Satu Remaja Tewas Terjatuh dari Kora-kora Pasar Malam Pekalongan, Tiga Luka-Luka

loading…

Seorang remaja tewas setelah terjatuh saat naik wahana kora-kora di pasar malam Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 23 Juli 2019 malam. iNewsTV/Suryono Sukarno

PEKALONGAN – Seorang remaja tewas setelah terjatuh saat naik wahana kora-kora di pasar malam Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 23 Juli 2019 malam. Sedangkan tiga remaja lainnya mengalami luka-luka.

Korban tewas, Taufik Mailano (15) warga Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Saat ini jenazah korban tewas dan korban luka berada di Rumah Sakit Islam Pekajangan.

Kejadian berawal saat keempat remaja naik wahana kora-kora di pasar malam di Desa Jajar Wayang, Bojong, Kabupaten Pekalongan. Saat itu sedang naik wahana tersebut, tiba-tiba besi sandaran belakang patah, sehingga mereka terjatuh.

Baca Juga:

“Saat kejadian kora-kora sedang berjalan seperti biasa, namun tiba-tiba terdengar suara keras dengan empat orang korban sudah tergeletak di tanah,” jelas Tika, seorang saksi.

Satu Remaja Tewas Terjatuh dari Kora-kora Pasar Malam Pekalongan, Tiga Luka-Luka

Warga yang mengetahui kejadian langsung menolong dan membawa seluruh korban ke Rumah Sakit Islam Pekajangan kabupaten Pekalongan. “Anak saya izin keluar rumah bermain bersama teman-temannya, tiba- tiba mendapat kabar kecelakaan dan ternyata meninggal dunia,“ tutur Wargono, ayah korban.

Para remaja ini hanya naik berlima dan saat naik tidak ada yang janggal. Mereka membeli tiket seharga Rp10.000 dan naik paling ujung. Tiba-tiba besi sandaran patah dan terjatuh lalu, tidak ingat apa-apa lagi.

“Kami naik berlima dan saat naik tidak ada yang aneh, hanya memang pintu agak goyang. Saat sudah mulai berayun-ayun, tiba- tiba kami terjatuh dan tidak tahu apa- apa lagi,” jelas Evan Afis, korban luka.

Hingga kini aparat kepolisian Polres Pekalongan belum memberikan keterangan atas kejadian ini karena masih melakukan penyelidikan.

(wib)

Perjuangkan Guru Honorer, Pemkab Kebumen Sambangi Kemendikbud

loading…

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto beserta Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya menyambangi kantor Kemendikbud di Jakarta. Foto/Ist

JAKARTA – Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto beserta Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya menyambangi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta. Kehadiran orang nomor dua di lingkungan Pemkab Kebumen ini untuk mendampingi perwakilan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Sekolah Negeri Kabupaten Kebumen.

“Kita melakukan pertemuan dengan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit PG Dikmen dan Diksus), guna membahas afirmasi persyaratan seleksi administrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan,” kata Arif keterangan yang diterima media, Rabu (24/7/2019).

Menurut dia, hingga kini kesejahteraan guru masih kurang. Padahal, tambahnya, guru merupakan pahlawan bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga:

“Mereka itu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tapi nasibnya hingga kini belum jelas. Itu yang harus diperjuangkan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Arif sempat menyampaikan masalah persyaratan seleksi administrasi guru honorer yang tidak memiliki SK Kepala Daerah atau minimal dari Kepala Dinas Pendidikan.

“Sehingga mereka tidak dapat melanjutkan atau mengikuti program sertifikasi guru atau PPG, untuk mereka ini agar dapat diafirmasi,” terang Arif.

Menurutnya, Pemkab Kebumen sudah berupaya menyusun peraturan Bupati mengenai pengangkatan GTT di lingkungan Kabupaten Kebumen. Namun sayangnya hal itu tidak mendapat persetujuan dari Kemendagri karena bertentangan dengan PP Nomor 48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

“Untuk itu, kami menyampaikan aspirasi dari GTT Sekolah Negeri yang tidak dapat memenuhi persyaratan seleksi administrasi, sehingga dapat mengikuti seleksi sebagaimana GTT dari Kabupaten atau Kota lainnya di daerah Jawa Tengah,” sambung Arif.

Terkait permasalahan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyarankan Pemkab Kebumen untuk segera melakukan studi banding (benchmarking) dengan Pemda lain.

“Melakukan benchmarking dengan Pemda lainnya yang sudah berhasil menerbitkan SK bagi GTT Sekolah Negeri sebagai syarat seleksi administrasi,” jelas Kasi Subdit PKK, Dit PG Dikmen dan Diksus Putra Asga Elevri.

Dalam kunjungan yang dilakukan pada Senin 22 Juli 2019, rombongan diterima oleh Kasi Subdit PKK, Dit PG Dikmen dan Diksus Putra Asga Elevri, Kasi Subdit Program Nasyith Forefry beserta staf di Ruang Sidang Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

(mhd)

Banten Miliki Potensi Penghasil Kopi Terbaik

loading…

Banten Miliki Potensi Penghasil Kopi Terbaik. (Koran SINDO. Teguh Mahardika).

SERANG – Provinsi Banten tak hanya memiliki budaya unik yang paling terkenal, seperti debus dan pariwisatanya. Namun siapa sangka, provinsi termuda di Pulau Jawa yang dibentuk pada 2000 itu punya potensi kopi jenis robusta dan arabika yang tak kalah hebatnya dengan daerah lain di Indonesia.

Pada April 2019, kopi asal Tanah Jawara terse but dipamerkan dalam sebuah Festival Kopi Banten dengan tema “Banten Punya Kopi” di Pendopo Bupati Serang. Sejumlah komunitas barista hadir dan digelar berbagai kegiatan, mulai diskusi tentang kopi, melukis dengan bahan baku kopi, hingga memanjakan pengunjung dengan menggratiskan sekitar 1.000 gelas kopi.

Berdasarkan data yang di peroleh, Provinsi Banten memiliki luas tanaman kopi hampir 6.400 hektare tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang. Namun, tingkat produksinya per tahun masih rendah, yakni 2.428 hektare.

Baca Juga:

Gubernur Banten Wahidin Halim beberapa waktu lalu sempat mam pir ke perkampungan petani kopi di Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Menurut dia, Banten memiliki potensi hasil kopi robusta dan arabika terbaik. Ini merupakan aset pertanian yang harus diberdayakan dan terus dikembangkan. “Komoditas kopi di Banten sangat luar biasa, kedai kopi sudah banyak bermunculan. Hal ini menandakan tingkat perekonomian yang meningkat,” ujar Wahidin.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid mengungkapkan, pengembangan komoditas kopi tidak lepas dari gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial. Pertumbuhan kedai kopi di Banten merupakan hilir dari penjualan kopi.“Perkembangan kafe kopi muncul di mana-mana, semalam saja bisa dua kuintal,” ujar Agus. Soal kopi, kata dia, Banten memiliki sejarah sejak zaman kolonial, di mana tanaman kopi, vanila, dan lada, awalnya ada di Banten dan Maluku, sebelum akhirnya menyebar ke Sumatera dan daerah lainnya. Kopi di Pulau Jawa bisa menopang kehidupan para petani, bahkan baik untuk konservasi.

Menurut Agus, luas tanaman kopi di Banten hampir 6.400 hektare, tapi produksinya masih rendah di bawah satu ton per hektare. Padahal idealnya, kata Agus, tanaman kopi harus bisa mendapatkan dua ton per hektare.

“Dari 6.400 hektare tanaman kopi sebagian di antaranya belum digarap maksimal karena masih berbentuk hutan bukan kebun kopi. Artinya, kopi dibiar kan begitu saja sehingga tidak berbuah, harusnya dilakukan pemang kasan atau stek,” ujarnya.

Dia mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk menggenjot pro duksi kopi. Salah satunya memberikan bantuan pengering biji kopi sehingga harga jualnya menjadi lebih mahal.

Dia mencontohkan, sebelum ada bantuan alat, harga biji kopi kering harga kopi per kilonya mencapai Rp16.000. Setelah ada bantuan alat, harganya naik menjadi Rp50.000 per kilo. “Banten itu eksotik dan kebanyakan kopi robusta-arabika,” tambahnya.Petani Kabupaten Lebak juga mengembangkan perkebunan kopi karena memiliki lahan seluas 400 hektare sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi perdesaan. Pengembangan tersebut merupakan bantuan benih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Kabupaten Lebak. Saat ini, perkebunan tersebut dikelola oleh lima kelompok.
Bahkan, para petani sudah menanam benih kopi bantuan Pemprov Banten sekitar 12.300 batang dan di antaranya sudah panen dan di jual biji kopi sebesar Rp75.000/kg. Mereka menjual kopi itu melalui jaringan internet secara online. “Kami mendorong petani agar meningkatkan produksi dan produktivitas karena permintaan pasar cukup tinggi,” kata Kepala Desa Jagaraksa Jaro Wahid.

Menurut dia, pengembangan perkebunan kopi juga diintegrasikan sebagai kawasan agrowisata karena terdapat destinasi wisata hutan meranti, wisata air terjun, dan budaya Kaolotan.

Ada juga wisata piknik mengelilingi perkebunan kopi. Hasilnya luar biasa, pengunjung yang datang ke lokasi agrowisata itu mencapai ribuan orang baik lokal maupun mancanegara. “Kami yakin pengembangan tanaman kopi dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat,” terangnya.

Sejumlah petani mengaku bahwa mereka menyambut positif program pengembangan perkebunan kopi arabika dan robusta untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. “Kami yakin pengembangan agro wisata perkebunan kopi akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Rusdi, 45, seorang petani warga Desa Jagakarsa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan, pengembangan perkebunan kopi di Desa Jagaraksa guna mendukung destinasi pariwisata. Para pengunjung, selain menikmati minuman kopi juga melihat keindahan panorama alam perkebunan kopi tersebut. Pengunjung bisa membeli kopi untuk dijadikan oleh-oleh.

“Kami optimistis pengembangan perkebunan kopi secara langsung dapat meningkatkan penda patan ekonomi warga setempat,” katanya. Dede mengatakan, pengembangan perkebunan tersebut menjadikan peluang usaha masyarakat di sekitar kawasan wisata hutan meranti Kaolotan Karang.

Selain itu, dapat meningkatkan produksi kopi arabika. Keunggulan tanaman kopi arabika sangat diminati masyarakat juga wisatawan dibandingkan kopi robusta. “Kami yakin, pengembangan perkebunan kopi di integrasikan dengan kawasan wisata sangat menjanjikan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (Teguh Mahardika/Ant)

(nfl)

Pukul Mundur OPM saat Baku Tembak, Satgas TNI Rampas Senjata dan Amunisi

loading…

Satgas TNI berhasil memukul KKSB Organisasi Papua Merdeka dalam kontak tembak di Distrik Mugi, Nduga, Papua. Dalam kontak tembak tersebut TNI berhasil merampas pistol organik serta amunisi milik OPM. Foto Pendam Cenderawasih

JAYAPURA – Kontak tembak antara Satgas TNI dan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga Papua. Dalam kontak tembak tersebut pihak TNI berhasil memukul mundur dan merampas pistol organik serta amunisi milik OPM.

Kepala Dinas Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic mengatakan, kronologi kejadian terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 05.40 WIT. Dimana cuaca masih gelap dan berkabut akibat hujan gerimis. Kemudian dari arah yang tidak terduga muncul serangan mendadak yang dilakukan oleh KKSB OPM diperkirakan kekuatan antara 15 -20 orang. Penyerang teridentifikasi dari kelompok Egianus Kogoya.

Atas berondongan senjata itu, meski masih sangat pagi, namun pasukan TNI di Pos Mugi dalam kondisi siap siaga.”Karena pasukan dalam keadaan siaga, maka dilaksanakan perlawanan balas tembakan sehingga KKSB melarikan diri secara berpencar. Pasukan TNI dibagi dua kekuatan sebagian mengamankan Pos, sedangkan satu Tim kekuatan 10 orang melaksanakan pengejaran,” ungkap Aidi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Dari hasil pengejaran ditemukan banyak jejak yang mengarah ke berbagai arah, namun ada satu jejak yang cukup besar yang mengarah ke suatu tempat sehingga dilaksanakan penjejakan atau menelusuri jejak tersebut.

“Ternyata jejak tersebut mengarah ke sebuah honai dengan jarak sekitar 2,5-3 KM dari kedudukan Pos TNI. Saat pasukan TNI berusaha mendekati honai tersebut, tiba-tiba sekitar 5 orang KKSB berhamburan keluar dan melarikan diri ke arah semak belukar di belakang honai yang ternyata merupakan jurang dan tertutup semak belukar yang rimbun,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, pasukan TNI langsung melancarkan tembakan secara terbidik dan melanjutkan pengejaran, namun KKSB berhasil meloloskan diri dengan cara berhamburan masuk jurang yang tertutup oleh semak belukar.

Saat dilaksanakan pemeriksaan ditemukan barang bukti di dalam honai berupa 1 pucuk pistol standar militer Caliber 9 mm, 3 buah HT, 1 buah GPS, 3 buah Magazen, dan ratusan amunisi caliber 5,56 mm dan 7,62 mm. Selain itu ditemukan beberapa unit Hp berbagai merk, dan sebuah KTP bernama Ebaroak Gwijangge, warga Kampung Man, Distrik Mam, Kabupaten Nduga.

“Selain berhasil mengamankan barang bukti, juga ditemukan bercak darah yang tercecer di luar Honai, dugaanya ada anggota KKSB yang terluka. Namun belum dapat dipastikan apakah ada korban jiwa dari KSB karena tidak ditemukan mayatnya. Pengejaran tidak dilanjutlan karena faktor keamanan,”jelasnya.

Sampai laporan ini diterima pasukan TNI masih bertahan melaksanakan pengamanan di sekitar honai tempat ditemukannya barang bukti. Hujan turun cukup deras. Namun di laporkan bahwa seluruh personel dalam keadaan selamat, baik yang melaksanakan pengamanan di Pos maupun yang melaksanakan pengejaran.

(sms)

4 Tahun Tak Bayar Hutang, Gubernur Gorontalo Laporkan Eks Ketua DPRD ke Polisi

loading…

GORONTALO – Oknum politisi yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo berinisial RA dilaporkan ke Mapolda Gorontalo akibat tidak membayar hutang selama empat tahun ke Rusli Habibie, Gubernur Provinsi Gorontalo. Menurut Dahlan Pido, Penasihat Hukum Gubernur Gorontalo, tidak ada itikad baik dari pelaku mengembalikan hutang yang mencapai Rp915 juta itu.

“Karena merasa dirugikan, maka oknum politisi ini dilaporkan ke Mapolda Gorontalo. Sudah berulang-ulang kali diberikan peringatan secara baik-baik, namun sampai dengan sekarang tidak ada itikad baik dari pelaku,” ujar Dahlan Pido ketika dihubungi terpisah melalui selular, Selasa (23/07/2019).

Tidak hanya itu, kata Dahlan, upaya hukum lain yakni perdata yang sudah dua kali dilakukan sebelumnya tidak digubris oleh pelaku. Laporan yang dibuat di Mapolda Gorontalo ini merupakan upaya hukum yang ke tiga kalinya.

Baca Juga:

“Terkait pelaku akan membayar hutangnya kepada korban, itu sudah di luar dari jalur hukum. Meskipun yang bersangkutan membayar, tetap proses hukum berjalan seperti biasanya. Sebab ada peristiwa hukum, yang diselesaikan secara hukum,” jelas Dahlan.

Unsur pidana yang dilaporkan ini, yakni dugaan penipuan atau penggelapan yang dilakukan pelaku. Dari penyampaian pihak Direskrim Umum Polda Gorontalo, tindak lanjut dari laporan ini yakni segera mengundang korban untuk dimintai keterangan.

“Sebab beliau langsung yang akan menandatangani laporan serta akan langsung di BAP,” tutup Dahlan.

Duke Arie, Tim Kuasa RA saat dihubungi terpisah melalui selular menjelaskan, ada tujuh poin yang telah pihaknya siapkan untuk menjawab laporan dari tim kuasa Gubernur Gorontalo. Tentang dugaan penipuan yang dilakukan RA, soal perjanjian pinjaman uang sebesar Rp950 juta.

“Dugaan kasus ini murni perdata, sehingga tidak benar jika kuasa hukum pelapor melaporkan ke pihak kepolisian. Selain itu, masih berkaitan dengan perjanjian pinjaman ini, di tahun 2017 lalu klien kami telah mengembalikan pinjaman itu Rp100 juta, kepada pelapor yakni Rusli Habibie di Kantor DPD I Golkar Gorontalo,” jelas Duke.

Karena kliennya sudah memiliki itikad baik, tentunya perjanjian pinjaman hutang itu sudah berkurang yakni bukan lagi Rp950 juta. Bahkan kliennya sendiri mempertanyakan bukti pengembalian uang sebesar Rp100 juta.

“Perjanjian pinjaman uang ini, menurut klien kami sebagian digunakan untuk kepentingan Rusli Habibie. Dan atas laporan yang sudah dilakukan oleh kuasa hukum Rusli, maka klien kami melaporkan balik perbuatan yang menurut kami melawan hukum,” tutur Duke.

(kri)

Temui KSAD, Rusli Habibie Bahas Pembangunan Secaba di Gorontalo

loading…

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Boalemo Darwis Moridu saat menemui KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD. Foto/SINDOnews/Sabrin Maku

JAKARTA – Membangun Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Gorontalo memang sudah menjadi keinginan Gubernur Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie sejak dulu. Setelah pihaknya sukses merealisasikan pembangunan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Gorontalo.

Untuk merealisasikan keinginannya itu untuk masyarakat, Rusli menemui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (23/07/2019).

“Dipastikan pembangunan Secaba ini pada tahun 2020, hal ini seiring dengan respons serta dukungan penuh dari KSAD. Sebagai keseriusan dari KSAD, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berkunjung ke Gorontalo meninjau langsung kesiapan di Gorontalo,” ujar Rusli.

Baca Juga:

Lahan yang dipersiapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo, ada di dua wilayah yakni di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo. Ini menjadi alternatif yang bisa menjadi pilihan KSAD untuk menetapkan lokasi yang layak dibangunnya Secaba. Di Kabupaten Gorontalo terdapat lahan seluas 100 hektare, yang berlokasi di Kecamatan Limboto Barat.

