Kunjungi Labuhan Batu, Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Bangun Daerah

loading…

Kunjungan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (11/1/2019). Foto/Istimewa

LABUHAN BATU – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Kabupaten Labuhan Batu punya banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan.

“Untuk itu marilah kita bergandengan tangan, saling bekerja sama untuk membangun daerah yang kita cintai ini. Manfaatkan lah potensi daerah ini dengan maksimal. Apabila potensi daerah telah dimanfaatkan secara maksimal tentunya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat akan terwujud,” katanya, Jumat (11/1/2019).

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya akan kembali datang ke Kabupaten Labuhan Batu untuk meninjau sejauh mana Pemkab bekerja untuk daerah dan masyarakatnya.

Baca Juga:

“Saya akan datang kembali ke sini (kabupaten Labuhanbatu), ke tempat-tempat mana yang perlu saya datangi. Saya akan datang, saya akan lihat, saya kepingin Sumatera Utara ini bermartabat. Bagaimana provinsi ini bermartabat, kalau masyarakanya tidak sejahtera,,” ujar Edy pada pertemuan gubernur dengan bupati, Forkopimda, tokoh masyarakat dan agama kabupaten Labuhan Batu.

Gubsu Edy mengharapkan semua pengelola pemerintahan baik formal maupun informal harus punya kemampuan (skill). Selain itu, harus mempunyai kekompakan. “Punya kemampuan tak kompak, tak ada gunanya,” sebut Edy. Namun kemauan dan keseriusan juga harus ada. “Kalau memang tidak mau, mundur saja. Jangan takut,” kata Edy.

Selain itu, Edy menginginkan pemimpin yang muda. “Seperti Pak Plt Bupati Labuhan Batu Andi Suhaimi. Masih muda, enerjik. Bukan yang tua, yang mudah masuk angin,” ucap Edy.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat Labuhan Batu untuk sama-sama membangun daerahnya. “Mari kita sama-sama membangun daerah kita. Kedepan para kepala OPD harus berlomba-lomba menunjukkan programnya. Tidak lagi top-down. Melainkan bottom-up,” sebut Edy.

Sementara, Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte mengatakan Pemkab Labuhanbatu sangat mengapresiasi Gubernur Sumatera Utara karena sangat peduli dengan Kabupaten Labuhanbatu. “Dari pidato pak Gubsu tadi sangat memotivasi kami pemerintah dan masyarakat Labuhanbatu. Karena Pemprov Sumut akan mendukung pembangunan yang ada di Labuhan Batu,” ujar Andi.

(rhs)

Bali Alami Cuaca Panas, Ini Penjelasan BMKG

loading…

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan peningkatan suhu yang terjadi di sejumlah daerah di Bali dalam seminggu ini dipengaruhi adanya fenomena gerak semu matahari. Foto suasana Pantai Kuta Dok SINDOnews

DENPASAR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan peningkatan suhu yang terjadi di sejumlah daerah di Bali dalam seminggu ini dipengaruhi adanya fenomena gerak semu matahari. Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah II Bali Putu Agus Dedy Permana mengatakan suhu panas ini tak terkait dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung.

“Faktor cuaca juga sebagai penyebab dimana cuaca berawan ini menyebabkan panas yang dipancarkan oleh matahari dan secara langsung mencapai ke permukaan bumi khususnya di Bali,” kata dia, Jumat (11/1/2019).

Sementara itu cuaca panas maksimum menembus 32 derajat hingga maksimum 35 derajat celcius ini tidak mempengaruhi wisatawan berkunjung ke Pantai Kuta mereka masih merasa enjoy berlibur di Bali.

Baca Juga:

Putu Agus Dedy Permana memperkirakan, fenomena gerak semu matahari masih akan terjadi beberapa hari kedepan.

“Hal yang sama terjadi pada malam hari cenderung mendung sehingga menyebabkan panas yang seharusnya terlepas ke angkasa tersebut akan tertahan. Sehingga suhu akan terjebak di permukaan bumi dan mengakibatkan suhu semakin panas,” tandasnya.

(sms)

Tahanan Kabur dari Rutan Tanjung Pinang Ditangkap di Dumai

loading…

Amizar tahanan,narkotika Rutan Tanjungpinang yang kabur berhasil ditangkap di Pelabuhan Dumai. Foto/Istimewa

TANJUNG PINANG – Amizar (35), tahanan narkotika yang kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Pinang akhirnya ditangkap di Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, Jumat (11/1/2019). Amizar ditangkap oleh Polres Dumai saat hendak turun dari kapal feri Batam Jet tujuan Dumai saat tiba di pelabuhan.

“Informasi yang kita peroleh tahanan narkotika yang kabur dari Rutan Tanjung Pinang telah ditangkap di Dumai oleh Polres Dumai,” kata Humas Polres Tanjung Pinang Iptu G Suratman di Tanjungpinang, Kepri.

Suratman menyampaikan, penangkapan pelaku merupakan hasil koordinasi antara Polres Tanjung Pinang dengan Polres Dumai. “Kita sudah membantu Rutan untuk menangkap pelaku. Kita juga berkoordinasi dengan Polres Dumai,” kata Suratman.

Baca Juga:

Penangkapan Amizar dibenarkan oleh Kepala Pengamanan Rutan Tanjung Pinang Fajar Teguh Wibowo. Dia mengatakan, informasi yang diperolehnya pelaku ditangkap saat turun dari kapal. Amizar kabur dari Tanjung Pinang menuju Batam, kemudian dari Batam menuju Dumai.

“Memang benar pelaku (Amizar) telah ditangkap di Dumai, penangkapan ini hasil koordinasi antara Rutan dengan Polres Tanjungpinang dan Polres Dumai,” kata Fajar.

Lanjut, Fajar menjelaskan, Amizar berencana kabur ke kampung istrinya di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Amizar akan dijemput langsung oleh pihak Rutan ke Dumai.

Pelarian Amizar akhirnya ditangkap setelah tiga pekan kabur dari Rutan Tanjungpinang. Sebelumnya, persembunyian pelaku telah diketahui berada di sekitar hutan Madong, Kelurahan Senggarang, Tanjungpinang Kota.

Sebab, sepeda motor Honda Supra Fit bernopol BP 2931 FW yang digunakan pelaku telah ditemukan di semak-semak hutan Madong, Minggu (6/1/2019) lalu. Sepeda motor itu milik keluarga Amizar yang dipinjam pelaku akhir Desember untuk bersembunyi.

Seperti diketahui, Amizar tahanan kasus narkotika di Rutan Tanjung Pinang kabur lewat atap gedung, Sabtu (22/12/2018). Amizar kabur saat pembesuk sedang ramai berkunjung ke dalam Rutan Tanjungpinang.Saat padatnya pengunjung Amizar langsung beraksi. Awalnya Amizar menaiki pagar berduri menuju atap gedung Rutan Tanjung Pinang dan langsung melompat ke luar.

(rhs)

Polda Jateng: Belum Ada Tersangka di Kerusuhan Rutan Solo

loading…

Polisi berjaga-jaga di sekitar Rutan Surakarta, SOlo Jawa Tengah pascakeributan kelompok tahanan. Foto/Ary Wahyu W

SOLO – Polisi menerjunkan satu peleton pasukan Brimob dan Sabhara untuk mengamankan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo, Jawa Tengah. Selain itu, polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kerusuhan antar-narapidana dan tahanan di Rutan tersebut.

Enggak (ada tersangka). Jadi itu kan keributannya antara di dalam dan di luar, terprovokasi. Jadi pengunjung yang saat itu mengunjungi napi di sana terprovokasi, kemudian terjadi keributan,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Jumat (11/1/2019).

“Sedangkan untuk penyebab keributan di Rutan masih dalam penanganan Polresta Solo,” tambah jenderal bintang dua tersebut.

Baca Juga:

Dia menyampaikan, kondisi keamanan Rutan saat ini sudah kondusif dan terkendali. Sebanyak 11 napi dan tahanan yang diduga menjadi pemicu kericuhan telah dipindahkan ke berbagai lokasi.

“Di Polda Jawa Tengah ini ada enam napi atau ada juga yang masih berproses siding. Ada yang ke Sragen dan Wonogiri. Masing-masing yakni Sragen ada dua orang dan Wonogiri ada tiga orang. Total ada 11 orang (yang dipindahkan),” terangnya.

Sekadar diketahui, aparat gabungan diterjunkan untuk meredam kerusuhan di Rutan Kelas I Solo, Jawa Tengah. Keributan itu dipicu oleh teriakan yang bernada provokasi dari salah satu kelompok tahanan kepada pembesuk di kelompok laskar.

“Kejadian kericuhan bermula dari jam besuk tahanan. Di mana pada pukul 10.00 WIB sekira 20 orang ikhwan laskar tiba ke Rutan Kelas I Surakarta untuk membesuk tahanan dari kelompok laskar,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmaja, Kamis 10 Januari.

Pada saat itu para pembesuk dari kelompok laskar dibagi per kelompok lima orang dengan waktu sekira 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan. Kelompok I kunjungan berjalan dengan aman,” tambahnya.

Sekira pukul 10.55 WIB, pada saat kloter kedua dan pembesuk kelompok laskar hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan takbir dari kelompok laskar dibalas suara bernada provokasi dari tahanan Blok C1 (napi kriminal).

Pada blok ini dihuni kelompok Agus Ardiansyah alias Bebek (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), Ucok Devran Devries (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Kasus 170 KUHP/Penganiayaan).

Sebelumnya pernah terjadi keributan antara kedua belah pihak, sehingga membuat ikhwan-ikhwan laskar emosi. Selanjutnya mereka mendatangi napi Blok C1 yang lantas dilempari batu dan kelompok laskar membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu.

“Melihat kejadian tersebut, pembesuk dari kelompok laskar langsung disuruh keluar oleh pihak Pengamanan Rutan. Dan tahanan dari kelompok laskar juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sementara itu dari pihak napi kriminal biasa berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B,” jelas Agus.

(rhs)

Longsor Susulan Ganggu Akses Jalinsum Parapat Sumut

loading…

Sekretaris Camat Girsang Sipanganbolon, Simalungun, Feri Doni Sinaga mengatur lalulintas di sekitar jembatan Siduadua Jalinsum Parapat yang kembali tertimbun longsor, Jumat (11/1/2019). Foto/Ricky Hutapea

PARAPAT – Baru sepekan berjalan normal, akses jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat, Sumatera Utara kembali teganggu akibat longsor susulan untuk kedelapan kalinya Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sekretaris Camat Girsang Sipanganbolon Feri Doni Sinaga menginformasikan material longsor kembali menutupi sebagian besar jembatan Siduadua sehingga tidak bisa dilintasi dua arah.

“Kembali terjadi longsor di sekitar jembatan Siduadua sehingga pengendara tidak dapat melintas,” ujar Doni.

Baca Juga:

Kapolsek Parapat AKP Bambang P menambahkan, akibat jembatan Siduadua tertutup longsor arus lalulintas terpaksa direkayasa seperti saat longsor sebelumnya.

Kendaraan yang datang dari Pematangsiantar menuju Parapat dialihkan melalui Simpang Palang keluar Girsang dan sebaliknya.

“Arus lalulintas kembali diatur seperti longsor sebelumnya karena dikhawatirkan longsor susulan akan terjadi lagi dan membahayakan pengguna jalan melintas,” ujar Bambang.

Bambang belum dapat memastikan kapan arus lalulintas kembali normal dan untuk sementara police line sudah dipasang di sekitar jalab longsor.

(rhs)

Dampak Hujan Abu Vulkanik Gunung Agung Cemaskan Warga

loading…

Warga Desa Abang Batu Dinding, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali mulai was-was akibat daerahnya paling parah terpapar hujan abu vulkanik Gunung Agung, Jumat siang (11/1/2019). Foto Gunung Agung/iNews TV/Yunda A

BANGLI – Warga Desa Abang Batu Dinding, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali mulai was-was akibat daerahnya paling parah terpapar hujan abu vulkanik Gunung Agung, Jumat siang (11/1/2019). Untuk mengantisipasi kerugian yang besar para petani setempat mulai melakukan penyiraman terhadap tanamannya yang terpapar abu.

Kepala Desa Abang Batu Dinding I Made Diksa mengatakan, hujan abu vulkanik melanda wilayah ini pada Kamis malam 10 Januari 2019 berlangsung selama setengah jam, pasca-Gunung Agung mengalami erupsi magmatic. Akibatnya paparan abu vulkanik banyak menempel di kendaraan bermotor hingga tanaman pertanian warga.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan petani langsung melakukan penyiraman sebab seperti pengalaman sebelumnya dampak paparan abu vulkanik bisa menyebabkan tanaman seperti cabai, bawang dan berbagai komuditas pertanian lainnya rawan terancam mati,” kata dia.

Baca Juga:

Hujan abu vulkanik yang terjadi secara tiba-tiba tersebut, kata dia, sempat membuat warga panik. Sebab pasokan alat pelindung diri berupa masker yang ada di desanya saat ini kosong.

Sesuai laporan yang diterima PVMBG hujan abu vulkanik melanda sejumlah wilayah di bagian utara dan barat laut Gunung Agung. Selain wilayah Desa Abang Batu Dinding sejumlah desa di Kecamatan Kintamani seperti Desa Terunyan hingga sejumlah wilayah perbatasan Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Buleleng juga terkena dampaknya.

(sms)

Pekerja Pembibitan Mutiara Tewas Dicabik-cabik Buaya

loading…

Seorang pekerja di perusahaan pembibitan mutiara, Deasy Tuwo (44), tewas diterkam dan dicabik-cabik buaya. Okezone/Subhan Sabu

MINAHASA – Seorang pekerja di perusahaan pembibitan mutiara, Deasy Tuwo (44), tewas diterkam dan dicabik-cabik buaya. Korban yang bekerja di PT Tiara Indo Pearl di Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, jadi mangsa buaya berukuran 5 meter yang dipelihara di halaman depan perusahaan tersebut.

Jasad korban ditemukan oleh Erling Rumengan (30), Vian Turangan (45) dan Audi Engkol. Menurut keterangan Erling, ketiganya mendapat pesan singkat dari pemimpin perusahaan, Mr Ochiai, warga negara Jepang untuk memeriksa keberadaan korban yang tidak ada kabarnya meski sudah beberapa kali dihubungi via telepon sejak pagi hari.

