Sukses Digelar, Funbike dan Lomba Burung Awali AKCF

loading…

Even tahunan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2019 sudah dimulai. Rangkaian kegiatan yang sudah digelar adalah Fun Bike Sejabat (Sepeda Jelajah Alam Banten) ke-7 bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Minggu (24/3/2019).

SERANG – Even tahunan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2019 sudah dimulai. Rangkaian kegiatan yang sudah digelar adalah Fun Bike Sejabat (Sepeda Jelajah Alam Banten) ke-7 bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Minggu (24/3/2019). Peserta Funbike bertema Let’s Go to Anyer ini membludak. Dari awal dibatasi hanya 500 peserta, ternyata hingga 800 lebih goweser yang ikut serta.

”Pesertanya di luar dugaan, dari rencana 500 peserta, ternyata diikuti lebih dari 800 peserta,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, AKBP Abdul Majid dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019)

Majid juga menambahkan, sebanyak 800 goweser tersebut dari berbagai umur dan profesi, dari dalam dan luar Provinsi Banten. ”Bahkan dari luar negeri ada, wisatawan dari Belgia ikut serta di Fun Bike Sejabat ini,” ujarnya.

Baca Juga:

Start dimulai dari Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang pukul 07.15 WIB. Acara yang digagas oleh Pemkab Serang dan BNN Provinsi Banten ini menyita perhatian masyarakat. Peserta disuguhi trek yang memanjakan mata. Jalan berliku di pegunungan dengan pepohonan yang masih alami. Lalu nampak Pantai yang menghampar sepanjang 5 kilometer sebelum finish.

Sementara itu, Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Serang tahun 2019 di Marina Anyer-Cinangka, Minggu (31/3/2019) juga berjalan sukses. Sekira 1.010 peserta datang dari berbagai wilayah di Banten, bahkan ada yang dari Sumatera dan Jawa Timur. Dalam perlombaan kali ini, terdiri dari 30 kelas. Paling bergengsi adalah kelas kicau burung Murai Batu dan Love bird.

Sekda Kabupaten Serang, Entus mahmud mengatakan, Event funbike maupun lomba burung berkicau merupakan salah satu upaya memulihkan pariwisata Anyer-Cinangka pasca tsunami Selat Sunda. “Wisata Pantai Anyer tidak terlalu berdampak dengan peristiwa tsunami, hanya saja rasa khawatir masyarakat yang perlu kita yakinkan. Kami yakinkan, bahwa Anyer aman bagi wisatawan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berkomitmen untuk terus membangkitkan wisata Pantai Anyer dan Cinangka pasca tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu. Sebagai andalan pada dimensi promosi, Pemkab Serang menggelar rangkaian event Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF).

Event rutin AKCF sudah memasuki tahun ketiga sejak dimulai pada 2017. Setiap tahun, selalu ada rangkain event yang berbeda untuk menarik wisatawan untuk datang, terutama para komunitas. Terbaru dan sudah dilaksanakan, yakni Lomba Burung Berkicau dan Fun Bike Sejabat yang telah digelar akhir Maret lalu.

Kemudian pada Juni direncanakan event Expo AKCF, Lomba Batik, dan Festival Silat Kaserangan Serang. Juli ada event Gemarikan dan Beach Clean Up. Selanjutnya pada Agustus lebih banyak event. Yakni Color Fun Run, Ngagurah Dano, dan Lomba Kuliner.

Pada September ada Lomba Mancing Selat Sunda, Anyer Krakatau Bike Festival, dan Anyer Krakatau Adventure Destination. Kemudian pada Oktober seiring dengan hari jadi Kabupaten Serang, ada AKCF Surfing Competition, Pameran UMKM, dan Festival Bedol Pamarayan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Serang Hamdani, sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, rangkaian AKCF harus dibuat rutin per bulan. “Dua kegiatan telah kami gelar yang mengundang komunitas burung dan komunitas sepeda. Agenda selanjutnya akan kami gelar,” ujarnya.

(akn)

Bawa 24 Kg Sabu dan 13 Ribu Ekstasi dari Malaysia, 3 Pria Diamankan

loading…

Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, saat pengungkapan barang bukti yang disita, Kamis (4/4/2019) di Pekanbaru. Foto Okezone/Banda HT

PEKANBARU – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dari Negara Malaysia. Sebanyak 24 Kg sabu dan 13.000 butir pil ekstasi disita petugas. Narkoba bernilai puluhan miliar rupiah ini rencananya akan diedarkan di Provinsi Riau. Petugas mengamankan tiga orang yang membawa barang terlarang itu.

“Ketiga tersangka yang kita amankan berinisial AR, RS serta A,” kata Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, Kamis (4/4/2019) dalam jumpa persnya di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, bahwa penyelundupan sabu dan ekstasi itu melalui perairan. Rutenya adalah dari Perairan Malaysia Selat Malaka, kemudian bergerak ke pelabuhan di Kota Dumai dan Duri, Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga:

Setelah itu, merekapun bergerak ke darat. Di sana mereka bertemu di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Untuk membawa narkoba yang cukup banyak, mereka membawanya dengan menggunakan dua sepeda motor. Di mana disetiap motor dipasang kranjang. Dalam kranjang itulah diletakkan sabu-sabu.

Rencananya mereka akan membawa narkoba tersebut ke Kota Pekanbaru, Ibu Kota Riau. Petugas yang sudah mendapat informasi itu langsung bergerak melakukan penghadangan ketiganya. Dalam penyergapan itulah didapat sabu yang sudah dikemas dengan teh China. “Dalam kasus ini kita memburu dua tersangka lagi yang merupakan bandarnya,” tukasnya.

(sms)

Tak Mau Kompromi terhadap Penyelewengan Jabatan

loading…

Rekruitmen CPNS Provinsi Banten disesuaikan dengan kebutuhan khususnya untuk tenaga medis, dokter, apoteker, praktisi pertanian, hingga keahlian khusus kebinamargaan serta Guru dan dilaksanakan dengan test ketat dan murni karena kemampuan undividu.

PANDEGLANG – Gubernur Banten Wahidin Halim memang orang biasa dan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Ia hanya anak seorang guru yang sederhana. Waktu sekolah dulu ia pernah disuruh pulang oleh gurunya lantaran belum bayar iuran sekolah.

“Ayah saya tetap memberikan semangat agar saya tetap bersekolah. Saya tidak malu, dan tetap masuk sekolah. Waktu sekolah tidak ada bangku, ayah saya suruh saya bawa meja dari rumah. Dan waktu itu buku tulis saya cuma satu, kalau ada banjir saya amankan bukunya pake seragam, terus gak pake sepatu,” kenang Wahidin Halim.

Tuturan Gubernur Banten itu disambut tepuk tangan dan gelak tawa ratusan orang CPNS dan undangan yang hadir dalam pembukaan diklat prajabatan Jabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Prov Banten di Gedung BPSDM Pandeglang, Banten, Selasa, (2/4/2019).

Baca Juga:

“Saya dendam dan saya janji kalau saya jadi pemangku kebijakan saya akan bangun sekolahan, supaya tidak harus bawa meja dari rumah,” katanya.

Karena itulah saat jadi Wali Kota Tangerang, WH membangun 420 sekolah, dari sekolah dasar sampai esema esemka dengan standar yang bagus dan bangku-bangku pilihan. Ia mengecek langsung guru-gurunya, sampai penjaga sekolah semua ia beri insentif.

“Makanya saat saya jadi gubernur saya langsung keluarkan kebijakan untuk menggratiskan sekolah, bangun sekolah bahkan hingga bea siswa,” kata WH.

“Begitu juga untuk program kesehatan, saya akan bayarin semua warga BPJS nya. Kalau mau gratis tinggal masuk ke RSUD yg punya Pemprov. Sekarang saya bangun dan saya lengkapi fasilitasnya,” ujar WH menggebu.

Wahidin Halim juga mengatakan, dirinya orang yang apa adanya, sejak kanak dididik sederhana, “Saya dulu sering angon kebo (menggembala kerbau). Saya merasakan apa yang dirasakan rakyat, itu sebabnya saya sudah janji untuk mewakafkan diri saya untuk Provinsi Banten.”

WH mengaku tidak bisa pencitraan. Bagi dia, salah katakan salah, benar katakan benar. Dan dia merasa harus konsisten menjalankan amanah.

Sejak Banten dipimpin WH, telah banyak yang berubah, selain WTP dan pengelolaan Keuangan Terbaik, Pengakuan Kepatutan dari Ombudsman RI, berbagai Penghargaan dari Pemerintah Pusat, Gubernur yang Inovatif.

“Provinsi Banten juga terus membenahi dan membangun jalan di seluruh wilayah Banten. Saat ini sudah hampir 90% jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Provinsi Banten telah diperbaiki. Sekarang kalau mau ke Anyer atau ke Carita bisa lewat mana saja, silakan dicoba. Mau lewat Pandeglang, lewat Ciomas, lewat Padarincang, atau lewat biasa ke Cilegon, semua sudah bagus,” terang WH.

Sebagai informasi, rekruitmen CPNS Provinsi Banten disesuaikan dengan kebutuhan khususnya untuk tenaga medis, dokter, apoteker, praktisi pertanian, hingga keahlian khusus kebinamargaan serta Guru dan dilaksanakan dengan test ketat dan murni karena kekampuan undividu yang bersangkutan.

“Selain itu diawasi langsung oleh Gubernur Banten agar tidak ada titipan ataupun nepotisme di dalamnya, beberapa di antaranya ditanya langsung oleh Gubernur. Kalau ada yang bayar, laporkan sama saya,” tegas Gubernur.

(akn)

Aspal Karet dan Bio Fuel Muba Entaskan Masyarakat dari Kemiskinan

loading…

Persoalan angka kemiskinan dan pengangguran rendah di bawah nasional di Kabupaten Musi Banyuasin merupakan situasi paradoks. Pasalnya, 80% masyarakat Muba merupakan petani dari perkebunan karet dan sawit.

SEKAYU – Persoalan angka kemiskinan dan pengangguran rendah di bawah nasional di Kabupaten Musi Banyuasin merupakan situasi paradoks. Pasalnya, 80% masyarakat Muba merupakan petani dari perkebunan karet dan sawit.

“Jadi angka pengangguran yang rendah dan kemiskinan tinggi itu tidak berlaku di Muba atau tidak berdampak langsung kepada angka kemiskinan di Muba, ini sangat paradoks, Muba ini 80% masyarakatnya petani karet dan sawit,” ujar Bupati Muba Dodi Reza di sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Kerja Daerah Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2020 dan meluncurkan Kebijakan Satu Peta Kabupaten Muba di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, angka kemiskinan di Muba disebabkan harga karet dan sawit yang saat ini sangat anjlok. Kondisi ini merupakan pengaruh dari harga pasar dunia. “Jadi, permasalahan kemiskinan di Muba saat ini karena harga sawit dan karet sangat rendah dan ini dipengaruhi oleh pasar internasional, dan saat ini solusinya sudah ada, yakni implementasi pembangunan jalan aspal karet dan bio fuel,” tegasnya.

Baca Juga:

Oleh sebab itu, saat ini penerima Penghargaan Kepala Daerah Inovator dari Kementerian PUPR atas inovasi aspal karet tersebut terus gencar mengajak seluruh Kepala PD di Pemkab Muba terus berupaya maksimal untuk meningkatkan perekonomian mikro dari sisi pertanian atau perkebunan seperti yang saat ini sedang digencarkan dengan program pembangunan jalan aspal karet dan implementasi pengelolaan inti kelapa sawit menjadi BBM.

“Saya minta betul seluruh kepala PD terus gencar meningkatkan sisi mikro pertanian dan perkebunan. Saat ini aspal karet terus digencarkan, kalau tahun kemarin kita hanya satu ruas, tahun ini akan ada lima ruas pembangunan jalan aspal karet yang akan menyerap puluhan ton karet rakyat,” ulasnya.

Kemudian, saat ini upaya untuk meningkatkan harga kelapa sawit di kalangan petani rakyat, Pemkab Muba juga sedang gencar untuk merealisasikan inovasi pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati.

“Kita menggandeng ITB dan BPDP-KS, Insya Allah dalam waktu dekat akan terealisasi dan Muba akan menjadi inisiator penerapan energi baru terbarukan di Indonesia,” jelas Dodi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Muba, Ir Zulfakar MSi menyebutkan dengan dilaksanakannya Musrenbang RKPD Tahun 2020 ini untuk menyelaraskan program-program ke depan dengan Pemerintah Provinsi. “Jadi ke depan kebijakan program-program bisa selaras,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Sumsel, Regina Ariyanti ST Kabupaten Muba merupakan daerah keempat yang saat ini merealisasikan Kebijakan Satu Peta setelah OI, Banyuasin, dan Palembang. “Kami apresiasi Muba dengan telah menerapkan kebijakan satu peta yang tentunya selaras dengan kebijakan nasional,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga turut dihadiri Kepala Seksi Wilayah IB Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah I Direktorat Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ikha Purnamasari ST dan seluruh Perangkat Daerah Pemkab Muba.

(akn)

Jalan di Depan Yonif 122 TS Rusak Parah, Pemprov Sumut Tutup Mata

loading…

Jalan provinsi di depan markas Yonif 122 TS rusak parah. Pemprov Sumut diminta segera memperbaikinya. Foto/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Kerusakan ruas jalan provinsi di berbagai daerah di Sumatera Utara (Sumut) masih menjadi sorotan berbagai pihak. Seperti di Simalungun, ruas jalan provinsi belum mendapat perhatian serius.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Tanah Jawa dan Siantar mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang tidak peduli dengan kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Simalungun. (Baca Juga: Sempat Terputus 4 Hari, Ruas Jalan Siantar-Simalungun Kembali Normal)

“Jika hujan deras jalan di depan markas Batalyon 122 TS itu sering terjadi kecelakaan, karena banyak lubang yang digenangi air. Sehingga pengendara sepeda motor terjebak dan jatuh,” ujar tokoh pemuda di Kecamatan Siantar, Efendi Damanik.

Baca Juga:

Dia mengatakan, kerusakan jalan di depan markas Batalyon 122 TS sudah lebih dari 2 tahun belum juga diperbaiki.

Melihat seringnya kecelakaan di ruas jalan tersebut kata Efendi, masyarakat bersama prajurit Batalyon 122 TS sudah berulang kali gotong royong menimbun jalan itu.

“Namun penimbunan jalan rusak hanya bisa bertahan seminggu setelah itu rusak kembali,” kata Ketua PWI Simalungun itu.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Tanah Jawa Ngatijan Thoha mengatakan, jalan yang putus di Desa Marubun Jaya juga sudah lama dikeluhkan warga karena tidak diperbaiki setelah longsor akhir 2018 lalu.

“Jalan di Desa Marubun Jaya, November 2018 lalu juga sudah nyaris putus akibat longsor belum juga diperbaiki oleh Pemprovsu,” pungkas Ngatijan.

(rhs)

Madrasah Bantuan Warga Kota Padang Diresmikan, Anak-Anak Kembali Belajar dengan Nyaman

loading…

Lebih kurang delapan bulan belajar di bawah tenda pengungsian, sebanyak 202 pelajar Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Dusun Lekok Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara kembali belajar dengan nyaman seperti sediakala.

LOMBOK UTARA – Lebih kurang delapan bulan belajar di bawah tenda pengungsian, sebanyak 202 pelajar Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Dusun Lekok Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara kembali belajar dengan nyaman seperti sediakala.

Sebab, madrasah mereka yang hancur akibat gempa Agustus 2018 lalu telah selesai dibangun kembali berkat bantuan dan kedermawanan warga Kota Padang. Selasa (26/03/2019), Madrasah Syamsul Huda tersebut diresmikan secara bersama oleh Gubernur NTB, Wali Kota Padang dan Bupati Lombok Utara.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Mahyeldi mengatakan, bantuan dari warga Kota Padang merupakan bentuk kepedulian antar-sesama untuk merajut ukhwah islamiyah. “Kita juga pernah dilanda bencana dan banyak bantuan yang kita terima,” ungkap Mahyeldi.

Baca Juga:

Dipilihnya pembangunan sekolah sebagai peruntukan bantuan karena pendidikan merupakan awal dari semua hal. Walaupun pendidikan bukan segalanya. “Disamping itu, pada tahun 2035 kita akan menghadapi bonus demografi. Dimana 70 persen jumpah penduduk Indonesia akan diisi oleh generasi muda,” tutur Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan peran madrasah sangat menentukan dalam menciptaan generasi muda calon pemimpin bangsa. “Menghadirkan generasi muda yang bertalenta dengan wawasan dan keilmuan yang mempuni butuh keseriusan semua dalam dunia pendidikan,” tambah Mahyeldi yang didampingi Baznas Kota Padang dan beberapa pimpinan OPD Pemko Padang.

Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, Wisma Ningsih mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kepedulian warga Kota Padang terhadap warga NTB yang tertimpa bencana gempa.

Hal senada juga disampaikan Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Suhardi. Ia mengatakan, kepedulian antar sesama merupakan cikal bakal dari persatuan bangsa dan negara.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengucapkan terimakasih atas bantuan warga Kota Padang, Pemerintah Kota Padang dan Baznas Kota Padang. Sehingga anak-anak kami bisa lebih nyaman lagi dalam menuntut ilmu,” ujar Suhardi.

Ketua Yayasan Pendidikan Syamsul Huda, Hasan mengatakan, Madrasah Syamsul Huda memiliki siswa MI sebanyak 104 orang, MTs 46 orang dan PAUD 52 orang. “Siswa dan wali murid sangat senang sekali dengan bangunan sekolah yang baru ini. Ada enam ruang kelas, satu aula dan satu mushalla. Sekali lagi, kami warga Lekok mengucapkan terimakasih pada warga Kota Padang,” imbuhnya [Ulil Amri Abdi]

(akn)

DPMPTSP Muba Berlakukan Sertifikat Elektronik untuk Percepat Layanan

loading…

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pun segera memberlakukan penggunaan sertifikat elektronik dalam hal pelayanan perizinan satu pintu.

