519 Warga Binaan Lapas Narkotika Tanjung Pinang Bisa Nyoblos

loading…

Petugas Disdukcapil Kepri melakukan Gerakan nasional jemput bola KTP Elektronik (e-KTP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang. Foto/Novel M Sinaga

TANJUNG PINANG – Gerakan nasional jemput bola KTP Elektronik (e-KTP) yang dilaksanakan oleh petugas Disdukcapil Kepri digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kamis (17/1/2019).

Setelah didata, sebanyak 519 warga binaan dari 718 warga binaan Lapas Narkotika berhak memilih pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. Jumlah ini didapat setelah pengurangan warga negara asing (WNA) dan napi yang akan bebas sebelum 17 April mendatang.

“Dari 718 warga binaan kita, setelah dikurangi yang WNA dan warga binaan yang keluar sebelum 17 April, ada 519 warga binaan yang kita usulkan,” ujar Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:

Misbahuddin menambahkan, dari jumlah yang diusulkan tersebut, pihaknya pun meminta agar dalam pemilihan umum nantinya, agar disediakan dua tempat pemungutan suara (TPS) yang didirikan didalam lapas. Hal ini menyusul jumlah warga binaan yang memenuhi syarat untuk memilih lebih dari 300 orang.

“Kalau 1 TPS maksimal 300 orang, maka kita usulkan untuk dibuat dua TPS,” kata Misbahuddin.

Dalam giat itu, secara simbolis para warga binaan yang didata dituntun oleh petugas untuk melakukan perekaman e-KTP. Sementara, e-KTP yang sudah siap cetak lanjutnya, nantinya akan dipegang oleh pihak Lapas agar pada saat pemilihan dokumen penting itu bisa ditunjukkan kepada petugas TPS.

“KTP-el nya kita yang pegang agar tetap aman,” imbuh Misbahuddin.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPDDukcapil) Kepri, Sardison mengatakan gerakan nasional ini dilakukan agar seluruh warga binaan bisa memberikan suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan yang digelar bulan Apri mendatang.

Kata dia, ada 9 Lapas/Rutan se-Kepri yang disasar program nasional itu. Jumlah warga binaannya pun kata dia, ada 3.000 lebih. “Secara bertahap, karena tidak mungkin diselesaikan dalam waktu tiga hari (17-19 Januari 2019). Makanya kita duluan,” tutup Sardison.

(rhs)

MRS Festival Ajak Kaum Milenial Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

loading…

Kapolda Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja saat soft launching MRS Festival, Kamis (16/1/2019). Polda Papua Barat menggelar MRS Festival untuk mewujudkan milenial cinta lalu lintas. Foto/Istimewa

MANOKWARI – Polda Papua Barat menggelar Millennial Road Safety (MRS) Festival. Tujuannya mewujudkan milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang. Festival ini digelar karena dari data PBB kecelakaan lalu lintas di dunia menempati urutan ke lima, setelah penyakit jantung koroner, TBC, paru-paru dan gula.

“Tahun lalu, di Indonesia ada 30.000 orang meninggal dunia di jalan raya. Sehingga Kapolri punya ide bagaimana kaum muda di Indonesia terlibat dalam kegiatan ini. Karena 60% kecelakaan melibatkan orang-orang muda dari usia 17 tahun sampai 30 tahun,” kata Kapolda Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja saat soft launching MRS Festival di Manokwari, Kamis (16/1/2019).

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, kegiatan serupa akan digelar di seluruh Indonesia pada 2 Februari-31 Februari secara serentak. Untuk Polda Papua Barat dan Polres Manokwari, MRS Festival diadakan di Lapangan Borasi dengan melibatkan anak-anak muda.

Baca Juga:

“Target kami mengumpulkan 10.000 anak muda untuk tingkat polda dan tingkat polres 3.000 orang,” terangnya.

(poe)

Ancaman Hukuman di Bawah 4 Tahun, Ahmad Dhani Tidak Ditahan Kejari

loading…

Musisi Ahmad Dhani Prasetyo sekitar pukul 14.30 WIB keluar dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya usai menjalani pelimpahan tahap dua (barang bukti dan tersangka). SINDOnews/Lukman

SURABAYA – Musisi Ahmad Dhani Prasetyo sekitar pukul 14.30 WIB keluar dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya usai menjalani pelimpahan tahap dua (barang bukti dan tersangka) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Dalam perkara ini, politikus Partai Gerindra tersebut dijerat Pasal 27 ayat 3 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu menyebutkan, melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Ancama hukuman maksimal empat tahun.

“Saya tidak ditahan karena ancaman hukuman di pasal ini (27 ayat 1 UU ITE), ancaman hukumannya di bawah empat tahun. Jadi bukan karena saya kebal hukum terus tidak ditahan,” katanya sembari meninggal kantor Kejari Surabaya yang ada di Jalan Raya Suko Manunggal, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Saat pelimpahan tahap dua, lanjut dia, jaksa tidak mengajukan pertanyaan apapun pada suami Mulan Jameela itu. Namun dia diharuskan mengisi sejumlah kelengkapan berkas yang terkait dengan perkara yang menjeratnya. “Namanya saja pelimpahan, ya tidak ada pertanyaan. Prosesnya mengisi formulir. Ya kayak anak mau masuk kuliah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani Prasetyo oleh Polda Jatim ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik pada Kamis (18/10/2018). Penetapan tersangka ini dia dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim lantaran diduga mengucapkan ujaran kebencian. Dugaan tersebut lantaran menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata “Idiot”.

Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya pada Minggu (26/8/2018) lalu. Saat itu, musikus yang terjun ke dunia politik ini tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan.

(nag)

Asren Nasution Dilantik Jadi Penjabat Bupati Pakpak Bharat

loading…

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kiri) menyematkan tanda jabatan Penjabat Bupati Pakpak Bharat kepada Asren Nasution (kanan) di Medan, Kamis (17/1/2019). Foto/Istimewa

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik Asren Nasution menjadi Penjabat (Pj) Bupati Pakpak Bharat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (17/1/2019).

Asren dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Pakpak Bharat pascapenahanan Remigo Yolando Berutu yang tersandung kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dengan adanya Penjabat Bupati Pakpak Bharat, ke depan, Kabupaten Pakpak Bharat diharapkan akan lebih baik,” ujar Edy Rahmayadi.

Gubernur mengharapkan agar Pj Bupati Asren mampu menguraikan visi dan misi Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu Membangun Desa, Menata Kota. Walaupun waktunya sangat singkat, lembaran kerja tahun 2019 segera dimulai pada bulan Januari. Program membangun desa dan menata kota harus segera berjalan.

Baca Juga:

Selain itu, Pj Bupati juga diharapkan dapat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjalankan program pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat yang telah direncanakan untuk kesejahteraan masyarakat. Kepada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat, diharapkan tetap mendukung tugas-tugas Pj Bupati dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Pakpak Bharat.

“Walaupun ini sementara, diharapkan OPD tetap loyal kepada Penjabat Bupati, agar pembangunan dan rencana akan tetap berjalan dengan lancar,” kata Gubernur seraya berharap agar DPRD Kabupaten Pakpak Bharat juga mendukung program Pemkab Pakpak Bharat.

Disampaikan juga, pelantikan Pj Bupati Asren Nasution yang baru dilaksanakan sudah sesuai dengan mekanisme dan undang-undang yang berlaku. Karena itu, Pj Bupati diharapkan agar benar-benar dapat menjalankan sumpah yang telah diucapkan.

“Kita semua sudah mengetahui bahwa pelantikan Penjabat Bupati Pakpak Bharat ini untuk mengisi kekosongan pemerintahan di Kabupaten Pakpak Bharat. Kita sudah mengetahui karena apa,” ungkap Edy.

Sementara itu, Pj Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution mengatakan sebagai Pj Bupati dirinya akan mengawali tugasnya dengan bersilaturrahmi kepada para OPD dan ASN Kabupaten Pakpak Bharat, Forkopimda serta para tokoh masyarakat Pakpak Bharat.

“Agar saya bisa dibantu, dikawal dan saya akan mensosialisasikan apa tugas pokok Penjabat Bupati. Karena Pj Bupati tidak sama dengan Bupati definitif,” ucap Asren usai dilantik.

Selain itu, Asren juga meminta agar media dapat membantu dan mengawal dirinya dalam melaksanakan tugasnya sebagai Penjabat Bupati. “Media adalah teman karib saya, mata dan telinga saya. Karena habitat saya adalah habitat media,” sebut Asren.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekdaprov Sumut, R Sabrina, Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi, para asisten, staf ahli Gubsu, para kepala OPD Pemprov Sumut dan Pakpak Bharat, serta mewakili Forkopimda Provsu dan Pakpak Bharat.

(rhs)

Perusahaan di Pangandaran Belum Seluruhnya Terapkan UMK

loading…

Tampak foto para pencari kerja sedang menunggu tes wawancara. SINDOnews/Syamsul

PANGANDARAN – Perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Industri dan Tranmigrasi Kabupaten Pangandaran belum seluruhnya terapkan UMK.

Kepala Seksi Tenaga Kerja Suparman mengatakan, UMK Pangandaran tahun 2019 Rp1.714.673. “Jumlah perusahaan yang tercatat di Pangandaran ada 268 perusahaan,” kata Suparman.

Dari 268 perusahaan terbagi menjadi 3 kategori diantaranya, perusahaan besar 3, perusahaan menengah 52, perusahaan kecil 213. “Dari 268 perusahaan tersebut tercatat ada 4.644 karyawan,” tambahnya.

Baca Juga:

Menindaklanjuti banyaknya perusahaan yang belum menerapkan upah UMK, Suparman mengaku bakal melakukan pembinaan ke perusahaan. “Tugas kami diantaranya melakukan pembinaan hubungan industrial antara buruh dengan perusahaan,” paparnya.