“Kami bertiga masuk ke dalam area perusahaan namun tidak menemui seorangpun,” ujar Erlin, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Saat sedang mencari keberadaan korban, ketiganya melihat ada benda terapung di kolam penangkaran buaya. Saat disentuh, tiba-tiba ada seekor buaya besar yang langsung berontak, dan terlihat tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Ketiganya langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tombariri Iptu Adrianus Untu bersama personel langsung mendatangi dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi serta mengumpulkan keterangan “Jenasah korban sudah dievakuasi ke RSUP Prof Kandou Manadon Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

(wib)

Rahul Dorong Pemkab Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Bengkalis

loading…

Muhamad Rahul, Caleg DPR Dapil Riau I. Foto/Istimewa

RIAU – Pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap warga negara Indonesia. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan sudah sepatutnya memberikan penyelenggaraan pendidikan berkualitas sebagai upaya menjalankan amanat UUD 1945.

Masyarakat Kabupaten Bengkalis, Riau, patut bersyukur dengan hadirnya lembaga pendidikan MTs Negeri yang baru saja diresmikan Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Bengkalis. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Bengkalis di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan diresmikan pada Kamis 10 Januari 2019.

Muhamad Rahul, Caleg DPR Dapil Riau I mengapresiasi sekaligus memberikan catatan atas diresmikannya lembaga pendidikan di lingkungan Kabupaten Bengkalis ini. “Kita semua patut bersyukur dengan hadirnya lembaga pendidikan yang akan menjadi tempat belajar dan berkembangnya putra-putri kita” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Sebelum dinegerikan, MTs tersebut bernama MTS Bustanul Ulum yang berdiri dan dibangun secara swadaya masyarakat. Masyarakat sudah sejak lama bahu membahu agar hadirnya lembaga pendidikan di daerahnya.

Caleg muda dari Parrtai Gerindra ini menyatakan akan terus mendorong terwujudnya penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bengkalis. “InsyaAllah akan sama-sama kita dorong supaya kualitas pendidikan kita semakin baik sehingga putra-putri penerus perjuangan kita memiliki wawasan yang luas dan mampu bersaing di dunia global,” tambahnya.

Suwardi, salah satu wali siswa menyambut baik apa yang disampaikan Muhamad Rahul. “Kami sangat beruntung ada anak muda yang peduli dengan nasib anak-anak kami. Semoga cita-cita dan niat baik mas Rahul diberkahi dan dikabulkan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

(rhs)

Konsumsi Narkoba, Dua Orang Oknum PNS Ditangkap

loading…

Satnarkoba Polres Kota Padangsidimpuan menangkap dua pengawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) di Jalan DR Payungan Dalimunthe. iNewsTV/Zia Nasution

PADANGSIDIMPUAN – Satnarkoba Polres Kota Padangsidimpuan menangkap dua pengawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) di Jalan DR Payungan Dalimunthe, Gang Amal, Keluraham Tobat, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumut.

Keduanya diketahui bernama M Riatiadi (36), warga Jalan Imam Bonjol, Gang Swadaya, Kelurahan Padangmatinggi Lestari, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Laki-laki yang kerap dipanggil Risti itu bekerja sebagai ASN di Sekretariat Daerah Pemkab Paluta.

Selanjutnya, Ismail Saleh Pane (36), warga Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ismail saat ini ASN aktif dan sedang berdinas di Inspektorat, Kabupaten Padanglawas Utara.

Baca Juga:

Dari tangan para tersangka, petugas kepolisian menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik klip transparan yang diduga berisi sabu-sabu degan berat 0,20 gram. Selanjutnya, satu buah kotak rokok, satu unit sepeda motor matik warna hitam bernopol BB 2200 HO dan satu unit telepon seluler.

Kasat Narkoba Polres Kota Padangsidimpuan AKP CJ Panjaitan mengatakan, penangkapan itu berawal pada saat kedua tersangka selesai melakukan transaksi sabu di Gang Amal. Selanjutnya, personel dari Satnarkoba Polres Kota Padangsidimpuan langsung mencegat keduanya yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. “Setelah digeledah, ternyata ditemukan barang bukti sabu,” ujarnya kepada SINDONews.

Penangkapan itu berawal ketika personel kepolisian mendapat informasi bahwa di lokasi sering terjadi transaksi narkoba. Selanjutnya, atas perintah Kapolres AKBP Hilman Wijaya, personel langsung melakukan penyelidikan. Tidak lama berselang, petugas melihat dua orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan.”Saat ditangkap, keduanya tidak melakukan perlawanan,” tandasnya.

(wib)

PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan dari Gunung Agung

loading…

Kondisi aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali masih labil pasca mengalami erupsi Kamis malam 10 Januari 2019 kemarin. Pos Pengamatan Gunung Agung/iNews TV/Yunda A

KARANGASEM – Kondisi aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali masih labil pasca mengalami erupsi, Kamis malam 10 Januari 2019 kemarin. Sebab hingga kini sistem pipa magma kawah Gunung Agung yang kian terbuka menyebabkan potensi gunung tertinggi di Bali ini mengalami erupsi susulan sangat tinggi terjadi tanpa memerlukan banyak gempa vulkanik lagi.

Kondisi Gunung Agung yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Jumat pagi (11/1/2019) pasca-mengalami erupsi secara visual tampak masih mengeluarkan hembusan asap tipis dengan ketinggian kurang dari 100 meter dari puncak gunung.

Sesuai rekaman seismograf dalam enam jam terakhir dari pukul 00.00 hingga 06.00 Wita terekam gempa hembusan sebanyak 2 kali dengan amplitudo 1-1,5 m berdurasi 8 – 11 detik. Selain itu terekam gempa vulkanik dangkal sebanyak 1 kali dengan amplitudo 2 milimeter berdurasi 12 detik.

Baca Juga:

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung, PVMBG, Dewa Made Mertayasa menyatakan pasca-erupsi aktivitas vulkanik dalam perut Gunung Agung masih sangat labil.

Dimana sistem pipa magma kawah gunung yang masih terbuka menyebabkan erupsi susulan bisa terjadi swaktu-waktu tanpa memerlukan gempa yang banyak seperti erupsi sebelumnya. Meski demikian hingga kini PVMBG belum meningkatkan status Gunung Agung.

“Saat ini status Gunung Agung masih ditetapkan berada di Level Tiga atau Siaga dengan zona ancaman bahaya dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung. Untuk itu masyarakat terus diimbau tidak melakukan aktivitas maupun pendakian dalam radius berbahaya tersebut,” katanya.

(sms)

Dibangun di Lahan Seluas 2 Hektare, Gedung Mapolres Serang Diresmikan

loading…

Gedung Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Serang di Kampung Cisait Muncang, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. SINDOnews/Rasyid Ridho

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir meresmikan Gedung Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Serang di Kampung Cisait Muncang, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Bangunan Mapolres Serang berdiri dilahan seluas dua hektare dengan fasilitas lengkap. Mapolres Serang yang mulai dibangun sejak 2017 berada di lokasi strategis dekat dengan tol Serang Panimbang dan Puspemkab Serang.

Dalam amanatnya, Kapolda meminta agar jajaran personel Polres Serang agar memudahkan dalam memberikan pelayanan prima dan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga:

“Seluruh personil Polres Serang untuk lebih meningkatkan performa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena apa? Mapolres Serang sudah berada di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Serang yang sebelumnya berada di Kota Serang,” kata Tomsi, Jumat (11/1/2019).

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, dengan berpindahnya ke gedung baru bertekad meningkatkan performa dan semangat dalam bekerja lebih profesional modern dan tepercaya dalam memberikan pelayan.

“Keberadaan kami di gedung yang baru ini diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Serang,” tandasnya.

(wib)

IPPAT Jabar Berkomitmen Mengayomi Seluruh Anggota

loading…

BANDUNG – Pengurus Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) wilayah Jawa Barat berkomitmen akan menjalankan beberapa program prioritas.
Di antaranya pengayoman untuk para anggota. Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Jabar periode 2019-2021 Osye Anggandari, usai pengukuhan Pengurus IPPAT Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar.
“Prioritas program kami adalah pengayoman untuk anggota. Itu titik berat bahwa kami harus lebih memperhatikan anggota yang bermasalah yang perlu pendampingan di daerah. Saya selaku ketua pengurus wilayah akan aktif bertanya kepada seluruh koordinator wilayah. Jika ada anggota yang bermasalah, pengurus akan jemput bola sampai ke lokasi,” kata Osye dalam siaran pers yang diterima Jumat (11/1/2019).

Selain itu, Osye mengatakan, akan selalu melakukan sinergi dengan para stake holder jajaran Pemda, BPN, dan instansi pajak di lingkungan Pemda Jawa Barat. Ia juga bertekad, kepengurusan yang baru terbentuk ini akan berupaya meningkatkan pengetahuan para anggota melalui berbagai pelatihan.

Pengukuhan Osye Anggandari sebagai Ketua Pengurus wilayah IPPAT Jawa Barat dilakukan oleh Ketua Umum PP IPPAT Julius Purnawanpada Konfrensi wilayah yang digelar pada 12 Desember 2018 lalu. Osye Anggandari ungul dari calon kandidat ketua lainnya yakni, Ana Wismayanti.

Baca Juga:

Ketua Umum PP IPPAT Junius Purnawan berharap dengan adanya MPPP Majelis Pembina dan Pengawas (MP3) PPAT bisa membawa PPAT lebih baik lagi. Dia juga mengimbau agar segera dibentuk MP3 di seluruh wilayah dan daerah di seluruh tanah air.

Sekretaris Daerah Iwa Karniwa berharap dari pelantikan IPPAT Jabar kali ini para pembuat akta tanah di wilayah Jabar dapat bersinergi, berjalan beriringan dengan Pemprov Jabar dalam memberikan pelayanan yang inovatif sehingga Jabar juara lahir bathin melalui inovasi dan kolaborasi dapat terwujud,” kata dia.

(vhs)

Pasukan Brimob dan Sabhara Perketat Penjagaan Rutan Surakarta

loading…

Polda Jateng menurunkan personel Brimob dan Sabhara untuk menjaga keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surakarta, setelah terjadi kerusuhan kemarin. SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo

SOLO – Polda Jateng menurunkan personel Brimob dan Sabhara untuk menjaga keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surakarta, setelah terjadi kerusuhan kemarin.

“Kami tempatkan satu peleton Sabhara bergabung dengan Brimob di sana (Rutan Surakarta) untuk antisipasi keamanan,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Jumat (11/1/2019).

Polisi juga berkoordinasi dengan Kemenkumham Jateng untuk pengamanan rutan dan lapas di setiap daerah. Setidaknya satu regu pasukan diterjunkan untuk melakukan penjagaan sebagai langkah antisipasi keributan.

Baca Juga:

“Kemarin saya sudah ketemu Kakanwil Kumham Jateng, untuk pengamanan di setiap lapas. Kemudian Polres-Polres akan memberikan pengamanan di setiap lapas tersebut. Jadi setiap polres menerjunkan satu regu, kita pertebal pengamanannya,” tambah Condro.

Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan diterjunkan untuk meredam kerusuhan di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah. Keributan itu dipicu oleh teriakan yang bernada provokasi dari salah satu kelompok tahanan kepada pembesuk.

(wib)

Bupati Musi Banyuasin Menerima LHP Tahun Anggaran 2018

loading…

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan, Jumat (11/1/2019).

PALEMBANG – Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan, Jumat (11/1/2019). LHP diserahkan secara langsung oleh Ketua BPK Perwakilan Sumsel, Maman Abdul Rahman.

“Kegiatan ini sangat penting dan merupakan amanat Undang-Undang, alhamdulillah Kabupaten Muba dalam penyelenggaraan keuangan sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan,” ujar Bupati Dodi Reza Alex Noerdin.

Dia menegaskan, Pemkab Muba terus komitmen untuk menyelenggarakan keuangan khususnya di bidang pembangunan infrastruktur yang maksimal serta transparan. “Ke depan dalam kurun waktu sebelum 60 hari rekomendasi BPK atas kekurangan administrasi belum terpenuhi akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga:

Maman Abdul Rahman menyebutkan, penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas belanja daerah tahun anggaran 2018 ini sudah dilakukan satu-persatu terkait penyelenggaraan infrastruktur dan pengawasan oleh DPRD Muba.

“Selain itu kita patut berbangga bahwa di seluruh provinsi di Indonesia BPK perwakilan Sumsel yang sudah 100% melaksanakan sistem informasi tindak lanjut (SIPIL). Tahun 2019 ini untuk format ada perubahan, yakni penambahan lembar kesimpulan sehingga memudahkan pemerintah daerah untuk melengkapi kekurangan administrasi dimaksud,” tegasnya.

Dia menambahkan, BPK RI Perwakilan Sumsel akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Muba dan bersinergi. “Semoga penyerahan LHP kali ini akan terus memotivasi Pemkab Muba dalam meningkatkan kinerja dan mempertanggungjawabkan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

Bersama Bupati Dodi hadir pula Ketua DPRD Muba Abusari, Sekretaris Daerah Apriyadi, Kepala Inspektorat Muba Aidil Fitri, Sekretaris DPRD Muba Thabrani Rizky, Kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto, Kabag Humas Herryandi Sinulingga AP, serta Kabag Protokol Muhammad Fariz menyaksikan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

(akn)

Ini Ciri-ciri Mayat yang Ditemukan di Depan Kantor BNN Banten

loading…

Mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di semak-semak depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten tidak diketahui identitasnya. SINDOnews/Rasyid Ridho

SERANG – Mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di semak-semak depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten di Jalan Syech Nawawi Albantani tidak didapatkan identitas. Namun ciri-ciri identik didapat pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan, saat ditemukan tubuh korban masih melekat pakaian jenis kemeja, tanktop dan bra. Namun, di bagian bawah tubuh tidak ditemukan pakaian atau telanjang.

“Korban memakai gigi palsu pada rahang atas barisan gigi depan hingga sebagian gigi belakang. Melekat juga pada pergelangan tangan kiri jam tangan. Terdapat tas kecil berisi dua sim card, silet dan kertas di mana terdapat tulisan,” kata Ivan kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Selain itu, petugas juga mengamankan sweter, celana panjang jins dan sandal jepit di dekat tubuh korban. Diperkirakan korban tewas antara 1 minggu hingga 1 bulan sebelum pemeriksaan. “Perkiraan usia antar 35 hingga 55 tahun. Belum ditemukan tanda-tanda luka lain karena masih perlu pemeriksaan lanjut,” ujarnya.

