DPO Provokator Demo Ricuh KPU Lombok Tengah Dibekuk di Bali

loading…

DPO Polres Lombok Tengah yang merupakan provokator aksi demo di lokasi rapat pleno terbuka KPUD Lombok Tengah pada Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif bulan lalu akhirnya berhasil ditangkap. iNews TV/Muzakir

LOMBOK TENGAH – DPO Polres Lombok Tengah yang merupakan provokator aksi demo di lokasi rapat pleno terbuka KPU Lombok Tengah pada Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif bulan lalu akhirnya berhasil ditangkap, Senin (19/8/2019).

Tersangka NB (35) warga Kecamatan Praya Timur, yang sudah buron selama dua bulan itu ditangkap oleh tim Resmob Polres Lombok Tengah di Provinsi Bali, pukul 19.00 wita.

“Pelaku sudah ditangkap dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk proses lebih lanjut. Pelaku selama ini bersembunyi di sebuah rumah yang terletak di Desa Cau Tuak Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Provinsi Bali,” ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles Girsang di kantornya, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

Dijelaskan, tersangka NB ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku bersembunyi di wilayah Provinsi Bali. Kemudian tim anggota melakukan penyelidikan untuk mengetahui posisi secara pasti dari pelaku tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada Bali. Sehingga anggota langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan di tempat persembunyian di salah satu rumah pengusaha Batako di wilayah Bali.

“DPO NB ditangkap pada saat sedang beristirahat. Pelaku digiring oleh anggota dengan menggunakan transportasi Laut menuju ke Polres Lombok Tengah,” jelasnya.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 160 KUH Pidana dan atau Pasal 170 KUH Pidana sub Pasal 406 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara,” pungkasnya.

(nag)

Ustaz Abdul Somad Dilaporkan, Ini Tanggapan Ketum PBNU

loading…

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyerahkan sepenuhnya kasus video ceramah Ustaz Abdul Somad kepada pihak kepolisian. Foto SINDOnews

DENPASAR – Kasus dilaporkannya Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Polisi ditanggapi Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyerahkan sepenuhnya kasus video ceramah Ustaz Abdul Somad kepada pihak kepolisian.

“Serahkan ke yang berwajib. Urusan hukum, urusan hukum, bukan urusan saya,” kata Aqil Siradj kepada wartawan saat ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Sebelumnya, ceramah Ustaz Abdul Somad dilaporkan ke Polres Sikka, Polda NTT. Pelaporan dilayangkan terkait ceramah UAS yang viral di media sosial.

Baca Juga:

UAS sendiri telah mengklarifikasi ceramahnya yang dipersoalkan sejumlah pihak. Klarifikasi UAS beredar di chanel Youtube, salah satunya yang diposting FSRMM TV.

UAS menegaskan ceramah itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jamaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

(sms)

Stunting Balita di Pangandaran Tercatat 344 Kasus

loading…

Angka stunting balita di Kabupaten Pangandaran selama tahun 2019 tercatat 344 kasus. Ilustrasi/SINDOnews

PANGANDARAN – Angka stunting balita di Kabupaten Pangandaran selama tahun 2019 tercatat 344 kasus.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Nani Yuningsih mengatakan, angka 344 kasus stunting balita tersebar di 15 Puskesmas yang ada di 10 Kecamatan se Kabupaten Pangandaran.

“Jumlah balita se Kabupaten Pangandaran tahun 2019 tercatat 26.875, jika dipersentasekan angka kasus stunting balita dengan jumlah balita, hanya tercatat 1,28 persen,” kata Nani.

Baca Juga:

Kasus stunting balita yang terjadi tahun 2019 sebanyak 344 balita terdiri dari kategori bayi pendek dan sangat pendek.

Nani menambahkan, sebaran kasus stunting balita di antaranya di Puskesmas Kalipucang 94, Puskesmas Parigi 34, Puskesmas Selasari 27, Puskesmas Cijulang 13, Puskesmas Cimerak 6.

Sedangkan di Puskesmas Legokjawa 19, Puskesmas Cigugur 14, Puskesmas Langkaplancar 5, Puskesmas Jadikarya 3, Puskesmas Padaherang 3. Sementara di Puskesmas Sindangwangi 29, Puskesmas Pangandaran 43, Puskesmas Sidamulih 21, Puskesmas Cikembulan 13 dan Puskesmas Mangunjaya 19.

“Dari data tersebut, kasus stunting balita terbanyak di Kabupaten Pangandaran terjadi di Puskesmas Kalipucang,” tambahnya.

Dijelaskan Nani, tahun 2018 jumlah kasus stunting balita tercatat 717 terdiri dari bayi pendek dan sangat pendek dengan persentase 2,65 persen dari jumlah 27.011 balita.

Sedangkan tahun 2017 jumlah kasus stunting balita tercatat 508 terdiri dari bayi pendek dan sangat pendek dengan persentase 1,86 persen dari jumlah 27.243 balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki mengatakan, kasus stunting balita di Pangandaran tergolong kecil. “Persentase Kabupaten Pangandaran dibawah garis target Provinsi Jawa Barat atau dibawah 20 peresn,” kata Yani.

Untuk antisipasi terjadi kasus stunting balita Dinas Kesehatan Pangandaran memberikan pelayanan kepada ibu hamil dengan tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan. “Penanganan kasus stunting balita juga berdasarkan Surat Edaran Bupati Pangandaran ditangani lintas OPD,” tambahnya.

Untuk penanganan agar bayi tidak terjadi kasus stunting penanganan dilakukan sejak hamil. “Waktu paling tepat pencegahan dan antisipasi kasus stunting balita diantaranya memberikan asupan gizi sejak 1000 hari pertama lahir,” papar Yani.

(nag)

DPO Provokator Demo Ricuh KPUD Lombok Tengah Dibekuk di Bali

loading…

DPO Polres Lombok Tengah yang merupakan provokator aksi demo di lokasi rapat pleno terbuka KPUD Lombok Tengah pada Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif bulan lalu akhirnya berhasil ditangkap. iNews TV/Muzakir

LOMBOK TENGAH – DPO Polres Lombok Tengah yang merupakan provokator aksi demo di lokasi rapat pleno terbuka KPUD Lombok Tengah pada Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif bulan lalu akhirnya berhasil ditangkap, Senin (19/8/2019).

Tersangka NB (35) warga Kecamatan Praya Timur, yang sudah buron selama dua bulan itu ditangkap oleh tim Resmob Polres Lombok Tengah di Provinsi Bali, pukul 19.00 wita.

“Pelaku sudah ditangkap dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk proses lebih lanjut. Pelaku selama ini bersembunyi di sebuah rumah yang terletak di Desa Cau Tuak Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Provinsi Bali,” ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles Girsang di kantornya, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

Dijelaskan, tersangka NB ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku bersembunyi di wilayah Provinsi Bali. Kemudian tim anggota melakukan penyelidikan untuk mengetahui posisi secara pasti dari pelaku tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada Bali. Sehingga anggota langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan di tempat persembunyian di salah satu rumah pengusaha Batako di wilayah Bali.

“DPO NB ditangkap pada saat sedang beristirahat. Pelaku digiring oleh anggota dengan menggunakan transportasi Laut menuju ke Polres Lombok Tengah,” jelasnya.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 160 KUH Pidana dan atau Pasal 170 KUH Pidana sub Pasal 406 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara,” pungkasnya.

(nag)

Pangdam XVIII/Kasuari Nyatakan Situasi Manokwari Kondusif

loading…

Prajurit Kodam XVIII/Kasuari bergotong royong bersama-sama personel Polri, ASN dan warga membersihkan sampah sisa-sisa pembakaran ban, kayu dan bagian dari bangunan milik warga. Foto ist

MANOKWARI – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menyatakan bahwa situasi Kota Manokwari kondusif pada Selasa (20/8/2019) pascaunjuk rasa yang berujung ke kerusuhan, kemarin. “Pada hari ini, mulai dari pagi sampai sekarang, kondisi Manokwari sudah kondusif. Kegiatan masyarakat sudah membaik, sudah kembali seperti biasa,” kata Pangdam Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, di Makodim 1801/Manokwari di sela-sela kegiatannya berpatroli untuk meninjau langsung kegiatan para prajuritnya di Kota Manokwari.
Sebelumnya prajurit Kodam XVIII/Kasuari bersama komponen masyarakat Kota Manokwari melakukan kegiatan ‘bersih-bersih’ sampah Kota Manokwari, pascaunjuk rasa dan pengrusakan yang dilakukan sejumlah masyarakat.

“Kegiatan kita hari ini, dari anggota TNI maupun teman-teman dari Kepolisian dan ASN dari Pemda Provinsi Papua Barat, setelah kita kemarin koordinasi, mereka tadi terlihat melakukan pembersihan di jalan-jalan dengan beberapa lokasi yang kemarin terjadi unjuk rasa dan banyak sampah,” ujar Pangdam XVIII/Kasuari dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (20/8/2019).

Pagi hingga siang hari itu, tampak ratusan prajurit Kodam XVIII/Kasuari bekerja bahu membahu, bergotong royong bersama-sama personel Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga masyarakat membersihkan sampah yang terdiri dari kayu-kayu yang berserakan dan arang sisa-sisa pembakaran ban, kayu dan bagian dari bangunan milik warga.

Baca Juga:

“Kita harapkan hari ini pembersihan selesai dan masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali,” ungkap Pangdam.

(sms)

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Morowali Bahas Tiga Raperda

loading…

DPRD Kabupaten Morowali telah menggelar Rapat Paripurna ke-11 masa persidangan ke-2 dengan agenda penyampaian 3 raperda hak inisiatif DPRD, Senin (19/8/2019).

MOROWALI – Hak inisiatif DPRD diwujudkan DPRD Kabupaten Morowali dengan mengajukan rancangan peraturan daerah. Khususnya peraturan daerah terakit komoditi unggulan, tentang penyertaan modal di PT BANK SULTENG. Serta raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar.

Karena itu DPRD Kabupaten Morowali telah menggelar Rapat Paripurna ke-11 masa persidangan ke-2 dengan agenda penyampaian tiga rancangan peraturan daerah (raperda) hak inisiatif DPRD tersebut, Senin (19/8/2019).

Rapat Paripurna yang dilaksanakan dalam Ruang Sidang tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Morowali Irwan Arya dihadiri oleh Bupati Morowali Taslim, Wakil Ketua I, Iryane Ilyas, Wakil Ketua II, Kuswandi bersama 15 orang anggota DPRD ng telah mengisi daftar hadir. Sementara dari pihak eksekutif, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, dan kepala OPD lainnya.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Irwan Arya mengungkap tiga raperda merupakan hak inisiatif DPRD Kabupaten Morowali telah diajukan untuk dibahas pada masa sidang kedua tahun 2019. “Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD bersama Pemda, telah disepakati bahwa DPRD Kab Morowali pada masa persidangan II ini akan mengajukan tiga raperda, di antaranya raperda tentang komoditi unggulan, raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG dan raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar”, ungkap Irwan.

Sebagai bentuk penjabaran lebih lanjut dari perundang-undangan nasional, perda merupakan sarana hukum penampung kondisi khusus dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. Dalam penyampaiannya, Ketua Bamperda, La Ane Taher menyebut bahwa Raperda tentang komoditi unggulan daerah akan menjamin keberlanjutan pengembangan komoditi dalam merangsang laju perkembangan kegiatan ekonomi di daerah.

“Selain sebagai legalitas yang kuat bagi pengembangan komoditi unggulan Kab. Morowali, perda ini di samping akan mengatur jenis-jenis komoditi yang berpotensi untuk dikembangkan juga akan mengatur tentang tata cara pengembangannya sehingga perda ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan komoditi unggulan daerah,” urainya.

Ia melanjutkan, terkait raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG sebelumnya telah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2007. Namun dalam implementasinya, Pemda melakukan penambahan penyertaan modal tanpa dibarengi dengan perda penyertaan modal yang baru.

“Sebelumnya Pemda menyertakan modal sebesar Rp5.368.923.504,28. Tahun-tahun berikutnya menjadi sebesar Rp12.028.189.972,33. Artinya, Pemda telah menyertakan modal sebesar Rp6.659.266.468., tanpa merubah perda penyertaan modal”, ungkap La Ane.

Lebih lanjut, La Ane mengurai bahwa berdasarkan berita acara RUPS–LB PT BANK Sulteng, terjadi kekurangan modal setor yang harus diselesaikan pada akhir tahun 2020. Olehnya, maka Perda Nomor 6 Tahun 2007 perlu diubah. Diketahui, dalam raperda baru tersebut mengatur tentang maksud dan tujuan penyertaan modal, besaran penyertaan modal serta jumlah setoran setiap tahunnya.

Sedangkan untuk raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar, La Ane menyebut bahwa salah satu sarana yang tepat untuk menunjang perekonomian daerah adalah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pembentukan Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Morowali merupakan langkah awal penggerak perekonomian daerah.

“Pembentukan PERUMDA Pasar Morowali selain mencari keuntungan (Profit oriented) juga sebagai sumber PAD. Perumda Pasar Morowali akan mengutamakan pelayanan publik (social oriented)“, ujarnya.

Raperda tersebut akan mengatur organ perusahaan, organisasi dan kepegawaian, pengelolaan perusahaan, penetapan dan penggunaan laba, tuntutan dan ganti rugi, penggabungan dan pembubaran. Hal ini penting sebagai penegasan bahwa baik dari pihak legislatif maupun eksekutif benar-benar serius dan beritikad baik dalam menjalankan hubungan dengan pihak-pihak tertentu dengan mempercepat proses pembuatan peraturan daerah.

Selanjutnya, sesuai dengan jadwal persidangan, rapat paripurna akan dilanjutkan pada, Selasa, (20/8/2019) dengan agenda mendengarkan tanggapan bupati terhadap Raperda hak inisiatif DPRD (pukul 09.00) dan jawaban DPRD terhadap tanggapan bupati (pukul 14.00). (Kominfo/k4r7&w1nd4).

(alf)

UAS Dilaporkan, Lembaga Adat Melayu Riau Siap Pasang Badan

loading…

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menegaskan siap membela Ustaz Abdul Somad (UAS) yang saat ini dilaporkan polisi terkait dugaan penghinaan salah satu simbol agama. Foto SINDOnews

PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menegaskan siap membela Ustadz Abdul Somad (UAS) yang saat ini dilaporkan polisi terkait dugaan penghinaan salah satu simbol agama. UAS, dai kondang asal Riau merupakan bagian keluarga besar LAM.

Ketua Umum (Ketum) Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar mengatakan akan pihaknya memiliki tim pendampingan yakni di bagian Lembaga Badan Hukum (LBH).

“Di LAM Riau UAS bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara. UAS merupakan bagian dari ALM,” tegas Al Ahzar dalam siarannya persnya, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

LAM Riau menyatakan terus memantau perkembangan viralnya video UAS yang kembali dimunculkan dan gencarnya pemberitaan tentang tuduhan kepada UAS menista agama tertentu sampai dilaporkan ke kepolisian.

Al Ahzar menyebut, Datuk Seri Abdul Somad-julukan UAS di LAM Riau telah membuat klarifikasi terhadap tuduhan yang ditujukan kepadanya. Materi yang dipermasalahkan terjadi tiga tahun lalu dan dibentangkan secara eksklusif.