“Pembangunan Secaba ini akan melibatkan pihak pemerintah daerah, kabupaten dan kota, swasta serta unsur TNI. Tujuan kami, yakni menjadikan generasi muda yang ingin berkiprah di dunia TNI, supaya bisa mengikuti pendidikan di daerah, bukan lagi di luar daerah,” jelas Rusli.

Dukungan pembangunan Secaba di Gorontalo tersebut, lahir juga dari Wali Kota Gorontalo Marten Taha. Ia ungkapkan pembangunan Secaba menjadi peluang besar bagi generasi muda Gorontalo, yang ingin menjadi TNI. Dari sisi lain untuk daerah sendiri, dipastikan kuota perekrutan calon TNI pun akan bertambah seiring dengan pembukaan penerimaan yang digelar pihak TNI.

“Kami sangat mendukung pembangunan Secaba. Sebab, melalui perekrutan dan pendidikan calon TNI yang digelar di daerah Gorontalo, membantu Pemerintah Daerah dalam menekan angka pengangguran di daerah. Kenapa demikian, karena setelah generasi muda ini lulus sekolah menengah atas, sebagian dari mereka ada yang menjadi pengangguran,” tutur Marten.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Bupati Boalemo Darwis Moridu, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin serta Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras. Hadir pula Danrem 133/Nani Wartabone beserta jajarannya.

(kri)

Isak Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Indramayu

loading…

Jenazah Muhamad Salman Alfarisi (25), korban Pesawat Latih Cessna yang jatuh di Indramayu, Jawa Barat akhirnya tiba di rumah duka Kota Pasuruan, Selasa (24/7/2019) malam. Foto/Ilustrasi/SINDO

PASURUAN – Jenazah Muhamad Salman Alfarisi (25), korban Pesawat Latih Cessna yang jatuh di Indramayu, Jawa Barat akhirnya tiba di rumah duka Jalan Durian Raya 2a No 19, Perumnas Bugul Permai, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Selasa (24/7/2019) malam tadi.

Begitu ambulans tiba, para keluarga dan pelayat korban menyambut jenazah Salman yang dibungkus peti tersebut dengan haru dan penuh duka mendalam. Tangis keluarga pun pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa masuk ke rumah untuk dimasukkan ke keranda mayat.

Mereka tak menyangka anak kedua dari empat bersaudara pasangan Iriyanto dan Nunung ini, seharusnya tahun ini lulus sekolah menjadi pilot justru pulang kekampung halamannya terbujur kaku tak bernyawa. Meski begitu, pihak keluarga dan teman sekolahnya ikhlas atas kepergian Salman selama-lamanya.

Baca Juga:

“Salman orangnya baik dan supel. Saya sudah berteman sejak TK dengan beliau,” ujar Dany, teman akrab korban dengan nada haru.

Setelah ratusan kerabat yang hadir memberikan penghormatan terakhir pada almarhum, jenazah dibawa ke masjid untuk disalatkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat malam ini juga.

Tampak sejumlah karangan bunga dan ucapan bela sungkawa menghiasi rumah duka. Diketahui korban bersama temannya mengalami kecelakaan setelah pesawat jenis Cessna jatuh di Sungai Rambatan, Cimanuk, Indramayu saat melakukan latihan. Rekannya selamat atas kecelakaan itu, sementara Salman meninggal dunia.

(kri)

Pemerintah Diminta Atasi Hambatan Teknis Penangganan Pasca-Bencana Sulteng

loading…

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Ali. Foto/Istimewa

JAKARTA – Pemerintah pusat diharapkan tidak lepas tangan atas proses penanganan pascabencana di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pemerintah bisa membantu agar hambatan-hambatan teknis tidak mempengaruhi tertundanya hak-para pengungsi.

“Kasihan masyarakat yang hidup dalam serba ketidakpastian, akibat gagalnya proses komunikasi dan hal-hal teknis di lapangan. Kita berharap Pemerintah pusat tidak lepas tangan dengan dalih hanya berfungsi asistensi dan membiarkan managemen pengelolaan pasca bencana di Sulteng menjadi lamban,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Ali melalui pesan elektronik, Selasa (23/7/2019).

Lebih jauh Ahmad Ali memandang perlu dilakukan evaluasi secara komperehensif, yakni evaluasi hambatan-hambatan teknis proses penanganan bencana. Serta, inventarisasi masalah yang timbul dari sejumlah proses tahapan bencana dari transisi ke pemulihan.

Yang tak kalah penting, kata Ali, perlu dilakukan peninjauan terhadap kelembagaan dan fungsi setiap Kementeriaan dan Lembaga untuk menemukan cara kerja efektif dan cepat dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah.

Ahmad Ali menjelaskan, berdasarkan amanat Instuksi Presiden No 10/2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak lainnya, Kementerian PPN/Bappenas diinstruksikan untuk memberikan asistensi kepada Pemerintah Daerah dalam penyiapan rencana pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali wilayah terdampak bencana.

“Kalau prosesnya hanya menunggu hasil kerja teknis berdasarkan panduan dari Jakarta, proses tentu tidak akan sama, ketika proses asistensi itu dilakukan secara faktual di lapangan,” ujar anggota Komisi VII yang kembali terpilih dari Dapil Sulawesi Tengah ini.

(wib)

38 Perwira Muda Polri Ikuti Pelatihan Khusus

loading…

Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri. iNews.id/Taufik Budi

SEMARANG – 38 perwira muda Polri yang disiapkan menjadi calon-calon pemimpin, mengikuti pelatihan khusus di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Para perwira polisi ini berasal dari seluruh Polda di Indonesia beserta Satuan Kerja (Satker) Mabes Polri. Mereka sebelumnya merupakan lulusan terbaik Akpol mulai dari peringkat 1-38, dan telah ditempatkan ke berbagai Polda maupun Satker.

“Mereka adalah lulusan Akpol tahun lalu yang ditempatkan di seluruh Indonesia dan sekarang kita nilai dan diberikan penguatan-penguatan bagaimana yang bersangkutan dalam penugasan sehari-hari,” ujar Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri, Selasa (23/7/2019).

Pria yang pernah menduduki posisi Kapolres Demak itu menambahkan, pelatihan bertajuk Manajemen Talenta Polri itu dilaksanakan selama dua hari. Mereka akan mendapatkan beragam materi termasuk outbond untuk meningkatkan kekompakan serta kerja sama tim.

Baca Juga:

“Pada masanya nanti menjadi pemimpin, dia sudah punya bekal yang cukup. Untuk materi kita ada dua hari. Hari ini pengarahan internal nanti juga outbound untuk membangun kebersamaan juga ada assessment center, kemudian kemampuan manajerial,” terangnya.

Menurut dia, selama masa pelatihan para peserta akan dipantau secara khusus. Peringkat yang diperoleh sewaktu lulus Akpol, bisa berubah sesuai hasil penilaian tim. Bahkan, penilaian akan dilanjutkan hingga mereka kembali lagi ke tempat tugas.

“Setiap kegiatan, mereka juga kita nilai termasuk di daerah (penugasan), termasuk para Kasatker atau Kapolda yang ada di sana, Kapolres yang ditempatkan akan mengirimkan hasil (penilaian) kepada kita. Perkembangan apa yang dilakukan, sehingga bisa menjadi bahan kita untuk menentukan menaikkan atau menurunkan ranking mereka (peserta),” tambahnya.

Pelatihan khusus bagi perwira muda Polri ini merupakan program baru dan saat ini baru memasuki angkatan kedua. Tahun sebelumnya, pelatihan diikuti oleh 36 peserta yang merupakan delegasi dari 34 Polda dan dua Satker.

“Kita ingin setiap Polda, satu (peserta) karena pada 34 (Polda), tapi kita ternyata ada yang di Satker-Satker, ada di Brimob jadi kita tambahkan itu total 38 (peserta). Untuk seleksi berdasarkan kelulusan tahun lalu rangking 1 sampai 38,” pungkasnya.

(wib)

Sambut Hari Anak Nasional, Ada Spiderman di Bandara Adi Soemarmo

loading…

Tokoh Spiderman saat menemani anak-anak bermain di Bandara Adi Soemarmo, Selasa (23/7/2019). Foto/Ary Wahyu Wibowo

SOLO – Pengelola Bandara Adi Soemarmo menyajikan sejumlah permainan tradisional di terminal keberangkatan dalam menyambut Hari Anak Nasional.

Pejabat Sementara (PTS) General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Goentoro mengatakan, permainan tradisional yang disediakan antara lain dakon (congklak), gangsingan, menyusun puzzle, dan mewarnai.

Permainan dakon dan gangsingan sengaja dihadirkan karena mulai ditinggalkan oleh anak-anak milenial. Dengan kehadiran permainan tradisional, diharapankan anak-anak sejenak dapat terlepas dari gadget.

Baca Juga:

“Kami juga menghadirkan tokoh Spiderman untuk menemani bermain. Tokoh spiderman ini untuk menemani dan bisa berfoto bersama anak-anak,” ungkap Goentoro, Selasa (23/7/2019).

Pihaknya turut menyemarakkan Hari Anak yang setiap tahun diperingati guna untuk menghormati hak anak sesuai Keputusan Presiden No 44/1984. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang bandara yang terletak di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tersebut.

(wib)

Pabrik Pengolahan Kayu PT Harigo Wood Indonesia di Probolinggo Terbakar

loading…

Kebakaran hebat menghanguskan gudang material pabrik pengolahan kayu PT Harigo Wood Indonesia di Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa malam (23/7/2019). Foto iNews TV/Hana P

PROBOLINGGO – Kebakaran hebat menghanguskan gudang material pabrik pengolahan kayu PT Harigo Wood Indonesia di Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa malam (23/7/2019). Mobil pemadam kebakaran yang datang terlambat membuat seluruh isi gudang ludes terbakar. Selain itu angin kencang dan bahan material mudah terbakar membuat kobaran api semakin besar hingga merembet ke bagian mesin boiler. Sehingga membuat api sulit dipadamkan secara manual.

Zainudin sekuriti PT Harigo Wood Indonesia mengatakan, api pertama kali diketahui dari gudang material koral (tempat limbah kayu) dan kemudian membesar merembet ke ruang boiler.

“Kebakaran ini diketahui pertama kali sekitar jam 17.00 WIB namun kobaran api tidak bisa dipadamkan dan kian membesar karena pemadam kebakaran yang dihubungi juga masih belum juga datang,” kata Zainudin.

Baca Juga:

Sementara Kapolsek Tongas AKP Taviv mengatakan, selang setengah jam kemudian unit Damkar dari Pemerintah Kota Probolinggo disusul Damkar Pemkab Probolinggo mulai datang ke lokasi sehingga api baru bisa dipadamkan sekitar jam 21.00 WIB.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena saat kebakaran semua karyawan perusahaan sudah pulang dan hanya tinggal securiti. Sementara jumlah kerugian kebakaran ini belum bisa dipastikan, saat ini kita masih mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab kebakaran.

(sms)

Bupati Boalemo Jelaskan Pembangunan Kodim 1315 Dihadapan KSAD

loading…

Bupati Boalemo H. Darwis Moridu ikut mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat audiensi dengan KSAD TNI AD Jendral Andika Perkasa di Mabes TNI AD, Selasa (23/7/2019). Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Gorontalo.

GORONTALO – Bupati Boalemo H. Darwis Moridu ikut mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat audiensi dengan KSAD TNI AD Jendral Andika Perkasa di Mabes TNI AD, Selasa (23/7/2019). Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Gorontalo.

Dalam audiensi tersebut Darwis Moridu memaparkan kesiapan Kabupaten Boalemo untuk pembangunan Kodim. Keseriusan Bupati Boalemo Darwis Moridu dalam pembangunan Kodim 1315 mendapat respons dari KSAD TNI AD Jendral Andika Perkasa.

Bupati Boalemo Darwis Moridu mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah telah menyediakan lahan seluas 8 hektare untuk pembangunan Kodim 1315.

Selain itu juga telah memberikan bantuan lahan seluas 2 hektare untuk pembangunan Koramil Kecamatan Wonosari dan Koramil Kecamatan Pag. Pantai.

KSAD TNI AD Jendral Andika Perkasa yang didampingi Pangdam XIII Merdeka Tiopan Aritonang dengan seksama memperhatikan apa yang telah dilakukan Bupati Boalemo.

“Mudah-mudahan dengan bantuan fasilitas ini dapat mempererat hubungan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo dengan pihak TNI,” harap Bupati Darwis.

(alf)

Menpora Berharap Tarian Seka Ditampilkan pada Pembukaan PON 2020

loading…

Menpora Imam Nahrawi ikut dalam festival tarian Seka massal di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso Timika. Foto/Istimewa

TIMIKA – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengharapkan tarian Seka, tari pergaulan masyarakat Mimika bisa ditampilkan saat acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Provinsi Papua.

“Saya minta tarian Seka bisa ditampilkan di pembukaan PON 2020, sehingga semua peserta nanti bisa ikut tarian Seka massal dan tarian Seka bisa dikenal luas di seluruh Indonesia,” kata Imam Nahrawi di Timika, Selasa (23/7/2019).

Menpora Imam Nahrawi bersama istri dan sejumlah Deputi Kemenpora ikut dalam festival tarian Seka massal bertempat di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso Timika. Kondisi Lapangan Eks Pasar Swadaya yang becek dan berlumpur akibat diguyur hujan sepanjang hari tidak menyurutkan langkah Menpora Imam Nahrawi untuk ikut bergoyang bersama lebih dari 1.000 pelajar SMP se-Kota Timika.

Baca Juga:

Menpora Imam Nahrawi yang hanya mengenakan sandal jepit didampingi Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang beberapa kali masuk ke dalam rombongan pelajar mengikuti irama musik tifa Kamoro menggoyangkan kaki, pinggul, dan tangan membuat para pelajar Timika semakin bersemangat.

Menpora berharap Pemkab Mimika bisa menata dan mengelola Lapangan Eks Pasar Swadaya agar dijadikan lokasi untuk kegiatan pemuda kreatif, kegiatan olahraga, kegiatan kesenian, kebudayaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Pak Wakil Bupati, tolong jadikan tempat ini sebagai taman yang bagus karena tempatnya keren banget. Kalau tidak keren, saya tidak mungkin lepas sepatu tadi. Saya sengaja lepas sepatu dan memakai sandal untuk memastikan lumpur itu bagus, termasuk celana saya tidak akan dicuci sebagai kenang-kenangan lumpur Mimika,” kata Imam Nahrawi dengan nada gurau.

Meski kondisi Lapangan Eks Pasar Swadaya Timika berlumpur dan becek, Menpora mengaku tidak risih turut ambil bagian dalam tarian Seka massal bersama ribuan pelajar SLTP Timika. “Saya ingin berbaur dengan anak-anaku sekalian, para penari seka yang luar biasa,” tuturnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Menpora meminta semua pihak wajib memberikan motivasi kepada para generasi muda untuk bisa meraih pendidikan setinggi-tingginya karena di pundak generasi mudalah masa depan bangsa dan negara Indonesia dipertaruhkan.

“Terima kasih kepada para guru dan orang tua yang terus mendorong anak-anak untuk belajar dan bersekolah agar mereka kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat,” ujar Menpora.

Asisten Deputi Bidang Kepemudaan Kemenpora RI Djunaidi dalam laporannya menjelaskan kegiatan festival tari Seka massal bersama Menpora Imam Nahrawi yang digelar di Timika tersebut dalam rangka menyongsong PON XX tahun 2020 di Papua.

Penari yang terlibat sebanyak 1.500 orang, terdiri atas para pelajar SMP se-Kota Timika, para pemuda dan masyarakat serta ASN di lingkungan Pemkab Mimika. Melalui pergelaran tari Seka massal tersebut diharapkan para pemuda Mimika bisa menjadi atlet berprestasi sekaligus menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

(wib)

Kembangkan Wisata Muslim, Hotel di Makassar Diimbau Miliki Sertifikasi Halal

loading…

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mendorong pengembangan wisata halal. Tujuannya, untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang maksimal bagi para wisatawan muslim. Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mendorong pengembangan wisata halal. Tujuannya, untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang maksimal bagi para wisatawan muslim. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Kamalia Tamrin mengatakan Makassar memiliki banyak potensi wisata halal, mulai dari ketersediaan aksesbilitas yang baik hingga daya tarik wisata kuliner.

“Yang terpenting adalah market wisatawan itu meningkat sampai 1,5 miliar di dunia, dan Sulsel khususnya Makassar ini masuk dalam peringkat 10 berdasarkan Indonesia Moslem Travel Index,” kata Memei, sapaan akrab Kamalia Tamrin, Selasa (23/7/2019).

Saat ini, kata Memey, ada beberapa faktor pendukung yang bisa membawa Makassar menjadi destinasi wisata halal. Diantaranya, ketersediaan hotel atau restoran bersertifikat halal, kemudahan beribadah, serta fasilitas wudhu dan toiter yang berstandar.

Baca Juga:

Untuk itu, pihaknya juga mendorong seluruh pengusaha hotel agar memiliki sertifikat halal, mengingat hotel juga merupakan salah satu daya tarik wisatawan muslim yang perlu memiliki standar sesuai syariat.

Berdasarkan data yang diperoleh, hingga saat ini baru lima hotel di Makassar yang memiliki sertifikat halal. Diantaranya, Hotel Aston, Hotel Pesonna, Hotel Almadera, Hotel Claro dan Hotel Dalton.

“Kita harapkan semua hotel mau ikut bersertifikasi karena itu menjadi daya tarik wisata. Makanya kami imbau semua hotel-hotel untuk segera mendapatkan sertifikat halal,” ujarnya.

Diakui Memey, meski pihaknya belum memiliki wisata halal disektor destinasi, namun hal itu tetap menjadi target kedepannya. Mengingat potensi wisata bahari juga sangat mumpuni untuk menarik wisatawan datang ke Makassar.

Hanya saja, kesadaran masyarakat pulau untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan wisata halal di pulau juga perlu diperhatikan, sehingga ada sinergitas antara masyarakat setempat dengan pemerintah.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa memiliki wisata halal di pulau, tapi inikan semuanya berproses. Misalnya kemarin itu saya sempat ke Pulau Lae-Lae, disana tempatnya sudah rapi dan sudah ada musallah, cuma kan mungkin masih ada beberapa hal yang perlu di komunikasikan dengan warga setempat,” jelasnya.