(wib)

Pembangunan RSUD Pangandaran Ditargetkan Selesai Juli 2019

loading…

Lokasi proyek pembangunan RSUD Pangandaran. SINDOnews/Syamsul Maarif

PANGANDARAN – Proyek pembangunan RSUD Kabupaten Pangandaran ditargetkan selesai pada Juli 2019. Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Pangandaran Tatang Mulyana mengatakan, progres pembangunan RSUD saat ini sudah mencapai 44%.

“Setelah pembangunan selesai pada Juli 2019, RSUD sudah bisa digunakan pada Desember 2019,” kata Tatang, Jumat (11/01/2019).

Tatang menambahkan, total biaya keseluruhan pembangunan RSUD tersebut menghabiskan anggaran Rp238,563 miliar. “Tahun pertama pengerjaan pada 2017 anggaran pembangunan RSUD bersumber dari APBD Provinsi senilai Rp36 miliar,” ujarnya.

Baca Juga:

Tatang menambahkan, pada 2018 pembangunan RSUD bersumber dari APBD Kabupaten senilai Rp45 miliar dan APBD Provinsi senilai Rp20 miliar.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan RSUD Kabupaten Pangandaran Yayan Barlian mengatakan, untuk kekurangan anggaran pembangunan RSUD pada 2019 senilai Rp138 miliar.

“Untuk kekurangan anggaran pembangunan RSUD rencananya bakal dibiayai oleh APBD Kabupaten Rp74,9 miliar, APBD Provinsi Rp25 miliar dan APBN Rp37,8 miliar,” katanya. Sedangkan untuk kelengkapan fasilitas RSUD rencananya akan dibiayai oleh APBD Provinsi 2019 senilai Rp50 miliar.

Yayan menambahkan, pembangunan RSUD yang sedang berjalan tersebut masuk pada kategori bangunan tipe B. “Namun, jika dibandingkan dengan ketersediaan SDM masuk kategori RSUD tipe C,” tambahnya.

(wib)

Pria Ini Pernah Ditangkap Hingga Setahun Jadi Pedagang Ganja

loading…

Tersangka Muhammad Husni Lubis ditangkap polisi karena menyimpan ganja sebanyak 1,1 kilogram di Jalan Mawar Kota Padangsidimpuan, Sumut. Foto/Zia Nasution

PADANGSIDIMPUAN – Sebelum diamankan karena menyimpan ganja 1,1 kilogram, tersangka Muhammad Husni Lubis sebelumnya pernah ditangkap oleh Satnarkoba Polres Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Namun, karena tidak terbukti, laki-laki yang kerap dipanggil Kutning itu akhirnya dilepas. Meski dilepas, Satnarkoba Polresta Padangsidimpuan terus memantau gerak-gerik laki-laki beranak tiga itu. Nahas bagi Kutning, pada Rabu (9/1/2018), personel Satnarkoba kembali menangkap pria yang tinggal di Jalan Imam Bonjol itu lantaran membawa ganja 1,1 Kg.”Setahun yang lalu, kami pernah menangkapnya, tapi tidak ada barang bukti,” ujar Kasat Narkoba Polres Padangsidimpuan, AKP CJ Panjaitan di Mapolres Padangsidimpuan. Untuk mengidentifikasi gerakan Kutning, pihak kepolisian membutuhkan kesabaran karena dia memiliki banyak cara untuk menjalankan bisnis itu.
“Harus sabar, karena dia banyak cara untuk memuluskan kerjaannya,” tuturnya.

Sementara Kutning mengakui semua perbuatannya. Sejak 1 tahun lalu dia sudah menggeluti bisnis ganja itu. Dia mendapatkan ganja dari salah seorang penjual di Kampung Darek berinisil JN. “Biasanya, saya pesan dari JN,” ujarnya ketika ditemui.Ditanya berapa jumlah pesanannya kepada JN, Kutning mengakui tidak menentu. “Tidak bisa ditentukan karena berdasarkan pemesanan. Kalau pemesanan banyak, bisa saja lebih besar yang akan diambil dari JN,” tandasnya.

Baca Juga:

(rhs)

Setelah Kerusuhan, Rutan Surakarta Hapus Jam Besuk

loading…

Rutan Kelas I Surakarta meniadakan jam besuk pada Jumat (11/1/2019), setelah kerusuhan yang terjadi sehari sebelumnya. SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo

SOLO – Rutan Kelas I Surakarta meniadakan jam besuk pada Jumat (11/1/2019), setelah kerusuhan yang terjadi sehari sebelumnya. Sesuai pengumuman yang ditempelkan, jam besuk ditiadakan karena suasana dinilai belum kondusif.

Pengumuman tidak adanya jam besuk disampaikan pengelola rutan melalui pemberitahuan tertulis yang ditempel di kaca ruang tunggu di depan rutan. Dalam pengumuman yang ditandatangani Kasi Pelayanan Tahanan, Solichin tertanggal 10 Januari 2019, tertulis kalimat pemberitahuan kepada para pengunjung rumah tahanan negara kelas I Surakarta, bahwa sehubungan dengan situasi yang belum kondusif, maka pada hari Jumat tanggal 11 Januari 2019, besukan pada hari tanggal tersebut ditiadakan.

Pantauan di lokasi, suasana di depan rutan di Jalan Slamet Riyadi, Solo tersebut terlihat tenang. Suasana di depan rutan yang biasanya ramai, tampak sepi dan tak ada aktivitas yang mencolok. Kepala Rutan Kelas I Surakarta, M Ulin Nuha saat dihubugi wartawan membenarkan ditiadakannya jam besuk sehari setelah kericuhan. “Hari ini diliburkan dan pengumuman dibuat kemarin biar masyarakat luar bisa membaca pengumuman kami,” katanya.

Baca Juga:

Kunjungan akan dibuka kembali pada Sabtu 12 Januari 2019, khusus untuk narapidana narkoba. Secara umum, kondisi di dalam rutan lebih aman terkendali. Di antaranya diadakan kegiatan kataman Alquran bagi warga binaan. Sedangkan untuk pengamanan dari personel internal.

Kerusuhan terjadi di Rutan Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah, Kamis 10 Januari 2019 siang. Sekelompok orang mendatangi rutan yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Solo. Sebelumnya, terjadi keributan antara salah satu warga binaan dengan pembesuk. Akibat insiden itu, 12 warga binaan dipindah ke lokasi lainnya.

(wib)

Kapal Feri Sangke Palangga Tersangkut Karang di Perairan Marapokot

loading…

Kapal Feri Sangke Palangga tersangkut karang di perairan Marapokot, Taka Pandu, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/1/2019). iNewsTV/Joni Nura

NAGEKEO – Kapal Feri Sangke Palangga tersangkut karang di perairan Marapokot, Taka Pandu, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/1/2019). Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Marapokot tersebut mengangkut sekitar 83 penumpang.

Untuk mengevakuasi penumpang ke pelabuhan, kepolisian dan warga meminta bantuan kapal KLM Hidaya Tulang. “Kapal feri tersangkut di karang Taka Pandu. Kejadian itu tidak ada korban jiwa,” kata Arifin, salah satu anggota keluarga penumpang KM Sangke Palangga yang datang menjemput di Pelabuhan Marapokot.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad membenarkan peristiwa kapal feri Sangke Palangga tersangkut karang. Kapal feri mengangkut 50 penumpang dari Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Marapokot Kabupaten Nagekeo dan anak buah kapal (ABK) 22 orang.

Baca Juga:

“Saat ini kita sudah evakuasi penumpang. Sementara kapal itu dibiarkan di Taka Pandu sambil menunggu air laut naik (pasang) dulu baru bisa jalan,” ujarnya.

(wib)

Bekerja Maksimal Sepanjang 2018, DPRD Puji Pemkab Kobar

loading…

Suasana rapat paripurna 1 masa sidang pertama tahun 2019 pada Kamis 10 Januari 2019. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat (Kobar), mengapresiasi kinerja eksekutif (pemerintah daerah) sepanjang tahun 2018.

Ketua DPRD Kobar Triyanto mengatakan, secara umum eksekutif dianggap berhasil menjalankan program pembangunan dengan baik. Baik pembangunan ekonomi, infrastruktur, pendidikan hingga adanya produk-produk peraturan daerah (perda) yang diajukan oleh eksekutif.

Sedikitnya ada 19 rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan eksekutif dan DPRD. Semua telah dibahas oleh DPRD Kobar, dan hanya satu ranperda yang belum selesai hingga ditetapkan sebagai perda.

Baca Juga:

“Kita sangat mengapresiasi terutama pembangunan infrastruktur berjalan sangat baik. Dan harapan kita pada 2019 lebih baik lagi,” kata Politis Gerindra, seusai menggelar rapat paripurna 1 masa sidang pertama tahun 2019 bersama Bupati Kobar Nurhidayah dan jajarannya, Kamis 10 Januari 2019 siang.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, pihaknya berharap apa yang sudah dilakukan Pemkab Kobar selama 2018 bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat Kobar.

“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kobar yang telah menjalankan fungsinya dengan baik. Sebagai kontrol kepada eksekutif. Sehingga kami bisa menjalankan pemerintahan dengan lancar dan baik. Dan ke depan kita akan berupaya berkerja lebih baik lagi dalam rangka kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

(wib)

Cegah Penyelundupan Barang Terlarang, Bandara Nusawiru Diperketat

loading…

Tempat pemeriksaan barang calon penumpang Bandara Nusawiru. SINDOnews/Syamsul Maarif

PANGANDARAN – Pemeriksaan calon penumpang dan barang di Bandara Nusawiru Pangandaran diperketat untuk mencegah penyelundupan barang terlarang.

Koordinator Bandara Nusawiru Hendra Gunawan mengatakan, sebelumnya pemeriksaan calon penumpang pesawat di Bandara Nusawiru dilakukan secara manual. “Pemeriksaan barang calon penumpang pesawat sebelumnya dengan cara digeledah tas yang dibawa dibuka satu per satu,” kata Hendra.

Pemeriksaan barang secara manual tersebut terkadang terkesan tidak etis dan banyak privasi calon penumpang yang terganggu oleh petugas. “Kami sekarang memiliki alat untuk pemeriksaan barang dan calon penumpang pesawat,” tambah Hendra.

Baca Juga:

Alat tersebut meliputi alat pemeriksaan barang bawaan tas besar, alat pemeriksaan tas kecil dan alat pemeriksaan tubuh calon penumpang. “Dengan alat tersebut, jika ada calon penumpang yang membawa barang terlarang akan terdeteksi,” tutur Hendra.

Hendra menjelaskan, pemberlakuan pemeriksaan barang dan calon penumpang pesawat diberlakukan di seluruh bandara diberbagai negara. “Tujuannya dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berlangsungnya penerbangan,” jelasnya.

Hendra menerangkan, selama bertugas di Bandara Nusawiru belum pernah menemukan penyelundupan barang terlarang seperti narkoba dan barang terlarang lainnya.

(wib)

Polisi: Mayat Wanita di Depan Kantor BNN Banten Korban Pembunuhan

loading…

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengungkapkan, mayat wanita tanpa celana yang ditemukan di depan kantor BNN Banten merupakan korban pembunuhan. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengungkapkan, mayat wanita tanpa celana yang ditemukan di depan kantor BNN Banten merupakan korban pembunuhan. Sebab, di leher korban ditemukan tali plastik dan tangannya terikat kain.

“Penyebab kematiannya masih didalami oleh pihak forensik. Namun ditemukan tali plastik di leher korban dan tangan terikat oleh kain,” kata Ivan saat dikonfirmasi. Jumat (11/1/2019).

Dia menduga mayat sudah dibuang di lokasi tersebut lebih dari satu hari. Sebab, kondisi korban sudah mulai proses pembusukan dan sulit dikenali. “Korban bukan dibakar tapi memang mayat tersebut sudah lama dan proses pembusukan,” ujarnya.

Baca Juga:

Saat ini, kepolisian masih mencari identitas korban dan mendalami penyebab dan pelaku yang tega membuang mayat dalam kondisi setengah bugil di TPU di Jalan Syech Nawawi Albantani, Lingkungan Tanjakan, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang atau tepatnya di depan kantor BNN Banten.

Sebelmnya, mayat wanita yang ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB menggegerkan warga. Awalnya, warga mencium bau busuk seperti bangkai. Saat dicari tahu, bau tersebut berasal dari mayat wanita yang tergeletak dan dalam kondisi tidak mengenakan celana disemak-semak.

“Mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana diduga korban pemerkosaan dan keadaan mayat bekas dibakar,” kata salah satu warga Arie, Kamis 10 Januari 2019 malam.

(wib)

Vanessa Angel Berpotensi Besar Jadi Tersangka

loading…

Polda Jatim menunjukkan dua mucikari yang diduga terlibat kasus prostitusi online artis. SINDOnews/Ali Masduki

SURABAYA – Artis Vanessa Angel berpotensi besar menjadi tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online, karena menerima 15 kali transferan dari mucikari berinisial ES. Begitu juga juga sebaliknya, Vanesa mentransfer sebanyak delapan kali ke mucikari berinisial ES.

“Hal tersebut terbukti setelah penyidik melakukan oleh digital telepon selular mucikari dan mengecek dari data perbankan milik dua orang tersebut. Pengecekan data perbankan juga melibatkan otoritas jasa keuangan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mengera, Jumat (11/1/2019).

Frans Barung Mengera mengatakan, jika Vanessa membantah terlibat dalam kasus prostitusi online nanti akan dibuktikan dengan data dan jejak digital tersebut. “Jika terbukti, besar kemungkinan vanesa akan menjadi tersangka. Sebab, menerima penghasilan dari aktvfitas prostitusi online tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:

Frans Barung Mengera menambahkan, penyidik mempunyai pertimbangan tersendiri mengenai prostitusi atau aktivitas tersebut terjadi karena ada beberapa hal yang harus dikaji. Sebab, itu adalah sebuah pekerjaan dan merupakan penghasilan rutin.

“Hal ini akan dikaji oleh para ahli, namun menjadi kewenangan penyidik untuk menentukan dia tersangka atau tidak. Polisi akan mengungkap dengan data-data yang ada,” sebutnya.