Suparman mengaku, meski banyak perusahaan yang belum menerapkan upah sesuai UMK, hingga kini belum menerima laporan pengaduan dari pihak buruh. “Jika ada karyawan atau buruh yang merasa keberatan terhadap upah yang diberikan perusahaan, bisa melakukan komunikasi dengan kami,” jelasnya.

Suparman menerangkan, setelah pengaduan disampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi perusahaan.

(nag)

BPK Sumsel Apresiasi Muba Cetak Rekor dan Sejarah di Indonesia

loading…

Setelah mencetak rekor tercepat se-Indonesia dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menjadi yang tercepat dalam penyampaian LKPD Tahun Anggaran 2018.

PALEMBANG – Setelah mencetak rekor tercepat se-Indonesia dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menjadi yang tercepat dalam penyampaian LKPD Tahun Anggaran 2018.

Prestasi ini terjadi dua tahun berturut-turut dan diakui dan diapresiasi langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel Maman Abdul Rahman. Menurut Maman, Pemkab Muba telah berhasil membuat sejarah dan mencetak rekor terbaik. Bahkan, penyampaian LKPD TA 2018 ini lebih cepat dari penyampaian LKPD TA 2017 tahun lalu. Tahun lalu disampaikan pada 29 Januari 2018, dan LKPD TA 2018 ini disampaikan pada 17 Januari 2019.

“BPK RI perwakilan Sumsel sangat kagum dan takjub dengan yang sudah dilakukan Pemkab Muba, Tim TAPD, BPKAD Muba, Inspektorat Muba serta Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, yang jelas penyampaian LKPD TA 2018 ini tercepat di Sumsel dan sejauh ini juga tercepat se-Indonesia,” ujar Maman di sela Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2018 (Unaudited) di Kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Berdasarkan aturan Undang-Undang Penyerahan Laporan Hasil Keuangan Pemerintah Daerah disampaikan paling lambat tiga bulan setelah pengunaan anggaran berakhir, berarti bulan Maret 2019 terakhir harus diserahkan ke BPK.

“Nah, ini hanya kurun waktu dua minggu sudah selesai. Saya dan dan seluruh pegawai di lingkungan BPK RI Sumsel mengapresiasi ini semoga ini bisa ditiru daerah lainnya di Indonesia dan khususnya di Sumsel,” ucapnya.

Dia berharap kerja keras yang sudah dilakukan Pemkab Muba, Tim TAPD, BPKAD Muba, dan Inspektorat Muba ini nantinya akan menuai hasil yang maksimal. “Semoga ini bisa mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian,” tuturnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebut tujuh poin yang dilaporkan ke BPK RI Sumsel, di antaranya laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

“Tujuh poin pelaporan ini kita lampirkan dalam penyerahan pelaporan hari ini. Semoga hasilnya nanti dapat peraihan opini WTP,” ujarnya.

Selain itu, ada enam informasi juga yang disampaikan, di antaranya informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran, informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan.

Kemudian informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan pemda serta hasil-hasil yang telah dicapai, informasi mengenai cara pemerintah daerah mendanai seluruh kegiatan dan mencukupi kebutuhan kasnya.

“Selain itu, informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi pemerintah daerah berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang dan informasi mengenai perubahan posisi keuangan pemerintah daerah, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan,” tukasnya.

Dodi Reza Alex mengatakan, kecepatan laporan ini berkat kerja keras seluruh OPD di Pemkab Muba khususnya BPKAD Muba. “Ini harus dipertahankan dan memberikan hasil yang maksimaldan positif bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin,” pungkasnya.

(akn)

Lebih Setahun Kadis Pariwisata dan Sosial Dijabat Pelaksana Tugas

loading…

Pejabat pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Pemkab Simalungun Frans Togatorop yang sudah lebih setahun menjabat. Foto/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Sudah lebih dari satu tahun, jabatan kepala dinas sosial dan dinas pariwisata Pemkab Simalungun, Sumatera Utara diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).

Sejauh ini tidak diketahui pasti penyebab kepala dinas sosial dan dinas pariwisata defenitif belum juga diangkat Bupati Simalungun.

Padahal, sesuai peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 13 Tahun 2014 masa tugas pelaksana tugas pejabat tidak lebih dari 6 bulan.

Baca Juga:

Anggota DPRD Simalungun, Dadang Pramono mengaku kebijakan penempatan pejabat pelaksana tugas setingkat kepala dinas tidak etis dan terkesan menghambat peningkatan karier aparatur sipil negara (ASN).

” Jika sampai satu tahun sebagai pelaksana tugas kepala dinas,itu sama saja menghambat karier ASN yang menduduki jabatan tersebut,karena pangkat dan penghasilannya tidak naik, karena tidak menerima tunjangan jabatan sebagai pejabat eselon dua,” ujar Dadang.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, apabila dinilai mampu menduduki jabatan eselon dua, seharusnya setelah 6 bulan pejabat pelaksana tugas segera diangkat menjadi pejabat defenitif. Sebaliknya jika dinilai tidak mampu, maka harus diangkat pejabat yang mampu melalui proses lelang jabatan.

Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Simalungun yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Eka C Barus mengakui jika Pahala R Sinaga dan Frans Togatorop masih menjabat pelaksana tugas kepala dinas pariwisata dan kepala dinas sosial sudah setahun lebih.

Namun menurutnya penempatan kedua pejabat tersebut sebagai pelaksana tugas kepala dinas tidak menyalahi. “Tidak masalah itu karena maksimal setahun boleh dan bisa diperpanjang jabatan pelaksana tugas pejabat,” sebut Eka.

Dia mengatakan, dalam peraturan pengangkatan pejabat pelaksana tugas lebih dari 6 bulan tidak menabrak aturan Kementerian PAN dan RB.

(rhs)

Buka Musda LDII, Bupati Pasangkayu Beri Pesan Nasionalisme

loading…

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Pasangkayu menggelar musyawarah daerah (Musda) ke IV di Pasangkayu, Kamis (17/1/2019).

PASANGKAYU – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Pasangkayu menggelar musyawarah daerah (Musda) ke IV di Pasangkayu, Kamis (17/1/2019).

Musda untuk memilih kepengurusan baru untuk masa kerja lima tahun ke depan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa yang ditandai dengan pemukulan gong.

Di hadapan ratusan kader LDII Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa berpesan tentang pentingnya menumbuhkan jiwa nasionalisme, mencintai Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga:

Bupati Agus berharap, sebagai lembaga yang berbasis Islam, LDII dapat memberi contoh yang baik tentang ajaran Islam yang toleran dan damai. LDII juga diharap mampu menangkal paham-paham radikal yang bisa memecah belah persatuan.

“LDII merupakan bagian dari pilar pembangunan di negara ini, sehingga kehadirannya diharapkan mampu mendorong pembangunan, dan mampun menjalin kerja sama dengan pemerintah. Memamjukan daerah dan negara, sehingga negara menjadi kokoh. NKRI bagi kita semua adalah harga mati,” tegasnya.

LDII juga diharapkan peran nyatanya di Pasangkayu dengan membantu Pemkab dalam menyukseskan semua program pembangunan daerah yang telah dicanangkan.

“Oleh karena itu saya berharap Musda ke IV LDII Pasangkayu dapat memilih pemimpin yang bisa membangun kerja sama dengan pemerintah, dan dapat membangun kerja sama yang baik dengan lembaga lainnya. Sehingga pemikiran kita semua dapat sejalan dapat satu visi dalam pembangunan,” tegasnya.

Ketua DPW LDII Sulawesu Barat, Rianto, sangat mengapresiasi kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu dalam Musda. Menurutnya, Musda ke IV ini selain memilih kepengurusan yang baru juga akan merumuskan isu dan sasaran strategis DPD LDII Pasangkayu untuk lima tahun mendatang.

Sejak beridiri LDII terus berupaya untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Di Pasangkayu sendiri, LDII telah melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk sumbangsih nyata pada pembangunan. Seperti mengirim atlit silat pada perhelatan Porprov Sulbar baru-baru ini, menjalin komunikasi, baik lintas ormas dan instansi pemerintah.

“Di bidang kesehatan kami telah melakukan seminar kesehatan. Di bidang sosial kami telah memberikan donasi untuk bencana alam di Palu, Sigi, dan Donggala, kami juga telah mengirim relawan ke sana untuk masa tanggap darurat dan masa pemulihan,” sebutnya.

(akn)

Dikejar Polisi, Pengedar Narkoba Lolos Setelah Lompat ke Sungai

loading…

Pihak Polsek Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Riau melakukan upaya penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba. Tetapi, pelaku berhasil melarikan diri setelah lompat ke sungai. Ilustrasi/SINDOnews

PEKANBARU – Pihak Polsek Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Riau melakukan upaya penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba. Tetapi, pelaku berhasil melarikan diri setelah lompat ke sungai.

Namun petugas berhasil mengamankan barang bukti di dalam kantong celana pelaku yakni tiga paket sabu. Pihak kepolisian menetapkan pelaku yakni AG warga Desa Kuntu Kecamatan Kampar Kiri sebagai buronan. “AG berhasil kabur dari kejaran petugas setelah terjun ke sungai,” ucap Kasubbag Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra, Kamis (17/1/2019).

Tersangka AG selama ini sudah lama menjadi incaran petugas karena teridikasi bisnis narkoba di kampungnya. Pada 16 Januari 2019 sekira pukul 21.30 WIB polisi mendapat informasi AG sedang berada di tepi Sungai Kampar di Desa Kuntu. Saat di lokasi, tersangka sedang mandi di tepi sungai.

Baca Juga:

Namun saat dilakukan upaya penangkapan, AG mengetahui kedatangan aparat. Diapun langsung terjun ke sungai dan berenang di gelapan malam. Petugas tidak berhasil melakukan pengejaran. Pelaku terlihat sudah berhasil menyeberangi sungai dan kemudian kabur di kegelapan malam.