“Atas dasar itu, kami justru mempertanyakan mengapa baru sekarang materi ceramah UAS dipermasalahkan, setelah tiga tahun terjadi, apalagi ceramah itu bersifat eksklusif atau tertutup,” tegasnya Datuk Seri Al Azhar.

Untuk itu LAM Riau meminta kepada semua pihak untuk mengedapan dialog. LAM juga mencurigai ada kepentingan tertentu untuk dibesar-besarkan.

“Kita menduga ada kepentingan lain di balik mempermasalahkan ceramah UAS tersebut. Tapi kami yakin, berbagai pihak masih memiliki niat baik agar masalah ini tidak merusak hubungan harmonis anak bangsa, sehingga bisa diselesaikan secara baik,” tambah Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abubakar.

(sms)

Hendak Bayar Pajak, Irwan Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Depan Samsat

loading…

Irwan Laery (38), Warga Jalan Wayong Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas setelah tertimpa pohon tumbang di depan Kantor Samsat Kendari, Selasa (20/9/2019) sore. iNews TV/Asdar

KENDARI – Irwan Laery (38), Warga Jalan Wayong Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas setelah tertimpa pohon tumbang di depan Kantor Samsat Kendari, Selasa (20/9/2019) sore.

Irwan tertimpa batang pohon pelindung berusia tua saat berada di parkiran Kantor Samsat Kendari, Jalan Made Sabara, Kecamatan Mandonga, untuk membayar pajak kendaraannya.

Petugas Samsat Kendari bersama warga, membawa Irwan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, untuk mendapat perawatan akibat luka parah pada bagian kepalanya.

Baca Juga:

Menurut Kapolsek Mandonga AKP Jupen Simanjuntak, Irwan meninggal dunia karena kehabisan banyak darah akibat luka parah pada bagian Kepala.

“Korban langsung dibawa anggota samsat ke rumah sakit (Bhayangkara). Namun setelah di rumah sakit sekitar 15 menit korban meninggal dunia” jelas Jupen Simanjuntak.

Jenazah korban dijemput pihak keluarga, untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Wayong Kota Kendari. Sementara batang pohon tumbang yang menimpa korban di Kantor Samsat Kendari dibersihkan oleh Petugas Dinas Kebersihan Kota Kendari.

(nag)

Bupati Agus Ambo Djiwa Buka Liga III di Stadion Glora Jiwa Pasangkayu

loading…

Perhelatan liga III zona Sulawesi Barat (Sulbar) kembali bergulir. Menjadi satu kebanggaan, sebab Kabupaten Pasangkayu menjadi salah satu tuan rumah.

PASANGKAYU – Perhelatan liga III zona Sulawesi Barat (Sulbar) kembali bergulir. Menjadi satu kebanggaan, sebab Kabupaten Pasangkayu menjadi salah satu tuan rumah.

Perhelatan liga III yang dibarengi dengan perhelatan Soeratin Cup U 17 itu dilangsungkan di stadion kebanggaan masyarakat Pasangkayu, Sulbar, yakni Stadion Gelora Djiwa, yang secara perdana digunakan untuk kompetesi resmi. Dibuka langsung oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Selasa (20/8/2019).

Nampak hadir Ketua PSSI Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa serta pengurus PSSI Sulbar dan jajarannya.

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu Agus Ambo Djiwa yang juga Ketua PSSI Sulawesi Barat berharap, bergulirnya liga III dan Soeratin Cup di Stadion Gelora Djiwa Pasangkayu, bisa berjalan sukses dengan menjunjung tinggi sportifitas.

Kata Agus, bergulirnya kompetesi yang masuk dalam kalender resmi PSSI itu bertujuan menjaring club sepak bola di Sulbar yang kemudian dapat dipromosikan di kompetisi liga lebih tinggi yakni liga II.

“Kami sebagai pemerintah hanya bisa memfasilitasi secara maksimal. Mudah-mudahan melalui kompetesi seperti ini lahir bibit-bibit sepak bola yang handal, dan melahirkan club yang hebat, yang bisa berkompetisi dalam event nasional maupun liga II,” harapnya.

Diketahui, ada empat tim yang bakal berlaga di Stadion Gelora Djiwa Pasangkayu, yakni tuan rumah PS Matra, Persema Mamasa, PS Polmas, dan Balanipa Mandar FC. Untuk Soeratin CUP U 17 diikuti oleh tiga yakni PS Matra, PS Sandeq Polman, dan PS Mamuju Tengah.

(akn)

Gubernur Bengkulu Garansi Warga Papua di Bengkulu Aman

loading…

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Foto/Ismail Yogo Trianto

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjamin keamanan warga maupun mahasiswa asal Papua yang berada di Provinsi Bengkulu. Menurut Rohidin, harmonisasi hubungan sosial antaretnis di Bengkulu, terjalin apik dan kondusif.

Hal ini menyikapi demontrasi yang terjadi di Manokwari pada Senin (19/8/2019) dan munculnya isu rasisme. “Saya menjamin, warga maupun mahasiswa di Papua di Bengkulu dalam kondisi aman. Kita semua tetap harmonis,” ucap Rohidin.

Dirinya mengimbau, seluruh masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu tak bertanggungjawab. Apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum.

Baca Juga:

“Jangan sampai terprovokasi. Ayo saling mengingatkan agar kita semua tetap saling melindungi. Bengkulu yang rukun antar etnis ini perlu kita rawat,” imbau Rohidin.

Harmonisasi antaretnis di Bengkulu, imbuh Rohidin, memang sudah terjalin dan tersusun ideal. Ia menuturkan, mahasiswa Papua di Bengkulu juga aktif dalam kerja sama program kepemudaan, program pemberdayaan masyarakat maupun sosial keagamaan.

“Mereka saudara-saudara kita dari Papua dekat dengan kita, baik dalam kerjasama di pemerintahan, kepemudaan, maupun sosial masyarakat. Bahkan Natal 2018 lalu, perayaan bersama untuk wilayah Sumatera dipusatkan di Provinsi Bengkulu. Kami semua rukun damai dan saling melindungi,” tutur Gubernur Rohidin.

Dia juga meminta agar semua pihak dapat menahan diri, agar kejadian kerusuhan tidak melebar.

(rhs)

Wali Kota Solok dan Wali Kota Toyohashi Tandatangani MoU

loading…

Wali Kota Solok Zul Elfian dan Wali Kota Toyohashi Jepang Koichi Sahara menandatangani nota kesepahaman tahap kedua di Kota Solok, Selasa (20/8/2019).

KOTA SOLOK – Wali Kota Solok Zul Elfian dan Wali Kota Toyohashi Jepang Koichi Sahara menandatangani nota kesepahaman tahap kedua dalam rangka peningkatan layanan penyediaan air bersih di Kota Solok. Penandatanganan digelar di Balaikota Solok, Selasa (20/8/2019).

Wali Kota Toyohashi datang bersama tim, yaitu Masaki Makino, Kazunori Asekawa, Noboyoshi Fujii, Mashiro Ito, serta penterjemah Rudi Darmawan dan Ferdinan. Forkopimda Kota Solok, Dirut PDAM Kota Solok Rabby Luski, LKAAM dan Bundo Kanduang Kota Solok, beserta asisten, dan para kepala OPD di lingkup Pemerintahan Kota Solok.

Wako Solok Zul Elfian seusai penandatanganan menyebutkan, kehadiran rombongan Wali Kota Toyohashi Jepang telah berhasil menambah semangat, inspirasi dan motivasi serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Solok, terutama dalam bidang air bersih.

“Penandatanganan MoU ini adalah hal yang sangat berharga bagi Kota Solok dan sangat pantas untuk kami syukuri. Toyohashi adalah salah satu kota besar di Jepang dengan prestasi yang mengagumkan,” ujar Zul.

Menurut Zul, pada tahap pertama pihaknya telah melaksanakan kerja fisik, Kota Toyohashi dengan tim teknisnya telah memberikan bimbingan kepada Pemkot Solok, sehingga tenaga teknis di Kota Solok telah memiliki sertifikasi internasional dalam mengelola air bersih ini.

“Sekarang masyarakat Kota Solok telah merasakan manfaat air bersih. Oleh karena itu sudah jarang masyarakat menyampaikan keluhan. Ke depannya, peningkatan kapasitas air bersih sama sampai ke rumah sangat diperlukan, karena perumahan yang meningkat di Kota Solok membuat permintaan air bersih makin meningkat,” sebutnya.

Kemarin, rombongan juga sudah meninjau IPAL di KTK dan langsung meminum air olahan Sungai Batang Lembang. Itu adalah bukti keberhasilan kerjasama yang telah kita lakukan selama ini. “Kedepannya, kita tentu mengharapkan air olahan Sungai Batang Lembang sudah bisa menjadi air bersih siap minum,” ujar Zul.

Zul Elfian juga mengucapkan terimakasih atas keberhasilan kerjasama tahap pertama, dan hasilnya sudah sama-sama kita rasakan. Terimakasih juga kepada JICA yang telah memfasilitasi kelanjutan kerjasama tahap kedua ini. “Ke depan, kita berharap tidak hanya sektor penyediaan air bersih, namun juga dibidang pertanian, pendidikan dan sektor lainnya. semoga kerjasama kedepan lebih sukses lagi,” tambah Zul.

Sementara itu, Wali Kota Toyohashi Koichi Sahara mengatakan, kerjasama kita yang telah dilakukan akan menambah pengetahuan tenaga teknis penyediaan air bersih di Kota Solok. Tentunya, ketersediaan air bersih yang layak minum adalah harapan kita bersama.

Untuk kerjasama tahap kedua, kita akan membawa pihak spesialis untuk hadir menyempurnakan kerjasama ini. “Saya juga mengharapkan seperti kerjasama tahap pertama, seluruh elemen terkait bersama-sama menyukseskan kerjasama tahap kedua ini,” sebutnya.

Kami akan berusaha keras bekerja dan mentransfer ilmu. Mari bersama kita menyukseskan kerjasama ini Terimakasih kepada pemerintah Indonesia pada umumnya dan Kota Solok khususnya, semoga kedepan kerjasama kita semakin erat dan tujuan kerjasama kita akan dapat tercapai.

(akn)

Demo Terkait Ustaz Abdul Somad di Maumere Ricuh

loading…

Demo Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere di depan Polres Sikka berlangsung ricuh, Selasa (20/8/2019). Foto iNews TV/Joni N

MAUMERE – Demo Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere di depan Polres Sikka berlangsung ricuh, Selasa (20/8/2019). Kericuhan terjadi karena aksi saling dorong dan pemukulan sehingga seorang warga diamankan polisi.

Para pendemo sebelumnya mendesak Polres Sikka menetapkan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai tersangka dengan menutup jalan masuk ke Polres Sikka. Mereka mendorong dan memukul petugas yang berusaha memadamkan ban yang sebelumnya dibakar pendemo karena menghalangi jalan masuk.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere Mario Fernandez menegaskan agar aparat kepolisian proaktif menindaklanjuti pengaduan dan laporan mereka secepatnya terkait UAS.

Baca Juga:

Sementara Kapolres Sikka yang saat demo tidak berada di tempat, meminta para pendemo agar tetap menjaga ketertiban lalulintas dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Terpisah MUI Sikka minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pengunggah utama video yang diduga mengandung konten sara tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui motif maksud dan tujuan dari pelaku.

(sms)

Polres Kuningan Bongkar Jaringan Pengedar Sabu Senilai Rp 1 Miliar

loading…

DK dan ES tersangka pelaku bandar serta pengedar sabu di wilayah Kuningan, Jawa Barat diringkus aparat kepolisian Sat Narkoba Polres Kuningan. Ilustrasi/SINDOnews

KUNINGAN – DK dan ES tersangka pelaku bandar serta pengedar sabu di wilayah Kuningan, Jawa Barat diringkus aparat kepolisian Sat Narkoba Polres Kuningan.

Penangkapan tersangka berawal dari DK di rumahnya Kelurahan Cirendang yang akan mengedarkan sabu yang sudah di bungkus kertas. Dari hasil keterangan DK, petugas langsung memburu ES warga Kasturi di daerah Tasik yang sempat kabur.

Kedua tersangka ini merupakan residivis yang baru keluar penjara beberapa bulan lalu. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 200 gram serta alat timbang.

Baca Juga:

ES selaku pemasok sabu, mengaku mendapatkan sabu dari Jakarta dengan modus tempel di tong sampah. Ia akan menjual sabu di wilayah Kuningan dengan paket kecil seharga satu juta dua ratus.

“Pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu ini merupakan yang terbesar di wilyah Kuningan. Barang bukti yang diamankan sebanyak 200 gram atau dua ons yang di perkirakan senilai satu miliar. Penangkapan keduanya atas laporan warga sehingga petugas langsung melakukan pengintaian ke TKP,” pungkas Kapolres Kuningan Iman Setiawan.

(nag)

Pemkab Lebak Segera Menggelar Pengajian Ulama dan Umaro

loading…

Guna menjalin dan perkuat ukhuwah islamiah antara ulama dan pemerintah serta masyarakat, Pemkab Lebak bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Banten dan Lebak, akan gelar Pengajian

LEBAK – Dalam rangka menjalin serta memperkuat ukhuwah islamiah antara ulama dan pemerintah serta masyarakat, Pemerintah Daerah Lebak bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Banten dan Lebak, akan menggelar Pengajian Ulama dan Umaro Tingkat Kabupaten Lebak pada September 2019.

MUI Banten dan Lebak dalam kunjungan silaturahminya dengan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Setda Lebak, Selasa (20/8/2019) melakukan koordinasi terkait persiapan rencana pengajian ulama dan umaro tersebut.

Bupati Lebak mengungkapkan dukungannya atas rencana kegiatan pengajian yang akan diselenggrakan oleh MUI Banten dan Lebak tersebut.

Baca Juga:

“Kami siap mendukung dan akan berkordinasi dengan OPD terkait terkait pelaksanaan kegiatan pengajian ulama dan umaro ini,” ungkap Bupati Lebak.

Sementara itu Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten Mas Muis Muslich mengatakan kegiatan pengajian ini digelar sebagai salah satu upaya ulama dan umaro dalam memperkuat kesatuan dan persatuan umat.

“Melalui pengajian ini segala perbedaan pasca Pilpress diharapakln dapat kembali bersatu demi keutuhan dan kemajuan bangsa,” ungkap Mas Muis Muslich

Sekretaris Daerah (III) Dedi Lukman Indepur melangatakan kegiatan keagaamaan pengajian Tingkat Kabupaten Lebak direncanakan akan digelar pada tanggal 18 September 2019 bertempat di alun-alun Kota Rangkasbitung.

(akn)

Coba Bunuh Diri, Sang Ibu Terkapar dan Anak Tewas di Bak Mandi

loading…

Jasad bayi berumur 7 bulan yang meninggal mengambang di bak mandi dievakuasi petugas. Foto/Rasyid Ridho

CILEGON – Warga Lingkungan Bentolo, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten digegerkan dengan peristiwa terkaparnya seorang ibu di kamar mandi dan anaknya berumur 7 bulan tewas mengambang di bak mandi.

Beruntung, sang ibu berhasil diselamatkan setelah sang suami dan neneknya membawanya ke Rumah Sakit Kurnia. Sedangkan anaknya dibawa ke RS dr Drajat Prawiranegara Serang guna keperluan autopsi.

“Diduga ibunya juga ada percobaan bunuh diri. Ibunya luka sayatan di lengan, sekarang masih dirawat di rumah sakit,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

Dijelaskan Zamrul, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di saat sang ibu DS memandikan anaknya. Namun, saat dicari oleh bapaknya kedua korban ditemukan terkapar. Sang anak mengambang di dalam bak mandi, sedangkan ibunya DS terlentang di lantai.

