Rumah Sakit dan Klinik Ini Tidak Terima Lagi Pasien BPJS Kesehatan

loading…

Tiga rumah sakit dan satu klinik mata di Jambi tidak menerima lagi pasien BPJS Kesehatan. iNewsTV/Nanang Fahrurozi

JAMBI – Ada tiga rumah sakit dan satu klinik mata di Jambi tidak menerima lagi pasien BPJS Kesehatan. Empat penyelenggara pelayanan kesehatan ini tidak menerima pasien BPJS karena sudah diputus kontrak oleh BPJS Jambi.

“Kami bukannya tidak mau kerja sama dengan pihak rumah sakit, hanya saja batas waktu kontraknya sudah habis. Jadi pihak rumah sakit tidak mau menerima kartu layanan BPJS dari pasien,” jelas Kabid Pelayananan Manfaat Rujukan BPJS Jambi, Timbang Pemangkas Jati, Rabu (2/1/2019).

Ketiga rumah sakit tersebut, adalah Rumah Sakit (RS) MMC Mayang Jambi, RS Prima Royal Kecamatan Jambi Selatan, RS Kambang Kecamatan Telanaipura. Sedangkan satu klinik yang tidak menerima pasien BPJS adalah klinik mata di Kecamatan Telanaipura.

Terpisah Kepala Operasional Klinik Mata Kecamatan Telanaipura, Indra, membenarkan ada penarikan BPJS dari Kantor BPJS Kesehatan. Dia mengaku tidak tahu sampai kapan kantor BPJS membiarkan rumah sakit dan klinik tanpa BPJS, padahal masyarakat butuh perawatan melalui kartu BPJS Kesehatan.

“Kita tidak ada masalah, hanya saja kontraknya sudah habis. Pihak kantor BPJS menarik kerja sama,” sebutnya.

Indra juga menyebutkan, meski tidak ada BPJS justru tidak akan rugi. Hanya saja dia memandang pelayanan masyarakat kurang mampu jadi terkendala. “Semoga bisa ada lagi masuk BPJS ke klinik,” ungkapnya.

(wib)

BNPB: 10 Tahun Terakhir Bencana Longsor Paling Banyak di Sukabumi

loading…

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan berdasarkan catatan 10 tahun terakhir longsor paling sering terjadi melanda wilayah Sukabumi.”Sukabumi itu kejadian bencana dari tahun 2009 sampai 2018 bencana yang paling banyak adalah tanah longsor. Ada 132 kejadian longsor nomor dua puting beliung nomor tiga banjir. Jadi selama 10 tahun terakhir adalah bencana longsor yang paling banyak di Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Rabu (2/1/2019).

Sutopo mengungkapkan, daerah Sukabumi yang memiliki bahaya tinggi hingga sedang akan terjadinya longsor. Menurutnya ada 33 kecamatan yang merupakan daerah bahaya menengah hingga bahaya tinggi dari longsor. “Kemudian ada sekitar 8 kecamatan yang merupakan daerah yang berpotensi terjadinya longsor dan memicu banjir bandang,” ungkapnya.

Namun, kata Sutopo, sebagian besar masyarakat masih belum paham apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bencana tersebut. “Yang jadi masalah adalah masyarakat banyak yang belum paham menurut pengakuan belum mendapat sosialisasi, belum mendapat pendidikan kebencanaan, belum mengetahui antisipasi apa yang dilakukan menghadapi longsor,” kata Sutopo.

Selain itu, Sutopo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) harus bisa menempatkan penataan ruang bagi masyarakat agar tidak menjadi korban longsor. Mengingat kondisi wilayah Sukabumi yang memang masuk dalam bahaya tinggi hingga sedang akan bencana longsor.

“Kalau kita lihat ini dari peta perkiraan wilayah terjadinya longsor di Jawa Barat dan Sukabumi kalo kita melihat yang warna merah ini adalah daerah yang bahaya tinggi sedangkan yang warna kuning itu bahaya sedang, hijau bahaya rendah. Kalo kita lihat ini kabupaten Sukabumi ya sebagian besar secara alamiah daerah rawan menengah hingga tinggi,” tuturnya.

(wib)

Pemkot Denpasar Resmi Larang Penggunaan Kantong Plastik

loading…

Sidak penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 di beberapa toko di Kota Denpasar, Rabu (2/1/2018). Foto/Istimewa

DENPASAR – Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar, Bali resmi berlaku sejak 1 Januri 2019. Pelaksanaan sosialisasi ini telah dilakukan pada Juli 2018 oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar kepada pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga toko kelontong.

Guna memastikan seluruh seteakholder mendukung perwali ini, Rabu (2/1/2019) DLHK Kota Denpasar melakukan sidak di belasan toko modern dan supermarket yang berada di wilayah Kota Denpasar.

Seperti halnya toko buku Gramedia di Wilayah Gatsu telah menerapkan dan mematuhi Perwali terkait dengan tidak menyediakan kantong plastik dalam setiap penjualan, serta menyarankan pembeli untuk membawa tas belanja sendiri.

Menurut Store Manager Gramedia, Adi Foday mengungkapkan, pihaknya akan senantiasa mentaati Perwali terkait, pihaknya juga menyediakan kantong belanja berbahan kain yang bisa dibeli di kasir.

“Kami juga memiliki Cassava Bag yang dapat terurai secara alami karena terbuat dari bahan alami seperti singkong, jagung,kentang dll, ini hancur dalam air panas dan melunak dalam air dingin, jadi sangat gampang terurai, jadi mungkin ini bisa menjadi solusi untuk mengganti kantong plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadek Swastini salah satu warga Kota Denpasar Utara yang berbelanja mengaku tidak keberatan jika membawa tas belanja sendiri.

“Kalau itu memang menjadi sebuah aturan dan berdampak baik, saya selaku masyarakat berkewajiban mematuhinya, yang jelas setiap belanja sekarang harus bawa sendiri kantongnya dari rumah,” timpalnya.

Dalam sidak yang dipimpin langsung Kadis LHK Denpasar I Ketut Wisada dan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja ini masih mendapatkan belasan toko modrn dan juga supermarket yang masih menyediakan kantong plastik.

Pengakuan beberapa toko modern yang ditemui di kawasan Jalan Nangka Utara mengaku masih dalam tahap pembuatan kantong belanja yang ramah lingkungan.

Pada saat sidak, tampak masyarakat yang sedang berbelanja tidak diberikan kantong plastik dan terpaksa membawa belanjaannya tanpa kantong plastik. Namun ada juga masyarakat yang telah membawa kantong sendiri dan merasa nyaman.

Terkait dengan sosialisasi pengurangan kantong plastik di Kota Denpasar menurutnya sangat baik sekali. Dan sosialsiasi ini telah saya baca disetiap supermarket serta juga dimedia sosial. Dia berharap masyarakat dapat memahami tujuan mulia dari gerakan Pemkot Denpasar ini bagi lingkungan dan kehidupan kedepan.

Di samping menyasar Toko Modern dikawasan tersebut, DLHK Denpasar langsung menuju ke Pusat Perbelanjaan Tiara Dewata. Tim langsung menuju pusat penjualan kebutuhan pokok. Dalam peninjauan tersebut tampak masyarakat yang berbelanja tidak diberikan kantong plastik, namun pada kasir menawarkan konsumen tas ramah lingkungan berukuran besar dengan harga Rp17.000.

Kadis LHK Ketut Wisada dalam siaran persnya mengaku pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada toko modrn, supermarket, toko kelontong hingga pasar tradisional di Kota Denpasar. Pada hari kedua penerapan Perda ini kami masih mendapati penggunaan tas kantong plastik, namun hal ini juga telah diikuti dengan mengganti tas kantong dengan tas ramah lingkungan.

Seperti di salah satu toko modern di kawasan Jalan Nangka Utara ditemukan masih menyediakan kantong plastik. Sehingga pihaknya melakukan penyitaan terhadap kantong plastik dan memanggil seluruh manajemen toko berjaringan ini.

“Perwali ini sebagai upaya bersama untuk mendukung dan mengurangi sampah plastik. Kami akan tindak tegas dan melakukan pemanggilan manajemen toko berjaringan yang masih membandel serta memberikan sanksi adminsitrasi sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Pihaknya juga memanggil menejemen Tiara Dewata dan juga supermarket lainnya untuk terus melakukan sosialiasi dalam pengurangan kantong plastik sesuai Perwali yang telah ditetapkan.

(sms)

3 Korban Longsor Cisolok Kembali Ditemukan Meninggal Dunia

loading…

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan tiga orang korban yang tertimbun longsor di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/2019) pagi. Foto Ist/Basarnas

SUKABUMI – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan tiga orang korban yang tertimbun longsor di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/2019) pagi.

“Tiga korban ditemukan pagi tadi. Ketiga korban ditemukan pukul 09.34, 09.35, dan 10.37 WIB. Saat ini korban sedang dalam proses identifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Identification) Biddokkes Polda Jabar,” kata Humas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor, Rabu (2/1/2019).

Joshua mengatakan, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap 21 orang korban lainnya yang diduga masih tertimbun material longsor.

“Dari data kami, saat ini kami mencari 21 orang yang masih dinyatakan hilang. Untuk yang berhasil dievakuasi dari kemarin sampai hari ini, berjumlah 14 korban,” ungkap Joshua.

Proses pencarian saat ini, ujar Joshua, telah menggunakan alat berat. Selain itu, pencarian juga menggunakan Polisi Satwa (Polsatwa) atau K9 Polda Jabar.

“Mulai perhari ini, pencarian juga menggunakan alat berat. Selain itu, tim K9 Polri juga sudah melakukan pencarian di sebagian lokasi,” ujar dia.

Diketahui, bencana tanah longsor melanda permukiman warga di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi pada Senin 31 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu selama beberapa jam. Sebanyak 32 rumah tertimbun material longsor.

Selain itu, longsor juga menyebabkan 63 warga yang selamat mengungsi karena rumah mereka lenyap tertimbun tanah. Sampai saat ini, korban meninggal berjumlah 14 orang, 22 masih hilang, dan tiga orang luka berat.

(sms)

Bupati Kobar Serahkan Bantuan Kursi Roda ke Penyandang Disabilitas

loading…

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah (dua kiri) menyambangi rumah penyandang disabilitas, Ramadan (22) warga Jalan LKMD, RT 16, Madurejo, Arut Selatan. Bupati secara khusus menyerahkan kursi roda kepada Ramadan yang lumpuh total sejak lahir. Foto iNews TV

KOTAWARINGIN BARAT – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng Nurhidayah menyambangi rumah penyandang disabilitas (lumpuh), Ramadan (22) warga Jalan LKMD, RT 16, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Rabu (2/1/2019) pagi. Bupati secara khusus menyerahkan kursi roda kepada Ramadan yang lumpuh total sejak lahir.

Dalam kunjungannya bupati didampingi Pj Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Achmad Rois dan Dinas Sosial beserta jajaran.

“Hari ini ibu melakukan kunjungan sosial ke rumah Ramadan yang lumpuh total dari lahir. Dari informasi yang saya dapat meski lumpuh, Ramadan tetap semangat menjalani hidup. Bahkan dia tiap hari berlatih melewati jalan yang naik dengan kursi rodanya yang sudah tak laik pakai atau usang,” ujar Bupati usai memberikan hadiah kursi roda.

Saat ini lanjut bupati ada sekitar 400 orang penyandang disabilitas di Kobar. Mulai dari buta, tuli, lumpuh dan lain sebagainya. Dan tidak semua bisa kita bantu karena keterbatasan anggaran Pemkab Kobar.

“Bagi warga yang mampu saya harapkan untuk bisa menyisihkan uangnya untuk membantu para penyandang disabilitas. Bantuan bisa diserahkan kepada Dinas Sosial. Tapi kita hanya menerima barang bukan uang,” paparnya.

Sementara itu, penerima kursi roda, Ramadan mengucapkan terima kasih kepada bupati yang telah sudi berkunjung ke rumahnya dengan menghadiahi kursi roda.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada ibu dan ini akan saya pakai sebagai pengganti kursi roda saya yang sudah usang,” ujar Ramadan dengan sedikit terbata bata lantaran dia juga mengalami tuli sejak kecil.

(sms)

Setelah Pangandaran dan Aceh, Gempa Guncang RoteNdao dan Mentawai

loading…

KUPANG – Wilayah Kabupaten RoteNdao, Provinsi NTT kembali diguncang gempa bumi dengan kekuatan 5,2 SR. Gempa ini hanya berselisih 4 jam setelah gempa yang mengguncang Pangandaran dan Aceh dengan kekuatan 5,0 dan 5,1 SR.

Untuk wilayah RoteNdao, BMKG Kupang merilis gempa yang teradi di NTT Magnitudo 5.2, SR pada pukul 23.25:35 WITA atau Rabu dini hari WIB.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 81 KM dengan lokasi 9.92 LS,122.70 BT atau sekitar jarak 102 km Barat Laut dari ibu kota kabupaten RoteNdao, NTT.

Meskipun titik gempa berada di tengah laut namun pihak BMKG Kupang mengimbau warga agar tidak panik. Sebab gempa tersebut tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Gempa juga dilaporkan terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Pusat gempa berada di laut 56 KM Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 4,8 SR pada pukul 3.24:39 WIB.

Hingga pagi ini, pihak BMKG belum mendapatkan laporan kerusakan akibat kedua gempa tesebut.

(thm)

Aktivitas Korban Tsunami di Kalianda Lampung Berangsur Mulai Normal

loading…

Pengungsi korban tsunami di Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Foto: iNews/Heri Fulistiawan

KALIANDA – Pascadilanda bencana tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, kini aktivitas warga di Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mulai normal. Berdasarkan pantauan iNews, terlihat warga sudah beraktivitas seperti biasa.

Meski aktivitas sudah normal namun para pengungsi korban tsunami masih banyak yang bertahan di lokasi pengungsian. Mereka masih menunggu instruksi dari pemerintah untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Eka, salah satu pengungsi, mengungkapkan, sebagian warga memang sudah ada yang kembali ke rumahnya. Namun sebagian besar warga masih memilih tetap bertahan sambil menunggu kabar dari pemerintah setempat bahwa situasi sudah benar-benar aman untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebab masa tanggap darurat masih ditambah satu pekan ke depan.

Meski kegempaan sampai saat ini masih terjadi, namun intensitasnya sudah mengalami penurunan. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi atau PMBG dari pukul 12.00-18.00 WIB malam tadi, aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami 22 kali kegempaan dengan amplitudo 18-32 mm.

Cuaca berawan dan mendung serta angin bertiup lemah ke arah Timur Laut dan Barat Daya. Suhu udara 26-29 derajat celcius dan kelembaban udara 73-83 persen.