(wib)

Kotawaringin Barat Raih Piala Adipura Kategori Kota Kecil Terbersih

loading…

Tampak Tugu Adipura Kotawaringin Barat di simpang Istana Kuning. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali meraih anugerah Piala Adipura penilaian 2017-2018 untuk kategori Kota Kecil Terbersih. Sesuai rencana, Penghargaan Adipura bakal diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Bupati Kobar Nurhidayah idi Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin 14 Januari 2019.

Atas anugerah ini Bupati Kobar mengatakan, kabar gembira tersebut tentunya diterima dengan penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, dalam tahun kedua selama saya menjadi Bupati Kobar masih mampu mempertahankan prestasi yang sudah dicapai pada masa-masa sebelumnya,” kata Bupati saat rapat paripurna di DPRD Kobar, Kamis (10/1/2019).

Bupati melanjutkan, torehan Piala Adipura merupakan bentuk kerja sama semua pihak yang peduli dan konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Upaya ke depan bagaimana mengurangi sampah plastik. Saat ini kita berupaya menyosialisasikan masyarakat untuk selalu membawa air minum menggunakan tumbler pada setiap kesempatan, menggantikan minuman kemasan yang biasa disuguhkan,” pungkasnya.

Baca Juga:

(wib)

Akses Kereta Api dari Medan ke Danau Toba Segera Dibangun

loading…

Akses Kereta Api (KA) tujuan dari Medan ke Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut akan segera dibangun. SINDOnews/M Andi Yusri

MEDAN – Akses Kereta Api (KA) rute Medan ke Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan segera dibangun. Pembangunan akses KA merupakan target Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang telah menyiapkannya pada 2019.

Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk Kereta api akan dilakukan secara bertahap tahun ini. “Kereta api akan dikerjakan tahun ini, jadinya Up Grade dari Medan ke Pematangsiantar sudah tersedia anggaran dari Kemenhub,” jelasnya, Kamis 10 Januari 2019.

Arie menjelaskan tidak hanya dilakukan peningkatan, PT KAI akan juga melakukan perbaikan pelayanan untuk masyarakat yang akan berkunjung ke Danau Toba menggunakan moda transportasi kereta api ini. ‎”Mudah-mudah Kemenhub dan PT KAI akan melaunching kereta api baru,” ungkapnya.

Baca Juga:

Setelah melakukan Up Grade, Kereta Api dari Medan ke Kota Pematangsiantar, kata Arie, Kemenhub tengah membahas out line bisnis kereta dari Kota Pematangsiantar ke Danau Toba di Parapat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. “Akan menggunakan biaya yang besar dari pemerintah dan badan usaha. Mudah-mudah segera dilakukan,” tutur Arie.

Dia mengharapkan pembangunan infrastruktur Kereta Api Medan ke Parapat di Kawasan Danau Toba dapat direalisasi dan selesai pada tahun ini sehingga tidak terpengaruh dengan kondisi tahun 2019 sebagai tahun politik. “Sembari di Up Grade, sembari juga dikerjakan. Ini juga ditawarkan oleh investor, untuk pembangunan rel dan operasionalnya,” pungkasnya.

(wib)

Pasca-kericuhan, Pengamanan di Rutan Surakarta Diperketat

loading…

SEMARANG – Pasca-terjadinya kericuhan di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, sejumlah narapidana (napi) dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen, Wonogiri dan Mapolda Jateng. Sebelumnya, napi yang terlibat kericuhan dengan pembesuk karena dipicu saling ejek, dipindahkan di Sragen dan Semarang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Heni Yuwono membenarkan hal tersebut. Namun, kata dia, para napi itu tidak dipindah ke Semarang tapi bukan di Lapas Kedungpane melainkan di Mapolda Jateng.

“Para napi kami pindahkan ke Polda Jateng yang ada di Semarang dan bukan di Lapas Semarang,” ungkap Heni saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 10 Januari 2019 malam.
Menurutnya, selain di Polda Jateng, pemindahan tahanan tersebut juga dilakukan di beberapa lokasi.

Baca Juga:

“Di Polda Jateng, kurang lebih ada 6 tahanan, kemudian 1 napi kami pindahkan ke Sragen, dan ada 7 tahanan di Wonogiri. Semua napi dan tahanan itu adalah tahanan yang langsung berkaitan dengan kericuhan di rutan Surakarta,” ungkapnya.

Dia menerangkan, kericuhan terjadi di Rutan Kelas I Surakarta hanya karena gesekan akibat kesalahpahaman yang terjadi antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan para pembesuk di rutan setempat. Atas kejadian tersebut, pihaknya menambah jumlah regu pengamanan untuk menghindari terjadinya kembali gesekan.

“Ada tambahan regu dari tim satgas kami, baik dari Kanwil dan Kantin gabungan dari Solo Raya, misal seperti dari Kanwil ada 10 orang, Klaten 10 orang, dan Boyolali kami kirim ke Rutan Surakarta 10 orang, serta dari eksternal baik dari Polri dan TNI,” tuturnya.

(mhd)

Mobil Dinas Kapolres Kobar Terlibat Kecelakaan, Satu Orang Tewas

loading…

Mobil dinas Kapolres Kobar rusak berat setelah terlibat kecelakaan lalu linta.Foto/Sigit Dzakwan/MNC Media

KOTAWARINGIN BARAT – Mobil dinas Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng mengalami kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (10/1/2019) pukul 14.30 WIB. Mobil Suzuki Escudo milik Polri ini bertabrakan dengan Honda Mobilio Silver KH 1067 TH di Jalan Jenderal Sudirman km 54 Desa Penyang Kecamatan Telawang, Kotim.

Dalam peristiwa ini David Andreas pengemudi Mobilio tewas di lokasi kejadian. Kasat Lantas Polres Kobar, AKP Marsono mengatakan, petugas Satlantas Polres Kotim masih menyelidiki dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Saat ini ditangani penyelidikan dibantu Polsek Kotabesi yang terdekat di TKP. Sebab lokasi kejadian masuk wilayah hukum Polsek Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Mobil dinas Polres Kotawaringin Barat dikemudikan Briptu Rio yang juga sebagai sopir Kapolres Kobar melaju dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun. Saat kejadian, Kapolres Kotawaringin Barat tidak berada di mobil itu. Hanya Rio yang mengemudi. Kapolres saat itu naik pesawat dari Kotim ke Kobar,” ujar Marsono.

Baca Juga:

Belum diketahui persis kejadiannya, namun dikabarkan bahwa saat di Jalan Jenderal Sudirman km 54, mobil dinas Polres Kotawaringin Barat yang dikemudikan Rio, bertabrakan dengan mobil dikemudikan David Andreas yang datang dari arah berlawanan.

Kerasnya tabrakan membuat kedua mobil rusak berat dan kedua pengemudinya terluka. David yang merupakan warga asal Desa Sungkup Kecamatan Bulik Timur Kabupaten Lamandau, mengalami luka parah.
Tabrakan keras itu membuat warga kaget dan berhamburan mendatangi lokasi kejadian untuk memberi pertolongan. Nahas dialami David, nyawanya tidak tertolong, sementara Rio mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit.
“Warga banyak yang tidak tahu juga penyebab tabrakan karena tadi lalu lintas sedang sepi,” kata Andre warga yang melintas di lokasi kejadian.

(whb)

Jembatan Kereta Api Cikacepit, Bangunan Bersejarah yang Tergerus Zaman

loading…

Proses pembangunan Jembatan Kereta Api Cikacepit di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto/Istimewa

Jembatan Cikacepit yang berada di jalur kereta api Banjar-Cijulang merupakan bangunan bernilai sejarah dan arsitektur tinggi. Namun, saat ini kondisi salah satu jembatan kereta api terpanjang di Indonesia ini tergerus zaman dan tangan jahil.

Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang yang pembangunannya selesai pada 1 Juni 1921 menyimpan berbagai karya bangunan bernilai tinggi sekaligus bersejarah. Jalur kereta api sepanjang sekitar 82 Kilometer (Km) ini memiliki 4 terowongan dan banyak jembatan berarsitektur menarik.

Salah satu bangunan jembatan yang terkenal adalah Jembatan Cikacepit yang terletak di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan ini untuk menghubungkan antara Stasiun Kalipucang dengan Stasiun Sumber.

Baca Juga:

Pembangunan Jembatan ini juga di kaitkan dengan pembangunan jalur kereta api petak Banjar-Stasiun Kalipucang pada 1916-1921 dan diteruskan ke Stasiun Cijulang. Jembatan ini menjadi mahakarya yang sangat mengagumkan pada zamannya karena jembatan seolah-olah menggantung di awan.

Jembatan Cikacepit atau dulu disebut Jembatan Tjipamottan ini mempunyai panjang sekitar 290 meter dengan lebar 1,70 meter dan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 meter tanpa pelindung di kiri-kanan jembatan. Pelindung untuk orang yang menyeberang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga lebih dulu.

Dari sisi ukuran Jembatan Cikacepit hanya kalah dari Jembatan Cikubang yang terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jembatan Cikubang memiliki panjang sekitar 300 meter dan ketinggian 80 meter dari permukaan Sungai Cikubang.

Selain itu, Jembatan Cikubang yang mulai digunakan sejak 1906 dan dikenal sebagai jembatan kereta api terpanjang di Indonesia ini masih digunakan. Sedangkan Jembatan Cikacepit sudah tidak digunakan sejak 1 Februari 1982 seiring ditutupnya jalur kereta api Banjar Cijulang.

Sejak itu pula jembatan yang dibangun para insinyur dari biro konstruksi JH JANSSEN yang dikepalai I. WOUTERS mulai dilupakan tergerus zaman. Bahkan konstruksi jembatan yang pembangunannya menghabiskan mounting besi sebesar 1.643 ton, mulai dipereteli tangan-tangan jahil.

Jembatan Kereta Api Cikacepit, Bangunan Bersejarah yang Tergerus Zaman

Jembatan ini pernah diperbaiki dan beberapa lokomotif seperti Lokomotif BB300 dan Lokomotif D301 sempat melintas pada tahun 1992, namun akhirnya ditutup kembali. Padahal jembatan yang terbuat dari rangka besi baja berwarna perak pada masanya menyimpan panorama menarik bagi pengguna kereta api.

Dari atas jembatan, dapat dilihat jelas aliran air dari selokan Cikacepit yang berada di bawahnya. Di kejauhan sebelah timur laut tampak perairan Segara Anakan, bayangan lebatnya hutan di Pulau Nusakambangan dan pabrik-pabrik di sepanjang pantai Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bila malam hari, dari pabrik-pabrik itu dan perkampungan penduduk di Segara Anakan yang disebut dengan Kampung Laut akan terlihat cahaya kerlap-kerlip lampu penerangan. Di sebelah barat daya dan selatan jembatan Cikacepit terbentang tinggi Pegunungan Kabupaten Pangandaran dengan lembah-lembahnya yang curam.

Selepas dari jembatan Cikacepit, jalur KA Banci akan menyusuri tebing pegunungan kira-kira sepanjang 250 meter kemudian menyeberangi jembatan Cimandala se panjang sekitar 150 meter dengan ketinggian 75 meter. Konstruksi jembatan Cimandala ini hampir sama dengan jembatan Cikacepit. Bedanya, jalur rel kereta api di jembatan Cimandala tidak lurus, tapi berkelok.

Sudah banyak pihak menyatakan niat untuk mengatifkan kembali jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang. Namun, sampai saat ini belum ada aktivitas nyata untuk mewujudkannya. Terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan PT Kereta Api (KA) membuka layanan Kereta Api Pangandaran dengan rute Stasiun Gambir (Jakarta) sampai Stasiun Banjar (Kota Banjar). Semoga saja ini menjadi pemantik untuk kembali mengaktifkan jalur kereta api Banjar-Cijulang.

Diolah dari berbagai sumber:
Wikipedia, dispar.pangandarankab.go.id, survive-giezag.org

(wib)

Mayat Perempan Tanpa Busana Ditemukan Membusuk di Semak-semak

loading…

SERANG – Sesosok mayat berjenis kelamin wanita ditemukan di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Syech Nawawi Albantani, tak jauh dari Gedung DPRD Kota Serang, Banten. Mayat tersebut diduga korban pembunuhan dan sudah mulai membusuk.

Penemuan mayat pada Kamis, 10 Januari pukul 22.00 WIB malam bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau bangkai. Saat dicari tahu, bau tersebut berasal dari mayat wanita yang tergeletak dan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian disemak-semak.

“Mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana diduga korban pemerkosaan dan keadaan mayat bekas dibakar,” kata salah satu warga Arie pada Kamis malam.

Baca Juga:

Dia menduga, sudah dua hari mayat tersebut di buang dilokasi, dan bukan warga sekitar. Sebab, warga tidak mengenalinya dan melaporkan ada hilang. “Bukan warga sini, mungkin disini lokasi buat ngebuangny ajah. Emang sepi kalau malam disini,” ujarnya.

Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, polisi dari Polres Serang Kota bersam tim forensik datang ke lokasi untuk membawa mayat ke RS dr Dradjat Prawiranegara Serang guna keperluan autopsi.

Berdasarkan pengamatan, lokasi penemuan mayat memang jika malam hari kondisinya gelap gulita. Padahal, lokasinya berada di pinggir jalan menuju Polda Banten dan diseberangnya terdapat gudang farmasi milik Dinkes Banten, Kantor BNNP Banten, BPBD Banten dan KPU Banten.

Kasus penemuan mayat tersebut kini ditangani Sat Reskrim Polres Serang Kota untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

(whb)

Titiek Soeharto Yakin Prabowo-Sandi Menang di Riau

loading…

Titiek Soeharto saat berkunjung ke Pekabaru, Riau.Foto/Banda Haruddin Tanjung/Okezone

PEKANBARU – Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto melakukan kunjungan politik ke Pekanbaru, Riau. Puteri Presiden ke 2, Soeharto ini yakin pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menang di Bumi Melayu-julukan Riau.

Keoptimisan mantan istri Prabowo Subianto ini dikarenakan ramainya warga, khususnya emak-emak yang menyambut kedatangannya di Pekanbaru. Dia yakin pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi ini kembali mendulang suara terbanyak di Riau seperti Pilpres 2014.

“Saya sangat optimistis di Riau pasangan nomor urut dua akan menang. Saya sangat bergembira dengan sambutan warga khususnya emak-emak yang begitu banyak menyambut saya di sini. Saya saja cukup antusias, apalagi Prabowo Sandi, pasti lebih banyak,”kata Titek di Silver Silk Jalan Arifin Achmad Pekanbaru (10/1/2019) malam.