“Kalau luka yang keliatan kasat mata belum, cuma kita akan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujarnya.

Guna proses penyelidikan, saat ini petugas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan dari saksi.

(rhs)

Rusuh di Papua, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Semangat Persatuan

loading…

Ilustrasi, Lapas Klas II B Sorong di Jalan F Kaisepo KM 10, Papua Barat dibakar warga binaan menyusul kerusuhan di kota tersebut. Foto iNews TV/Chanry AS

JAKARTA – Kondisi disejumlah tempat di Papua Barat sudah mulai kondusif menyusul kerusuhan yang terjadi kemarin. Masyarakat diminta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, jangan mudah terprovokasi terkait kerusuhan tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang sangat prihatin dengan insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang berbuntut pada aksi demonstrasi yang berujung rusuh di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat, kemarin.

“Kami PB PMII sangat prihatin dengan insiden ini. Mestinya ini tidak perlu terjadi jika masalah diatasi dengan kepala dingin. Tanpa saling menghina sesama saudara sebangsa. Tanpa melakukan kekerasan dan perusakan,” kata Agus melalui keterangan persnya, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan. “Jangan mudah terprovokasi. Jangan mau diadudomba. Karena insiden ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk mengganggu keutuhan NKRI,” jelasnya.

Ia juga meminta agar pihak kepolisian mengusut oknum-oknum provokator dan menindak tegas sesuai hukum. “Kami minta kepolisian mengusut oknum-oknum provokator dan menindak tegas mereka sesuai hukum. Baik pada insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya maupun pada aksi berujung rusuh di Papua Barat dan Papua,” tutupnya.

(ysw)

Bank Sampah Makassar Siapkan Sistem Digitalisasi Persampahan

loading…

Program kebersihan kota Makassar salah satunya yakni adanya peran serta Bank Sampah yang cukup membantu dalam pengelolaan sampah di tiap rumah warga.

MAKASSAR – Program kebersihan kota Makassar salah satunya yakni adanya peran serta Bank Sampah yang cukup membantu dalam pengelolaan sampah di tiap rumah warga. Pemilahan sampah organik dan non organik ini dapat diubah menjadi nominal di Bank Sampah.

Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Bank Sampah Makassar meluncurkan ulang Makassar Green and Clean yang dilaksanakan di gedung PKK Kota Makassar, Selasa (20/8/2019) pagi tadi.

Peluncuran ulang ini menghadirkan 15 direktur dan direktris Bank Sampah se-Kota Makassar. Semuanya hadir dengan usaha dan trik jitu mencari nasabah sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga:

Untuk periode Januari-Juni 2019 saja saat ini Bank Sampah Makassar telah berhasil meraih perputaran ekonomi sebesar Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah). Hal ini tentunya atas usaha dan program tepat sasaran ke masyarakat yang kian giat di gerakkan.

“Ada sekitar Rp600 juta perputaran ekonomi dari sampah yang dikumpulkan untuk periode Januari-Juni. Olehnya itu, ke depan akan dibuat sistem digital yang akan lebih fair melihat transaksi sampah yang ada di masyarakat,” ungkap Saharuddin Ridwan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia.

Ditambahkannya pula Bank Sampah Makassar ini diharapkan dapat terus bersinergi dengan program Makassar Run yang saat ini tengah digalakkan Pemkot Makassar.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dalam sambutannya mengatakan program ini harus terus berlanjut dan berkesinambungan dan sosialisasi akan pengolahan sampah menjadi uang bisa terus digencarkan.

“Jangan pernah berhenti sosialisasi agar masyarakat bisa tahu bagaimana cara menukar sampah dengan uang atau barang manfaat lainnya. Masyarakat harus diberikan pemahaman yang mana sampah yang bernilai nominal yang mana bukan,” ungkap Iqbal.

Sebagai pertanda acara re-launching ini nampak Pj Wali Kota Makassar dan Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia beserta para direktur Bank Sampah Makassar memotong tumpeng dan melakukan foto bersama.

(akn)

Kanit Reskrim Ditikam Badik, Pelaku Langsung Tewas Didor

loading…

Seorang perwira polisi di Provinsi Riau ditikam warga saat terjadi keributan di Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil. Foto ilustrasi/SINDOnews

INHIL – Seorang perwira polisi di Provinsi Riau ditikam warga saat terjadi keributan di Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil. Pelaku penikaman perwira polisi di jajaran Polres Inhil itu tewas ditembak pada Senin malam 19 Agustus 2019. Sementara korban penyerangan adalah Kanit Reskrim Polsek Kriting Ipda Hendrizal. Perwira Pertama Polri terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka tusuk dan sabetan senjata tajam (sajam).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Christian Rony mengatakan, mendapat serangan itu, Ipda Hendrizal menembak pelaku bernama Hendri. Pria berusia 31 tahun ini pun tewas setelah terkena tembakan. Namun sayang, tembakan perwira pertama Polri itu juga menganai salah satu warga.

“Anggota kita terkena luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri dan siku sebelah kanan,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga:

Kapolres menjelaskan, kejadian itu bermula pada 19 Agustus 2019 malam, pihak Polsek Kritang mendapat laporan dari warga ada keributan di depan rumah warga di Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil.

Saat itu pelaku penikaman bernama Hendri ribut sambil membawa senjata tajam. Pukul 20.20 WIB, tim Polsek Keritang yang dipimpin Ipda Hendrijal menjumpai Hendri.

Tim Polsek Kritang meminta Hendri menyerahkan diri, namun Hendri tidak menanggapi sehingga terjadi keributan. Warga Suka Damai itupun menyerang Kanit Reskrim Kritang dengan senjata tajam jenis badik. Serangan itu mengenai punggung dan tangan Ipda Hendrizal.

Dengan keadaan terluka, Ipda Hendrizal membalas serang Hendri dengan senjata tajam. Tembakan Ipda Hendrizal mengenai Hendri dan langsung tersungkur. Tembakan Hendrizal juga mengenai salah satu warga yang ada di lokasi bernama Sipir.

Untuk korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Hendri meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit. Sementara warga bernama Sipir juga mendapatkan perawatan terkena serpihan peluru.

“Kalau Sipir mengenai luka pada perut bagian bawah. Dia terkena serpihan peluru. Sebelum melakukan penembakan pelaku, anggota kita sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali,” pungkasnya.

(sms)

449 Jamaah Haji Kloter 3 Debarkasi Palembang Tiba di Tanah Air

loading…

449 jamaah haji Kloter 3 Debarkasi Palembang mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (19/8/2019) malam. Foto/Berli Zulkanedi

PALEMBANG – Sebanyak 449 jamaah haji Kloter 3 Debarkasi Palembang mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (19/8/2019) malam, pukul 22.36 WIB. Dengan demikian, jamaah haji embarkasi/debarkasi Palembang yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 1.345 jamaah, termasuk 15 petugas kloter.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi selaku Ketua PPIH Debarkasi Palembang menjelaskan, pada musim haji tahun ini embarkasi Palembang memberangkatkan 8.509 jamaah dengan rincian Sumsel 7.166, Babel 1.248, dan petugas kloter 95 orang. Hingga hari ini, ada delapan jamaah yang wafat di Tanah Suci.

“Kloter 3 yang tiba malam ini berjumlah 449 orang, sama seperti saat berangkat. Tidak ada jamaah yang wafat ataupun tanazul,” jelas Fajri.

Baca Juga:

Jamaah kloter 3 sendiri merupakan jamaah asal OKU Timur dan Palembang. Setelah melalui proses penyambutan di Aula Asrama Haji berupa cek kondisi kesehatan, pembagian air zam-zam sebanyak 5 liter per orang, pengembalian paspor, serta penyerahan tas tenteng dan bagasi, mereka diperbolehkan langsung kembali ke daerah masing-masing.

“Sebenarnya, asrama haji menyiapkan penginapan jika mereka ingin beristirahat. Namun sepertinya panitia daerah akan langsung membawa mereka kembali ke daerah masing-masing pada malam hari ini juga,” jelas Fajri.

Humas PPIH Debarkasi Palembang Saefudin menambahkan, malam nanti PPIH Debarkasi Palembang akan menerima kedatangan jamaah kloter 4 asal Lubuklinggau, Pagaralam, dan Palembang. Pesawat Saudi Airlines Nomor Penerbangan SV5302 yang membawa kloter 4 dijadwalkan tiba di Bandara SMB II Palembang, Selasa (20/8/2019), pukul 22.25 WIB.

(rhs)

Giliran Aksi Demo Masyarakat Kepulauan Yapen Papua Dikawal Ketat Aparat

loading…

Masyarakat Kepulauan Yapen yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Adat Yapen, melakukan aksi demo damai menanggapi insiden yang menimpa mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Jawa Timur, Selasa (20/8/2019). Foto iNews TV/Andrew V

SERUI – Masyarakat Kepulauan Yapen yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Adat Yapen, melakukan aksi demo damai menanggapi insiden yang menimpa mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Jawa Timur, Selasa (20/8/2019). Aksi tersebut mendapat pengawalan aparat dari Polres Kepulauan Yapen dan berjalan aman serta tertib.

Bupati Kepulauan Yapen Toni Tesar, tokoh adat , paguyuban panjawi, serta sejumlah ormas dan masyarakat Kepulauan Yapen terlihat hadir di Lapangan Trikora Alun-Alun Kota Serui.

Aksi tersebut sebagai bentuk pernyataan solidaritas dan keprihatinan terhadap apa yang terjadi di Surabaya, Malang, Semarang dan tempat-tempat lain di wilayah nusantara.

Baca Juga:

Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar mengatakan bahwa penyampaian aspirasi secara spontanitas yang terjadi sejak kemarin dan hari ini masih berjalan aman dan bermartabat, dan disampaikan secara tertulis dimana Kabupaten Kepulauan Yapen yang dikenal sebagai zona damai masih bisa membangun kebersamaan dalam keberagaman Kebhinekaan di kehidupan berbangsa di Kota Serui.

Toni juga mengomentari di usia 74 tahun indonesia merdeka, masih ada anak-anak bangsa yang masih merasa, bahwa ada perbedaan etnis dalam Kebhinekaan tersebut, dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepatutnya untuk diucapkan.

Hal ini diyakini sesungguhnya adalah sesuatu yang diungkapkan secara pribadi dan bukan mewakili seluruh masyarakat Jawa Timur.

Dalam aksi ini disampaikan juga beberapa pernyataan kebangsaan dari solidaritas masyarakat adat Papua Yapen Anti Rasisme. Dimana salah satu poinnya yang mengatakan bahwa prihatin atas sikap tindakan dan perlakuan diantara sesama anak bangsa yang telah melampaui batas kepatutan dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Selain itu juga akan tetap menjunjung tinggi hak asasi setiap suku dalam keberagaman nilai-nilai budaya dan handak nya semua pihak secara bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan ini dengan mengedepankan hukum etika dan nilai-nilai adat yang dikandung bangsa ini.

Sementara itu Ketua Paguyuban Panjawi Kepulauan Yapen dalam pernyataannya mengatakan bahwa sesungguhnya sangat menyesalkan insiden yang telah terjadi dan dirinya meminta maaf atas insiden rasis yang telah terjadi dan meminta kepada aparat untuk segera menindak tegas para pelaku tersebut.

Hingga informasi ini diturunkan suasana Kota Serui Papua masih kondusif. Aparat TNI Polri juga terlihat bersiaga mengamankan aksi tersebut.

(sms)

Ribuan Netizen Tanda Tangani Petisi Tolak Pemakzulan Nurdin Abdullah

loading…

JAKARTA – Ribuan warga sudah menandatangani petisi tolak pemakzulan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Nurdin Abdullah yang dibuat dari laman change.org sejak 17 Agustus 2019. Dikutip dari laman change.org, hingga Selasa (20/8/2018) pukul 15.09 WIB, tercatat sudah 3.380 netizen yang sudah menandatangi petisi online ini.

Dalam pengantar petisi disebutkan bahwa pemimpin kebanggaan Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat ini sedang diganggu oleh para oknum politisi yang bersemayam di badan legislatif daerah ini.

Mereka dinilai mencari-cari kesalahan yang tidak ada, menimpakan kesalahan yang bukan dilakukan oleh Nurdin Abdullah selaku gubernur, menyebar fitnah, lalu membuat hak angket untuk melengserkan beliau dari jabatan sah-nya.

Baca Juga:

Pemakzulan ini adalah suatu persekongkolan jahat yang melukai hati seluruh rakyat Sulawesi Selatan yang memilih beliau secara mutlak dan demokratis. (Baca juga: Bela Nurdin Abdullah, Sekjen PDIP: Upaya Pemakzulan Tak Berdasar)

Nurdin Abdullah bukan sembarang pemimpin. Dia merupakan pemimpin berintegritas dengan segudang prestasi dan diakui secara nasional bahkan internasional.

Selain itu, Nurdin Abdullah adalah pemimpin dengan karakter mengabdi, melayani, dan kerja keras. Di tangan dia, kabupaten Bantaeng yang dulunya adalah kabupaten termiskin di Sulawesi Selatan, kini menjadi kabupaten maju dan modern.

Di saat masyarakat Sulawesi Selatan tengah bergembira menyambut gebrakan dan perubahan yang akan dilakukan oleh Nurdin Abdullah di provinsi ini, ada segelintir orang yang tidak senang dengan hal itu dan ingin menghapuskan mimpi perubahan itu.

Hal ini diduga dipicu oleh kebijakan beliau selaku gubernur yang memecat sejumlah pejabat daerah karena terbukti melanggar dan tidak kapabel dalam menjabat.

Tuduhan dan Faktanya:
1. Gubernur diduga melakukan kesalahan administratif atas SK Pengangkatan 193 ASN. Padahal awalnya Gubernur hanya menandatangani SK Pengangkatan 73 ASN. Namun Wagub melakukan perubahan tanpa sepengetahuan Gubernur dan membuat SK baru serta menandatangani SK baru tersebut atas nama jabatannya selaku Wagub. Dalam hal ini jelas bahwa kesalahan bukan berada pada sisi Gubernur. Pun demikian, kekeliruan ini pun jauh hari telah dianulir dan diselesaikan bersama dengan Kemendagri dan KASN.

2. Gubernur diduga melakukan KKN. Faktanya tidak ada. Nurdin Abdullah bahkan telah memberikan imbauan sejak awal dirinya memimpin agar tidak memberikan fasilitas dan proyek apapun kepada keluarganya.

Tolong selamatkan gubernur kami dari pemakzulan! Bubarkan Pansus Hak Angket!

(shf)

Bea Cukai Sorong Ikuti Pelepasliaran Burung Endemik Papua

loading…

Kegiatan ini, selain dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Indonesia, juga merupakan rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus.

SORONG – Dalam menjalankan salah satu fungsi utama Bea Cukai, yakni melindungi masyarakat, industri dalam negeri, dan kepentingan nasional melalui pengawasan dan/atau pencegahan masuknya barang impor dan keluarnya barang ekspor yang berdampak negatif dan berbahaya yang dilarang dan/atau dibatasi oleh regulasi, Bea Cukai kerap melaksanakan penindakan atas upaya penyelundupan satwa dilindungi yang hendak dibawa ke luar wilayah Indonesia.