SEKAYU – Pesatnya digitalisasi tidak dapat disangkal dalam bidang administrasi dan tata kelola pemerintahan. Sehingga semua bentuk dokumen bertransformasi menjadi dokumen digital. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pun segera memberlakukan penggunaan sertifikat elektronik dalam hal pelayanan perizinan satu pintu.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba Erdian Syahri mengungkapkan, Pemkab Muba pada Selasa (9/4) nanti, akan menandatangani kesepakatan bersama dengan Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang penggunaan sertifikat elektronik.

Erdian mengungkapkan penggunaan sertifikat elektronik, yaitu penandatangan berkas layanan oleh kepala perizinan dengan menggunakan teknologi digital yang dapat dilakukan melalui smart phone sehingga dirinya bisa melakukan penandatangan berkas perizinan di mana saja, tanpa harus menunggu besok atau di kantor. “Saya bisa menandatangani berkas di manapun, istilahnya semuanya layanan dalam kantor DPMPTSP ada dalam genggaman,” katanya.

Baca Juga:

Walapun bisa melakukan penandatanganan di mana saja, akan tetapi proses administrasi tetap dilakukan pengecekan berkas adminitrasinya terlebih dahulu untuk memastikan kelengkapan persyaratan.

“Saya baru bisa melakukan penandatanganan ketika syarat-sayaratnya sudah lengkap, setelah dilakukan pengecekan pada file yang sudah disiapkan dalam aplikasi, dan jika adminitrasi telah terpenuhi syarat dan ketentuannya sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan SOP layanan baru saya langsung tanda tangani berkas melalui Teknologi digital yang telah kita siapkan,” bebernya.

Dengan sistem tersebut, Erdian berharap bisa mempermudah masyarakat yang akan mengurus perizinan. Sehingga kepastian waktu dan biaya dapat terukur, serta tidak ada lagi istilah pungutan liar atau pungli. “Tidak ada lagi istilah lama dan pungli, jika semua syarat lengkap maka saya bisa melakukan penandatangan dimana saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Pelaporan dan Peningkatan Pelayanan DPMPTSP Muba, Yunita Indriaty, mengatakan, sampai April ini sudah ada 20 jenis perizinan dan non perizinan yang diproses dari aplikasi si cantik sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Ini untuk penyeragaman persyaratan dan prosesnya sama,” jelas dia.

(akn)

Bongkar Politik Uang, Bupati Rejang Lebong Janjikan Hadiah Rp10 Juta

loading…

Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi menyediakan hadiah Rp10 juta bagi warga yang mengungkap praktik politik uang menjelang pencoblosan pada 17 April 2019. iNewsTV/Ismail Yugo Trianto

REJANG LEBONG – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi menyediakan hadiah Rp10 juta bagi warga yang mengungkap praktik politik uang menjelang pencoblosan pada 17 April 2019. Bupati juga menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan.

“Banyak Caleg yang meminta KTP ataupun KK, untuk mendata dan akan melakukan praktik politik uang. Kami akan berikan hadiah Rp10 juta bagi warga yang berhasil mengungkap politik uang,” kata Bupati seusai Deklarasi Bersama Pemilu Damai, Jujur, Bersih dan Bebas Money Politik di Aula Diklat Komp Danau Mas Harun Bastari, Kamis (4/4/2019).

Kegiatan deklarasi diawali dengan deklarasi dan pendandatanganan kesepakatan Pemilu damai olehsetiap ketua parpol serta pelepasan burung merpati sebagai wujud Pemilu damai dan bermartabat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Danrem 041 Gamas Bengkulu.

Baca Juga:

Hijazi menegaskan, tak hanya jeratan hukum, para pelaku politik uang akan didiskualifikasi dari kepesertaannya. Dia berharap langkah pencegahan ini bisa menjadi contoh oleh kabupaten-kabupaten lain.

(wib)

Langganan Macet, Gubernur WH Kerahkan PUPR Bersihkan Bahu Jalan Pasar Baros

loading…

Merasa kesal dengan kondisi jalan Pasar Baros, Pandeglang-Serang yang kerap macet, Gubernur Banten Wahidin Halim dalam seminggu ini terus keliling melakukan sidak di wilayah Pandeglang.

SERANG – Merasa kesal dengan kondisi jalan Pasar Baros, Pandeglang-Serang yang kerap macet, Gubernur Banten Wahidin Halim dalam seminggu ini terus keliling melakukan sidak di wilayah Pandeglang. Gubernur Banten langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Hadi Soerjadi untuk membersihkan bahu jalan yang kotor dan dipadati dengan pedagang.

“Coba ini bersihkan, pedagang pindahin ke dalam pasar. Bahu jalannya banyak sampah, bersihin. Ini bikin macet karena tidak tertib terus di sini,” ujar Gubernur kepada Kepala Dinas PUPR beserta jajarannya di UPT Serang-Cilegon, Selasa (2/4/2019).

Gubernur mengaku telah sering mendapatkan laporan tentang kemacetan yang terjadi di ruas jalan yang melintasi Pasar Baros dan sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kemacetan akibat aktivitas jual beli di pasar tidak akan terjadi apabila bahu jalan yang ada tetap dibiarkan menjadi hak pengguna jalan.

Baca Juga:

“Perekonomian pasar memang harus tetap jalan, tapi jangan menghambat perekonomian yang lain juga. Jadi harus saling berkesinambungan,” tuturnya

Usai memerintahkan jajarannya, petugas Dinas PUPR Provinsi Banten langsung membersihkan bahu jalan di depan Pasar Baros yang kotor dan mengganggu lahan jalan utama yang digunakan pengendara. Dinas PUPR langsung mengerahkan petugas teknis untuk menggali tanah yang mengotori jalan dan jadi gundukan di bahu jalan.

Selain itu, para pedagang yang sebelumnya memadati bahu jalan pun diminta untuk pindah ke dalam lokasi pasar agar petugas leluasa untuk membersihkan tempat tersebut. Selang beberapa lama setelah proses pembersihan, jalur Pasar Baros yang sebelumnya macet perlahan berangsur lancar.

Terpantau sejak Selasa malam hingga Rabu, (3/3/2019) UPT wilayah Serang Cilegon DPUPR Banten masih sedang memasang gorong-gorong, perapian bahu jalan dan sepadan jalan dengan hotmix dari Pasar Baros sampai depan Polsek Baros.

(akn)

Warga Disabilitas Dapat Perhatian Khusus pada HUT Ke-53 Kabupaten Batang

loading…

Pemerintah Kabupaten Batang merangkul semua lapisan masyarakat, termasuk kaum dhuafa dan disabilitas untuk merasakan kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Kabupaten Batang, Jawa Tengah. iNewsTV/Suryono Sukarno

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang merangkul semua lapisan masyarakat, termasuk kaum dhuafa dan disabilitas untuk merasakan kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Ny Uni Kuslantasi Wihaji didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko sambangangi warga disabilitas di Kecamatan Batang, Kamis (4/4/2019), untuk memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa santunan dan alat bantu bagi kaum disabilitas.

“Warga Disabilitas di Batang memang jumlah cukup banyak. Mereka orang-orang istimewa yang sangat membutuhkan perhatian kita,” kata Ny Uni Kuslantasih Wihaji

Baca Juga:

Kepala Dinas Sosial Djoko Tetuko mengatakan, penyandang disabilitas di Kabupaten Batang setiap bulan mendapatkan santunan. Pemkab Batang memberikan santunan sebesar Rp150.000 per bulan yang diberikan setiap lima bulan sekali. Sebagian besar juga merupakan sudah mendapatakan bantuan dari Program Keluarga Harapan.

“Penyandang disabilitas di Kabupaten Batang mendapatkan santunan sebanyak Rp150.000 per orang setiap bulanan melalui Bazis. Bagi kaum difabel yang kurang mampu juga bisa mengajukan alat bantu ke dinas sosial karena kita menyediakan stok,” jelasnya.

Alat bantu yang disiapkan berupa kursi roda, alat bantu dengar, alat bantu jalan atau kruk, dan lainnya. Bantuan ini dapat diperoleh dengan mengajukan usulan bantuan yang disertai data dan KTP yang bersangkutan.

(wib)

Peringati Isra Mi’raj, Pemko Tanjungpinang Gelar Tabligh Akbar

loading…

Dalam memperingati Isra Miraj, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Tabligh Akbar dengan penceramah Mukhlisuddin, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau di Masjid As Sakinah, Rabu (3/4/2019).

TANJUNGPINANG – Dalam memperingati Isra’ Mi’raj, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Tabligh Akbar dengan penceramah Mukhlisuddin, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau di Masjid As Sakinah, Rabu (3/4/2019).

“Isra mi’raj ini kita laksanakan agar ada progres dalam kualitas ibadah, selain kegiatan rutin tahunan, rasanya sangat perlu adanya perubahan dalam sikap dan tingkah laku, terutama dalam kualitas ibadah,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, dalam sambutannya.

Syahrul menjelaskan, peringatan Isra’ Mi’raj mengingatkan umat Islam tentang urgensi menegakkan salat lima waktu sebagai tiang agama. “Isra dan Mi’raj ini merupakan salah satu momentum untuk mengingat kembali pentingnya salat lima waktu dan mengulang kembali sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah sholat dengan segala kebesaran Allah SWT,” jelasnya.

Baca Juga:

Mukhlisuddin menyampaikan dalam tausyiahnya, mendirikan salat adalah hal yang tak terpisahkan dari diri seorang muslim, ibarat urat nadi yang terus berdenyut. “Amal yang pertama dihisab adalah salat, bila salatnya diterima, maka amal lainnya akan diterima, karena itu kami mengajak untuk mendirikan salat lima waktu, ibaratnya urat nadi yang terus berdenyut, sehingga tak dapat dipisahkan,” paparnya.

Mukhlis berharap, peringatan Isra’ dan Mi’raj bisa menjadi wahana silaturahmi dan momentum mengingat kembali pentingnya ibadah salat. “Silaturahmi akan merekatkan rasa persaudaraan dan solidaritas antar umat Islam, mari momentum Isra’ Mi’raj ini kita rayakan untuk menggalang kebersamaan sesama agar terbangun suasana yang harmonis, aman dan saling peduli, mari menjaga kualitas ibadah kita dengan melaksanakan sholat lima waktu dan memakmurkan masjid,” tutupnya.

Tabligh Akbar dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono, Kepala Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Ketua FKM Kota Tanjungpinang, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, FKPD, pimpinan OPD, ASN dan Honorer Kota Tanjungpinang serta masyarakat.

(akn)

Sempat Terputus 4 Hari, Ruas Jalan Siantar-Simalungun Kembali Normal

loading…

Jalan provinsi Pematangsiantar-Simalungun di Kecamatan Tanah Jawa kembali normal, namun kendaraan roda enam dilarang melintas, Kamis (4/4/2019). Foto/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Setelah 4 hari jalan provinsi Pematangsiantar-Simalungun di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun terputus akibat tebing jalan ambles, kini kendaraan roda empat dan sepeda motor sudah bisa melintas, Kamis (4/4/2019).

Camat Tanah Jawa Parolan Sidauruk mengatakan, perbaikan sementara dilakukan dengan menimbun jalan putus sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dan sepedamotor. (Baca Juga: Bupati Simalungun Desak PTPN IV dan Pemprov Sumut Perbaiki Jalan Putus)

“Masih dibatasi kendaraan yang melintas, hanya kendaraan roda dua dan empat saja untuk saat ini dan diatur dengan buka tutup,” sebut Parolan.

Baca Juga:

Menurut Parolan, jalan itu masih rawan ambles apalagi saat hujan deras turun sehingga kendaraan roda 6 ke atas masih dilarang melintas.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol H Panggabean menambahkan, pihaknya tidak mengijinkan roda 6 melintas karena berisiko menyebabkan jalan yang sudah ditimbun ambles kembali.

“Penanganan jalan putus masih dilakukan sementara hanya ditimbun. Jika dilintasi kendaraan roda 6 ke atas nanti dikhawatirkan ambles kembali, jadi sementara dilarang,” ujar Panggabean.

(rhs)

78 TPS Khusus Lapas dan Rutan Disiapkan KPU Jatim

loading…

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan 78 Tempat Pemangutan Suara (TPS) Khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di seluruh Jatim. Ilustrasi/SINDOnews

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan 78 Tempat Pemangutan Suara (TPS) Khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di seluruh Jatim. Jumlah TPS di rutan maupun lapas bervariasi, paling banyak Lapas Malang ada 11 TPS.

Kasubid Pengelolaan Benda Sitaan Negara (Basan), Barang Rampasan Negara (Baran) dan Keamanan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Alzuarman menambahkan, selain itu untuk Lapas Porong dan Rutan Medaeng terdapat 6 TPS. “Jumlah TPS menyesuaikan jumlah penghuni, ada yang 3, 2 atau 1 TPS saja,” katanya, Kamis (4/4/2019).

Sebelumnya, Kasubid Bimbingan dan Pengentasan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sukir mengungkapkan, di Jatim ada sekitar 14.116 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di 39 Lapas/ Rutan yang terdafatar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mayoritas WBP masuk dalam kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPT b). “Jumlah tersebut masih bisa bertambah,” tuturnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih mengupayakan perekaman e-KTP sebagai syarat WBP bisa menyalurkan hak suaranya. Karena itu, KPU memberi kebijakan penetapan DPT dan DPT b. Yang seharusnya 1 bulan sebelum Hari pemungutan suara harus sudah fix, tapi ada kelonggaran sampai hari H.

“Sepanjang surat suara masih ada dan identitas jelas serta terdaftar di DPT asal, maka akan diizinkan menyalurkan hak suaranya,” terang Pargiyono.

Saat ini, lanjut dia, jumlah WBP di Jatim lebih dari 27.000 orang. Dari jumlah itu, ada yang tidak punya hak pilih seperti anak dan WNA, namun jumlahnya tidak signifikan. Di sisi lain, sirkulasi WBP sangat dinamis karena setiap hari ada perubahan. Ada yang pindah, bebas atau meninggal dunia.

“Saat ini yang kami gencarkan adalah koordinasi dengan Dispendukcapil. Apalagi saat ini WBP sudah bisa memilih walau hanya memiliki Surat Keterangan saja,” lanjutnya.

(wib)

Gerombolan Monyet Serang Pondok Pesantren, Santri Ketakutan

loading…

Gerombolan monyet liar menyerang Pondok Pesantren Yayasan Sabilur Rosyad di Jalan Aci Dina, No1, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Kamis (4/4/2019) pagi. Foto Ponpes Sabilur Rosyad/iNews TV/Si

KOTAWARINGIN BARAT – Gerombolan monyet liar menyerang Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Sabilur Rosyad, TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jalan Aci Dina, No1, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Kamis (4/4/2019) pagi.

Monyet yang berjumlah sekira 20 ekor selalu datang untuk mencari makan di dalam ponpes bahkan hingga masuk ke ruang ruang kelas. Kondisi ini membuat para santri dan santriwati ketakutan. Sebab tak jarang gerombolan monyet ini menyerang siapapun yang berada di ponpes.

“Sudah 3 bulan terakhir gerombolan monyet ini selalu datang di ponpes melalui semak belukar hutan di belakang ponpes. Kalau datang itu pagi jam 9 sampai 12 siang. Kalau sore jam 3-5 an. Tapi sekarang semakin banyak. Kalau datang mereka mengacak acak tempat sampah untuk mencari makan,” ujar Bendahara Yayasan Sabilur Rosyad Ustaz Muzaki kepada MNC Media, di ponpes, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga:

Dia mengatakan, para santri dan santriwati sering ketakutan lantaran gerombolan monyet ini sering mencakar jika didekati. “Ada satu monyet yang besar. Itu kayak bos nya gitu. Galaknya sekali. Kalau yang lain kecil kecil saja sebagai pengikunya,” timpalnya.

Seorang santriwati, Fitria Ningsih mengatakan, dirinya pernah dicakar salah satu monyet saat sedang beraktivitas di sekitar ponpes. “Ya saya pernah dicakar kena tangan. Takut semua para santri di sini. Semoga bisa ditangkap gerombolan monyet itu, karena sangat menganggu kami,” ujar bocah 10 tahun ini.

Semantara itu, Tim Animals Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kobar yang mendapat laporan dari pengurus ponpes langsung menuju lokasi untuk mengecek langsung.

Kasi Pencegahan Damkar Kobar, M Bisar mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan 7 anggota Damkar untuk mengecek adanya gerombolan monyet yang sering mengganggu aktivitas para santri.

“Kita tadi langsung menuju ponpes menggunakan speed dari mako Damkar. Saat kita tiba di lokasi gerombolan monyet ini sudah tidak ada. Diduga sudah lari di hutan belakang ponpes,” ujar Bisar.

Namun pihaknya akan terus memantau jika nanti gerombolan monyet ini kembali mengganggu di sekitar ponpes.

(sms)

Ridwan Kamil Minta Maaf, Jika Dinilai Mengganggu Peserta UN

loading…

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahan pada kunjungan monitoring pelaksanaan ujian nasional (UN). Foto/Istimewa

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahan pada kunjungan monitoring pelaksanaan ujian nasional (UN). Dia menegaskan, tidak ada sedikitpun niat dirinya untuk tidak mematuhi standar aturan Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS UN) Tahun Pelajaran 2018/2019.

“Kehadiran saya di sana ingin memberikan support dan motivasi pada peserta didik yang sedang melaksanakan UN dan saya sebelumnya telah mendapat izin untuk masuk dan melihat lebih dekat peserta ujian,” jelas Ridwan Kamil, Kamis (4/4/2019).

Dia menjelaskan, kunjungan monitoring UN ke SMKN 3 Bandung pada 27 Maret 2018 lalu dan SLB Wiyata Guna 27 Maret 2019, untuk memastikan bahwa pelaksanakan UN berjalan baik, termasuk melihat kesiapan kelengkapan sarana dan prasarananya. Di sisi lain, Ridwan Kamil pun mengapresiasi Ombudsman Jabar yang telah melakukan peran dan fungsinya dalam melakukan monitoring pelaksanaan UN di Jabar.