Baca Juga:

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya meminta semua kader simpatisan di bawah pimpinannya bisa bekerja keras untuk memenagkan paslon nomor urut 02 di Pilpres 2019. Namun dia meminta semua kadernya tetap menggunakan cara-cara yang santun dan elegan untuk memenangkan pasangan yang diusung partainya itu.

Mengenai target kemenangan Prabowo-Sandi di Riau, Titiek yang mengenakan baju kemeja putih biru dengan lambang Garuda di dada ini tidak memiliki persentase. Dia berharap kemenangan besar di Riau untuk Prabowo harus diwujudkan.

Untuk mewujudkannya, Titiek yang menggunakan kerudung warna biru ini berkumpul dengan ratuan emak-emak di Pekanbaru. Acaranya adalah pendeklarasian Rabu Biru Indonesia (RBI) Riau. RBI merupakan salah satu cabang untuk pemenangan Prabowo-Sandi. “Kita berharap semua relawan Prabowo Sandi selalu santun, jangan ada demokrasi yang rusak rusak,” ucapnya.

(whb)

Hina Polisi Lewat Status WA, Pelajar SMP Diciduk Polisi

loading…

S saat membuat surat pernyataan u tdk mengulangi lagi dihadapan penyidik Polres Kobar.Foto/Sigit Dzakwan/MNC Media

KOTAWARINGIN BARAT – Seorang pelajar SMP berinisial S (15) diamankan petugas Polres Kotawaringin Barat (Kobar). S dimintai keterangan lantaran membuat status di WhatsApp (WA) handphone miliknya yang menghina kepolisian.

S diamankan petugas kepolisian pada Selasa, 8 Januari 2019 lalu. Status WA S ini di-screenshoot seseorang dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Saat diperiksa anggota Reskrim Polres Kobar, S menyatakan aksinya itu atas dasar jengkel karena saat mau balap liar pada Sabtu lalu.

S dan genk-nya melihat ada patroli polisi di Jalan Syutan Syahrir. “Sehingga mereka tidak jadi balapan motor dan kesal sehingga membuat status di WA. Ada seseorang yang men-screen shoot dan dilaporkan ke kami,” ujar Paurkasubbag Humas Polres Kobar, Bripka Adhe Pratama kepada MNC Media, Kamis (10/1/2019) sore.

Baca Juga:

Karena masih di bawah umur dan kooperatif saat ditangkap, S akhirnya hanya dibina dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Kemudian dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Ini dilakukan untuk memberikan efek jera serta contoh bagi bagi masyarakat agar bijak bersosial media,” ucapnya.

(whb)

Lantaran Utang, Napi di Lapas Tanjungpinang Ditikam Rekannya

loading…

Seorang narapidana di Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang, Desa Gunung Kijang Km 18, Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan menjadi korban penikaman di dalam lapas lantaran utang. Olah TKP Polisi/Koran SINDO/Novel S

BINTAN – Seorang narapidana di Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang, Desa Gunung Kijang Km 18, Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan menjadi korban penikaman di dalam lapas. Informasi yang dihimpun, korban bernama Muslem (28) ditusuk rekannya sesama napi yang diketahui bernama Herwan (36) dengan sebuah benda tajam tepat dibagian rusuk bagian dada kiri.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana yang turun ke lokasi lapas menjelaskan kejadian penikaman terjadi tepat di Lokasi Blok C Nomor 01 Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

“Pelaku menikam korban dengan menggunakan Sebuah benda tajam yang menyerupai Pisau. Motif yang kita dalami antara pelaku dan korban memiliki permasalahan pribadi terkait hutang piutang diluar Lapas,” ujar Yudha, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Yudha melanjutkan, dari pemeriksaan sementara adapun kronologi kejadian bermula saat korban selesai mendapat besukan dari keluarga yang kemudian dipanggil oleh pelaku di koridor menuju Blok C di dalam lapas.

Saat ngobrol dan saat korban sedang lengah atau memalingkan mukanya ke arah lain pelaku langsung menikam sebanyak satu kali mengarah dada kiri korban dengan menggunakan sebuah benda tajam yang menyerupai pisau.

“Akan tetapi korban menepis dengan tangan kirinya lalu terlapor menikamnya lagi hingga mengenai dada kirinya Selanjutnya korban meronta kesakitan dan berlari menuju koridor tengah lapas, hingga akhirnya mendapatkan bantuan dari rekan Napi lainnya,” ujarnya.

Yudha melanjutkan saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolres Bintan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. “Pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan,” pungkasnya.

(sms)

Proyek Doubel Track KA Longsor Timpa Anak-Anak Bermain, 1 Tewas

loading…

Enam orang anak bermain dan tertimpa longsor di lokasi pembangunan Double Track jalur kereta api jurusan Sukabumi Bogor secara tiba – tiba, Kamis sore (10/1/2019). Korban meninggal dunia Foto Ist

SUKABUMI – Enam orang anak yang sedang bermain tiba-tiba tertimpa longsor di lokasi pembangunan double track jalur kereta api jurusan Sukabumi – Bogor, Kamis sore (10/1/2019).

Proyek Doubel Track KA Longsor Timpa Anak-Anak Bermain, 1 Tewas

Akibat musibah yang terjadi Kampung Nyalindung (Astana Gunung), Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini satu orang meninggal dan tiga luka luka. Sementara dua anak anak lainnya dilaporkan selamat.

Baca Juga:

Proyek Doubel Track KA Longsor Timpa Anak-Anak Bermain, 1 Tewas

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan, saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan pihak Muspika, Babinkamtibmas serta masyarakat sekitar guna melakukan evakuasi dan pendataan di lokasi kejadian

(sms)

Gunung Agung Erupsi, Kabupaten Karangasem-Bangil Terpapar Abu Vulkanik

loading…

Gunung Agung di Karangasem, Bali kembali mengalami erupsi magmatik pada Kamis malam (10/1/2019) sekitar pukul 19.55 Wita. Foto/Ist Reuters

KARANGASEM – Gunung Agung di Karangasem, Bali kembali mengalami erupsi magmatik pada Kamis malam (10/1/2019) sekitar pukul 19.55 Wita. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi sekitar empat menit dua puluh enam detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung Dewa Made Merta Yasa mengatakan, dampak erupsi mengakibatkan sejumlah wilayah terutama di bagian utara dan barat seperti wilayah Kecamatan Kubu di Kabupaten Karangasem dan Kecamatan Kintamani di Kabupaten Bangli dilaporkan terpapar abu vulkanik dengan intensitas tipis hingga sedang.

Namun kata dia, erupsi kali ini juga tidak sampai mempengarahui aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai. Dewa Made Merta Yasa menyatakan, karena sistem pipa magma masih terbuka pasca letusan sebelumnya sehingga menyebabkan hingga kini Gunung Agung masih rawan mengalami erupsi susulan.

Baca Juga:

“Karena itu PVMBG masih menetapkan status Gunung Agung berada pada Level Tiga atau Siaga dengan zona kawasan rawan bahaya hanya berada dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung agar tetap dikosongkan,” kata Dewa Made Merta Yasa.

Untuk itu, kata dia, pihak PVMBG mengimbau agar masyarakat tetap tenang sebab di luar radius 4 kilometer tersebut kondisi Bali cukup aman dikunjungi.

“Hanya saja untuk masyarakat yang berada di bantaran sungai yang berhulu di kaki Gunung Agung untuk lebih waspada akan dampak ancaman sekunder erupsi Gunung Agung berupa banjir lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa melanda saat hujan terjadi,” tandasnya.

(sms)

Polda: Artis Vanessa Angel dapat 15 Kali Transferan Uang dari Mucikari

loading…

Penyidik Unit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menyatakan artis Vanessa Angel mendapat 15 kali tranferan uang dari mucikari berinisial ES. Mucikari usai diperiksa/SINDOnews/Ali M

SURABAYA – Penyidik Unit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menyatakan artis Vanessa Angel mendapat 15 kali tranferan uang dari mucikari berinisial ES. Sementara Vanessa Angel mengirim tranferan uang kepada mucikari ES sebanyak 8 kali, bukti transferan tersebut didapat dari jejak digital di ponsel milik mucikarinya.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusef Gunawan mengatakan, dari data jejeak digital di media sosial milik kedua tersangka mucikari diketahui masing-masing mucikari mempunyai artis atau model. Keduanya diketahui sering bekerjasama untuk menyediakan artis atau model dalam menjalanai prostitusi online ini.

“Dari hasil membuka data keuangan di rekening milik tersangka mucikari ES dan juga artis FTV Vanessa Angel diketahui adanya transaksi tranfer uang ke rekening Vanessa Angel dari mucikari ES sebanyak 15 kali sementara transferan dari Vanessa Angel ke mucikari ES sebanyak 8 kali,” ungkap Kombes Pol Ahmad Yusef Gunawan usai membeberkan barang bukti prostitusi online, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Sementara itu mucikari ES menyatakan bahwasanya artis dan model yang biasanya meminta untuk ditawarkan ke pria hidung belang.

“Transaksi rekening ini akan terus didalami penyidik Unit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur apakah berhubungan dengan praktek prostitusi online atau tidak. Termasuk apakah Vanessa Angel mendapat order dari sebanyak lima belas kali kepada pria hidung belang atau tidak,” tandasnya.

(sms)

Lantara Utang, Napi di Lapas Tanjungpinang Ditikam Rekannya

loading…

Seorang narapidana di Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang, Desa Gunung Kijang Km 18, Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan menjadi korban penikaman di dalam lapas lantaran utang. Olah TKP Polisi/Koran SINDO/Novel S

BINTAN – Seorang narapidana di Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang, Desa Gunung Kijang Km 18, Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan menjadi korban penikaman di dalam lapas. Informasi yang dihimpun, korban bernama Muslem (28) ditusuk rekannya sesama napi yang diketahui bernama Herwan (36) dengan sebuah benda tajam tepat dibagian rusuk bagian dada kiri.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana yang turun ke lokasi lapas menjelaskan kejadian penikaman terjadi tepat di Lokasi Blok C Nomor 01 Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

“Pelaku menikam korban dengan menggunakan Sebuah benda tajam yang menyerupai Pisau. Motif yang kita dalami antara pelaku dan korban memiliki permasalahan pribadi terkait hutang piutang diluar Lapas,” ujar Yudha, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Yudha melanjutkan, dari pemeriksaan sementara adapun kronologi kejadian bermula saat korban selesai mendapat besukan dari keluarga yang kemudian dipanggil oleh pelaku di koridor menuju Blok C di dalam lapas.

Saat ngobrol dan saat korban sedang lengah atau memalingkan mukanya ke arah lain pelaku langsung menikam sebanyak satu kali mengarah dada kiri korban dengan menggunakan sebuah benda tajam yang menyerupai pisau.

“Akan tetapi korban menepis dengan tangan kirinya lalu terlapor menikamnya lagi hingga mengenai dada kirinya Selanjutnya korban meronta kesakitan dan berlari menuju koridor tengah lapas, hingga akhirnya mendapatkan bantuan dari rekan Napi lainnya,” ujarnya.

Yudha melanjutkan saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolres Bintan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. “Pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan,” pungkasnya.

(sms)

Dara 13 Tahun Dibawa Lari Kenalan FB dan Disetubuhi Belasan Kali

loading…

Seorang gadis berusia 13 tahun yang baru duduk di bangku SMP di Gowa, Sulawesi Selatan dibawa lari kenalan Facebooknya Amrijal (20) hingga hampir satu bulan. Ilustrasi/SINDOnews

SUNGGUMINASA – Berawal dari kenalan melalui media sosial Facebook (FB) NF seorang gadis berusia 13 tahun yang baru duduk di bangku SMP di Gowa, Sulawesi Selatan dibawa lari Amrijal (20) seorang pemuda hingga hampir satu bulan. Ironisnya gadis berusia 13 tahun tersebut telah disetubuhi hingga lebih dari sepuluh kali di rumah orang tua pelaku.

Amrijal yang diduga membawa lari gadis di bawah umur ini langsung diringkus dan diamankan oleh Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa, Sulawesi Selatan. Pelaku diringkus polisi di rumahnya di Perumahan BTP Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengatakan, persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini bermula saat korban NF berkenalan dengan Amrijal melalui media sosial Facebook.

Baca Juga:

“Saat itulah pelaku janjian bertemu dengan korban dan memilih untuk membawa lari korban NF ke rumahnya di Perumahan BTP Makassar,” kata AKP Mangatas Tambunan, Kamis (10/1/2019).

Dihadapan polisi pelaku Amrijal mengaku telah menyetubuhi korban di rumahnya setelah membawa lari korban selama hampir satu bulan.

Sementara itu petugas kepolisian yang meminta keterangan korban dan orang tuanya mengatakan pelaku berhasil diamankan setelah polisi menerima laporan kedua orang tua korban.

“Guna kepentingan penyelidikan pelaku kini diamankan di Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gowa untuk menjalani pemeriksaan. Akibat perbuatannya pelaku kini terancam Pasal 332 dan 81 tentang Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan diatas tujuh tahun penjara,” tandas AKP Mangatas Tambunan.

(sms)

Ribuan Alumni 212 Bakal Gelar Tablik Akbar di Gladak Solo

loading…

Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni 212 akan menggelar Tablik Akbar di Kawasan Gladak, Solo, Jawa Tengah pada Minggu 13 Januari 2019 lusa. Foto Reuni 212/Dok SINDOnews

SOLO – Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni 212 akan menggelar Tablik Akbar di Kawasan Gladak, Solo, Jawa Tengah pada Minggu 13 Januari 2019 lusa. Menyikapi kegiatan tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) meminta kepada panitia agar penyelenggaran acara tersebut tidak disusupi dengan kegiatan yang mengarah kampanye. Pasalnya, pemberitahuan maupun perizinan tablik akbar murni dalam rangka kegiatan sosial kemasyarakatan

Pemberitahuan Tablik Akbar sendiri telah diajukan oleh Persaudaraan Alumni 212 Solo Raya ke kepolisian dengan tembusan Bawaslu Jateng. Dan, salah satu tujuan kegiatan adalah memutihkan Kota Solo.

“Dari informasi dan perizinan yang diajukan judulnya bukan kegiatan kampanye. Kalau bukan ditujukan untuk kegiatan kampanye, wajib dijaga, tidak ada disusupi kegiatan yang berbau kampanye dalam bentuk apapun,” kata Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka.