Hal ini pula yang membuat Bea Cukai menjalin kerja sama yang baik dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam menangani pelestarian satwa dilindungi, seperti yang tercermin dalam keikutsertaan Kepala Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Sorong dalam kegiatan pelepasliaran burung endemik Papua bersama BKSDA Papua Barat, Karantina, Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat, pada Jumat (16/8/2019) di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong.

Kegiatan ini, selain dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Indonesia, juga merupakan rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus.

Baca Juga:

Kepala PSO Bea Cukai Sorong, Kholis Kamaludin, berharap dengan adanya acara tersebut dapat melestarikan satwa liar yang dilindungi, khususnya di Papua Barat. “Dengan peringatan ini diharapkan terbangun spirit/semangat pengelolaan alam dan lingkungan secara bijaksana agar menjamin kesinambungan antara unsur manfaat dan unsur pelestarian alam. Biarkan burung terbang bebas dan menjalankan fungsinya di alam sebagai penjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Dengan begitu, kita akan tetap menikmati kicaunya yang riang maupun keindahan bulunya,” ujar Kholis melalui keterangan tertulis, Selasa (20/8/2019).

Dalam kegiatan ini dilaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi hasil sitaan, temuan, dan penyerahan masyarakat untuk dikembalikan habitatnya. Satwa liar tersebut ialah burung nuri dan kakak tua. Kholis juga mengajak masyarakat untuk berperan dan berpartisipasi aktif dalam mempromosikan dan membudayakan konservasi alam dan keanekaragaman hayati Indonesia. Juga, untuk tidak ragu melaporkan kepada Bea Cukai atau aparat penegak hukum lainnya bila menemukan aksi penyelundupan satwa dilindungi.

“Kekayaan alam hayati milik seluruh bangsa Indonesia, harus dijaga kelestarianya. Tidak boleh kekayaan hayati anugerah Tuhan YME hanya dinikmati sebagian orang terlebih oleh sebagian orang di luar bangsa kita sendiri. Pencurian dan perburuan liar harus dihentikan jika kita ingin mewariskan kekayaan hayati kepada anak cucu kita, bukan mewariskan dongeng akan keindahan nusantara di masa lalu,” tegasnya.

(akn)

Swiss Belinn Nunggak Pajak, Ketua DPRD Minta Pemkab Kobar Bersikap Tegas

loading…

Ketua DPRD Kobar Triyanto (kanan) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa

KOTAWARINGIN BARAT – Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Triyanto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar bersikap tegas terkait tunggakan pajak Swiss Belinn Pangkalan Bun senilai Rp5 miliar.

“Pajak hotel itu bukan milik pengusaha hotel, pajak itu dibayarkan oleh pemakai jasa hotel lalu dititipkan kepada pengelola hotel untuk dikoleksi kemudian dibayarkan kepada pemerintah daerah sesuai dengan undang-undang nomor 28 tahun 2009,” ujar Triyanto sebelum sertijab Anggota DPRD Kobar periode 2019-2024, di ruang sidang DPRD Kobar, Senin (19/8/2019).

Triyanto menegaskan, permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan saat rapat reses telah disampaikan kepada pemerintah daerah harus dilakukan upaya hukum.

Baca Juga:

“Ini tidak mengurangi keuntungan pengusaha, karena orang yang membayar pajak itu orang yang memakai jasa hotel dititipin. Kalau sudah bertahun-tahun apa lagi yang bisa kita sampaikan kepada mereka, tentu ada unsur kesengajaan,” tegasnya.

Pemkab Kobar dulu pernah melakukan upaya hukum melalui komunikasi ada hasilnya, pajak mulai diangsur. Namun, setelah ada permasalahan Pengadilan dan dinyatakan pailit.

“Menurut saya, wajar saja dipailitkan, logikanya jangankan hak terhadap hak karyawan dan lain-lain, titipan pajak orang lain saja tidak jelas dikemanakan uangnya,” ungkapnya.

Triyanto menambahkan, pemerintah daerah perlu lebih tegas lagi, apabila tidak dibayar dalam waktu dekat, akan masuk ke dalam ranah hukum.
“Karena nilainya cukup lumayan Rp2,5 miliar lebih ditambah dengan tunggakan yang berjalan hampir Rp5 miliar,” tandasnya.

(rhs)

Bela Nurdin Abdullah, Sekjen PDIP: Upaya Pemakzulan Tak Berdasar

loading…

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – PDIP sebagai pengusung Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah angkat suara dan terkait isu pemakzulan yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Sulsel. Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, jika pemakzulan terhadap kepala daerah termasuk Nurdin Abdullah berkaitan dengan kasus korupsi, maka pihaknya tidak akan ikut campur.

“Tapi kalau proses pemakzulan itu dilakukan karena persoalan politik partai akan berikan pembelaan,” kata Hasto di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Hasto menilai, Nurdin Abdullah sebagai kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat mempunyai fase jabatan selama lima tahun. (Baca juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Digoyang Hak Angket, PDIP Pasang Badan)

Baca Juga:

Nurdin Abdullah dianggap memiliki basis legitimasi dari rakyat untuk memimpin daerahnya, kecuali yang bersangkutan melanggar UUD 1945.

Dalam hal ini, kata Hasto, pihaknya sudah menugaskan PDIP Sulsel untuk mengawal masalah yang dihadapi Gubernur Nurdin Abdullah .

Hasto menilai, langkah pemakzulan terhadap Nurdin Abdullah tidak berdasar. “Diserahkan kepada DPP PDIP di Provinsi Sulsel. Kami sudah memberikan deadline,” tandasnya.

(shf)

Wali Kota Sidimpuan Tegur Kadis Sosial, Minta Kembalikan Uang Honorer

loading…

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Effendi Nasution saat Upacara peringatan HUT ke-17 RI di Lapas kelas II B Salambue. Foto/Ist

PADANGSIDIMPUAN – Wali Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), Irsan Effendi Nasution
menegur Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Sopian Sobri Lubis terkait uang tenaga honorer.

Teguran tersebut tertuang dalam surat wali kota Nomor.094/2696’2019. Dalam surat itu, Sopian Sobri Lubis diminta mengembalikan uang tenaga honorer yang jumlahnya puluhan juta rupiah. Pengembalian itu mengacu kepada audit BPK RI perwakilan Sumut, yang ditujukan langsung kepada Wali Kota Padangsidimpuan.

Sekretaris Lembaga Pemantau Pejabat Korupsi dan Ijazah (LP2KIP), Hadi Susandra mengapresiasi sikap wali kota tersebut dalam menyelamatkan keuangan negara.”Bukan hanya itu, Wali Kota Padangsidimpuan, sudah menyelamatkan hak-hak tenaga honorer yang diduga sudah diambilnya selama ini,” kata Hadi.
Dijelaskannya, dugaan penggelapan uang tenaga honorer juga menjadi salah satu item yang dilaporkan LP2KIP kepada pihak kepolisian. “Sekarang, kasus itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan kami percaya Kapolres AKBP Hilman Wijaya akan lebih bijak dalam menangani kasus ini,” tandasnya.

Baca Juga:

(rhs)

Terungkap, 1 Pemeran Video Porno Vina Garut Positif HIV/AIDS

loading…

JAKARTA – Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, salah satu dari tiga pemeran dalam video porno “Vina Garut” diketahui positif mengidap HIV/AIDS.

“Salah satu tersangka positif (HIV/AIDS), kemudian dua lainnya negatif,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/8/2019).

Saat kasus video porno gangbang ini terungkap dan menghebohkan publik, pelaku tersebut diketahui sedang sakit.

Baca Juga:

Karena itu, polisi pun memutuskan untuk tidak menahannya karena yang bersangkutan sedang menjalani perawatan. “Kita tidak menahannya, namun proses hukumnya tetap berjalan,” tegas Armin.

Armin membenarkan jika kasus ini belum sepenuhnya terungkap. Sebab, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu pemeran video pria yang hingga kini belum diketahui keberadaanya.

“Kita masih lakukan pengejaran terhadap satu lainnya,” tandasnya. Sementara terkait motif pembuatan video asusila itu, polisi juga masih melakukan pendalaman.

Adanya dugaan video tersebut sengaja disebar untuk diperjualbelikan oleh pelaku yang saat ini masih buron, juga belum dapat dipastikan.

Namun dari keterangan ketiga pelaku yang sudah ditetapkan tersangka, mereka mengaku bahwa pembuatan video itu hanya untuk koleksi pribadi dan tidak ada kepentingan komersil.

(shf)

Peringatan ke- 58 Hari Pramuka Tingkat Daerah Kalsel 2019 Dihadiri Gubernur Kalsel

loading…

Peringatan ke- 58 Hari Pramuka Tingkat Daerah Kalsel 2019 Dihadiri Gubernur Kalsel

HULU SUNGAI SELATAN
SELAMAT datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan

Selamat datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan
Yaa yaaaa yaa yaaaa

Terimalah salam dari kami
yang ingin maju bersama-sama
Terimalah salam dari kami
yang ingin maju bersama-sama
—–

Ya, lagu Selamat Datang Kaka itu dinyanyikan ribuan tunas muda pramuka menyambut
hangat kedatangan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Sahbirin Noor dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Raudatul Jannah, di Lapangan. Lambung Mangkurat, Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Selasa (20/8/2019) pagi.

Kedatangan Gubernur Kalsel dan Ketua Kwarda Pramuka Kalsel di Kota Dodol itu dalam rangka menghadiri Peringatan ke- 58 Hari Pramuka Tingkat Daerah Kalsel 2019.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Raudatul Jannah, mengungkapkan terkesan dan syukurnya atas dukungan segenap komponen kepada organisasi pramuka.

Dituturkan Raudatul Jannah, tema Peringatan ke- 58 Hari Pramuka 2019, yaitu Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI, memiliki makna akan pentingnya peran pramuka bersama elemen bangsa di negeri ini menjadi turut pelopor keutuhan NKRI.

“Pramuka tetap berkomitmen menebar bakti untuk tegaknya NKRI melalui kegiatan dan program- program kepanduan bersifat edukasi dan motivasi,” ucapnya.

Ketua TP PKK Kalsel juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada gubernur, bupati, walikota, lembaga legislatif dan pengurus serta pengurus dan anggota kepanduan daerah serta segenap komponen atas peran nyata membesarkan pramuka.

Dalam laporannya Raudatul Jannah mengatakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019, juga digelar kegiatan bakti sosial antara lain donor darah, aksi kebersihan lingkungan bebas sampah plastik dan pemberian paket bantuan.

Ketua Kwarnas Pramuka Komjen Pol Budi Waseso dalam sambutan tertulis dibacakan Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Kalsel, Sahbirin Noor mengharapkan gerakan pramuka tetap menjadi pelopor terhadap upaya pencegahan terhadap paham radikal, terorisme dan penyalahgunan narkoba.

Sementara Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor memberikan apresiasi tinggi atas kiprah pramuka semua tingkatan di Banua.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi atas peran pramuka yang turut memajukan pembangunan daerah melalui gerakan kepanduan dan edukasi,” ucap gubernur.

(atk)

Upacara HUT ke-74 RI di Tabanan Bali Bernuansa Nusantara

loading…

Upacara HUT ke-74 RI di Kabupaten Tabanan, Bali kali ini terbilang unik karena diwajibkan memakai pakaian khas dari berbagai daerah. Foto/Ist

TABANAN – Upacara HUT ke-74 RI di Kabupaten Tabanan, Bali kali ini terbilang unik dan istimewa. Setiap OPD diwajibkan memakai pakaian khas dari berbagai daerah.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, memimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74, di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan, Provinsi Bali, Sabtu lalu (17/8/2019).

Seluruh peserta apel mengenakan pakaian khas daerah masing-masing. Apa yang dilakukan Pemkab Tabanan ini sejalan dengan Upacara HUT RI yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Baca Juga:

Selaku Inspektur Upacara, Bupati Eka terlihat anggun mengenakan pakaian kebaya berbalut bawahan kain ndek merah, selaras dengan selendang merahnya. Bertindak sebagai komandan upacara, Kapten Inf I Wayan Supardi dari TNI. Detik-detik proklamasi dibacakan oleh I Nyoman Arnawa, yang juga selaku Ketua Sementara DPRD Kabupaten Tabanan.

Upacara HUT ke-74 RI di Tabanan Bali Bernuansa Nusantara

Terlihat ratusan peserta apel yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sangat khidmat mengikuti apel. Puncaknya saat pengibaran bendara merah putih oleh Paskibraka yang merupakan siswa-siswi terbaik SMA/SMK di Kabupaten Tabanan. Mereka tampak berwibawa dan penuh semangat mengibarkan bendera Merah Putih.

“Ini enjoy banget, fun banget, rasa kedaerahan, rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi, rasa nasionalis itu semakin dibangkitkan,” kata Bupati Eka dalam siaran persnya.

Bupati Eka menyatakan, dengan memakai pakain adat yang bernuansa nusantara ini menimbulkan suatu kebanggaan menjadi Bangsa Indonesia.

Meski harus memilih baju daerah yang harus dipakai, Bupati Eka mengatakan itu bukanlah hal susah, namun dia menyatakan banyak makna dan manfaat yang didapat.

“Yang penting rasa nasionalisme kita tumbuh. Itu besar sekali manfaatnya untuk kita. Indonesia itu Negara yang kaya raya banget yang punya harta luar biasa, khususnya seni dan budaya yang harus kita cintai. Kalau bukan kita yang mencintai, siapa lagi,” tandasnya.

Upacara HUT ke-74 RI di Tabanan Bali Bernuansa Nusantara

Salah satu Kepala OPD yang saat itu ikut mendampingi Bupati Eka mengatakan sangat bangga mengenakan pakaian itu. Meskipun awalnya sempat bingung harus mencari pakaiannya dimana, namun karena rasa cintanya dia rela menyewa pakaian tersebut.

Turut hadir pada Upacara itu, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, instansi vertikal dan BUMD di lingkungan Pemkab Tabanan, para pejuang kemerdekaan (veteran), dan pejabat OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

(rhs)

Berikan Pelayanan Baik, Bea Cukai Yogyakarta Terima Penghargaan dari Perusahaan PLB

loading…

Berikan Pelayanan Baik, Bea Cukai Yogyakarta Terima Penghargaan dari Perusahaan PLB

YOGYAKARTA – Bea Cukai Yogyakarta raih penghargaan atas pelayanan dan inisiatifnya dalam membantu pengembangan usaha para pengguna jasa (stakeholder) yang berada di bawah pengawasan Bea Cukai Yogyakarta. Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Muncul Sukses Abadi (MSA), pada Sabtu (17/08/2019) lalu, dalam upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor PT MSA Sedayu, Yogyakarta.

PT MSA sendiri merupakan perusahaan yang sempat menyandang status Gudang Berikat (GB) sebelum akhirnya saat ini berkembang menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB) pertama di Yogyakarta setelah mendapatkan dorongan dan bimbingan teknis dari Bea Cukai Yogyakarta.

Dalam sambutannya, CEO Muncul Group yang membawahi PT MSA menyampaikan apresiasinya, “kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bea Cukai Yogyakarta dalam mendukung terbentuknya PLB PT MSA. Harapan kami agar perusahaan dapat berkembang semakin pesat dan mendukung kemajuan perekonomian Indonesia.”