Baca Juga:

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dewi Sartika, menyampaikan hal senada. Bagi pihaknya, hal ini merupakan catatan penting untuk dapat menyelenggarakan UN di Jabar dengan lebih baik lagi.

Sebelumnya diberitakan, Ombudsman RI Perwakilan Jabar menyesalkan sikap Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang masuk ke ruang kelas saat siswa SMA/sederajat melaksanakan UNBK. Tindakan Gubernur yang akrab disapa Emil tersebut dinilai mengganggu proses ujian, terutama konsentrasi para siswa.

(wib)

Narapidana Ikuti UN Berbasis Komputer dengan Dikawal Petugas Lapas

loading…

DB seorang siswa berstatus narapidana mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di sekolahnya yakni di SMA Swasta Oikumene, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/4/2019). Foto iNews TV/Rahmat B

KENDARI – DB seorang siswa berstatus narapidana mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di sekolahnya yakni di SMA Swasta Oikumene, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/4/2019). Meski hanya seorang diri mengikuti Ujian Nasional namun pengawasan tetap dilakukan petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 A Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dengan menggunakan pakaian sekolah lengkap DB yang merupakan narapidana di Lapas Klas 2 A Kendari mengerjakan soal Ujian Nasional. Dengan penuh konsentrasi DB mengerjakan, jawaban soal-soal ujian tingkat SMA sederajat yang digelar serentak sejak hari Senin 1 April 2019.

Sebelumnya DB ditahan di Lapas Klas 2 A Kendari karena kedapatan melakukan pencurian dan sudah divonis 4 bulan penjara.

Baca Juga:

Kepala SMA Swasta Oikumene Kendari Iriani Rustiah mengatakan, meski siswanya berstatus narapidana namun dia berhak untuk mengikuti Ujian Nasional.

Hingga hari ketiga pelaksanaaan Ujian Nasional DB tetap mengikuti ujian dengan baik dan tidak terganggu meskipun mendapat pengawalan ketat dari petugas Lapas Klas 2 A Kendari.

Sementara itu Tisar Petugas Lapas Klas 2 A Kendari mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM memberikan hak kepada yang bersangkutan untuk mengikuti Ujian Nasional dengan pengawalan petugas. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada DB mengenyam pendidikan meski tersangkut kasus hukum.

(sms)

Tolak Vendor Luar, Pengusaha Asli Papua Geruduk Kantor Pertamina Sorong

loading…

Pengusaha lokal asli Papua penyedia lapangan kerja (vendor) di bidang perminyakan, bersama tenaga kerja menolak adanya pengusaha dari luar Papua di PT Pertamina EP Field Papua. Foto iNews TV/Chanry AS

SORONG – Pengusaha lokal asli Papua penyedia lapangan kerja (vendor) di bidang perminyakan, bersama tenaga kerja menolak adanya pengusaha dari luar Papua di PT Pertamina EP Field Papua. Para pengusaha lokal ini juga menolak sejumlah tender proyek di Pertamina Sorong yang tidak melibatkan para pengusaha asli Papua.

Penolakan tersebut, diwarnai aksi protes oleh ratusan pekerja dan lima vendor lokal di halaman kantor Pertamina EP Aset 4 Papua Field Sorong, Kamis (4/4/2019) pagi tadi.

“Kami minta supaya pengusaha dari luar Papua jangan masuk di Papua, masih ada pengusaha-pengusaha asli Papua yang mampu, ini kami punya gunung tanah, dan kita harus menikmatinya, hal itu juga diatur dalam Undang-undang Otsus Papua,” ujar Vendor Lokal, Max Izak Fonataba.

Baca Juga:

Aksi damai dengan membentangkan spanduk bernada protes disampaikan oleh tenaga kerja dan vendor lokal seperti, ‘Kami pengusaha lokal beserta karyawan menolak pengusaha dari luar Papua di PT. Pertamina EP Field Papua, ‘; ‘Berdayakan Pengusaha Lokal’; ‘Kami Minta Keadilan di Tanah Kami Sendiri’.’Kami Menolak Pengusaha Luar Papua, Mengatur Kami’.

Selain itu, Kordinator Lapangan (Korlap) aksi damai, Speanyer Momot, berharap tidak ada lagi vendor yang masuk ke Papua, selain vendor lokal yang ada di Sorong.

“Kami berharap sudah tidak ada lagi vendor yang masuk di sini, di Papua ini, selain vendor lokal yang ada di Sorong. Aturan yang Pertamina pakai untuk menghalang dan mempersulit kami, jangan dipakai di Papua, karna kami diatur oleh undang-unang Otsus,” tegas Momot.

Aksi damai yang dilakukan oleh lima vendor lokal diantaranya, PT Braga Indah, PT VOA Waya, PT Prima Alfa, PT Bersaudara Imbaya, PT Nombro Jaya ini minta, agar Pertamina juga harus mengacu pada Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Usai melakukan aksinya, para pendemo langsung diterima oleh pihak PT Pertamina EP Field Sorong dan hingga berita ini diturunkan kedua belah pihak masih melakukan pertemuan tertutup di ruang rapat PT Pertamina EP Filed Sorong.

(sms)

Gandeng Pemda Setempat Bea Cukai Tasikmalaya Deklarasikan Stop Rokok Ilegal

loading…

Bea Cukai Tasikmalaya memusnahkan barang-barang hasil penindakan selama tahun 2018 di halaman Kantor Bea Cukai Tasikmalaya pada Selasa (26/03/2019).

TASIKMALAYA – Bea Cukai Tasikmalaya memusnahkan barang-barang hasil penindakan selama tahun 2018 di halaman Kantor Bea Cukai Tasikmalaya pada Selasa (26/03/2019). Pemusnahan barang dengan cara pembakaran tersebut dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat dan instansi terkait.

Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, Noviandi mengungkapkan, barang-barang yang dimusnahkan tersebut terdiri dari 289.780 gram tembakau iris, 30.240 batang rokok dan 12.995 ml Vape Liquid . “Barang-barang tersebut ditegah oleh Bea Cukai Tasikmalaya karena ilegal dan terbukti kedapatan tanpa dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu,” ungkap Noviandi.

Selain pemusnahan, pada kesempatan yang sama dilaksanakan juga deklarasi stop rokok ilegal bersama jajaran pemerintah daerah Priangan Timur yang dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya. Sebagai bentuk deklarasi, perwakilan dari kedua belah pihak membubuhkan tanda tangan pada sebuah spanduk bertuliskan wall of commitment. “Deklarasi ini dilakukan karena sejauh ini masih banyak produsen tembakau yang masih ilegal,” ujar Noviandi.

Baca Juga:

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama bahwa disekitar kita masih banyak terdapat rokok ilegal yang sangat merugikan penerimaan negara dan masyarakat. “Semoga kedepannya sinergi antar instansi semakin baik dalam memberantas peredaran rokok ilegal dan kesadaran masyarakat terhadap merugikannya rokok ilegal semakin meningkat,” ungkap Noviandi.

(akn)

Rumah Tertimpa Tanah Longsor, Seorang Warga Semarang Tewas

loading…

Sejumlah warga Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kerja bakti membersihkan material tanah longsor yang menimpa rumah tetangganya, Maryaman, Kamis (4/4/2019). Foto/Istimewa

SEMARANG – Seorang warga Dusun Gembongan RT 01/RW 05, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Daryati (30), tewas setelah rumah tertimpa tanah longsor, Kamis (4/4/2019) pukul 03.00 WIB. Tebing setinggi 15 meter longsor menimpa rumah Mariyaman, setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jambu.

Rumah milik Mariyaman rusak berat dan kerugian yang ditimbulkaan akibat kerusakan tersebut mencapai Rp100 juta. “Penyebabnya faktor alam. Disamping itu, saluran pembuangan air di daerah tersebut juga kurang sempurna sehingga air hujan menggerus tanah,” kata Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono.

Dia mengatakan, tebing setinggi 15 meter dengan panjang mencapai 30 meter yang berada di atas rumah korban longsor karena tergerus air hujan. Kondisi tanah yang gembur membuat tebing rawan longsor saat terjadi hujan deras.

Baca Juga:

Menurut Iptu Budi, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, saat kejadian terdengar suara gemuruh yang cukup kencang. Beberapa warga langsung ke luar rumah dan melihat rumah korban sudah tertimbun tanah.

“Mereka langsung memberikan petolongan keepada penghuni rumah. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada warga yang tertimbun,” ujarnya.

Mengetahui ada yang tertimbun, sejumlah warga langsung melakukan pencarian. Selang beberapa waktu kemudian, korban berhasil dievakuasi. Namun korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

(wib)

Percontohan Smart District, Kecamatan Sekayu Dapat Internet dan Website

loading…

Plt Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando menyaksikan Camat Sekayu Marko Susanto melakukan uji kecepatan jaringan akses internet dari Dinkominfo Muba di Ruang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), Rabu (2/4/2019) di Kantor Kecamatan Sekayu.

SEKAYU – Setelah dinyatakan sebagai salah satu dari 100 Kabupaten/Kota Smart City di Indonesia, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba langkah-langkah strategis terus dilakukan, salah satunya diimplementasikan melalui Program Smart District (Kecamatan Cerdas).

Menurut Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt. Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando, sebagai langkah awal program ini, Kecamatan Sekayu sebagai Ibu Kota Kabupaten Muba dijadikan percontohan program Smart District.

“Untuk mendukung program itu, kami (Dinkominfo Muba) telah memasang jaringan koneksi internet di kantor kecamatan beserta semua kantor kelurahan di Sekayu dan saat ini kantor-kantor tersebut sudah dapat mengakses internet yang diberikan Dinkominfo Muba”, ujar Dicky Meiriando ketika melakukan speed test jaringan akses internet (2/4/2019) di Kantor Kecamatan Sekayu.

Baca Juga:

Selain itu, Dinkominfo Muba juga telah memfasilitasi pembuatan website untuk Kecamatan Sekayu, Kelurahan Serasan Jaya, Kelurahan Soak Baru, Kelurahan Balai Agung dan Kelurahan Kayuara. Website tersebut telah terkoneksi satu sama lainnya dan terintegrasi dalam website Pemkab Muba.

“Dengan telah tersedianya jaringan koneksi internet dan website, tinggal melengkapinya dengan aplikasi-aplikasi digital untuk mendukung layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik. Nanti, kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah atau instansi pemerintahan yang telah memiliki aplikasi untuk dapat melakukan integrasi sistem elektronik dengan Kecamatan dan Kelurahan di Sekayu,” harap Dicky.

Sementara itu, Camat Sekayu Marko Susanto mengatakan berterima kasih kepada Bupati Muba melalui Dinkominfo Muba yang telah menjadikan Kecamatan Sekayu sebagai Pilot Project Program Smart District yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di Kecamatan Sekayu menuju Government 4.0.

“Keberadaan internet dan website ini tentu memberikan manfaat yang sangat besar bagi aparatur kecamatan dan kelurahan di Sekayu. Tentu dengan adanya perangkat IT ini diharapkan dapat membantu aparatur Kecamatan dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan secara efektif dan efisien, serta nantinya dapat membantu memberikan kemudahan dalam pelayanan masyarakat. Saya juga berharap program positif ini nantinya dapat diperluas sampai keseluruh desa yang ada di dalam Kecamatan Sekayu”, ujar Marko.

(akn)

Marak Penangkapan Benur, TNI AL Bengkulu Sita Ratusan Jaring Nelayan

loading…

TNI AL Bengkulu lakukan penyitaan ratusan jaring nelayan, Kamis (4/4/2019). iNewsTV/Ismail Yugo Trianto

BENGKULU – TNI AL Bengkulu lakukan penyitaan ratusan jaring nelayan, Kamis (4/4/2019). Operasi penindakan ini merupakan tindak lanjut atas maraknya penangkapan baby lobster atau benur oleh nelayan di perairan Muara Sabat, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Dalam operasi ini, TNI AL bekerja sama dengan Balai Karantina Provinsi Bengkulu dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur. TNI AL Bengkulu menyita 116 jaring dari 16 nelayan yang digunakan untuk menangkap benur.

Danlanal Laut Bengkulu Letkol Laut (L) M Andi Wahyu Sudrajat mengatakan, setelah melakukan penyitaan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada nelayan terkait larangan dan sanksi atas aktivitas penangkapan benur.

Baca Juga:

Belasan nelayan bersedia membuat pernyataan tidak mengulangi aktivitas penangkapan benur dan bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku jika melanggar. “Kita melakukan pendekatan persuasif kepada para nelayan. Jika masih tetap membandel akan diproses secara hukum yang berlaku,” tegas Andi.

(wib)

2 Sungai Meluap, Tiga Kecamatan di Kendal Terendam Banjir

loading…

Akibat dua sungai besar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meluap, tiga wilayah kecamatan di sekitar bantaran sungai terendam banjir, Kamis (4/4/2019). iNewsTV/Eddie Prayitno

KENDAL – Akibat dua sungai besar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meluap, tiga wilayah kecamatan di sekitar bantaran sungai terendam banjir, Kamis (4/4/2019). Ketinggian air mencapai satu meter dan warga masih bertahan di rumah masing-masing.

Sungai Blorong dan Sungai Kendal meluap akibat curah hujan tinggi sehingga tak mampu menampung debit air yang besar. Meluapnya Sungai Blorong dan Sungai Kendal mengakibatkan ratusan rumah di sepanjang bantaran sungai terendam.

Banjir mulai menggenangi pemukiman warga Kamis pagi setelah sebelumnya wilayah Kendal diguyur hujan sejak Rabu 3 April 2019 malam. Akibat meluapnya Sungai Blorong dan Sungai Kendal ini, tiga kecamatan terendam banjir hingga mencapai ketinggian satu meter.

Baca Juga:

TIga kecamatan yang terendam, yakni Kota Kendal, Brangsong, dan Ngampel. Wilayah terparah yang terendam, yakni di Desa Ngampel Kulon dan Rejosari Bransong, ketinggian air mencapai satu meter. Warga masih bertahan di rumah karena banjir biasanya akan surut setelah debit air di sungai mulai berkurang.

Menurut seorang warga, Subhan, air mulai masuk ke pemukiman dan menggenangi rumah warga sejak Kamis dini hari. Warga yang sudah mengantisipasi banjir Sungai Blorong ini menyelamatkan barang berharganya di tempat yang lebih tinggi.

(wib)

KPU Pangandaran Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

loading…

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Dusun Kalapatiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). SINDOnews/Syamsul Maarif

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Dusun Kalapatiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019).

Ketua KPU Pangandaran Muhtadin mengatakan, pada simulasi tersebut, KPU menggunakan standar yang akan digunakan saat pemungutan dan penghitungan suara yang bakal dilaksanakan Rabu 17 April 2019 mendatang. “Simulasi ini sama persis dengan aslinya, sekitar pukul 07.00 WIB para pemilih akan mulai berdatangan ke area TPS 16,” katanya.

Pada simulasi tersebut melibatkan warga sekitar TPS dari berbagai unsur, di antaranya pemilih pemula, pemilih yang berusia diatas 60 tahun. “Calon pemilih diarahkan langsung ke meja daftar hadir pemilih dan selanjutnya melakukan pemeriksaan seperti penyesuaian KTP dan formulir C6,” tambahnya.

Baca Juga:

Pemeriksaan tersebut guna mensinkronkan berkas sesuai dengan DPT atau tidak dan jari tangan calon pemilih pun diperiksa. Setelah tahapan tersebut pemilih harus tanda tangan kedatangan dengan formulir C7 yang disesuaikan dengan jenis kelamin.

“Pemilih juga menerima nomor urut panggilan, namun pemilih harus menunggu giliran pencoblosan di tempat yang sudah disiapkan,” sebutnya.

Setelah prosesi pencoblosan di bilik suara, pemilih memasukkan kertas suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara sesuai dengan warna. “Simulasi ini bertujuan mengecek kesiapan dari penyelengara pemilu dan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan waktu yang dibutuhkan setiap tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” terangnya.

(wib)

Longsor di Freeport, Dua Pekerja Terluka dan Dua Lainnya Belum Diketahui Nasibnya

loading…

Longsor bebatuan dari conveyor terjadi di area ore bin 6, conveyor 66, feeder 6 MLA, mile 74, area PT Freeport Indonesia, Rabu 3 April 2019 sekitar pukul 16.10 WIT. iNewsTV/Nathan Making

KOTA TIMIKA – Longsor bebatuan dari conveyor terjadi di area ore bin 6, conveyor 66, feeder 6 MLA, mile 74, area PT Freeport Indonesia, Rabu 3 April 2019 sekitar pukul 16.10 WIT. Akibat longsoran tersebut, dua pekerja terluka, yakni Meksy Kembuan dan Yohanis Yoku. Sedangkan dua pekerja lainnya, yaitu Kawi Yanto Waroy dan Taufik Adnin Rasyad masih dicari sampai Kamis (4/4/2019).

Berdasarkan keterangan dari Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia, awal kejadian sekitar pukul 16.00 WIT, korban Meksy Kembuan sedang membersihkan feeder yang rusak diduga akibat kejatuhan bebatuan. Setelah membersihkan feeder, korban beristirahat dan dilakukan tes running feeder. “Namun, masih mengalami kerusakan, sehingga korban kembali memperbaikinya,” katanya.

Setelah itu, korban menuju ke head 66 untuk menyalakan bim blast, namun belum sampai di head 66 terjadi longsor bebatuan dari dalam ore bin 6. Korban pun langsung berlari sambil berteriak meminta bantuan rekannya. Saat berlari korban sempat terjatuh hingga mengalami luka lecet dan bengkak pada lutut kiri.

Baca Juga:

“Hingga saat ini belum tahu pasti penyebab terjadinya longsor tersebut, namun tim sedang melakukan investigasi terkait terjadinya longsor tersebut,” ujar Kompol I Nyoman Punia.