Sementara visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih kelabu dengan ketinggian sekitar 200-1500 meter di atas puncak kawah.

Meski sudah mengalami penurunan intensitas, namun sampai saat ini BMKG masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau Siaga dengan radius aman 5 kilometer.

(thm)

Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Belawan, 13 Pemain Judi Diamankan

loading…

Polres Pelabuhan Belawan melakukan penggerebekan di Kampung Kolam Belawan, Selasa malam. Foto: Rusli HR/iNews

BELAWAN – Polres Pelabuhan Belawan menggerebek kampung narkoba di Kampung Kolam Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Medan Belawan, Sumatera Utara, Selasa malam (1/1/2019). Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan puluhan mesin judi jackpot, serta 13 orang pemain judi.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis, mengatakan, tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dibantu petugas TNI melakukan penggerebekan salah satu kampung narkoba di Kampung Kolam Pajak Baru Belawan.

Puluhan petugas langsung masuk ke salah satu rumah yang dijadikan tempat permainan judi dan pesta narkoba. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan para pemain judi jackpot, berikut barang bukti puluhan mesin judi jackpot.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap para pemain judi dan dari saku celana sebagian pemain judi ditemukan barang bukti satu paket kecil ganja, serta peralatan untuk menghisap sabu.

Guna pengusutan lebih lanjut para pemain judi tersebut diamankan berikut barang bukti berupa mesin judi jackpot dan daun ganja kering. Kepada terhadap para tersangka dilakukan tes urine dan empat orang dinyatakan positif pengguna narkoba.

Guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, para tersangka dan pengguna narkoba tersebut diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan.

(thm)

Korban Meninggal Akibat Longsor Sukabumi Bertambah Menjadi 15 Orang

loading…

Upaya pencarian korban longsor Sukabumi dihentikan lebih awal pada Selasa (1/1/2019) akibat hujan deras. Foto: iNews

SUKABUMI – Korban tanah longsor yang menimbun 30 rumah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, terdata sudah sebanyak 15 orang meninggal dunia. Sementara 20 orang lainnya masih dalam pencarian.

Namun, upaya pencarian korban terpaksa dihentikan lebih awal pada Selasa (1/1/2019) akibat hujan deras. Evakuasi korban disetop pada pukul 14.00 WIB. Evakuasi terpaksa dihentikan sementara karena situasi dapat membahayakan petugas. Selanjutnya evakuasi akan dilanjutkan pagi ini oleh tim SAR gabungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, setelah dilakukan pendataan lagi dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, dari 30 unit rumah yang tertimbun terdapat 32 kepala keluarga atau 101 jiwa. Sebelumnya dilaporkan 107 jiwa yang tertimbun, namun dikoreksi menjadi 101 jiwa.

”Dari 101 jiwa yang tertimbun tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia, dan 20 orang masih dalam pencarian. Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Selasa (1/1/2019) malam.

Dia menjelaskan, empat kali longsor susulan sudah terjadi meskipun dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan.

“Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi. Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi,” ujarnya.

Menurut Sutopo, peta potensi longsor menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan peta potensi longsor tinggi merupakan daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali.

Sutopo memastikan tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian 20 korban yang diduga masih tertimbun longsor. ”Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personel dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali,” pungkasnya.

(thm)

Nyalakan Petasan Saat Malam Tahun Baru, 11 Orang Digaruk Satpol PP

loading…

Sebanyak 11 orang digaruk Satpol PP Solo saat perayaan malam tahun baru. Mereka tertangkap basah ketika menyalakan petasan dan kembang api di dua jalan protokol di Kota Bengawan. Foto SINDOnews

SOLO – Sebanyak 11 orang digaruk Satpol PP Solo saat perayaan malam tahun baru. Mereka tertangkap basah ketika menyalakan petasan dan kembang api di dua jalan protokol di Kota Bengawan. Ke 11 orang ditangkap di kawasan Purwosari, dan Benteng Vastenburg. Mereka diciduk setelah aktivitasnya dilihat langsung anggota Satpol PP yang tengah bertugas.

“Mereka melanggar Surat Edaran Wali Kota Surakarta tentang Pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2019. Dalam SE ada larangan untuk menyalakan petasan dan kembang api dalam pergantian tahun,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, Selasa (1/1/2019).

Mereka yang ditangkap disertai bukti dan saksi, lalu diberikan pengarahan. Dari keterangannya, mereka mengaku menyalakan petasan tepat pukul 24.00 WIB untuk merayakan tahun baru.

Selanjutnya, mereka diminta membuat surat pernyataan disertai tanda tangan di atas materai. Sembilan orang yang diciduk merupakan warga Solo, dan dua lainnya asal Sragen. Secara umum, perayaan malam tahun baru 2019 di Solo berjalan lancar.

(sms)

Pelindo 1 Sambut Kapal Perdana Tahun 2019

loading…

Manager BICT Aris Zulkarnain (kanan) berjabat tangan dengan Kapten kapal Meratus, Capt Usman Langkana (kiri) seusai mengalungkan bunga di dermaga BICT. Foto/Istimewa

BELAWAN – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 terus melayani aktivitas kepelabuhanan di seluruh pelabuhan yang berada dalam wilayah kerjanya di tengah perayaan tahun baru 2019. Di seluruh Pelabuhan milik Pelindo 1 digelar acara khusus pemberian apresiasi pelepasan kapal yang terakhir berlayar pada 2018 dan penyambutan kapal perdana yang bersandar di tahun 2019.

Pemberian apresiasi penyambutan kapal perdana berlangsung di pelabuhan terbesar di Pulau Sumatera, Pelabuhan Belawan kepada kapal perdana MV Teliri berbendera Italia yang sandar di dermaga 104 pada 1 Januari 2019 pukul 00.02 WIB. Pemberian apresiasi berupa pemberian kalung bunga dan cindera mata oleh General Manager Pelindo 1 Cabang Belawan kepada Kapten Kapal, Alessio Bisconti.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Belawan International Container Terminal (BICT) dengan memberikan apresiasi berupa pemberian kalung bunga dan songket melayu oleh General Manager BICT, Aris Zulkarnain kepada Kapten Kapal Meratus Medan 5 Voyage 18A5/18A6, Capt Usman Langkana.

Kapal yang berbendera Indonesia ini datang dari Port of Tanjung Pelepas Malaysia sandar di dermaga BICT pada 1 Januari 2019 pukul 05.00 WIB. Kapal ini membawa bongkaran 341 box atau 452 TEUs serta akan membawa muatan 335 box atau 445 TEUs.

Dalam sambutannya, Aris Zulkarnain menyampaikan penyambutan kapal ini menjadi langkah mengawali tahun 2019 untuk semakin memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. “Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Pelindo 1 kepada pengguna jasa yang telah mempercayai kami. Harapannya ke depan, kita semakin bisa terus meningkatkan pelayanan serta melakukan sinergi dengan para pengguna jasa dan stakeholders untuk kebaikan bersama, bertujuan untuk membangun negeri,” katanya.

Kapten Kapal, Capt Usman Langkana mengucapkan terima kasih dan apresiasinya terhadap penyambutan yang dilakukan oleh Pelindo 1. “Semoga Pelindo 1 semakin maju dan berkembang sehingga harapannya kerjasama dan komunikasi yang sudah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan demi kelancaran kedua belah pihak,” ujarnya.

VP Public Relations Pelindo 1 Fiona Sari Utami menambahkan, kegiatan pemberian apresiasi pelepasan kapal terakhir dan penyambutan kapal perdana ini dilakukan di cabang Pelindo 1 lainnya, seperti Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB), Dumai, Pelabuhan Malahayati, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Sibolga, Gunung Sitoli, dan pelabuhan lainnya yang berada di bawah naungan Pelindo 1.

(wib)

Elan Bayi Korban Longsor Sukabumi Akhirnya Meninggal Dunia

loading…

Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua korban longsor Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Dua warga tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (1/1/2019). Foto/Istimewa/SAR

BANDUNG – Elan, seorang bayi korban longsor di Kampung Adat Cimapag/Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang tadi malam berhasil dievakuasi dalam keadaan bernyawa, pada Selasa (1/1/2019) pagi meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal lima orang.

“Info terbaru, bayi yang semalam dievakuasi dalam keadaan bernyawa tadi pagi pukul 09.52 MD (meninggal dunia) Laki-laki, nama Elan, tiga bulan,” ujar Humas SAR Bandung Joshua Banjarnahor.

Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat bencana longsor di Cisolok, Sukabumi hingga saat ini berjumlah lima orang. Sementara, korban hilang 39 orang. (Baca juga: Pagi Ini Dua Korban Longsor Cisolok Ditemukan Meninggal).

(zik)

Hingga Pukul 11.30, Korban Meninggal Akibat Longsor Sukabumi 6 Orang

loading…

BANDUNG – Total enam warga Kampung Garehong RT 04/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah kampung mereka diterjang tanah longsor yang terjadi pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

Humas Kantor Search and Rescue (SAR) Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, pada Selasa (1/1/2019) hingga pukul 11.30 WIB, total empat korban meninggal berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor.

Sekitar pukul 08.00 WIB, tim gabungan menemukan korban meninggal atas nama Sukiyat (50). Kemudian, tim kembali menemukan korban meninggal dunia pada pukul 08.40 WIB oleh berjenis kelamin perempuan.

Selanjutnya, tim kembali berhasil mengevakuasi korban meninggal berjenis kelamin wanita pada pukul 10.45 WIB. Sekitar pukul 10.54 WIB, tim gabungan kembali mengevakuasi korban meninggal.

Sementara, satu bayi Elan (3 bulan) yang tadi malam berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup, hari ini meninggal dunia tadi pagi pukul 09.52 WIB.

“Jadi hari ini, dari pagi sampai siang, empat korban meninggal berhasil dievakuasi. Total korban meninggal akibat longsor sebanyak tujuh orang. Yang masih dalam pencarian 37 orang,” kata Joshua, Selasa (1/1/2019).

Joshua mengemukakan, upaya pencarian dari pagi sampai siang dilakukan secara manual oleh tim dari Kantor SAR Bandung, Kantor SAR Jakarta, BSG, Kantor Pusat Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Sebab, alat berat berupa ekskavator sulit masuk ke lokasi bencana.

Akses jalan sempit menyulitkan alat berat tiba dengan cepat. “Meski begitu alat berat tengah dalam perjalanan menuju lokasi bencana,” ujar Joshua.

(zik)

Jenazah Korban Teroris Poso yang Dimutilasi Dipulangkan ke Tana Toraja

loading…

Korban pembunuhan. Foto/Ilustrasi

TANA TORAJA – Jenazah Warga Asal Toraja yang menjadi korban Multilasi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Telah dibawah ke Kampung Asalnya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (31/12) sore.

Informasi yang dihimpun, Usai di Evakuasi dan Disemayamkan sementara di Rumah Sakit Umum Daerah Anutaloka Parigi Moutong, Jenazah Korban Multilasi di Salubanga asal Tana Toraja diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dengan menggunakan Ambulans dan diantar oleh perangkat desa setempat.

“Korban sudah diberangkatkan menggunakan Ambulans, dengan didampingi oleh perangkat Desa Salubanga, menuju Tana Toraja,” Kata Mhat, warga yang berada di Salubanga, Senin (31/12/2018).

Diketahui, Warga asal Toraja tersebut berinisial Ronal Batau alias Anang yang bekerja sebagai Penambang Emas secara manual di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong juga adalah Keluarga Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara.

“Iya keluarga saya pak, jenazahnya sudah dalam perjalanan dari Sulawesi Tengah menuju Tana Toraja, kami sangat berduka cita,” Jelas Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, Senin (31/12/2018) malam.

Sebelumnya, Ronal Batau alias Anang ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi, dan dievakuasi oleh warga serta petugas, namun dalam proses evakuasi pihak kepolisian dihadang dengan tembakan oleh gerombolan yang diduga jaringan MIT dan mengakibatkan kontak senjata yang menyebabkan 2 Personil Polisi terluka.

(pur)

Longsor Isolasi Warga, Ridwan Kamil: Saya Belum Bisa Berkomentar

loading…

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri muhasabah menyambut Tahun Baru 2019, Senin (31/12/2018). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku belum bisa berkomentar terkait bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/12/2018).

Dikabarkan, peristiwa longsor yang menimpa puluhan rumah tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Laporan sementara, 34 rumah warga tertimbun dan akses menuju daerah yang dikenal sebagai kampung adat itu terputus.

Gubernur yang akrab disapa Emil itu beralasan belum mendapat informasi detail. Sehingga, belum bisa memberikan tanggapan resmi.

Namun, Emil berjanji akan segera menyiapkan langkah penanganan setelah dirinya mendapatkan informasi mendetail dari pihak yang bersangkutan.

“Belum ada berita, belum bisa berkomentar. Secepatnya saya kabari (jika sudah mendapat informasi),” ujar Emil seusai menghadiri muhasabah menyambut Tahun Baru 2019 di Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (31/12/2018).

Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman menyatakan, pihaknya juga masih menunggu laporan lengkap dari BPBD Kabupaten Sukabumi. Karenanya, kata dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi, khususnya terkait korban dan kerugian materi.

“Hingga saat ini jumlah dampak dan korban baik rumah maupun korban jiwa belum bisa dipastikan. Kami masih terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi,” ujarnya. ‎agung bakti sarasa

(pur)

4 Korban Longsor Cisolok Masih Tertimbun, Pencarian Dilanjutkan Besok

loading…

Warga sedang melakukan pencarian korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/12/2018) malam. Foto/Istimewa/Humas BNPB

SUKABUMI – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan ada delapan orang tertimbun longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Empat korban di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan empat korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam. Selain itu listrik padam dan komunikasi seluler juga sulit sehingga evakuasi dilanjutkan besok pagi.

“BPBD Kabupaten Sukabumi bersama personel TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor masih dilakukan,” kata Sutopo dalam rilis tertulis, Senin (31/12/2018).

Sutopo mengemukakan, akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

“Info lanjut silakan menghubungi TRC BPBD Kabupaten Sukabummi Rahmawan melalui telepon 081311146733 dan Polmas Bogor Raya Agus Priyo melalui telepon 0895338321257,” ujar Sutopo. (Baca juga: 34 Rumah di Kampung Adat Cisolok Tertimbun Longsor, 4 Tewas)

(wib)

Jadi Tempat Favorit, Ribuan Warga Bandung Tumpah di Alun-alun

loading…

Kondisi Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam pergantian tahun 2019. Foto/SINDOnews/Arif Budianto

BANDUNG – Ribuan warga Bandung tumpah ruah memadati kawasan Alun – alun Bandung dan Jalan Asia Afrika untuk merayakan pergantian tahun 2018-2019. Pusat Kota Bandung itu tampaknya masih menjadi tempat favorit warga menghabiskan malam tahun baru.