Baca Juga:

Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Sucipto juga mengucapkan terima kasih atas kepatuhan PT MSA selama berada di bawah pengawasan Bea Cukai Jogja serta memohon masukan agar Bea Cukai Jogja dapat lebih baik lagi. “Penghargaan ini pun tentu saja menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai Bea Cukai Yogyakarta dalam melaksakan tugas dan fungsi sesuai dengan standard operating procedures (SOP) dan janji layanan dalam melayani pengguna jasa. Terima kasih PT MSA!” ujarnya.

Ia pun memberikan penjelasan singkat terkait PLB, “seperti kita ketahui pada awal pendiriannya, target PLB merupakan barang dan bahan baku industri secara langsung. Namun seiring perkembangan perdagangan internasional yang menuntut adanya perubahan pola distribusi, saat ini barang jadi sebagai penduduk industri secara tidak langsung pun membutuhkan perlakuan logistik yang tepat. Kemudahan yang diberikan oleh PLB saat ini tidak hanya berupa pengembangan spesifikasi bentuk PLB yang telah menyesuaikan dengan pola distribusi barang dalam perdangangan internasional, melainkan juga berupa kepastian perlakuan perpajakan, seperti kepastian status Bentuk Usaha Tetap (BUT), Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN, dan perlakuan untuk PPN penyerahan. Selain itu, diberikan juga kemudahan prosedural berupa pemeriksaan surveyor di PLB dan back-to-back CoO. Sehingga diharapkan dengan segala kemudahan dan komitmen pemerintah untuk terus membenahi sistem logistik di Indonesia agar tujuan menjadi hub logistik Asia Pasifik akan semakin cepat terealisasi.”

(atk)

Pascademo Persekusi, Ormas Kepemudaan Papua Minta Warga Tetap Tenang

loading…

Organisasi kepemudaan di Provinsi Papua meminta semua warga tenang dan menahan diri pascaaksi demo persekusi. Foto/iNews TV/Edy Siswanto

JAYAPURA – Pascaaksi demo kasus persekusi yang dilakukan di Papua dan Papua Barat hingga menimbulkan beberapa tindakan anarkis, organisasi kepemudaan di Provinsi Papua meminta semua warga tenang dan menahan diri.

Hal itu disampaikan pengurus wilayah GP Ansor Papua, Amir Mahmud Madubun; pengurus DPD Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Gamki) Papua, Yopie Rumhadi; pengurus DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Papua, Irji Matdoan; dan pengurus Pemuda Katolik Komda Papua, Alfonsa Jumkon W.

Mereka meminta warga masyarakat Papua untuk mempercayakan pengungkapan kasus persekusi kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:

“Sebagai organisasi kepemudaan di Papua mengutuk tindakan oknum persekusi di Surabaya dan Malang, ini adalah ulah oknum. Kami meminta kepada aparat untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi. Penegakan hukum penting untuk memberi rasa keadilan. Kami imbau publik Papua menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” kata Amir, Selasa (20/8/2019).

Pihaknya juga meminta semua pihak untuk bahu membahu turut menjaga stabilitas keamanan pascaaksi demonstrasi.

“Semua kiranya bisa menahan diri untuk kita sama- sama menyelesaikan dengan baik, dan tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar. Papua adalah tanah damai dan diberkati Tuhan,” ucapnya.

Pantauan situasi di kota Jayapura dan sekitarnya pada Selasa (20/8/2019), suasana telah kembali kondusif. Aktivitas perkantoran, pendidikan, kesehatan, serta transaksi jual beli di pasar tradisional maupun modern telah berjalan seperti sediakala.

(shf)

1 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Serang Dibekuk

loading…

Terduga pelaku pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kabupaten Serang, Banten berhasil dibekuk polisi. Foto/Rasyid Ridho

SERANG – Tim gabungan dari Polres Serang Kota dan Polda Banten berhasil membekuk seorang terduga pelaku pembantaian satu keluarga Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang.

“Sudah (tertangkap), pelakunya sudah ditangkap sedang dalam perjalanan dari lampung ke Serang,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi saat dikonfirmasi. (Baca Juga: Satu keluarga Dibantai, Dua Pelaku Sempat Ketuk Pintu)

Sebelumnya, pihak kepolisan sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 10 orang saksi untuk mendalami kasus pembantaian yang menyebabkan Rustiadi (33) dan anaknya Alwi (4) serta melukai Siti Sadiyah (24).

Baca Juga:

Pihaknya setelah mengumpulkan barang bukti, langsung bergerak memburu pelaku hingga ke Lampung. Terkait identitas pelaku dan motif Kapolres enggan mendetail.

“Lebih jelasnya nanti akan ada ekspos,” singkat Kapolres. (Baca Juga: Pembantaian Satu Keluarga di Serang, Ternyata Ini Motifnya)

(rhs)

Viral, Aksi Heroik 2 Pelajar Nekat Panjat Tiang Bendera

loading…

Aksi heroik 2 pelajar di Probolinggo, Jatim yang nekat memanjat tiang bendera Foto/iNews TV/Hanna Purwadi

PROBOLINGGO – Aksi heroik 2 pelajar di Kabupaten Probolinggo, Jatim yang nekat memanjat tiang bendera menjadi viral di media social (medsos).

Keduanya tanpa takut berusaha memanjat ke ujung tiang bendera di tengah tiupan angin kencang, saat upacara penurunan bendera.

Peristiwa ini terjasi saat upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di depan Kantor Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jatim, 17 Agustus 2019.

Baca Juga:

Aksi itu dilakukan Yuda Rizki, siswa kelas 12 SMA Negeri Dringu. Dia dengan berani memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali Bendera Merah Putih yang terlilit.

Sebelum Yuda, pelajar lainnya Firman Aditya Prasada, murid kels VI SD Negeri Kalisalam 1 yang berusaha memanjat tiang bendera terlebih dahulu.

Namun karena Firman masih bocah dan angin terlalu kencang, maka akhirnya diganti oleh Yuda. “Saya hanya ingin agar upacara lancar,” katanya.

Sedangkan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menyatakan bangga dengan aksi heroik ini.

“Dibutuhkan jiwa yang besar dan nasionalisme yang tinggi seperti ini,” kata Kapolres seusai memberikan penghargaan kepada 2 pelajar tersebut.

Dalam kurun 2 hari sejak diposting, video tersebut sudah dilihat ribuan viewer.

(shf)

Perkuat Sinergi, Bea Cukai Entikong Gelar Upacara Hari Kemerdekaan dengan TNI, Polisi, dan Aparat Desa

loading…

Perkuat Sinergi, Bea Cukai Entikong Gelar Upacara Hari Kemerdekaan dengan TNI, Polisi, dan Aparat Desa

ENTIKONG – Dalam pidato kenegaraan menyambut HUT RI ke-74, Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi persaingan global. Sumber daya manusia (SDM) yang unggul memiliki kreativitas, inovasi, dan kecepatan untuk bersaing secara global sehingga mampu melompati bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini senada dengan visi Bea Cukai yakni menjadi institusi kepabeanan dan cukai terkemuka di dunia, yang dapat tercapai salah satunya dengan cara menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal.

Dalam menjalankan tugas tersebut, dibutuhkan semangat yang tinggi, konsistensi, dan dukungan yang kuat dari berbagai kalangan. Untuk itu, Bea Cukai menjalin koordinasi dan memperkuat sinergi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, seperti yang dilaksanakan Bea Cukai Entikong dengan melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Pos Lintas Batas Segumon bersama Satgas Pamtas TNI AD, Kepolisian, Aparatur Desa, dan masyarakat Segumon, pada Sabtu (17/08) lalu.

Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, P. Dwi Jogyastara mengungkapkan tujuan upacara ini, “Maksud dari upacara ini dilaksanakan di batas paling ujung Indonesia sebagai wujud kedaulatan mutlak terhadap setiap jengkal tanah ibu pertiwi dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat perbatasan yang sesuai dengan tema perayaan kemerdekaan tahun ini yaitu SDM Unggul, Indonesi Maju.”

Baca Juga:

Ia pun menekankan pentingnya sinergi antar aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menjaga perbatasan negara, “Pihak kami sudah siap melakukan pengawasan dan kontrol kawasan perbatasan Entikong, namun kami juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait lainnya.”

Selain itu, ia juga berharap Bea Cukai Entikong dapat menjalin komunikasi yang erat, serta untuk menjalankan fungsi kebeacukaian yang begitu kompleks tentunya perlu dukungan dan sinergi tidak hanya dari internal bea cukai melainkan dari pihak-pihak eksternal yang terkait khususnya pemerintah daerah untuk dapat saling bekerja sama untuk membangun Kalimantan Barat.

(atk)

Ketua Pengadilan Negeri Lantik 20 Anggota DPRD Lamandau

loading…

LAMANDAU – Sebanyak 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamandau terpilih hasil pemilihan umum serentak 2019, secara resmi dilantik oleh Kepala Pengadilan Negeri, Nanga Bulik, di ruang sidang Gedung DPRD kabupaten setempat, Senin (19/8/2019).

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Lamandau masa jabatan 2019-2024 berdasarkan surat keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran Nomor 188.44/406/2019 tanggal 16 Agustus 2019 tentang Peresmian dan Pengangkatan anggota DPRD Kabupaten Lamandau masa jabatan 2019-2024.

“Baru saja kita telah melaksanakan prosesi peremian pelantikan dan pengambilan sumpah/Janji anggota DPRD Lamandau,” kata Ketua DPRD Sementara Herianto, Senin (19/8/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, bagi anggota DPRD yang baru saja dilantik tugas sudah menanti, yang tentunya tidak mudah oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari masyarakat maupun dari mantan anggota DPRD yang lama.

Diharapkan kepada partai yang berhak menduduki unsur pimpinan DPRD Kabupaten Lamandau, untuk mempersiapkan nama yang akan di ajukan untuk menjadi pimpinan Di DPRD kabupaten setempat.

“Kepada partai yang berhak menduduki unsur pimpinan dewan kita harapkan mempersiapkan nama untuk diajukan menjadi pimpinan dewan,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana membacakan sambutan Gubernur Kalteng, menyampaikan dengan dilantiknya anggota DPRD Lamandau masa jabatan 2019-2024, dapat dijadikan momentum kinerja DPRD Kabupaten Lamandau untuk pengabdian kepada masyarakat.

Dikatakannya DPRD dan Kepala Daerah adalah mitra dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.

“Kontrol dari DPRD juga diharapkan agar pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tetap berjalan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Adapun nama-nama 20 anggota DPRD Kab. Lamandau yang dilantik:

1. Dapil l (Kec.Bulik)
-Willy Pratama (PKB)
-Siti Hajar (Nasdem)
-Budi Rahmat (PDIP)
-Mbashar (Golkar)
-Warsi Ningsing (PAN)
-Pahingutang Samosir (Hanura)
-Bakar Sutomo (Gerindra)

2.Dapil II (Kec.Delang,Batang Kawa, Lamandau dan Blantikan Raya)
-Herianto (Golkar)
-Ibrani Tito (PDIP)
-Ratno (Perindo)
-Martinus Maka (PAN)
-Eger E Guna (Gerindra)
-Effratama (Nasdem)

3.Dapil III (Kec.Sematu Jaya,Menthobi raya dan Bulik timur)

-Brilian Andriacitra Amelia (Golkar)
-Hendri Widodo (Golkar)
-Vatrean Esaie (Gerindra)
-Agustinus Assan (Demokrat)
-Siswanto (PDIP)
-Mesriadi (Nasdem)
-Abdul Hamid (PPP)(KS)

(atk)

3 Jasad Penumpang KM Izhar Ditemukan Terapung di Perairan Soropia

loading…

Tim SAR Kendari berhasil menemukan 3 jenazah penumpang KM Izhar yang mengapung di perairan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (20/8/2019). Foto/iNews TV/Asdar Zula

KONAWE – Tim SAR Kendari berhasil menemukan 3 jenazah penumpang kapal motor (KM) Izhar dalam posisi mengapung di perairan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (20/8/2019).

Mereka menjadi korban KM Izhaar yang terbakar di perairan Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada Jumat malam, 16 Agustus 2019.

Satu jenazah yang ditemukan telah teridentifikasi berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pakaian korban, atas nama Heriyanto, alamat Lakombulo, Kecamatan Bungku Selatan, Sulawesi Tengah.

Baca Juga:

Menurut Kepala Kantor SAR Kendari, Djunaidi, ketiga jenazah korban ditemukan pada bebarapa lokasi berbeda di perairan Soropia.

“Jenazah korban jenis kelamin laki-laki pertama kali ditemukan pukul 02.50 Wita, sekitar 500 meter dari lokasi kapal terbakar,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Sedangkan jenazah kedua, jenis kelamin laki-laki ditemukan pukul 06.00 Wita, sekitar 400 meter dari lokasi kebarakan kapal.

“Jenazah ketiga, jenazah korban jenis kelamin laki-laki, ditemukan pukul 07.15 Wita, di sekitar Tanjung Toronipa, kurang lebih 1,5 NM (Nautical Mile) dari lokasi terbakarnya kapal,” jelas Djunaidi.

Setelah ditemukan, ketiga jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, untuk dilakukan autopsi dan identifikasi.

Saat ini, Tim SAR Kendari, kembali melanjutkan operasi pencarian tiga orang penumpang kapal terbakar KM Izhar.

Dengan ditemukannya ketiga korban ini, maka dari total 87 penumpang KM Izhar, 74 penumpang selamat, 10 meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.

(shf)

Bea Cukai Kualanamu Raih Penghargaan Inovasi dari Kementerian Keuangan

loading…

Bea Cukai Kualanamu mendapatkan penghargaan dari kompetisi inovasi Kementerian Keuangan Tahun 2018. Penghargaan yang diberikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, tersebut berhasil diraih atas inovasi pengimplementasian Customs Declaration Online di Bandara Kualanamu.

Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro, mengungkapkan bahwa sejak Juli 2018 Bea Cukai Kualanamu terus berupaya untuk mensosialisasikan penggunaannya kepada masyarakat khususnya penumpang internasional di Bandara Internasional Kualanamu.

“Customs Declaration Online memberikan kemudahan kepada penumpang untuk mengisi pemberitahuan Customs Declaration seperti kemudahan pengisian yang dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun juga efisiensi waktu pemberitahuan kepada petugas. Inovasi ini juga meningkatkan efisiensi anggaran dan mendukung program go green yang sedang digalakkan oleh pemerintah dengan mengurangi penggunaan kertas untuk bahan cetak Customs Declaration konvensional,” ungkap Bagus.

Baca Juga:

Selain berhasil menerima penghargaan atas inovasi yang telah diciptakan, Bea Cukai Kualanamu juga berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Keuangan, agar seluruh kantor di Kementerian Keuangan berpredikat WBK. “Predikat wilayah bebas dari korupsi tidak hanya terpaku kepada peserta lomba saja tapi harus menjadi motivasi bagi seluruh kantor pelayanan Bea Cukai untuk membangun ekosistem yang seadil-adilnya,” jelas Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi dalam arahannya.

Heru Pambudi juga mengakui merasa bangga dengan prestasi yang diraih Bea dan Cukai hingga saat ini menjadi peringkat ketiga terbaik dalam hasil Survei Penilaian Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi 2017 dari 36 kementerian/lembaga dan pemerintahan daerah, yang diumumkan pada tanggal 21 November 2018 silam.