Baca Juga:

Oleh karena itu, Bawaslu Jateng juga telah menginstruksikan Bawaslu Kota Solo untuk bertemu dan berkoordinasi dengan panitia lokal dalam upaya pencegahan, agar saat pelaksanaan di hari H nanti tidak ada kegiatan berbau kampanye.

“Baik itu pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, orasi, seruan, ajakan, mendukung atau tidak mendukung salah satu peserta pemilu. Ini berlaku untuk kelompok apapun,” timpalnya.

Pihaknya berharap, melalui koordinasi tersebut tidak ada pelanggaran pada saat hari H pelaksanaan tablik akbar.

“Kami berharap, dari panitia yang menjamin kalau ini bukan kegiatan kampanye, di hari H betul-betul diwujudkan. Kami berharap pencegahan sudah cukup, tidak perlu ada penindakan,” tegasnya.

Dia mengakui jika Bawaslu sudah dimintai pertimbangan dari kepolisian terkait salah satu acara di tablik akbar, yaitu pembekalan relawan TPS. Namun pihaknya meminta agar acara itu direvisi, karena rentan disusupi kegiatan dukung mendukung kontestan pemilu.

“Kegiatan dukung mendukung itu bisa bermacam-macam. Bisa misalnya menyatakan dukungan ke salah satu peserta pemilu, bisa menyiapkan fasilitasi ke peserta pemilu tertentu, itu kami harapkan untuk diperbaiki, murni kegiatan sosial saja. Itu yang kami sarankan ke polisi,” jelasnya.

Fajar menyatakan, Bawaslu tetap menghormati dan menghargai siapapun yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun dia mewanti wanti jika diadakan dalam rangka kampanye maka ketentuan tentang kampanye wajib dipatuhi.

(sms)

Sadis! Suami Bacok dan Tikam Istri saat Tidur

loading…

Iis seorang istri di Tulang Bawang, Lampung dibacok dan ditikam suaminya sendiri dengan menggunakan dua senjata tajam hingga kritis, Kamis (10/1/2019). Ilustrasi SINDOnews

TULANGBAWANG – Kekerasan rumah tangga terjadi di Tulang Bawang, Lampung dimana Iis seorang istri dibacok dan ditikam suaminya sendiri dengan menggunakan dua senjata tajam hingga kritis, Kamis (10/1/2019). Korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat namun akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala karena harus dioperasi lantaran satu senjata tajam jenis pisau masih menancap di perutnya.

Dengan diantar orang tua kandung dan kerabatnya Iis harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala, Tulang Bawang, Lampung. Lantaran mengalami luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya akibat luka bacokan dan tusukan Iis harus menjalani operasi lantaran satu senjata tajam jenis pisau dapur masih menancap di perutnya.

Aparat Polres Tulang Bawang yang mendapati laporan langsung mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Menggala untuk melakukan identifikasi. Dari hasil identifikasi polisi luka yang dialami Iis berupa luka bacokan yang cukup serius terutama pada bagian kepala dan leher serta tangannya.

Baca Juga:

Selain luka bacokan ada beberapa luka tusukan di bagian perut bahkan polisi mengamankan satu bilah senjata tajam jenis pisau dapur yang masih menancap di perutnya usai dilakukan operasi pencabutan oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah Menggala.

Edi Sopyan keluarga korban hanya bisa pasrah dengan adanya kejadian ini hanya berharap kepada aparat kepolisian yang sudah menangkap pelaku bisa menindak pelaku penganiayaan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Saat ini pelaku penganiayaan dengan pemberatan ini masih diperiksa secara intensif di Polsek Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Barat, Lampung.

(sms)

BPBD Kobar Bendung Sementara Pesisir Desa Keraya Pakai Ban Bekas

loading…

Kepala BPBD Kobar Petrus Rindra. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Abrasi di pesisir Desa Sebuai dan Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, terus menggerus bibir pantai. Bahkan air hampir mencapai permukiman warga setempat.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas BPBD Kobar akan membuat tanggul pemecah ombak sementara di area bibir pantai yang terkena abrasi. Bahan yang digunakan ban bekas yang diisi pasir dan ditumpuk di bibir pantai.

Baca Juga:

“Untuk mengatasi abrasi di Desa Sebuai dan Keraya kita mulai membuat penangganan sementara dengan membendung bibir pantai memakai tumpukan ban bekas yang berisi pasir supaya air tidak menggerus jalan desa hingga ke permukiman. Kemarin kita dapat batuan ban bekas dari sejumlah masyarakat dan perusahaan. Kemarin 70 biji ban besar. Dan masih banyak lagi yang akan memberikan,” ujar Kepala BPBD Kobar, Petrus Rindra, Kamis (10/1/2019).

Dia mengatakan, selama cuaca buruk dan ombak tinggi dipastikan wilayah di pesisir dua desa tersebut terjadi abrasi di bibir pantai. Untuk itu ke depan akan kita prioritaskan penguatan dan peninggian tanggul yang sudah ada. “Kalau ombak tinggi memang ombak bisa mencapai daratan. Jadi ke depan tanggul yang sudah ada akan kita kuatkan lagi.”

Sementara itu, di wilayah Perkotaan Pangkalan Bun jika hujan lebat, disejumlah titik juga terkena banjir. Untuk itu pihaknya mengimbau instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan parit parit. Sebab penyebab banjir di dalam kota disebabkan banyaknya parit yang tersumbat oleh sampah.

“Instansi terkait supaya mempelopori pembersihan parit di sejumlah titik di dalam Kota Pangkalan Bun. Supaya saat hujan lebat tidak banjir karena parit yang tersumbat sampah,” pungkasnya.

(wib)

3 Hari Hilang, Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Musi

loading…

Eni (16) pelajar SMA di Kota Palembang ditemukan tewas mengambang di Sungai Musi, tepatnya dekat dermaga PT Pusri, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Berli Zulkanedy

PALEMBANG – Eni (16) pelajar SMA di Kota Palembang ditemukan tewas mengambang di Sungai Musi, tepatnya dekat dermaga PT Pusri, Kamis (10/1/2019). Siswi ini dicari sejak tiga hari lalu setelah beredar kabar, korban bunuh diri dengan meloncat ke Sungai Musi.

Jasad pelajar ini ditemukan warga yang langsung melaporkan ke petugas. Mayat yang ditemukan dalam posisi tertelungkup dan mengenakan seragam SMA ini langsung dievakuasi oleh aparat RS Bhayangkara. “Ketika saya dekati ternyata mayat. Lalu, saya kasih tau polisi yang patroli di sekitaran lokasi,” ungkap Apri, warga sekitar.

Baca Juga:

Kasat Polairud Polresta Palembang, Kompol Yudho membenarkan anggotanya telah mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara. “Benar, korban sudah kita bawa ke sana. Mengenai motifnya, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Ibu dan nenek korban terlihat menangis histeris saat mengetahui jasad yang ditemukan adalah Eni. Menurut Mariana Jundin, nenek korban, cucunya berasal dari OKU Selatan. Di Palembang cucunya sekolah di SMA Negeri 10 klas X.

“Dia ini (Eni) baru pulang dari dusun karena libur sekolah, kalau sebelumnya dia tinggal bersama pamannya. Tapi sekarang dia ngekos sendiri tak jauh dari sekolahnya,” katanya kepada wartawan.

Untuk pemicu yang menyebabkan korban sampai nekat terjun, pihak keluarga tidak tahu sama sekali. “Karena selama ini Eni tidak ada persoalan apa-apa, kami keluarga juga belum yakin kalau dia bunuh diri,” katanya.

(wib)

Dipicu Saling Teriak Antara Napi dan Pembesuk, Rutan Surakarta Rusuh

loading…

Adanya saling adu teriakan antara pembesuk dan penghuni tahanan, memicu kerusuhan di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). Ilustrasi/SINDOnews

SOLO – Adanya saling adu teriakan antara pembesuk dan penghuni tahanan, memicu kerusuhan di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja membeberkan bahwa kejadian bermula ada 20 orang penjenguk datang dan dibagi per kelompok 5 orang untuk masuk dengan durasi 20 menitan untuk menemui tahanan di aula.

Baca Juga:

“Namun, saat kloter kedua dan pembesuk hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan dibalas dengan suara menyerupai hewan dari tahanan Blok C1 atau Napi kriminal,” ungkap Agus.

Dia menyebutkan, kelompok Agus Ardiansyah als Bebek (Napi kasus Pencurian), Ucok Devran Devries (Napi kasus Pencurian) dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Kasus penganiayaan) yang sebelumnya pernah terjadi keributan mendatangi Napi Blok C1 kemudian terjadi aksi saling lempar batu.

“Melihat kejadian tersebut, pembesuk langsung disuruh keluar oleh pihak Pengamanan Rutan dan tahanan dari kelompok yang dibesuk juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sedangkan, dari pihak Napi Kriminal berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B,” ungkapnya.

Selanjutnya, lanjut dia, dilakukan evakuasi dan pemindahan tahanan ke Sragen dan Kedung Pane Semarang untuk mengurangi konflik yang berkelanjutan.

(wib)

Pemuda Nekat Bom Molotov Rumah Pacar karena Cinta Tak Direstui

loading…

Polsek Tenayan Raya Pekanbaru, menangkap Bobi pelaku pelemparan bom molotov di Jalan Tenayan Jaya RT 02 RW 02 Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Foto Okezone/Banda HT

PEKANBARU – Polsek Tenayan Raya Pekanbaru, menangkap Bobi pelaku pelemparan bom molotov di Jalan Tenayan Jaya RT 02 RW 02 Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Usut punya usut, ternyata motif kasus ini berlatarbekang asmara.

Pemuda berusia 31 tahun ini melempar bom molotov rumah pacarnya dibantu temannya Galih yang juga turut diamankan aparat.

Baca Juga:

“Setelah lama diburu, kedua tersangka berhasil dibekuk pihak Polsek Tenayan,” kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Budhia Dianda, Kamis (10/1/2019).

Kasus pelemparan bom molotov terjadi pada 8 Januari 2019. Keterangan pelapor yakni Ernawati (61) menjelaskan sekitar 01.30 WIB dia terbangun karena mendengar suara pecehan kaca di jendela depan rumah. Saat diperiksa ternyata jendela kaca dari nako telah berantakan.

Tidak lama Ernawati, ibu dari Anike pacar korban kembali dikejutkan dengan suara ledakan di depan rumahnya lagi.

Ternyata, suara itu adalah ledakan dari bom molotov. Kobaran api langsung menjilat gorden jendela rumah. Walau ketakutan Ernawati tetap melihat keadaan sekeliling. Saat diamati ternyata di dekat rumahnya ada dua orang dengan menggunakan sepeda motor.

Dia terkejut, saat mengenali satu orang diantara yakni Bobi, pacar anaknya. Ernawatipun mencaci maki Bobi. Mendengar umpatan itu, Bobi marah dan melemparkan kembali bom molotov dan mengenai dinding rumah pacarnya itu. Lemparan dari botol berisi minyak tanah yang sudah disulut api itu kembali meledak.

Ernawatipun berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, kedua langsung tancap gas. Warga pun menolong korban. Polisi yang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) berhasil mencari keberadaan pelaku.

Bobi ditangkap di Jalan Rawariwi. Kepada polisi Bobi mengaku melakukan perbuatan itu bersama Galih. Polisi berhasil menangkap Galih di kosanya di kawasan Panam Kecamatan Tampan.

“Motifnya pelaku sakit hati karena hubungan asmaranya tidak direstui orangtua Anike. Pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP tentang tindak pidana dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan yang mendatangkan bahaya umum bagi barang ataupun orang,” tukasnya.

(sms)

Ini Pakaian Dalam Artis dan Sprei Barang Bukti yang Dibeberkan Polisi

loading…

Polda Jawa Timur, Kamis siang (10/1/2019) membeberkan barang bukti jaringan prostitusi online yang melibatkan puluhan artis dan ratusan model majalah dewasa. Foto iNews TV/Rahmat I

SURABAYA – Jajaran Unit 5 Cyber Crime Direskrimsus Polda Jawa Timur Kamis siang (10/1/2019) membeberkan barang bukti jaringan internasional prostitusi online yang melibatkan puluhan artis dan ratusan model majalah dewasa. Barang bukti tersebut berupa pakaian dalam artis, sprei hotel, kondom, sejumlah ATM dan tujuh unit hand phone milik dua tersangka mucikari.

“Barang bukti prostitusi tersebut menguatkan adanya jaringan prostitusi online. Hal ini sudah membuktikan bahwasanya prostitusi benar adanya,” kata Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusef Gunawan.

Baca Juga:

Menurut dia, selain barang bukti sejumlah peralatan polisi juga menghadirkan dua orang mucikari bernama inisial ES dan TN. namun dua mucikari tersebut tidak banyak berbicara bahkan wajahnya ditutup rapat dengan masker.

Seperti diberitakan sebelumnya polisi menggrebek jaringan prostitusi online yang melibatkan puluhan artis dua diantaranya bernama Vanessa Angle dan Avrielya Shaqilla. Hingga kini polisi masih terus mengembangkan kasus prostitusi online tersebut dan akan memanggil satu per satu artis yang terlibat.

(sms)

Kasek SMK Wira Samudera Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Siswa

loading…

Kepala Sekolah SMK Pelayaran Wira Samudera Indri Desiyanti menjanjikan sesegera menindak lanjuti tuntutan maupun harapan para siswanya. SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG – Kepala Sekolah SMK Pelayaran Wira Samudera Indri Desiyanti menjanjikan sesegera menindak lanjuti tuntutan maupun harapan para siswanya. Pihaknya bersama yayasan akan melakukan koordinasi untuk memenuhi apa yang menjadi harapan para siswanya.

“Saya berharap dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sudah menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama. Maksimal 1 bulan akan kami koordinasikan dulu, begitu ada hasil kami undang beberapa siswa untuk melakukan audiensi tahap selanjutnya,” kata Indri Desiyanti, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Namun, Indri yang baru menjabat Kepala Sekolah 3 bulan ini mengaku akan sangat hati-hati dalam menyikapi suatu permasalaahan. Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasih kepada para siswa karena telah menyampaikan aspirasinya yang bisa menjadi bahan acauan perbaikan sekolah agar menjadi lebih baik lagi. “Kami berharap mulai besok kegiatan belajar bisa berjalan efektif lagi,” harapannya.