Pantauan SINDOnews di lapangan, kepadatan kendaraan roda dua dan empat sudah tampak dari Jalan Asia Afrika, tepatnya perempatan Gedung Keuangan Negara. Bahkan, polisi menutup Jalan Asia Afrika menuju Alun-alun Bandung. Kendaraan dari simpang lima dibelokkan ke arah Lengkong.

Tak jauh beda dengan alun alun lainnya, Alun alun Bandung juga dikerumuni masyarakat. Tak hanya remaja dan anak-anak, orang tua pun turut turun ke jalan menikmati malam tahun baru. Tokoh-tokoh karakter juga turut meramaikan kawasan tersebut.

Salah seorang warga Cicadas, Irma mengaku sengaja membawa keluarga ke Alun alun Bandung. Walaupun dalam rangka pergantian tahun, namun dia datang karena ingin ikut meramaikan. Apalagi biasanya ada banyak kembang api berhamburan saat malam.

“Ingin ikut ramai aja. Ini kan malam tahun baru, biasanya banyak kembang api. Walaupun untuk jalan ke sini agak sulit, karena arus dialihkan,” kata dia.

Dia mengaku, bisa kondisi cuaca memungkinkan akan ada di alun alun hingga pergantian tahun. Karena, kendati cuaca terang, namun angin cukup kencang. Dikhawatirkan terjadi hujan pada malam hari.

Ketika ditanya harapan dia di 2019, Irma mengaku adanya perbaikan ekonomi. 2018 kata dia, walau pun kondisi cenderung stabil, namun pemasukan cenderung pas-pasan. Dia berharap kepada pejabat pemerintahan, memperhatikan ekonomi masyarakat bawah.

(pur)

10 Anggota Polda Banten Dipecat Tidak Hormat

loading…

Sebanyak 10 anggota kepolisan daerah (Polda) Banten dipecat selama kurun waktu 2018. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Sebanyak 10 anggota kepolisan daerah (Polda) Banten dipecat selama kurun waktu 2018. Pemecatan dilakukan karena kesalahan kesepuluh anggota Polri tersebut tidak bisa ditolerir.

“Pada tahun 2018 ini ada 10 oknum anggota yang dikenakan hukuman PDTH karena perilakunya tidak disiplin dan kasus narkoba,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir saat rilis akhir tahun di Mapolda Banten, Senin (31/12/2018).

Kapolda menjelaskan, sanksi tegas terhadap anggota Polri yang melakukan kesalahan yang mencoreng nama baik institusi tidak bisa ditolerir. Seperti tidak masuk kerja selama 30 hari atau lebih dengan alasan tidak jelas dan terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Menurut Kapolda, langkah tersebut diambil sebagai pembinaaan terhadap anggota Polri yang lain agar tidak melakukan pelanggaran disiplin. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2017, ada 14 anggota Polda Banten dipecat.

Berdasarkan data, 10 anggota yang dipecat tersebut, 2 berasal dari Polda Banten, 2 Polres Pandeglang dan Polresta Tangerang sebanyak 6 anggota. Sedangkan untuk jumlah pelanggaran yang dilakukan sebanyak 77 oknum anggota dengan rincian, pelanggaran disiplin, tercatat sebanyak 28 anggota, kode etik 35 anggota, pidana 14 anggota.

(wib)

Panggung Hiburan dan Pesta Kembang Api di Purwakarta Dibatalkan

loading…

Kapolres Purwakarta AKBP Twedi Aditya Benyahd saat memberikan keterangan kepada media soal pengamanan tahun baru. SINDOnews/Asep supiandi

PURWAKARTA – Panggung hiburan dengan menampilkan pedangdut Nasar dan pesta kembang api pada malam tahun baru di Purwakarta dibatalkan. Acara hiburan yang rencananya digelar di Lapang Sahate, Jalan KK Singawinata, Senin (31/12/2018) malam, dibatalkan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana.

“Ada lima izin kegiatan Pemkab Purwakarta pada pergantian tahun ini. Khusus untuk panggung hiburan berlokasi di Lapang Sahate dibatalkan. Selain pedangdut Nasar batal manggung juga pesta kembang api ditiadakan. Kita sedang berduka, saudara kita tengah mengalami bencana seperti di Banten, Garut, Tasik dan Cirebon,” ungkap Kapolres Purwakarta AKBP Twedi Aditya Benyahd.

Kapolres meminta warga Purwakarta untuk tidak berlebihan merayakan pergantian tahun baru 2019 karena suasana masih berduka atas musibah yang dialami ribuan masyarakat Indonesia. Namun, masyarakat Purwakarta masih bisa merayakan pergantian tahun dengan sejumlah acara seperti pesta rakyat (car free night) yang secara rutin dilaksanakan setiap malam minggu.

Twedi menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan pasukan untuk mengamankan malam pergantian tahun. Sehingga pergantian tahun baru di Purwakarta, berjalan aman.

(wib)

15 Anggota Polda Jateng Dipecat akibat Kasus Narkoba hingga Asusila

loading…

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono inspeksi pasukan di halaman Mapolda Jateng, Senin (31/12/2018). Sebanyak 15 anggota polisi dipecat akibat kasus narkoba dan asusila. Foto/iNews/Taufik Budi

SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang melakukan beragam pelanggaran. Sebanyak 15 personel dikenakan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) alias dipecat karena tersangkut kasus narkoba hingga asusila.

“Rekomendasi pecat di antaranya terlibat kasus narkoba sebanyak lima anggota, terlibat pidana curas satu, disersi delapan anggota, dan kasus asusila satu anggota,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai memimpin upacara pemberian kenaikan pangkat dan punishment kepada anggota di halaman Mapolda Jateng, Senin (31/12/2018).

Sebanyak 15 anggota polisi yang dipecat itu berasal dari berbagai satuan di Polda Jateng dan jajaran. Mereka telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Mereka dipecat sebagai sanksi hukumnya.

Berdasarkan informasi, kasus pemecatan di antaranya dilakukan terhadap anggota Polres Karanganyar. Alasan dipecat lantaran terlibat dua kasus yang memberatkan yakni disersi dan kasus narkoba.

“Trennya masih narkoba (tingkat pelanggarannya). Itu menjadi keprihatinan juga bahwa masih ada anggota yang melakukan pelanggaran. Ini menjadi pembelajaran bagi anggota yang masih aktif agar tidak mengulangi perbuatannya seperti rekan-rekannya,” ujar Condro.

Dia menambahkan, Polda Jawa Tengah tak segan memberikan sanksi tegas bagi setiap anggota yang melakukan pelanggaran. Meski demikian, pihaknya juga memberikan penghargaan besar terhadap personel yang meningkatkan kinerja dan berprestasi.

“Polda Jateng akan mengapresiasi terhadap anggotanya yang berprestasi baik berupa kenaikan pangkat, maupun sekolah, dan penghargaan-penghargaan yang lain. Hari ini ada 2.973 anggota, baik perwira menengah, Bintara, dan juga PNS yang kita berikan apresiasi kenaikan pangkat lebih tinggi,” tukasnya.

(poe)

Malam Tahun Baru, Jembatan Ampera Ditutup 4 Jam

loading…

Jembatan Ampera yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir Palembang akan ditutup selama empat jam pada 31 Desember 2018 saat malam pergantian tahun baru. SINDOnews/Dede Febriansyah

PALEMBANG – Jembatan Ampera yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir Palembang akan ditutup selama empat jam pada 31 Desember 2018 saat malam pergantian tahun baru.

“Jembatan Ampera akan ditutup pada 31 Desember mulai pukul 22.00 WIB hingga 1 Januari 2019 pukul 02.00 WIB. Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau beraktivitas diimbau untuk memperhatikan waktu penutupan jembatan dan memanfaatkan jembatan alternatif Musi II,” ucap Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono saat diwawancarai SINDONews.com, Senin (31/12/2018).

Kapolresta menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang sepakat menutup jalur lalu lintas di jembatan Ampera pada malam Tahun Baru 2019 untuk memberikan kesempatan warga kota yang ingin menikmati suasana pergantian tahun di atas ikon Bumi Sriwijaya itu.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di atas jembatan Ampera dipadati warga yang akan menanti detik-detik pergantian tahun serta menikmati pesta kembang api yang diluncurkan dari kawasan Benteng Kuto Besak dan kapal yang berlayar di Sungai Musi.
“Adanya penutupan jembatan tersebut diharapkan aktivitas masyarakat yang akan merayakan pesta pergantian tahun berjalan dengan aman dan tertib karena tidak ada kendaraan yang melintas,” tuturnya.
Menurut dia, untuk mengatur lalu lintas di kawasan jembatan Ampera dan sekitarnya serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pada malam pergantian tahun ditugaskan 1.483 personel gabungan TNI/Polri termasuk regu penembak jitu (sniper) dan dari instansi di jajaran Pemkot Palembang.

“Kita juga berupaya melakukan pengamanan pada 31 titik pusat kegiatan masyarakat serta yang rawan kemacetan dan kejahatan,” ungkapnya.

Melalui pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan pada kawasan yang berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas, diharapkan tidak terjadi hal-hal yang dapat merusak kegembiraan warga kota pada malam tahun baru. “Kita harapakan pergantian tahun ini aman dari segala gangguan,” tutupnya.

(wib)

Truk Colt Diessel Tabrak Buntut Fuso, Satu Tewas

loading…

Kecelakaan maut terjadi antara truk Colt Dissel Nopol BH 8220 WU dengan truk Fuso Nopol BG 8263 HA di Jalan Lintas Provinsi, tepatnya di Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan,. iNews TV/Era

MUSI RAWAS – Kecelakaan maut terjadi antara truk Colt Dissel Nopol BH 8220 WU dengan truk Fuso Nopol BG 8263 HA di Jalan Lintas Provinsi, tepatnya di Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Minggu (31/12/2018) malam. Akibat kecelakaan tersebut Yang menyebabkan penumpang truk Colt Diessel bernama Tobasir tewas di tempat.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kasat Lantas AKP Dhani Prasetya membenarkan adanya peristiwa kecelakaan antara mobil Truk Colt Diessel Nopol BH 8220 WU dengan dikemudikan Samiran berpenumpangkan Tobasir yang melaju dari arah Muara Lakitan menuju arah Muara Kelingi menabrak bagian belakang Truk Fuso Nopol BG 8263 HA yg dikemudikan Agus.

“Akibat kejadian itu penumpang mobil Truk Colt Diessel tersebut, mengalami patah kaki kiri dan kanan, luka pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Samiran pengemudi Truk Colt Diessel mengalami luka pada kaki kiri akibat terjepit bodi mobil dan kini dirawat di klinik Reno,” pungkasnya.

(nag)

Rumah Hancur, Puluhan Ribu Korban Tsunami Bertahan di Pengungsian

loading…

Sebanyak 33.316 warga pesisir Pandeglang korban bencana tsunami yang menerjang Perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12) hingga kini masih bertahan di pengungsian. (Okezone)

BANTEN – Sebanyak 33.316 warga pesisir Pandeglang korban bencana tsunami yang menerjang Perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12) hingga kini masih bertahan di pengungsian.

“Semua korban tsunami itu belum kembali ke rumah masing-masing,” kata Ketua Koordinator Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pandeglang, Letkol Fitriana Nur Heru di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (31/12/2018).

Meski pascabencana tsunami di Pandeglang sudah delapan hari terakhir, namun kondisi pengungsi masih tetap bertahan. Pengungsi tersebar di Kecamatan Labuan, Carita, Menes, Jiput, Sukaresmi, Pagelaran, Angsana, Panimbang, Cigeulis dan Sumur.

Masyarakat yang mengungsi itu umumnya dengan alasan merasa ketakutan akan adanya bencana tsunami susulan. Apalagi, kata dia, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih aktif mengeluarkan erupsi. “Kami minta warga tetap tinggal di pengungsian sambil menunggu normalnya aktivitas Anak Krakatau,” katanya.

Sangsang, warga Desa Teluk Kecamatan Labuan,Pandeglang mengatakan dirinya hingga kini masih tinggal di pengungsian yang lokasinya menempati mushala Kantor Kecamatan Labuan.

Ia bersama ratusan warga lainnya tidak berani kembali ke rumah, karena belum ada kepastian pengumuman maupun perintah dari pemerintah maupun koordinator tanggap darurat derah untuk kembali ke rumah.

Selain itu, penyebab tsunami dari Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi letusan, hembusan hingga tremor. “Kami berani kembali ke rumah setelah adanya jaminan keamanan dari instansi terkait atau pemerintah daerah,” ujarnya.

Nurhayati, warga Desa Cigodang, Labuan Kabupaten Pandeglang mengaku dirinya bingung karena kondisi rumahnya rata dengan tanah akibat diterjang tsunami.

Apabila, pengungsi diperintahkan kembali ke rumah, ia bersama empat anak bingung harus menghuni kemana. Sebab, bangunan rumah dan perabotan rumah tangga hancur. Pilihannya, adalah kemungkinan tinggal dengan keluarga yang selamat dari bencana tsunami. “Kami berharap pemerintah bisa membangun kembali rumahnya itu,” kata Nurhayati yang mengungsi di GOR Futsal Labuan.

(nag)

Puting Beliung Landa Cirebon, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia

loading…

CIREBON – Angin puting melanda Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (30/12/2018) petang. Sebanyak 165 rumah dan seorang balita meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Selain menewaskan balita bernama Herdi (3), tiupan angin kencang ini juga melukai 10 warga lainnya. Anak pertama dari pasangan suami istri Suheryanto dan Dayanti ini meninggal dunia setelah rumahnya ambruk diterjang tiupan angin kencang.

Salah seorang kerabat korban, Titin mengatakan, saat kejadian Herdi bersama ibunya serta adiknya yang masih bayi. Seketika itu pula angin kencang melanda hingga merobohkan rumah.”Adik korban selamat setelah dilindungi tubuh ibunya. Namun Herdi meninggal dunia karena tertimpa puing rumah yang ambruk,” ujarnya pada Minggu malam.

Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang mengatakan, hingga kini petugas gabungan BPBD, Polri dan TNI masih menginventarisir rumah yang terdampak maupun korban.”Data sementara sebanyak 165 rumah rusak, satu korban meninggal dunia dan 10 orang luka-luka,” ucapnya.

(whb)

4 Alat Deteksi Dini Tsunami di Pantai Selatan Jateng Rusak

loading…

Alat deteksi tsunami di Indonesia. FOTO: Dok BPPT

SEMARANG – Alat pendeteksi dini bahaya atau early warning system (EWS) tsunami di wilayah Pantai Selatan Jawa Tengah dinyatakan tidak berfungsi. Untuk itu, masyarakat di sekitar garis Pantai Selatan jateng diminta waspada terhadap gelombang tinggi.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, peralatan pendeteksi dini bencana itu kebanyakan telah korslet akibat korosi. Penyebab korosi karena air laut yang akhirnya turut merusak bagian receiver atau penerima sinyal.