Pihak Polsek Kampar Kiri hanya menemukan pakaian AG yang berada di tepi sungai. Dalam pakaian, ditemukan tiga paket sabu. Pihak kepolisian malam itu bergerak ke rumah tersangka di Desa Kuntu. “Di rumah tersangka, polisi menemukan alat timbang sabu. Semua barang bukti saat ini berada di Polsek Kampar Kiri,” pungkasnya.

(nag)

Pulihkan Wisata Anyer, Pemkab Serang Majukan Event MTQ

loading…

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memajukan beberapa event rutin tahunan untuk segera digelar pada awal tahun 2019 ini.

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memajukan beberapa event rutin tahunan untuk segera digelar pada awal tahun 2019 ini. Tujuannya adalah untuk memulihkan sektor perekonomian melalui kegiatan pariwisata dengan harapan masyarakat sudah tidak takut lagi berkunjung ke kawasan Pantai Carita dan Cinangka, Serang.

“Kami punya beberapa event tahunan seperti Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), komunitas sepeda, komunitas pelari, komunitas pemancing. Namun khusus untuk MTQ yang biasa digelar akhir tahun, kali ini akan dimajukan untuk digelar awal tahun. Gelaran MTQ di awal tahun selain untuk mengajak masyarakat kembali mengunjungi kawasan pantai Anyer dan Cinangka, juga sekaligus sebagai upaya berdoa agar dijauhkan dari bencana,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menerima kunjungan silaturahmi Tim KORAN SINDO dan SINDOnews di ruang kerjanya, Pendopo Bupat Serang, Rabu (16/1/2019).

Menurut Ratu, rencana memajukan gelaran event MTQ ke awal tahun ini sejalan dengan harapan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang meminta Pemkab Serang membuat sejumlah event pariwisata untuk memulihkan sektor pariwisata di Pantai Selat Sunda.

Baca Juga:

Selain itu, upaya perbaikan kawasan pantai dengan rehabilitasi dan rekonstruksi dijalan secepatnya karena anggaran sudah siap. Pemkab Serang melalui Dinas Permukiman (Perkim) BPBD dan Kodim sudah menandatangani nota kesepahaman untuk perbaikan fisik bangunan.

“Tim Gabungan tadi turun ke bawah untuk melakukan perbaikan rumah dan tempat usaha seperti warung. Kami sengaja memberi bantuannya tidak dalam bentuk uang tapi bentuk bantuannya adalah membangun kembali bangunan yang rusak,” kata Ratu.

Bupati Ratu menjelaskan, dalam rehabilitasi bangunan ini sekaligus dilakukan relokasi bangunan yang semula ada persis di pinggir dan membelakangi pantai, dipindahkan ke sisi seberang jalan raya, jadi menghadap pantai. Sehingga suasana pemandangan Pantai Anyer juga jadi terlihat semakin indah.

Menurut Ratu, untuk pembangunan kembali dan rehabilitasi bangunan korban tsunami Selat Sunda di sepanjang pantai di dilakukan sendiri oleh Pemkab Serang dengan anggaran APBD dan bantuan sejumlah pihak.

Sedangkan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian di Pantai Carita dan Cinangka, Bupati Serang meminta bantuan pemerintah pusat dan semua pihak agar dapat menumbuhkan kembali kegiatan perekonomian di pantai Selat Sunda.

“Salah satu upaya sudah dilakukan Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya yang tak lama setelah tsunami langsung datang ke wilayah pantai dan makan siang di Hotel Marbela. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pantai di Selat Sunda sudah aman dikunjungi,” kata Ratu.

Di sisi lain juga, Pemkab Serang meminta bantuan kepada pemerintah pusat terkait alat pendeteksi tsunami dan alarm yang bisa diperbanyak dipasang di tempat-tempat wisata.Terkait dengan antisipasi dan mitigasi bencana, kata Ratu, Pemkab Serang akan membangun banyak jalan untuk jalur-jalur evakuasi bencana. Selanjutnya Pemkab Serang juga akan membebaskan satu areal lahan yang ada di perbukitan untuk dibangun shelter pengungsian bila terjadi bencana tsunami. Rencananya di atas area tersebut juga akan dibangun helipad untuk proses evakuasi korban.

(akn)

Sebuah Granat Aktif Ditemukan di Kebun Warga

loading…

Sebuah granat ditemukan di kebun milik warga Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Foto/Ilustrasi

BAUBAU – Sebuah granat ditemukan di dalam bebatuan di kebun milik warga Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17/1/2019). Granat nenas ini diduga masih aktif dan mempunyai daya ledak yang tinggi.

Granat ini pertama kali ditemukan oleh anak kecil saat sedang mencari umpan untuk memancing ikan di laut. Terlihat granat tersebut sudah berkarat dan tersimpan di dalam lobang bebatuan yang berada di tepi pantai.

Polisi yang mengetahui adanya penemuan granat ini kemudian mendatangi lokasi dan membuat garis polisi dengan jarak sekitar tiga meter.

Baca Juga:

Seorang anggota Kodim 1413 Buton kemudian berhasil mengambil granat dengan tangannya tanpa menggunakan pelindung. Granat tersebut kemudian diikat dengan menggunakan isolatif hitam.

Pelda Muhamad Lutfi, anggota Kodim 1413 Buton mengatakan, bom tersebut masih aktif dan akan diamankan di Kodim 1413 Buton. Ia menduga granat aktif tersebut bukan peninggalan penjajah, namun diduga sengaja disimpan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

(rhs)

Besok PFI Medan Gelar Talkshow Bersama Adek Berry

loading…

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan akan menggelar Talkshow dan diskusi fotografi menghadirkan narasumber jurnalis foto senior wanita, Adek Berry. Foto/Istimewa

MEDAN – Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan akan menggelar Talkshow dan diskusi fotografi serta berbagi pengalaman dengan menghadirkan jurnalis foto senior wanita yang bekerja di Kantor Berita Asing, Agence France Presse (AFP), Adek Berry.

Diskusi yang dilaksanakan PFI Medan ini mengambil tema ‘Duduk, ngopi, dan berbagi bersama Adek Berry seputar foto jurnalistik di kawasan konflik dan bencana’ tersebut akan digelar di Nine Cafe Jalan Perjuangan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (18/1/2019) besok.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin dari PFI Medan dalam rangka memberikan edukasi foto jurnalistik dan sharing pengalaman meliput di daerah konflik.

Baca Juga:

“Ini merupakan kesempatan bagi pecinta fotografi yang ada di Medan karena kita menghadirkan pemateri yang telah memiliki segudang pengalaman,” terang Rahmad, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, Adek Berry merupakan foto jurnalis wanita asal Indonesia yang telah banyak meliput berbagai peristiwa konflik di Afghanistan, peristiwa bencana di belahan dunia serta liputan konflik lainnya.

Ketua Panitia Diskusi, Andi Rambe menambahkan selain kegiatan talkshow fotografi nantinya juga akan dilakukan sosialisasi buku foto berjudul Mata Lensa karya Adek Berry.

“Diskusi fotografi ini sangat terbatas dan kami hanya menyiapkan untuk 100 peserta saja. Namun jika antusias para pecinta fotografi nantinya sangat banyak, tidak menutup kemungkinan ke depan akan kita programkan kembali. Selain itu juga, akan ada sosialisasi buku dari Mbak Adek sendiri,” ujarnya.

Acara yang digelar PFI Medan yang bekerja sama dengan Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Indonesia perwakilan Medan turut juga didukung oleh sejumlah sponsor di antaranya GarudaFood, PT Toba pulp lestari (TPL) Syrup Noerlen, XL Axiata, Garuda Plaza Hotel dan KFAL Class of Photography.

(rhs)

Tengkorak Manusia di Pinggir Sungai Cidurian Bikin Geger Warga

loading…

Warga Kampung Rancalang Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang digegerkan penemuan sesosok mayat di pinggir Sungai Cidurian dengan kondisi sudah menjadi tengkorak. Foto SINDOnews/Rasyid R

SERANG – Warga Kampung Rancalang Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang digegerkan penemuan sesosok mayat di pinggir Sungai Cidurian dengan kondisi sudah menjadi tengkorak. Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, penemuan mayat pada hari ini Rabu 16 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB oleh warga yang tengah melintas di lokasi.

“Benar, kondisi (mayat)nya sudah jadi tengkorak dan tidak ada identitas yang menempel di tubuh korban,” ujar Indra, Kamis (17/1/2019).

Guna proses penyelidikan, mayat sudah di bawa ke Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara Serang untuk mengungkap identitas dan penyebab kematiannya.

Baca Juga:

“Mayat itu korban pembunuhan atau bukan harus menunggu hasil autopsi tim forensik rumah sakit. Saat ini, fokus kita ungkap identitas mayat dulu,” katanya.

Menurutnya, warga sekitar bernama Aldi (14) dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak tanggal 6 Januari 2019 ke Mapolsek Tanara. Dengam ciri ciri memakai sweeater warna pink dan celana panjang warna hitam dari bahan.

“Memang ada warga situ melaporkan kepada kita salah satu anggota keluarnya hilang. Tapi, masih kita dalami itu semua,” tandas Kapolres.

(sms)

Anggota Komisi V DPR Pantau Infrastruktur dan Transportasi di Kobar

loading…

Ketua DPRD Kobar Triyanto dan Bupati Kobar Nurhidayah saat mendampingi kunker Komisi V DPR di Dermaga Tanjung Puting. Foto/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Sebanyak 21 anggota Komisi V DPR menyambangi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Kamis (17/1/2019). Kunjungan kerja (kunker) di kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji ini untuk memantau infrastruktur dan sarana transportasi.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan anggota Komisi V DPR ini. Sehingva bisa melihat secara langsung insfrastruktur dan sarana transportasi di Kobar,” ujar Bupati Nurhidayah di sela-sela kegiatan.

Rombongan anggota legislatif ini tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sekira pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, rombongan menuju kediaman bupati di Jalan Samari Pangkalan Bun. Di rumah bupati, anggota legislatif ini diberikan pemaparan oleh Kepala Bandara Iskandar Pangkalan Bun Ambar Suyoko.