Sementara Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan hal yang lebih dulu dilakukan adalah penyamaan persepsi terkait konsep wisata halal di Makassar sebelum membuat regulasinya.

“Jadi kita samakan persepsi dulu, sehingga kalau regulasinya keluar mereka sudah paham dengan apa yang dimaksud halal tourism atau wisata halal,” ungkapnya.

Dia menjelaskan wisata halal yang dimaksud adalah pelayanan yang baik kepada seluruh wisatawan muslim, mulai dari makanan yang bersertifikat halal hingga pelayanan dan ketersediaan tempat ibadah di lokasi wisata.

“Kami berharap Makassar bisa menjadi salah safu contoh yang baik di Indonesia, karena di negara-negara lain pun mereka sudah mulai memberikan standar pelayanan halal,” tandasnya.

(sms)

Bea Cukai Kualanamu Gagalkan Penyelundupan Tanaman Kath

loading…

Petugas memaparkan tersangka WNA Ethiopia, inisial SAA bersama barang bukti narkotika jenis tanaman daun Kath seberat 10,6 kg di Kantor Bea dan Cukai Kabupaten Deliserdang, Sumut, Selasa (23/7/2019). SINDOnews/M Andi Yusri

DELISERDANG – Petugas Bea dan Cukai Kualanamu menggagalkan penyelundupan narkotika jenis tanaman daun Kath. Petugas berhasil menyita sebanyak 10,6 kilogram narkoba jenis daun kath (Catha edulis) dari Ethiopia dari tangan seorang warga Negara (WN) Ethiopia, berinisial SAA (30) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama Tim satgas pemberantasan narkoba di Bandara Kualanamu.

“Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Polda Sumut,” kata Bagus di Kantor Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) Kabupaten Deliserdang, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Pengungkapan kasus ini, lanjutnya, bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta terhadap hasil x-ray terhadap dua kardus paket yang masing-masing seberat 5,3 kg. Dalam consignment note, paket yang dikirim menggunakan jasa pos itu hanya diinformasikan sebagai ‘daun kering’.

Begitu paket tiba di Bandara Kualanamu, Kamis 18 Juli 2019, langsung diperiksa. Setiap kardus ternyata berisi dua bungkus plastik berwarna merah muda dibungkus plastik kado yang berisi daun kering warna hijau dan berbau, yang dikenal sebagai daun kart. Tumbuhan ini termasuk kategori narkoba golongan 1.

Temuan ini lantas dikoordinasikan dengan kepolisian, maupun Kantor Pos. Berikutnya dilakukan delivery control ke alamat pengiriman di Jalan Binjai KM 12,7 Diski Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, dan berhasil diamankan pria WN Ethiopia, berinisial SAA.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP Frenky Yusandi mengatakan, tersangka SAA diketahui merupakan seorang imigran. Alamat pengiriman itu sendiri merupakan penampungan untuk para imigran.

“Tersangka sudah lima tahun berada di Indonesia. Status tersangka masih dalam pengawasan UNHCR di Jalan Binjai Km 12,7. Negatif penggunaan narkotika, hanya menerima sebagai kurir. Tersangka sudah 5 tahun di tempat penampungan,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, pihaknya masih mendalami motif, jaringan maupun keterangan lainnya. Untuk sementara diketahui tersangka ditugaskan untuk menerima barang dan kemudian akan dikirim lagi ke negara Kanada. “Barang bukti ini akan dikirim ke Kanada,” pungkasnya.

(wib)

21 Rumah Sakit di Banten Turun Kelas, Gubernur Meradang

loading…

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memprotes kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menurunkan tipe kelas 21 rumah sakit (RS) di Banten. Dokumen/SINDOnews

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memprotes kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menurunkan tipe kelas 21 rumah sakit (RS) di Banten. Protes akan dilayangkan secara resmi ke pemerintah pusat.

“Itu (penurunan tipe RS) yang kita protes. Kalau kita melihat kebijakan ini kontraproduktif, ketika pemerintah daerah sedang mengembangkan, meningkatkan kualitas rumah sakit pelayanan. Ini menjadi ironi,” kata Wahidin, Selasa (23/7/2019).

WH juga mempertanyakan alasan Kemenkes merekomendasikan penurunan tipe 21 RS di Banten. Padahal, Pemprov Banten secara aktif melakukan peningkatan kapasitas RS.

Baca Juga:

“Kita melakukan peningkatan di bidang kesehatan, apa alasannya (merekomendasikan penurunan tipe). Ketika untuk (tipe) B sudah kita penuhi dengan mengangkat dokter spesialis dan fasilitas enam poli yang kita penuhi,” katanya.

Gubernur mensinyalir, penurunan kelas RS berkaitan dengan pelayanan asuransi Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebab, penurunan kelas tersebut terkesan dilakukan secara tiba-tiba.

“Rumah sakit kita bangun, kita tingkatkan tapi tiba-tiba kenapa diturunkan, degradasi peringkatnya. Apa ada kaitan dengan pelayanan BPJS? Ini kita lagi coba pertanyaan,” pungkasnya.

(nag)

Berkat TMMD 105 di Klaten, Jembatan Penghubung Jimbung-Krakitan Jadi Kenyataan

loading…

Mimpi warga miliki jembatan penghubung Jimbung dengan Krakitan, kini jadi kenyataan berkat program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler 105 Kodim Klaten. Foto Ist

KLATEN – Mimpi warga miliki jembatan penghubung Jimbung dengan Krakitan, kini jadi kenyataan berkat program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler 105 Kodim Klaten. TMMD Reguler ke 105 Tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten telah berjalan 13 Hari, sejak dibuka oleh Ganjar Pranowo Gubernur Jateng, Selasa (23/07/2019).

Berkat TMMD 105 di Klaten, Jembatan Penghubung Jimbung-Krakitan Jadi Kenyataan

Jembatan yang dibikin Satgas TMMD ini merupakan penghubung Desa Jimbung Kalikotes dengan Desa Krakitan Bayat, yang dijadikan akses jalan oleh warga baik petani, pedagang dan anak sekolah.

Menurut Kepala Desa Jimbung Siti Sumarsih mengatakan, awalnya jembatan ini terbuat dari bambu yang sangat memprihatinkan, warga yang akan menuju Desa Krakitan dan Waduk Rowo Jombor harus berputar sejauh 3 km, karena dirasa berbahaya saat melewati jembatan bambu.

Berkat TMMD 105 di Klaten, Jembatan Penghubung Jimbung-Krakitan Jadi Kenyataan

“Banyak petani yang memilik hasil tani yang bagus namun dihargai sangat murah karena kendaraan tidak bisa masuk lokasi sawah. Karena sempitnya jalan dan kondisi jalan yang masih tanah, sehingga harus mengeluarkan anggaran untuk melangsir hasil panen ke jalan besar. Pernah terjadi anak sekolah yang lewat jembatan bambu terjatuh, karena mungkin terburu buru untuk masuk sekolah dan kalo berputar akan terlambat masuk sekolah,“ tutur Siti Sumarsih dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (23/7/2019).

Sekarang, kata dia, jembatan sudah dibuatkan oleh Satgas TMMD Reg 105 dan Kodim Klaten, dan hebatnya baru berjalan sekitar 10 hari jembatan sudah selesai dicor dan sekarang tinggal proses finising.

Baca Juga:

Sementara itu Dandim Klaten Letkol Inf Eko Setyawan, mengungkapkan kondisi jembatan bambu sangatlah tidak layak dan sangat berbahaya, kini pembuatan jembatan tinggal finising, dan tentunya akan dikebut oleh pasukan Satgas agar cepat selesai.

“Dengan adanya jembatan baru ini, dapat memperpendek jarak menjadi hanya 650 meter, apabila warga Jimbung akan menuju Rowo Jombor maupun Desa Krakitan, “ kata Dandim Klaten Letkol Inf Eko Setyawan.

(sms)

Pemkab Lebak Menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2020

loading…

Penyusunan KUA dan PPAS dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian penyusunan APBD sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 21 Tahun 2011.

LEBAK – Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani menghadiri Rapat Paripurna dalam Nota Kesepakatan, Kantor Urusan Agama (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2020 bertempat di Gedung Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak. Selasa, 23/7/2019.

Dalam sambutannya Dede menjelaskan bahwa Penyusunan KUA dan PPAS dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian penyusunan APBD sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 21 Tahun 2011. Dan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020 bahwa tema pembangunan adalah “Pembangunan Destinasi Wisata Unggulan dan Penguatan Kelembagaan Kepariwisataan”.

Dan telah dirumuskanlah prioritas pembangunan daerah, yaitu Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Peningkatan Kualitas Infrastruktur Wilayah, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, dan Peningkatan Tata Kelola Pemerintah.

“Dari tema itu sebagai upaya dalam menjawab isu strategis sebagai berikut: Pemerataan Ketersediaan Infrastruktur (Jalan, Jembatan, Air Bersih, dan Sanitasi), Peningkatan Sarana Prasarana Serta Tenaga pada Bidang Pendidikan dan Kesehatan belum Memadai, Optimalisasi Pengembangan Potensi Pariwisata Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Menjaga Kelestarian Lingkungan untuk Pembangunan yang berkelanjutan” ujar Dede.

DPRD Kabupaten Lebak juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, yang telah sangat berani melakukan terobosan dimana aspek pariwisata menjadi “Magnum Opus” pembangunan Kabupaten Lebak.

Juru bicara DPRD Kabupaten Lebak Djudju Yumiarsih mengatakan besarnya potensi sumber daya alam disektor kelautan, pertambangan dan pariwisata, serta potensi sektor perdagangan dan jasa di sejumlah wilayah perkotaan, diprediksi akan mengubah basis ekonomi Kabupaten Lebak di masa yang akan datang.

(alf)

800 Bus Akan Didatangkan Kemenhub untuk Sukseskan PON XX Papua

loading…

Anggota Komisi IV DPR Papua Sinut Busup, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky. Foto iNews TV/Edy S

JAYAPURA – Sebanyak 800 bus rencananya akan didatangkan dari Jakarta oleh Kementerian Perhubungan RI untuk mensukseskan pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Provinsi Papua Tahun 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan anggota Komisi IV DPR Papua Sinut Busup setelah melakukan pertemuan bersama pihak Dinas Perhubungan Provinsi Papua, di salah satu hotel di Abepura Jayapura, Selasa (23/7/2019) siang.

Sinut menyebutkan, langkah Dinas Perhubungan Provinsi Papua selaku koordinator transportasi pada PON mendatang tersebut sangat baik.

“Apa yang dilakukan ini sangat bagus ya, mereka berkordinasi dengan kementeriannya di Jakarta, dan apa yang direncanakan itu tidak mengganggu APBD Provinsi Papua ataupun dana Otsus Papua,” kata Sinut.

Baca Juga:

Dijelaskan, bus yang akan didatangkan nantinya adalah bus besar layaknya bus Pariwisata, yang nantinya akan didroping ke sejumlah Kabupaten yang menjadi tempat Venue PON.

“Jadi nanti didrop ke Biak, Serui, Timika, Merauke dan Jayapura, sementara transportasi di wilayah Jayawijaya, Tolikara disepakati menggunakan kendaraan doubel gardan semisal Hilux yang ada disana,” jelasnya.

Ditegaskan, untuk PON Papua pada prinsipnya harus sukses. Pihaknya selaku kepanjangan tangan dari rakyat Papua bertugas mengecek seluruh kesiapan jelang perhelatan akbar tersebut.

“Semua harus sukses, dan semua instansi yudikatf dan eksekutif harus jalan. Kita cek terminal bus yang akan dipakai, itu tipe B dan telah ada di beberapa wilayah, hanya harus segera diselesaikan. Untuk Kota Jayapura sudah rampung, hanya tinggal beberapa kelengkapan, sementara yang lainnya itu, di empat klaster harus segera diselesaikan. Ini tinggal menghitung bulan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky, mengaku 800 bus yang didatangkan oleh Kementerian Perhubungan RI untuk suksesi PON tersebut dengan sistem sewa.

“Sebanyak 800 bus yang disiapkan nantinya akan dilakukan sistem sewa menyewa, namun anggaran dari mereka, kita tunggu saja, prinsipnya mereka mendukung untuk PON Papua. Hanya untuk Wamena dan Tolikara nanti disesuaikan, karena topografinya berbeda,” jelasnya.

Diungkapkan, pihak Kementerian Perhubungan RI juga meminta dipersiapkan penginapan untuk para sopir bus tersebut, yang rencananya juga disiapkan oleh pihak Kementerian.

“Yang mereka minta adalah kita persiapan pull-pullnya, termasuk penginapan untuk sopir, yang tidak jauh dari penginapan. Mereka juga menanggung Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk bus-bus itu,” tandasnya.

(sms)

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Mahasiswa Stikes Achmad Yani

loading…

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro (tengah). SINDOnews/Adi Haryanto B

CIMAHI – Pelaku penusukan terhadap dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Achmad Yani, Kota Cimahi, Jawa Barat, ditangkap Satreskrim Polres Cimahi. Tersangka berinisial AM (23) yang tercatat sebagai anggota salah satu geng motor itu dibekuk petugas pada Minggu 21 Juli 2019 di kediamannya di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Pelakunya berhasil ditangkap, sudah ditetapkan tersangka dan ditahan,” kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Selasa (23/7/2019).

Dia mengungkapkan, tersangka AM mengakui telah melakukan penganiayaan serta penusukan terhadap korban Alfi Defriansyah dan Fikri pada Sabtu 20 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Hal tersebut juga dikuatkan dengan keterangan yang diperoleh dari tujuh saksi yang dimintai keterangan termasuk dari korban.

Baca Juga:

Alasan dari tersangka melakukan tindakan itu karena didorong untuk membantu temannya yang memiliki masalah dengan korban bernama Fikri. Motif yang mendasari penganiayaan hingga penusukan itu didasari oleh permasalahan percintaan antara teman AM dengan korban Fikri.

“Masalah sebenarnya adalah teman pelaku dan korban (Fikri). Sementara pelaku AM dan korban tidak saling kenal. Akibat perbuatannya, pelaku terancam dikenakan Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” sebutnya.

(wib)

Cegah Longsor, TNI dan Warga Tanam Ratusan Anak Bambu di Titik Rawan

loading…

Ratusan anak bambu ditanam pada sejumlah titik di daerah rawan longsor yang kerap menutupi badan jalan penghubung Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. iNews TV/Sefnat

MALAKA – Ratusan anak bambu ditanam pada sejumlah titik di daerah rawan longsor yang kerap menutupi badan jalan penghubung Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Dimana jalan rusak tersebut terletak di Dusun Lalimaren dan Dusun Tamankakaluk, sedangkan di Desa Alas Utara berada didusun Lakuran.

Kedua Desa tersebut merupakan Desa binaan Satgas Perbatasan TNI Pos Ailala sehingga seluruh anggota Pos Ailala merasa terpanggil untuk melaksanakan penghijauan ini. Penghijauan yang dibilang kreatif karena menggunakan bambu. Bambu dipilih karena selain murah, tanaman bambu mampu mencegah erosi karena akarnya cukup lebat sebagai pengikat tanah.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra mengatakan, penghijauaan yang dilakukan anggotanya bersama masyarakat setempat dengan menanam 350 anakan bambu dengan tujuan bisa mencegah erosi di musim hujan nanti.

Baca Juga:

“Kami menanam bibit bambu di titik yang dinilai mengalami bencana longsor. Harapan kami dengan adanya penghijauan ini bisa mencegah terjadinya tanah longsor di kawasan Desa Kotabiru dan Alas Utara,” sebutnya.

Menurut Mayor Hendra, pencegahan ini sangat perlu dilakukan mengingat jika terjadi longsor lagi akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Dan tentunya juga agar menambah rasa sejuk. “Mudah-mudahan ada program yang berkelanjutan bagi penanggulangan bencana agar kegiatan ini bisa terus dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

(nag)

Berprestasi, Anak Tukang Becak Ini Diminta Jadi Dosen Luar Biasa

loading…

Impian Herayati Sawitri, anak tukang becak untuk menjadi seorang dosen akhirnya terwujud. SINDOnews/Rasyid

SERANG – Impian Herayati Sawitri untuk menjadi seorang dosen akhirnya terwujud. Pasalnya, anak pengayuh becak asal Kota Cilegon, Banten itu diminta pihak kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk bergabung menjadi dosen luar biasa.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Untirta Soleh Hidayat kepada anak dari pasangan Sawiri dan Durah warga Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Pihak kampus mengetahui bahwa Hera telah menempuh pendidikan S2 di Institut Tekhnologi Bandung dengan waktu 10 bulan saja.

“Dia punya cita-cita menjadi dosen, anaknya berprestasi, dari keluarga dengan perekonomian kurang. Maka kami menyambut baik keinginan dari Herayati yang ingin menjadi dosen di Banten,” kata Rektor Untirta Soleh Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Dengan prestasi dan potensi yang dimiliki oleh lulusan terbaik Institut Tekhnologi Banding (ITB), Soleh mengaku dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak muda di Banten. Nantinya, Hera akan menjadi dosen di Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau Tekhnik Kimia Fakultas Teknik Untrita.

“Semester ini bulan September akan mulai mengajar sebagai Dosen Luar Biasa. Sambil menunggu adanya penerimaan dosen. Nanti Herayati untuk ikut tes sebagai dosen tetap,” jelasnya.

Herayati mengaku bahagia setelah mendapatkan tawaran dan menerimanya menjadi dosen luar biasa dari Untirta. “Tadi diminta menjadi dosen luar biasa untuk ngajar tekhnik kimia dasar di beberapa jurusan. Lebih banyaknya di Fakultas teknik, dan Alhamdulillah hera seneng, kan memang inginnya menjadi dosen tetap di sana (untrita),” ujarnya.

Sebelumnya, kata Hera, saat lulus S1 dan memperoleh predikat Cum Laude dengan IPK 3,77 sudah diminta untuk mengabdikan diri menjadi dosen di Untrita jika sudah menempuh pendidikan S2. “Emang inginnya begitu (menjadi dosen), dari tahun lalu sudah saya sampaikan ingin menjadi dosen,” kata Hera.

Untuk diketahui, Program Magister Kimia yang sudah dilaluinya menggunakan Program Fast Track dalam waktu satu tahun saja. Hebatnya lagi, Hera lulus dengan tidak mengeluarkan biaya sedkitpun, bahkan bisa memberi kepada orang tua.