“Karenanya sirine tak berfungsi normal,” kata Sarwa, Minggu (30/12/2018).
Beberapa EWS yang rusak itu berada di beberapa daerah pesisir Pantai Selatan seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri. Khusus di cilacap membutuhkan dua unit EWS karena terdapat dua kecamatan yang berada persis di pinggir pantai.

“Early warning system tsunami ada di Cilacap, Kebumen, Purworejo, satunya di Wonogiri. Wonogiri masih kurang. Yang paling banyak dibutuhkan seharusnya Cilacap, karena ada dua kecamatan yang posisinya di bibir pantai. Ini yang perlu diantisipasi,” terangnya.

Sarwa berharap EWS yang rusak bisa segera diperbaiki atau diganti dengan baru. Sebab, daerah-daerah tersebut langsung berhadapan dengan perairan Samudra Hindia dan rawan terhadap terjangan ombak besar. Jika suatu saat terjadi gempa besar, maka langkah utama adalah mengevakuasi warga terlebih dahulu. “Jawa Tengah harus bisa mengambil inisiasi pada saat nanti diwarnai gempa 6,7 SR, terjadi tsunami atau tidak, masyarakat harus kita tarik (evakuasi),” ujarnya.

“Risikonya hanya satu, kita ngopeni (memenuhi) kebutuhan dasar masyarakat. Kalau hanya semalam tidak masalah Pemerintah Daerah Jawa Tengah bisa, untuk meminimalisasi risiko nyawa (korban jiwa),” ucapnya.

(whb)

Kebakaran Gedung ITB Akibat Korsleting, Arsip-arsip Penting Hangus

loading…

Kebakaran hebat yang melanda Pascasarjana Studi Pembangunan ITB, diduga dipicu hubungan arus pendek (korsleting) listrik di lantai dasar. Foto: Ist

BANDUNG – Kebakaran hebat yang melanda Pascasarjana Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB), diduga akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik di lantai dasar.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdi Linggaswara mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, tercium bau kabel terbakar sebelum api berkobar. Namun, dugaan ini masih didalami.

”Petugas masih mendalami penyebab pasti adanya percikan api yang akhirnya merambat dan membuat gedung tiga lantai tersebut terbakar,” kata Ferdi, Minggu (30/12/2018).

Dia memastikan, tidak ada korban akibat kejadian ini. Tetapi, arsip-arsip yang ada di dalam gedung hangus terbakar. (Baca juga: Gedung Pascasarjana ITB Luluh Lantak Dilalap si Jago Merah)

Mengenai jumlah kerugian, dirinya belum dapat mengestimasikan karena perlu ada keterangan dari bagian sarana dan prasarana ITB.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, polisi bersama ITB akan menindaklanjuti penyebab kebakaran. Tim laboratorium forensik Polri akan terjun ke lokasi untuk mendata dan mendalami kejadian tersebut.

“Reskrim akan menindaklanjut setelah pendinginan selesai. Nanti akan dipasang police line (garis polisi) untuk kepentingan lebih lanjut,” katanya.

Kepala Keamanan Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan ITB Yogi Wibisono Budhi mengatakan, api muncul sejak pukul 16.30 WIB. Peristiwa itu segera dilaporkan ke Dinas Kebakaran Kota Bandung.

Menurut Yogi, sejumlah arsip penting ikut terbakar. “Biasanya kalau di dalam kantor tentu menyimpan beberapa arsip penting, namun sejauh mana tingkat kepentingannya nanti akan dilakukan penyelidikan,” kata dia.

(thm)

Tangkap Pengedar Narkoba, Polisi Panjat Atap Hotel Dapat Barang Bukti

loading…

Polres Payakumbuh menangkap empat orang tersangka pengedar sabu jaringan internasional, Minggu (30/12/2018). Foto Polisi saat mencari barang bukti narkoba/iNews TV/Wahyu S

PAYAKUMBUH – Maraknya peredaran narkoba jelang pergantian tahun membuat polisi gencar mengungkap jaringan pengedarnya di Sumatera Barat. Polres Payakumbuh menangkap empat orang tersangka pengedar sabu jaringan internasional, Minggu (30/12/2018).

Pengembangan jaringan ini berlangsung dramatis, polisi bahkan harus memeriksa atap hotel saat mencari barang bukti yang dibuang tersangka.

Polisi naik dan berjalan di atas atap sebuah hotel di Jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi, Sumatera Barat saat mencari barang bukti yang dibuang oleh tersangka jaringan pengendar narkoba internasional. Disini polisi menemukan kotak rokok berisi alat hisap sabu dan satu buah dompet wanita.

Tak hanya di atap polisi juga memeriksa kamar hotel tempat tersangka menginap. Saat kasur dibongkar polisi menemukan beberapa lembar slip transaksi bank yang diduga sebagai bukti transaksi jual beli sabu.

Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastiawan Setyowibowo menyebutkan, tersangka pengedar narkoba jaringan internasional yang ditangkap Minggu sore berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pasang.

Dua orang diantaranya masing-masing M Zadirun (25) dan Nofia alias Nofi alias Vivi (23) asal Kampung Bukit Barisan, Pekanbaru merupakan pasangan suami-istri. Keduanya disinyalir sebagai kaki tangan jaringan narkoba lintas negara.

dua tersangka lainnya masing-masing Andriandi alias Aan alias Ani (28) dan teman lelakinya Relly alias Ipir alias Irel (32) warga Bukittinggi yang punya jaringan narkoba ke Malaysia.

Menurut Kapolres, tersangka memasok sabu asal Malaysia untuk diedarkan di Sumatera Barat melewati jalur Riau. Barang bukti yang berhasil diamankan sementara berupa sabu seberat 6,6 gram.

Dari pengakuan tersangka barang haram ini diedarkan untuk kebutuhan pesta Tahun Baru 2019 mendatang.

Sementara dari hasil interogasi di lapangan salah seorang tersangka mengaku di Bukittinggi hanya sebagai tempat transit dan menginap sedangkan peredaran dilakukan di luar Bukittinggi.

Kepada polisi tersangka Relly mengaku saat pesta malam pergantian tahun nanti ia sudah mensetting beberapa lokasi untuk pesta narkoba dengan barang bukti yang telah diamankan polisi.

Selain barang bukti 6,6 gram narkoba jenis sabu polisi juga mengamankan 59 butir ekstasi, 3 unit ponsel, 1 unit timbangan digital dan uang tunai Rp1,5 juta.

Menurut Kapolres, tangkapan ini merupakan yang terbesar selama tahun 2018 dan jika dihitung seluruh barang bukti narkoba yang diamankan bisa dikonsumsi oleh 3.300 orang.

Sementara usai penggeledahan di hotel tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Payakumbuh untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka terancam 15 tahun kurungan penjara karena diduga melanggar Pasal 114 junto Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika.

(sms)

Sudah 3 Hari, Tiga Nelayan Hilang di Perairan Pulau Manado Tua

loading…

Tim Rescue Pos Siaga SAR Malalayang sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian. Foto/Istimewa

MANADO – Tiga nelayan masing-masing Arther Winokan (26), Frangki Kakoti (26) dan Sisco Siow (25) dilaporkan belum kembali dari melaut di Perairan Pulau Manado Tua, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), hingga Minggu siang (30/12/2018).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado menjelaskan, sesuai laporan bahwa ketiga orang nelayan dari Desa Popareng, KecamatanTatapaan itu belum kembali pulang sejak pergi melaut Kamis (27/12/2018) di Perairan Pulau Manado Tua, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

“Tiga nelayan itu pergi melaut di Perairan Manado Tua dan sampai saat ini belum kembali,” kata Humas Basarnas Kota Manado, Feri Ariyanto, Minggu (30/12/2018).

Saat ini kata Feri, tim Rescue Pos Siaga SAR Malalayang berangkat menuju ke lokasi untuk melakukan operasi SAR.

(sms)

Warga Sidoarjo Tangkap Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter

loading…

Seekor ular piton sepanjang 4,5 meter dengan berat lebih dari 70 kilogram, Minggu siang (30/12/2018) berhasil ditangkap warga Desa Watesari, Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto iNews TV/Pramono P

SIDOARJO – Seekor ular piton sepanjang 4,5 meter dengan berat lebih dari 70 kilogram, Minggu siang (30/12/2018) berhasil ditangkap warga Desa Watesari, Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Ular piton liar itu berhasil ditangkap warga saat ular tersebut menyeberang melintas jalan raya desa setempat.

Kepala Desa Watesari Sukisno mengatakan, temuan ular raksasa yang masih ganas dan liar ini bermula ketika ada warga yang sedang melintas di Jalan Raya Desa Watesari Belongbendo Sidoarjo melihat ular tersebut berjalan melata menyeberang jalan. Warga kemudian berusaha menangkapnya dan kemudian dibawa ke balai desa.

Oleh warga ular tersebut kini menjadi tontonan. Untuk tetap mempertahankan ular agar tetap hidup warga memberikan makan ular dengan 1 ekor ayam yang diberikan di dalam kandang.

“Karena kondisi ular yang masih liar dan ganas menurut rencana ular tersebut akan diserahkan ke BKSDA Jawa Timur,” kata Kepala Desa Sukisno.

Hingga saat ini ular piton liar temuan warga ini diamankan di sebuah kotak besar di Balai Desa Watesari Balongbendo-Sidoarjo. Menurut rencana dalam waktu dekat ular tersebut akan diserahkan ke BKSDA Jatim di Juanda Sidoarjo.

(sms)

Polda Banten Tahan 3 Tersangka Pungli RSDP Serang

loading…

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten menahan ketiga tersangka kasus pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten menahan ketiga tersangka kasus pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Penahan dilakukan guna mempermudah proses penyidikan.

“Sudah kita tahan ketiganya (tersangka) guna mempermudah proses penyidikan, ” kata Kabag Wasidik Ditreskrimun Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra kepada wartawan.

Dia menjelaskan, penahan dilakukan kepada tiga tersangka yakni pegawai RSDP Serang berinisial F, dan dua pegawai perusahaan penyedia jasa ambulan jenazah inisal I dan B, setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti berupa kwitansi dan uang Rp15 juta.

Terkait akankah ada penambahan tersangka, Dadang mengaku saat ini pihaknya masih mendalami dengan memintai keterangan dari tersangka dan saksi lainnya. “Sudah lima saksi yang kita periksa, kalau tersangka baru itu ranah penyidik. Nanti dikabari,” ujarnya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Tersangka diancam dengan pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” pungkasnya.

(nag)

Jelang Tahun Baru, Polisi Razia Narkoba di Pelabuhan Tiga Ras

loading…

Jelang Tahun Baru tim gabungan Polres Simalungun, BNN dan Dinas Perhubungan melakukan razia narkoba terhadap penumpang dan anak buah kapal (ABK) di pelabuhan Tiga Ras. SINDOnews/Ricky

SIMALUNGUN – Jelang Tahun Baru tim gabungan Polres Simalungun, BNN dan Dinas Perhubungan melakukan razia narkoba terhadap penumpang dan anak buah kapal (ABK) di pelabuhan Tiga Ras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Minggu (30/12/2018)

Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan didampingi Kasat Narkoba AKP Heri D Sihombing mengatakan razia narkoba diharapkan mampu mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat khususnya pemudik dan ABK baik nahkoda dan mualim kapal penyeberangan.

“Pelaksanaan razia diharapkan mampu mengantisipasi penyalahgunaan dan perderan narkoba di kalangan masyarakat khususnya pemudik dan anak buah kapal penyeberangan,sehingga pelayaran diharapkan tidak mengalami masalah karena nakhoda dalam pengaruh narkoba,” sebut Liberty.

Dia menambahkan pihaknya melakukan tes urin terhadap seluruh anak buah kapal penyeberangan dan memeriksa barang bawaan dan mobil penumpang kapal.

Kepala Dinas Pehubungan Pemkab Simalungun,Ramadani Purba menambahkan pihaknya pada hari yang sama juga melakukan pengecekab kelaikan alat keselamatan pelayaran kapal penyeberangan dari pelabuhan Tiga Ras.

Dalam pengecekan iti tidak ditemukan kap yang tidak dilengkapi alat keselamatan pelayaran,namun nahkoda tetap diingatkan memperhatika kondisi cuaca saat melakukan pelayaran dan tetap mematuhi ketentuan kapasitas penumpang kapal.

“Tidak ditemukan adanya kapal yang tidak melengkapi alat keselamatan pelayaran namun nahkoda diminta tetap memperhatika kondisi cuaca dalam pelayaran di kawasan Danau Toba,” pungkasnya.

(nag)

Selama 2018, Polres Sidimpuan Ungkap Dua Kasus Korupsi

loading…

Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya memaparkan hasil tangkapan dan pengungkapan kasus kepada wartawan. iNewsTV/Zia Nasution

PADANGSIDIMPUAN – Sepanjang tahun 2018, Polres Kota Padangsidimpuan, mengungkap dua kasus korupsi dengan 5 tersangka dan dua lainnya bakal jadi tersangka.

Pertama adalah kasus dugaan korupsi traffick light. Jumlah tersangka dalam kasus tersebut sebanyak lima orang dengan tersangka oknum kepala dinas dan mantan kepala dinas bersama dengan kontraktor.
Selanjutnya, dugaan korupsi anggaran desa. Kepolisian sudah menetapkan dua orang bakal jadi tersangka. Namun, masih menunggu saksi ahli untuk menaikkan status menjadi tersangka.

“Untuk kasus traffick light sudah P-22, sedangkan untuk kasus dana desa masih menunggu saksi ahli untuk menentukan status kedua oknum yang bakal menjadi tersangka,” ujar Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya kepada wartawan di Mapolres Kota Padangsidimpuan, Sabtu 29 Desember 2018.

Kapolres menjelaskan, sejak Januari sampai Desember 2018, Polres Kota Padangsidimpuan mengungkap 285 kasus yang ditangani oleh Sat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) paling banyak ditangani sebanyak 121 kasus, lalu pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 101 kasus, judi 29 kasus.
Kemudian pencurian dengan kekerasan (curas) 14 kasus, pemerasan dan ancam 16 kasus dan penganiayaan berat 2 kasus. “Total pengungkapan kasus naik 64% dari tahun sebelumnya,” ujar Hilman.

Meningkatnya pengungkapan kasus tidak terlepas dari kinerja personel Polres Kota Padangsidimpuan yang semakin maksimal. Menurut dia, personel kepolisian yang bertugas di Mapolres Kota Padangsidimpuan, bahu membahu untuk melakukan yang terbaik dalam rangka menjalankan tugasnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mau bekerja sama dengan kepolisian, sehingga semua tugas terbantu,” tandasnya.