Baca Juga:

“Kami memaparkan perkembangan Bandara Iskandar saat ini. Runway Bandara diperpanjang hingga 2,4 km, kemudian sejumlah bangunan juga direnovasi mulai dari toilet pengunjung hingga perombakan sejumlah ruangan di bandara,” ujar Ambar.

Usai menerima pemaparan terkait Bandara Iskandar, rombongan Komisi V kemudian menuju Jalan Konsorsium Pelabuhan Tanjung Kalaf, Jalan Tempenek hingga ke Dermaga Tanjung Puting di Kumai. Sesuai jadwal 21 anggota dewan ini akan berada di Pangkalan Bun hingga Sabtu 19 Januari.

Anggota Komisi V Bambang Haryo S yang juga politisi Gerindra mengatakan, kunjungan pihaknya di Pangkalan Bun untuk melihat secara langsung sarana transportasi dan infrastruktur terutama yang didanai menggunakan APBN.

“Kita kunjungan kerja ke Pulau Kalimantan dalam hal ini Kotawaringin Barat untuk melihat pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi. Sebab, Kobar ini termasuk kabupaten yang sangat strategis. Punya bandara, pelabuhan dan juga sebagai penghubung antarprovinsi kalimantan lainnya,” paparnya.

(rhs)

Pemeriksaan Selesai, Pesawat Ethiopian Tinggalkan Wilayah Indonesia

loading…

Pertemuan yang dilakukan di Bandara Hang Nadim terkait pesawat Ethiopian Cargo. SINDOnews/Dicky

BATAM – Pesawat Cargo Ethiopian Airlines akan terbang meninggalkan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam pukul 14.00 WIB, Kamis (17/1/2019). Pesawat ini diperbolehkan meninggalkan wilayah Indonesia setelah menjalani pemeriksaan mulai dari Senin (14/1/2019) lalu.

Menurut Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, pesawat dengan type Boeing B.777 registrasi ET-AVN akan terbang menuju Singapura terlebih dahulu. “Jadi tadi malam Flight Clearance dari Indonesia sudah diterbitkan, itu adalah akhir proses perizinan yang perlu dimiliki pesawat tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan ini diambil setelah instansi terkait mengadakan pertemuan di Bandara Hang Nadim yang terdiri dari berbagai pihak terkait. Dimana dalam pertemuan ini, ada juga perwakilan tim investigasi Otban ll Medan, TNI AU, Gm Airnav, Imigrasi, Karantina, Bais, Kohanudnas Medan, perwakilan Ethiopia, dan Ground Handling. “Kita dari BUBU Hang Nadim juga hadir dalam pertemuan itu,” tutupnya.

Baca Juga:

(nag)

Warga Myanmar Ditemukan Tewas di Selat Malaka

loading…

Sejumlah nelayan menemukan sesosok mayat terapung di Selat Malaka, Indonesia. Belakangan diketahui, bahwa mayat berjenis kelamin pria ini merupakan warga Negara Myanmar. Okezone/Banda

PEKANBARU – Sejumlah nelayan menemukan sesosok mayat terapung di Selat Malaka, Indonesia. Belakangan diketahui, bahwa mayat berjenis kelamin pria ini merupakan warga Negara Myanmar.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi, korban diduga kuat merupakan pekerja PT Hong Lam Marina yang merupakan perusahaan tanker asal Negara Singapura. Diduga korban mengalami kecelakaan saat bekerja di tengah laut.

Korban ditemukan di Selat Malaka tepatnya di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, oleh dua orang nelayan setempat. Saat ditemukan jenazah sudah mulai membusuk. “Saat ini kita berkordinasi dengan pihak perusahaan tempat diduga korban bekerja,”kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Laode Proyek, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Loade menjelaskan, setelah mendapat laporan dari nelayan ada mayat mengapung di tengah laut, timnya langsung bergerak ke lokasi. Jenazah yang mengenakan baju pekerja tanker berwarna oren dievakuasi. Jenazah dibawa ke RSUD Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Dari hasil pegembangan ternyata ada perusahaan penghubung dengan PT Spicaputra Sarana yang ada di Jakarta dengan PT Hong Lam Marina Singapura. Dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, pihak perusahaan mengakui bahwa korban adalah salah satu pekerja persahaan pelayaran PT Hong Lam Marina.

Korban terjatuh di Perairan Singapura saat bekerja. Korban jatuh dari kapal pada 7 Januari 2019. Diduga karena terbawa arus,jenazah sampai ke Perairan Indonesia. Ini juga diperkuat dengan identitas yang ditemukan di mayat.

Identitas itu berupa paspor dengan nama Kyam Kyam tempat lahir Natalin 09 Juli 1986 Negara Myanmar Nomor paspor adalah MB320058

“Hasil koordinasi dengan pihak kepolisian perusahaan dan imigrasi, rencananya jenazah akan dibawa ke Jakarta. Namun saat ini masih sedang dalam proses persyaratan administasi,” pungkasnya.

(nag)

Jembatan Terputus, 2 Desa di Tapanuli Selatan Terisolasi

loading…

Wargag termasuk ibu-ibu nekat menyeberangi jembatan yang ambruk di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Foto/Zia Nasution

TAPANULI SELATAN – Jembatan menuju Desa Aek Natas dan Dolok Godang di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) ambruk. Akibatnya, masyarakat di dua kampung itu terisolasi.

Selain menyebabkan keterisoliran, ambruknya jembatan dengan panjang 10-15 meter itu juga mengakibatkan satu unit truk bernomor polisi BA 8515 PU jatuh. Banyak warga yang menuju atau keluar dari dua desa tersebut terpaksa menyeberang dengan berjalan kaki di atas jembatan yang sudah ambruk itu. Warga seperti tidak memperdulikan keselamatan karena tidak ada lagi pilihan menuju desa.

Masyarakat dari semua kalangan nekat menyeberangi jembatan yang sudah ambruk itu. Karena menurut warga, jembatan tersebut satu-satunya fasilitas yang tersedia.

Baca Juga:

“Mau tidak mau harus dilewati, karena hanya ini jalan menuju kampung kami,” ujar warga kepada wartawan ketika ditemui.

Mereka juga mengaku, terputusnya jembatan tersebut semakin mempersulit aktivitas masyarakat. Masyarakar berharap agar pemerintah secepatnya memperbaiki jembatan itu.

Camat Angko Selatan, Zamhir mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu malam (16/1/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Sebuah
truk colt diesell turut menjadi korban peristiwa ambruknya jembatan itu.

Camat menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Dijelaskannya, jembatan itu konstruksinya berlantai papan dengan galangan besi. Diduga kondisinya sudah tidak kuat akibat termakan usia (melapuk). Sekitar ratusan kepala keluarga atau 2.000 jiwa penduduk tinggal di dua desa yang terisolir ini.

“Seluruh kendaraan baik menuju maupun dari dua desa ini sudah tidak bisa melintas (putus total). Perekonomian masyarakat dan anak-anak sekolah juga menjadi terganggu,” katanya.

Pihak kecamatan sudah melaporkan kejadian tersebut ke kabupaten. “Mudah-mudahan cepat ada solusi sebagaimana harapan mayarakat,” katanya.

Selain itu masyarakat juga tengah bergotong royong mencari membuat jalur alternatif dengan tujuan bisa dilintasi minimal pejalan kaki. Mengingat arus sungai tergolong cukup deras.

(rhs)

60 Persen APBD 2019 Kabupaten Lembata untuk Belanja Publik

loading…

LEMBATA – Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur telah mengajukan Nota Keuangan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2019 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lembata yang dipimpin Ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda. Dalam Ranperda tersebut, proporsi APBD Lembata tahun anggaran 2019 adalah 60% untuk belanja publik dan 40% untuk belanja aparatur.

Prioritas kebijakan pada beberapa SKPD untuk melaksanakan target pencapaian pembangunan manusia dan kebudayaan, pembangunan ekonomi, dan pembangunan ekologi dalam model kebijakan rantai ekonomi #Lembata2.0” melalui cincin-cincin ekonomi yang berfokus pada infrastruktur strategis, ketahanan pangan, dan industri dengan sasaran memperbaiki kondisi kesejahteraan masyarakat.

Terkait prioritas pembangunan daerah, Bupati Lembata mengutip pandangan Mendagri Tjahjo Kumolo dan tim dalam buku “Nawa Cita, untuk Kesejahteraan Rakyat” yang menekankan, alokasi anggaran berdasarkan prioritas pembangunan merupakan bagian dari penerapan anggaran berbasis kinerja yang juga sejalan dengan Undang-undang Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.

Baca Juga:

Menurut bupati, sebagai sebuah pendekatan penganggaran, anggaran berbasis kinerja akan mengubah fokus pengukuran pencapaian program dan kegiatan yang semula didasarkan atas besarnya jumlah alokasi sumber daya, bergeser pada hasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya tersebut.

“Dengan kata lain, kinerja harus dirumuskan lebih dulu baru diskusi tentang besaran anggaran. Artinya, anggaran bukan sekadar dibagi dan dikelompokan menurut organisasi semata. Namun benar-benar terukur melalui indikator dan target kinerja dan fokus pembangunan,” papar Bupati Eliaser ketika menyampaikan pidato pengantar atas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lembata tentang APBD TA 2019, di sidang paripurna, Oktober tahun lalu.

Rumusan tersebut sejalan dengan maksud penerapan money follow program di mana anggaran harus fokus pada prioritas pembangunan yang dapat bermanfaat langsung kepada masyarakat, bukan sekedar dibagi-bagi mengikuti organisasi.

“Pada titik ini, tentu kita sepakat bahwa prioritas bukan berarti kita menganak-emaskan SKPD tertentu dan menganak-tirikan SKPD lainnya. Namun merupakan upaya kita bersama untuk secepat mungkin kita bergerak menuju cita-cita besar kita, yakni terwujudnya Lembata yang Produktif dan Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat Berkelanjutan,” urai Eliaser.