Hera menyelesaikan tesis dengan judul “The Sulfonated Chitosan Derivatives: Synthesis and Their Application for Curcumin Delivery”, dengan pembimbing dari ITB yakni Dr. Deana Wahyuningrum dan advisor dari Chulalongkorn University Dr. Varawut Tangpasuthadol dan Dr. Voravee P. Hoven.

Hera akhirnya Wisuda pada Juli 2019 Hera mendapatkan predikat Cum Laude. Inilah hasil dari kerja kerasnnya meski pun dengan keterbatasan ekonomo keluarganya.

(nag)

Bupati Kobar Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP yang Kurang Mampu

loading…

Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah secara simbolis menyerahkan paket seragam gratis, kepada perwakilan siswa setingkat SD dan SMP di enam kecamatan. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah secara simbolis menyerahkan paket seragam gratis, kepada perwakilan siswa setingkat SD dan SMP di enam kecamatan. Pemberian seragam gratis tersebut merupakan janji politik pasangan Nurani pada saat kampanye pemilihan kepala daerah kabupaten dua tahun lalu.

“Program pemberian seragam gratis ini adalah salah satu kebijakan pemerintah daerah di tahun kedua pemerintahan pasangan Nurani. Program seragam gratis merupakan janji politik kami pada saat itu,” kata Nurhidayah seusai menyerahkan secara simbolis seragam gratis kepada perwakilan siswa di SMPN 1 Pangkalan Bun, Selasa (23/7/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang diterima, pada 2018 jumlah siswa SD dan SMP yang memperoleh seragam gratis sebanyak 4.700 orang. Pada 2019 ada sebanyak 3.700 siswa tidak mampu setingkat SD yang menerima seragam gratis dan 1.700 untuk siswa setingkat SMP yang tersebar di enam kecamatan di Kobar.

Baca Juga:

Nurhidayah mengakui penyaluran seragam gratis yang sudah memasuki tahun kedua, pelaksanaannya sedikit terlambat. Sebab masih ada beberapa regulasi yang harus diselesaikan.

Doa meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk secepatnya mendistribusikan seragam gratis yang terdiri dari seragam putih merah, seragam pramuka, dan batik Kobar. Untuk siswa SMP Putih Biru, seragam pramuka, dan batik Kobar,

“Janji kepala daerah di tahun kedua pemerintahan sudah kami selesaikan. Insyaallah satu minggu bisa kita selesaikan distribusinya, terutama untuk siswa yang jauh seperti di Sungai Cabang dan Teluk Pulai,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhidayah menyampaikan, program seragam gratis untuk 2018 dan 2019 masih dikhususkan bagi siswa tidak mampu. Namun, pada 2020 seragam gratis akan diberikan bagi seluruh siswa SD dan SMP tanpa terkecuali.

“Untuk tahun 2020 sasaran bukan hanya untuk siswa tidak mampu, namun kita upayakan untuk seluruh siswa yang mendapatkan seragam gratis tersebut,” ucapnya.

(wib)

8 Nelayan Ditangkap karena Gunakan Jaring Trawl

loading…

Anggota Satpolair Polres Gresik memgamankan delapan nelayan dari dua perahu yang memakai jaring trawl. SINDOnews/Ashadi

GRESIK – Satpolair Polres Gresik menangkap delapan nelayan dari Panceng dan yang menggunakan jaring trawl.

Kasatpolair Polres Gresik AKP Nur Mahfud melalui Kanit Gakum Aiptu Hajar Widagdo menyampaikan, penangkapan jaring trawl itu berawal dari kegiatan patroli dua kapal, yakni kapal X-1029 dan X-1017.

“Setelah kami menyisir kami mencurigai dua perahu nelayan memakai trawl di barat perairan Ujungpangkah,” ungkapnya, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Patroli dilakukan di bawah pukul 06.00 WIB. Petugas menyisir wilayah hingga alur pelayaran barat Surabaya. Kemudian bertolak ke perairan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Saat itu, mendapati dua perahu trawl bernama Pangeran Muda dan Isbah Jaya sedang menarik ikan. Akhirnya, kedua perahu langsung diamankan bersama delapan kru.

Ikut diperiksa, dua pemilik perahu Absul Halim dan Subiyanto warga Campurejo, Kecamatan Panceng. Penggunaan jaring trawl itu melanggar Pasal 85 Po Pasal 9 dan Pasal 100 huruf (b) Undang-Undang Perikanan No 45/2009.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mengamankan dua perahu, dua set jaring trawl, dan ikan hasil tangkapan sekitar 5 kg. Kepolisian akan menindak tegas akan diberikan jika masih menemukan nelayan yang menggunakan trawl.

(wib)

Polisi Amankan Miras Tradisional di Bombana Sultra

loading…

Jajaran Polsek Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara berhasil mengamankan sejumlah minuman keras tradisional jenis tuak, Selasa (23/7/2019). Foto iNews TV/Sudirman

BOMBANA – Jajaran Polsek Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara berhasil mengamankan sejumlah minuman keras tradisional jenis tuak, Selasa (23/7/2019). Seorang warga berinisial BN (55) diduga pemilik miras turut diamankan, namun tidak ditahan hanya dilakukan pembinaan.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polda Sulawesi Tenggara secara serentak, dimulai hari ini Selasa (23/7/2019). Operasi ini akan berlangsung selama 20 hari kedepan, guna menekan penyakit masyarakat dengan sasaran minuman keras baik yang berlabel maupun miras tradisional, narkoba, judi, praktek prostitusi, premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara.

Kejahatan dengan mengomsumsi miras kerap terjadi seperti perkelahian dan pemerasan. Namun tahun 2019 ini, wilayah hukum Polsek Rumbia cenderung menurun akibat pendekatan secara langsung yang dilakukan oleh Babinkamtibmas. Pendekatan dinilai tepat sasaran dan berhasil menekan angka kriminal diantaranya penikmat miras tradisional jenis tuak yang kerap ditemukan,miras tersebut di produksi oleh warga setempat.

Baca Juga:

Kanit Reskrim Polsek Rumbia Bripka Andi Ilyas yang turun langsung memimpin operasi Pekat Anoa 2019 mengatakan, pihaknya hanya menyita barang buktinya dan pemiliknya dilakukan pembinaan saja.

Anda Ilyas menambahkan operasi Pekat Anoa ini akan intens dilakukan dan akan kami tindak tegas kalau masih kedapatan membuat ataupun kepergok berpesta miras.

“Kami bersama anggota akan intens melakukan operasi pekat Anoa ini 20 hari kedepan ini, apabila kami dapat kami akan tindak tegas,” tegasnya.

Operasi Pekat yang digelar di wilayah hukum Polres Bombana ini dilakukan secara terjadwal, hari ini Polsek jajaran yakni Polsek Rumbia dan Polsek Kabaena selanjutnya Polsek jajaran dengan Polres Bombana hingga 20 hari kedepan.

(sms)

Tim Dokter Rumah Sakit Adam Malik Berhasil Operasi Bayi Kembar Siam Dempet Perut

loading…

Orangtua bayi Adam dan Malik, Juliadi Silitonga mengaku senang ketika anaknya berhasil dipisahkan. iNewsTV/Ahmad Ridwan Nasution

MEDAN – Tim Dokter Rumah Sakit Adam Malik Medan berhasil melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam dempet perut, Adam dan Malik, Selasa (23/7/2019). Operasi bayi kembar siam Adam dan Malik, putra pasangan Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing, dilakukan di Gedung Pusat Jantung Rumah Sakit Adam Malik, medan, Sumatera Utara, selama empat jam.

Meskipun organ hati keduanya menyatu, tim dokter melakukan optimalisasi sampai keduanya siap untuk dipisahkan. Selain itu terdapat pembuluh darah di antara keduanya yang menyilang, namun hal ini dapat diatasi oleh tim spesialis Rumah Sakit Adam Malik.

Operasi awalnya dipersiapkan oleh dokter anak dan dokter anastesi, kemudian setelah kedua bayi dibius dilakukan pemasangan perangkat steril mulai dari kulit. Kemudian ditutup dengan kain steril, tim dokter juga membuat rancangan pemotongan kulit yang sangat penting karena setelah operasi harus ditutup.

Baca Juga:

“Tim dokter sangat berhati hati dalam melakukan pemisahan, karena organ hati bertemu atau menyatu dan dalam pemotongan dibekali dengan berbagai alat terutama alat untuk menghentikan pendarahan,” kata Ketua Tim Dokter Guslihan Dasa Tjipta.

Dalam waktu 1×24 jam tim dokter akan kembali melakukan pertemuan untuk melihat kondisi bayi kembar siam Adam dan Malik pascaoperasi pemisahan. Waktu operasi lebih pendek dibandingkan operasi kembar siam yang pernah ditangani Rumah Sakit Adam Malik pada 2017, terhadap kembar siam Sahira dan Fahira.

Orangtua bayi Adam dan Malik, Juliadi Silitonga mengaku senang ketika anaknya berhasil dipisahkan. Juliadi berharap kondisi bayi cepat pulih agar segera dibawa pulang ke kampung halaman di Tapanuli Utara.

Saat ini bayi kembar Adam dan Malik sudah sadar dan dalam proses pemulihan di Rumah Sakit Adam Malik. Menurut dokter proses pemulihan ini memakan waktu hingga 1 atau 2 bulan bergantung pada nutrisi yang diperoleh oleh si anak. (Baca juga; Biaya Operasi Pemisahan Kembar Siam Adam-Malik Rp700 Juta)

(wib)

Kepal Pengangkut Ternak Tenggelam, Ratusan Sapi dan 2 Penumpang Hilang

loading…

Kapal Motor Arta Jaya pengangkut 488 sapi dan 300 kambing untuk kurban, tenggelam di Perairan Tanjung Sambar, Selat Karimata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (20/7/2019) lalu. iNews TV/Uun

PONTIANAK – Kapal Motor Arta Jaya pengangkut 488 sapi dan 300 kambing untuk kurban, tenggelam di Perairan Tanjung Sambar, Selat Karimata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (20/7/2019) lalu. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih mencari dua orang penumpang yang ikut tenggelam bersama hewan-hewan kurban itu.

Kapal kayu ini sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Telaga Biru, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sejak 18 juli 2019. Saat tenggelam, beruntung ada kapal lainnya yang sedang berlayar di perairan yang sama.

Sehingga dua puluh tiga orang berhasil diselamatkan, sementara hewan-hewan kurban dan dua penumpang lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan. Tim Sar gabungan yang dikomandoi Kantor Sar Pontianak masih melakukan penyisiran di tiga sektor pencarian. Dengan luas pencarian hingga 120 nautikal mil, pencarian pun sempat terkendala karena cuaca kurang bersahabat.

Baca Juga:

Kepala Kantor SarPontinanak Heru Marantika mengatakan, hingga Selasa (23/7/2019) sore, pihakknya masih melakukan pencarian terhadap dua orang penumpang kapal motor yang hilang.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan SROP Pontianak dan ketapang untuk menyiarkan berita tersebut ke kapal-kapal yang melintas di Perairan Tanjung Sambar agar dapat memberi bantuan apabila kemungkinan melihat korban,” pungkasnya.

(nag)

Polisi Selidiki Penyebab Bocah SD Tewas Tenggelam di Kolam Renang Raukuku

loading…

Peristiwa tenggelamnya Alfiansyah (12) bin Erpan Supriyanto warga Kelurahan Kumai Hulu, Gang Kapuk, RT 15, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng menyisakan duka pihak keluarga. Ilustrasi/SINDOnews

KOTAWARINGIN BARAT – Peristiwa tenggelamnya Alfiansyah (12) bin Erpan Supriyanto warga Kelurahan Kumai Hulu, Gang Kapuk, RT 15, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng menyisakan duka pihak keluarga.

Alfian meregang nyawa karena tenggelam di Kolam Renang Raukuku di Jalan Pasir Panjang , Senin (22/7/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah korban kelas enam, SD 2 Kumai Hulu ini sudah dikebumikan di kuburan sekitar rumah korban di Kumai Hulu.

Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo mengatakan, kasus ini masih di dalami pihaknya apakah ada kelaian pihak guru atau tidak. “Yang menangani Polsek Kumai. Masih penyelidikan di lapangan. Kalau ada kelalaian pihak guru nanti kita tunggu perkembangannya,” ujar Tri saat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang sudah dilaporkan ke Polsek Kumai pada Senin (22/7/2019) sekitar pukul 14.00 WIB sebagian siswa SDN 2 Kumai Hulu berkumpul di sekolah untuk pergi berenang ke Kolam Renang Raukuku termasuk korban.

“Kemudian setelah sampai di kolam renang, anak-anak baris di depan loket untuk masuk ke wilayah kolam renang. Saksi Sahai sebagai penjaga di loket melihat anak-anak langsung masuk ke wilayah kolam renang,” ujar Tri.

Kemudian guru yang mendampingi bernama Ery sedang mengurus tiket masuk dan menunggu di Gazebo kolam renang sebentar. “Namun anak sudah ada yang memaksa berenang di kolam renang,” sebutnya.

Baru sekitar 10 menit usai masuk, Ery mendapat informasi dari anak-anak bahwa Alfian tenggelam. “Kemudian saksi Ery dan Sahai menuju lokasi tersebut lalu menyelamatkan anak dengan cara memberi pertolongan pertama dan bantuan pernafasan. Dan langsung dilarikan ke RSUD Sultan Imanuddin namun sudah meninggal di dalam perjalanan,” pungkasnya.

(nag)

Rusak CCTV, Komplotan Pembobol Minimarket Beraksi di Sidoarjo

loading…

Sebuah minimarket di Kawasan Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo dibobol pelaku yang diduga lebih dari satu orang dengan merusak dan mencuri peralatan CCTV, Selasa dinihari (23/7/2019). Foto iNews TV/Pramono P

SIDOARJO – Meski polisi telah menembak mati otak pelaku jaringan perampok dan pembobol minimarket di Sidoarjo beberapa waktu lalu. Namun aksi pembobolan minimarket hingga kini masih saja terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Kali ini terjadi di sebuah minimarket di Kawasan Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini merusak dan mencuri peralatan CCTV sebelum berhasil membobol minimarket, Selasa dinihari (23/7/2019).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Selasa (23/7/2019) diketahui jika kawanan pembobol ini masuk ke dalam minimarket dengan cara membobol atap di bagian gudang yang terletak di belakang. Selain uang tunai Rp13 juta dalam aksi pembobolan ini pelaku juga membawa sejumlah barang minimarket khususnya rokok berbagai merk dan jenis yang tersimpan di sekitar area kasir.

Diduga kuat pelaku pembobolan minimarket di Sukodono-Sidoarjo ini professional. Kondisi ini tampak dari rusak dan hilangnya peralatan CCTV yang dipasang di area minimarket.

Baca Juga:

Sementara aksi pembobolan ini sendiri berhasil diketahui setelah karyawan minimarket membuka gerbang toko dan diketahui kondisi berantakan di sekitar area kasir. Menurut Hesty karyawati minimarket, aksi pembobolan di minimarket tersebut sudah ketiga kalinya setelah sebelumnya mengalami aksi serupa.

Saat ini kasus pembobolan minimarket di Masangan Wetan Sukodono, Sidoarjo telah ditangani Satreskrim Polresta Sidoarjo. Polisi hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap kawanan pembobol minimarket yang telah diketahui identitasnya.

(sms)

Peta Geospasial Dijadikan Acuan Rencana Tata Ruang Wilayah

loading…

DPRD Jabar menjadikan peta geospasial sebagai acuan dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Jabar. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) VII DPRD Jabar Herlas Juniar mengatakan, peta geospasial dijadikan sebagai acuan dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Jabar.

Pemanfaatan peta atau informasi geospasial yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG) sangat penting dalam pengambilan kebijakan tentang pemanfaatan ruang. Oleh karenanya, dalam pembahasan Raperda Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jabar Nomor 22 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jabar Tahun 2009-2029, pihaknya memerlukan peta tersebut sebagai pedoman.

“Peta dari BIG tentunya menjadi acuan yang kita harapkan dapat menjawab berbagai persoalan. Karena dengan peta dari BIG ini, kita mendapatkan gambaran yang utuh bagaimana pola dan tata ruang dalam raperda yang kita susun,” jelas Herlas di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Herlas melanjutkan, pimpinan dan anggota Pansus VII DPRD Jabar juga telah melakukan kunjungan kerja ke BIG untuk mendapatkan informasi jelas terkait peta geospasial Provinsi Jabar tersebut, Jumat 12 Juli 2019.

Berdasarkan hasil kunjungan kerja tersebut, kata Herlas, selain peta eksisting, ada beberapa persoalan yang juga mencuat, yakni persoalan abrasi dan tanah timbul yang tentu mempengaruhi peta sebelumnya.

“Karena memang acuan kita dari sini, peta terbaru yang kita dapatkan sebagai upaya penyempurnaan dari raperda RTRW yang sedang disusun. Mudah-mudahan datanya akurat, sehingga ada kecocokan dengan apa yang selama ini kita bahas dalam pembahasan raperda,” jelas Herlas.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Pansus VII DPRD Jabar Daddy Rochanadi. Menurut dia, pihaknya sengaja datang ke BIG untuk menyinkronkan peta. “Karena salah satu syarat dalam Perda RTRW itu terlampir juga peta, jadi Pansus VII ingin memastikan bahwa peta dasar sudah dimiliki,” katanya.

(wib)

PKS Pertanyakan Indikator Penurunan Angka Kemiskinan di Pangandaran

loading…

Persentase penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pangandaran dipertanyakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). SINDOnews

PANGANDARAN – Persentase penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pangandaran dipertanyakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pertanyaan tersebut terlontar pada pandangan umum Fraksi PKS terhadap penjelasan Bupati Pangandaran atas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2020.

Salah satu anggota Fraksi PKS Solehudin mengatakan, capaian indikator makro pembangunan tentang persentase penduduk miskin di Pangandaran rata-rata per tahun turun 19,91 persen.

Baca Juga:

“Dalam penurunan persentase penduduk miskin, ada permasalahan umum dilapangan terkait penentuan indikator kemiskinan yang berbeda-beda antar lembaga,” kata Solehudin.

Solehudin menambahkan, selain perbedaan indikator kemiskinan juga diperparah dengan adanya beberapa program yang di indikasikan tidak tepat sasaran. “Kami pertanyakan apa dasar penurunan penduduk miskin yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran,” tambahnya.