(atk)

Bus Sahabat Terjun ke Sungai di Pantura, 8 Penumpang Terluka

loading…

Bus Sahabat jurusan Cirebon-Jakarta terjun ke sungai di pinggir Jalan Pantura, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. Sebanyak 8 penumpang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Foto/iNews TV/Toiskandar

INDRAMAYU – Bus Sahabat jurusan Cirebon-Jakarta terjun ke sungai di pinggir Jalan Pantura, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. Sebanyak 8 penumpang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Bus yang sarat penumpang ini terjung ke sungai setelah sopir tak bisa mengendalikan laju bus. Diduga peristiwa ini terjadi akibat ulah sopir yang ugal-ugalan.

Berdasarkan penuturan saksi mata, Toto, sesaat sebelum kejadian pada Senin malam, 19 Agustus 2019 tersebut, sopir bus hendak menyalip sepeda motor dari arah kiri dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga:

Namun bus justru menabrak pohon dan kemudian terjun ke sungai. Beruntung kondisi sungai sedang surut sehingga tidak ada korban jiwa.

Meski demikian, sejumlah penumpang mengalami benturan keras dengan bodi bus. Sehingga 8 penumpang mengalami luka.

Mereka kemuduian dilarikan ke Rumah Sakit Arjawinangun, Cirebon untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasatlantas Polres Indramayu AKP Ahmat Troy menjelaskan bahwa petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.

“Bus tersebut berusaha menghindari sepeda motor yang ada di depannya. Bus kemudian oleng ke kiri dan masuk ke sungai. Korban luka-luka 8 orang,” katanya.

(shf)

Dukungan Penuh Bea Cukai Ambon untuk Spice Island Darwin Ambon Yacht Race

loading…

AMBON – Bea Cukai Ambon lakukan pengawasan 24/7 untuk mendukung kelancaran Spice Island Darwin Ambon Yacht Race. Spice Islands Darwin Ambon Yacht Race adalah kegiatan tahunan sister city Ambon dan Darwin dan merupakan ajang perlombaan Yahct. SIDAYR tahun 2019 dimulai pada Sabtu, (3/8/2018) dengan pelepasan sepuluh Yacht yang berangkat dari Darwin menuju Ambon.

Kepala kantor Bea Cukai Ambon, Yanti Sarmuhidayanti mengungkapkan bahwa pengawasan telah dilakukan petugas Bea Cukai Ambon sejak 5 hingga 12 Agustus 2019. “Pelayanan dilakukan dengan melayani pengisian Vessel Declaration dan Pengawasan dilakukan dengan bentuk Boat Zoeking atau Pemeriksaan Sarana Pengangkut Kapal,” ujar Yanti.

Semua dapat berjalan dengan lancar karena adanya sinergi seluruh panitia dari mulai Pemerintah Kota Ambon, Dinas Pariwisata Ambon, Karantina Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai, dan instansi lain tentunya. “Bea Cukai sendiri telah melayani dan mengawasi 10 Kapal peserta Yacht Race kami membantu pengisian Vesell Declaration saat masuk maupun keluar dari Indonesia dan telah dilakukan Pemeriksaan Sarana Pengangkut juga saat masuk maupun keluar,” ungkap Yanti.

Baca Juga:

“Para peserta dari luar negeri juga sangat koorperatif dalam pelaksanaan kegiatan,” pungkas Yanti. Pengawasan tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai untuk tetap memastikan penyelenggaraan acara tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

(atk)

Gunung Merapi Terus Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar

loading…

Kondisi saat Gunung Merapi memuntahkan lava pijar dan awan panas pada 7 Agustus 2019 lalu. Foto/BPPTKG

SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih terus terjadi. Selasa pagi (20/8/2019) gunung di perbatasan DIY-Jateng ini memuntahkan guguran awan panas dan lava pijar.

Luncuran awan panas atau yang masyarakat sekitar Merapi menyebutnya sebagi wedhus gembel ini terjadi sekitar pukul 07.38 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, guguran awan panas guguran Gunung Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi sekitar 100 detik.

Baca Juga:

“Jarak luncur awan panas mencapai 1000 meter (1 Km) ke arah hulu Kali Gendol,” terangnya kepada SINDOnews, Selasa pagi (20/8/2019).

Dia menjelaskan, kendati Gunung Merapi seringkali mengeluarkan awan panas, namun hal ini belum berpengaruh terhadap status Merapi. (Baca juga: 7 Kali Muntahkan Lava Pijar, Gunung Merapi Masih Berstatus Waspada)

Karena itu masyarakat diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas rutin seperti biasa. “Status masih tetap Waspada atau level II,” tandasnya.

Selain aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran, dalam 12 Jam terakhir puncak Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl) inu juga terus mengeluarkan lava pijar. (Baca juga: Dalam 12 Jam, Gunung Merapi Delapan Kali Luncurkan Lava Pijar)

Terpantau di CCTV yang dipasang di puncak Merapi, sejak pukul pukul 18.00 WIB pada hari Senin 19 Agustus 2019 hingga pukul 06.00 WIB terjadi empat kali guguran lava pijar dengan jarak luncur antara 550 meter hingga 600 meter.

(shf)

Jadi Tersangka Korupsi, Ketua DPRD Ketapang Sebut Sejumlah Pejabat Terlibat

loading…

Ketua DPRD Ketapang, Kalimantan Barat, Hadi Mulyono Upas menyebut keterlibatan sejumlah pejabat lain dalam kasus korupsi dugaan jual beli proyek pada 2017-2018. Foto/iNews TV/Gusti Eddy

KETAPANG – Ketua DPRD Ketapang, Kalimantan Barat, Hadi Mulyono Upas menyebut keterlibatan sejumlah pejabat lain dalam kasus korupsi dugaan jual beli proyek pada 2017-2018.

Hadi Mulyono yang sudah ditetapkan menjadi tersangka membeberkan bahwa dana aspirasi tersebut bukan murni miliknya. Dia pun menyeret nama bupati Ketapang saat itu, Martin Rantan.

Dia menjelaskan, dana ABPD 2017-2018 yang masuk lewat dana aspirasi miliknya itu sengaja dititipkan kepala daerah (bupati) untuk membantu biaya kegiatan yang di luar kegiatan APBD di tahun tersebut. Sehingga Hadi Mulyono Upas menamakan dana tersebut dana kebijakan.

Baca Juga:

“Uang ini harus saya klarifikasi untuk apa saja, bukan untuk saya pribadi, ini uang kebijakan. Ini langsung bupati, karena ada suatu kegiatan yang tidak bisa di kelola dalam APBD, pemberian sesuatu, tidak tahulah siapa, pejabat tertentu siapa yang berkunjung ke daerah ini,” katanya di Mapolres Ketapang, Senin 19 Agustus 2019.

Hadi Mulyono yang berstatus tersangka mengakui, dana titipan oleh bupati di masa itu diakuinya hanya diketahui olehnya, bupati dan bagian keuangan pemda. “Hanya saya, bupati dan keuangan yang tahu, yang lain tidak,” tandasnya.

Dia menjelaskan, uang itu melalui kegiatan proyek, yang diserahkan di luar pengaturan APBD. Karena untuk memberikan bingkisan kepada setiap pejabat yang datang ke daerah ini, ataupun kegiatan yang sifatnya tidak formal maka tidak mungkin diambil dari kegiatan APBD, tidak dibenarkan.

“Saya tidak ada dapat apa-apa, saya hanya membantu, hanya (dana) aspirasi saya dikasi lebih saja, ketuakan 3 kali, harusnya anggota 1 kali saja,” akunya.

Dana APBD yang dititipkan melalui aspirasi Hadi Mulyono Upas ini akhirnya diserahkan kepada kepala daerah.

“Saya merasa didzolimi dengan ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.

Hadi Mulyono merasa status tersangka yang ditetapkan kepadanya terkesan dipaksakan oleh Kejaksaan Ketapang. Dari proses pemeriksaan dirinya sebagai saksi hingga penetapan tersangka, dirinya dalam kondisi sakit dan dalam proses pengobatan.

Terlebih dirinya mengaku patuh akan hukum dan kooperatif dalam memberikan penjelasan ke Kejaksaan Negeri Ketapang. “Itulah yang menyebabkan saya keberatan, karena saya saya dalam memberikan keterangan dalam kondisi sakit,” tuturnya.

(shf)

Kapolda Jatim: Cari Pelaku Pembakaran Bendera dan Perkataan Rasisme

loading…

Kapolda Jatimu Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak saat dialog dengan tokoh Adat Papua yang tinggal di Surabaya. Foto/Inews

SURABAYA – Polda Jatim bakal mencari pelaku perusakan Bendera Merah Putih, serta ucapan yang menyebut hewan tertentu yang diduga memicu kerusuhan di Tanah Papua.

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan seusai melalukan pertemuan dengan tokoh Adat Papua yang tinggal di Kota Surabaya, Senin malam, 19 Agustus 2019.

Pertemuan tersebut digelar di rumah dinas Kapolda Jatim di kawasan Jalan Bengawan, Surabaya, Jawa Timur. (Baca juga: Aksi Massa di Sorong Berlanjut, 4 Ruko dan Lapas Dibakar)

Baca Juga:

Kapolda menyatakan sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari dalang dan pelaku perusakan Bendera Merah Putih dan yang membuangnya ke selokan.

Selain itu, dia sudah memerintahkan untuk mencari dalang dan pelaku ucapan rasisme dengan menyebut binatang tertentu. (Baca juga: Papua Barat Membara, Ini Curahan Hati Mahasiswa Papua di Surabaya)

Penyelidikan sudah dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi mata kejadian.
Selain itu, Kapolda menegaskan tidak ada penahanan maupun penyerangan terhadap mahasiswa asal Papua.

“Itu hoaks. Tidak ada penahanan maupun penyerangan terhadap mahasiswa Papua yang tinggal di asrama yang ada di kawasan Jalan Kalasan Surabaya,” tegasnya.

Pertemuan itu juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak, tokoh agama dan ormas, pejabat utama Polda Jatim serta beberapa pengurus Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya.

“Kami sengaja mengundang bapak-ibu semua merespons kejadian di Papua pagi tadi (kemarin). Sungguh semua itu di luar dugaan. Peristiwa itu terjadi akibat dari isu hoaks di media sosial,” kata Kapolda. (Baca juga: Kronologi Pembakaran Lapas Sorong di Papua Barat)

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, persaudaraan menjadi bagian dari penguat NKRI. “NKRI bisa teguh, merah putih bisa berkibar, Indonesia bisa menjadi bangsa bermartabat karena persaudaraan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Jatim selama ini telah membangun harmoni dengan rumpun manapun, termasuk dengan rumpun Papua.

“Kami ini semua saudara. Maka, mari membangun persaudaraan dengan hati yang bersih. Untuk saudara di Papua, kebersamaan ini menjadi perekat kita bersama,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya Piter Frans Rumaseb menyambut gembira forum silaturahim yang diinisiai Polda Jatim tersebut. (Baca juga: Kasus Persekusi Papua, Warga Diimbau Jangan Terprovokasi)

Dia berharap pertemuan malam ini bisa meredam gejolak yang terjadi sejak pagi tadi. “Kepada Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur, kami titipkan warga Papua semua di Surabaya dan Jawa Timur. Kami ingin beraktivitas, belajar dan bekerja seperti biasa,” ucapnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi Papua Barat dan Papua pada Senin, 19 Agustus 2019. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas atas apa yang dialami rekan mereka di Kota Malang dan Kota Surabaya. (Baca juga: Lukas Enembe Minta Mahasiswa Papua Tidak Lakukan Tindakan Anarkisme)

(shf)

Bakamla Tangkap Satu Kapal Timah dan Empat Kapal Pengangkut BBM

loading…

Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal Patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu Kapal Timah dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019). Foto/Ist

BANGKA BELITUNG – Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal Patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu Kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen kapal dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019).

“Pada saat diperiksa, Kapal Isap Pasir (KIP) sebelumya melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB), hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap,” kata Tim Opsus Bakamla RI Mayor Margono, Senin (20/8/2019).

Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang aktivitas peredaran BBM ilegal di wilayah perairan Bangka Belitung, maka Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla Margono terus melaksanakan operasi di wilayah Bangka Belitung. Dari hasil operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT).

Baca Juga:

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

“Kemudian tim juga memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak,” terangnya.

Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

Tim khusus juga memeriksa kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi. Seluruh kapal hasil operasi di ad hoc ke Belinyu, Bangka, guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut.

(pur)

Tiga Residivis Sindikat Pencuri Ditembak Polrestabes Medan

loading…

Salah satu residivis pelaku pencurian sindikat ‘becak hantu’ dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki petugas Satuan Reskrim Polrestabes Medan. (Foto/SINDOnews/Ist)

MEDAN – Tiga residivis pelaku pencurian sindikat ‘becak hantu’ dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki petugas Satuan Reskrim Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, ketiga pelaku yang dibekuk yakni Rendy Prananta Simangunsong alias Rendy (22), Marusaha Sihombing alias Kocu (22) dan FS alias Lokot (17) warga Perumnas Mandala, Medan.

Selain menangkap ketiga pelaku, Polisi juga mengamankan Alex Suharto (34) warga Perumnas Mandala, Medan yang merupakan penadah hasil curian. Alex juga ditembak karena melawan petugas.

Baca Juga:

“Para pelaku ditangkap berdasarkan informasi bahwa ketiga pelaku yang sempat DPO berada di salah satu rumah kos di Jalan Bajak V, Medan Amplas pada Jumat (16/8/2019),” terangnya, Senin (19/8/2019). Petugas yang mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi melakukan penggerebekan dan menemukan ketiga pelaku sedang tidur.

Setelah membekuk pelaku, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Alex yang sering membeli barang hasil curian ketiga pelaku di kawasan Perumnas Mandala, Medan. Pelaku mengaku, sambung Putu, telah beraksi 27 kali di wilayah hukum Polrestabes Medan.
“Seluruh hasil kejahatannya dijual kepada Alex. Pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di warnet di Jalan Ringroad, Medan Sunggal. Aksi mereka dilakukan bersama rekannya, Sahat Mulata Sitanggang yang sudah ditangkap terlebih dahulu,” ungkap Putu.

Menurutnya, ketiga pelaku dan penadahnya merupakan resedivis dalam kasus yang sama. “Dua pelaku Rendy dan Kocu serta penadahnya Alex kita beri tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan,” ujarnya.

Dari tangan para pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti 2 unit sepeda motor, 1 buah gerenda mesin, 2 buah mata gerenda, 7 kunci L, 3 obeng, 5 kunci Y, 1 tas hitam, 1 tang dan 1 helm. Atas perbuatan itu, kata Putu, ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana, sedangkan Alex sebagai penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana. “Pelaku lainnya yang termasuk komplotan becak hantu ini masih diburon,” pungkasnya.

(pur)

Penambangan Ilegal di Gunungkidul Bermodus Dilindungi Pejabat TNI Polri

loading…

Komandan Kodim 0730 Letkol Noppy Laksana Armiyanto saat berkoordinasi dengan Camat Ngawen Slamet Winarno. SINDOnews/Suharjono

GUNUNGKIDUL – Komandan Kodim 0730 Letkol Noppy Laksana Armiyanto berharap aksi penambangan ilegal ditindak tegas polisi. Apalagi pemilik tambang mengaku masih kerabat petinggi TNI dan Polri.

“Kita introgasi katanya masih kerabat petinggi militer, saya kejar terus ternyata itu alasan saja biar bisa berlanjut. Inikan memalukan institusi TNI AD,” terang Dandim 0730 Letkol Noppy Laksana kepada wartawan, Senin (19/8/2019).