Perencanaan anggaran, dalam keterbatasan sumber daya, harus berusaha menyasar program-program prioritas yang bisa dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat yang merupakan penerima dampak pelaksanaan pembangunan sebagaimana yang termuat dalam Perda Nomor 9/2017 tentang RPJMD kabupaten Lembata Tahun 2017-2022.

Hal tersebut, tegas Bupati Eliaser, dilakukan agar hasil pembangunan diharapkan mempunyai daya ungkit dan langsung dirasakan mesyarakat.

Dalam mengejar target RPJMD melalui prioritas pembangunan daerah perlu integrasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan Provinsi NTT. Antara lain urusan pendidikan, kesehatan, dan alokasi dana desa.

Prioritas rancangan APBD 2019 masih fokus pada sektor pariwisata sebagai leading sektor yang ditunjang oleh SKPD penunjang utama, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Koperindag, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas PUPR-Perhubungan dan BPBD dengan mendahulukan prioritas pada kontinuitas kegiatan yang sudah dilaksanakan dan berorientasi pada pembangunan yang berlandaskan kajian potensi resiko bencana.

Menurut Bupati Eliaser, upaya percepatan target RPJMD Tahun 2017-2022 tetap dilaksanakan melalui 6 misi pembangunan daerah, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, optimalisasi peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan daerah, dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Pada misi ini, intervensi anggaran diarahkan pada SKPD Dinas PKO, Dinas Kesehatan, RSUD Lewoleba, Dinas P2KBP3A, Dinas Perikanan, Dinas Sosial PMD, Badan Kesbangpol, Sekretariat Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Misi kedua, mempercepat pembangunan infrastruktur, transportasi, air bersih, energi, komunikasi dan penataan kota. SKPD yang mendapat intervensi anggaran untuk misi kedua ini, Dinas PUPR-Perhubungan, Dispera-KPP, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Sekretariat Daerah.

Misi ketiga, mempercepat pembangunan dan pengembangan sumber daya ekonomi laut dan maritime, serta ekonomi kreatif berbasis industri dan pariwisata berkelanjutan. SKPD yang melaksanakan misi ketiga ini adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Koperindag, dan Bappelitbangda.

Misi keempat, mempercepat pembangunan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan pasar dan promosi daerah tujuan wisata. Misi keempat ini Dinas Kebudayaan dan pariwisata masih mendapat prioritas alokasi belanja dengan prioritas pada pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif dan usaha olahan industri.

Misi kelima, meningkatkan pendapatan dan kerjasama daerah serta mengembangkan ekonomi wilayah dan pembangunan pedesaan berbasis industri berkelanjutan yang dilaksanakan oleh SKPD Dinas Sosial-PMD, Dinas Penanaman Modal, PPT dan Ketenagakerjaan dan BKD.

Misi keenam, menata dan mengembangkan sumber daya manusia aparatur negara berbasis teknologi informasi serta meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan oleh SKPD Bappelitbangda, BKD-PSDM, Dinas DUKCAPIL, Inspektorat, Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Kecamatan.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah telah mencapai 66,59% dari target sebesar Rp48 miliar. Realisasi belanja daerah sampai 24 Oktober 2018 sebesar 55,16 % dari pagu anggaran Rp853 miliar.

Menurut Bupati Eliaser, wujud kongkrit keberpihakan belanja pembangunan dan struktur APBD TA 2019 adalah 60% untuk belanja publik dan 40% belanja aparatur.

“Semoga kita semua diridohi dengan rahmat kebijaksanaan agar dapat menelaah, mengkaji, menilai dan memberi pandangan untuk penyempurnaan dokumen dengan hati yang jernih dan sejuk untuk mencapai harmoni bersama dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2019,” ujar Eliaser.

(akn)

Terima Adipura, Bupati Blitar Tiba-tiba Terkena Serangan Jantung

loading…

Bupati Blitar Rijanto mendadak jatuh sakit saat hendak menerima penghargaan Piala Adipura 2018 dari pemerintah pusat. Karena posisinya ada di Jakarta, Rijanto akhirnya dirawat di rumah sakit setempat. Foto Ist

JAKARTA – Bupati Blitar Rijanto mendadak jatuh sakit saat hendak menerima penghargaan Piala Adipura 2018 dari pemerintah pusat. Karena posisinya ada di Jakarta, Rijanto akhirnya dirawat di rumah sakit setempat.

Kabag Humas Pemkab Blitar Ahmad Kholik mengatakan saat ini bupati masih dalam masa pemulihan. “Sekarang masih di Jakarta. Sedang masa pemulihan, “ujar Kholik kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Sayang Kholik tidak bersedia menjelaskan penyakit yang diderita Rijanto. Informasi yang dihimpun SINDOnews, Rijanto mengalami serangan jantung. Serangan mendadak itu diduga dampak dari penyakit diabetesnya.

Baca Juga:

Dari foto yang beredar, Rijanto terlihat tergolek di ranjang pembaringan rumah sakit. Meski wajahnya terlihat cerah, jarum infus masih melekat pada tangan kirinya.

Sementara dengan sakitnya Bupati Blitar, penerimaan Piala Adipura Tahun 2018 diterima Sekretaris Daerah Pemkab Blitar Totok Subihandono. Penerimaan berlangsung 14 Januari 2019 lalu.

Di Kabupaten Blitar sendiri, Wakil Bupati Blitar Marheinis Urip Widodo saat memimpin upacara aparatur sipil negara (ASN) mengajak semua ASN untuk bersama sama mendoakan Bupati Rijanto segera pulih kembali. “Mari kita berdoa bersama sama untuk kesembuhan Pak Bupati,“ tuturnya.

(sms)

Gelorakan Sepak Bola, Camat Lalan Mendapat Apresiasi Bupati Dodi

loading…

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi pemerintah kecamatan hingga perangkat desa di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang terus gencar menggelorakan dan membangkitkan semangat pemuda untuk aktif di bidang olahraga.

MUSI BANYUASIN – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi pemerintah kecamatan hingga perangkat desa di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang terus gencar menggelorakan dan membangkitkan semangat pemuda untuk aktif di bidang olahraga.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dodi terkait pembukaan turnamen sepak bola Mulya Agung Cup di Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, yang dibuka secara resmi oleh Camat Lalan, Okta, Selasa (15/1/2019).

Bupati Dodi berharap seluruh tim berkomitmen untuk bertanding dengan fair play sehingga ajang olahraga mampu menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat. Menurutnya, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menyemangati dan membina potensi-potensi atlet di pedesaan.

Baca Juga:

“Selain itu, dapat mengarahkan pemuda di pedesaan untuk mengikuti kegiatan positif dan mengembangkan bakat olahraga,” ujar bupati yang pernah meraih penghargaan pembina olahraga terbaik se-Indonesia tersebut.

Menurut Camat Lalan, Mulya Agung Cup diikuti sebanyak 46 tim dari 27 desa di Kecamatan Lalan. “Turnamen Mulya Agung Cup ini dalam rangka pembinaan generasi muda dan mengembangkan bakat olahraga khususnya sepak bola di Kecamatan Lalan,” ungkap Camat Lalan Okta.

Camat Lalan menyiapkan hadiah belasan juta untuk tim yang berhasil menjadi juara. Panitia menyiapkan hadiah bagi 4 tim juara. Hadiah juara pertama berupa tropi dan uang pembinaan Rp5 juta, juara 2 berhak atas tropi dan uang Rp3 juta, juara 3 mendapatkan tropi dan uang Rp2 juta, sedangkan juara 4 tropi serta uang Rp1 juta.

“Kami akan terus mengencarkan kompetisi olahraga sebagaimana arahan Pak Bupati Dodi Reza supaya bibit bibit atlet berprestasi dari Lalan mampu bertengger di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

(akn)

Diduga Terlilit Utang, Nelayan Tewas Tabrakan Diri ke Kereta Barang

loading…

Adul (45) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakan diri ke kereta barang di kampung Gang Eceng, Kasemen, Kota Serang. Ilustrasi/SINDOnews

SERANG – Adul (45) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakan diri ke kereta barang di kampung Gang Eceng, Kasemen, Kota Serang. Nelayan asal Cirebon, Jawa Barat itu bunuh diri diduga karna terlilit utang dan ditinggal sang istri ke Arab Saudi menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban sengaja mengakhiri hidup. Sebab, saat kejadian pukul 04.30 WIB salah satu warga melihat korban tengah duduk melamun di rel kereta hingga kereta menabraknya.

“Saksi melihat korban duduk di rel kereta melamun. Hingga ada kereta melintas namun korban tidak bergerak. Korban informasinya frustasi karena terlilit utang dan ditinggal istri jadi TKW,” kata Ivan saat dihubungi, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Korban yang diketahui warga asal Dusun 03 RT 008/RW 008, Desa Gagangsari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu kini masih berada di kamar jenazah RS dr Dradjat Prawiranegara Serang. “Saat ditemukan tubuh korban sudah tidak utuh lagi, dan sudah dievakuasi ke rumah sakit Serang,” ujar Ivan.

Kapolsek Kasemen Kompol Moh Chueb menambahkan, korban merupakan seorang nelayan di Karangantu, Serang. Pada saat kejadian korban ditabrak oleh kerta pengangkut batu bara 2646 dari arah Merak menuju Jakarta.

(nag)

Gunung Merapi Erupsi Muntahkan Lava, Boyolali Diguyur Hujan Abu

loading…

Gunung Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan lava, Kamis (17/1/2018) pagi. Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali diguyur hujan abu tipis. Gunung Merapi saat mengalami letusan freatik, Jumat (11/5/2018) pagi. Foto/Humas BNPB

BOYOLALI – Gunung Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan lava, Kamis (17/1/2018) pagi. Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali diguyur hujan abu tipis.