Masih dikatakan Solehudin, apakah penurunan angka kemiskinan tersebut benar terjadi penurunan atau karena kesalahan data awal dari hasil perbaikan data yang tidak sesuai dengan penerima manfaat program.

“Fraksi PKS berharap Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di tahun 2020 nanti ada upaya updating data keluarga, sehingga kedepan memang benar-benar penurunan angka kemiskinan berdasarkan dari basis data yang berstatus keluarga pra sejahtera” jelasnya.

Dipaparkan Solehudin, dengan updating data maka akan sangat berpengaruh pada ketetapan sasaran program, sebab tidak tepat sasaran penerima manfaat program menjadi polemik di masyarakat.

“Harus jadi acuan bersama bahwa indikator penurunan angka kemiskinan benar berdasarkan data yang tadinya tidak mampu menjadi mampu atau berdaya bukan dari pendeletan data,” pungkasnya.

(nag)

Bupati Kobar Nurhidayah Sambut Kedatangan KSAU di Bandara Iskandar Pangkalan Bun

loading…

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama rombongan di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Selasa (23/7/2019) pagi. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama rombongan di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Selasa (23/7/2019) pagi. Kedatangan orang nomor satu di TNI AU ini bertujuan untuk melihat sarana dan prasarana di Lanud Iskandar atas wacana kepindahan ibu kota ke Kalteng.

“Alhamdulillah Kobar selalu dikunjungi para jenderal selama ini. Kali ini kita dikunjungi orang nomor satu di TNI AU Jenderal Bintang 4 dan jajarannya,” ujar Bupati seusai menyambut kedatangan KSAU.

Bupati mengatakan, Kobar memiliki sejarah yang tak akan dilupakan oleh TNI AU. Sebab penerjun pertama TNI AU di Pulau Kalimantan saat penjajahan dulu berada di Desa Sambi, Kecamatan Aruta, Kobar. “Ini tidak lepas dari sejarah TNI AU di Kobar,” katanya.

Baca Juga:

Semantara itu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, kunjungan kali ini menindaklanjuti rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Salah satunya yang menjadi alternatif adalah Kalteng.

“Jadi paling tidak saya ini mengetahui operasional di Lanud Iskandar. Sebab jika memang nanti dipilih Kalteng sebagai ibu kota negara secara tidak langsung tugas TNI AU adalah terkait keamanan udara di wilayah Kalteng,” tuturnya.

Tak hanya ke Kalteng, rencananya rombongan KSAU juga akan mengunjungi Kaltim untuk melakukan hal serupa. “Saya juga ke Kaltim untuk melakukan hal yang sama. Karena pemerintah pusat sudah memberikan sinyal pasti kedua provinsi ini yang akan dijadikan ibu kota negara,” katanya.

(wib)

Anggota Polda Riau Tertembak saat Kontak Tembak dengan Pecatan Polisi

loading…

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo saat memberikan keterangan kepada pers terkait penggerebekan jaringan pengedar narkoba Satriandi Cs di sebuah rumah Jalan Sepakat, Pekanbaru, Riau, Selasa (23/7/2019) pagi. Okezone/Banda Haruddin Tanjung

PEKANBARU – Tim Ditreskrimum Polda Riau terlibat baku tembak dengan jaringan pengedar narkoba Satriandi Cs di sebuah rumah Jalan Sepakat, Pekanbaru, Riau, Selasa (23/7/2019) pagi. Dalam penggerebakan itu, satu anggota polisi terluka.

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan, anggota yang tertembak adalah Bripka Lius Muliadin. Lius tertembak pada bagian lengan saat upaya penyergapan Satriandi, pecatan polisi.

“Bripka Lius Muliadin anggota Ditreskrimum Polda Riau. Saat ini dia dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru,” ucap Irjen Widodo Eko Prihastopo saat memberikan keterangan pada pers..

Baca Juga:

Jenderal bintang dua ini mengatakan, anggotanya yang tertembak itu terlibat kontak tembak dengan Satriandi di rumahnya Jalan Sepakat, Pekanbaru. Saat ini anggotanya dalam perawatan oleh tim medis.

“Saat dilakukan upaya penggerebakan, Satriandi melawan. Dialah yang menembak anggota kita,” imbuhnya.

Dalam kontak tembak itu, Satriandi pecatan anggota polisi dari Polres Rohil ini tewas. Selain itu satu rekanya yang juga melakukan perlawan berinisial HM juga tewas. Keduanya tewas di tempat.

Sementara satu tersangka berinisial RM ditangkap dan saat ini dalam pemeriksaan Polda Riau. Pada awalnya anggota berhasil menangkap satu tersangka inisial RN. Kepada polisi RN mengaku bahwa Satriandi bersama dua rekannya ada dalam rumah.

“Saat anggota mengerebek rumah tersebut, ada perlawanan. Dua pelaku menembaki petugas dan mengenai Bripka Lius Miliadin,” imbuhnya.

(wib)

Kejari Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Penjualan Aset Pemkot Serang

loading…

Mahasiswa serahkan berkas hasil kajian ke Kejari Serang. SINDOnews/Rasyid

SERANG – Kejari Serang didesak agar mengusut secara tuntas kasus dugaan korupsi penjualan tanah persil 53/S di Batok Bali, Kelurahan Serang, Kota Serang seluas 8.200 meter persegi pada tahun 2014 senilai Rp14 miliar.

Padahal, dalam kasus tersebut, nama Wali Kota Serang Syafrudin disebut terlibat lantaran menandatangani akta jual beli (AJB) lahan milik pemerintah tersebut saat menjabat sebagai camat Serang.

Presidium Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Serang, Andi Dioba Ilham mendatangi kantor Kejari Serang untuk memberikan hasil kajian dan salinan putusan persidangan di Pengadilan Negeri Serang yang telah memvonis bekas Lurah Serang M. Faizal Hafiz dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.

Baca Juga:

“Kami ingin terus Kejari memproses kasus Tipikor yang melibatkan Wali Kota Serang Syafrudin. Kami juga sudah melampirkan berkasnya,” kata Andi di kantor Kejari Serang, Selasa (23/7/2019).

Pihaknya menilai penanganan kasus rasuah tersebut setengah hati dan tidak tuntas. “Hasil putusan PN Serang 2014 sudah vonis sudah melibatkan Lurah Serang. Kalau Lurah divonis kenapa Camat tidak (waktu itu dijabat Syafrudin). Kan Pak Syafrudin yang menandatangani AJB,” jelasnya.

Terpisah, Acvo yang juga pegiat anti korupsi Banten Bersih menilai proses penanganan kasus tersebut belum tuntas dan setengah hati. Dalam fakta persidangan, nama Wali Kota Serang Syafrudin disebut terlibat dalam proses penjualan aset milik Pemkot Serang tersebut ketika ia menjabat sebagai Camat Serang.

“Melihat dari kasus tersebut dan dari fakta persidangan yang di rilis, keterlibatan Syafrudin dalam kasus korupsi tanah tersebut dapat dijerat pasal 2 atau 3 UU tipikor yg menyatakan secara bersama-sama, dan menguntungkan diri sendiri atau orang lain, serta merugikan keuangan negara,” kata Aco.

(nag)

Jadwal Konser Padat, Nella Kharisma Batal Bersaksi di PN Surabaya

loading…

Penyanyi dangdut Nella Kharisma hari ini batal memberi kesaksian di PN Surabaya dalam kasus kosmetik ilegal. Foto/SINDOnews/Dok

SURABAYA – Sidang kasus dugaan kosmetik ilegal di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur batal menghadirkan penyanyi dangdut Nella Kharisma sebagai saksi.

Pelantun lagu Jaran Goyang itu batal jadi saksi untuk terdakwa Karina Indah lantaran terbentur jadwal konser yang padat, Selasa (23/7/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko mengatakan, Nella Kharisma sebenarnya telah hadir di PN Surabaya sekira pukul 09.00 WIB.

Baca Juga:

Mengingat ada jadwal syuting, Nella kemudian meninggalkan PN Surabaya setelah sebelumnya mengkonfirmasi ke Winarko lewat pesan WhatsApp (WA).

“Dia (Nella Kharisma) WA saya, sudah datang pagi, sekitar jam 08.30 – 09.00 WIB. Tapi karena ada jadwal syuting pukul 12.00 WIB, dia minta izin (tidak hadir di sidang),” kata Winarko, Selasa (23/7/2019).

Kegiatan syuting perempuan kelahiran Kediri itu dilakukan di sekitaran Surabaya dan Sidoarjo. Disisi lain, lanjut Winarko, hakim yang menyidangkan perkara ini juga masih sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya. Akhirnya sidang terpaksa ditunda pekan depan.

“Untuk saksi Via Vallen, yang bersangkutan akan hadir pada sidang Senin (29/7/2019) mendatang,” ungkap Winarko.

Diketahui, kasus ini berawal keberhasilan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar praktik produksi kosmetik ilegal yang diduga dilakukan Karina, warga Putuk Banaran Kandangan Kediri.

Kosmetik itu diberi merek Derma Skin Care (DSC) Beauty. Kosmetik ini menjadi bermasalah ketika diketahui, bahan yang digunakan merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal.

Antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Dalam pemasarannya, produk kosmetik oplosan ini menggunakan jasa artis terkenal Indonesia untuk jadi endorse produk tersebut.

Di antaranya, Nella Kharisma, Via Vallen dan Olla Ramlan. Para artis ini melakukan promosi via media sosial seperti Instagram.

Produk DSC Beauty dibanderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket.

Wilayah penjualannya mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar. Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

(shf)

Basarnas Gencar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini Kecelakaan

loading…

Sosialisasi sistem deteksi dini pada kecelakaan pelayaran dengan memperkenalkan fasilitas dan peralatan yang digunakan Basarnas makin gencar dilakukan. SINDOnews/Cahya

BITUNG – Sosialisasi sistem deteksi dini pada kecelakaan pelayaran dengan memperkenalkan fasilitas dan peralatan yang digunakan Basarnas makin gencar dilakukan.

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI (mar) Bambang Suryo Aji menjelaskan, kecelakaan atau bencana merupakan kejadian yang tidak dapat diketahui datangnya.

Menurutnya, dengan kegiatan kontingensi SAR dan sosialisasi deteksi ini dimaksudkan untuk mensinergikan dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Operasi SAR dan memberikan gambaran tentang Sistem Deteksi Dini yang dimiliki Basarnas.

Baca Juga:

“Kami mengajak semua komponen yang mengoperasikan radio Beacon agar meregistrasikannya ke Basarnas. Dengan tidak langsung anda telah berkontribusi dalam peningkatan respon time dan tentunya dapat meminimalisir jumlah korban kecelakaan. Radio Beacon di Basarnas dengan jenis Emergency Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) sampai Juni 2019 hanya sebanyak 450 yang terdata,” jelasnya dalam rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan TNI, Polri, instansi pemerintah terkait serta organisasi masyarakat seperti asosiasi nelayan, di Peoplesight Learning Center Bitung, Selasa (23/7/2019).

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada berharap kegiatan sosiasliasi ini dapat menimbulkan kesadaran akan pentingnya komunikasi antara stakeholder dan masyarakat.

“Serta pentingnya diregistrasikan alat sosialisasi deteksi dini pada kecelakaan pelayaran. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri. Mantiri berharap ke depan sistem layanan pencarian dan pertolongan (SAR) ke masyarakat Sulawesi Utara oleh Kantor Basarnas Manado dapat terus ditingkatkan.

(nag)

6 Senjata Api dan Granat Disita dari Rumah Pecatan Polisi yang Tewas Tertembak

loading…

Polisi terlibat baku tembak dengan jaringan pengedar narkoba, Satriandi Cs, dan menemukan banyak senjata api (senpi) dan satu bahan peledak. Okezone/Banda Haruddin Tanjung

Polisi terlibat baku tembak dengan jaringan pengedar narkoba, Satriandi Cs. Dalam pengerebekan itu polisi menemukan banyak senjata api (senpi) dan satu bahan peledak.

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo menjelaskan, barang bukti yang disita yakni enam pucuk senjata api laras pendek dan panjang. Ada juga dua alat peredam senjata api.

“Kita masih menyelidiki dari mana mereka mendapatkan senjata api. Sedangkan granat yang juga kita sita masih aktif,” imbuh Kapolda dalam jumpa pers di Pekanbaru, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Selain itu, petugas juga menyita sebanyak 668 butir peluru dengan berbagai kaliber. Satu unit borgol, tujuh paspor, dua bong (alat isap sabu-sabu), trisula, buku tabunan 1 buah. “Ada juga sarung senjata, kotak senjata, uang tunai berbakai plat nomor polisi palsu,” imbuhnya.

Dalam kontak tembak itu dua tewas, yakni Satriandi dan Ahmad Royan. Sementara satu orang berhasil ditangkap berinisial RN. Dari pihak kepolisian adalah Bripka Lius Miliadin. Anggota Ditreskrimum Polda Riau tertembak di bagian bahu.

Satriandi merupakan mantan anggota polisi Polres Rohil. Dia berhasil kabur dari Lapas Pekanbaru pada 22 November 2017 dengan cara menodongkan senjata api ke sipir.

(wib)

Disperkimtan Kobar Berikan 358 Perumahan Stimutan untuk Dua Kecamatan

loading…

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat, menyalurkan sebanyak 358 unit program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di dua Kecamatan tahun ini. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menyalurkan sebanyak 358 unit program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di dua Kecamatan tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat Disperkimtan Kobar, Samsudin mengatakan, BSPS terletak di dua kecamatan, yaitu Arut Selatan dan Kumai. Pembangunan rumah ini tersebar di 10 desa.

“Di Kecamatan Kumai ada 100 unit yang baru, sedangkan sisanya sudah proses oerehaban,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Jumlah BSPS masing-masing kecamatan ini berdasarkan usulan dari kepala desa selanjutnya akan diverifikasi menggunakan sistem elektronik.

“Kalau sekarang yang terbaru, di samping usulan desa kita pakai elektronik rumah yang tidak layak huni nanti diinputkan lalu terdata, mana rumah-rumah yang pantas untuk dapat BSPS,” katanya.

Selai itu juga, ada beberapa kriteria lainnya yang dapat bantuan dari program BSPS, yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), KTP, KK, harus sudah menikah, kepemilikan tanah yang tidak sengketa, dan satu-satunya rumah yang tidak layak.

Adapun jumlah bantuan itu Rp17,5 juta, pembagiannya Rp15 juta untuk beli bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. “Jadi dana itu langsung dari pusat ke rekening kelompok masing-masing jadi dinas tidak memegang dana tersebut,” sebutnya.

(wib)

Demi Hidup, Pemegang 2 Gelar Tinju Internasional Jadi Kuli Bangunan

loading…

Rivo Kundimang, pemegang dua gelar sabuk tinju internasional dari WBC Asia Youth kelas 63,5 kg dan juga IBF Pan Pasific kelas 63,5 kg. Foto/Ist/Subhan Sabu

MANADO – Seorang buruh bangunan yang sedang bekerja di salah satu rumah di kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara ternyata seorang petinju profesional.

Penampilannya seperti buruh atau kuli bangunan pada umumnya. Pra buruh lainnya juga tak pernah menyangka ada petinju profesional di antara mereka. Tetapi begitu ditunjukkan video-video sewaktu dia bertanding, barulah mereka percaya.

Buruh bangunan itu ternyata Rivo Kundimang, pemegang dua gelar sabuk tinju internasional dari WBC Asia Youth kelas 63,5 kg dan juga IBF Pan Pasific kelas 63,5 kg.

Baca Juga:

Bahkan sabuk IBF Pan Pasific baru diperolehnya dengan mengalahkan petinju asal Filipina Ryan Sarmona di ronde keempat dengan TKO pada pertarungan Indonesia Big Fight XII di Jakarta, 6 April 2019.

Demi Hidup, Pemegang 2 Gelar Tinju Internasional Jadi Kuli Bangunan

Tapi mengapa, petinju kelahiran Manado 1 November 1997 itu tiba-tiba menjadi buruh bangunan di saat karirnya sedang menanjak.

Petinju yang bernaung di bawah sasana tinju Navaz Boxing Camp (NBC) ini mengaku terpaksa melakukan itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.

Bahkan dirinya mengakui hal itu dilakukannya karena merasa tidak mendapat perlakuan yang layak sebagaimana seorang petinju profesional.

“Saya tinggal di ruko, diberikan kamar di bawah tangga ruangan 2 x 1,5 meter dengan fasilitas kasur dan kipas angin, uang makan setiap hari Rp50.000, itu pun jarang,” ujar Rivo, Selasa (23/7/2019).

Tak jarang Rivo harus berhutang demi memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Kopi, kacang dan rempeyek menjadi santapan sehari-hari dari Rivo.

Bahkan sebelum bertanding dan menyabet juara IBF Pan Pasific, menu itu yang disantap oleh Rivo.

“Itu sudah menjadi santapan sehari-hari, menu itu yang membuat saya jadi juara dunia,” kata Rivo sembari tertawa.

Rivo juga merasa tidak mendapat pembayaran yang layak ketika meraih gelar juara WBC Asia Youth pada November 2018.

Di pertandingan tersebut sesuai kontrak Rivo mendapat bayaran Rp20 juta, namun dia hanya mendapat bayaran Rp12 juta, itu pun tidak dibayar sekaligus oleh promotor, melainkan dicicil.

“Awalnya hanya dikasih Rp6 juta, selanjutnya bervariasi, Rp2 juta, Rp1 juta, tapi belum lunas, masih ada sisa Rp6 juta yang belum dikasih sampai sekarang,” Kata Rivo.

Begitu juga dengan gelar IBF Pan Pasific yang diraihnya pada April 2019. Di pertandingan itu petinju yang bertekad jadi pengganti Chris John ini mengaku hanya mendapat bayaran Rp12 juta.

Dia juga mendapat apresiasi dari sponsor berupa sebuah motor, sayangnya sampai sekarang motor tersebut tak kunjung sampai ketangannya.

Petinju yang membukukan catatan 9 kali menang ( 4 kali menang KO) dan 1 kali seri dalam 10 laga internasional itu akhirnya memutuskan pulang kembali ke kampung halamannya.

Demi Hidup, Pemegang 2 Gelar Tinju Internasional Jadi Kuli Bangunan

Selama di Manado Rivo mengaku sudah beberapa kali menghubungi promotornya terkait nasibnya, namun sayangnya tidak mendapat tanggapan yang positif.