Dia pun mengaku tidak memiliki kewenangan menahan apalagi melakukan proses hukum. Untuk itu pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada kepolisian. “Karena tambang itu di lokasi membahayakan masyarakat. Kalau diguyur hujan bisa banjir dan longsor menimpa masyarakat sekitarnya, “bebernya.

Baca Juga:

Dalam kesempatan tersebut diketahui pemilik tambang bernama Roro ternyata memiliki tiga lokasi tambang. Aksi nekat ini sudah dilakukan sejak 2015.” Kita sempat koordinasi di Pemda DIY dan diperoleh info ada backing petinggi militer. Kepada polisi juga mengaku ada petinggi Polri,” lanjut Noppy.

Dia pun mengaku berang lantaran setelah dilakukan penutupan, dua hari berikutnya masih ada 24 truk keluar dari lokasi tambang. “Ini sudah kelewatan,” tandasnya.

Sementara Camat Ngawen Slamet Winarno mengaku, sudah meminta aktivitas tambang dihentikan. Selain membahayakan warga hal tersebut juga belum ada izin dari Pemda DIY. “Namun memang sangat sulit apalagi kewenangan di Pemda DIY,” katanya.

Dia berharap masyarakat sadar dan segera menghentikan aktivitas penambangan yang dilakukan.” Kami sepakat pertambangan di Ngawen dan sekitarnya ditutup,” pungkasnya.

(wib)

Manokwari Kondusif, saat Bersihkan Jalan Polisi Temukan 50 Kg Beras Hasil Jarahan

loading…

Aparat Polres Manokwari, Senin malam (19/8/2019) mulai membersihkan blokade jalan pascaaksi demonstrasi masyarakat dan mahasiswa di Manokwari, Papua Barat. iNews TV/Thias C

MANOKWARI – Aparat Polres Manokwari, Senin malam (19/8/2019) mulai membersihkan blokade jalan pascaaksi demonstrasi masyarakat dan mahasiswa di Manokwari, Papua Barat. Pembersihan ini dilakukan menyusul situasi Kota Manokwari yang berangsur angsur kondusif sejak Senin sore.

Puluhan personel Polisi dilengkapi persenjataan lengkap menyusuri ruas Jalan Yos Sudarso yang sempat lumpuh tital akibat aksi massa. Selain ban bekas, pohon dan batu serta material lain yang menghalangi pengguna jalan turut dibersihkan.

Di tengah pembersihan polisi menemukan 5 karung beras 50 kg yang diduga merupakan hasil jarahan saat aksi massa siang tadi. Pembersihan yang dilakukan pukul 21.00 WIT ini berjalan aman dan lancar. Meski demikian pembersihan secara keseluruhan baru dilakukan Selasa pagi bersama Aparat Kodam XVIII/Kasuari bersama jajaran Polda Papua Barat.

Baca Juga:

Sebelumnya Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, meminta agar massa pendemo tidak melakukan tindakan anarkistis dan pemukulan terkait insiden dugaan persekusi di Surabaya dan Malang.

Menurut Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, silahkan menyuarakan aspirasi namun dilakukan dengan santun agar suara anak-anak Papua didengar.

Menurut Kapolda situasi Bandara saat ini bisa dikuasai dimana aparat keamanan bisa menghalau massa. Sekarang, kata dia, juga para tokoh sudah dikumpulkan untuk meredam gejolak akibat aksi persekusi mahasiswa di Surabaya.

(sms)

Bandar Narkoba yang Tewas, Masuk Target BNN Bengkulu

loading…

Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah. iNews TV/Ismail Yogo Trianto

BENGKULU – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah menegaskan, bandar narkoba yang tewas, Tris (36), sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kurun waktu beberapa Tahun terakhir.

“Dia, Tris sudah lama menjadi target dan dia merupakan bandar yang cukup besar untuk ukuran di Kaur. Bahkan, ada pemakai dari Bengkulu juga meminta barang kepada dia,” jelas Agus dalam keterangan persnya, Senin (19/8/2019).

Agus juga menyebut, Tris merupakan bandar yang aktif dan tidak pernah berhenti melakukan aktivitas peredaran narkoba di Kabupaten Kaur. “Ke mana-mana dia selalu bawa tas, isinya narkoba juga timbangan dan alat isab narkoba. Selain mengedar dia juga pemakai aktif narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga:

Saat ditangkap, BNN menyita sebanyak 12 paket sabu-sabu dan barang bukti lainnya. Agus juga menjelaskan, Tris, warga Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, juga bekas jaringan dari terpidana narkoba, Kirmin.

Agus menjelaskan, Tris merupakan pemakai narkoba yang agresif terhadap petugas. Sebelum dilakukan penembakan, Agus mengatakan petugas sudah memberikan tembakan peringatan.

“Ada lima kali tembakan, dari mulai tembakan peringatan dan tembakan yang membuat almarhum meninggal dunia. Tindakan ini dilakukan petugas secara tegas dan terukur sesuai SOP,” imbuhnya. (Baca juga; Diciduk BNN Bengkulu, Seorang Pria yang Diduga Bandar Narkoba Dikabarkan Meninggal)

Diberitakan sebelumnya, BNN Provinsi Bengkulu melakukan penangkapan terhadap Tris yang juga DPO BNN di kediamannya pada Minggu 18 Agustus 2019 dini hari. Dalam perjalanan ke Bengkulu, Tris melakukan perlawanan sehingga petugas bertindak tegas dengan menembaknya.

(wib)

Marinir Evakuasi Warga Sorong yang Terjebak saat Demo Anarkistis

loading…

Satuan Marinir dari Pasmar Sorong dikerahkan untuk mengevakuasi ratusan warga Sorong yang terjebak dalam aksi blokade saat unjuk rasa massa di Kota Sorong, Papua Barat, Senin malam (19/8/2019). Foto saat aksi demo di Sorong/iNews TV/Chanry AS

SORONG – Satuan Marinir dari Pasmar Sorong dikerahkan untuk mengevakuasi ratusan warga Sorong yang terjebak dalam aksi blokade saat unjuk rasa massa di Kota Sorong, Papua Barat, Senin malam (19/8/2019). Lima truk Pasmar Sorong terlihat mengangkut warga dari tiga titik yaitu depan Bandara Domine Eduard Osok, Kampung Baru dan Terminal Remu.

Sebelumnya para warga ini terjebak dari Senin siang hingga sore hari akibat aksi blokade yang dilakukan para pendemo. Mereka rata-rata ingin kembali ke Aimas. Seperti yang diutarakan oleh Yoseph salah satu warga.

“Saya tidak bisa keluar karena aksi penghadangan dan blokade oleh warga setempat dari siang tadi. Saya berterima kasih dengan pasukan Marinir yang mengevakuasi saya dan teman-teman yang lain,” ungkap dia kepada MNC Media.

Baca Juga:

Menurut dia, kami terpaksa bertahan di Kampung Baru karena tidak bisa lewat akibat blokade yang dilakukan warga. “Kami takut karena warga bakar ban dan ada yang bawa senjata tajam,” timpalnya.

Sementara itu pasukan TNI baik dari Kodam XVIII/Kasuari, Pasmar Sorong dan Polri coba membuka blokade yang dilakukan warga.

“Alhamdulilah situasinya sudah dapat dikendalikan walaupun masih ada sisa pembakaran yang dilakukan warga, ” kata salah satu anggota Marinir yang enggan disebutkan namanya.

(sms)

Lukas Enembe Minta Mahasiswa Papua Tidak Lakukan Tindakan Anarkisme

loading…

Gubenur Papua Lukas Enembe (batik merah). Foto/Istimewa

JAYAPURA – Gubenur Papua Lukas Enembe meminta mahasiswa dan masyarakat tidak melakukan tindakan anarkisme terkait insiden kericuhan di Kota Surabaya dan Kota Malang. Dia meminta mahasiswa dan masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pada pemerintah menyelesaikan masalah tersebut.

“Hari ini saya punya lima aspirasi dan keinginan masyarakat Papua untuk penyelesaian masalah ini. Semua sudah saya sampaikan ke Jakarta. Jangan ada anarkisme,” kata Lukas saat menemui mahasiswa yang menggelar demonstrasi di Jayapura, Senin (19/8/2019).

Diketahui, sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap untuk merespons insiden Surabaya, Semarang, dana Malang, yang dialami mahasiswa Papua. Ada lima poin yang disampaikan Lukas Enembe dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan pada Minggu 18 Agustus 2019. (Baca juga; Gubernur Lukas Enembe Prihatin Terhadap Insiden Mahasiswa Papua)

Baca Juga:

(wib)

Mahasiswa Papua di Makassar Bentrok di Depan Asrama

loading…

Suasana di Jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar, usai terjadi bentrokan di depan asrama Mahasiswa Papua Senin, (19/8/2019). Foto SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa Papua yang tinggal di Asrama Papua Jalan Lanto Dg Pasewang terlibat bentrok dengan sejumlah masyarakat sekitar lokasi yang berdekatan dengan Rumah Sakit Khusus Daerah Sulsel (Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar). Bentrokan terjadi di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Lanto Dg Pasewang, Senin (19/8/2019) sekira pukul 18.50 Wita.

Belum diketahui penyebab pasti bentrokan tersebut. Namun aksi aling lempar terjadi di pertigaan Jalan Lanto Daeng Pasewang dan Jalan Rusa Kecamatan Makassar, Kota Makassar.

Dari pantauan SINDOnews, massa bentrok melempar batu yang diduga berasal dari Mahasiswa asal Papua yang tinggal di Asrama Papua Jalan Lanto Dg Pasewang.

Baca Juga:

Akibat bentrok ini Jalan Rusa, Jalan Anuang dan Jalan Lanto Daeng Pasewang ditutup sementara oleh pihak kepolisian untuk menghindari korban.

Petugas Kepolisian gabungan dari Polrestabes Makassar, Polsek Makassar dan Polsek Mamajang turun mengamankan situasi dengan memasang garis polisi.

Terlihat Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mencoba melakukan mediasi dengan massa bentrokan sekira pukul 19.38 Wita.

(sms)

Kominfo Lakukan Pembatasan Bandwidth di Beberapa Wilayah Papua

loading…

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan throttling atau pelambatan akses atau bandwidth di beberapa wilayah Papua, Senin (19/8/2019). Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan throttling atau pelambatan akses atau bandwidth di beberapa wilayah Papua, Senin (19/8/2019). Pelambatan akses dilakukan di wilayah Manokwari dan Jayapura ketika terjadi aksi massa.

Pelambatan akses dilakukan secara bertahap sejak pukul 13.00 WIT. Sehubungan dengan situasi di wilayah Papua sudah kondusif, mulai pukul 20.30 WIT akses telekomunikasi sudah dinormalkan kembali.

“Dapat kami sampaikan bahwa tujuan dilakukan throttling adalah untuk mencegah luasnya penyebaran hoaks yang memicu aksi,” kata Ferdinandus Setu Plt Kepala Biro Humas Kominfo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca Juga:

Sejauh ini Kemkominfo sudah mengindentifikasi ada dua hoaks, yakni hoaks foto mahasiswa Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.

Kemkominfo imbau masyarakat untuk tidak sebarkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian berbasis SARA yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

(wib)

Gus Ipul Apresiasi Gerak Cepat Tokoh dan Aparat dalam Insiden Papua

loading…

Ketua PBNU Saifullah Yusuf mengapresiasi upaya para tokoh masyarakat dan tokoh pemerintahan yang dengan cepat mengambil inisiatif untuk meredakan gejolak di Papua. Foto/Istimewa

SURABAYA – Ketua PBNU Saifullah Yusuf mengapresiasi upaya para tokoh masyarakat dan tokoh pemerintahan yang dengan cepat mengambil inisiatif untuk meredakan gejolak di Papua.

“Kita bersyukur pada pejabat daerah dan tokoh masyarakat yang telah cepat bertindak dan mengambil langkah konstruktif dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat gejolak yang terjadi di Papua,” kata Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, permintaan maaf para kepala daerah dan imbauan Gubernur Papua agar masyarakat tetap tenang, mempercepat meredakan gejolak yang timbul akibat insiden antara warga dan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Aparat keamanan juga dinilai cukup cepat dalam melokalisir kericuhan, sehingga aksi massa tidak sampai menimbulkan kerusakan yang lebih jauh lagi.

Baca Juga:

“Insiden Papua merupakan bentuk kesalahpahaman antar anak bangsa yang tidak perlu diperpanjang lagi. Kesalahpahaman harus segera disudahi sehingga persatuan bangsa tetap terjaga,” ujarnya.

Terkait insiden kesalahpahaman antara mahasiswa Papua dan masyarakat di Surabaya dan Malang, Gus Ipul juga berharap aparat keamanan segera mengusut tuntas. Mantan wakil gubernur Jatim dua periode ini juga meminta semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada aparat penegak hukum.

“Saya mengajak agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya pada penegak hukum. Yang salah diproses sehingga tidak terjadi lagi insiden seperti ini,” pungkasnya.

(wib)

Kebakaran Lahan di Bukit Pandanan Malaka, Bupati Turun Langsung

loading…

Bupati H. Najmul Akhyar menyatakan sampai saat ini sedang cari tahu sebab kebakaran yang terjadi di Bukit Pandanaan dan Bukit Nipah Malaka Lombok Utara.

TANJUNG – Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengenai kebakaran lahan yang terjadi kemarin sore hingga malam (18/8/2019) di Bukit Pandanaan dan Bukit Nipah Malaka Lombok Utara menyatakan sampai saat sedang dicari tahu sebab utama kebakarannya. Apakah ada faktor kesengajaan ataukah secara alami.

Bupati Najmul turun langsung ke lapangan sekitar pukul 02.00 WIT dini hari. Pemerintah daerah dipimpin Gubernur NTB, bersama Kapolda NTB, Kapolres Lombok Utara beserta personel BPBD, Dinas Kehutanan, Pol PP Damkar, unsur TNI serta masyarakat, berjibaku memadamkan titik api yang merembet ke areal terdampak.

Dijelaskannya, masih ada empat titik api baru ditemukan dan berupaya dipadamkan sebelum meluas. Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun membakar lahan atau sampah sembarangan. Mengingat sekarang cuaca panas, prediksi kekeringan dan angin yang begitu kencang. Dikhawatirkan api bisa meluas ke areal pemukiman warga sekitar.

Baca Juga:

Sekretaris Desa Malaka Marwan, menyatakan kebakaran baru bisa dipadamkan saat dini hari (19/8/2019), khususnya titik api yang ada di Bukit Pandanan yang terdampak lahan kebakaran mencapai tiga hektare lebih. Upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi sekiranya ada titik api lainnya melalui pemasangan spanduk oleh masyarakat dan imbauan bekerja sama dengan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Lombok Utara.

(alf)

Kronologi Pembakaran Lapas Sorong di Papua Barat

loading…

Lapas Klas II B Sorong di Jalan F Kaisepo KM 10, Kota Sorong dibakar warga binaan sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi pembakaran tersebut dipicu provokasi dari pendemo yang datang ke depan lapas tersebut menjelang sore. Foto iNews TV/Chanry AS

SORONG – Lapas Klas II B Sorong di Jalan F Kaisepo KM 10, Kota Sorong dibakar warga binaan sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi pembakaran tersebut dipicu provokasi dari pendemo yang datang ke depan lapas tersebut menjelang sore.

Kabag Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Ade Kusmanto menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dari pihak Lapas Sorong, aksi pembakaran terjadi menjelang sore hari antara jam 15.00-16.00 WIT yang dipicu oleh massa pendemo yang datang di depan Lapas Klas II Sorong.