(wib)

Pemulung Ditemukan Meninggal di Teras Masjid Besar Pangandaran

loading…

Seorang pemulung yang sering berkeliling di seputar wilayah Pangandaran ditemukan meninggal dunia di teras Masjid besar Al-Istiqomah Pangandaran. SINDOnews/Syamsul

PANGANDARAN – Seorang pemulung yang sering berkeliling di seputar wilayah Pangandaran ditemukan meninggal dunia di teras Masjid besar Al-Istiqomah Pangandaran, Sabtu, (29/12/2018).

Saksi mata pertama Indra (48), warga Dusun Kalapatiga RT 01/07, Desa/Kecamatan Pangandaran, mengatakan, pemulung tersebut sudah lanjut usia, jika ditaksir umurnya kisaran 65 tahun. “Pertama kali ditemukan saat saya hendak ke kamar mandi di Masjid sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Indra.

Rencananya Indra akan menggalang dana bersama kawan-kawannya untuk korban tsunami Banten dan Lampung di sekitar Masjid Besar Pangandaran. “Saya mau ke kamar mandi dulu sebelum menggalang dana, tiba-tiba dikagetkan dengan penemuan jasad lansia yang berada di teras Masjid,” tambah Indra.

Indra menambahkan, melihat kondisi seperti itu langsung memanggil kawannya Yadi dan menghampiri jasad lansia tersebut. “Setelah dihampiri ternyata benar dia sudah tidak bernyawa, kami pun langsung melapor ke Polsek Pangandaran,” jelasnya.

Panit I Reskrim Polsek Pangandaran Ipda Yaya mengatakan, korban diduga meninggal akibat penyakit yang di deritanya. “Hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerasan,” katanya.

Ciri-ciri korban menggunakan celana panjang jenis bahan, switer dan di dekat tubuh korban ditemukan kantong kresek miliknya. “Kini jenazah korban masih di ruang mayat Puskesmas Pangandaran, bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan ciri-ciri tersebut diharapkan mendatangi Puskesmas Pangandaran,” pungkasnya.

(nag)

3 Tersangka Kasus Dugaan Pungli Korban Tsunami Bisa Dibui Seumur Hidup

loading…

Polda Banten menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Polda Banten menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Ketiga tersangka tersebut, adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial F, dan dua karyawan darisebuah perusahaan swasta berinisal I dan B. Ketiganya dijerat pasal 12 huruf E Undang-Undang No 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kami telah menetapkan tiga tersangka setelah mendapatkan dua alat bukti. Mereka terancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Serta denda paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli, Sabtu (29/12/2018).

Dia menjelaskan, penetapan ketiga tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada lima orang saksi dan beberapa alat bukti, seperti kuitansi tidak resmi yang dikeluarkan oleh tersangka F. “Dokumen yang digunakan termasuk ada kuitansi tidak resmi dikeluarkan oknum ASN bersama dengan karyawan sebuah CV,” ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBp Edy Sumardi.

(wib)

6 Keluarga Korban Tsunami Selat Sunda Dipalak di RSDP Serang

loading…

Dari 34 jenazah korban bencana tsunami di Selat Sunda, enam keluarga korban menjadi korban pemalakan oknum pegawai Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Dari 34 jenazah korban bencana tsunami di Selat Sunda, enam keluarga korban menjadi korban pemalakan oknum pegawai Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan terungkap, dari 34 jenazah ada enam menjadi korban pungutan liar ketiga tersangka.

“Ada 11 keluarga korban yang menggunakan sebuah perusahaan (pihak ketiga) yang telah melakukan MOU dengan RSDP. Dari 11 (korban), lima gratis tapi enam dipungut biaya,” kata Dadang kepada wartawan didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, Sabtu 29 Desember 2018.

Dia menjelaskan, 23 jenazah tidak menggunakan jasa pengurusan jenazah dari pihak rumah sakit atau perusahaan. Melainkan, dibawa oleh keluarga masing-masing menggunakan kendaraan jenazah sendiri. “Kita juga sita uang Rp15 juta dari hasil pembayaran keluarga korban,” ujarnya.

Selama ini, Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Serang itu tidak memiliki kendaraan untuk membawa jenazah. Melainkan bekerja sama dengan pihak ketiga. “Mobil jenazah itu yang kita KSO ambulans kita punya, mobil jenazah kita ngak punya,” kata Plt Direktur RSDP Serang, Sri Nurhayati.

Diketahui, Polda Banten telah mentepkan tiga orang tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda oleh Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Ketiga tersangka yakni seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial F, dan dua karyawan dari sebuah perusahaan swasta berinisal I dan B. Penetapan ketiga tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada lima orang saksi dan beberapa alat bukti, seperti kuitansi tidak resmi yang dikeluarkan oleh tersangka F.

Ketiganya dijerat pasal 12 huruf E Undang-Undang No 20/2001 tentang perunbahan atas Undang-Undang No 31 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ketiganya terancam pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat empat tahun paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

(wib)

Babi Jadi-jadian di Pangandaran dalam Lindungan Pemerintah Desa

loading…

Babi jadi-jadian. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

PANGANDARAN – Babi jadi-jadian yang kini diamankan di Dusun Wangkalronyok, Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, saat ini dalam lindungan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa setempat Yaya Suryana membenarkan adanya penemuan babi yang diduga babi jadi-jadian itu.

“Kami sudah amanatkan kepada warga agar tidak melakukan aksi kekerasan kepada babi itu,” kata Yaya di lokasi, Sabtu (29/12/2018).

Yaya menambahkan, dirinya juga membenarkan beredarnya informasi ada seseorang yang menghubungi warga di Kecamatan Langkaplancar melalui telepon untuk mengamankan babi yang tidak lajim dengan babi lainnya.

“Katanya yang nelephon itu dari Kabupaten Ciamis, dia mengaku dalam telephon kehilangan anaknya,” tambah Yaya.

Yaya menjelaskan, babi jadi-jadian yang diamankan warga memang memiliki ciri berbeda dari bulu, prilaku, pola makan dan bentuk kaki.

“Babi ini makannya waper tanggo, roti, apel dan nasi, kalau dikasih makanan binatang tidak mau,” jelasnya.

Yaya mengaku, jika warga sudah tidak sanggup lagi memberi makanan babi, pemerintah desa siap untuk memberi makanan dan akan dibuat kandang yang layak.

“Kemarin pernah mau di adu kan dengan anjing, anehnya anjing tidak menyerang karena mungkin anjingnya tidak melihat wujud babi,” terang Yaya.

Yaya baru akan memberikan babi tersebut jika sudah ada orang yang menjemput babi dimaksud. (Baca juga: Heboh Babi Jadi-jadian di Pangandaran)

(mhd)

Tinggi Gunung Anak Krakatau Menurun, Korban Tsunami Bertambah

loading…

PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tubuh Gunung Anak Krakatau telah berubah akibat erupsi yang menerus. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa tubuh Gunung Anak Krakatau telah berubah akibat erupsi yang menerus. Berdasarkan pengamatan visual dan pengukuran, tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini hanya 110 meter.

Volume Gunung Anak Krakatau menurun. Volume yang hilang diperkirakan 150-180 juta meter kubik. Volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakarau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27/12/2018.

“Pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III),” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Sabtu (29/12/2018).

Sutopo mengimbau, agar masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di dalam radius 5 km dari kawah karena berbahaya dari lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat.

“Tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik Awas (Level IV). Bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunungapi ke Awas dengan kondisi saat ini. Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III),” terangnya.

Sementara itu upaya penangangan darurat masih terus dilakukan. Kata dia, Tim SAR gabungan terus mencari korban yang berada di bawah puing-puing material hanyutan tsunami. Juga menyisir daerah di sepanjang pantai terdampak. Tim SAR gabungan menemukan jenasah korban di sekitar pantai Pandeglang dan Serang.

“Penanganan pengungsi terus dilakukan dengan mengirim dan mendistribusikan bantuan logistic. Tiga helicopter BNPB hilir mudik mengirim logistic ke beberapa desa di Kecamatan Sumur Pandeglang,” kata Sutopo.

Hingga H+7 pada 29/12/2018 tercatat korban tsunami di Selat Sunda adalah 431 orag meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi. Kerugian material antara lain 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik.

“Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus,” katanya.

Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang. Tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, 8 orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi. Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan.

“Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti permakanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Bantuan logistik terus dikirim namun terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur,” terangnya.

Untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur maka dikerahkan 31 alat berat berupa 9 unit excavator, 1 unit greader, 4 unit loader, 3 unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helicopter dikerahkan untuk mengirim logistic dari udara.

Di Kabupaten Serang, kata Sutopo, tercatat 21 orang meninggal dunia, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi. Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan 1.000 orang mengungsi.

“Jumlah pengungsi pada malam hari sering lebih banyak daripada siang. Sebab pada siang hari sebagian pengungsi bekerja atau kembali ke rumahnya, pada malam hari kembali ke tempat pengungsian,” ujarnya.

Heboh Babi Jadi-jadian di Pangandaran

loading…

Babi jadi-jadian yang diamankan warga. Foto/Istimewa

PANGANDARAN – Warga di perkampungan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat digegerkan adanya babi jadi-jadian yang kini diamankan di Dusun Wangkalronyok, Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar.

Babi jadi-jadian tersebut sempat meresahkan warga dan berhasil ditangkap di Blok Ciear, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkaplancar oleh pawang babi bernama Aki Omay, warga Dusun Wangkalronyok, Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar.

Yati (39), salah satu warga Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran mengatakan, kini babi jadi-jadian tersebut jadi tontonan warga yang hanya ingin mengetahui keanehan yang terdapat pada babi.

“Semula warga di Blok Ciear, Desa Jadimulya sering digegerkan dengan adanya babi yang masuk ke perkampungan, namun sulit untuk ditangkap,” kata Yati, Sabtu (29/12/2018).

Biasanya, babi hidup di hutan dan tidak mau masuk ke perkampungan. Namun, babi tersebut sering menghampiri rumah warga dan sering tidur di teras rumah.

“Bahkan warga sempat diresahkan karena sejak adanya babi tersebut banyak ternak ayam milik warga yang hilang,” katanya.

Anehnya, babi itu jika diberi makan ubi-ubian tidak mau. Namun, saat diberi nasi langsung dimakan.

“Babi tersebut juga memiliki keanehan pada bentuk kaki, berbeda dengan babi lainnya. Babi ini berbentuk kaki manusia,” papar Yati.

Bahkan, jika babi itu diberi nasihat oleh orang yang menonton, mengeluarkan air mata seperti yang sedih. “Informasinya ada salah seorang yang menelepon ke warga Kecamatan Langkaplancar dari Kabupaten Ciamis, jika menemukan babi agar diamankan dan jangan disiksa,” jelas Yati.

Dari informasi tersebut, warga meyakini bahwa babi yang kini diamankan merupakan babi jadi-jadian.

(zik)

Ombak Tinggi, Masyarakat Minahasa Diminta Waspadai Cuaca Ektrim

loading…

Ombak di Minsel masih cukup tinggi, masyarakat dimintai waspada. Foto/Istimewa

MINAHASA SELATAN – Masyarakat di Minahasa Selatan (Minsel) dimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang melanda wilayah itu maupun Minahasa Tenggara (Mitra).

Kapolres Minsel, AKBP F.X. Winardi Prabowo menyatakan, atensi khusus terhadap kondisi curah hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang, khususnya di wilayah pesisir pantai menjadi salah satu perhatiannya.

“Cuaca ekstrim tersebut mengakibatkan terjadinya gelombang pasang air laut,” ujarnya di Minahasa Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat terutama yang bermukim di wilayah pesisir pantai, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Agar tetap tenang namun jangan lengah, tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait dinamika cuaca saat ini,” katanya.

Winardi juga meminta para nelayan untuk tidak melaut, mengingat tingginya gelombang air laut saat ini.

“Utamakan faktor keselamatan, kalau tidak memungkinkan untuk mencari ikan di laut, jangan dipaksakan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG, Ricky Daniel Aror menjelaskan secara klimatologi, kecepatan angin dan gelombang di wilayah perairan Sulut (termasuk di dalamnya daerah Minsel) cenderung tinggi di bulan Desember bahkan hingga Februari.

Ditambah lagi kata dia, ada sirkulasi tekanan rendah di sekitar Filipina yg secara tidak langsung meningkatkan kecepatan angin dan semakin memicu gelombang tinggi di wilayah Sulut.

Menurut Ricky Daniel Aror secara umum sejak Jumat 28 Desember 2018 merupakan puncak angin dan gelombang tertinggi.

“Hari ini hingga Minggu 30 Desember 2018 diprakirakan akan mengalami penurunan kecepatan angin dan gelombang. Namun setelah tanggal 30 Desember akan kembali naik tapi tidak setinggi hari ini,” pungkasnya.

(mhd)

Aparat Hukum Diminta Usut Penambangan Ilegal PT BPS

loading…

Sejumlah elemen masyarakat di Kolaka, Sulawesi Tenggara mendesak aparat hukum agar melakukan langkah hukum terhadap PT BPS. Foto/Ist

KOLAKA – Desakan agar KPK dan Mabes Polri untuk menindak dugaan penambangan ilegal yang dilakukan perusahaan berinisial PT BPS terus menguat.

Sejumlah elemen masyarakat di Kolaka, Sulawesi Tenggara terus mendatangi DPRD Provinsi Sultra, Jumat (28/12/2018). Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pemerhati Tambang Kabupaten Kolaka (Kompak) menyambangi DPRD Provinsi Sultra.Mereka meminta Pansus Tambang merekomendasikan kepada KPK dan Kejagung serta Mabes Polri untuk menindak perusahaan IUP Batuan yang beroperasi di Babarina Desa Muara Lapao-lapo, Kecamatan Wolo tersebut.
“Kami minta KPK juga mengawasi kasus PT Babarina Putra Sulung (PT BPS) karena kami menduga keras ada pidana ‘suap’ kepada pejabat negara,” teriak seorang mahasiswa.

Dalam dialog tersebut terungkap dengan gamblang bahwa PT BPS hanya memiliki izin pertambangan batuan (bukan mineral logam), dan belum memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Namun dalam kenyataannya, PT BPS beberapa kali kepergok melakukan pengapalan dengan tongkang ore nikel.

Berdasarkan keputusan gubernur melalui Dinas ESDM setempat aktivitas Babarina sudah dihentikan. Namun dalam pantauan Kompak, Babarina tetap membandel dan tercatat pada tanggal 24 Desember 2018 sekira pukul 08.30 waktu setempat kapal tongkang Taurus 11 milik Babarina diduga bermuatan ore nikel ditarik tagbout Prima Star 25 menuju Morowali mengangkut muatan 240 ret.