Selain Meksy Kembuan, saat longsor di area tersebut ada tiga pekerja lainnya, yakni Yohanis Yoku, Kawi Yanto Waroy, dan Taufik Adnin Rasyad. Akibat longsor itu, dua orang terluka yakni Meksy Kembuan dan Yohanis Yoku. Kedua korban sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Tembagapura.

Sedangkan Kawi Yanto Waroy dan Taufik Adnin Rasyad masih dicari Tim ERG Freeport bersama tim medis dan kepolisian. “Untuk karyawan dua orang yang belum ditemukan yakni Kawi Yanto Waroy dan Taufik Adnin Rasyad hingga kamis ini masih dicari tim ERG Freeport bersama tim medis dan kepolisian. Kami berharap keduanya dalam keadaan selamat saat ditemukan nanti,” tambah Kasat Intel Polres Mimika AKP Sudirman.

(wib)

Dinas TPHP: Gapoktan Sumber Makmur Catat Transaksi Keuangan Mencapai Rp1 Miliar

loading…

Rapat Anggota Tahunan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur, Desa Pangkalan Satu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Kalteng mencatat transaksi keuangan Rp1 miliar. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Rapat Anggota Tahunan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur, Desa Pangkalan Satu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Kalteng mencatat transaksi keuangan yang sangat prestisius pada 2018, yaitu mencapai angka Rp1.021.166.678.

Hal tersebut disampaikan oleh Dindin Sarifudin, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (4/4/2019). Menurut Dindin, tingkat kesejahteraan petani yang masih rendah disebabkan lemahnya akses terhadap pemodalan.

Untuk itu, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh penyuluh adalah memberikan akses dalam penguatan modal kepada Gapoktan. Hal tersebut untuk mengembangkan agribisnis melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang masuk ke Kabupaten Kotawaringin Barat sejak 2008.

Baca Juga:

“Ini merupakan program strategis Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat tani di perdesaan,” ujar Dindin.

Dindin Sarifudin mengatakan, dari modal awal pada 2010 sebesar Rp100 juta terhitung per 31 Desember 2018 telah berkembang menjadi Rp.487.236.718,- ini berarti dana tersebut telah berkembang lebih dari 400%.

Lebih lanjut Dindin Sarifudin menambahkan, Gapoktan “Sumber Makmur” Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai merupakan salah satu Gapoktan penerima dana Program PUAP pada 2010. Upaya pengembangan modal yang dilakukan dengan menyalurkan dana pinjaman kepada semua petani dengan prinsip dari petani oleh petani dan untuk petani.

Semua syarat pinjaman ditetapkan bersama sehingga akses petani terhadap permodalan menjadi lebih mudah. “Tingkat capaian yang diperoleh Gapoktan Sumber Makmur ini dapat dijadikan role model dan percontohan bagi kelompok tani yang lain yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkasnya.

(wib)

Terekam CCTV, Relawan Cawapres Ditangkap Mencuri di Hotel

loading…

Seorang pemuda, Nofrizal (43), tersangka pencurian di salah satu hotel berbintang di Kota Bukittinggi tak berkutik saat ditangkap polisi ketika berada di rumahnya di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Foto/MNC Media/wahyu Sikumbang

BUKITTINGGI – Seorang pemuda, Nofrizal (43), tersangka pencurian di salah satu hotel berbintang di Kota Bukittinggi tak berkutik saat ditangkap polisi ketika berada di rumahnya di kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Di rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti sebuah tas milik tamu hotel berisi uang ribuan dolar dan puluhan kartu kredit dan kartu atm berbagai bank.

Aksi pencurian oleh tersangka terjadi di sebuah hotel di Jalan Laras Datuk Bandaro, Kota Bukittinggi, pada Rabu 6 Maret 2019, sekitar pukul 19.00 WIB malam.

Baca Juga:

Saat kejadian, tersangka yang mengaku sebagai relawan salah satu cawapres ini sedang menemui teman-temannya sesama relawan dan tim sukses yang mengadakan pertemuan di hotel usai menggelar kampanye di kawasan taman jam gadang Bukittinggi.

Kepada polisi tersangka berdalih awalnya tidak berniat mencuri. Namun karena melihat ada pintu kamar yang terbuka, maka munculah niatnya untuk masuk ke dalam kamar dan mengambil barang yang ditinggal di dalam kamar.

“Saat itu saya sedang penyambutan pak cawapres dan janjian di hotel dengan tim dari Gerindra, karena lama menunggu maka saya jalan-jalan di dalam hotel sambil menelpon kawan-kawan, saat itu lah saya melihat ada kamar yang terbuka, saya masuk ke kamar yang ternyata kosong lalu mengambil barang yang ada di dalam, ada 2 kamar yang saya masuki tapi cuma satu yang ada barangnya,” kata Nofrizal (43), tersangka pencurian.

Naas, aksi tersangka nofrizal terekam kamera CCTV hotel. Dari rekaman kamera CCTV, tersangka terlihat bolak-balik sambil berpura-pura menelpon. Tersangka juga terlihat mencari-cari pintu kamar hotel yang tidak terkunci.

Dari dua kamar yang dimasuki, tersangka hanya berhasil mengambil barang tamu di kamar yang berada di lantai satu. Sementara di kamar lain yang berada di lantai tiga, tersangka tidak menemukan barang yang ditinggal karena tamu menyimpan barangnya di safety box.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi Muhammad Akbar Mekuo menyebutkan, polisi yang awalnya kehilangan jejak akhirnya berhasil menangkap tersangka setelah keberadaannya terlacak ketika tersangka mencoba menggunakan salah satu kartu ATM bank di mesin ATM di kota Padang Panjang.

“Tim langsung bergerak mencari informasi dan identitas pelaku dari rekaman CCTV yang ada di hotel, lalu ada informasi pelaku mencoba melakukan transaksi salah satu kartu ATM yang dicuri di wilayah Padang Panjang, modus pelaku pura-pura menelpon seseorang sambil bolak-balik di hotel lalu mencari kamar-kamar yang tidak dikunci, dia berhasil masuk ke dua kamar namun yang berhasil dan ada barang tamu hanya di satu kamar, pelaku mengaku salah satu relawan cawapres karena memang pada saat kejadian ada salah satu cawapres yang sedang kampanye di Bukittinggi,” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi Muhammad Akbar Mekuo.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa tas, jam tangan, pena merek terkenal, serta uang kertas senilai USD1000, 600 Dolar Singapura, 400 Ringgit Malaysia, dan uang ratusan ribu rupiah. Total barang dan uang yang diambil tersangka berkisar empat puluh juta rupiah.

Menurut polisi, korban pecurian yang merupakan tamu hotel, adalah seorang perempuan yang berprofesi sebagai bendahara sebuah pesantren di kabupaten Tanah Datar.

Saat kejadian, korban meninggalkan kamar untuk mengikuti kegiatan di ruang pertemuan hotel. Kepada polisi, korban mengaku tidak mengunci pintu karena merasa pintu akan tertutup dan terkunci otomatis begitu ditinggalkan.

Namun ternyata, pintu kamar tidak tertutup sempurna. Korban baru menyadari barangnya hilang saat kembali ke kamar setelah kegiatannya selesai. Sementara, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara.

(pur)

Curi Besi Berdalih Butuh Duit, Warga Lamongan Diamankan Polisi

loading…

Tersangka warga Lamongan, Edi Sutrisno saat pemeriksaan di Mapolsek Kebomas. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan

GRESIK – Warga Desa Kelorarum, Kecamatan Tikung, Lamongan, Edi Sutrisno diamankan polisi. Pria berusia 24 tahun itu tepergok mencuri potongan besi di gudang pabrik Jalan Mayjen Sungkono.

Penangkapan bermula ketika seorang satpam bernama Ach Basri (35), melakukan patroli keliling gudang. Pria asal Desa Sumber Rejo, Pakal, Surabaya, itu mendapati pelaku sedang memanggul ember bekas cat. Setelah ditegur ember tersebut diturunkan.

Setelah dicek, di dalam ember ternyata berisi potongan besi. Basri pun dibawa ke pos untuk dilakukan introgasi. Setelah beberapa menit kemudian pelaku mengakui telah mencuri besi tersebut.

Baca Juga:

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepala regu. Kemudian, dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah petugas datang dan membawa pelaku ke Mapolsek Kebomas.

Kanit Reskrim Polsek Kebomas Ipda Moch Dawud menjelaskan, pencurian terjadi pada pukul 07.00 WIB. Faktor utama kasus pencurian tersebut karena masalah ekonomi. Rencananya, barang hasil curian akan dijual.

“Kepada kami tersangka memgaku, uangnya untuk kebutuhan hidup,” kata Dawud.

Mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik menambahkan, setelah dilakukan introgasi beserta pemeriksaan saksi, pelaku ditetapkan sebagai tersangka. “Tersangka sudah kami tahan,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Barang bukti berupa 15 potong besi dan satu ember bekas cat sudah diamankan.

Sementara itu, tersangka mengakui, bila dirinya nekad mencuri karena sedang mengalami masalah ekonomi. Dia butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Kalau mengharapkan dari kerja tidak mencukupi,” akunya.

(pur)

Ditinggal BTNT di Hutan, Empat Wartawan Terlantar di Lereng Tambora

loading…

Empat wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, ditinggal oleh mobil petugas Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) di tengah hutan lereng Gunung Tambora. Foto/MNC Media/Edy Irawan

BIMA – Pasca sehari kejadian tragis yang dialami empat wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, pihak Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) masih arogan dan berdiam diri.

Terkesan BTNT tak memiliki etika baik karena sejak rabu pagi, tak memberikan klarifikasi langsung kepada empat wartawan yang ditinggalnya di tengah hutan lereng Gunung Tambora.

“Pihak BTNT justeru menghubungi pihak Pemerintah Desa Piong untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian Empat Wartawan yang terlantar di lereng Tambora pada Selasa (2/4) kemarin,” Kata wartawan metromini.com
Agus Gunawan, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga:

Menurut Agus, hal itu disampaikan oleh Sekertaris Desa Piong, Syarif Hidayatullah saat dirinya dan tiga wartawan lainnya yakni Edy Irawan ( MNC Group), Azhar ( Net tv) dan Hermansyah (Bima Ekspres) hendak pamit untuk balik ke rumah masing masing pada Rabu (3/4) pagi.

Padahal, kejadian ini sendiri sudah diketahui oleh pihak BTNT sejak mencuat kasus wartawan terlantar yang ditinggal pulang oleh mobil BTNT di tengah hutan lereng Tambora.

“Seharusnya pihak BTNT menghubungi dan memberikan klarifikasi langsung kepada kami berempat atas persoalan kemarin, bukan menyuruh Pemerintah Desa untuk memberikan klarifikasi” tutur agus

Sebelumnya, melalui pesan WhatsApp Pihak BTNT juga merencanakan untuk memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut pada Rabu pagi. Namun, hal itu diundur pada kamis (4/4) karena pihak BTNT akan terlebih dahulu bertemu dengan pihak pemerintah desa.

Mengetahui hal itu, ke empat wartawan akhirnya bergegas pulang ke rumah masing masing di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima karena kesal dengan pihak BTNT yang dianggap sedikit arogansi dan gengsi untuk menghungi langsung ke empat wartawan.

Sementara, terkait pemberitaan kajadian empat wartawan terlantar di lereng Tambora, sudah menjadi viral di sejumlah media dan media sosial.

(pur)

Modus Bimbingan Belajar, Pria Bengkulu Utara Cabuli 8 Gadis Belia

loading…

SW (44) diringkus Jajaran Polisi Sektor Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Selasa (2/4/2019). Foto/Ismail Yogo Trianto

BENGKULU UTARA – Pelaku pencabulan 8 gadis belia, SW (44) diringkus Jajaran Polisi Sektor Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Selasa (2/4/2019).

Warga Desa Air Manganyau yang berprofesi sebagai petani ini ditahan petugas atas laporan kasus pencabulan terhadap 5 gadis belia sebut saja, RN, IS, RO, AT dan AI pada Desember akhir tahun lalu. (Baca Juga: Dicekoki Obat Batuk, Gadis Belia di Bengkulu Dicabuli 3 Pria)

Aksi pelaku terbongkar usai salah satu korban menceritakan kepada pihak keluarga. Setelah mencuat, sejumlah warga kembali membuat pengakuan jika anak-anaknya ikut menjadi korban asusila serupa.

Baca Juga:

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jufri mengungkapkan, tersangka melakukan aksinya dengan modus memberikan bimbingan belajar secara gratis.

Kepada aparat kepolisian tersangka mengaku telah mencabuli 8 anak di bawah umur. Masyarakat diharapkan segera melapor jika anak-anaknya menjadi korban pencabulan tersangka.

“Predator anak. Pelaku cabul dengan modus membimbing anak secara sukarela. Kita masih melakukan penggembangan. Yang baru lapor ada 5. Pengakuan tersangka ada 8 korban,” kata Jufri.

Pelaku yang saat ini telah menjadi tahanan aparat Kepolisian Polres Bengkulu Utara terancam UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

(rhs)

Ribuan Jamaah Hadiri Khataman Quran Nusantara di Makam Syekh Quro Karawang

loading…

Khataman Alquran Nusantara Bertauhid di Makam Syekh Quro, Pulobata, Karawang, Jawa Barat dihadiri ribuan jamaah. Foto/Sucipto

KARAWANG – Khataman Alquran Nusantara Bertauhid di Makam Syekh Quro, Pulobata, Karawang, Jawa Barat dihadiri ribuan jamaah. Mulai dari warga Karawang dan sekitarnya, Bobotoh Viking hingga komunitas bikers ikut membaca dan mengkhatamkan Alquran bersama-sama, Rabu (3/4/2019).

Inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar, mengapresiasi antusias masyakarat yang mengikuti khataman Alquran tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, kegiatan ini sebagai upaya membangun suasana yang menyejukkan dan menentramkan jelang Pemilu 2019. (Baca Juga: Kisah Syekh Quro Maha Guru Leluhur Cirebon dan Karawang)

“Berangkat dari fakta lapangan dan kenyataan yang berkembang, hari ini kondisi bangsa kian memanas. Maka dengan khataman Alquran, kita ingin menghadirkan suasana sejuk agar kita selamat damai dan aman,” terang Cak Imin.

Baca Juga:

Cak Imin memaparkan, Nusantara Bertauhid, bertujuan agar umat Islam terus bersatu meski saat ini ada kompetisi dan persaingan yang keras. “Kita berusaha memberikan ketentraman, kesejukan dengan tetap beradu program dan visi-misi. Karena yg menang adalah yang dikuatkan dengan doa dan usaha yang kuat,” katanya.

Selain khataman Alquran, acara diisi dengan penampilan haflah tilawah dari qori-qori juara internasional. Hal ini ditegaskan Cak Imin sebagai tabaruk kepada Syekh Quro sebagai waliyullah yang pertama mensiarkan Alquran di Nusantara.

Bibarokati Syekh Quro, insya Allah kita mendapatkan barokah menjadi mukmin kuat hingga akhir hayat, menjadi pejuang ahlusunah waljamaah yang menopang ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniyyah, dan ukhuwah basyariah,” tandas Cak Imin yang juga wakil ketua MPR.

Ketua Kornas Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid menegaskan, khataman Alquran ini harus lestari setiap hari dilaksanakan. Baik di rumah maupun di surau-surau.

“Mulai hari ini, khataman Alquran tidak hanya dilaksanakan siang ini. Tapi pada hari-hari selanjutnya untuk terus menggerakkan khataman Alquran,” terang Cak Jazil.

(rhs)

RKIH Dorong Kabupaten Pangandaran Jadi Wisata Kelas Dunia

loading…

Calon Anggota DPR RI dari Partai Perindo Linda Kartika Dewi bersama Dewan Pakar RKIH Mayor Jendral TNI Suharno dan Ketua Umum RKIH Kris Budihardjo. Foto/Syamsul Ma’arif

PANGANDARAN – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) mendorong potensi alam yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat untuk menjadi wisata kelas dunia.

Dewan Pakar RKIH Mayor Jenderal TNI Suharno yang juga sebagai Calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nomor Urut 60 mengatakan, RKIH fokus pada persoalan sosial, ekonomi dan budaya. (Baca Juga: Wujudkan Tujuan Wisata Dunia, Pangandaran Butuh Dukungan Semua Pihak)

“Pangandaran ini daerah wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata dunia,” kata Suharno.

Baca Juga:

Suharno menambahkan, organisasi RKIH dari mulai pengurus pusat, pengurus provinsi dan pengurus kabupaten akan bersama-sama dengan pemerintah daerah mendorong ke tiga aspek yang menjadi fokus garapan RKIH.

“Tidak menutup kemungkinan, RKIH bakal menggagas akses wisata dari Bandung ke Pangandaran dengan sarana transportasi helikopter,” paparnya.

Untuk bidang pertanian, RKIH bakal membahas bersama kesulitan apa yang terjadi di masyarakat selama bertani dari mulai proses dan pemasaran.

Begitu juga masalah sosial yang kerap terjadi di masyarakat, RKIH akan komitmen menyelesaikan bersama dengan akses yang sudah terjalin dengan baik.

“Potensi lokal yang ada seperti UMKM, kegiatan ibu rumah tangga bakal kami fasilitasi dalam bentuk permodalan atau KUR,” jelasnya.

Ketua Umum RKIH Kris Budihardjo mengatakan, RKIH sebagai mana yang dikatakan Dewan Pakar RKIH, bahwa RKIH fokus mengembangkan potensi ekonomi, sosial dan budaya.

“RKIH ini organisasi lintas partai dan anggota juga kepengurusannya ada disetiap partai politik, namun memiliki komitmen untuk mengembangkan ke tiga sektor yaitu ekonomi, sosial dan budaya,” kata Kris.

Kris menjelaskan, Pangandaran merupakan daerah yang subur yang menarik untuk dikembangkan. Salah satu contohnya banyak pohon pisang yang tumbuh kembang secara merata.