Sebelumnya pada pagi hari sekitar pukul 11.00 WIT sejumlah massa pendemo datang mendekati lapas tersebut usai berunjuk rasa di gedung DPRD yang hanya berjarak 400 meter. Tapi sekitar pukul 13.00 WIT massa membubarkan diri.

Baca Juga:

Namun sekitar pukul 15.00 WIT datang lagi sejumlah massa yang kembali memprovokasi dari luar lapas. “Mereka kemudian melempari gedung lapas sehingga memprovokasi penghuni lapas dan memicu emosional para narapidana sehingga terjadi kerusuhan berujung adanya perlawanan kepada petugas dan pelarian dan pembakaran,” kata Ade.

Saat ini, kata dia, kerusuhan sudah reda, hanya perkantoran lapas yang terbakar, sementara blok hunian napi aman. Namun sebagian warga binaan melarikan diri.

“Sebagian napi memang melarikan diri, sebagian tetap tinggal di halaman lapas. Saat ini belum bisa dihitung berapa orang yang melarikan diri. Namun ada satu org petugas yang terluka oleh napi karena menghalangi napi yang memaksa keluar lapas,” tandasnya.

(sms)

9 Fraksi Dukung Perubahan Perda No 13 Tahun 2011

loading…

9 fraksi bulat dukung perubahan Perda No 13 Th 2011 melalui Rapat Paripurna VII Masa Sidang III Tahun Sidang 2018/2019 di DPRD Kota Makassar, Senin (19/8/2019).

MAKASSAR – Sembilan fraksi di DPRD Kota Makassar bulat mendukung perubahan Perda No 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha melalui Rapat Paripurna VII Masa Sidang III Tahun Sidang 2018/2019 di DPRD Kota Makassar, Senin (19/8/2019).

Rapat Paripurna membahas pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD kota Makassar terhadap Ranperda Pemerintah Kota Makassar tentang Perubahan atas Perda No 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha .

Dalam pandangan akhirnya sembilan fraksi di DPRD Kota Makassar menyetujui Ranperda usulan Pemkot Makassar. Juru bicara setiap fraksi memberikan pandangan akhirnya terhadap usulan Ranperda itu.

Baca Juga:

Seperti yang diutarakan juru bicara Partai Hanura Andi Abdullah Jaya yang menyatakan pentingnya retribusi jasa usaha bagi PAD Kota Makassar.

“Hal ini perlu dilaksanakan secepatnya mengingat retribusi penjualan daerah perlu dibuat perubahan penerapan penarikan retribusi usaha akan meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan wajar,” ujarnya.

“Untuk itu pengelolaan pada Perusda Kota Makassar perlu ditingkatkan dan dapat diarahkan menjadi UPTD,” lanjutnya.

Demikian pula yang diutarakan Badaruddin Opik juru bicara Gerindra. Dia mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya rancangan tersebut dimana fraksinya menekankan perlunya orientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Perda ini dapat bermanfaat bagi geliat UKM yang ada di Kota Makassar dan berharap apa yang menjadi ketetapan dapat dijalankan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Dalam sambutannya Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb mengapresiasi seluruh fraksi DPRD Kota Makassar yang telah menyetujui Ranperda tentang Perubahan atas Perda No 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

“Ini merupakan hasil kerja besar legislatif bersama eksekutif dalam upaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat menyelesaikan satu lagi tahapan siklus pembahasan Ranperda,” kata Iqbal Suhaeb.

Rapat Paripurna diakhiri dengan dilakukannya penandatanganan pengesahan Perda Retribusi Usaha, dan KUA Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, serta PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019. (hidayat)

(alf)

Rancangan KUA-PPAS 2020 Disepekati Pemkab-DPRD Pasangkayu

loading…

Pemerintah Kabupaten dan DPRD Pasangkayu akhirnya sepakat terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020.

PASANGKAYU – Pemerintah Kabupaten dan DPRD Pasangkayu akhirnya sepakat terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020, melalui sidang paripurna DPRD, Senin (19/8/2019).

Kesepakatan bersama tercapai setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pasangkayu telah membahas secara bersama rancangan KUA-PPAS 2020 ini beberapa waktu yang lalu.

Hadir dalam sidang paripurna itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Asiten I Makmur, Ketua DPRD Lukman Said, Wakil Ketua Yaumil Ambo Djiwa dan sejumlah pimpinan OPD.

Baca Juga:

Bupati Agus mengapresiasi sidang paripurna kesepakatan bersama itu. Pihaknya akan segera menyusun rancangan KUA-PPAS 2020 menjadi Ranperda APBD 2020.

“Saya menyampaikan terima kasih dan pengharagaan kepada anggota DPRD yang telah membahas secara mendalam KUA-PPAS 2020 bersama TAPD, sehingga pada hari ini kita dapat melakukan persetujuan bersama,” terang Bupati dua periode itu.

Ketua DPRD Lukman Said yang memimpin jalanya sidang mengharap anggaran tahun 2020 betul-betul dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Sebab sebagian anggaran pada APBD 2020 terserap untuk pelaksanaan Pilkada serentak.

“Anggaran belanja tahun 2020 semakin berkurang karena sebagian dialokasikan untuk pelaksanaan Pilkada. Makanya dengan anggaran yang sedikit itu, saya harap OPD dapat memaksimalkanya untuk pembangunan yang betul-betul manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

(alf)

Pengamat Hukum Nilai Pemakzulan Terhadap Gubernur Sulsel Politis

loading…

Langkah sejumlah elite politik di DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menggunakan hak angket mengarah pemakzulan terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menuai kontroversi. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Langkah sejumlah elite politik di DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menggunakan hak angket mengarah pemakzulan terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menuai kontroversi.

Pengamat Hukum asal Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menduga, langkah pemakzulan terhadap Nurdin tidak berdasar.

“Usulan pemakzulan Gubernur sulsel bersifat politis. Dan secara hukum tidak mudah untuk dilaksanakan,” ujar Suparji saat dihubungi SINDOnews, Senin (19/8/2019).

Baca Juga:

Suparji menilai, selain secara hukum lemah, dia melihat usulan pemakzulan akan sulit dilakukan. Mengingat wakil rakyat di Sulsel harus melewati paripurna yang membutuhkan suara mayoritas.

Dia meyakini partai-partai pengusung Nurdin akan pasang badan karena menilai pemakzulan tidak beralasan. “Secara substansi tidak cukup kuat alasan untuk memalzulkan. Secara prosedural harus melalui tahapan yang cukup panjang,” ungkapnya.

Di samping itu, Suparji menilai, DPRD Sulsel tidak dalam kewenangan untuk memakzulkan. Terlebih, sikap Nurdin yang memberhentikan sejumlah pejabat pratama dimaknai sebagai tindakan administrasi. Nurdin dianggap hak untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat yang dinilai tidak tepat.

Lagipula, apa yang dilakukan Nurdin adalah antitesa dari kebijakan Wakil Gubernur yang bertindak tanpa sepengetahuan Nurdin. “Proses (Pemakzulan) ini cenderung bersifat pembunuhan karakter,” tandasnya.

(wib)

Buka Turnamen Olahraga, Bupati Pasangkayu Dapat Kejutan Ulang Tahun

loading…

Bupati Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa mendapat kejutan ulang tahun (Ultah) saat membuka turnamen olahraga tingkat Kecamatan Pasangkayu.

PASANGKAYU – Bupati Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa mendapat kejutan ulang tahun (Ultah) saat membuka turnamen olahraga tingkat Kecamatan Pasangkayu dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI di lapangan Merdeka Pasangkayu, Senin (19/8/2019).

Adalah kontingen dari Desa Karya Bersama memberikan kejutan itu. Saat melintas di depan tribun, para atlet dari desa itu secara bersama-sama mempersembahkan kue ulang tahun kepada Agus Ambo Djiwa yang tengah duduk berdampingan dengan Ketua DPRD Pasangkayu Lukman Said.

Bupati Agus yang tak menduga adanya kejutan ini terlihat sumringah. Ia pun menerima kue persembahan itu sembari menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada para kontingen atlet Desa Karya Bersama. “Terima kasih atas ucapan dari bapak ibu sekalian. Mudah-mudahan diusia saya yang saat ini, bisa semakin baik dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat,” terangnya.

Baca Juga:

Bupati dua periode itu berulang tahun tepat bersamaan dengan HUT RI pada 17 Agustus lalu. Ia kini genap berusia 53 tahun.

Sementara terkait, turnamen olahraga yang melibatkan desa-desa di Kecamatan Pasangkayu itu, Bupati Agus berpesan agar bisa berjalan sportif dan semakin mempererat tali silaturahim.“Saya mengapresiasi pelaksanaan turnamen olahraga ini. Dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI, sekaligus sebagai wadah menjaring atlet berprestasi dan sebaga ajang mempererat persatuan dan kesatuan,” terangnya.

(alf)

Polda Sumut Tembak Penyelundup Sabu-sabu Seberat 1,9 Kg

loading…

Eko Setiawan Nurhuda (33) warga Jalan Tanjung Gading, Desa Sipare-pare, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumut, ditembak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut karena menyelundupkan 1,9 kg sabu-sabu. SINDOnews/M Andi Yusri

MEDAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menembak seorang seorang pria yang menyelundupkan sabu-sabu seberat 1,9 kilogram (kg). Eko Setiawan Nurhuda (33) warga Jalan Tanjung Gading, Desa Sipare-pare, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumut, ditembak karena melawan saat ditangkap.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP Fadris mengatakan, pelaku ditangkap di Jalan Acces Road Inalum, Kecamatan Medang Deras, Kelurahan Durian, Batubara pada Selasa 13 Agustus 2019. Penangkapan Eko berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada seorang laki-laki membawa narkotika melintas di seputaran Inalum.

Atas informasi itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. “Kita langsung memetakan dan memastikan posisi pelaku, sebelum melakukan penangkapan,” jelasnya kepada wartawan, Senin (19/8/2019).

Baca Juga:

Untuk itu, sambungnya, ketika tersangka melintas, pihaknya pun langsung melakukan penangkapan dan menemukan barang bukti narkotika tersebut. Namun, saat hendak dilakukan pengembangan, pelaku berupaya melarikan diri, sehingga diberi tindakan tegas dengan cara menembak kaki sebelah kirinya.

“Lalu pelaku langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Tapi saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan ke Polda Sumut untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan darinya berupa sebuah tas kain berisi dua bungkus kemasan teh China warna merah berisi 1.916,7 gram atau 1,9 Kg sabu-sabu. “Selain itu juga diamankan satu unit sepeda motor dan dua telepon selular,” pungkasnya.

(wib)

Tolong Polisi yang Terbakar, Siswa SMK Pasundan 1 Cianjur Diberi Penghargaan

loading…

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi memberikan penghargaan kepada siswa kelas XII Akutansi, SMK Pasundan 1 Cianjur, Mochammad Ridwan Suryana, Senin (19/8/2019). SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG – Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi memberikan penghargaan kepada siswa kelas XII Akutansi, SMK Pasundan 1 Cianjur, Mochammad Ridwan Suryana, Senin (19/8/2019). Penghargaan berupa piagam dan uang diserahkan Kapolda kepada Ridwan di ruang kerjanya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi Polda Jabar atas tindakan kemanusiaan dan sosial Ridwan yang menolong dan memberikan minuman kepada korban Ipda Erwin yang mengalami luka bakar. Foto Ridwan sedang memberikan minum kepada Ipda Erwin sempat viral di media sosial dan mengundang simpati netizen.

Ridwan yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Kantor Bupati Cianjur spontan memberi pertolongan darurat kepada Ipda Erwin yang terluka bakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Pemda Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:

“Apresiasi diberikan karena Ridwan, peduli kepada polisi, anggota kami. Jadi pas saya beri penghargaan itu, saya melihat ketulusannya. Lebih dalam lagi ternyata Mohammad Ridwan Suryana ini membantu pak Erwin membaca istigfar,” kata Rudy.

Menurut Kapolda, pertolongan yang diberikan Ridwan, warga Kampung Jangari Kidul RT 02/10, Desa Bobojong Mande, Kabupaten Cianjur itu, tulus. “Saya menilai tulus, di tengah kepanikan anggota kami melihat rekannya, dia menghampiri anggota kami yang terbakar, dan mengingat Allah SWT,” ujarnya.

Selain memberi apresiasi atas jasanya, Kapolda juga berjanji membimbing Ridwan menjadi anggota Polri. “Anak ini ingin menjadi polisi, dan kita akan bimbing agar jadi polisi professional,” tutur Rudy.

Sementara itu, Mochammad Ridwa Suryana menceritakan, bahwa saat itu tengah istirahat. Dia keluar kantor Pemkab Cianjur untuk jajan es. “Awalnya saya jajan karena sedang istrahat. Lalu ada demo ricuh. Pas lihat ada yang terbakar, saya hampiri karena bapak itu (Ipda Erwin) teriak sakit dan merintih,” katanya seusai menerima penghargaan dari Kapolda Jabar.

(wib)

Kasus Persekusi Papua, Warga Diimbau Jangan Terprovokasi

loading…

Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Wanggai Kabiay. Foto/iNewsTV/Edy Siswanto

JAYAPURA – Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Wanggai Kabiay meminta warga Papua tidak terprovokasi atas kasus persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 17 Agustus 2019. Dia menjelaskan, dugaan teriakan kata-kata tak terpuji terjadi pasti ada sebab dan akibat.

“Bahasa itu diucapkan karena ada oknum ormas sudah terbakar emosi. Katanya sih karena ada oknum mahasiswa Papua yang mematahkan tiang dan bendera merah putih hingga jatuh ke tanah. Maksud saya di sini, mari kita melihat proses permasalahan ini secara obyektif dan subyektif,” ucapnya.

Atas itu, kata Ali Wanggai Kabiay, sebaiknya masyarakat Papua tidak terprovokasi. Dia juga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan atas kasus itu . Yang dilakukan sepatutnya adalah tetap menjaga persatuan bangsa. (Baca juga; Risma Nyatakan Tidak Ada Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya)

Baca Juga:

“Kata-kata itu sudah dipolitisasi, diplintir sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok yang bertentangan dengan negara dan pemerintahan. Sudah tentu kita pasti marah dengan kata-kata seperti itu, tetapi yang harus diingat itu kan cuma segelintir orang dari ormas di Surabaya, bukan seluruh warga Surabaya atau seluruh warga Indonesia. Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia,” tegasnya.

Dia meminta semua pihak terutama yang bermain media sosial untuk tidak membuat kegaduhan dengan postingan-postingan yang berujung pada SARA. Hal tersebut, malah akan menimbulkan kegaduhan dengan komentar berlebihan.

Dia mengajak masyarakat Papua untuk berpikir secara logis dan jangan termakan isu persekusi yang telah dipolitisasi dan diplintir sedemikian rupa. Apalagi sampai memperkeruh suasana yang mengganggu ketentraman hidup berdampingan di Papua. (Baca juga; Kondisi Jabar Kondusif, Kapolda Nilai Warga Papua Bisa Membaur dengan Baik)

“Negara ini adalah negara hukum, biarlah aturan yang berbicara. Mari belajar jadi cerdas dan bermartabat, jangan tambah membuat panas situasi,” tegasnya. (Baca juga; Pesan Kapolri ke Masyarakat Papua: Jangan Mudah Terpancing Hoaks)

(wib)