Menurut anggota Pansus Penertiban Tambang DPRD Sultra Suwandi Andi kepada wartawan, Jumat (28/12/2018), Dewan sudah menemukan adanya indikasi dugaan pelanggaran yang telah dilakukan oleh Babarina seperti pelanggaran administrasi.

“Kami di pansus penertiban tambang sudah miliki bukti-bukti dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Babarina. Pastinya di pansus tambang sudah menganalisis peraturan perundang-undangan apa yang dilanggar perusahaan tambang ini,” ujarnya.

Politisi PAN itu juga menjelaskan saat ini juga pansus sudah mendapatkan laporan dari dua dinas terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Babarina, yakni laporan dari Dinas ESDM, dan Dinas Kehutanan.

“Tim pansus temukan indikasi pelanggaran administratif. Data ini bukan saja kami punya. Dinas ESDM dan Dinas Kehutanan sudah punya data pelanggaran yang dilakukan PT. Babarina. Laporan dari dua dinas terkait ini sudah masuk ke pansus tambang,” jelasnya.

Konsekuensi bila Babarina terbukti melanggar, kata Suwandi, penegak hukum dapat menindaknya. “Kami hanya sebatas bisa memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Anggota pansus lainnya, La Ode Mutanafas mengungkap pihaknya menemukan bukti Babarina melakukan pembuatan ore nikel menggunakan kapal tongkang. Namun mereka berkilah itu bukan kapal tongkang miliknya.

“Kami menduga memang izin batu hanya sebagai kedok untuk mengalihkan perhatian dari apa yang mereka (PT BPS) lakukan hari ini,” tegas La Ode Mutanafa.

Anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman juga mendukung penertiban, pengawasan dan penindakan ilegal mining di Sultra. Tugas penindakan IUP ini adalah dinas ESDM dan penegak hukum setempat.

“Kalau sudah ada rekomendasi dari DPRD setempat tidak ada alasan bagi penegak hukum untuk tidak menindaknya,” kata politisi Golkar ini.

“Penambangan seperti ini sangat merugikan negara. Kalau sudah ada laporan ke Komisi VII akan kami tindaklanjuti,” tambahnya.

(vhs)

BNPB: Gempa Terasa Kuat di Sangihe, Warga Keluar Rumah

loading…

Gempa dengan kekuatan 7,1 SR di Perairan Filipina, tepatnya di 193 kilometer di sebelah timur Kota General Santos di Filipina atau 201 KM timur laut Kepulauan Talaud, Sulut. Twitter @infoBMKG

JAKARTA – Gempa dengan kekuatan 7,1 SR di Perairan Filipina, tepatnya di 193 kilometer di sebelah timur Kota General Santos di Filipina atau 201 kilometer timur laut di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Sabtu (29/12/2018) pukul 11.39 Wita. Pusat gempa pada kedalaman 69 kilometer.

Pasific Tsunami Warning Center milik The National Weather Service telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa tidak berpotensi tsunami.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa ke BPBD.

“Dilaporkan gempa terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama enam detik. Masyarakat merespons keluar rumah dengan segera mencari tempat yang aman,” ujar Sutopo dalam rilisnya, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Sutopo, di Kepulauan Talaud, gempa dirasakan sedang selama 4-5 detik. Sedangkan di Kota Manado, guncangan gempa dirasakan lemah selama 2 detik.

Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa. BPBD masih melakukan pendataan.

“Berdasarkan analisa intensitas gempa dirasakan tidak ada daerah di Indonesia yang terdapat intensitas gempa yang merusak. Di Melonguane Talaud IV MMI, Tahuna Sangihe III-IV MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai III MMI, Manado, Ternate, Jailolo II MMI. Melihat skala intensitas gempa tersebut tidak ada kerusakan besar. Umumnya bangunan akan rusak jika diguncang gempa dengan intensitas di atas VI MMI,” jelasnya.

Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang. Tidak terpancing isu-isu menyesatkan. Di Indonesia, lembaga rujukan resmi terkait peringatan dini tsunami adalah BMKG. “Oleh karena itu gunakan semua informasi dari BMKG,” katanya.

(zik)

31 Penyulang di Sulut dan Gorontalo Gangguan Akibat Cuaca Buruk

loading…

Cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai angin yang melanda beberapa hari ini menyebabkan banyaknya pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik PLN. Foto/SINDOnews/Dok

MANADO – Cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai angin yang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo dalam beberapa hari ini menyebabkan banyaknya pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik PLN, akibatnya sejumlah 28 penyulang dari total 54 penyulang di Sulawesi Utara mengalami gangguan disebabkan pohon roboh maupun tanah longsor.

Sedangkan di sistem kelistrikan Gorontalo terdapat 3 penyulang dari total 27 penyulang yang mengalami gangguan yang mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo, Gorontalo utara dan Bone bolango turut mendapat dampak padam yang disebabkan cuaca ekstrim.

Di Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, serta beberapa wilayah disekitarnya mengalami listrik padam sejak pagi hari. “Padam sejak pukul 09.00 pagi, Kalau di hitung sudah total 13 jam padam,” ujar Ishak, salah satu warga di Kecamatan Malalayang.

Manajer Komunikasi PLN UIW Suluttenggo, Jantje Rau mengatakan bahwa Petugas Siaga Natal dan Tahun Baru PLN Unit Induk Wilayah Suluttenggo melakukan langkah cepat penormalan gangguan yang disebabkan cuaca ekstrim tersebut.

“Pada malam ini sejumlah 25 penyulang sudah dapat kembali dinormalkan. Di Kota Manado, Gorontalo, Tomohon, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan dan Kota Bitung sudah kembali normal. Namun masih terdapat sejumlah 6 penyulang yang melalui jalur hutan pada saat ini masih dalam proses penormalan,” jelas Rau, Jumat (28/12/2018).

Atas gangguan tersebut, pihak PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, meski hujan disertai angin masih terjadi namun petugas tetap siaga melakukan penormalan di lokasi-lokasi yang terkena dampak padam yang disebabkan oleh pohon tumbang.

“Kami memohon doa dan support agar proses penormalan tersebut dapat berjalan cepat dan lancar serta aman,” pungkas Rau.

(maf)

Mercusuar Anyer dan Kedahsyatan Tsunami dari Letusan Gunung Krakatau

loading…

Mercusuar Anyer menjulang setinggi 75,5 meter berdiri kokoh di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Foto/Istimewa

Mercusuar Anyer menjulang setinggi 75,5 meter berdiri kokoh di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Bangunan yang biasa disebut Mercusuar Cikoneng ini merupakan bagian dari bukti kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883.

Mercusuar Anyer ini memang dibangun pada 1885, sebagai pengganti bangunan mercusuar sebelumnya yang hancur diterjang tsunami setinggi 40 meter akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Jadi, bangunan mercusuar yang berdiri saat ini adalah bangunan baru.

Bahkan lokasinya berbeda dengan bangunan awal, 500 meter lebih ke daratan. Sedangkan untuk fondasi mercusuar lama saat ini dijadikan sebagai tugu nol kilometer. Dalam film Krakatoa: The Last Days yang disutradarai oleh Sam Miller (1968), diceritakan bangunan mercuarsuar lama dikenal dengan Mercusuar ke-4 yang terletak di Anyer.

Dikisahkan Geolog Rogier Verbeek pada Mei 1883 mengunjungi keluarga Schuits dari Belanda yang bekerja dan tinggal di Mercusuar ke-4 di Anyer yang berjarak 30 mil sebelah timur Gunung Krakatau. Verbeek ingin menyaksikan kedahsyatan aktivitas Gunung Krakatau dari dekat.

Akhirnya pada Agustus 1883 bangunan Mercusuar ke-4 hancur setelah diterjang gelombang tsunami setinggi 40 meter dan hanya menyisakan fondasinya saja. Tsunami besar ini terjadi setelah Gunung Krakatau meletus secara dahsyat selama 20 jam.
Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic, ledakan Gunung Krakatau adalah yang paling besar. Suaranya paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau dan ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan. Bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Letusan Gunung Krakatau melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Srilanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Adapun tsunami (gelombang laut) yang ditimbulkan ketinggiannya mencapai sekitar 40 meter. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut. Gelombang tsunami menghancurkan 295 kampung atau desa di kawasan pantai. Mulai dari Merak di Kota Cilegon hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon) serta Sumatera Bagian selatan. Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 jiwa.

Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawai, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7.000 kilometer (Km). Di Ujung Kulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari.

Kemudian dua tahun kemudian atau pada 1885 kerajaan Belanda membangun mercuar baru yang lebih tinggi, yaitu Mercusuar Anyer. Mercusuar tersebut dibangun pada masa pemerintahan ZM Willem III dan menjulang setinggi 75,5 meter ini terdiri dari 18 tingkat.

Saat ini bangunan yang terbuat dari baja setebal 2,5 cm itu sudah berusia lebih dari 170 tahun. Sampai saat ini masih berfungsi memandu kapal-kapal yang lalu-lalang di malam hari dan menjadi salah satu objek wisata.

Menara mercusuar ini juga diyakini sebagai titik nol atau titik awal dari pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels. Jalan yang membentang dari barat sampai timur pantai utara pulau Jawa ini dikenal dengan De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos.

Pembangunan jalan yang menghabiskan waktu satu tahun pada kurun 1808-1811 ini memiliki panjang lebih dari 1.000 Km atau sekitar 1.228 Km. Memang bangunan mercusuar yang baru dibangun pada 1885, namun bangunan mercusuar lama yang hancur diterjang tsunami diperkirakan didirikan pada 1806.

Diolah dari berbagai sumber:
Krakatoa: The Last Days
Wikipedia
Legendabanten

(wib)

Gubernur Edy Rahmayadi Beri Penghargaan ke PT STP

loading…

Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi menyerahkan penghargaan kepada PT STP sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI) terbaik dalam menerapkan program Manajemen Mutu Terpadu (MMT) diterima Erdiana Sihotang,Jumat (28/12/2018) pada puncak Hari

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi menyerahkan penghargaan kepada PT Suri Tani Pemuka (STP ) sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI) terbaik dalam menerapkan program Manajemen Mutu Terpadu (MMT).

Penghargaan yang diserahkan Gubsu pada peringatan Hari Nusantara ke 19 tingkat Provinsi Sumatera Utara, di dermaga Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Jumat (28/12/2018) kepada perwakilan PT STP Erdiana Sihotang.

Penghargaan tersebut diberikan atas usaha yang dilakukan PT STP dalam menerapkan manajemen mutu terpadu mulai dari pengolahan bahan baku yang berkualitas yang dihasilkan dari pemeliharaan ikan yang baik, peralatan dan sarana pengolahan ikan serta SOP yang digunakan dalam proses pengolahannya.

“Ini merupakan penghargaan keduakalinya yang diperoleh STP setelah pada tahun 2017 juga memperoleh penghargaan yang sama, karena dinilai memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga kualitas dengan cara pengolahan ikan yang baik dan sesuai dengan standar internasional. Produk PT STP ini untuk memenuhi permintaan pasar export yang menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Utara,” ujar Head of Unit PT STP Simalungun, Imam Santoso,Jumat (28/12/2018) via telepon kepada wartawan.

Dia menambahkan PT STP merupakan anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk yang bergerak dibidang aquaculture, salah satunya adalah budidaya ikan nila yang terintegrasi di kawasan Danau Toba,mulai pembibitan, pembesaran ikan dan pengolahan ikan beroperasi di Kabupaten Simalungun.

Imam menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk selalu mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah, termasuk terhadap sistem manajemen lingkungan atau pengolahan limbah.

Di samping itu PT STP juga berkomitmen untuk memajukan perekonomian warga sekitar, antara lain bekerjasama dengan masyarakat dalam pembesaran benih, membina karang taruna, dan menerima pegawai dari masyarakat di sekitar lokasi usaha. “Lebih dari 80 persen karyawan STP merupakan penduduk lokal,” sebutnya.

Hasil budidaya ikan Tilapia dari PT STP di Danau Toba menurut dia,diekspor untuk memenuhi pasar Amerika dan Eropa dimana memiliki standart tidak hanya pada kualitas premium tetapi juga proses budidaya yang memperhatikan aspek ramah lingkungan yang berkesinambungan, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya beberapa sertifikat internasional di bidang lingkungan hidup. Selain itu kegiatan usaha ini juga menghasilkan devisa dan pajak retribusi.

(nag)

Pengendara Motor di Pangandaran Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

loading…

Salah Satu Korban Tertimpa Pohon Sedang Dirawat di Puskesmas Cikembulan. SINDOnews/Syamsul

PANGANDARAN – Seorang pengendara motor tertimpa pohon tumbang hingga tewas di Dusun Wonoharjo, RT 001/RW 009, Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jumaat (28/12/2018).

Saksi mata kejadian Sutejo (60) mengatakan, pengendara motor tersebut bernama Nia Puji Astuti salah satu karyawan toko modern berboncengan dengan Ayu Widiawati. “Nia dan Ayu melaju dari arah Pangandaran menuju ke arah Parigi, sesampainya di lokasi tiba-tiba pohon kelapa tumbang dan jatuh ke badan jalan,” kata Sutejo.

Atas kejadian tersebut pohon kelapa menimpa kendaraan Honda Vario Nomor Polisi Z 5785 UF yang dikendarai ke dua wanita tersebut. “Nia meninggal dilokasi sedangkan temannya Ayu mengalami luka parah hingga harus mendapat perawatan medis di Puskesmas Cikembulan,” tambahnya.

Luka yang dialami Ayu di antaranya mengalami luka di bagian leher dan luka robek di kepala bagian belakang.

Diketahui Nia berusia 19 tahun warga Dusun Sukajati RT 003 RW 002 Desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran. Sedangkan Ayu Widiawati berusia 20 tahun warga Dusun Mungganggondang RT 002 RW 004 Desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran.

(nag)

Bupati Serang Bantah Ada Pungutan Pengambilan Jenazah Korban Tsunami

loading…

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah adanya biaya pengurusan jenazah korban bencana tsunami Banten di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah adanya biaya pengurusan jenazah korban bencana tsunami Banten di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Sebab, tidak ada standar oprasional prosedur (SOP).

“Kami tidak ada SOP untuk mengantarkan jenazah pulang, di RSDP tidak adalah. Kami juga tidak menyediakan peti jenazah. Aneh juga,” ujar Tatu saat mendapingi Mentri ESDM Ignasius Jonan di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, sejak terjadinya tsunami Banten mobil ambulans sedang fokus membawa jenazah dan korban bencana di Anyer serta Carita ke Rumah Sakit. “Kalau keluarga membawa pulangh jenazah berarti kepada pihak ketiga,” katanya.