Desa tersebut, antara lain Desa Mriyan, Sruni, Cluntang dan Ringinlarik. Sebelum hujan abu turun, sekitar pukul 06.00 WIB sejumlah warga mendengar suara gemuruh yang diperkirakan berasal dari aktivitas gunung teraktif di Indonesia tersebut.

“Pagi tadi, kira-kira jam 06.00 WIB saya mendengar suara gemuruh dari Merapi. Saya langsung ke luar rumah tapi tidak bisa melihat gunung karena tertutup kabut,” kata Sukasno, warga Dukuh Banjarejo, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk.

Baca Juga:

Warga lain, Sartono warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni menuturkan, hujan abu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. “Ya tadi hujan abu tipis. Meski sangat tipis dan menempel di dedaunan. Ketika diraba, terasa kasar seperti pasir halus,” tuturnya.

Hujan abu berdampak pada aktivitas masyarakat. Meski demikian, warga di lereng Gunung Merapi sisi timur ini tetap beraktivitas melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo membenarkan terjadinya hujan abu di wilayah Kecamatan Musuk. “Kami sudah mengecek ke Musuk. Kami imbau kepada masyarakat untuk tenang dan mengikuti instruksi pemerintah,” katanya.

(sms)

Neni Novita Wakili Muba Berkompetisi di Ajang Pemilihan Duta Inmas

loading…

Neni Novita Sari, Siswi MAN I Musi Banyuasin terpilih mewakili Musi Banyuasin pada ajang pemilihan Duta Inmas di Kantor Wilayah Kemenag Sumsel.

MUSI BANYUASIN – Pemilihan duta Inmas (Informasi dan Humas) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel) telah dimulai. Neni Novita Sari, Siswi MAN I Musi Banyuasin terpilih mewakili Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada ajang pemilihan Duta Inmas di Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, yang digelar selama Januari hingga Maret mendatang.

Neni bersama 13 peserta lainnya dari Kabupaten dan Kota Se-Sumsel, mengikuti sosialisasi jelang proses audisi dan sesi foto shoot, di Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (9/1/2019). Mereka yang terpilih harus memiliki wawasan, kecerdasan, akhlak, dan prestasi yang membanggakan. Sebab, para pemenang nanti akan mempromosikan Kementerian Agama kepada masyarakat.

Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Muba, Herdoni Syafriansyah, yang juga Ketua ARSI Muba, mengatakan, Neni Novita Sari sangat tepat mewakili Muba karena ia punya talenta, semangat dan prestasi yang membanggakan.

Neni Novita Wakili Muba Berkompetisi di Ajang Pemilihan Duta Inmas

“Banyak prestasi yang telah diraih oleh Neni Novita Sari, seperti Juara 1 Festival Akustik tingkat kecamatan, Finalis 5 terbaik duta pajak 2018, Juara Favorit Deklamasi Puisi Organisasi ARSI Muba, Lomba cipta dan baca puisi sekolah, serta Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Muba,” ungkapnya.

Baca Juga:

Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga, mengajak masyarakat Muba mendukung Neni Novita Sari atau Neni Neni yang lain dari Musi Banyuasin yang berkompetisi di bidang yang mereka tekuni. “Karena kita patut berbangga anak yang berprestasi pastinya akan membawa nama baik dan mengharumkan nama daerah Musi Banyuasin. Sukses buat ananda kami Neni Novita Sari, terus melangkah maju. Aura citra positifmu mengharumkan nama daerahmu. Yakin menang tetap semangat,” ujarnya.

Menurut Herryandi, ke depan akan ada seleksi untuk penentuan 3 besar, salah satunya melalui vote, oleh karena itu Neni sangat mengharapkan dukungan kepada seluruh masyarakat Musi Banyuasin.

Kegiatan pemilihan duta Inmas bertujuan mencari bakat dan kemampuan masing-masing siswa madrasah dan mereka akan bersaing menjadi yang terbaik untuk menduduki dan melaksanakan tugas sebagai Duta Inmas Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel tahun 2019.

“Oleh sebab itu, ayo kita gotong-royong bersama-sama mendukung Neni Novita Sari Nomor 07, satu-satunya perwakilan Duta Inmas Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel dari Kabupaten Musi Banyuasin,” tambah Herryandi.

(akn)

Warga Mamuju Geger dengan Kemunculan Awan Berbentuk Tsunami

loading…

Awan berbentuk gelombang tsunami muncul di langit Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (17/1/2019). Foto/Instagram

MAMUJU – Warga Mamuju, Sulawesi Barat dan sekitarnya gempar dengan penampakan awan berbentuk gelombang tsunami di langit , Kamis pagi (17/1/2019). Warga ramai ramai mengabadikan fenomena alam unik ini dengan kamera ponsel dan diunggah ke media sosial hingga akhirnya viral.

Dalam foto-foto yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, Kamis (17/1/2019), tampak awan berwarna gelap itu menggulung layaknya gelombang laut. Awan tersebut diduga merupakan awan cumulonimbus yang kerap jadi momok menakutkan bagi pesawat terbang.

“Kejadian hari ini 17 Januari 2019, awan berbentuk tsunami selimuti langit Mamuju Sulbar. Salah Seorang wargapun mengabadikannya lewat foto,” tulis akun @makassar_iinfo, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Fenomena awan berbentuk gelombang tsunami itu bisa dilihat oleh warga Kota Mamuju dan sekitaran Desa Kalubibing, Kecamatan Mamuju. Laporan warga setempat, wilayah Sulawesi Barat sejak semalam dilanda angin kencang. Hujan juga masih sesekali turun dengan intensitas sedang hingga deras.

Sebelumnya, kumpulan awan hitam berbentuk mirip gelombang tsunami juga pernah muncul di atas langit Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Selasa, 1 Januari 2019 lalu.

Awan berwarna hitam itu mencuri perhatian penumpang dan petugas, termasuk para yang berada di dalam landasan bandara. Mereka pun mengabadikan momen langka itu tepat di atas area landasan parkiran pesawat.

(sms)

Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

loading…

Petugas mengevakuasi mayat yang ditemukan di dalam tong di kawasan Jalan Romo Kalisari pada Kamis (17/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.Foto-Foto/SINDOnews/Ali Masduki.

SURABAYA – Penemuan mayat terbungkus karung yang dimasukan dalam tong plastik di kawasan Jalan Romo Kalisari, Surabaya pada Kamis pagi (17/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB menggegerkan warga sekitar. Dugaan sementara, mayat yang ditemukan seorang pemulung di kawasan Jalan Romo Kalisari ini merupakan korban pembunuhan.

Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Penemuan mayat itu diketahui saat seorang pemulung mendekati tong plastik hijau untuk mengambil sejumlah sampah yang bisa didaur ulang. Tong sampah plastik itu berada di seberang lokasi PT Maspion 4 Romokalisari.

Saat didekati, pemulung itu mencium bau busuk yang menyengat. Penasaran dengan isi tong, si pemulung berupaya mengurai bungkusan plastik yang ada di dalamnya.

Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Namun dia terkejut saat melihat ada mayat yang terbungkus karung atau kain putih. Melihat hal tersebut, dia langsung melaporkan temuan tersebut ke pos security terdekat, yang selanjutnya diteruskan ke polisi.

“Iya benar ada penemuan mayat yang terbungkus kain. Tapi kami belum dapat menyimpulkan kasus tersebut,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.

Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Terkait jenis kelamin dari mayat tersebut, Bima juga masih belum dapat memberi keterangan. Pasalnya, tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Mayat itu sekarang sudah dievakuasi ke rumah sakit dr Soetomo menggunakan ambulans dari dinas sosial,” tandasnya.

Baca Juga:

(sms)

Wilayah Jatim Diguncang 3 Kali Gempa dalam Kurun Waktu 1 Jam

loading…

Wilayah Provinsi Jawa Timur diguncang tiga kali gempa bumi pada Kamis pagi (17/1/2019) dengan kekuatan gempa bervariasi anatar 3,3 hingga 4,3 Skala Richter. Ilustrasi/SINDOnews

MALANG – Wilayah Provinsi Jawa Timur diguncang tiga kali gempa bumi pada Kamis pagi (17/1/2019) dengan kekuatan gempa bervariasi. Berdasarkan sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, gempa pertama terjadi pukul 09:40:42 WIB yang mengguncang Kabupaten Malang, dengan magnitude 4,3 Skala Richter. Episentrum gempa berlokasi pada 10.43 Lintang Selatan dan 113.28 Bujur Timur atau 251 kilometer Tenggara Kabupaten Malang dengan hiposentrum 10 kilometer di bawah laut. (Baca juga: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Sabang Aceh)

Namun gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga di wilayah Kota Malang, yang berjarak sekitar 70 km dari pesisir pantai selatan Kabupaten Malang.

“Tadi sedang kerja, tidak merasakan ada getaran gempa sama sekali,” ujar Maria (39) karyawan swasta yang berkantor di Jalan Ahmad Yani Kota Malang. Masyarakat beraktivitas secara normal, tanpa terganggu adanya gempa.
Gempa kedua, terjadi sekitar pukul 09.40.48 WIB dengan kekuatan 4,0 Skala Richter yang menguncang Lumajang, Jawa Timur. Gempa berpusat di 9.97 Lintang Selatan dan 113.15 Bujur Timur. Atau sekitar 205 km Barat Daya Lumajang dengan hiposentrum pada kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga:

Sedangkan gempa ketiga walau kekuatannya sedikit menurun dengan 3,3 Skala Richter yang mengguncang Barat Daya Puger, Jawa Timur dengan episentrum 9.45 Lintang Selatan dan 112.86 Bujur Timur atau sekitar 137 Kilometer Barat Daya Puger, Jatim dengan kedalaman 21 kilometer dibawah permukaan laut.