Benjamin Keilty, supervisor IBF Pan Pacific dari Australia pernah menunjukkan ketertarikannya kepada Rivo dan pernah mengajak untuk mengikuti kejuaraan internasional di Makau. Tetapi menurut Rivo, tawaran itu tidak disetujui oleh promotor.

Kini demi memenuhi kehidupan keluarganya sehari-hari, Rivo kerja sebagai buruh bangunan. Padahal Rivo punya peluang besar masuk peringkat dunia IBF.

Karena sesuai ketentuan IBF, jika ada petinju yang menjadi juara regional dibawah badan tinju IBF, maka dia bisa masuk peringkat dunia IBF.

(shf)

Jeep Warga Australia dan Truk Terguling Masuk Galian Underpass Kentungan

loading…

Truk dan jeep yang jatuh terguling di proyek underpass barat Kentuntagan, Sleman, Selasa (23/7/2019). Foto Ist

SLEMAN – Jeep land rover yang membawa tiga warga Autralia serta truk bermuatan kayu jatuh terguling masuk galian sisi barat underpass Kentungan, Sleman, Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 10.30 WIB. Dua kendaraan itu jatuh karena jalan yang dilalui diduga tidak kuat menahan beban di atasnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun sopir truk dan tiga penumpang jeep masih trauma dengan peristiwa itu.

Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Prarama mengatakan, karena masih dalam penyelidikan belum bisa memberikan keterangan detail soal kejadian tersebut. Terutama apa penyebabnya. Apakah karena beban kendaraan atau penyebab lainnya.

“Untuk itu baru bisa memberikan penjelasan setelah mengetahui hasil penyelidikan,” papar Faisal di lokasi kejadian.

Baca Juga:

Faisal menjelaskan, dalam kejadian ini tidak ada korban hanya luka ringan baik sopir truk dan jeep serta penumpangnya. Untuk kondisi mereka masih mengalami trauma sehingga belum bisa dimintai keterangan. Yang jelas untuk truk bermuatan kayu itu baru diketahui sopirnya sedangkan jeep sopir dan tiga penumpang mereka warga Australia termasuknya kendarannya plat Australia. “Untuk lainnya nunggu hasil penyelidikan,” jelasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan di lokasi kejadian. Kejadian ini berawal saat ada truk bermuatan kayu dan jeep di depannya melaju dari arah barat (Monjali) ke timur (Kentungan). Namun 200 meter barat lampu lalu lintas Kentungan karena lampu berwarna merah truk dan jeep berhenti disisi selatan bersama kendaraan lainnya.

Tiba-tiba saat berhenti itu truk yang berada di belakang jeep terguling dan jatuh ke galian underpass Kentungan yang ada disisi kanan atau selatan truk itu. Mengetahui ada truk yang jatuh, sopir dan penumpang jeep keluar kendaraan untuk melihat kondisi truk termasuk orang-orang yang ada di sekitar mencoba memberikan pertolongan.

Namun tidak lama jeep yang ada di depan truk juga oleng dan terjatuh ke galian underpass Kentungan.

Kasus ini sekarang sedang ditangani Satlantas Polres Sleman. Untuk proses penyelidikan dan evakuasi kendaraan itu, untuk sementara jalan dari arah Monjali ke Kentungan ditutup. Kendaraan yang sedang dekat lokasi diputar di depan ruko Kentungan untuk kembali ke arah Monjali.

Pedagang Angkringan yang ada di sebrang jalan lokasi kejadian, Yati (50) mengatakan saat kejadian sekitar pukul 10.30 WIB mendengar suara yang keras. Awalnya mengira itu suara alat yang sedang mengerjakan proyek. Ternyata suara kendaraan yang jatuh ke galian underpass. “Itu yang saya ketahui,” katanya.

(sms)

Kawah Ratu dan Kawah Upas Normal, Pengunjung Tangkubanparahu Tak Perlu Khawatir

loading…

Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu, Putra Kaban. SINDOnews/Adi Haryanto B

BANDUNG BARAT – Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban menegaskan, kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), aman dan dalam kondisi normal.

Sejauh ini kondisi Kawah Ratu dan Kawah Upas stabil dan normal seperti biasanya, tidak ada peningkatan aktivitas seperti yang dikhawatirkan. Setiap hari petugas selalu berkoordinasi dengan Seksi Vulkanologi yang posnya ada di kawasan Gunung Tangkubanparahu.

“Cuaca cerah, kondisi sangat-sangat aman dan normal. Makanya kunjungan wisatawan juga tetap normal, tidak ada kendala,” kata Putra Kaban, Selasa (23/7/2019). Hal tersebut untuk menepis kabar yang beredar terkait kondisi gunung yang menjadi ikon wisata di Jawa Barat ini.

Baca Juga:

Dia menambahkan, pihaknya pun memberikan pemahaman dan informasi kepada wisatawan seperti di pintu masuk atau di sekitar objek lokasi kawah. Tujuannya agar mereka merasa tenang dan nyaman serta tidak keliru dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Di kami (PT GRPP) ada petugas yang setiap harinya berkoordinasi dengan petugas Seksi Vulkanologi, yang kebetulan posnya ada di sini. Tujuannya untuk memantau kondisi kekinian dan keadaan masih normal seperti sebelumnya,” kata dia.

Terkait dengan larangan untuk mendekati Kawah Ratu, dia menyebutkan, selaku pengelola telah membuat larangan mendekati kawah sejak lama. Itu menjadi aturan yang harus dipatuhi wisatawan, agar tidak terlalu jauh turun mendekati Kawah Ratu.

Selama di bawah pengelolaannya, tidak pernah ada pendaki atau orang berkemah di Gunung Tangkubanparahu. Sebab, pada sore hari pihaknya sudah menutup kunjungan wisatawan.

“Larangan mendekati atau turun ke kawah sudah kami pasang sejak dulu. Dan tidak pernah ada yang berkemah di sini. Karena SOP kami, sore hari pintu tiket sudah tutup, sehingga daerah atas (kawah) steril,” pungkasnya.

(wib)

Diklat Pemprov Gorontalo Sumbang PAD Rp809,2 Juta

loading…

Penyematan tanda peserta oleh Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo.

GORONTALO – Tahun ini Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Gorontalo kembali menyumbang ke PAD Pemerintah Provinsi Gorontalo, sebesar Rp809,2 Juta melalui pelaksanaan Diklat PIM IV angkatan X, yang diikuti oleh 40 peserta.

Sementara tahun 2018 Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Gorontalo, berhasil menyumbang pendapatan asli daerah sebesar Rp2,8 miliar.

Sofian Ibrahim, Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo mengatakan PAD yang diperoleh Diklat dari pelaksanaan program kegiatan Diklat PIM IV ini sangat membantu lembaga yang Ia pimpin tersebut. “Pelatihan ini baik untuk meningkatkan kompetensi dari sumber daya manusia (SDM), serta melengkapi sarana prasarana,” ucapnya, Selasa (22/7/2019).

Baca Juga:

Sofian mengatakan Diklat PIM IV merupakan hal yang pertama kali digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dirinya sangat berterima kasih kepada 40 peserta, yang sudah memberikan kontribusi berupa dana partisipasi sebesar Rp20, 230 juta.

PAD di Badan Diklat Ia yakini masih akan terus bertambah pada tahun ini mengingat masih ada kegiatan pelaksanaan pelatihan dasar yang akan dilakukan oleh calon aparatur sipil negara. Program kegiatan ini nantinya akan disinergikan dengan masing-masing Pemerintah Daerah di Provinsi Gorontalo, yakni kabupaten dan kota.

“Kami targetkan PDA di Badan Diklat Provinsi Gorontalo masih akan bertambah sekitar Rp 1,041 miliar. Ini akan terus terjadi, seiring dengan kami meningkatkan sarana dan prasaranan di Badan Diklat,” jelas Sofian Ibrahim.

(alf)

Fish and Coral Carnival Awali Manado Fiesta 2019

loading…

Fish and Coral (Fisco) Carnival akan mengawali pembukaan Manado Fiesta yang dimulai 27 Juli 2019. Foto/Ilustrasi/Okezone/Subhan Sabu

MANADO – Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara terus mematangkan persiapan Manado Fiesta 2019 yang akan berlangsung 27 Juli sampai 4 Agustus 2019.

Even yang dilaksanakan untuk ke tiga kalinya ini mengusung konsep 7 F, yaitu Fisco, Fair, Food, Fashion, Funtastic, Flying dan Faith dengan mengedepankan kearifan lokal.

Ada dua poin penting yang akan ditampilkan. Pertama, Manado sebagai Kota Toleran, rumah besar bagi keragaman, suku, agama, budaya, serta kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Kedua, pesona Bunaken dengan taman lautnya yang indah.

Baca Juga:

Fish and Coral (Fisco) Carnival akan mengawali pembukaan Manado Fiesta 2019 yang dimulai 27 Juli dan terbagi dalam dua sesi, afternoon show dan night show.

Di afternoon show, masyarakat bisa menikmati Fish and Coral Karnaval yang berisi parade kendaraan hias, parade budaya, parade fashion, drum band, atraksi kabasaran dan musik bambu.

Selain itu selama afternoon show masyarakat juga bisa menikmati atraksi sailing pass di laut oleh ratusan kapal hias dan kapal lokal dan juga KRI Dewaruci yang akan menyemarakan teluk Manado.

Night show dikemas sebagai rangkaian Opening Ceremony Manado Fiesta 2019 yang berisi berbagai penampilan baik di darat, laut, dan udara yang dikolaborasikan menjadi sebuah pertunjukan membuka keseluruhan kegiatan Manado Fiesta.

Bakal dipentaskaan tarian Kreasi Suku Batak, Betawi, Kalimantan, Papua dan Manado mewakili ragam etnis Nusantara

“Karena Kota Manado terdiri dari berbagai suku, agama, adat dan budaya, maka kita tampilkan kebersamaan dan keberagaman Manado yang dipentaskan oleh kurang lebih 200 Pelajar SMP Se-Kota Manado,” ujar Wali Kota Manado, Godbless Sofcar Vicky Lumentut, Selasa (23/7/2019).

Setelah itu ada atraksi penampilan fashion carnival dan juga penampilan kendaraan hias yang mewakili masing masing kegiatan Manado Fiesta (7F).

Selanjutnya atraksi terjun payung, atraksi laut di mana ratusan kapal nelayan akan dibagi menjadi 7 area Mooring Bouy dan membuat area Teluk Manado menjadi terang dengan lampu lampu hias.

Kapal kapal lokal serta KRI Dewaruci akan ikut menyemarakkan area laut juga dalam night show.

Setelah itu akan ada prosesi pembukaan dalam semarak tarian musical kolosal yang menggunakan teknologi electric dance nuansa alam di bawah laut oleh kurang lebih 100 Pelajar SMP, laser show, sekitar 2.000 orang yang tergabung dalam paduan suara, 30 mapping, dan fireworks.

Selanjutnya ada Food Manado kuliner festival yang akan diselenggarakan pada 30 dan 31 Juli 2019.

Kemudian ada Manado Fashion Festival yang akan diselenggarakan pada 1 dan 2 Agustus 2019 dengan rangkaian acara fashion show Kaeng Manado, lomba busana Kaeng Manado, serta lomba model cilik.

Rangkaian selanjutnya yakni Funtastic, pada 27 Juli-4 Agustus 2019 dengan rangkaian acara antara lain lomba Masamper, paduan suara, Manado Youth Festival, Manado Traditional Sea Fest, lomba Taman, lomba Kebersihan dan konser musik yang menampilkan artis ibukota.

Flying yakni Paragliding International Accuracy Open yang akan menghadirkan atlit-atlit paralayang regional, nasional hingga internasional, akan diselenggarakan pada 1 hingga 3 Agustus 2019 yang bertempat di Gunung Tumpa.

Hingga saat ini, yang mendaftar via online, berasal dari 15 Provinsi dan 5 negara, yaitu Korea, Malaysia, Pakistan, Australia dan Rumania. 15 provinsi berasal dari DKI Jakarta, Sulut, Sumbar, NTB, Banten, Sulteng, Jatim, Jabar, Papua, Sulsel, Jateng, Kaltim, DIY, Riau dan Kepulauan Riau.

Sejumlah atlit nasional juga sudah menyatakan kesiapan untuk ambil bagian pada International Paragliding Accuracy Championship Manado Fiesta 2019 yang dihelat 1-3 Agustus di Gunung Tumpa, Tahura Manado.

“Ada empat atlit nasional peraih medali emas Asian Games juga akan hadir dan ikut,” kata Walikota Manado.

Fair menjadi rangkaian acara selanjutnya yang akan diselenggarakan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2019.

Selanjutnya Faith menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Manado Fiesta 2019 dengan pelaksanaan thanksgiving atau pengucapan syukur yang akan dirayakan secara serentak diseluruh Kota Manado pada hari Minggu, tanggal 4 Agustus 2019.

“Nanti kita lihat pada hari pelaksanaan, banyak tampilan berbeda dibanding Manado Fiesta yang pertama dan kedua. Yang ketiga ini banyak kejutan dan dukungan,” pungkas wali kota Manado.

(shf)

RSUD Banten Dibangun Delapan Lantai Senilai Rp150 Miliar

loading…

RSUD Banten Dibangun Delapan Lantai Senilai Rp150 Miliar. (Ilustrasi).

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana meningkatkan fisik Gedung RSUD Banten menjadi delapan lantai dengan perkiraan anggaran Rp150 miliar. Upaya ini dilakukan agar menjadi rujukan rumah sakit regional.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, RSUD Banten yang menjadi rumah sakit rujukan nasional merupakan program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Tujuan utamanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal. “Struktur bangunannya menyesuaikan dengan kearifan lokal,” ujarnya seusai melihat presentasi pembangunan RSUD Banten 8 lantai di ruang rapat RSUD Banten, Kota Serang.

Mantan Ketua Ikatan Widyaiswara Indonesia itu mengatakan dari desain awal gedung yang akan dibangun sebenarnya berlantai 10. Namun, dengan konsep tersebut harus mengantongi izin dari pemerintah pusat.

Baca Juga:

Atas segala pertimbangan, akhirnya pemprov memutuskan hanya membangun sampai 8 lantai. Meski demikian, pemprov masih mengintip peluang gedung 10 lantai. “Kalau tidak bisa dengan desain itu kita turunkan menjadi delapan lantai,” katanya. Menurut dia, proses rangkaian pembangunan gedung itu sudah dimulai tahun lalu berupa pembebasan lahan.

Sementara untuk pembangunan fisik ditarget selesai tahun 2020. “Tahap pembebasan lahan sudah selesai, sekarang masuk agenda fisik. Prediksinya maksimal 2020 sudah jadi,” ungkapnya. Soal estimasi anggaran yang dibutuhkan, Al Muktabar mengaku masih terus menghitungnya.

Namun, perkiraan awal proyek tersebut memakan biaya sekitar Rp150 miliar. Dia meyakini dengan penambahan fisik gedung itu, semua fasilitas sebagai rumah sakit rujukan regional bisa seluruhnya tersedia.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Saputra mengatakan, RSUD Banten sebagai rumah sakit tujukan regional merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2017-2022. Jika pada 2022 target sudah tercapai, pembangunan fisik selambat-lambatnya harus dikerjakan 2020. “Kami akan coba memasukan program penyunanan detail engineering design (DED) pada Perubahan APBD 2019,” ujarnya.

Menurut dia, dengan dibangunnya gedung delapan lantai itu, maka ada sejumlah penambahan fasilitas yang saat ini belum ada. Salah satunya kemoterapi dan rehabilitasi medik serta penanganan kasus kelainan darah yang selama ini masih dirujuk ke rumah sakit lain.

“Di gedung delapan lantai itu paling tidak ada sekitar 200-300 tempat tidur pasien,” katanya. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Banten Susi Badrayanti mengatakan, pembangunan gedung hingga 8 lantai merupakan program yang sudah digagas sejak 2016. Rencana itu kini dimatangkan agar bisa segera direalisasikan.

“Sekarang kami panggil lagi konsultannya dengan aturan yang baru. Sebab kalau di atas delapan lantai harus izin khusus dari kementerian,” ujarnya.

Terkait letak persis gedung delapan lantai hingga kini masih terus dibahas. Pihaknya ingin lokasi gedung strategis agar operasionalnya bisa maksimal. “Kami sedang membicarakan tempatnya yang strategisnya di sebelah mana karena ini belum putus,” katanya. (Teguh Mahardika)

(nfl)

Tidore, Kalajengking Kecil Mematikan yang Setia Jaga NKRI

loading…

Lanskap Gunung Kie Matubu di Pulau Tidore dan Gunung Gamalama di Pulau Ternate. Foto/KORAN SINDO/Hendri Irawan

TIDORE – Tak lengkap memperbincangkan sejarah Jalur Rempah tanpa mengikutsertakan Tidore, pulau kecil nan permai yang terletak di Provinsi Maluku Utara.

Pulau Tidore yang berada persis di kaki gunung Kie Matubu ini, beragam pohon rempah tumbuh subur bak tanaman liar.

Suasana tenang dan damai begitu terasa kala pertama mengunjungi Kota Tidore. Rumah-rumah berderet rapi, pagar dicat warna-warni, bahkan nyaris tak ada secuil sampah di sepanjang jalan.

Yang hebat, sepanjang perjalanan tak ditemukan satu pun gelandangan apalagi pengemis, seperti halnya kota lain di Indonesia.

“Tidore ini masyarakatnya makmur-makmur, mereka senang dan bahagia semua. Makanya di sini tidak butuh tempat hiburan seperti diskotik dan tempat hiburan malam lainnya,” ujar M Amin Faaroek, Perdana Menteri Kesultanan Tidore (Jajou), Provinsi Maluku Utara, saat menjamu rombongan Jelajah Negeri Rempah, di Kedaton Kesultanan Tidore, akhir pekan kemarin.

Berbincang santai di Kedaton Kesultanan Tidore, bagai mengenang kembali masa kejayaan Kesultanan Tidore tempo dulu, berikut sejarah kekayaan rempah-rempahnya.

Ditambah lagi suguhan kopi rempah yang citarasanya nikmat luar biasa dan klasik tentunya, makin membuat suasana nelangsa.

PM Amin bercerita, bahwa sudah sejak dulu Tidore kaya rempah-rempah yang merupakan penghasilan utama masyarakat setempat.