Terkait adanya kwitansi pembayaran yang diterima keluarga korban yang dikeluarkan oleh forensik, Tatu mengelak bahwa tidak ada pungutan dan dia sudah mengeceknya di lapangan. “Tidak ada dana yang masuk ke rumah sakit,” tandasnya.

Sebelumnya, dugaan praktik pungutan liar (pungli) pengurusan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang juga dialami kerabat Aa Jimmy saat akan memulangkannya ke rumah duka. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp14,5 Juta.

Sekertaris Jendral (Sekjen) Wali Care Andy Kristianto mengatakan, pada tanggal 25 Desember 2018 pihak wali care akan mengambil lima jenazah yakni, komedian Heriyanto alias Aa Jimmy, Hati Nur Illah (Istri Aa Jimmy), Naisya Rafani Aradhia (anak Aa Jimmy), Julia Resnania (manager Grup Jigo), Meyuza (istri Ade Jigo). Namun, saat ditanya apakah ada biaya, oknum pegawai rumah sakit mengatakan ada biayanya.

Dia meyampaikan, untuk biaya tiap jenazah dikenai biaya Rp2,3 juta untuk proses pemandian, pengkafanan, dan formalin. Sementara untuk jenazah yang menggunakan peti jenazah dikenai biaya Rp4,5 juta. “Total uang yang kami keluarkan semuanya Rp14,5 juta. Ada kwitansinya juga,” kata Andy saat dihubungi wartawan, Jumat (28/12/2018).

(nag)

Pasca-Dilantik, Zahir Tegaskan Ibu Kota Batubara di Limapuluh

loading…

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberikan ucapan selamat kepada Bupati Batubara Ir H Zahir MAP usai dilantik pada Kamis (27/12) di Gubernuran Jalan Diponegoro, Medan.Foto/Ist

BATUBARA – Bupati Batubara Ir H Zahir MAP menyampaikan delapan agenda penting program pembangunan yang akan dijalankannya selama lima tahun ke depan.

Di antarnya Kecamatan Limapuluh yang akan menjadi Ibu Kota berdasarkan UU No 5 Tahun 2007 tentang pemekaran.

Hal ini ditegaskan politisi PDI Perjuangan dalam sidang Paripurna DPRD Batubara, penyerahan dokumen memori pelaksana tugas dari kepala daerah sebelumnya H Harry Nugroho SE kepada Zahir, Jumat (28/12/2018).

Selain itu, sambung Zahir, periode kepemimpinannya akan memperbaiki dan meningkatkan SDM aparatur/SDM masyarakat, memperkuat sinergitas antar lembaga, pelayanan publik, perbaikan infrastruktur, peningkatan PAD, peningkatan ekonomi masyarakat petani, kebun, peternakan dan pelayanan satu atap.

“Semua program yang kami sampaikan ini bertujuan untuk membangkitkan perekonomian, stabilitas daerah, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Batubara, sehingga secara bertahap terbangun kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Sebagaimana yang diamanatkan UU No 5 Tahun 2007 tentang Pemekaran, sambung Zahir, dan sistem pelayanan satu atap maka ibu kota Batubara ke depannya akan di tempatkan di Kecamatan Limapuluh. “Ini amanat undang-undang, sehingga pelayanan satu atap seperti Kantor Bupati, Polres, Kejari,dan sebagainya berada di satu tempat,” tegas bupati.

Sebelumnya, Harry Nugroho menyampaikan harapan, agar Zahir-Oky selaku bupati/wakil bupati 2018-2023 dapat memberikan dan melaksanakan berbagai program kegiatan dan dan dapat memgerjakan proses pembangunan untuk kurun lima tahun ke depan.

Terkait dengan pembangunan Kantor Bupati defenitif, Wakil Ketua DPRD, Syafrizal mengatakan pihak legislatif akan memberikan dukungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Dia juga optimistis, dengan kerja sama antara eksekutif dan legislatif pada tahun mendatang biaya pembangunan fasilitas penting itu dapat ditampung dalam anggaran APBD.

Sebelumnya pasangan Bupati Batubara Zahir dan Wakil Bupati Oky Iqbal Frima untuk periode 2018-2023 dilantik Gubernut Sumut Edy Rahmayadi pada Kamis (27/12) di Gubernuran Jalan Diponegoro, Medan.

Dalam pesannya, Edy menekankan soal iman dan loyalitas.“Kalau imamnya benar, makmumnya benar, Insya Allah akan membawa kebaikan bagi daerahnya. Soal loyalitas, Bupati Batubara dipilih rakyat Batubara. Kalau Gubernur yang dipilih rakyat Sumatera Utara, salah satunya Batubara. Jadi kalau imamnya sujud, makmumnya ikut sujud,” kata Edy.

Terkait pengelolaan pemerintahan (good government) yang sangat dipengaruhi keberadaan rakyatnya. Karena menurutnya ada perbandingan searah dan sejajar, antara rakyat dan pemimpin. Sebab rakyat sebagai subjek hukum, bukan hanya untuk pelengkap di dalam sistem good government.

“Ketiga adalah, membangun desa menata kota. Karena ada namanya dana desa, Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Semua ini untuk membangun desa, cita-citanya desa. Jadi mana yang menjadi potensi di desa itu, harus fokus ke situ, misalnya perkebunan atau perikanan,” kata gubenur didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

(vhs)

BMKG Akan Pasang Alat Pendeteksi Gelombang di Selat Sunda

loading…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan. SINDOnews/Rasyid Ridho

SERANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memasang alat pemindai ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda.”Nanti BMKG akan memasang alat pemindai ketinggian gelombang. Jadi bisa memberitahu kepada masyarakat yang tinggal di tepi garis pantai itu bisa mengungisi atau berpindah,” kata Jonan di Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau Desa Pasauran, Kec. Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (28/12/2018).
Dengan akan dipasangnya pendeteksi gelombang air laut di Selat Sunda dapat menghindari jatuhnya korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi tsunami. Menurut Jonan, peralatan yang tersedia di Gunung Anak Krakatau antara lain berupa penunjuk arah mata angin untuk memonitor pergerakan abu vulkanis.

“CCTV untuk memantau secara visual gunung, infrasonik dan seismograf sebanyak 2 unit dengan dua jenis keakuratan yang ditempatkan di Pulau Sertung sudah terpasang,” ujarnya.

Terkait status Gunung Anak Krakatau, Jonan menjelaskan, peningkatan status ini didasarkan pada hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental.

(wib)

Tsunami Selat Sunda, Gubernur Banten Tetapkan Darurat Bencana

loading…

Gubenur Banten Wahidin Halim menetapkan Darurat Bencana terkait tsunami Selat Sunda. Dokumen/SINDOnews

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-tsunami menerjang pesisir dari Anyer hingga Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.

Penetapan tersebut terhitung sejak 27 Desember 2018 kemarin hinga 9 Januari 2019 mendatang. “Tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai Kamis (27/12) sampai 9 Januari 2019,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam siaran persnya, Jumat (28/12/2018).

Dia menjelaskan, dengan penetapan darurat bencana ini, seluruh instansi terkait diminta ikut dalam penanganan pasca bencana dan pemulihan kawasan terdampak tsunami.

Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, paling tidak ada 14.587 orang harus mengungsi akibat bencana tsunami tersebut. Data sementara, ada 526 unit rumah yang rusak, 14 hotel, 60 warung kuliner bibir pantai, 215 gazebo dan 44 unit perahu rusak.

Warga di sepanjang pesisir, maupun wisatawan diminta tetap menjauhi kawasan sepanjang pesisir pantai. Wisatawan yang akan merayakan liburan juga diminta tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Warga tidak panik dan tetap tenang. Wisatawan sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” pungkasnya.

(nag)

Manokwari Selatan Diguncang Gempa Berkekuatan 6,1 SR

loading…

Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang wilayah Manokwari Selatan, Papua Barat, Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 10.03 WIB. Ilustrasi/SINDOnews

MANOKWARI SELATAN – Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang wilayah Manokwari Selatan, Papua Barat, Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 10.03 WIB. Pusat gempa berada pada 1.40 Lintang Selatan dan 134.10 Bujur Timur di kedalaman 26 Km atau sekitar 55 km Tenggara Manokwari Selatan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di Kabupaten Manokwari Selatan getaran gempa dirasakan cukup kuat selama 6 detik. Masyarakat sempat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Di Kabupaten Manokwari gempa dirasakan kencang selama 5 detik. Masyarakat setempat panik, saat ini nelayan dan warga berkumpul di kantor bupati atau lapangan. Gempa ini tidak berpotensi Tsunami,” kata Sutopo.

(wib)

Tujuh Jalur Penerbangan Terkena Dampak Aktivitas Krakatau

loading…

Tujuh Jalur Penerbangan Terkena Dampak Aktivitas Krakatau. (Antara).

JAKARTA – Sebanyak tujuh jalur penerbangan dipastikan terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dengan kondisi tersebut, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memutuskan melakukan penutupan dan pengalihan jalur penerbangan di wilayah yang terdampak sebaran debu vulkanik tersebut.

“Setelah melalui wilayah tersebut, pesawat akan kembali ke jalur penerbangan normal. Dan hal ini tidak mengakibatkan pembatalan jadwal penerbangan,” kata Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet KS Radityo di Jakarta, kemarin.

Pengalihan penerbangan tersebut dilakukan setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A5446/18 yang memberikan informasi mengenai sejumlah jalur penerbangan terdampak terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Kamis siang kemarin.

Meski demikian, dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak mengganggu penerbangan sehingga pelayanan navigasi serta lalu lintas penerbangan berjalan aman dan normal. Didiet menuturkan, berdasar hasil koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC), sejauh ini semburan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bergerak ke barat daya dengan kecepatan 45 knot dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 15 knot.

Dengan demikian, sebaran abu ini masih berjarak aman dari dua bandara terdekat, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten II Lampung. “Namun tetap, saat ini personel kami terus bersiaga terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau ini dan akan terus melaporkan perkembangan kondisi terkini melalui Notam yang akan terus diperbaharui,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara intensif memantau operasional penerbangan yang bisa terdampak terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan, pemantauan intensif diperlukan, selain karena peringatan PVMBG, aktivitas penerbangan selama masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019 juga sangat tinggi.

“Untuk itu, saya telah meminta Otoritas Bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara, dan semua stakeholder penerbangan untuk terus melakukan koordinasi dan siap siaga jika terjadi hal-hal mengganggu akti vitas penerbangan,” kata Polana di Jakarta, kemarin.

Kemenhub memastikan sampai saat ini belum mendapatkan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas udara. Hanya saja, Airnav sudah mengeluarkan NOTAM A5440/18 perihal Penutupan dan Reroute terdampak Krakatau.

“Sejauh ini abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak memberikan dampak pada penutupan bandara, untuk bandara terdekat seperti Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, bandara masih beroperasi normal. Dari Airnav sudah mengeluarkan Notam terkait pengalihan rute penerbangan yang tidak bisa dilewati pesawat,” kata Polana.

Untuk memastikan koordinasi dan komunikasi penanganan abu vulkanik, Dirjen Hubud melalui Direktorat Navigasi Penerbangan telah membangun sistem informasi sehingga para stakeholder, yakni I-WISH (Integrated Webbased aero nautical Information System Handling). Dalam sistem ini stakeholder terkait menyampaikan informasi yang dikuasai tentang tugas dan fungsi serta kewenangannya dalam hal penanganan abu vulkanik atau lebih dikenal dengan CDM (Collaborative Decision Making).

“Saya minta untuk memonitori selalu informasi yang disampaikan, baik dari PVMBG, BMKG, maupun dari source lainnya, dan Airnav agar mendistribusikan informasi tersebut melalui Notam pada airlines dan bandara,” ujar Polana.

Sementara itu, Kepala Bandara Radin Inten II Lampung Asep Kosasih melaporkan, sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, fasilitas bandara, baik sisi darat atau udara tidak terdampak dan tetap beroperasi normal.

“Alhamdulillah, pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II beroperasi normal dan tidak terdampak. Namun, kami akan terus memantau perkem bangan dan berkoordinasi intens dengan BMKG, Airnav, dan Direktorat Navigasi Penerbangan,” ujarnya. (Heru Febrianto/Inda Susanti)

(nfl)

Masjid Ini Tetap Kokoh Saat Tsunami Menerjang Tabuyung 2004 Silam

loading…

Masjid Nurul Iman Tabuyung, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Masjid ini menjadi saksi bisu dahsyatnya tsunami Aceh 2004 dan Nias 2005 lalu. Foto/Zia Nasution

Dibalik dahsyatnya gempa ataupun peristiwa tsunami, selalu ada keajaiban yang sulit diterima akal. Namun, itulah kebesaran Allah yang apabila Dia berkehendak, apapun bisa terjadi.

Masjid Nurul Iman adalah masjid yang terletak di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandaling Natal (Madina), Sumatera Utara. Masjid ini menjadi saksi bisu dahsyatnya peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 dan Tsunami Nias 2005 lalu yang menerjang
pesisir pantai barat Sumatera termasuk daerah Tabuyung.

Tabuyung adalah desa pesisir di Pantai Barat Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Jaraknya sekitar 4 jam perjalanan darat dari Kota Padangsidimpuan. Dari Kota Medan, ibukota Sumatera Utara bisa menghabiskan waktu 14 jam perjalanan darat.

Bagi masyarakat Tabuyung, masjid yang didirikan pada tahun 1980-an ini sangatlah istimewa. Meski bangunannya terbilang sederhana, namun keberadaannya sangat berarti bagi masyarakat Tabuyung.

Selain menjadi tempat ibadah dan berkumpulnya warga, masjid ini menjadi kebanggaan warga karena tidak rusak saat peristiwa tsunami Aceh dan Nias 2004 silam. Padahal, jarak masjid dengan bibir pantai kurang lebih hanya 200 meter.

Masjid Ini Tetap Kokoh Saat Tsunami Menerjang Tabuyung 2004 Silam

Ketika gelombang tsunami datang, hampir seluruh rumah penduduk di kampung itu hancur disapu air laut. Ajaibnya, masjid tersebut tidak tersentuh oleh air laut. Sejumlah masyarakat yang nekat lari ke dalam mesjid tidak merasakan tinggi dan derasnya gelombang tsunami. Padahal, tinggi gelombang tsunami pada saat itu mencapai 8 meter.

Saat tsunami surut, sejumlah masyarakat pergi ke kampung dan melihat hampir seluruh pemukiman penduduk datar dengan tanah, terkecuali Masjid Nurul Iman. Di dekat mesjid itu bersandar sebuah kapal yang ikut terseret gelombang tsunami, namun tidak merusak bangunan masjid. Di dalam masjid saat itu hanya ada orang buta yang sengaja diungsikan keluarganya ke dalam masjid pada saat gelombang pasang mulai naik.