“Saya lihat daun pisang di Pangandaran sepintas saja sudah bagus, itu potensi yang harus digali bersama agar bermanfaat secara ekonomi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga salah satu Calon Anggota DPR dari Partai Perindo Daerah Pilihan Pangandaran, Banjar, Ciamis dan Kuningan Nomor Urut 1 Linda Kartika Dewi.

Linda mengatakan, akses geografis yang sudah ada bakal dikembangkan dan dikemas melalui program yang terintegritas. “Wacana reaktivasi rel kereta api salah satu penunjang yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mendorong perekonomian,” kata Linda.

Linda berharap, wacana dan rencana pengembangan wisata wilayah di Kabupaten Pangandaran bisa memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyatakat secara menyeluruh.

(rhs)

The Kaldera Danau Toba Akan Diresmikan Menteri Pariwisata

loading…

The Kaldera akan memenuhi kebutuhan wisatawan pengembara saat berlibur di kawasan danau Toba, Kabupaten Tobasa, Sumut. Foto/M Andi Yusri

TOBA SAMOSIR – Menampilkan konsep alam Danau Toba, The Kaldera dapat memenuhi kebutuhan wisatawan pengembara saat berlibur menikmati keindahan Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara.

Hal itu dapat dipenuhi dari rencana peresmian destinasi kelas dunia di Danau Toba, The Kaldera-Toba Nomadic Escape, Desa Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Tobasa yang akan diresmikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Baca Juga: The Kaldera-Toba Nomadic Escape Usung Konsep Eco-Friendly)

Pembangunan The Kaldera-Toba Nomadic Escape dilakukan Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Lokasinya di Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Baca Juga:

Direktur BPODT, Arie Prasetyo mengatakan The Kaldera nantinya akan diresmikan Menteri Pariwisata sekaligus meninjau sejumlah titik lokasi.

“Karena apa yang kita lakukan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Pembangunan yang kita lakukan hingga peresmian The Kaldera, semua dipersiapkan dengan sangat maksimal. Apalagi, The Kaldera yang mengusung tagline Toba Nomadic Escape akan berkualitas dunia,” tutur Arie, Rabu (3/4/2019).

Rencananya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga akan bertolak dari Jakarta, Kamis (4/4/2019). Keduanya dijadwalkan tiba di kawasan Helipad The Kaldera. “Dari kawasan Helipad, Menpar dan Menko Kemaritiman akan berjalan kaki ke Kaldera Plaza. Setelah itu, keduanya akan meninjau berbagai fasilitas yang sudah dibangun BPODT di The Kaldera,” terang Arie.

Rute yang akan dilalui rombongan diawali dari Plaza Kaldera. Kemudian, rombongan bergerak ke Kaldera Amphitheater. Lalu, bergerak ke Bell Tent Area, Bubble Tent Area, dan kembali lagi ke Kaldera Plaza.

Ada dua prasasti yang akan ditandatangani. Pertama, penandatanganan prasasti peresmian Amenitas Nomadic Tourism The Kaldera yang akan dilakukan Menteri Pariwisata. Prasasti kedua adalah peresmian Kawasan Pariwisata Terpadu di Danau Toba, Toba Caldera Resort, oleh Menko Kemaritiman.

Sedangkan Ketua Tim Percepatan Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata Waizly Darwin mengatakan The Kaldera-Toba Nomadic Escape, bisa memenuhi semua kebutuhan wisatawan pengembara alias nomadic tourism. (Baca Juga: Danau Toba Sepi, Pengusaha dan ABK Kapal Beralih Profesi Jadi Petani)

“Semua kebutuhan nomadic tourism ada di The Kaldera. Ada lokasi untuk para wisatawan mendirikan tenda. Tetapi ada juga amenitas berupa tenda premium. The Kaldera akan sangat ramah dan bersahabat buat para pengembara. Dan mereka bisa menikmati alam sekitar Danau Toba yang masih alami dan segar,” ujar Waizly.

(rhs)

Warga 3 Desa di Sarolangun Jambi Bakar Kantor PT Samhutani

loading…

Warga yang berunjuk rasa membakar basecamp dan kantor PT Samhutani. Foto/Nanang Fahrurozi

SAROLANGUN – Diduga akibat konflik lahan yang tak berujung, ratusan warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi berunjuk rasa menuntut penyelesaian sengketa lahan dengan PT Samhutani pada Rabu sore (3/4/2019).

Ratusan massa yang kesal kemudian mendatangi Base Camp dan Kantor Perusahaan PT Samhutani. Namun tidak juga ada yang menemui mereka sehingga massa yang sudah marah langsung bertindak anarkis dengan membakar kantor milik PT Samhutani yang bergerak di bidang perkebunan kayu itu. (Baca Juga: Tuntaskan Kasus Tanah, Pemerintah Harus Bentuk Pengadilan Agraria)

“Ya pak, tadi ada warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung aksi di PT Samhutani,” ungkap salah satu karyawan yang tidak mau disebut namanya.

Baca Juga:

Dalam aksi itu, basecamp dan kantor habis dibakar. Ketika dikonfirmasi Kapores Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan. “Masih dalam penanganan,” singkatnya.

(rhs)

Perampok Mobil Bermuatan Rokok Senilai Rp1 Miliar Ditangkap di Belawan

loading…

Tersangka Fuad, perampok antarprovinsi ditangkap polisi di Belawan, Sumatera Utara. Foto/Rusli HR

MEDAN – Petugas Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap tersangka perampokan antarprovinsi, di Kampung Kolam Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Tersangka Fuad (32) penduduk jalan Selebes Paluh Perta Lingkungan 36 Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, Medan ditangkap polisi di tempat permainan judi jackpot di Kampung Kolam Belawan, Rabu (3/4/2019) petang. (Baca Juga: 4 Perampok Nasabah Bank Asal OKI Dibekuk di Bengkulu Selatan)

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Edy Safari mengatakan, tersangka ditangkap karena telah menjadi DPO Kepolisian Daerah Riau, dengan dasar laporan polisi nomor: LP/136/III/2019/SPKT/Riau tertanggal 11 Maret 2019 dengan pelapor Janhendry.

Baca Juga:

Edy Safari juga menjelaskan, tersangka bersama temannya yang sudah ditangkap petugas kepolisian Riau melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Jalan Garuda Sakti KM.05 Kelurahan Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.

Dalam aksinya tersangka bersama teman-temannya menodongkan senjata api kepada korban dan merampok satu unit mobil merk cold diesel bernomor Polisi BM 9702, berisikan 125 karton rokok milik PT HM Sampoerna, sehingga mengalami kerugian Rp1 miliar rupiah.

Akibat perbuatannya tersangka Fuad penduduk Belawan ini telah melanggar pasal365 KUHP. Petugas Polres Pelabuhan Belawan sudah berkoordinasi dengan petugas kepolisian daerah Riau agar membawa tersangka ke Kampar Riau.

(rhs)

Gubernur NTB Instruksikan ASN Wajib Salat Berjamaah di Masjid

loading…

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengeluarkan surat edaran Gerakan Berjamaah Salat Fardhu Lima Waktu di Masjid untuk seluruh ASN. Foto/Istimewa

MATARAM – Bertepatan dengan peringatan Isra’ Mikraj, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengeluarkan surat edaran ‘Gerakan Berjamaah Salat Fardhu Lima Waktu di Masjid’. Edaran ini dikeluarkan Gubernur Zulkieflimansyah untuk meningkatkan kesadaran beribadah khususnya bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB.

“Berdasarkan Surat edaran bernomor 451/111/Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada tanggal 12 Maret Tahun 2019 tentang Salat Berjamaah Tepat Waktu memang imbauan yang kami tujukan untuk ASN di lingkungan Pemprov NTB. Hal ini merupakan penjabaran wujud nyata dari visi Provinsi NTB yang aman dan berkah,” kata Gubernur Zulkieflimansyah di Kantor Pemprov NTB dalam keterangan persnya, Rabu (3/4/2019). (Baca Juga: Gubernur Sumut Ingatkan ASN Salat Berjamaah di Masjid)

Gubernur Zulkieflimansyah menerangkan, gerakan berjamaah salat fardhu lima waktu di masjid atau musalla/langgar, dilakukan dengan menghentikan atau menunda berbagai kegiatan saat masuk waktu salat bagi seluruh pegawai ASN yang beragama Islam. Kemudian melanjutkan kembali aktivitasnya seperti semula setelah melaksanakan salat berjamaah.

Baca Juga:

“Namun, jika sedang rapat atau ada tamu, kami akan mengajak sekalian tamu atau peserta rapatnya untuk salat berjamaah bagi yang beragama Islam. Hal tersebut juga dilakukan pada saat hari kerja. Kepada para pimpinan unit juga kami imbau untuk mengajak stafnya salat berjamaah dan menghentikan segala aktivitas bekerja dan segera ke masjid,” ungkap Gubernur Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah juga menjelaskan apabila ASN sedang ada pelayanan maka diharapkan untuk menyampaikannya dengan baik dan sopan kepada pemohon layanan. “Surat edaran ini merupakan cara kami dalam menyambut Isra’ Mikraj, yang rencananya akan kami rayakan secara bersama,” jelasnya.

Gubernur Zulkieflimansyah berharap dengan adanya gerakan tersebut dapat mempererat tali silaturahim antarpegawai. Kebijakan ini dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid, bukan di ruang kerja.
“Sehingga antar ASN dari berbeda gedung atau divisi bisa menjadi satu dalam satu ruangan Masjid,” harapnya.

Sementara Kepala Biro (Karo) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Pemprov NTB Najamuddin Amy, menyetujui gerakan tersebut. “Kami sangat mendukung program tersebut. Bahkan beberapa kabupaten atau kota di NTB sudah melakukan kebijakan serupa. Kami sangat mengapresiasi dan ini harus ditingkatkan, mudah-mudahan seluruh kab/kota di NTB melakukan kebijakan serupa. Sehingga NTB Gemilang yang kita cita-citakan dapat terwujud, salah satunya NTB yang Aman dan Berkah,” pungkas Najam.

(rhs)

Diputus Bersalah oleh PT, Caleg PSI Terancam Dicoret

loading…

Terdakwa Ranat Mulia Pardede saat di persidangan Pengadilan Negeri Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Foto/Muhammad Bunga Ashab

TANJUNGPINANG – Nasib terdakwa Ranat Mulia Pardede yang merupakan calon legislatif (Caleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dapil Tanjungpinang Barat-Kota ada di tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Tanjungpinang. Ranat diputus bersalah oleh Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru dalam perkara kampanye di tempat terlarang, yakni tempat pendidikan di Kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini mengatakan, sejauh ini belum mendapatkan salinan putusannya. Dia menjelaskan, apabila sudah menerima salinan putusan pihaknya akan melakukan pembahasan untuk menentukan nasib yang bersangkutan. (Baca Juga: Beli Sabu, Caleg Gerindra Ditangkap Polisi di Batam)

“Saya belum terima hasil putusannya dan belum ada pembahasan, nanti kita tunggu dulu hasil putusannya,” ujar Zaini saat ditemui di lapangan sepak bola hutan lindung, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga:

Disinggung bila sudah dinyatakan bersalah apakah akan dicoret atau tidak dari kepesertaannya, kata Zaini, akan diadakan upaya-upaya untuk menentukan bagaimana nasib kepesertaan caleg bersangkutan. “Memang ada aturan untuk mencoret kepesertaannya bila dinyatakan bersalah, tapi sekarang belum bisa berkomentar terkait pencoretannya,” ujar dia.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution mengaku belum menerima putusannya. Aswi juga belum bisa menentukan apakah Ranat akan dicoret dari kepesartaannnya. “Kita tunggu dulu hasil putusan dan rekomendasi Bawaslu, baru kita plenokan dan sampaikan hasilnya (apakah dicoret atau tidak),” kata Aswin.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang Santonius Tambunan membenarkan bahwa PT Pekanbaru telah memutuskan terdakwa Ranat bersalah pada Rabu (27/3/2019) lalu.

Santonius menyebutkan, dalam putusannya hakim menyatakan terdakwa Ranat sah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan setiap pelaksana, peserta atau tim kampanye pemilu yang sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu menggunakan fasilitas pendidikan.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ranat selama 3 bulan dengan ketentuan bahwa pidana itu tidak usah dijalani, kecuali ada putusan hakim menentukan lain, disebabkan tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 bulan habis dan denda Rp24 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti satu bulan penjara,” kata Santonius.

Sebelumnya, Ranat diputus tidak bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Atas putusan itu, jaksa penuntut umum mengajukan banding ke PT Pekanbaru.

(rhs)

Tim Kejati Lampung Tangkap Buronan Terpidana Perusakan Barang

loading…

Terpidana perusakan barang saat diamankan tim Kejati Lampung. Foto/Dok Puspenkum Kejagung

BANDAR LAMPUNG – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung berhasil mengamankan buronan terpidana perkara perusakan barang atas nama Herman bin Holani, di Jalan Warsito Kupang Kota Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung, Selasa (2/4/2019) pukul 15.30 WIB.

Kapuspenkum Kejagung Mukri dalam siaran persnya mengatakan, terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana perusakan barang sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 406 Ayat (1) KUHP berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang No 1218/Pid.B/2015/PN.TJK tanggal 25 Mei 2016 yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. (Baca Juga: Buronan Kejati Lampung Ditangkap di Kampung Halamannya di Tuban)

Sempat banding, namun Putusan PT Nomor: 64/Pid/2016/PT.TJK tanggal 16 Agustus 2016 menguatkan putusan PN Tanjung Karang, kemudian terdakwa mengajukan kasasi namun kasasi terdakwa ditolak oleh Putusan MA RI Nomor: 1462K/PID/2016.

Baca Juga:

“Terpidana dinyatakan buron sejak tanggal 10 Oktober 2018 berdasarkan surat bantuan pencarian orang Kejari Bandar Lampung Nomor: 07/DPO/N.8.10/10/2018,” jelas Mukri.

Adapun kronologis penangkapan terpidana Herman, Tim Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejati Lampung memperoleh informasi bahwa terpidana berada di Bandar Lampung dan bekerja sebagai penjual ikan. Setelah memperoleh nomor ponselnya, tim berusaha menghubungi terpidana dengan berpura-pura akan memesan ikan.

Setelah terpidana setuju dan sepakat menentukan tempat pertemuan sebagaimana tersebut di atas, tim meluncur ke lokasi. Kemudian terpidana datang seorang diri menggunakan sepeda motor dan turun dari kendaraannya langsung diamankan oleh Tim Kejati Lampung.Selanjutnya diserahkan kepada tim Kejari Bandar Lampung untuk dilakukan eksekusi. Sebelum dieksekusi ke Lapas Rajabasa Bandar Lampung, terpidana terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

(rhs)

Wanita Penghuni Indekos di Manado Ternyata Tewas Dibunuh Pacar Gelapnya

loading…

Wanita yang tewas di kamar mandi sebuah indekos di, Kota Manado, Sulawesi Utara ternyata tewas dibunuh oleh pacar gelapnya sendiri. Foto/Ilustrasi

MANADO – Dewi Y Gedoan (27), seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar mandi sebuah indekos di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara ternyata tewas dibunuh oleh pacar gelapnya sendiri.

Korban dibunuh oleh Hendrik Katuuk (48) warga Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, usai bertengkar dengannya. Kronologis kejadian berawal saat korban dijemput oleh pelaku di tempat kerjanya di salah satu spa yang ada di Tikala. (Baca Juga: Wanita Penghuni Indekos di Manado Tewas dengan Luka Tusuk di Leher)

Pelaku bersama korban yang sudah dalam keadaan mabuk itu pulang ke tempat kost korban. Di dalam kamar kos, keduanya bertengkar karena korban ingin mengakhiri hubungan cinta terlarang mereka berdua yang sudah terjalin sekira 3 bulan itu.

Baca Juga:

Pelaku yang sudah mempunyai istri itu tidak mau diputuskan cintanya oleh korban. Adu mulut dan perkelahian terjadi antara keduanya, hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar mandi indekosnya oleh sesama penghuni indekos.

Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian berawal dari pertengkaran yang terjadi antara tersangka dan korban.

“Korban yang merupakan kekasih gelap tersangka ingin mengakhiri hubungan cinta mereka tetapi ditolak oleh tersangka, sehingga terjadi adu mulut dan perkelahian antara keduanya,” ujar Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy, Rabu (3/4/2019).

Dalam perkelahian itu, menurut Kapolsek, tersangka sempat mencekik bagian leher korban, namun korban tetap melawan dan berteriak meminta pertolongan.

Teriakan korban membuat tersangka kalap dan kemudian mengambil pisau dapur, karena korban berontak terus, tersangka menusuk secara berulang ulang kali tetapi korban menangkis dengan menggunakan tangan sehingga mengena di bagian leher, dekat tenggorokan.

Tidak berhenti sampai di situ, tersangka kembali menikam di bagian leher korban. Setelah dipastikan korban sudah meninggal dan tidak bergerak kemudian tersangka kembali ke rumahnya dan melaporkan perbuatannya kepada istrinya. Kemudian diantar sang istri, pelaku menyerahkan diri di Polsek Urban Wanea.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Wanea untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Hamsy.

(rhs)

Meski Difogging, Belasan Warga di Purwakarta Tetap Terjangkit DBD

loading…

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta saat melakukan fogging di lingkungan RW 13 Kelurahan Ciseureuh. Namun penularan DBD tetap saja terjadi. Foto/Asep Supiandi

PURWAKARTA – Sejumlah warga RW 13 Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, mulai terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Sedikitnya 12 orang harus dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegipty tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit atau klinik terdekat para pasien mengalami gejala panas tinggi serta muncul bintik-bintik merah di tubuhnya. Bahkan, ketika diperiksa dokter trombositnya ngedrop.

Sekretaris RW 13, Pipin Aripin menyebutkan, usia pasien DBD cukup beragam, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Dari semua pasien paling banyak berasal dari RT 2, terdata sebanyak enam orang. Sisanya tersebar di RT 8, 10, 11 dan 13. (Baca Juga: 150 Pasien DBD Dirawat di Tanggamus Lampung)

Baca Juga:

“Kami khawatir jumlah penderita terus bertambah sehingga perlu penanganan cepat. Kasus ini sudah kami laporkan Pemkab Purwakarta agar segera ditindaklanjuti. Sangat tidak diinginkan DBD ini jadi wabah atau kejadian luar biasa (KLB) di lingkungan kami,” ungkap Pipin kepada SINDOnews, (3/4/2019).