Tidore, Kalajengking Kecil Mematikan yang Setia Jaga NKRI

Rempah-rempah pula yang mengundang negara-negara luar terutama eropa, berbondong-bondong mendatangi Tidore.

Maluku, terkhusus Tidore, memang memiliki nilai historis serta strategis selama lebih dari 800 tahun di level global maupun kawasan Asia, yang tentunya pula sangat memengaruhi dan menentukan daya saing serta posisi tawar Indonesia di kancah dunia.

Tidore juga terpilih masuk dalam jaringan kota-kota Magellan sebagai salah satu kota yang disinggahi Ferdinand Magellan dan Juan Bastian Calcutta saat mengelilingi dunia untuk mencari rempah, dan menentukan bahwa dunia bulat pada beberapa abad lalu sebagai bukti kebesaran wilayah Maluku.

Tidore bersama empat pulau lainnya, yakni Ternate, Mare, Mutir dan Makian disebut Jazirat-al-mulk atau kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil.

Kawasan ini pula yang menjadi asal muasal nama Maluku atau tanah para raja. Pada abad 16 Masehi, padagang asal Portugal menyebut Mulk sebagai Moluco atau Moluccas.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Kesultanan Tidore dikenal sangat memegang teguh prinsip berkeyakinan sesuai ajaran Islam.

Kesultanan Tidore juga berpandangan terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Luar biasanya, jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kesultanan Tidore sudah menerapkan yang namanya demokrasi.

Itulah kenapa, Kesultanan Tidore tidak mengenal istilah Putra Mahkota. Sultan sebagai pemimpin, dipilih secara demokrasi. Dan, siapapun berhak menjadi sultan yang dicalonkan melalui perwakilan empat marga di Tidore.

Komitmen kebangsaan Kesultanan Tidore terhadap keutuhan NKRI juga tak usah diragukan. Malah Tidore ibarat kunci di saat Papua dinyatakan bagian dari NKRI.

Ini lantaran pengaruh kekuasaan Kesultanan Tidore (jauh di masa sebelum terbentuknya NKRI), terjejak di hampir seluruh tanah Papua.

Bahkan, Kesultanan Tidore juga yang awalnya membuat tapal batas Papua dengan Papua Nugini.

Sebagai kesultanan yang punya pengaruh besar di kawasan timur Indonesia bahkan sampai Filipina dan Samudera Pasifik, sekarang ini wilayah Kesultanan Tidore terbilang kecil.

Karena memang, sejak dulu Kesultanan Tidore tidak pernah berhasrat untuk menguasai atau menjajah negeri-negeri yang berada di dalam pengaruhnya, sekalipun negeri itu sudah mereka taklukan.

“Tidore ibarat kalajengking kecil mematikan, yang sejak dulu kala setia menjaga keutuhan NKRI. Tidore, tak akan mengorbankan komitmen ini, kendati ruang untuk itu sangat memungkinkan,” kata PM Amin.

(shf)

PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat Solid Mengusung Kembali Ketum Megawati

loading…

Dalam rangka Kongres V PDIP dan memenangkan Pilkada Bupati (Mateng, Mamuju dan Pasangkayu dan Majene) tahun 2020 dan Pilkada Gubernur 2022, PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Konferda dan Konfercab, di Mamuju, Senin (22/7/2019).

PASANGKAYU – Dalam rangka Kongres V PDIP dan memenangkan Pilkada Bupati (Mateng, Mamuju dan Pasangkayu dan Majene) tahun 2020 dan Pilkada Gubernur 2022, PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Konferda dan Konfercab, di Mamuju, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam pembukaan Konfrensi Daerah (Konferda) dan Konfrensi Cabang (Konfercab), DPP PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, Bambang Dwi Hartono, SB Wiranti Sukamdani, Ketua DPD. PDI Perjuangan Sulbar, Agus Ambo Djiwa, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulbar, Carles Wiseman, para kader PDI Perjuangan kabupaten dan provinsi se-Sulawesi Barat.

DPP PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, saat membuka Konfercab dan Konferda, menyampaikan, kegiatan saat ini merupakan upaya melakukan konsolidasi ideologi, politik, organisasi, dan sumber daya manusia menjelang kongres V PDI Perjuangan di Bali.

Baca Juga:

“Dalam rangka Kongres V, dan Pilkada 2020 dan Pilgub 2022, PDI Perjuangan melakukan evaluasi menyeluruh, menempatkan bagaimana partai harus menjadi obor penerang, dalam memimpin pergerakan rakyat, dan partai bertanggungjawab atas masa depan bangsa dan negara”.jelas mantan Menteri Perikanan dan Kelautan ini.

Selain itu, lanjut Rochmin, dalam menempatkan kader dijabatan struktural partai, PDI Perjuangan mengedepankan ideologi, yakni pentingnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terapan. Kultur membangun organisasi partai jauh lebih penting dari pada kepentingan perorangan.

DPP PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menyebutkan, akan mengusung Ketua DPD PDIP Sulbar, Agus Ambo Djiwa dalam Pilkada Gubernur Sulbar Tahun 2022 dan mengusung Arwan Aras sebagai Calon Bupati Mamuju Pilkada 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai PDI Perjuangan Provinsi Sulbar, Agus Ambo Djiwa, menjelaskan, kegiatan Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam rangka tahapan penjaringan bakal calon Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulbar dan Ketua DPC PDI Perjuangan se Sulbar.

“PDI Perjuangan Sulbar telah melakukan pra kongres untuk konsolidasi organisasi. Dan semua tahapannya telah disampaikan ke DPP PDI Perjuangan,” ujar Agus.

Dalam kegiatan Konfercab dan Konferda, kata Agus, seluruh kader PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat solid mendukung sepenuhnya Ibu Megawati Soekarno Putri untuk kembali menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan di Kongres Bali tanggal 8-10 Agustus 2019.

“Kami DPD PDI Perjuangan se Sulbar solid secara totalitas mendukung kembali Megawati Soekarno Putri untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan pada Kongres V PDI Perjuangan di Bali,” tegas Agus.

Selain menentukan calon Ketua Umum PDI Perjuangan, lanjut Bupati Pasangkayu, juga persiapan pemilihan bupati di empat kabupaten tahun 2020 dan pemilihan gubernur tahun 2022. Berdasarkan arahan Ibu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, evaluasi partai memiliki ruang terhadap kepemimpinan daerah, baik dari Kader Struktural maupun kader fungsional serta tokoh masyarakat yang popularitasnya baik. Maka berdasarkan hasil evaluasi tersebut, DPP akan memberikan rekomendasi yang akan dimajukan dalam Pilkada.

(akn)

Kabur dari LP Pekanbaru sejak 2017, Pecatan Polisi Tewas saat Baku Tembak

loading…

Polisi menggeledah rumah tersangka Satriandi di Jalan Sepakat Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Selasa (23/7/2019). Foto/Okezone/Banda Haruddin Tanjung

PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Brimob dan Polresta Pekanbaru melakukan pengerebekan di sebuah rumah di Jalan Sepakat Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Dalam pengerebekan itu, terjadi baku tembak antara polisi dengan tiga orang yang diketahui merupakan buronan kasus narkoba.

Baku tembak terjadi di sekitar rumah yang digerebek sekitar pukul 07.30 WIB, selama sekitar 30 menit.

Baca Juga:

Seusai baku tembak yang terjadi pagi tadi, dua orang dinyatakan tewas dan satu orang terluka. Satu orang yang tewas identitasnya telah diketahui, yaitu Satriandi mantan anggota Polres Rohil, Riau yang dipecat.

Selain menewaskan dua tersangka, baku tembak juga mengakibatkan dua personel polisi terluka.

“Ya ada dua (yang tewas),” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto di tempat kejadian perkara, Rabu 23/7/2019.

Satriandi merupakan buronan pihak Lapas Kelas II Pekanbaru setelah kabur pada 22 November 2017. Dia berhasil melarikan diri setelah menodongkan senjata api ke sipir.

Mantan polisi ini dihukum dalam kasus mengedarkan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

(shf)

Tingkatkan Profesionalisme Pemandu Wisata, Pemkab Lebak Gelar Pelatihan

loading…

Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terus mengupayakan inovasi untuk mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati Lebak di periode kedua yaitu menjadikan Lebak sebagai destininasi wisata nasional berbasis potensi lokal dan memberikan layanan prima kepada wisataw

LEBAK – Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terus mengupayakan inovasi untuk mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati Lebak di periode kedua yaitu menjadikan Lebak sebagai destininasi wisata nasional berbasis potensi lokal dengan memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lebak.

Salah satunya melalui Dinas Pariwisata Lebak, Pemerintah daerah menggelar pelatihan bagi 40 pemandu wisata lokal bertempat di Hotel Kharisma Rangkasbitung, Lebak (23/7/2019) yang secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani.

Pelatihan bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan kepada peserta sehingga mampu mengembangkan kemampuan SDM sebagai pemandu wisata wisata budaya perdesaan dan perkotaan sesuai dengan profesinya masing-masing sehingga mempunyai standarisasi dan kompetensi sebagai pemandu wisata lokal.

Baca Juga:

Sekda Lebak Dede dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah daerah saat ini menjadikan pariwisata sebagai fokus utama pelaksanaan pembangungan disamping program pembangunan infrastruktur dan program pengentasan kemiskinan lainnya.

Menurut Sekda Lebak, pembangunan kepariwisataan dapat menjadi pemantik untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat kabupaten lebak. “Kolaborasi pemerintah dan stakeholder serta pelaku kepariwisataan menjadi suatu keniscayaan terutama dalam persamaan persepsi mengenai konsepsi dan aktivitas kepariwisataan yang terstandar.”

“Kunjungan wisatawan terwujud ketika destinasi aman, nyaman dan kondusif serta memiliki informasi wisata yang memadai dan pelayanan yang memiliki unsur leisure,” ujar Sekda Lebak.

Dede juga berharap kepada para peserta pelatihan dapat menjadi pejuang pariwisata dalam rangka memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya yang ada di kabupaten lebak, baik pada tataran daerah, nasional bahkan internasional salah satunya dengan memanfaatkan media online yang dinilai cukup efektif sebagai media promosi.

“Selaku tuan rumah, kita harus mampu memberikan kesan dan experince kepada wisatawan dengan menunjukan keramah tamahan dalam menyambut wisatawan serta pentingnya menciptakan sapta pesona dilingkungan kita masing-masing sehingga menjadikan kabupaten lebak sebagai daerah pariwisata yang layak untuk dikunjungi dan membuat wisatawan berkesan dan berkinginan untuk kembali lagi” Tutur Dede

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pariwisata Imam Rismahayadin mengatakan, tugas yang diemban pemandu wisata sebagai frontliner sekaligus information agent cukup berat, untuk itu para pemandu harus mendapatkan perhatian khusus salah satunya melalui pelatihan ini.

“Dengan peningkatan layanan secara prima diharapkan tingkat kepuasan wisatawan juga turut meningkat,” pungkas Imam.

Pelatihan pemandu wisata budaya perdesaan dan perkotaan akan digelar selama 3 hari sejak 23 s.d 25 Juli Tahun 2019.

(akn)

Syarif Fasha Tularkan Virus Kepemimpinan Visioner

loading…

Wali Kota Jambi Syarif Fasha makin membuktikan kalibernya sebagai seorang kepala daerah yang visioner dan mumpuni dalam tata kelola pemerintahan (good governance).

JAMBI – Wali Kota Jambi Syarif Fasha makin membuktikan kalibernya sebagai seorang kepala daerah yang visioner dan mumpuni dalam tata kelola pemerintahan (good governance). Hal tersebut tampak saat dirinya didaulat menjadi narasumber pembicara pada Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan XII yang diselenggarakan oleh Badan Diklat Provinsi Jambi, Minggu (21/7/2019).

Wali Kota Syarif Fasha menularkan virus positif gaya kepemimpinan milenial ‘zaman now’ yang senada dengan jargon dirinya memimpin Kota Jambi Terkini, yaitu Entrepereneur Birokrasi dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Menurut Fasha, trend pola kepemimpinan dan manajemen pemerintahan masa kini telah mengalami pergeseran. Seorang pemimpin yang memiliki visi ingin memajukan daerahnya harus mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat.

Baca Juga:

“Seorang pemimpin harus memiliki style dalam memimpin dan visi serta mimpi. Itu untuk menghadapi tuntutan perubahan zaman yang begitu kuat dewasa ini, yang kita kenal dengan revolusi industri 4.0. Jika tidak, pemerintahan dapat dikatakan hanya sekedar business as usual, hanya menjalankan rutinitas,” tandas Fasha.

Fasha menegaskan bahwa kepemimpinan yang visioner adalah seni meramu kekuatan mimpi yang dipadukan dengan visi dan jiwa kepemimpinan.

“Revolusi industi 4.0 membawa implikasi yang cukup besar dalam tataran pengambilan kebijakan dan pola manajemen birokrasi pemerintahan dewasa ini, tidak terkecuali pada Pemerintah Kota Jambi,” kata Fasha.

Di bawah kepemimpinan Syarif Fahsa, Kota Jambi berada di jalur yang tepat dalam mengadaptasi gelombang perubahan tersebut.

“Kami dituntut harus cerdas dan pintar dalam membaca peluang, hambatan dan tantangan di era industri yang diikuti dengan digitalisasi seluruh aspek kehidupan ini. Kemampuan adaptasi kita wujudkan dengan melahirkan berbagai inovasi. Inovasi juga harus ditopang oleh SDM yang mumpuni, oleh karenanya membangun inovasi harus selaras dengan membangun kekuatan SDM,” ujar Fasha.

Bagi Fasha sumber daya manusia adalah kekuatan utama. SDM memiliki potensi yang mumpuni jika di manage dengan baik. Oleh karenanya, diawal memimpin Kota Jambi, dirinya memulai revolusi birokrasi.

“Revolusi Birokrasi Entrepereneur. Birokrasi pemerintahan yang memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan dengan karakteristik, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, efisien inovatif, responsif, serta kompetitif dalam pelaksanan dan penyelenggaraan tugas dan fungsinya. New Public Service, disruption inovasi yang menggantikan sistem lama dengan cara baru. Pola yang kami terapkan ini sukses merubah paradigma, etos dan mentalitas ASN Kota Jambi menjadi aparatur pekerja keras, berintegritas dan melayani sepenuh hati, paradigma whole of government yang mewajibkan seluruh OPD mampu bekerja dan berkolaborasi bersama, tanpa ego sektoral untuk mencapai tujuan bersama dan memberikan solusi terintegrasi pada satu isu publik yang muncul,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Fasha mengajak seluruh peserta Diklatpim untuk mampu membangun kekuatan mimpi yang akan diimplemetasikan dalam visi. Visi tersebut nantinya akan dituangkan dalam Rencana Proyek Perubahan (RPP) sesuai dengan tugas pokok masing-masing dan diharapkan akan diaktualisasikan di tempat kerja dan daerah mereka masing-masing.

“Harapan saya dengan adanya diklat ini, anda lebih mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensi pribadi, terutama dalam penguasaan bidang teknologi. Jadilah ASN yang bertanggungjawab dan kritis, juga harus mampu menjawab masalah masyarakat dengan berbagai inovasi,” bebernya

Sebagaimana diketahui bahwa komitmen pemerintahan Kota Jambi dibawah duet kepemimpinan Wali Kota Jambi Syarif Fasha bersama Wakilnya Maulana dalam membangun kapasitas dan profesionalitas ASN-nya tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai kepala daerah yang populer dengan kebijakan outward looking policy dalam menjalankan tata kelola pemerintahan, Wali Kota Fasha dikenal memiliki jejaring luas di tataran internasional. Hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Wali Kota Fasha dalam membangun kemitraan dalam meningkatkan profesionalitas ASN Kota Jambi.

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, dirinya sukses telah mengirimkan lebih dari 200 ASN Pemkot Jambi untuk mengikuti berbagai pelatihan diluar negeri tanpa mengandalkan APBD Kota Jambi. Salah satunya adalah pelatihan melalui program Singapore Cooperation Programme (SCP) yang didukung penuh oleh Pemerintah Singapura dan juga berbagai pelatihan yang dilaksanakan di China, Korea, Vietnam, Malaysia, Denmark.

Dalam kesempatan itu pula, Wali Kota Fasha menjanjikan bagi 3 terbaik lulusan Diklatpim III akan diikutsertakan pada SCP Pemkot Jambi di Singapura mendatang secara cuma-cuma difasilitasi oleh dirinya.

Sebagai 25 kota percontohan dan pilot project smart city di Indonesia, Pemkot Jambi telah mampu berbicara banyak dalam hal konsep dan implementasi Kota Pintar (Smart City). Yang menarik adalah konsep smart city ala Fasha cukup berbeda dengan konsep mayoritas daerah lain. Fasha memulai smart city dengan tidak berbicara tentang serba teknologi, namun lebih kepada membangun partisipasi masyarakat terhadap pembangunan.

Dengan telah mengakarnya partisipasi masyarakat, efektifitas penyelenggaraan pemerintahan akan dicapai dengan optimal. Pada tahap selanjutnya, Wali Kota Fasha fokus pada pembangunan inovasi berbasis teknologi informasi. Berbagai aspek pelayanan telah diperkuat dengan beragam layanan berbasis digital.

Determinasi Wali Kota Jambi Syarif Fasha selama ini dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, juga dinilai telah sukses membawa Kota Jambi memasuki era baru Kota Jambi yang makin baik. Selain bertabur prestasi, aspek tata kelola keuangan juga telah menunjukkan konsistensinya.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah, telah mampu dipertahankan berturut-turut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya berada pada level terendah, disclaimer dalam hal tata kelola keuangan di Kota Jambi.

Hal tersebut dapat terwujud berkat kerja keras, kerjasama dan kekompakan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Jambi dalam setiap level, yang telah mengakar dan terbangun solid selama ini.

(akn)

Jika Jadi Ibu Kota Negara, Permaslaahan di Kalteng Harus Segera Diselesaikan

loading…

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan, pihaknya siap jika Ibu Kota Negara dipindahkan ke wilayah segitiga emas, yakni Kabupaten Gunung Mas, Katingan, serta Kota Palangkaraya.

PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan, pihaknya siap jika Ibu Kota Negara dipindahkan ke wilayah segitiga emas, yakni Kabupaten Gunung Mas, Katingan, serta Kota Palangkaraya.

