperti pada periode 2014-2019 para anggota DPRD Kota Cimahi yang berbondong-bondong menggadaikan SK ke pihak bank mencapai sekitar 80% dari total anggota DPRD Cimahi sebanyak 45 orang.

Baca Juga:

Bank yang menberikan pinjaman dengan jaminan SK dan telah membuat MoU adalah BJB dan BJB Syariah. Terkait nominal pinjaman yang diajukan, itu menjadi kewenangan antara setiap anggota DPRD dan pihak bank. Sekretariat dewan hanya memiliki kewenangan memfasilitasi dari segi administrasi seperti MoU.

“Untuk akad segala macamnya dilakukan antara bank dengan dewan yang meminjam, sekretariat dewan hanya memfasilitasi soal MoU-nya saja,” kata dia seraya menyebutkan untuk pembayaran cicilan dan bunga pinjaman dipotong langsung dari gaji.

Pimpinan Sementara DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko menyebutkan, menggadaikan SK bagi anggota DPRD Cimahi untuk meminjam uang tidak dilarang. Namun hal itu menjadi tanggungjawab dan privasi dari individu masing-masing.

Pastinya segala bentuk pinjaman itu harus tercatat oleh Sekretariat DPRD. Sebab menjadi catatan dokumen untuk pembayaran cicilan yang akan dipotong langsung dari gaji.

“Menggadaikan SK untuk pinjam uang itu tidak dilarang karena tidak ada perundang-undangan yang melarang. Tapi semua administrasinya harus tercatat di Setwan karena untuk komitmen pemotongan gaji untuk membayar pinjaman,” tuturnya.

(wib)

Peringati 40 Hari Mbah Moen, Ganjar-Yasin Gelar Doa Bersama

loading…

Peringatan 40 hari wafatnya KH Maimoen Zubair dilaksanakan di aula gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Jumat (13/9/2019) malam. SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG – 40 hari sudah ulama besar KH Maimoen Zubair meninggal dunia. Tak hanya di kediamannya di Sarang, Rembang, peringatan 40 hari meninggalnya ulama kharismatik itu juga digelar di beberapa tempat lain.

Di Semarang, peringatan 40 hari meninggalnya KH Maimoen Zubair dilaksanakan di aula gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Jumat (13/9/2019) malam. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hadir dalam acara itu.

Didampingi Wakil Gubernur sekaligus putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen, Ganjar begitu kyusuk mendoakan Mbah Moen. Ia juga mengajak ratusan masyarakat yang memenuhi aula tersebut untuk mendoakan Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie.

Baca Juga:

“Malam ini kita semua berkumpul untuk mendoakan dua tokoh besar. Pertama untuk mengenang 40 hari almarhum KH Maimoen Zubair, dan kedua untuk mendoakan bapak BJ Habibie yang belum lama ini meninggalkan kita,” ucap Ganjar.

Saat diberi kesempatan mengenang almarhum KH Maimoen Zubair, Ganjar mengatakan sampai saat ini masih terkenang berbagai momentum yang menyentuh hati.

“Saya itu masih teringat betul, saat terakhir bertemu beliau, sebelum beliau naik haji. Saat itu saya sholat berjamaah di kamar beliau dan didoakan. Saya dielus-elus dan dipeluk. Beliau juga tertawa senang sekali saat itu,” kata dia.

Banyak sekali kisah yang tidak bisa dilupakan dari sosok KH Maimoen Zubair. Kerap kali bertemu, Ganjar mengisahkan betapa sayangnya Mbah Moen pada dirinya.

“Saya itu kalau ketemu langsung dipeluk, kemana-mana selalu digandeng. Saya sampai merasa lebih menjadi putranya beliau daripada Gus Yasin. Dan satu hal yang tidak banyak orang tahu, tanggal lahir saya sama beliau itu sama lho, tanggal 28 Oktober, bersamaan dengan sumpah pemuda,” terangnya disambut tawa jamaah.

Ganjar kemudian mengajak semua masyarakat untuk melanjutkan perjuangan dua tokoh besar yang kini telah berpulang, yakni KH Maimoen Zubair serta BJ Habibie. Menurutnya, dua tokoh tersebut merupakan negarawan

“Kita akan terus membawa semangat pelajaran apapun, tentang contoh teladan kebaikan dari dua tokoh itu. Bagaimana berbangsa, bernegara dan menjalin kerukunan yang selalu digaungkan beliau,” tutupnya.

Acara doa bersama mengenang 40 hari wafatnya KH Maimoen Zubair di gedung Gradhika Bhakti Praja diikuti oleh ratusan masyarakat. Dengan khyusuk, mereka membacakan doa untuk ulama kharismatik tersebut. Selain untuk KH Maimoen Zubair, doa bersama juga digelar untuk Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Jamaah juga menggelar sholat ghaib untuk almarhum suami Ainun itu.

(wib)