Pihaknya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari terhadap penyebaran DBD, melalui kerja bakti membersihkan lingkungan dan menerapkan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur). Bahkan, berkali-kali dilakukan fogging untuk pemberantasan nyamuk dewasa.

Namun, cara itu rupanya tidak lantas menjadi solusi terhadap penularan DBD. Karena bisa saja pasien tertular di tempat lain.

Lurah Ciseureuh Suhardiman mengaku pihaknya sudah merespons kasus tersebut dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan. “Besok ada petugas yang akan melaksanakan penyelidikan epidemoligi di lokasi kejadian,” ungkapnya.

(rhs)

KITA Jokowi Terjunkan Relawan Milenial untuk Menangkan Jokowi

loading…

KITA Jokowi menggelar face to face ke milenial di Jawa Barat bagian selatan di antaranya Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Foto/Istimewa

JAWA BARAT – Menjelang hari pencoblosan, pendukung pasangan nomor urut 01 Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin optimistis memenangkan suara di Jawa Barat (Jabar). Relawan yang berbasiskan milenial Komunitas Indonesia Cinta Jokowi (KITA Jokowi) menggelar pemantapan untuk terjun langsung face to face ke milenial di Jawa Barat bagian selatan di antaranya Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

“Kita sudah punya 1.137 pic milenial dari kampus di 15 kota/kabupaten di jawa barat yang siap terjun langsung dan mengkampanyekan Jokowi dari tempat nongkrong cafe, tempat olahraga ataupun komunitas,” ujar Koordinator Nasional KITA Jokowi, Ichya Halimudin kepada wartawan, Rabu (3/3/2019). (Baca Juga: Capres Nomor Urut 01 Jokowi Yakin Menang Tebal di Papua)

Ichya meyakini Jokowi adalah capres yang sangat diterima milenial dengan sosok dan kerja nyatanya selama satu periode kepemimpinannya. Mempunyai keoptimisan untuk menang di jawa barat khususnya di Jawa Barat bagian selatan.

Baca Juga:

“Saya yakin dengan instrumen yang kita miliki hari ini, Milenial yang tergabung di KITA Jokowi mampu meyakini anak muda menjatuhkan pilihannya ke 01 karena kita langsung face to face (tatap muka) dan memberikan booklet berupa kinerja jokowi 1 periode kepemimpinannya serta panduan memilih presiden,” jelasnya.

Ichya menuturkan, milenial Jawa Barat sudah merasakan dampak positif di masa kepemimpinan Jokowi. Di antaranya adalah pembangunan wisata, program pendidikan dan ke pesantren.

“Ya bisa lihat, ketika kita dari bulan Agustus 2018 memfokuskan untuk bertemu milenial di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, merespons positif atas kinerja Jokowi tetap memperhatikan pembangunan dan pengembangan masyarakat dan khususnya generasi muda di Jawa Barat melalui beberapa program pemerintah,” ungkapnya.

KITA Jokowi sudah terbentuk di 10 provinsi dan fokus di wilayah Jawa Barat mulai dari Agustus 2018. Membuat kegiatan kampanye yang menyasar milenial seperti tournament esports, futsal dan menggaet komunitas hobi skateboard, basket, sepeda dan sebagainya.

(rhs)

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar

loading…

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Kadis Perhubungan Sumbar mengadakan rapat kerja bersama Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri bersama jajaran di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

JAKARTA – Menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI Budi Karya pada (22/3/2019) ke Sumatera Barat (Sumbar), di mana saat itu dibicarakan tentang proyek reaktivasi kereta api (KA) di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Kadis Perhubungan Sumbar mengadakan rapat kerja bersama Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri bersama jajaran di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

“Rapat ini membahas detail program reaktivasi KA di Sumbar. Kemenhub sudah mempunyai blueprint rencana pembangunan dan mengaktifkan kereta api di Sumbar,” terang Gubernur.

Setelah peresmian stasiun dan jalur reaktifasi di Nareh, Pariaman dan Peresmian stasiun BIM tahun lalu oleh Presiden RI, juga akan dilaksanakan reaktifasi jalur KA dari Simpang Haru ke Pulau Aie pada Mei tahun ini.

Baca Juga:

“Peningkatan jalur KA ini sudah dianggarkan, maka untuk jalur ini, minggu depan Pemprov, Pemkot Padang, kementerian Perhubungan dan PT. KAI serta instansi terkait akan duduk bersama, yang di fokuskan pada pembebasan dan penertiban lahan” sebutnya.

Selain jalur Simpang Haru ke Pulau Aie, dikatakannya tahun ini juga akan dibangun jalur reaktifasi lainnya, yaitu dari Nareh ke Sungai Limau, Padang Pariaman.

“Dengan reaktifasi ini jalur untuk KA Sibinuang semakin panjang. Ini sesuai dengan harapan masyarakat dan juga Pemda, yang nantinya bukan hanya untuk keperluan transportasi harian masyarakat, namun juga untuk mendukung Pariwisata dan Perdagangan” ungkap Gubernur.

Sedangkan untuk jalur Padang Panjang ke Bukittinggi, di tahun ini juga ada peningkatan rel kereta api secara bertahap.

“DED sudah siap dibuat, yang diperlukan sekarang rapat bersama pemkab Tanah Datar, Agam, Pemko Bukittinggi dan instansi terkait untuk membicarakan tahapan pekerjaan yang perlu dilasanakan” ungkapnya.

Program reaktifasi di Kota Padang, selain jalur Simpang Haru ke Pulau Aie juga akan menyentuh jalur ke Bukik Putuih, Taluak Bayua. Ke semua jalur tersebut akan dilalui oleh KA Sibinuang dan nantinya juga KA ke Bandara, sehingga ke Bandara bisa dari Indaruang, Pulau Aie dan Bukik Putuih Taluak Bayua.

“Selain itu juga akan dibangun stasiun tambahan, yakni di Pasar Alai, Basko dan Kayu Kalek. Dan kita harap dapat meningkatkan jumlah penumpang karena stasiun baru tersebut berada didaerah padat penduduk” harapnya.

Untuk reaktifasi di lembah anai, direncanakan menggunakan teknologi Metro Kapsul (atau dikenal dengan teknologi AGT). Metro kapsul ini bisa beroperasi di kemiringan maksimal 10%, dengan kecepatan maksimal 60 km/jam. Jalur ini selain untuk penumpang umum juga untuk pariwisata.

“Stasiun Kayu Tanam akan ditingkatkan menjadi stasiun utama tempat naik turunnya penumpang Metro Kapsul, yang akan berwisata di Lembah Anai dari Kayu Tanam ke Padang Panjang” ujarnya.

Untuk jalur short cut KA dari Solok ke Taluak Bayua, akan dikerjakan oleh pihak swasta. Sudah ada beberapa investor yang berminat. Ke depan akan ditindaklanjuti dengan beberapa kesepakatan. Jalur ini memang dikhususkan untuk pengangkutan barang termasuk hasil tambang, CPO, semen, barang dagangan dan hasil alam lainnya.

Adapun KA dari Kota Sawahlunto akan diperpanjang ke arah Silokek. Dan dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban. Jalur ini untuk paket pariwisata. Jalur Muaro Kalaban ke Padang Panjang melalui danau Singkarak, dilakukan program peningkatan yang sejak tiga tahun ini sudah dikerjakan.

“Tentunya program reaktifasi ini untuk mengurangi kemacetan di jalan raya serta membuat masyarakat lebih efisien, efektif, nyaman dalam berperjalanan. Tentu dengan KA akan lebih murah, cepat dan tepat mencapai tujuan” sebutnya kembali.

“Untuk itu mohon kepada masyarakat Sumbar mendukung proyek reaktifasi KA di Sumbar ini. Dengan dukungan masyarakat, transportasi KA di Sumbar akan berkembang dan maju, kita pun semuanya akan mendapatkan manfaatnya” harapnya.

(akn)

Suntik Bidan Puluhan Kali, Dokter Yusrizal Terancam Hukuman Penjara

loading…

Dokter Yusrizal Saputra didampingi Andi M Asrun selaku penasihat hukumnya usai menjalani pelimpahan berkas di Kejari Tanjungpinang. Foto/Muhammad Bunga Ashab

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dr Yusrizal Saputra, pelaku penganiayaan bidan Destriana Dewanti, dari penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019).

Dalam perkara ini, Kejari Tanjungpinang tidak menjebloskan Yusrizal ke Rumah Tahanan Negara Tanjungpinang karena statusnya sebagai tahanan kota. Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara dan tersangka Yusrizal. (Baca Juga: 110 Warga Tanjung Pinang Terjangkit DBD, 1 Meninggal Dunia)

Tersangka dilimpahkan kepada penuntut umum dengan dugaan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang pengaiayaan biasa dan Pasal 360 ayat 1 KUHP tentang kelalaian. Pasal yang disangkakan dalam perkara ini karena tersangka melakukan penganiayaan kepada korban dengan cara menyuntik Dewanti berulang kali.

Baca Juga:

Kemudian, semestinya ada hal-hal lain yang bisa dilakukan tersangka pada saat itu, tapi tidak dilakukan terkait profesinya. “Untuk penahanannya kita melanjutkan status penahanann dari penyidik Satreskrim, di mana sebagai tahanan kota,” kata Rizky, Rabu (3/4/2019).

Rizky menuturkan, alasan tidak ditahan ada jaminan pihak keluarga yakni dari ayah dan istri tersangka, permohonan wakil direktur Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib karena tenaga tersangka masih dibutuhkan di rumah sakit, permohonan tersangka dan penasihat tersangka.

“Nanti di lapangan kalau melanggar status tahannya, kita bisa langsung menahannya,” kata dia.

Dalam perkara ini, kata Rizky, pimpinan telah menunjuk jaksa yang akan menuntut tersangka yakni M Amriansyah, Zaldi Akri dan Mona Amalia. Setelah ini akan dilanjutkan pada proses penuntutan di pengadilan. Saat ini penuntut umum akan menyusun surat dakwaannya supaya segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

“Mengenai materinya nanti akan dibuktikan dalam persidangan. Kita usahakan dua pekan ke depan sudah dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Andi M Asrun selaku penasihat hukum Yusrizal mengatakan, bahwa kliennya sudah siap untuk mengikuti persidangan. Dia menjelaskan, kliennya telah mengajukan permohonan untuk tidak ditahan dengan jaminan keluarga dan wakil direktur RSUD Raja Ahmad Thabib.

Yusrizal dibantu pihak keluarga dan tokoh masyarakat Tanjungpinang mengajukan permohonan maaf dan berdamai dengan pihak korban, tetapi upaya itu belum berhasil. Namun, upaya damai akan tetap diusahakan, karena bagaimana pun ada hubungan di antara kedua keluarga sebagai sesama warga Tanjungpinang.

Seperti diketahui, motif tersangka dr Yusrizal Saputra melakukan penganiayaan terhadap bidan Destriana Dewanti mengaku panik saat melihat korban pingsan usai menyuntik vitamin sampai 56 kali di sekujur tubuh korban.

Pengakuan tersangka saat itu korban pingsan sehingga Yusrizal mengira bidan itu meninggal dunia. Tersangka berupaya membangunkan korban dengan cara menyuntiknya beberapa kali. Namun, beberapa jam kemudian korban sadar.

Dewanti mengalami pengaiayaan di rumah tersangka di Perumahan Pinang Mas Residence, Kilometer 8 Atas Tanjungpinang, Rabu (10/10/2018) lalu. Selama itu di rumah tersangka korban pingsan sejak pukul 07.30-10.30 WIB.

Dalam kasus ini Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan Yusrizal sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap bidan Destriana Dewanti. Dalam kasus ini Yusrizal dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

(rhs)

Naik Becak, Dodi Reza dan Alex Noerdin Kampanye Terbuka Jokowi di Palembang

loading…

Bupati Dodi Reza tampak naik becak dengan gembira di Palembang, Selasa (3/4/2019)

PALEMBANG – Puluhan ribu warga Sumatera Selatan tampak antusias menyambut kedatangan Capres 01 Joko Widodo ke Palembang, Selasa (02/04/2019) siang. Meski terik matahari berada di atas kepala, namun tidak menyurutkan kegembiraan dan antusiasme warga Sumsel serta simpatisan pendukung Capres 01 Joko Widodo menghadiri Kampanye Terbuka Jokowi di Palembang Sport Convention Center (PSCC).

Berbeda dari kedatangan sebelumnya, kali ini kedatangan mantan Wali Kota Solo tersebut lebih semarak dan ramai, bahkan di perjalanan menuju lokasi Kampanye Terbuka di PSCC, kedatangan Jokowi disambut dengan iring-iringan karnaval yang meriah dan juga dikawal langsung oleh Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Kabupaten Muba, Dodi Reza Alex Noerdin dan Ketua Dewan Penasehat TKD Jokowi-Ma’ruf Provinsi Sumsel Alex Noerdin.

“Saya sangat berbahagia, siang ini Alhamdulillah bisa berjumpa dengan warga Sumsel dalam kesempatan kampanye terbuka kali ini. Terima kasih atas penyambutannya warga Sumsel,” ujar Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi mengajak warga Sumsel untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 17 April mendatang serta komitmen menjaga keamanan dan kedamaian saat proses pencoblosan nanti berlangsung. “Kita sukseskan Pemilu 2019 dengan damai, saya yakin masyarakat Sumsel sangat konsisten menjaga zero konflik,” tuturnya.

Sementara itu, Dodi Reza Alex selaku Ketua Dewan Penasehat TKD Muba Jokowi-Ma’ruf Amin, mengatakan saat ini Sumsel khususnya di Muba sangat menjaga kondusifitas terlebih sebentar lagi masyarakat akan dihadapkan pada pelaksanaan Pemilu yakni Pilpres dan Pileg secara serentak. “Prinsipnya kita jaga bersama-sama kondusifitas ini, jaga kedamaian dan keamanan di Indonesia,” tutur Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian di Indonesia tersebut.

(akn)

Isra’ Mikraj di Madina, Habib Hanif Ajak Warga Ciptakan Pemilu Adil

loading…

Dai kondang FPI Habib Hanif Al-Athos memberi ceramah di hadapan ribuan umat Islam Madina, Sumatera Utara. Foto/Liansah Rangkuti

MANDAILING NATAL – Peringatan Isra’ Mikraj di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kali ini menghadirkan dai kondang Habib Hanif Al-Athos dan Ketum FPI Ustaz Sobri Lubis. Dalam tausiyahnya, menantu Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab itu mengajak umat Islam Madina, Sumut, mewujudkan Pemilu 2019 ini yang berkeadilan, Rabu (3/4/2019).

“Yuk umat Islam Mandailing Natal jadikan pemilu tahun ini adil. Jika pemilu ini adil maka kedamaianpun menyertai kita,” seru Habib Hanif Al-Athos di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Aek Godang Dalan Lidang Kota Panyabungan, Madina. (Baca Juga: Peringati Isra Mikraj di Monas, Anies: Memberikan Cahaya di Ibu Kota)

Habib Hanif juga menyinggung bahwa di Indonesia masih ada kesenjangan dalam penegakan hokum. “Jadi umat perlu meluruskan ini dengan cara yang legal dan sesuai konstitusional yakni, pilih pemimpin yang betul-betul pro rakyat dan agama,” paparnya.

Baca Juga:

Usai ceramah, Habib Hanif mengaja ribuan umat Islam Madina bersalawat kepada Rasulullah SAW dan berdoa bersama memohon kejayaan Islam di Indonesia tahun ini bangkit dan meraih kemenangan.

“Kami memilih pemimpin negeri ini, pasangan nomor urut 2 Prabowo-Sandi bukanlah tujuan akidah kami ya Allah, melainkan mereka makhluk Mu yang kami jadikan jembatan membela agamamu ini ya Allah. Kami semua menuruti apa hasil ijtimak ulama,” ucapnya dalam doa yang diaminkan ribuan umat.

Isra' Mikraj di Madina, Habib Hanif Ajak Warga Ciptakan Pemilu Adil

Usai acara di Lapangan Aek Godang, Habib Hanif Al-Athos dan Ustaz Sobri Lubis dikawal ketat panitia untuk melakukan salat zuhur berjamaah di Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang.

“Kalau perkiraan kami jamaah yang datang di acara ini paling 2.000-an. Ternyata yang hadir kurang lebih dari 30.000 orang, sampai lapangan Aek Godang yang berukuran kurang lebih 3 Ha tidak muat lagi. Massa yang hadir sampai ke jalan raya,” kata Gunawan Lubis, salah satu panitia acara.

(rhs)

Kegiatan Caleg DPR RI Femina Borualogo Dihadiri Ribuan Warga Madina

loading…

Caleg DPR dari PKS Hj Femina Sagita Borualogo didampingi sang suami berfoto bersama warga di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Foto/Istimewa

MANDAILING NATAL – Sekitar 1.500 orang menghadiri rapat tertutup caleg DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hj Femina Sagita Borualogo di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Undangan hanya 400 orang sebagaimana diminta KPU untuk rapat tertutup, namun ribuan masyarakat datang berduyun-duyun memenuhi kursi yang disediakan. Untuk menampung warga, panitia terpaksa menyediakan terpal dan sebagian lainnya menonton dengan berdiri. (Baca Juga: Hapus Pajak Motor, PKS Ingin Tegakkan Keadilan Ekonomi bagi Rakyat Kecil)

Acara diawali dengan pembacaan ayat Suci Alqur’an, lalu dilanjutkan dengan sambutan tokoh masyarakat. Dalam kegiatan itu, Femina didampingi langsung sang suami Iko Pramudiono yang datang meluangkan waktunya sejak tanggal 23 Maret hingga 31 Maret.