“Kami sangat siap, hanya saja ada sejumlah hal yang terlebih dulu harus dipenuhi pemerintah pusat jika pemindahan Ibu Kota telah ditetapkan di Kalteng,” ucap Sugianto.

Hal ini dikatakan Sugianto saat menjadi pembicara utama dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara: Kalimantan untuk Indonesia, yang digelar di Ballroom Hotel Luwansa, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga:

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menyebut bahwa pihaknya menuntut keadilan bagi masyarakat lokal, yakni berupa sertifikasi lahan warga lokal agar dapat benar-benar diselesaikan. Juga keadilan pada bidang ekonomi.

Sebelum pemindahan dilakukan, agar seluruh perkebunan yang ada di wilayahnya dapat merealisasikan sejumlah luasan lahan sebagai hak milik masyarakat. Semua itu dilakukan agar pemindahan tidak menyebabkan ketimpangan di masyarakat.

“Saya tidak ingin warga lokal tersisihkan, makanya pemerintah daerah secara gencar berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki serta memenuhi hak warga,” tegasnya.

Deputi Menteri PPN Rudy menyampaikan bahwa rencananya penetapan pemindahan Ibu Kota Negara akan dilakukan di tahun ini, tinggal menunggu keputusan dari Presiden.

“Penetapannya dalam tahun ini, mungkin dalam waktu dekat, kurang lebih dalam waktu dekat ini presiden akan mengumumkan, tapi kita belum tau persisnya kapan,” ucap Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa Kalimantan Tengah dari sisi kriteria telah memenuhi syarat sebagai salah satu calon Ibu Kota Negara.

“Dari sisi kriteria semua memenuhi syarat, tentu semuanya ada kekurangan kelebihan, mungkin tentunya seperti yang didiskusikan tadi tentunya kekurangannya akan di minimalisir sedemikian rupa.”

(akn)

Sekda Kalteng Bertemu Dengan Dewan Pertimbangan Presiden

loading…

Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) lakukan pertemuan dengan Pemerintah Kalimantan Tengah (Kalteng), bertempat di Aula Eka Hapakat, Senin (22/7/2019).

PALANGKARAYA – Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) lakukan pertemuan dengan Pemerintah Kalimantan Tengah (Kalteng), bertempat di Aula Eka Hapakat, Senin (22/7/2019).

Turut hadir Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri unsur Forkopimda, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Kalteng dan para tamu undangan lainnya.

Sekda Kalteng mengatakan bahwa perkembangan era digital sebenarnya tanpa disadari sudah dirasakan. Salah satunya pemanfaatan aplikasi transportasi online yang di dalamnya terdapat beberapa pelayanan.

Baca Juga:

Kedatangan rombongan Watimpres yang diketuai oleh Prof Sri Adiningsih ini dalam rangka membahas sumber daya manusia dan ekonomi di era digital

“Selain silaturahim jadi kami ingin melihat bagaimana perkembangan ekonomi berbasis digital di Kalteng,” ucap Sri.

Pihaknya menyampaikan bahwa era digital kedepannya akan menjadi tulang punggung ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya pemerataan perkembangan ekonomi berbasis digital.

“Generasi muda disini sudah mulai memanfaatkan. Tapi saya berharap, pemerintah banyak paket kebijakan untuk mendorong ekonomi berbasis digital. Jadi jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.

(akn)

250 Petugas Berjibaku Padamkan 3 Titik Api Gunung Panderman

loading…

Lereng Gunung Panderman, Kota Batu masih terlihat terbakar pada Selasa (23/7/2019) siang. Foto/iNews TV/Deny Irwansyah

KOTA BATU – Memasuki hari ke-3 kebakaran hutan lindung di lereng Gunung Panderman, tim gabungan terus berupaya memadamkan titik api.

Sebanyak 250 orang petugas dikerahkan memadamkan 3 titik api di lereng Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur.

Mereka berupaya mendatangi titik api dan melakukan pemadaman langsung. Data terakhir luasan kebakaran mencapai 60 hektare (ha).

Baca Juga:

Kepala Seksi Kedaruratan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menjelaskan, para petugas yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan dan dibantu warga sekitar ini dibagi menjadi tiga tim.

Mereka difokuskan untuk memadamkan tiga titik api yang membakar sisi timur Gunung Panderman.

Dari pantauan petugas, saat ini api sudah mulai mengecil dibanding pada Senin, 22 Juli 2019.

Karena itulah petugas mengubah strategi. Dari sebelumnya berencana membuat sekat bakar sepanjang 5 kilometer untuk mencegah api meluas maka diubah dengan memadamkan titik api yang bisa dijangkau oleh petugas.

Gunung Panderman yang menjadi salah satu ikon Kota Batu terbakar sejak Minggu, 21 Juli 2019 malam.

Kebakaran yang melanda ini diduga terjadi karena faktor alam karena titik kebakaran berada di luar jalur pendakian.

(shf)

Gubernur Sugianto Sabran: Kalteng Sangat Pantas Menjadi Ibu Kota Negara

loading…

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menjadi narasumber utama dalam ‘Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara : Kalimantan Untuk Indonesia’.

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menjadi narasumber utama dalam ‘Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara : Kalimantan Untuk Indonesia’.

“Kalteng itu sangat pantas. Lahannya luas, penduduk kurang dan masyarakat Kalteng terbuka,” ucap Gubernur Sugianto di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu menyampaikan bahwa lahan gambut di Kalteng dapat dikelola dengan baik. Salah satu contoh yakni adanya penanaman pohon sengon yang dapat tumbuh dengan subur.

Baca Juga:

“Kemudian, buah naga juga tumbuh dengan baik. Padi organik juga bagus. Bahkan Kalteng surplus padi di lahan gambut yaitu di Kapuas dan Pulpis. Jadi lahan gambut bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Ibu Kota Masa Depan : Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable”, dan menghadirkan Deputi Menteri PPN Bidang Pengembangan Regional Rudy S Prawiradinata selaku pembicara utama.

Turut hadir sejumlah Bupati se-Kalimantan Tengah, Unsur Forkopimda, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov. Kalteng, akademisi, serta para tamu undangan lainnya.

(akn)

Gelar Apel Siaga, BPBD Kobar Siap Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

loading…

Kepala BPBD Kobar Petrus Rinda seusai apel siaga mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Foto/iNews TV/ Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menggelar apel siaga mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala BPBD Kobar Petrus Rinda mengatakan, penetapan status siaga Karhutla sudah diterapkan pada akhir Juni 2919. Adapun daerah rawan masih di tiga titik yaitu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Lama dan Arut Selatan.

“Sejak ditetapkannya status siaga Karhutla di lapangan tidak ada kendala, artinya kami siap atasi Karhutla di wilayah Kobar,” ujar Petrus saat apel siaga, Senin 22 Juli 2019.

Baca Juga:

Dia menjelaskan, kelengkapan alat dan anggaran cukup untuk mengatasi karhutla di Kobar. Sementara untuk alat-alat sistemnya pinjam pakai.

“Alat-alat itu semua sisitemnya pinjam pakai. Istilahnya dipakai selama penanganan. Mobil ada dua untuk Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Kumai, serta semua kecamatan mendapat mesin pompa,” ungkapnya.

Meski demikian, wilayah Kobar masih perlu adanya water bombing, karena juga melayani Kalteng wilayah barat, mulai dari Lamandau dan Sukamara.

“Sedang kami usulkan ke BNPB satu unit water bombing untuk siap siaga di Kobar,” tutupnya.

(shf)

Sambut Kunjungan Tim Wasev Mabes TNI, Bupati Muba Apresiasi Program TMMD

loading…

Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyambut kedatangan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI, Mayjen TNI Adi Sudaryanto beserta rombongan, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (22/7/2019) malam.

SEKAYU – Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyambut kedatangan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI, Mayjen TNI Adi Sudaryanto beserta rombongan, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (22/7/2019) malam.

Kedatangan Tim Wasev tersebut dalam rangka meninjau pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105, Selasa (23/7/2019) di SP3 Desa Bukit Sejahtera Kecamatan Batang Hari Leko yang dilaksanakan oleh Kodim 0401 Muba tanggal 10 Juli – 8 Agustus 2019.

Dodi Reza Alex mengapresiasi dan berterimakasih atas kegiatan yang dilakukan jajaran TNI itu yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Muba.

Baca Juga:

“TMMD bukan hanya tanggung jawab Kodim 0401, tapi juga tanggung jawab kami Pemkab Muba. Mudah mudahan kegiatan ini berjalan baik, dan tujuannya tercapai,” kata Dodi.

Lanjutnya kerjasama yang baik antara Kodim 0401 dengan pemerintah daerah akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk kesejahteraan dan keaman masyarakat Muba.

Sementara itu Mayjen TNI Adi Sudaryanto mengatakan TMMD merupakan program setiap tahun yang mana hasil kegiatan fisik diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya untuk pertumbuhan ekonomi.

“Untuk objek non fisik adalah kita menanamkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kemudian juga untuk menghadapi ancaman narkoba, terorisme, dan radikalisme, itu kita sosialisasikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi sinergitas yang baik antara Kodim 0401, Polres, dan Pemkab Muba yang baik, menurutnya itu memang diperlukan untuk didaerah supaya masyarakat merasa tenang dan aman sehingga perputaran ekonomi dapat dijalankan.

Turut hadir Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Saifuddin Khoiruzzaman, dan Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, Sekda Muba Apriyadi dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba Rusli.

(akn)

Koperasi Harus Dilengkapi SDM yang Andal

loading…

Wali Kota Palu diwakili Asisten 1 Pemkot Palu Moh Rivani menghadiri pelaksanaan peringatan hari koperasi ke 72 tahun 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (23/7/2019).

KOTA PALU – Wali Kota Palu diwakili Asisten 1 Pemkot Palu Moh Rivani menghadiri pelaksanaan peringatan hari koperasi ke 72 tahun 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (23/7/2019).

Pelaksanaan hari koperasi dilaksanakan di lapangan upacara Pogombo kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Peringatan hari koperasi dipimpin sekaligus menyampaikan sambutan oleh staf ahli bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulteng, Norma Marjanu.

Hadir pula sejumlah pejabat daerah dan pejabat OPD terkait lainnya dan para pelaku usaha koperasi se sulawesi tengah dan.para stakeholder lainnya.

Baca Juga:

Dalam sambutannya Norma Marjanu mengatakan bahwa koperasi adalah salah satu kelembagaan perekonomian rakyat, di mana kedudukan dan perannya dalam membangun ekonomi bangsa mempunyai arti dan makna tersendiri.

“Arus globalisasi dan era digitalisasi mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat yang kuat dan berkembangnya zaman membuat terjadinya berbagai perubahan di Indonesia, tak terkecuali dengan koperasi,” kata Norma.

Untuk itu, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang andal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian.

Mengambil tema Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0, koperasi diharapkan mampu menghadapi tantangan baru du dunia perkoperasian. Tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem yang sudah berjalan selama ini.

(akn)

DPMPTSP Kota Pekanbaru Optimis Realisasi Investasi 2019 Capai Rp4 Triliun

loading…

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru optimis target investasi tahun 2019 capai Rp4 Triliun. Sedangkan realisasi investasi di Kota Pekanbaru pada triwulan I/2019 mencapai Rp878 Miliar.

PEKANBARU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru optimis target investasi tahun 2019 capai Rp4 Triliun. Sedangkan realisasi investasi di Kota Pekanbaru pada triwulan I/2019 mencapai Rp878 Miliar.

“Kami masih menanti seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Tapi yang jelas kami optimis investasi tahun ini capai target,” Sekretaris DPMPTSP Kota Pekanbaru, F Rudi Misdian, seperti dikutip pekanbaru.go.id Senin (22/7/2019).

Investasi terealisasi saat ini dari berbagai sektor yakni kelistrikan, properti dan konstruksi. Nilai investasi terbesar yakni bidang kelistrikan.

Baca Juga:

Investasi terbanyak dari Medco di bidang kelistrikan. Total nilainya mencapai Rp 4 Triliun, tapi secara bertahap. Pada tahun ini sudah terealisasi Rp 340 miliar hingga triwulan II.

Rudi menilai iklim investasi di Kota Pekanbaru kondusif pasca Pemilu 2019. Bahkan ia memastikan tidak ada gejolak berarti yang mengganggu investasi.

Sementara itu, Realisasi investasi di Kota Pekanbaru tahun 2018 lalu mencapai Rp 2 Triliun. Kebanyakan investasi di sektor konstruksi dan kelistrikan.

(akn)

Gara-gara Mobil Korsleting, SPBU di Konawe Selatan Terbakar Hebat

loading…

SPBU di Kecamatan Motaha, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara terbakar, Selasa (23/7/2019) siang. Foto/iNews TV/Rahmat Buhari

KONAWE SELATAN – Kebakaran hebat menghanguskan SPBU di Kecamatan Motaha, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Selasa (23/7/2019) siang.

Kebakaran ini menimbulkan kepanikan warga sekitar lokasi. Sejumlah pengendara yang sedang mengisi BBM lari berhamburan melarikan diri ke tempat yang aman.

Api dengan cepat menjalar kepermukaan kendaraan yang terbakar dan fasilitas SPBU.

Baca Juga:

Kobaran api sulit dipadamkan karena terkendala tidak adanya unit satuan pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah setempat.

Gara-gara Mobil Korsleting, SPBU di Konawe Selatan Terbakar Hebat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi saat salah satu mobil saat dihidupkan seusai pengisian bahan bakar mengalami korsleting.

Korsleting inilah yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

Beruntung dalam sejam situasi berhasil dikendalikan sehingga api tidak menyebar hingga titik paling vital SPBU.

Kasubit Penmas Humas Polda Sulawesi Tenggara Kompol Agus M menjelaskan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

“Saat ini masih dilakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi untuk mengetahui asal mula terjadinya kebakaran,” katanya.

(shf)

Lagi, Pekanbaru Raih Dua Penghargaan Nasional

loading…

Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan persandian Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra

PEKANBARU – Prestasi membanggakan kembali di raih Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Firdaus-Ayat Cahyadi. Kali ini Kota Pekanbaru raih dua penghargaan sekaligus, yakni penghargaan Kota Layak Anak, serta penghargaan Pelayanan Publik Kota Besar Terbaik, kriteria Platinum, yang diserahkan pada malam penganugerahan Indonesia’s Attractiveness Award 2019 di Pullman Hotel Jakarta.

“Suatu prestasi yang baru lagi bagi Pemerintah Kota Pekanbaru, karena besok, ini luar biasa, satu hari kita mendapatkan dua penghargaan. Kota Layak Anak yang akan diserahkan di Kota Makasar dan Kota Besar dengan kategori Pelayanan Publik Terbaik, dengan kriteria Platinum. Ini dari IAI, kerjasama dengan Majalah Tempo,” ungkap Firmansyah Eka Putra, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan persandian Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra, seperti dilansir pekanbaru.go,id Senin (22/7/2019).

Penghargaan akan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Mentri PUPR, Menteri Pariwisata dan MenpanRB.

Baca Juga:

“Rencananya diserahkan oleh Kementrian Dalam Negeri dan ada empat kementrian lagi. Ini menunjukkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa hari ini Kota Pekanbaru sedang menuju smart city dan membentuk salah satu pilarnya Smart Government. Karena smart government ini indikatornya adalah kota yang memiliki visi,” terang Firmansyah Eka Putra.

Disampaikan pula, Walikota Firdaus mendapatkan penghargaan sebagai pemimpin visioner.

“Kemudian pemerintahan dengan tatakelola yang baik, good governance. Dan tiga hari yang lalu, pemerintah kota Pekanbaru, walikota Pekanbaru juga mendapatkan penghargaan di bidang tata kelola pemerintahan yang baik. Dan Ini kategori penyelenggaraan pemerintahan yang sangat baik, kita rangking empat secara nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, pelayanan publik merupakan salah satu indikator smart city

“Kita salah satu kota yang kemaren masuk finalis, dengan kategori Kota Besar. Termasuk Bandung, Badung dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Setelah dilakukan penilaian, baik secara online atau kelapangan, bahkan kita melakukan persentasi dihadapan dewan juri, akhirnya diputuskan kota Pekanbaru sebagai pemenang terbaik,” ujar Firmansyah Eka Putra.

Terkait persentasi dikatakan Eka, dirinya mewakili Walikota Pekanbaru memaparkan dihadapan dewan juri hasil pelayanan publik.

“Kita memaparkan hasil-hasil pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Pemko. Dan ini bisa diukur dari IPM, salah satu indikator yang termudah mengukur apakah pelayanan publik di Kota Pekanbaru ini sudah bagus atau belum, itu bisa dilihat dari dua indikator, pertama Indeks Pembangunan Manusia. Kota Pekanbaru sudah 80,66, kita sudah mengalahkan Kota Jakarta. Kemudian dari Indeks Kepuasan Masyarakat yang hari ini kita juga sudah melewati angka 80. Ini menunjukan setiap tahun kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik juga meningkat,” terangnya.

Sebut Kadis Kominfo, Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, salah satu kriteria yang menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan prestasi pelayanan publik terbaik dengan klasifikasi Platinum.

(akn)

Bea Cukai Ikut Musnahkan Narkotika Hasil Penindakan BNN

loading…

Bea Cukai terus mempererat sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika. Hal tersebut turut diungkapkan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Aceh, Safuadi.

BANDA ACEH – Bea Cukai terus mempererat sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika. Hal tersebut turut diungkapkan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Aceh, Safuadi.

“Fungsi Bea Cukai sebagai community protector juga membuat Bea Cukai sering bekerja sama dengan BNN dalam menjalankan operasi untuk menegah barang-barang narkotika yang berasal dari luar negeri. Dengan semangat yang sama untuk melindungi masyarakat ini lah yang menjadikan Bea Cukai dan BNN bersinergi dalam menjalankan tugasnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Narkotika,” tutur Safuadi lewat keterangan tertulis, Selasa (23/7/2019).

Tidak hanya melakukan penindakan secara sinergis, Bea Cukai juga turut aktif dalam memusnahkan barang hasil penindakan. Pada Senin (15/7/2019), bersama dengan Badan Narkotika Nasional, dan Pemerintah Daerah Aceh, Bea Cukai ikut memusnahkan barang hasil penindakan berupa 338.900gram ganja, 52.004gram sabu dan 22,766 butir ekstasi hasil penindakan BNN. Barang haram tersebut berhasil diamankan dari dua penindakan di Depok, Jawa Barat, dan di Dumai, Riau.

Baca Juga:

(akn)