Sementara, salah seorang alumni 2018, Pawestri Wulan menjelaskan, unjuk rasa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi teman-teman guna meminta pertanggungjawaban atas pembongkaran ruangan praktik pada akhir 2017. “Lihat saja sudah dibongkar 1 tahun yang lalu, tapi sampai sekarang belum juga ada proses pembangunan, katanya saja mau dibenahi supaya lebih baik lagi,” tandas Wulan.

Dia menyatakan, dampak pembongkaran para siswa kini tidak memiliki tempat yang layak untuk melakukan praktik. “Ruangan yang dibongkar tak kunjung diperbaiki, alat-alat terpaksa kami pindahkan di depan kelas” tandasnya.

Akibatnya para siswa merasa khawatir, ketidakefektifan proses belajar akan berdampak terhadap pencabutan atau pembekuan izin approval.”Jelas KBM sangat terganggu, teori dan praktik bercampur dalam 1 lokasi. Apalagi sekarang 1 ruang kelas diisi lebih dari 30 orang, tidak kondusif,” jelasnya.

(wib)

Hari Jadi Pasangkayu Bakal Dipercepat Perayaannya

loading…

Perayaan hari jadi ke-16 Kabupaten Pasangkayu bakal dipercepat, karena pada April ada hajatan nasional, Pemilu.

PASANGKAYU – Perayaan hari jadi ke-16 Kabupaten Pasangkayu bakal dipercepat. Bupati Pasangkayu melalui Kepala Dinas Kebudadayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pasangkayu, I Nyoman Suandi, menyampaikan, pada tahun-tahun sebelumnya puncak perayaan hari jadi Pasangkayu dilaksanakan pada 18 April, namun tahun ini pelaksanaannya bakal dimajukan antara Februari atau Maret.

Jadwal pelaksanaan hari jadi Pasangkayu dipercepat sebab pada April nanti akan dilaksanakan pesta demokrasi akbar se-Indonesia yakni Pemilihan Umum (Pemilu). Sehingga jika hari jadi dilakasanakan pada bulan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kemaksimalan pelaksanaan salah satu dari perhelatan tersebut.

Baca Juga:

“Hari jadi pada tanggal 18 April, sementara pelaksanaan pencoblosan Pemilu pada tanggal 17 April, jadi momennya yang membuat pelaksanaan hari jadi dipercepat. Apa lagi pada saat dekat-dekat Pemilu nanti ada minggu tenang. Saya masih menunggu arahan dari pimpinan mengenai tanggal dan bulan pasti pelaksanaan hari jadi tahun ini, tapi antara Februari atau Maret,” jelasnya, Kamis (10/1/2019).

Terkait agenda-agenda yang akan dilakukan untuk memeriahkan perayaan hari jadi Pasangkayu 2019 ini, masih tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni pameran pembangunan, hiburan rakyat, dan beberapa perlombaan olahraga.

(akn)

5 Artis Seksi Ini Segera Diperiksa Polisi Terkait Prostitusi Online

loading…

Lima model dan artis terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel segera dipanggil Polda Jatim. Kelima saksi itu diantaranya, AC, TP, BS, ML dan RF. Foto barang bukti yang disita Polda Jatim/SINDOnews/Ali M

SURABAYA – Lima model dan artis terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel segera dipanggil Polda Jatim. Kelima saksi itu diantaranya, AC, TP, BS, ML dan RF. Dari ketiga saksi itu, tiga diantaranya adalah model, yakni AC, TP dan BS. Sementara dua lainnya adalah artis, ML dan RF.

AC, TP dan BS dipanggil sebagai saksi untuk tersangka TN. Sementara ML dan RF dipanggil untuk tersangka ES. Kelima saksi tersebut, diduga kuat terlibat dan mengetahui adanya bisnis prostitusi online yang dijalankan kedua tersangka. “Kami panggil para saksi ini untuk kami periksa sebagai penguat adanya dugaan bisnis prostitusi online,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Dari keterangan dihadapan penyidik, tersangka ES memiliki sebanyak 45 koleksi artis yang bisa dibooking. Sementara TN memiliki sebanyak 100 model yang bisa diajak untuk memuaskan syahwat laki-laki.

Tarif booking untuk model ini bervariasi dengan harga termurah Rp25 juta. Termahal bisa mencapai ratusan juta. “Dalam waktu dekat akan kami panggil dan kami akan terus kembangkan perkara ini,” tandas Luki.

TN dan ES berprofesi sebagai mucikari artis dan model sejak tahun 2017. Untuk pembagian keuntungan dengan anak buahnya, baik itu artis atau model, jumlahnya bervariasi. Ada yang 25 persen dan ada yang 30 persen. Sebelum pemesan dilayani, terlebih dulu harus menyerahkan uang muka sebesar 30 persen.

Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 junto Pasal 506 KUHP. Ancaman hukuman paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak Rp15.000.

(sms)

200 Penjaga Pintu Air Dipecat, Jaringan Irigasi Terancam Tak Terawat

loading…

Tenaga honor termasuk penjaga pintu air berunjuk rasa menolak pemberhentian akhir tahun 2018 lalu di depan kantor bupati Simalungun di Pamatang Raya.Foto SINDOnews/Ricky Hutapea.

SIMALUNGUN – Ratusan jaringan irigasi di Kabupaten Simalungun terancam tidak terurus lagi dalam tahun 2019. Hal tersebut dampak dari diberhentikannya sekitar 200 penjaga pintu air yang merupakan tenaga honor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Penataan Ruang (PUPR) Simalungun.

Tokoh petani yang juga mantan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun, Darwis Sipayung mengatakan, pemerintah daerah seharusnya mempertimbangkan kepentingan petani sebelum memberhentikan tenaga honor penjaga pintu air.

Baca Juga:

“Selama ini jasa penjaga pintu air sangat besar dalam mengawasi pintu air dari kerusakan dan mengatur kebutuhan air sawah petani,sehingga kebutuhan air petani bisa tetap terpenuhi dengan adanya pengaturan yang baik oleh mereka (penjaga pintu air),” sebut Darwis, Kamis (10/1/2019).

Dengan diberhentikannya para petugas pintu air yang merupakan tenaga honorer,Darwis khawatir jaringan irigasi di Kabupaten Simalungun, bakal banyak yang rusak karena banyak yang tidak diawasi lagi kondisinya secara rutin.

Kepala Dinas PUPR Pemkab Simalungun, Benny Saragih melalui surat edarannya tetanggal 17 Desember 2018 kepada para kepala unit pelaksana tehnis dinas (UPTD) menyampaikan pemberhentian tenaga honor penjaga pintu air terhitung 1 Januari 2019.

Menanggapi pemberhentian tenaga honor oleh Pemkab Simalungun, Koodinator Forum Honor Simalungun Bersatu, Ganda A Silalahi mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum melalui pengacara yang merupakan kuasa hukum tenaga honor.

“Melalui pengacara yang sudah diberi kuasa sebagai kuasa hukum tenaga honor,akan dilakukan upaya hukum atas pemberhentian tenaga honor yang dilakukan semena-mena oleh Pemkab Simalungun,” ujar Ganda.

(sms)

Yayasan Tak Jamin Masa Depan 233 Siswa SMK Wira Samudera

loading…

Ratusan siswa SMK Pelayaran Wira Samudera menggelar unjuk rasa di sekolahnya, Jalan Kokrosono 70 Semarang, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG – Pihak yayasan dan sekolah tidak berani menjamin masa depan sebanyak 233 siswa dari kelas 1,2 dan 3. Akbiatnya para siswa menangis histeris dan emosi dengan menutupi mobil pihak yayasan dengan lembaran spanduk bernada protes.

Namun aksi mereka dicegah oleh sejumlah siswa senior. Poster tersebut dipasang di depan pintu gerbang dan ruang kelas. Mediasi dengan pihak sekolah dan yayasan gagal menghasilkan kesepakatan.

Baca Juga:

“Hasil mediasi masih sama seperti sebelumnya, kami disuruh belajar tapi pihak yayasan tidak berani menjamin masa depan kami hingga mendapat ijazah ANT dan ATT,” ujar perwakilan siswa, Syarief Hidayatullah.

Dia dan perwakilan siswa meminta maaf kepada rekan-rekannya yang sejak pagi hingga siang menggelar unjuk rasa. “Mohon hasil mediasi dan unjuk rasa ini disampaikan kepada orang tua masing-masing,” pintanya.

Atas kegagalan mediasi tersebut, para siswa SMK Wira Samudera berharap Gubernur atau pihak terkait bisa turut membantu dan menjamin masa depan mereka. “Kami akan memperjuangkan masa depan kami kalaupun pihak yayasan atau sekolah tidak berani menjamin,” pungkasnya.

(wib)

Masa Depan Tak Jelas, Siswa SMK Wira Samudera Menangis Histeris

loading…

Ratusan siswa SMK Wira Samudera menangis histeris saat unjuk rasa di halaman YPP, Jalan Kokrosono 70 Semarang, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG – Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Wira Samudera menangis histeris saat unjuk rasa di halaman Yayasan Pendidikan Pembangunan (YPP) Jalan Kokrosono 70, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). Para siswa tak kuasa menahan tangis saat sejumlah rekannya berorasi menuntut kejelasan masa depan karena dampak dari pembongkaran ruang praktik.

“Kami sekolah selama ini sudah memenuhi kewajiban sebagai siswa di sini. Namun kita belum menerima fasilitas yang baik, layak dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ungkap perwakilan siswa kelas III, Ahmad Arifin.

Baca Juga:

Unjuk rasa terpaksa mereka lakukan dipicu persoalan terkait rencana pembangunan ruangan baru pada 2017. Pembangunan tersebut telah ‘mengorbankan’ ruang laboratorium yang dibongkar. Tetapi, hingga kini belum ada pembangunan seperti yang dijanjikan pihak yayasan.

Adapun laboratorium yang dibongkar meliputi ruang mesin, ruang workshop, lab kimia, lab kelistrikan dan ruang las. Akibatnya, praktikum dialihkan ke depan teras-teras ruang kelas.

“Sekarang saja, dua kelas digabungkan jadi satu, sumpek itu karena ada sejumlah siswa SMK sebelah (satu yayasan) yang dipindah ke sini,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, para siswa khawatir tidak bisa mengikuti ujian untuk mendapat ijazah ANT dan ATT atau kelautan sebagai syarat bekerja di bidang pelayaran dan kelautan. Sebab, syarat utama mengikuti ujian itu adalah fasilitas sekolah harus lengkap dan setiap tahun diaudit dari dinas terkait.

“Kalau approval (persetujuan penyelenggaraan ujian ijazab AMT) dicabut, maka kami tidak bisa ikut ujian. Kami cuma dapat ijazah SMK. Sedang kalau ikut ujian di luar pasti biayanya mahal,” tandas Arifin.

(wib)

BPBD Kobar Bangun Tanggul Pemecah Ombak dengan Ban Bekas

loading…

Kepala BPBD Kobar Petrus Rindra. iNewsTV/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Abrasi di pesisir Desa Sebuai dan Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, terus menggerus bibir pantai. Bahkan air hampir mencapai permukiman warga setempat.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD Kobar akan membuat tanggul pemecah ombak di area bibir pantai yang terkena abrasi. Bahan yang digunakan ban bekas yang diisi pasir dan ditumpuk di bibir pantai.

Baca Juga:

“Untuk mengatasi abrasi di Desa Sebuai dan Keraya kita sudah memulai membuat tanggul supaya air tidak menggerus jalan desa hingga ke permukiman. Kemarin kita dapat batuan ban bekas dari sejumlah masyarakat dan perusahaan. Kemarin 70 biji ban besar. Dan masih banyak lagi yang akan memberikan,” ujar Kepala BPBD Kobar, Petrus Rindra, Kamis (10/1/2019).

Dia mengatakan, selama cuaca buruk dan ombak tinggi dipastikan wilayah di pesisir dua desa tersebut terjadi abrasi di bibir pantai. Untuk itu ke depan akan kita prioritaskan penguatan dan peninggian tanggul yang sudah ada. “Kalau ombak tinggi memang ombak bisa mencapai daratan. Jadi ke depan tanggul yang sudah ada akan kita kuatkan lagi.”

Sementara itu, di wilayah Perkotaan Pangkalan Bun jika hujan lebat, disejumlah titik juga terkena banjir. Untuk itu pihaknya mengimbau instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan parit parit. Sebab penyebab banjir di dalam kota disebabkan banyaknya parit yang tersumbat oleh sampah.

“Instansi terkait supaya mempelopori pembersihan parit di sejumlah titik di dalam Kota Pangkalan Bun. Supaya saat hujan lebat tidak banjir karena parit yang tersumbat sampah,” pungkasnya.

(wib)

Pengedar Narkoba Dibekuk, Polisi Sita 14 Paket Sabu-sabu

loading…

Tersangka pengedar narkoba DPS menunjukkan barang bukti yang disita polisi saat pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Simalungun. SINDOnews/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Simalungun menangkap seorang pengangguran pengedar narkoba berinisial DPS alias D (38). Dari tangan tersangka polisi menyita 14 paket kecil sabu-sabu dan satu paket ganja.

DPS, warga Pekan Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar,Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap saat melintas dengan mengendarai sepeda motor di Kampung Tempel Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, Rabu (9/1/2019) malam.

Baca Juga:

Kasat Res Narkoba Polres Simalungun AKP Heri Edrino Sihombing mengatakan, sebelumnya polis sudah menerima informasi masyarakat di kawasan Kampung Tempel sering transaksi narkoba. Informasi masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pemantauan di Kampung Tempel.

“Kebetulan tersangka DPS melintas dan gerak-geriknya mencurigakan. Kemudian polisi menghentikannya dan melakukan pemeriksaan,” ujar Heri,Kamis (10/1/2019) siang.

Heri menambahkan dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, polisi menemukan kotak rokok berisi 14 kantong plastik kecil sabu-sabu dan satu kantong lagi berisi ganja. Untuk pengembangan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengetahui asal narkotika yang diperoleh tersangka.

(wib)

Pesta Sabu Bersama Pacar, Wanita Cantik Ini Ditangkap Polisi

loading…

Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon menangkap pasangan muda mudi saat pesta narkoba di kamar kontrakan di Lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. SINDOnews/Rasyid Ridho

CILEGON – Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon menangkap pasangan muda mudi saat pesta narkoba di kamar kontrakan di Lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu-sabu.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap, adalah seorang lekaki berinisial MFA (26) dan seorang perempuan berinisial GAP (18) yang diketahui masih berstatus mahasiswi.