Baca Juga:

Femina Sagita Borualogo yang merupakan putri tokoh dan budayawan Tabagsel Basyral Hamidy Harahap memberi sambutan tentang bagaimana ikatan hati yang terus terjalin dengan Sihepeng. Meski Femina dan ayahandanya tinggal di Jakarta dan bahkan di Jepang, tapi tetap memikirkan Sihepeng.

Kegiatan Caleg DPR Femina Borualogo Dihadiri Ribuan Warga Madina

Berbagai kemajuan untuk Sumatra Utara selalu diusahakan oleh ayahanda, Basyral Hamidy Harahap. Motivasi terbesar Femina menjadi anggota DPR adalah mengikuti jejak ayahanda yang memberikan kontribusi bagi kampung halamannya, Sumatera Utara.

“Saya berkomitmen meuwjudkan 8 program pendidikan dan budaya di Sumatera Utara,” kata caleg PKS lulusan S3 Jepang ini dalam keterangan persnya, Selasa (2/4/2019).Femina menjelaskan 8 program yang dimaksud antara lain, mewujudkan pusat pelatihan menjadi pengusaha, beasiswa kuliah di perguruan tinggi, akses jalan diperbaiki.Kemudian mewujudkan kursus bahasa asing, puskesmas rawat inap, sarana olahraga, perpustakaan modern dan lembaga belajar Alquran.

(rhs)

Sikat Gigi Massal Rayakan World Oral Health Day 2019 di Sebatik

loading…

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid membuka hari Peringatan World Oral Health Day 2019 (WOHD) yang diselenggarakan oleh PDGI Cabang Nunukan pada Minggu (31/3/2019) pagi./foto:IST

NUNUKAN – Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid membuka hari Peringatan World Oral Health Day 2019 (WOHD) yang diselenggarakan oleh PDGI Cabang Nunukan. Sebagaimana sasaran kegiatan ini difokuskan untuk anak-anak sekolah dasar se-Pulau Sebatik, bertempat di Gedung Astrada 88 Sei, Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur pada Minggu (31/3/2019) pagi.

Kegiatan merupakan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menuju indonesia bebas karies 2030 atau penyakit area gigi yang rusak permanen dan berkembang menjadi lubang kecil, secara khusus di pulau Sebatik merupakan langkah awal di Kabupaten Nunukan.

Bupati Nunukan berharap ke depan dokter-dokter gigi di Nunukan dapat mengagendakan kegiatan semacam ini seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. “Kita pahami bahwa dengan usia anak-anak sekolah dasar yang masih dalam masa proses pertumbuhan maka kesehatan mulut dan gigi itu harus sejak dini mereka pahami,” kata Laura.

Baca Juga:

Bupati Laura menekankan kepada orang tua bahwa sangat penting bagi kita untuk selalu mengingatkan anak-anak kita di rumah agar menyikat giginya pagi dan malam.

Perayaan World Oral Health Day 2019 diwarnai pelepasan balon dan pemukulan gong oleh Bupati Nunukan. Acara tersebut juga diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh siswa-siswi SDN 001 dan MI As’adiyah sebatik serta pembagian doorprize yang pencabutannya dilakukan oleh Camat Sebatik dengan mengambil 4 kupon secara acak.[HM]

(akn)

Pemkab Muba Bangun Rumah Sri Gitarja Korban Kebakaran

loading…

Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Apriyadi meletakkan batu pertama program Bedah Rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muba, di Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu, Selasa (2/4/2019).

SEKAYU – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Apriyadi meletakkan batu pertama program Bedah Rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muba, di Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu, Selasa (2/4/2019).

Bantuan program bedah rumah total itu diberikan kepada Sri Gitarja Warga Desa Bailangu, korban kebakaran pada bulan April 2018 lalu.

“Ini (program bedah rumah) bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Muba kepada masyarakat yang kurang mampu atau yang mendapat musibah,” ujar Sekda Muba dalam sambutannya pada kesempatan tersebut.

Baca Juga:

Selain bantuan program bedah rumah dari Baznas lanjut Apriyadi, Pemkab Muba melalui dana APBD tahun 2019 juga melakukan progam bedah rumah sebanyak 259 rumah yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Muba.

“Kita melakukan program bedah rumah dengan diverifikasi dan diberikan kepada warga yang memang benar-benar pantas serta masuk kategori masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Apriyadi juga menghimbau kepada masyarakat menyambut Pemilihan Umum tahun 2019, untuk bersama manjaga ketertiban keamanan dilingkungan masing-masing serta menggunakan hak pilih pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Semua yang punya hak pilih tolong hadir ke TPS, gunakan hak pilih pada saatnya nanti (17/4/209),” imbuhnya.

Ketua Baznas Muba Drs H Lukman Hakim mengatakan pelaksanaan program bedah rumah Baznas tahun 2019 sesuai arahan dan persetujuan Bupati Muba telah siap dilaksanakan sebanyak tujuh unit rumah yakni, rumah warga pada Desa Bailangu, Danau Cala, Epil, Teluk, dan di Desa Sukalali.

“Bantuan pembangunan satu unit rumah 5 x 6 m ini diberikan kepada Sri Gitarja yang merupakan korban kebakaran dipinggir Sungai Musi Desa Bailangu dan akan segera di bangun di Desa Lumpatan karena lokasi yang lama tidak layak lagi untuk di bangun dikhawatirkan akan longsor,” tuturnya.

(akn)

Bupati Toraja Utara Berikan Pembekalan Kepada Praja IPDN Kampus Sulsel di Gowa

loading…

Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan memberikan pembekalan kepada para pembimbing teknis, pengasuh, antap serta madya praja dan nindya praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan, Sabtu (30/03/2019)./foto:IST

MAKASSAR – Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan memberikan pembekalan kepada para pembimbing teknis, pengasuh, antap serta madya praja dan nindya praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan di IPDN Kampus Sulsel, Pallangga, Gowa, Sabtu (30/03/2019).

Menurut Kabag Pemerintahan Setda Mira Bangalino yang turut mendampingi bupati pada kegiatan tersebut mengatakan, pembekalan ini diselenggarakan sebagai rangkaian persiapan pelaksanaan Praktek Lapangan Madya Praja Angkatan XXVIII dan Nindya Praja Angkatan XXVII IPDN Kampus Sulsel yang akan dimulai pada awal April di wilayah administratif Pemkab Toraja Utara.

Sementara untuk lokus praktek 202 Madya dan Nindya Praja bersama 43 pembimbing dari IPDN serta dukungan tenaga kesehatan selama melaksanakan praktek nantinya akan didistribusikan di 5 OPD dan 12 kelurahan di 4 kecamatan.

Mira Bangalino menambahkan, sesuai rencana para Praja peserta praktek lapangan ini kehadirannya akan diterima oleh Bupati Toraja Utara melalui upacara resmi pada tanggal 8 April 2019 di lapangan Bakti Rantepao yang juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan Marching Band Gita Abdi Praja IPDN.

Adapun unit kerja yang akan menjadi tempat praktek para Praja IPDN ini yaitu OPD: Sekretariat Daerah, Badan Kesbangpol, Inspektorat, DPMPTSP, dan BPBD. Sedangkan untuk lokasi praktek Kelurahan tersebar di Kecamatan Sanggalangi, Kecamatan Tallunglipu, Kecamatan Kesu’ dan Kecamatan Rantepao.

Bersama Direktur IPDN Kampus Sulsel Djouhari Kansil, Bupati Kalatiku pada kegiatan pembekalan tersebut turut didampingi pejabat Pemkab Toraja Utara, antara lain Asisten Bidang Pemerintahan Setda Toraja Utara Semuel Samperompon, Ka. BPBD Alexander Tappang, Kadis PUPR Toraja Utara Yorry Lesawengen, Kadis PMPTSP Mulyati S. Tikupadang dan Kabag Pemerintah Mira Bangalino, serta para camat dan lurah yang wilayahnya menjadi lokus praktek Praja IPDN T.A. 2018/2019 ini.

(akn)

Thia Yufada Dodi Reza: Peran Bunda PAUD Sangat Penting dalam Pengembangan SDM

loading…

Thia Yufada Dodi Reza saat menghadiri acara sosialisasi dan harmonisasi Bunda PAUD 2019 di Jakarta, Selasa (2/4/2019). Acara dihadiri oleh seluruh Bunda Baca tingkat kabupaten dan kota dan provinsi se-Indonesia

JAKARTA – Bunda PAUD adalah bagian dari upaya untuk mengantarkan anak Indonesia yang cerdas dan sehat. Keberadaannya penting untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya yang ada di suatu wilayah dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas di daerahnya.Demikian dikatakan Bunda PAUD Kabupaten Musi Banyuasin, Thia Yufada Dodi Reza saat menghadiri acara sosialisasi dan harmonisasi Bunda PAUD 2019 di Jakarta, Selasa (2/4/2019). Acara dihadiri oleh seluruh Bunda Baca tingkat kabupaten dan kota dan provinsi se-Indonesia

“Sejak dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Periode 2018-2023 pada 25 Februari 2019 yang lalu, kami istri bupati/walikota se-Sumatera Selatan berkomitmen kuat untuk memajukan pendidikan anak usia dini terkhusus di Kabupaten Muba. Kami percaya bahwa prosesi ini akan menjadi awal dari upaya strategis untuk bersama-sama membangun generasi emas yang berkualitas mulai dari usia dini,” ujarnya.

Bunda Baca Muba ini juga mengatakan, peran dan fungsi strategis Bunda PAUD memang telah menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Muba. “Ini tentu menjadi harapan baru bagi setiap tunas-tunas bangsa bisa memperoleh hak-haknya dari orangtua, keluarga dan masyarakat di mana dia berada,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Muba.

Baca Juga:

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, menegaskan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi dan pilar utama dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

“Karena itu, pembangunan pendidikan karakter manusia Indonesia harus dimulai sejak usia dini pada anak. Pembangunan pendidikan karakter harus menjadi bagian setiap keluarga dalam bentuk pendidikan non formal maupun lewat jalur informal dalam satuan pendidikan seperti PAUD, TK, Kelompok Bermain dan sejenisnya,” kata Muhadjir.

Menanamkan nilai-nilai luhur dan karakter harus dimulai sejak usia dini. Keluarga memiliki peran besar dalam membangun manusia Indonesia berkarakter, berahlak mulia dan dan berbudi pekerti luhur dengan rasa nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, mewakili Presiden RI, Mendikbud juga meluncurkan Program Pendidikan Kebencanaan dan berdialog dengan 1.262 Bunda PAUD Nasional dan Bunda PAUD Daerah. Tema penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Harmonisasi Bunda PAUD Tahun 2019 adalah Memantapkan Peran Bunda PAUD dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia Sejak Usia Dini.

Kemudian acara dilanjutkan dengan talkshow dengan narasumber istri Wakil Presiden RI, Mufidah Jusuf Kalla.

(akn)

Ini Rencana Kegiatan Wapres Jusuf Kalla di NTB

loading…

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla direncanakan akan mengadakan kunjungan kerja di Provinsi NTB pada Sabtu, 6 April 2019.

MATARAM – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla direncanakan akan mengadakan kunjungan kerja di Provinsi NTB pada Sabtu, 6 April 2019.

“Kami akan siapkan segala keperluan untuk kelancaran kunjungan kerja Wapres ke NTB,” kata Najamuddin Amy, Kepala Biro Humas dan Protokol NTB, Selasa (2/4/2019) saat ditemui usai rapat Koordinasi dengan pejabat terkait di ruang rapat Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta.

Ia menambahkan, beberapa kegiatan yang direncanakan dilaksanakan selama kunjungan kerja Wapres di NTB antara lain, melihat progress dan memantau secara langsung rekonstruksi pasca bencana gempa dan Wapres direncanakan akan menghadiri Silaturrahmi Kebangsaan.

Baca Juga:

Silaturrahmi Kebangsaan tersebut rencananya digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram. Rencananya, Jusuf Kalla akan tiba di NTB sekirar pukul 13.10 WITA menggunakan pesawat yang mendarat di Lombok International Airport.

Selesai menghadiri Silaturrahmi Kebangsaan dan melihat program rehab rekon, Wapres RI Jusuf Kalla akan kembali bertolak ke Jakarta menggunakan pesawat Kepresidenan sekira pukul 17.40 WITA

Najamuddin mengatakan kesiapan penyambutan Wapres dimulai dengan persiapan di Ruang VIP Lombok International Airport, Lombok Tengah.

“Besok kami akan rapat bersama seluruh stakeholders terkait untuk membahas rencana kegiatan Wapres nanti,” tutupnya.

(akn)

Perjusami SD 003 N Nunukan Dilaksanakan di Halaman Sekolah

loading…

Lebih kurang 100 siswa mengikuti perkemahan jumat sabtu minggu (PERJUSAMI) di halaman sekolah SD N 003 Nunukan, pada Jumat (29/03/2019).

NUNUKAN – Lebih kurang 100 siswa mengikuti perkemahan jumat sabtu minggu (PERJUSAMI) di halaman sekolah SD N 003 Nunukan, pada Jumat (29/03/2019). Gugus depan 01.025-01.026 pàngkalan SD N 003 Nunukan ini menggelar pembukaan kemah pada pukul 16.30 dan dihadiri oleh Camat Nunukan Ahmad serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asnawi.

“Pramuka sebagaimana singkatannya Paraja Muda Karana diartikan pemuda tangguh harus menjadi garis terdepan dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Pembentukan karakter ini harus dimulai sejak dini sehingga anak-anak ku semua bisa trampil dan memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan yang tinggi,” ungkap Nejemawati dalam amanahnya di depan barisan siswa siswi peserta PERJUSAMI.

Tujuan kegiatan ini tidak terlepas dari cara sekolah meningkatkan semangat kepanduan yang mengajarkan jiwa patriotisme, disiplin serta kerja kelompok yang membentuk karakter bangsa Indonesia kepada peserta didik.

Acara yang berakhir pada minggu pagi ini berisi tentang materi-materi khusus tentang kepermukaan, baik siswa, maupun para guru. Pematerinya juga dihadirkan dari para pembina dan pengurus Cabang Pramuka Kabupaten Nunukan. [Awan79; Foto Sabri]

(akn)

Jelang Pilpres, KPU Tanjungpinang Simulasikan Pencoblosan Pemilu 2019

loading…

KPU Tanjungpinang menggelar simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 di TPS 22, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kepulaun Riau, Rabu (3/4/2019). Foto/KOran SINDO/Muhammad Bunga Ashab

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menggelar simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) 22, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulaun Riau, Rabu (3/4/2019).

Simulasi ini didiikuti 276 orang yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) TPS 22. Simulasi ini sekaligus mengukur kesiapan petugas penyelenggara, pengawas dan pengamanan dalam pelaksanan pemungutan suara di TPS pada 17 April mendatang.

“Simulasi pungut hitung ini bagian sosialisasi kepada masyarakat, simulasi ini dilaksanakan seasli mungkin, tadi pagi kita mulai dari penyerahan sampai proses penghitungan nanti,” kata Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution di TPS 22, lapangan sepak bola hutan lindung Tanjungpinang di lokasi.

Baca Juga:

Aswin mengatakan, simulasi ini bagian dari bimbingan teknis (Bimtek) langsung di lapangan bagi panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) se-Tanjungpinang.

Selanjutnya, pembelajaran bagi peserta pemilu partai politik pemilu, perwakilan DPD dan Capres-Cawapres 01 dan 02. “Harapan kita simulasi ini sebagai gambaran proses pada hari pencoblosan nanti,” kata dia.

Untuk pemilihan lokasi simulasi ini, kata Aswin, telah disepakati berdasarkan hasil rapat bersama. Alasannya, salah satu melihat dari data yang lalu bawah partisipasi pemilih di TPS 22 tidak unggul dari daerah lain. “Makanya kita putuskan di sini supaya partisipasi di sini bisa meningkat. Untuk lokasi sebenarnya tidak jadi persoalan di mana pun lokasinya,” katanya.

Dikatakannya, terkait distribusi logistik Pemilu 2019 akan didistribusikan pada H-3 ke KPPS dam H-1 baru ke TPS. Sementara jumlah pemilih di Tanjungpinang berdasarkan rekapitulasi penetapan daftar pemilih hasil perbaikan (DPSHP) tahap III dengan total 151.382 pemilih. “Jumlah itu diperoleh setelah dimasukkan rekomendasi DPK 310 jadi DPT dari Bawaslu,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini mengatakan, pengawas turut melakukan pengawasan dalam pelaksanaan simulasi pemungutan suara di TPS. Menurut dia, simulasi ini sudah terlaksana dengan baik. Namun, ada beberapa persoalan teknis yang dilihat kurang baik, misalnya bilik suara yang agak rapat, seharusnya bilik suara itu agak renggang sehingga tidak mempengaruhi pilihan para pemilih. Kemudian, ketinggian kotak suara yang standarnya antara 70 centimeter (cm) sampai 100 cm.

“Hanya saja kita mengamati dan mengevaluasi berbagai perbaikan dan penyempurnaannya. Bilik suara sudah standar, tapi jaraknya saja. Kotak suaranya terlalu tinggi tadi, kalau terlalu tinggi nanti pemilih sulit memasukkan suaranya,” kata Zaini.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menlai kegiatan simulasi sangat positif. Sebab, sosilisasi ini akan baik bagi penyelenggara KPU dan jajarannya, Bawaslu dan jajaranya, begitu juga dengan petugas pengamanan di TPS dan peserta pemilu. Menurut dia, kegiatan ini untuk menambah informasi dan pengetahuan peran dan tugas, serta hak dan kewajiban bagi yang terlibat dalam Pemilu 2019.

“Kita membantu penyelenggaran tugas pengamanan. Kita yakin membantu jalannya pemungutan suara di TPS berjalan aman dan lancar. Kalau kita amati rata-rata setiap orang makan waktu 5 menit,” kata Ucok.