Menurut cerita masyarakat setempat, dampak tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 itu dirasakan masyarakat di desa itu pada sore hari. Sejumlah pertanda akan datangnya tsunami sudah terlihat. Namun, masyarakat tidak tahu bahwa itu pertanda tsunami. Pagi itu, air laut tiba-tiba surut dan mengering hingga ratusan meter.

Tak heran, ratusan masyarakat di kampung tersebut spontan mengambil ikan yang ikut terdampar akibat ketiadaan air. Seolah tidak akan terjadi bencana besar, masyarakat berebut ikut di tengah laut yang mengering. Setelah ikan-ikan itu terkumpul, warga membawa pulang dan memasaknya.

Sorenya, sekitar pukul 16.00 Wib, air laut tiba-tiba naik. Namun, masyarakat menganggap itu hal biasa. Semakin lama, air laut semakin tinggi, warga mulai berkemas-kemas dan berhamburan melarikan diri. Teriakan Allahu Akbar pun bergema dari mulut masyarakat yang lari dari terjangan air laut.

Sebagian masyarakat ada yang menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor, namun umumnya warga banyak yang berjalan kaki. Ada yang menggendong anak di tangan kiri dan kanan, sebagian lagi ada yang membawa pakaian untuk persiapan pengungsian.

Hal sama juga dirasakan masyarakat Tabuyung ketika peristiwa tsunami di Pulau Nias pada 28 Maret 2005. Jika dampak tsunami Aceh dirasakan pada sore hari, dampak tsunami Nias dirasakan pada malam hari, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, masyarakat merasakan gempa yang kencang.

Khawatir akan terjadi tsunami, masyarakat yang masih trauma dengan kejadian tsunami di Aceh langsung berkemas dan keluar rumah dan lari mencari tempat aman. Tak lama setelah masyarakat keluar rumah, gelombang tsunami langsung datang dan kembali menyapu bersih rumah penduduk warga di kampung itu.

“Masjid ini dua kali saksi sejarah peristiwa tsunami di desa kami,” ujar Zulkifli Batubara, salah seorang warga setempat.Dia menjelaskan, yang lebih menyeramkan tsunami di Nias, karena kejadiannya pada malam hari. Saat itu, dia dan anggota keluarganya berencana mau tidur. Namun, tiba-tiba dirasakan gempa yang kencang.”Spontan kami berkemas dan lari dari rumah, karena kami trauma dengan kejadian yang pertama,” tuturnya mengenang peristiwa kelam tersebut.

Masjid Ini Tetap Kokoh Saat Tsunami Menerjang Tabuyung 2004 Silam

(rhs)

Gara-gara Ukur Tanah, AS Tewas Dilempar Parang

loading…

TANA TORAJA – Terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang warga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pelaku berinisial PM tega menghabisi nyawa AS lantaran salah paham terkait sebidang tanah.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paerunan mengatakan, PM merupakan warga Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja. Kejadian berawal saat Korban (AS) dan Pelaku (PM), mengukur tanah yang berada di sekitar rumah pelaku, kemudian pelaku tidak menerima dan langsung melemparkan parang kearah korban menggunakan tangan kiri yang mengakibatkan korban mengalami luka robek sepanjang 5 cm pada bagian paha sebelah kanan.

Akibat luka robek tersebut korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatimah Makale untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Iya benar, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh PM terhadap korban AS, menyebabkan korban meninggal dunia, pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 subs 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” kata Jhon di Tana Toraja, Kamis 27 Desember 2018 malam.

Selain mengamankan pelaku, kata dia, pihaknya juga juga mengamankan barang bukti berupa 1 bilah parang, 2 lembar baju korban dan pelaku.

Saat ini, kata dia, pelaku telah diamankan di Mapolres Tana Toraja guna penyidikan lebih lanjut.

(mhd)

Ramp Door Putus, Truk Fuso Terjebur di Pelabuhan Bakauheni

loading…

Truk fuso bermuatan barang bekas tercebut ke laut di Pelabuhan Bakauheni. Foto/Rasyid Ridho/SINDOnews

BAKAUHENI – Truk fuso bermuatan barang bekas atau rongsokan tercebur saat akan masuk ke dalam kapal motor penumpang (KMP) Nusa Putra di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Truk yang dikemudikan Dadang (40) dengan nomor polisi B 9052 FN tercebur sekitar pukul 18.00 WIB setelah ramp door belakang terputus.

“Truk bermuatan rongsokan mulai masuk ke kapal dan baru sebagian badan truck masuk kapal tiba-tiba ramdoor putus,” kata Humas PT ASDP cabang Bakauhuni, Lampung Saifullahil Muslal Harahap saat dikonfirmasi, Kamis (27/12/2018).

Akibatnya, truk dengan bawaan penuh itu jatuh ke laut. Beruntung, sang sopir selamat tidak sampai ikut tercebur bersama truk. “Sopir mengalami patah kaki. Dan sudah ditangani di puskesmas bakauheni,” ujarnya.

Saat ini, truk masih dilakukan upaya evakuasi agar KMP Nusa Putra segera bergerak ke pelabuhan Merak, Banten.

(mhd)

Cuaca Ekstrim, Kapal di Manado Dilarang Berlayar

loading…

Cuaca ekstrim di Manado berdampak kepada larangan sejumlah kapal penumpang untuk berlayar. Kapal-kapal tersebut ditunda pelayarannya menyusul adanya pelarangan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado.

“Situasi terkini angin dan gelombang masih cukup tinggi, jadi kapal-kapal belum kami berangkatkan kami tunda keberangkatan sampai dengan cuaca membaik kembali,” tegas Kepala KSOP Manado, Stanislaus Wetik kepada wartawan, Kamis 27 Desember 2018.

Menurut Wetik, pelarangan dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan sambil pihaknya terus memantau kondisi serta peringatan dari BMKG Sulut.

“Hari ini ada tiga kapal tujuan Talaud, Tahuna dan Siau kami larang berangkat karena cuaca buruk,” kata Stanislaus.

Meski sudah dilarang, namun para penumpang enggan beranjak dan memilih bertahan di Pelabuhan sambil menunggu kepastian untuk diberangkatkan.

“Akan tetap menunggu sampai bisa berangkat,” ujar Frangky, salah seorang penumpang tujuan Talaud.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Provinsi Sulawesi Utara yang berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Cuaca ekstrim ini diperkirakan terjadi di wilayah Manado, Kotamobagu, Tomohon, Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Timur dan sekitarnya serta dapat meluas ke wilayah Minahasa Tenggara, Bolmong Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro dan sekitarnya.

(mhd)

Kejari OTT Suap CPNS BKD Mauaro Jambi

loading…

Tim Kejaksaan Negri (Kejari) Muaro Jambi dan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS). Ilustrasi/SINDOnews

MUARA JAMBI – Tim Kejaksaan Negri (Kejari) Muaro Jambi dan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Daerah Muaro Jambi.

Kasi pidsus Kejari Muaro Jambi, Rudi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menangkap sejumlah orang terkait dengan CPNS di BKD Muaro Jambi. “Iyo, benar kito di backup kejati,” katanya, Kamis (27/12/2018)

Dia belum dapat menjelaskan lebih jauh,namun yang pasti penangkapan tersebut terkait kasus suap di BKD. “Nanti lebih jelasnya di kantor,” pungkasnya.

Sementara itu, Sumber terpecaya di Kejati Jambi mengatakan para tersangka OTT tersebut akan dibawa ke kejati terlebih dahulu. “Transit di kejati,” singkatnya.

Saat tim Kejari dan Kejati Jambi masih mengumpulkan barang bukti tambahan terkait operasi tangkap tangan di kantor BKD Muaro Jambi.

(wib)

Pasca OTT, Ruangan Sekban BKD Muaro Jambi Digeledah

loading…

Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu Kasubag BKD Muara Jambi, Kasi Pidsus Kejari Muaro Jambi membongkar paksa ruangan Sekban BKD Muaro Jambi, Kamis (27/12/18) sore. iNewsTV/Nanang Fahrurozi

MUARA JAMBI – Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu Kasubag BKD Muara Jambi, Kasi Pidsus Kejari Muaro Jambi membongkar paksa ruangan Sekban BKD Muaro Jambi, Kamis (27/12/18) sore.

Setelah di OTT oleh kejari, oknum yang diduga perima suap Penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) oknum tersebut langsung di bawa ke Kantor BKD. Sesampai di Kantor BKD Kabupaten Muarojambi tidak satu pun pegawai yang ada di kantornya.

Saat di Kantor BKD, Tim Kejari Muaro Jambi langsung menanyakan Ruang Sekretaris BKD Muaro Jambi kepada penjaga kantor. Kepada Tim Kejari dia mengatakan tidak memiliki kunci ruang Sekban.

Kasi Pidsus Kejari Muaro Jambi, Rudi Heriansyah meminta kepada penjaga kantor tersebut untuk diambilkan martil. “Karena kuncinya tidak ada jadi kami minta Pak De (penjaga kantor BKD Muaro Kambi) untuk mencari martil,” kata Rudi.

Akhirnya, pintu ruang Sekretaris BKD dibuka paksa dengan menggunakan martil. Namun, setelah berkali-kali gembok dipukul tetap tidak bisa dibuka. Akhirnya Rudi meminta kepada salah satu anggota dari pihak kepolisian untuk membuka pintu tersebut dengan cara didobrak menggunakan kaki.

Setelah pintu dibuka, Tim Kejari langsung masuk ke dalam ruangan, sedangkan awak media tidak diizinkan untuk masuk ke dalam ruangan. Sekitar 10 menit kemudian ada seorang pegawai BKD Kabupaten Muarojambi yang datang ke BKD kemudian diajak masuk ke dalam ruangan Sekban.

(wib)

Wali Kota Salatiga Ditagih Realisasi Program Guyub RW

loading…

Puluhan Ketua RW saat beraudiensi dengan Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengenai realisasi program guyub RW di Kantor Wali Kota, Kamis (27/12/2018). SINDOnews/Angga Rosa

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto didatangi puluhan Ketua Rukun Warga (RW) untuk menagih realisasi program guyub RW, Kamis (27/12/2018).

Mereka mempertanyakan kepastian realisasi program guyub RW menyusul pengajuan usulan anggaran program tersebut senilai sekitar Rp8,9 miliar dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019 tidak disetujui oleh DPRD Kota Salatiga.

Kedatangan para Ketua RW dari sejumlah kelurahan tersebut diterima oleh Wali Kota Yuliyanto dan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Salatiga Joko Wahono di ruang kerja Wali Kota Salatiga.

“Maksud kami ke sini (Kantor Wali Kota) untuk mempertanyakan kepastian pelaksanaan program guyub RW. Sebab kami sudah terlanjur melakukan sosialisai kepada masyarakat bahwa program tersebut akan direalisasikan pada 2019,” katanya Ketua RW V Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir Wiwik Sunarto kepada Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat audiensi.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, tim anggaran pemerihtah daerah (TAPD) Kota Salatiga sudah mengajukan usulan anggaran untuk program guyub RW. Namun dalam pembahasan KUAPPAS 2019 beberapa waktu lalu, program tersebut tidak disetujui oleh DPRD.

“Sebenarnya, kami sudah mengajukan usulan anggaran program guyub RW sebanyak tiga kali. Namun selalu tidak disetujui. Katanya, anggaran guyub RW akan dialokasikan dalam APBD perubahan 2019,” katanya.

Yuliyanto mengaku kecewa dengan penolakan usulan anggaran program guyub RW dalam pembahasan KUAPPAS 2019. Sebab program tersebut sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga Tahun 2017-2022.

(wib)

Bupati Pasangkayu Kukuhkan Pejabat Struktural

loading…

Sejumlah pejabat struktural kembali dikukuhkan oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa. Pengukuhan berlangsung di ruang pola kantor bupati, Kamis (27/12/2018).

PASANGKAYU – Sejumlah pejabat struktural kembali dikukuhkan oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa. Pengukuhan berlangsung di ruang pola kantor bupati, Kamis (27/12/2018).

Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati Pasangkayu Muhammad Saal, Sekkab Pasangkayu Firman, dan sejumlah pimpinan OPD. Pengukuhan ini sendiri dilakukan terkait adanya perubahan nomenklatur jabatan di lingkup Pemkab Pasangkayu.

Usai mengukuhkan, Agus Ambo Djiwa memberi beberapa pesan kepada mereka yang telah dikukuhkan. Diantaranya meminta para ASN yang dikukuhkan dan ASN Pemkab Pasangkayu pada umumnya agar tidak bermalas-malasan dalam bekerja.

Sebagai pelayan publik, para ASN mesti disiplin, profesional, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Terlebih, sebut Agus pada tahun 2019 nanti tunjangan ASN telah dinaikkan.

“Tunjangan untuk ASN telah saya naikkan pada tahun 2019, makanya ini mesti dibarengi dengan peningkatan kinerja. Jangan bermalas-malasan. Pemberian tunjangan pada 2019 sudah berdasarkan sistem merit,” imbuhnya.

Sejumlh pejabat yang dikukuhkan adalah pejabat pengawas sebanyak 37 orang, auditor pertama sebanyak 3 orang, pimpinan tinggi prtama sebanyak 2 orang,dan pejabat administratur sebanyak 10 orang.

(akn)

Santri Tergulung Ombak di Purworejo Ditemukan Tak Bernyawa

loading…

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban santri yang hilang tersert ombak di di Pantai Ketawang Indah Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kababupaten Purworejo, Jawa Tengah. Foto/Taufik Budi

PURWOREJO – Seorang santri asal Magelang yang hanyut terseret ombak di Pantai Ketawang Indah Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, Jateng, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, oleh tim SAR gabungan, Kamis (27/12/2018) pukul 07.15 Wib. Sementara rekannya yang juga hilang tenggelam, kini masih dalam pencarian.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono menyampaikan, upaya pencarian berlanhsung selama empat hari hingga korban ditemukan. Korban diktahui bernama Mahfud (21) asal Latak RT 2/3 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.

“Korban berhasil ditemukan di sekitar lokasi awal kejadian ke arah timur kurang lebih dua kilometer dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Purworejo,” kata Muwahyono.

“Namun korban M Khozainul Muna (21) asal dusun Jurang RT 1/4 Desa Tanjungsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang, sampai saat ini belum ditemukan. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, dua santri Pondok Pesantren Nabili asal Magelang tersebut sedang mandi di pantai Ketawang Indah, pada Senin 24 Desember sekira pukul 17.12 WIB. Tiba-tiba datang ombak besar dan menerjang keduanya hingga terbawa arus dan hanyut tenggelam.

“Saat ini kondisi ombak pantai Ketawang Indah mencapai tiga sampai empat meter, arah angin dari selatan menuju barat dan cuaca hujan ringan,” tutup Mul.

(rhs)