Baca Juga:

“Pengungkapan kasus ini setelah anggota Polres Cilegon melakukan pengembangan dari tersangka yang sudah diamankan inisial IM,” kata Edy, Kamis (10/1/2019).

Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa bekas bungkus rokok yang di dalamnya berisi 1 (satu) paket plastik bening berisi kristal yang diduga sabu–sabu. Alat isap sabu-sabu (Bong) yang terbuat dari bekas botol air mineral serta dan dua unit telepon selular.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar,” tandasnya.

(wib)

Anggap Keterangan Vanessa Mencla-mencle, Kuasa Hukum Mundur

loading…

Kuasa hukum artis Vanessa Angel, yakni Guntual Laremba dan Tuty Rahayu Laremba juga mengundurkan diri, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Ali Masduki

SURABAYA – Kuasa hukum artis Vanessa Angel, yakni Guntual Laremba dan Tuty Rahayu Laremba juga mengundurkan diri, Kamis (10/1/2019). Mereka mengaku kecewa dengan Vanessa Angel lantaran memberi keterangan yang berbeda kepada Muhammad Zakir Rasyidin.

Sebelumnya, Zakir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu menyebut, tidak ada barang bukti yang diamankan polisi. Di antaranya, aliran dana transfer dan barang bukti lain seperti kondom dan celana dalam.

Baca Juga:

“Padahal barang bukti yang diamankan polisi itu ada semua. Kami tahu karena kami yang mendampingi langsung Vanesaa saat diperiksa di Polda Jatim. Nah, Vanessa memberi keterangan yang berbeda pada rekan kami di Jakarta (Muhammad Zakir Rasyidin). Sehingga dia (Muhammad Zakir Rasyidin) akhirnya menyampaikan pada pers seperti yang disampaikan Vanessa ke dia,” kata Guntual di depan kantor Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Guntual menegaskan, temuan polisi di lapangan itu benar adanya. Di antaranya, polisi mendapati Vanessa Angel di salah satu kamar hotel bersama dengan seorang pria. Terkait kabar bahwa, kedatangan Vanessa ke Surabaya dalam rangka menghadiri undangan untuk menjadi master of ceremony (MC), menurutnya itu tidak benar. “Masak nge-MC di dalam kamar hotel bersama pria,” ucapnya.

Diketahui, Polda Jatim Sabtu 5 Januari 2019 sekitar pukul 12.30 WIB mengamankan Vanessa Angel di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Artis FTV itu ditangkap setelah Tim Siber Polda Jatim memantau adanya transaksi prostitusi di hotel tersebut. Vanessa diduga terlibat dalam kasus prostitusi.

Dari hasil keterangan di hadapan penyidik, tarif Vanessa Angel sekitar Rp80 juta. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari Vanessa, seperti kondom, sprei hotel dan celana dalam warna ungu. Saat ini, status Vanessa Angel adalah saksi korban. (Baca juga: Polda Jatim: Pengungkapan Kasus Vanessa Angel Bukan Jebakan)

(wib)

Letkol (Mar) Bambang Adriantoro Jabat Danlanal Yogyakarta

loading…

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edwin melantik Letkol Mar Bambang Adriantoro menjabat Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Priyo Setyawan

YOGYAKARTA – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edwin memimpin serah terima jabatan (sertijab) Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Yogyakarta di halaman Mako Lanal Yogyakarta, Jalan Melati Wetan No 62 Yogyakarta, Kamis (10/1/2019). Letkol Mar Bambang Adriantoro menjabat Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Yogyakarta mengantikan pejabat lama Kolonel Laut (P) Aryo Delana.

Sebelumnya, Letkol Mar Bambang Adriantoro menjabat Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya. Sedangkan pejabat lama Kolonel Laut (P) Aryo Delana mendapat tugas baru sebagai Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) pangkalan utama TNI AL III Jakarta.

Baca Juga:

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edwin dalam sambutannya mengatakan sertijab dalam suatu organisasi prajurit merupakan bagian dari pembinaan personel guna memberikan kesempatan dan peluang dalam mengembangkan karier prajurit serta mengaktualisasikan kemampuan konseptual guna mewujudkan kinerja dan hasil kerja yang semakin baik untuk kepentingan organisasi.

“Dengan Sertijab diharapkan dapat menciptakan pembaharuan lingkungan kerja dan semangat serta penyegaran pemikiran dalam mewujudkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Ini penting sebab Lanal Yogyakarta memilik tantangan tugas pengamanan dengan tingkat variatif kerawanan laut yang harus diwaspadai. Apalagi DIY juga sebagai destinasi pariwisata,” kata Edwin.

Untuk itu pejabat baru harus segera menyesuaikan dengan tugas baru dengan meningkatkan integritas dan etika serta soliditas prajurit dimanapun bertugas. Letkol Mar Bambang Adrianto mengatakan selain akan melanjutkan kinerja yang telah berjalan, juga akan menyesuaikan dengan tugas yang diembannya sekarang. “Jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan penuh loyalitas dan dedikasi sesuai perintah pimpinan,” ungkap alumni AAL 1997 itu.

(wib)

Keterangan VA Tak Sesuai Fakta, Kuasa Hukum Mundur

loading…

Kuasa hukum artis Vanessa Angel, yakni Guntual Laremba dan Tuty Rahayu Laremba juga mengundurkan diri, Kamis (10/1/2019). SINDOnews/Ali Masduki

SURABAYA – Kuasa hukum artis Vanessa Angel, yakni Guntual Laremba dan Tuty Rahayu Laremba juga mengundurkan diri, Kamis (10/1/2019). Mereka mengaku kecewa dengan Vanessa Angel lantaran memberi keterangan yang berbeda kepada Muhammad Zakir Rasyidin.

Sebelumnya, Zakir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu menyebut, tidak ada barang bukti yang diamankan polisi. Di antaranya, aliran dana transfer dan barang bukti lain seperti kondom dan celana dalam.

Baca Juga:

“Padahal barang bukti yang diamankan polisi itu ada semua. Kami tahu karena kami yang mendampingi langsung Vanesaa saat diperiksa di Polda Jatim. Nah, Vanessa memberi keterangan yang berbeda pada rekan kami di Jakarta (Muhammad Zakir Rasyidin). Sehingga dia (Muhammad Zakir Rasyidin) akhirnya menyampaikan pada pers seperti yang disampaikan Vanessa ke dia,” kata Guntual di depan kantor Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Guntual menegaskan, temuan polisi di lapangan itu benar adanya. Di antaranya, polisi mendapati Vanessa Angel di salah satu kamar hotel bersama dengan seorang pria. Terkait kabar bahwa, kedatangan Vanessa ke Surabaya dalam rangka menghadiri undangan untuk menjadi master of ceremony (MC), menurutnya itu tidak benar. “Masak nge-MC di dalam kamar hotel bersama pria,” ucapnya.

Diketahui, Polda Jatim Sabtu 5 Januari 2019 sekitar pukul 12.30 WIB mengamankan Vanessa Angel di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Artis FTV itu ditangkap setelah Tim Siber Polda Jatim memantau adanya transaksi prostitusi di hotel tersebut. Vanessa diduga terlibat dalam kasus prostitusi.

Dari hasil keterangan di hadapan penyidik, tarif Vanessa Angel sekitar Rp80 juta. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari Vanessa, seperti kondom, sprei hotel dan celana dalam warna ungu. Saat ini, status Vanessa Angel adalah saksi korban.

(wib)

Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

loading…

Unit Buser Sat Reskrim Polres Tana Toraja kembali mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, Kamis (10/1/2019). iNewsTV/Jufri Tonapa

TANA TORAJA – Unit Buser Sat Reskrim Polres Tana Toraja kembali mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, Kamis (10/1/2019).

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jhon Paerunan mengatakan, identitas tersangka, yakni GP (20), warga Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja dan korban berinisial MP (17). Pelaku melakukan aksinya di Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. “Tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” katanya.

Baca Juga:

Sementara itu, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P Sirait membenarkan penangkapan tersangka persetubuhan anak di bawah umur. Saat ini tersangka, sudah diamankan di Mapolres Tana Toraja untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Hal tersebut merupakan komitmen Sat Reskrim Polres Tana Toraja untuk mewujudkan penyidikan yang cepat, tepat, tuntas dan akuntabel. komitmen kami juga untuk setiap laporan polisi yang masuk sudah bisa ditentukan status lidik-sidiknya dalam 14 hari,” tegas Kapolres.

(wib)

Angin Ribut, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Blora

loading…

Hujan deras yang disertai angin ribut mengakibatkan pohon jati tumbang hingga menimpa rumah warga di Blora, Jawa Tengah. iNews TV/Tufik

BLORA – Hujan deras yang disertai angin ribut mengakibatkan pohon jati tumbang hingga menimpa rumah warga di Blora, Jawa Tengah. Warga diminta selalu waspada dan berhati-hati karena intensitas hujan akhir-akhir ini meningkat.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Tri mengatakan, rumah warga yang rusak akibat tertimpa pohon adalah milik Samingun (40), di RT 1/1 Dukuh Boleran Desa/Kecamatan Jiken. Petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi batang pohon dan ikut memperbaiki rumah korban.

Baca Juga:

“Kejadian berawal dari hujan deras dan angin pada Selasa malam, dan paginya kita membersihkan batang pohon beserta ranting dan dedaunan yang menimpa rumah. Setelah bersih, kita juga membangun kembali bangunan rumah yang rusak,” kata Agung, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, peristiwa serupa juga menimpa rumah Rawi (78) di RT 6/2 Desa Gotputuk Kecamatan Ngawen. Rumah yang dibangun dari material bambu yang dihuni Rawi tak mampu menahan hempasan angin dan hujan deras hingga roboh. “Angin kencang dan hujan lebat juga menyebabkan rumah Mbah Rawi, roboh. Bangunan rumah dari bambu itu juga sudah tua,” tambah Agung.

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Blora Sunanto mengatakan, beragam bencana berpotensi terjadi memasuki musim hujan saat ini. “Masyarakat harus waspada terhadap ancaman bencana hidrometrologi menjelang puncak musim hujan seperti banjir,hujan lebat disertai angin kencang,tanah longsor dan lain-lain,” pungkasnya.

(nag)

Terbakar Cemburu, Suami Bunuh Istri dan Suami Sekarat Bunuh Diri

loading…

Arkati yang sekarat karena berusaha bunuh diri setelah membunuh istrinya dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Kamis (10/1/2019). iNewsTV/Toiskandar

CIREBON – Terbakar api cemburu, Arkati tega membunuh istrinya, Sania,secara keji, Rabu 9 Januari 2019. Arkati membunuh istrinya dengan dengan batu besar hingga kepalanya pecah dan bersimbah darah.

Melihat sang istri meregang nyawa bersimbah darah di dapur rumahnya, Arkati mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadinya. Kejadian tersebut pun membuat gempar warga Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga:

Menurut keterangan Yadi Gunawan, tetangga korban, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini pertama kali diketahui oleh anak korban yang curiga dengan suara keras di dalam rumah. Saat mencoba masuk ke dalam, semua pintu terkunci hingga akhirnya sang anak nekad memanjat atap rumah dan mendapati kedua orang tuanya sudah bersimbah darah.

“Sania menderita luka hantaman benda tumpul dan sayatan senjata tajam pada bagian wajah. Sedangkan arkati menderita luka sayatan pada lengannya setelah mencoba bunuh diri seusai melakukan perbuatan kejinya,” kata Yadi Gunawan.

Arkati yang mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadinya dan kondisinya sekarat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan jenazah istrinya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu.

Petugas Satreskrim Polres Cirebon yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil olah TKP awal diketahui pasangan suami istri ini terlibat cekcok sebelum akhirnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan sania tewas di lokasi kejadian.

“Diduga motif pembunuhan ini berasal dari rasa cemburu suami terhadap istrinya yang belakangan sifatnya berubah dan kurang melayani,” kata Kapolres Cirebon AKBP Suherman.

(wib)

Meski UMK Terus Naik, Warga Pangandaran Memilih Kerja di Luar Daerah

loading…

Tampak foto calon pencari kerja membuat kartu pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja Industri dan Tranmigrasi Pangandaran. SINDOnews/Syamsul

PANGANDARAN – Sebagian besar warga di Kabupaten Pangandaran lebih tertarik bekerja ke luar daerah. Padahal, setiap tahun Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Pangandaran mengalami kenaikan. Tahun 2017 UMK Pangandaran tercatat Rp.1.434.901, tahun 2018 senilai Rp.1.558.793 dan 2019 sebesar Rp.1.714.673.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Dinas Tenaga Kerja Industri dan Tranmigrasi Ade Supritno mengatakan, dari tahun 2017 ke 2018 UMK di Pangandaran mengalami kenaikan 8,71% sedangkan dari tahun 2018 ke 2019 mengalami kenaikan 10%. “Kenaikan UMK dari tahun ke tahun dinilai bagus, namun pencari kerja lebih tertarik bekerja ke luar daerah,” kata Ade.

Baca Juga:

Para pencari kerja dari Kabupaten Pangandaran sebagian besar memilih ke Jakarta, Bandung dan Karawang. “Pencari kerja yang membuat kartu pencari kerja tahun 2018 sebanyak 3.281 orang, sedangkan tahun 2019 baru tercatat 56 orang,” tambahnya.

Dari 3.281 jumlah pencari kerja di tahun 2018 terdiri dari perempuan 1.652 dan laki-laki 1.619. Sedangkan di tahun 2019 dari 56 jumlah pencari kerja tercatat perempuan 24 orang dan laki-laki 32 orang. “Rata-rata minat pencari kerja dari Kabupaten Pangandaran ke luar daerah bekerja menjadi buruh pabrik dan pelayan toko,” papar Ade.

Untuk pendidikan terakhir pencari kerja di tahun 2018 sebanyak 65 orang lulusan SD, lulusan SLTP sebanyak 267 orang, lulusan SLTA 2.398 orang, lulusan D3 sebanyak 92 orang, lulusan S1 sebanyak 454 orang, lulusan S2 sebanyak 4 orang dan lulusan S3 sebanyak 1 orang.

“Sedangkan pencari kerja di tahun 2019 yang baru tercatat terdiri dari lulusan SD 1 orang, lulusan SLTP 4 orang, lulusan SLTA 33 orang, lulusan D3 6 orang dan lulusan S1 12 orang,” jelasnya.

(nag)