Untuk pengamanan pemungutan suara, Ucok menjelaskan, sebanyak 318 orang personel Polres Tanjungpinang akan diterjunkan untuk mengawasi 567 TPS, diperbantukan dari Brimob Polda Kepri, Dir Shabara Polda Kepri dan satuan TNI. Dalam pengamanan ini akan mengenatisipasi segala bentuk kontigensi yang dapat mengancam stabilitas keamanan.

“Nanti satu personel akan menjaga dua atau tiga TPS. Dengan perencanaan yang matang, kita yakin pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar di Tanjungpinang,” tutup Ucok. muhammad bunga ashab

Caption Foto: Pemilih memasukkan suaranya dalam simulasi pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) 22, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulaun Riau.

(ysw)

Lagi Cari Rumput, Warga Temukan Koper Berisi Mayat di Bawah Jembatan

loading…

Sesosok mayat laki laki yang berada di dalam koper ditemukan warga yang sedang mencari rumput di bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar. Foto/SINDOnews/Solichan Arif

BLITAR – Sesosok mayat laki laki yang berada di dalam koper ditemukan warga yang sedang mencari rumput di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Polisi masih menyelidiki penemuan mayat yang diduga menjadi korban pembunuhan di lokasi lain.”Dalam koper itu badannya sepertinya ditekuk-tekuk. Saya tidak melihat bagian kepalanya,” tutur Kepala Desa Karanggondang Edi Sucipto kepada wartawan Rabu (3/4/2019). Koper berisi mayat itu berada di bawah jembatan, yakni tepatnya dipinggir sungai desa.

Lagi Cari Rumput, Warga Temukan Koper Berisi Mayat di Bawah Jembatan

Mengetahui itu, Imam warga setempat yang sedang mencari rumput langsung melapor ke perangkat desa. Sontak kabar itu membuat heboh warga setempat.

Oleh pemerintah desa temuan itu langsung dilanjutkan ke aparat kepolisian. Belum diketahui pasti apakah mayat dalam koper itu warga setempat atau dari daerah lain yang sengaja dibuang. “Kita langsung melaporkan ke kepolisian,” katanya.

Setelah melakukan olah TKP, aparat Polres Blitar Kota langsung membawa mayat ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Diduga kuat mayat laki laki dalam koper itu korban pembunuhan. (Baca: Tragis, Janda Beranak Dua Tewas dengan Leher Nyaris Putus)

Baca Juga:

Menurut Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono pihaknya masih melakukan penyelidikan. Untuk memastikan penyebab kematian, Polres Blitar Kota juga melibatkan petugas tim laboratorium forensik Polda Jawa Timur.

“Iya, ada temuan mayat di dalam koper. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, “ujarnya singkat.

(ysw)

Wanita Penghuni Indekos di Manado Tewas dengan Luka Tusuk di Leher

loading…

MANADO – Seorang wanita penghuni indekos di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Diduga wanita bernama Dewi Y Gedoan (27) itu merupakan korban pembunuhan karena terdapat luka senjata tajam di tubuhnya.

Menurut salah seorang saksi mata, Herry Purwahyudi (45), sekitar pukul 23.00 dia mendengar suara gaduh dan ada suara wanita berteriak di dalam kamar kos tersbut. “Saya sempat mendengar suara teriakan, Papa… Papa,” ujar Herry kepada wartawan di lokasi, Rabu (3/4/2019).

Selanjutnya, Herry melaporkan kecurigaannya tersebut ke pemilik kost bernama Jantje Rorimpandey (56) yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
Anggota Polsek wanea Kemudian mengamankan Tempat kejadian perkara dan menghubungi Tim inafis Polresta Manado dan DVI (Disaster Victim Investigation) Bid Dokkes Polda Sulut. Korban kemudian dievakuasi di Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi.
Kapolsek Wanea, Kompol Hamsy saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga:

(ysw)

Bus Sugeng Rahayu Nyemplung ke Sungai, Polisi: Kecepatan Terlalu Tinggi

loading…

NGAWI – Polisi melakukan olah TKP kecelakaan maut bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya-Yogyakarta yang masuk sungai di Desa Sidowayah, Kecamatan Kedunggalar 10 kilometer dari Kota Ngawi. Diketahui kalau kecepatan bus terlalu tinggi saat berada di tingkungan sehingga menabrak pembatas jembatan dan nyemplung ke sungai sedalam 10 meter tersebut.

“Dari hasil olah TKP, polisi memastikan jika sopir kehilangan kendali di tikungan tajam karena kecepatan terlalu tinggi antara 80 hingga 100 km perjam,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo di lokasi, Rabu (3/4/2019). (Baca: Bus Sugeng Rahayu Masuk Sungai di Ngawi, 2 Penumpang Tewas, 14 Lainya Luka-luka)

Sebelumnya diberitakan, sebuah bus angkutan umum antar provinsi terjun ke sungai di Desa Sidowayah, Kecamatan Kedunggalar 10 kilometer dari Kota Ngawi.

Baca Juga:

dalam peristiwa itu, dua penumpang meninggal dunia serta 14 lainnya mengalami luka-luka. Bahkan delapan diantaranya mengalami luka berat sehingga harus mendapat perawatan di RS At-Tiin.

(ysw)

KPU Kota Pekalongan Sebut 1.012 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat Mencoblos

loading…

Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Toha mengatakan kalau dalam rapat pleno tersebut, sebanyak 1.012 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) melakukan pencoblosan. Foto/INews TV/Suryono

PEKALONGAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan menyelenggarakan rapat pleno terkait penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Tahap 3 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Kota Pekalongan, Selasa 2 Maret 2019 sore. Dalam rapat pleno tersebut, sebanyak 1.012 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang tersebar di 344 TPS.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Toha menuturkan dalam rapat pleno tersebut membahas penetapan DPT sekaligus aturan pengurusan DPTb yang masuk dalam kategori khusus.

Diterangkan Rahmi, bahwa jumlah DPT Kota Pekalongan sebanyak 225.859 pemilih, 1.012 diantaranya dinyatakan sebagai data pemilih TMS. Jumlah tersebut tidak berubah, sebab pemilih yang TMS namanya tidak dihapus.

Baca Juga:

“Jadi mekanismenya adalah, nama-nama yang bersangkutan hanya kita tandai saja agar nanti KPPS tidak menyampaikan formulir C6. Dan itu adalah bahan untuk pemilu yang akan datang yang nantinya akan kita mutakhirkan,” tutur Rahmi.

Lebih lanjut, Rahmi menegaskan data pemilih TMS tersebut tidak akan disalah gunakan, karena pada saat pelaksanaan pemilu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan data DPT.

“Jadi nama pemilih TMS akan kita beri tanda 51. Namun juga ada kewajiban bagi KPPS untuk memastikan kembali daftar TMS agar C6 nya tidak diberikan. Dan daftarnya pun juga dipegang oleh banyak pihak, baik para saksi dan pengawas TPS,” tegas Rahmi.

Ditambahkan, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Pekalongan, Saiful Amri, terkait pengurusan pindah pemilih hanya dapat dilakukan H-7 sebelum pelaksanaan pemilu berlangsung bagi orang yang masuk dalam empat kategori khusus yaitu sakit, bencana alam, narapidana, dan sedang menjalankan tugas.

“Dengan judisial review, yang diajukan ke MK terkait daftar pemilih tambahan. Kepengurusan pindah pemilih dapat di lakukan H-7 hingga pukul empat sore. Dan hanya akan mengakomodir pemilih dalam keadaan tertentu yaitu karena sakit, bencana alam, menjadi narapidana dan sedang menjalankan tugas,” imbuh Saiful.

Lebih lanjut, kata dia, sedangkan pemilih yang ingin mengurus pindah pemilih di luar empat kriteria yang disebutkan sudah tidak dapat mengajukan lagi dan telah berakhir masa pengajuannya pada 17 Februari lalu.

“Khusus kriteria menjalan tugas, ini menjadi perdebatan karena konteksnya dipertanyakan. Kemudian dari hasil konsultasi kami, bahwa yang dimaksud adalah sedang menjalankan tugas belajar, dalam hal ini ASN atau pegawai dari instasi tertentu sedang menjalankan pendidikan di luar kota asalnya karena ditugaskan oleh instansinya,” ujar Saiful.

Diungkapkan Saiful, KPU selanjutnya akan memetakan DPTb dan menempelkan daftar nama-nama tersebut ke beberapa TPS yang sudah ditentukan. Sehingga bagi yang masuk DPTb pada hari pemilihan dapat mengetahui lokasi TPS untuk memberikan hak suaranya.

(ysw)

Bus Sugeng Rahayu Masuk Sungai di Ngawi, 2 Penumpang Tewas, 14 Luka-Luka

loading…

NGAWI – Sebuah bus angkutan umum antar provinsi terjun ke ke dalam Sungai di Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) pagi. Dalam peristiwa tersebut, dua orang tewas dan 14 penumpang lainya mengalami luka luka.

Dalam peristiwa itu, diduga sopir mengemudi dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa mengendalikan bus saat ditikungan tajam sebelum masuk ke sungai sedalam 10 meter. (Baca: Bus Yogya-Wanosari Tabrak Pagar Pabrik BH, Satu Tewas, 5 Luka)

Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi di Desa Sidowayah, Kecamatan Kedunggalar 10 kilometer dari Kota Ngawi.”Bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya-Yogjakarta terbalik di dasar sungai sedalam 10 meter setelah menabrak pembatas jembatan akibat sopir tidak menguasai laju kendaraan setelah melewati tikungan tajam,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Baca Juga:

Akibat kecelakaan maut tersebut, dua orang penumpang tewas, yakni Nasrudin Warga Ambarawa dan Lilik Larmining warga Madiun.

“Selain itu, ada 14 penumpang juga mengalami luka, delapan diantaranya diantaranya mengalami luka berat dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit,” terangnya. (Baca juga: Cerita Karyawan Dealer Motor Selamat Saat Bus Masuk Jurang di Sukabumi)

Kini para korban luka dirawat di rumah sakit At-Tiin dan korban meninggal berada di kamar mayat Rumah Sakit Soeroto Ngawi.

(ysw)

Jembatan Putus, Warga Tanggamus Harap Segera Ada Perbaikan

loading…

Foto ilustrasi jembatan putus akibat banjir bandang. Foto: dok/SINDOnews

TANGGAMUS – Sejak jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Tanggamus, Lampung putus pada Maret 2019 lalu, hingga kini belum juga ada perbaikan. Warga berharap pemerintah setempat melakukan perbaikan karena jembatan itu adalah akses satu-satunya bagi warga.

Jembatan yang terletak di Dusun Campang Muara Pekon Tanjung Agung Kecamatan Agung sudah sejak Maret 2019 lalu hancur diterjang banjir bandang. Padahal jembatan tersebut adalah akses satu-satunya menuju wilayah Babakan Kecamatan Pugung, banyak anak sekolah dan warga yang melewati jembatan itu.

Salah satu warga bernama Ibnu berharap, pemerintah kabupaten Tanggamus untuk segera membangun kembali jembatan tersebut. “Karena askes jalan hanya satu satunya, tidak ada jalan alternatif lain,” katanya kepada wartawan di lokasi, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga:

Warga Tanggamus lainnya, Mamad berharap agar jembatan terebut dapat dibangun kembali untuk mempermudah akses transportasi. Karena jika posisi sungai banjir maka akan menghambat anak-anak untuk bersekolah.
“Banyak anak sekolah yang terpaksa tidak masuk ketika sungai banjir karena khawatir terseret arus,” ujarnya.

(ysw)

Non-Muslim Ditolak di Bantul, Ning Ita: Tak Akan Terjadi di Kota Mojokerto

loading…

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat peringatan Isra Miraj di Kota Mojokerto. Foto Ist

MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sangat kaget dengan berita viral tentang adanya warga non muslim yang ditolak tinggal di Pedukuhan Karet, Desa Pleret, Kabupaten Bantul. Apalagi, penolakan tersebut dikuatkan dengan legalitas berupa keputusan kepala dusun yang kemudian menjadi dasar pengurus RT untuk melakukannya.

“Bagaimana mungkin sebuah dusun bisa mengeluarkan aturan yang justru bertentangan dengan semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara, yakni Bhinneka Tunggal Ika,” kata Ning Ita, panggilan akrab Ika Puspitasari, Selasa (2/4/2019).

Ning Ita yang juga aktivis Muslimat NU tersebut menegaskan, preseden menyedihkan tersebut menciptakan luka yang sangat mendalam. Sebab, tindakan tersebut dengan jelas mencoreng ukhuwah wathaniyahyang merupakan perwujudan kerukunan antar umat beragama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga:

“Apa yang terjadi di Bantul adalah pukulan terhadap ideologi kebangsaan kita. Sikap intoleransi seperti ini tak boleh meluas. Harus berhenti di Bantul. Tak boleh terjadi di Kota Mojokerto, tidak di Jawa Timur,” kata Ning Ita.

Ning Ita meminta masyarakat belajar dari anggota Banser Riyanto yang juga warga Kota Mojokerto. Delapan belas tahun lalu, pemuda yang tinggal di Prajurit Kulon tersebut membawa lari dan mendekap bom untuk menyelamatkan warga Kota Mojokerto dari teror bom gereja pada 2000 silam.

“Ukhuwah wathoniyah mengajarkan kita untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama dan membudidayakan rasa saling membutuhkan, saling menghargai, dan menghormati perbedaan yang ada di dalam NKRI. Serta bersama-sama menjunjung tinggi martabat bangsa di mata bangsa lain,” kata Ning Ita.

Ning Ita mengatakan, adalah hak bagi setiap warga negara untuk hidup dan mempertahankan hidup serta kehidupannya sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan konstitusi negara.

UUD 1945, kata Ning Ita, telah menjamin kehidupan beragama setiap warga negara. Dalam Pasal 28 E UUD 1945 disebutkan bahwa setiap orang berhak memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pekerjaannya, kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak untuk kembali.

Seperti diketahui, di media telah viral berita adanya warga pendatang baru yang ditolak saat hendak tinggal di Pedukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta karena yang bersangkutan adalah seorang non-muslim. Warga bernama Slamet Jumiarto dan keluarganya ditolak ketika menyewa rumah di RT 08, Pedukuhan Karet, Desa Pleret, Bantul, DIY.

Dasar penolakan itu adalah karena adanya aturan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kelompok Kegiatan (Pokgiat) tentang persyaratan pendatang baru. Surat Keputusan Nomor 03/POKGIAT/Krt/Plt/X/2015 itu menyebutkan bahwa pendatang baru harus beragama Islam.

Akan tetapi Slamet dan keluarganya beragama Katolik, sehingga ia ditolak untuk tinggal di daerah tersebut. Penolakan dilakukan oleh pengurus RT dan diketahui kepala dusun setempat.

”Surat keputusan dusun tersebut jelas diskriminatif. Padahal, bangsa ini didirikan untuk menembus segala macam sekat suku, agama, ras, dan golongan. Kejadian ini adalah langkah mundur kebangsaan kita,” katanya.

(sms)

Polda Kepri dan Polis Marine Polda Johor Bahru PDRM Adakan Pertemuan di Laut

loading…

Dirpolairud) Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta didampingi Wadir Narkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede bersama delegasi Polis Marine Polda Johor Bahru PDRM. Dicky/SINDOnews

BATAM – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melakukan kegiatan Rendervouz (RV) atau pertemuan di laut antara Polis Marine Polda Johor Bahru PDRM dengan Ditpolairud dan Ditresnarkoba Polda Kepri pada Selasa (26/3/2019).

Pertemuan ini berlangsung diperairan Malaysia dengan titik Rendervouz (RV) 01⁰19.812′ N – 104⁰07.246′ E menggunakan Kapal Patroli Cepat (KPC) XXXI-2006. Dimana rombongan Direktur Polairud (Dirpolairud) Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta didampingi Wadir Narkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede dan beberapa personil Ditpolairud Polda Kepri.

“Pertemuan itu sskitar pukul 11.10 WIB tiba dititik lokasi RV KPC XXXI-2006, kami sandar kanan Kapal Patroli Polis Marin PDRM PA51,” ujar Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto.

Baca Juga:

Dijelaskan, pihaknya langsung melaksanakan rapat pertukaran informasi yang berkaitan dengan tindak pidana transnasional yaitu tentang tindak pidana pekerja migran Indonesia. Beberapa hal yang dibahas seperti penyeludupan rokok ilegal yg disampaikan oleh Dirpolairud Polda Kepri dan Kepala Polis Marin PDRM wilayah Johor. “Kemudian juga ada pembahasan tentang penyelundupan narkoba oleh Wadir narkoba Polda Kepri dan Wakil Narkotik Wilayah Johor,” ujarnya.

Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB kegiatan rapat pertukaran informasi selesai dilanjutkan dengan pertukaran plakat dan cinderamata, foto bersama dan makan siang bersama. Selanjutnya pukul 13.00 WIB Giat RV selesai dilaksanakan dan KPC XXXI-2006 kembali bertolak menuju perairan indonesia dengan pengawalan Kapal patroli Polis Marin Malaysia PSC 059 dan Sea Rider keluar dari perairan Malaysia menuju perbatasan Indonesia. “Sekitar pukul 13.40 WIB rombongan tiba di dermaga Mako Ditpolairud Polda Kepri,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Yani mengatakan bahwasanya delegasi Malaysia diwakili ACP Paul Khiu Khon Chiang Komander PPM W2 Johor, Supt Chan Wakil Narkotik Johor, DSP Ahmad Amri Abd Rahman KB Ops/Intel PPM W2, DSP Salihin Othman KB Admin PPM W2, DSP Abd Salam Abdul Razak, KB Teknikal PPM W2, Insp. Syed Hafiz Syed Baharin, Wakil PP Martek Pengerang, Insp Fadli Ramli, Insp Ops/Intel, Insp Hafizul Jamalil, IO PPM 10 krew.

Delegasi Indonesia selain Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta dan Dirresnarkoba yg diwakili oleh Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede, Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Kepri, Kasubdit patroli Ditpolairud Polda Kepri, Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri, Kasipatwalair Ditpolairud Polda Kepri dan Danpal KPC XXXI-2006 beserta 2 crew.

(nag)