Ketiga gempa bumi tersebut dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah DIY tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

(sms)

Polda Sumut Selidiki Penyebab Longsor Sibaganding

loading…

Kasubdit Ditreskrimsus Poldasu AKBP Herzoni Saragih (dua dari kanan) meninjau lokasi perbukitan Bangun Dolok. SINDOnews/Ricky

SIMALUNGUN – Longsor yang terus menerus terjadi di dekat kawasan hutan Sibaganding, Kecamatan Girang Sipangan Bolon diduga kuat karena adanya pengalihan fungsi hutan menjadi kawasan pertanian dan permukiman di sekitar perbukitan Bangun Dolok.

Informasi yang diperoleh, Kamis (17/1/2109), sudah puluhan alas hak pemanfaatan tanah seperti surat keterangan tanah (SKT) yang diterbitkan oleh pemerintah kecamatan Girang Sipanganbolon pada tahun 2018 lalu.

Akibat adanya alas hak pemanfaatan tersebut, kawasan hutan di bukit Bangun Dolok dijadikan pengalihan fungsi menjadi kawasan pertanian dan permukiman, dengan menebangi pohon yang selama ini berfungsi sebagai pengikat tanah dan mengurangi laju air di atas permukaan tanah sehingga tidak terjadi longsor.

Baca Juga:

Sekretaris camat Girang Sipanganbolon Feri Doni Sinaga yang dikonfirmasi terkait adanya SKT yang diterbitkan dalam kawasan hutan di Bangun Dolok, Sibaganding mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu terkait penerbitan SKT di kawasan perbukitan Bangun Dolok, karena baru saya jadi Sekcam,” sebut Doni.

Pemerhati lingkungan dari Aspirasi Karya Rimba Lestari (AKARI) Saor Parulian membenarkan jika pengalihan fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian dan permukiman jadi salah satu penyebab longsor akibat penebangan pohon.

“Sudah tentu pohon di atas areal yang akan dijadikan lahan pertanian atau pemukiman ditebang, sehingga tidak ada lagi pengingat tanah atau penopangnya yang menjadi salah satu penyebab longsor,” ujar Saor.

Sebelumnya pihak Polda Sumatera Utara, Rabu (16/1/2109) sudah turun ke perbukitan Bangun Dolok, untuk mengusut ada tidaknya penebangan hutan yang menjadi penyebab terjadinya longsor sejak Desember 2108 lalu hingga Januari 2019 ini.

Saat meninjau kawasan Sibaganding Kepala Subdit Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Herzoni Saragih mengatakan kehadiran pihaknya di kawasan perbukitan Bangun Dolok merupakan instruksi Kapolda Sumut untuk memastikan adanya tidaknya penebangan kawasan hutan yang menjadi penyebab longsor di jembatan Siduadua yang sudah berulang kali terjadi. “Jika memang ada indikasi penebangan liar pelakunya akan dikenai pidana,” pungkasnya.

(nag)

Tunggu Keluarga dari Luar Negeri, Jenazah Ekonom UGM Dimakamkan Jumat

loading…

Ekonom dan staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM A Tony Prasetiantono yang meninggal dunia di RS MMC Jakarta, Rabu 16 Januari 2019 pukul 23.30 WIB rencananya akan dimakamkan, Jumat 18 Januari 2019. Ilustrasi/SINDOnews

YOGYAKARTA – Ekonom dan staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjan Mada (UGM) A Tony Prasetiantono yang meninggal dunia di RS MMC Jakarta, Rabu 16 Januari 2019 pukul 23.30 WIB rencananya akan dimakamkan, Jumat 18 Januari 2019. Namun untuk tempat dan waktunya belum diketahui. (Baca berita sebelumnya:Pakar Ekonomi UGM A Tony Prasetiantono Meninggal Dunia)

“Jenazah Alm Mas A Toni Prasetiantono rencananya baru akan dimakamkan besok Jumat 18 Januari 2019 karena menunggu keluarga yang pulang dari Belanda,” kata KRMT Roy Surya dalam twitternya.

Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan informasi tersebut. “Almarhum akan di makamkan Jumat 18 Januari 2019. Tetapi tempatnya dimana dan jam berapa belum ada info,” kata Iva saat dikonfirmasi soal hal tersebut, Kamis (17/1/2019).

Mengenai apa akan ada acara di Balairung sebelum dimakamkan. Menurut Iva tidak ada acara di Balairung UGM, semuanya akan berlangsung di rumah duka, yaitu di Perumahan Pesona Merapi Blok J78, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Baca Juga:

(sms)

Kapolda: 10 Pelaku Sweeping Tak Terkait Tabligh Akbar PA 212 di Solo

loading…

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel pagi di Mapolda Jateng, Semarang, Kamis (17/1/2019). Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol menyatakan bahwa para pelaku sweeping yang ditangkap polisi tidak terkait dengan acara Tabligh Akbar yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya di Solo. “Para pelaku yang kita tangkap tak terkait dengan acara Tablig Akbar di Solo. Yang kita tangkap itu dari kelompok masyarakat yang meresahkan, yang bawa sajam akan melakukan sweeping,” kata Condro Kirono kepada wartawan, seusai apel pagi di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (17/1/2019) pagi.

Dari 10 pelaku yang ditangkap, lanjut Kapolda, dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. “Kita tetapkan dua tersangka,” sebutnya.

Seperti diberitakan, aparat kepolisian menangkap 10 orang yang diduga terlibat aksi sweeping pada Sabtu 12 Januari 2019. Dua orang diantaranya ditembak karena melakukan perlawanan. Keduanya akhirnya ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda Jateng. Sementara, delapan orang dibebaskan dan wajib lapor.

Baca Juga:

Sementara, acara Tabligh Akbar PA tetap digelar di kawasan Gladak Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada Minggu 13 Januari 2019 pagi walaupun terkesan dihalang halangi aparat untuk masuk ke kawasan tersebut.

(sms)

Warga Aruta dan Penyuluh Pertanian Panen Padi Varietas Unggul

loading…

demplot padi yang ditanam di lahan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Arut Utara (Aruta) pada Selasa (15/1/2019) dilakukan pemanenan. Panen padi menghasilkan sebanyak 6,88 ton gabah kering panen (GKP). Foto Ist

KOTAWARINGIN BARAT – Seorang petani padi di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Ponco Suhendriyo tak dapat menutupi kebahagiaannya. Bagaimana tidak, demplot padi yang ditanam di lahan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Arut Utara (Aruta) pada Selasa (15/1/2019) dilakukan pemanenan. Panen padi menghasilkan sebanyak 6,88 ton gabah kering panen (GKP).

“Dari varietas padi IPB 35 yang ditanam pada lahan seluas 1 Ha, padi yang dipanen mencapai 6,88 ton GKP, artinya jika desa-desa di Aruta mampu mengembangkan lahan persawahan 10 hektar saja, maka dapat dipastikan Aruta akan surplus padi,” ungkap Ponco Suhendriyo.

Ponco Suhendriyo dulunya merupakan Koordinator BPP Aruta yang saat ini sudah berpindah tugas sebagai penyuluh Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan. Sekarang Ini Koodinator BPP Aruta dipegang oleh Heru Hiswara.

Baca Juga:

Ponco menyampaikan, dengan adanya demplot padi sawah tersebut banyak masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan padi sawah. Salah satunya ada di Desa Penyombaan yang saat ini sudah mengembangkan sawah seluas 3 Ha.

Dia berharap dengan adanya keberhasilan demplot padi di BPP Aruta ini, sistem pertanian masyarakat nantinya akan berubah dari sistem shifting cultivation /pertanian berpindah menjadi pertanian menetap.

“Hal ini mengingat salah satu kerugian shifting cultivation adalah terjadinya deforestasi lahan karena menggunakan pola tebang tebas dan bakar,” timpalnya.

Saat Panen padi di lahan BPP Aruta tersebut dihadiri oleh Camat Aruta Marwoto, Danramil Aruta Lettu Czi Yunus, Kapolsek Aruta Ipda Juan R Wagiu, dan jajaran PPL Dinas TPHP.

(sms)

Pulang dari Kebun, Petani Hanyut dan Hilang di Sungai

loading…

Nahas dialami Sarmidi (35) warga Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi saat pulang dari berkebun Rabu 16 Januari 2019 terseret arus Sungai Merangin dan hingga saat ini belum ditemukan. Foto iNews TV/Nanang F

MERANGIN – Nahas dialami Sarmidi (35) warga Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi saat pulang dari berkebun Rabu 16 Januari 2019 terseret arus Sungai Merangin dan hingga saat ini belum ditemukan.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, korban Sarmidi terlihat pulang dari kebun miliknya yang berada di seberang sungai, sekitar pukul 16.00 WIB korban pulang menuju rumahnya, menurut beberapa warga mengatakan jika korban biasanya menggunakan rakit.

“Iya, biasanya dia pakai rakit, namun rakitnya tidak bisa digunakan sehingga dia menyeberangi sungai dengan berjalan kaki,” kata Iskandar warga sekitar.

Baca Juga:

Diduga saat menyeberangi sungai, korban terpeleset dan jatuh hingga korban hilang di Sungai Merangin. Hingga saat ini warga sekitar masih melakukan pencarian disepanjang sungai dengan alat seadanya.

Sementara itu Kapolsek Muara Siau Iptu Hitler Sinaga mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencarian di sekitar sungai mulai Rabu malam 16 Januari 2019.

“Iya kita mendapat laporan ada warga hanyut, saat ini kita dampingi warga mencari korban yang hanyut tersebut. Hingga Kamis pagi (17/1/2019) korban belum ditemukan,” jelasnya.

(sms)

Alat Berat Ratakan Bangunan di Perbatasan Kendal-Semarang

loading…

Lima Bangunan Pedagang di Batas Kota Kendal-Semarang, Kamis pagi (17/1/2019) terpaksa dibongkar tim gabungan Satpol PP, Dishub, Polres dan Kodim Kendal. Foto iNews TV/Eddie P

KENDAL – Lima Bangunan Pedagang di Batas Kota Kendal-Semarang, Kamis pagi (17/1/2019) terpaksa dibongkar tim gabungan Satpol PP, Dishub, Polres dan Kodim Kendal. Bangunan ini terpaksa diratakan dengan alat berat karena hingga batas waktu yang sudah ditentukan belum juga dibongkar oleh pemiliknya.

Alat Berat Ratakan Bangunan di Perbatasan Kendal-Semarang

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Toni Ari Wibowo mengatakan, bangunan yang dibongkar paksa petugas gabungan ini berada di pinggir jalan di Sekitar Tugu Batas Kota Kendal-Semarang, jalur Pantura Sumberejo Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

“Dari tiga belas bangunan pedagang kaki lima ada lima bangunan yang belum dibongkar pemiliknya. Karena tetap membandel dan sudah melampaui batas waktu yang ditentukan petugas membongkar paksa bangunan permanen ini. Kebanyakan bangunan ini adalah warung makan dan tempat usaha warga sekitar,” kata Toni Ari Wibowo.

Alat Berat Ratakan Bangunan di Perbatasan Kendal-Semarang

Petugas Satpol PP sendiri, kata dia, akan mengawasi lingkungan sekitar Tugu Batas Kota agar nantinya tidak muncul lagi bangunan permanen yang jelas-jelas melanggar peraturan daerah tentang ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Sementara pemilik bangunan Khusni mengatakan, sudah tiga tahun menempati bangunan di pinggir jalan sekitar tugu batas kota. Dia mengaku bahkan membayar sewa kepada pemilik tanah Rp5 juta setahun.

Baca Juga:

Namun mengakui menggunakan badan jalan untuk membangun tempat usaha dan tempat tinggal. Khusni pasrah jika bangunan tempat tinggalnya dibongkar paksa dan dia akan mendirikan bangunan untuk tempat berteduh di belakang usahanya.

Sedangkan Camat Kaliwungu Ahmad Ircham Khalid sudah meminta pemilik bangunan untuk membongkar. Karena tugu batas kota yang sudah dibangun harus bebas dari bangunan agar terlihat indah dan tidak terkesan kumuh.

(sms)

Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Sabang Aceh

loading…

Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) dilaporkan mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh, Kamis (17/1/2019) sekitar pukul 09:53:02 WIB. Foto Ist

SABANG – Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) dilaporkan mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh, Kamis pagi (17/1/2019). Walau gempa yang terjadi sekitar 09:53:02 WIB tersebut sempat mengagetkan warga Sabang namun gempa dilaporkan tidak terasa di Kota Banda Aceh. Seperti yang diungkapkan Zahroel warga setempat yang melaporkan gempa tidak dirasakan di Kota Banda Aceh.

“Ya memang tidak terasa. Tapi saya dengar kabar dari saudara di Sabang disana cukup terasa, ” kata dia saat dihubungi pertelepon, Kamis (17/1/2019).

Gempa bumi dengan magnitude 5,7 Skala Richter tersebut berpusat (episentrum) pada titik 7.90 Lintang Utara dan 93.97 Bujur Timur. Atau sekitar 202 Kilometer Barat Laut Kota Sabang, Aceh dengan hiposentrum 165 kilometer dibawah permukaan laut.

Baca Juga:

Gempa bumi tersebut menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

(sms)

Ular Piton 3 Meter Masuk Permukiman Warga Semarang

loading…

Warga Perumahan P4A Pudakpayung Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil menangkap ular piton yang masuk ke permukiman mereka.Foto/MNC Media/Taufik Budi

SEMARANG – Ular piton sepanjang tiga meter menggegerkan warga Perumahan P4A Pudakpayung Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah karena masuk permukiman pada malam hari. Ular dengan kulit bermotif batik itu diduga keluar sarang karena ingin mencari mangsa.

Binatang melata tersebut pertama kali diketahui muncul dari lahan kosong dan menyusuri jalan menuju permukiman. Oleh beberapa warga yang masih berjaga ular lantas ditangkap. Namun ular itu sempat melawan dan menyerang warga.

“Tadi ketika mau ditangkap malah melawan. Kepalanya itu seperti mau menyerang gitu lho. Kita kan jugabukan pawang, jadi menangkap sambil takut-takut,” kata Eko Riyanto, sembari memegangi ular yang baru saja ditangkap, Kamis (17/1/22019) dini hari.

Baca Juga:

Warga kemudian menggunakan batang bambu untuk melumpuhkan ular. Setelah berjibaku sekira 30 menit, ular berhasil ditangkap. Agar tak membahayakan warga yang ingin menyaksikan, kepala ular dilakban.

“Kita tekan badannya pakai bambu. Lalu saya memegang ekor, sedangkan dua teman memegang kepala dan badannya. Akhirnya bisa ditangkap, lalu kita bawa ke sini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua RT 1/11 Pudakpayung, Hatta Bhineka, mengatakan, beberapa hari terakhir ular-ular berukuran besar menyambangi permukiman. Bahkan di antaranya masuk ke rumah hingga membuat warga ketakutan.

“Kemarin ada laporan jika di rumah Pak Win, Pak Eko, dan Pak Titon ada ular juga. Mungkin karena habitat mereka terganggu makanya masuk ke permukiman. Daerah sini kan dulunya hutan sementara sekarang ini lagi marak pembangunan perumahan,” ucapnya.

(whb)

Mengungkap Eksaminasi Putusan Perkara Irman Gusman

loading…

Suasana Diskusi Hot Topic bertemakan Refleksi Penegakan Hukum MNC Trijaya FM Semarang, di Gets Hotel Semarang. Foto iNews TV/Taufik B

SEMARANG – Putusan hukum terhadap mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dinilai tak lepas dari pengaruh politik. Tak heran, kasus tersebut mengundang perhatian para pakar dan praktisi hukum untuk ditelaah hingga eksaminasi pada akhir 2018 lalu.

Eksaminasi berikut catatan anotasi bukan untuk mempengaruhi hasil putusan majelis hakim yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun untuk meluruskan paradigma berhukum agar proses pencarian keadilan senantiasa mampu menghadirkan rasa keadilan dan keseimbangan keadilan eksaminasi juga didedikasikan untuk studi akademik dalam rangka pelajaran hukum.

Menurut majelis hakim, Irman terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:

Akibatnya, Irman Gusman sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Februari 2017.

“Setelah saya membaca dakwaannya itu Pasal 12 b, perbuatan utamanya adalah suap. Artinya melihat fakta-fakta yang ada di persidangan itu enggak ada suap. Di situ sebenarnya kurang tepat,” kata dia.

Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Nyoman Putra Jaya, dalam diskusi yang diselenggarakan MNC Trijaya FM Semarang, bertema “Refleksi Penegakan Hukum”, di Hotel Gets Semarang, Rabu (16/1/2019).

“Hasil eksaminasi saya larinya pada Pasal 11, karena dalam pasal 11 itu ada alternatif di samping menerima hadiah atau janji. Dari situ kalau kita lihat fakta-fakta itu seolah-olah antara Pak Irman dengan kedua orang (Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan Memi) ini ada kesepakatan ada pembagian rezeki. Oleh karena itu dasarnya saya mengatakan seharusnya Pasal 11,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, penerapan jeratan hukum yang digunakan sangat berpengaruh pada putusan majelis hakim.

Untuk itu langkah hukum berupa Peninjauan Kembali (PK) merupakan langkah tepat terhadap putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Di situ akan dipaparkan pertimbangan-pertimbangan untuk mengoreksi putusan hukum tingkat pertama.

“Misalnya kalau di dalam Pasal 12 itu ancaman pidananya itu seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan paling singkat 4 tahun jadi pilihan-pilihan bagi hakim. Tapi kalau hakim misalnya pada waktu memilih Pasal 11 di situ ancaman pidananya minimal 1 tahun sampai 5 tahun. Artinya rentang gerak yang diberikan hakim untuk menjatuhkan pidana hanya antara 1 sampai 5 tahun, tidak boleh lebih dari itu,” bebernya.

(sms)

Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

loading…

Anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL di Sektor barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid sekolah dasar di wilayah perbatasan tersebut. Foto iNews TV/Sefnat B

KEFAMENANU – Kekurangan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tidak merata. Karena kebanyakan guru lebih banyak memilih mengajar di wilayah perkotaan, akibatnya banyak sekolah di pedalaman bahkan perbatasan menjadi berkurang.

Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

Melihat kondisi tersebut, beberapa anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL di Sektor barat, Khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid sekolah di wilayah perbatasan.

Seperti yang dilakukan oleh Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan anggota Yonmek 741/Garuda Nusantara terpaksa harus membantu memberikan ilmu pengetahuan matematika kepada anak siswa di SDK Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat.

Berbekal saat pelaksanaan latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat di home base, personel telah diberikan bekal dan tata cara mengajar yang baik dan mudah dipahami oleh murid. Sehingga dapat diaplikasikan kepada murid yang berada di perbatasan.

Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

“Murid-murid di SDK Ninulat cukup mengerti dengan teknik – teknik berhitung yang telah saya berikan. Jadi murid bisa belajar dengan cepat dan mudah dimengerti,” ungkap Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan, selaku Wadanpos Ninulat, di Nilulat, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Saat ini jumlah guru di SDK Nilulat sebanyak enam orang dengan status tiga orang PNS dan tiga orang guru tenaga honorer, padahal jumlah siswa yang harus mereka ajar sebanyak 78 anak.

“Kita dari TNI hanya membantu mengajar setiap Senin dan Selasa, Mata pelajaran yang diajarkan diantaranya, Tematik (IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia dll) – PJOK (pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan) – PBB (Peraturan Baris Berbaris)- Kesenian dan Pramuka,” tandas I Kadek Panji Tinna Astrawan.

(sms)

Keseharian Bocah 11 Tahun yang Mantap Jadi Mualaf di Ponpes

loading…

Calvin yang kini bernama Isham Mustafa Najih bersama Kiai Atam Rustam salah satu Pengurus Pondok Pesantren KH Zainal Mustafa Sukamanah, Kabupaten Tasikmalaya. Foto SINDOnews/Jani Noor

TASIKMALAYA – Minggu Sore, 13 Januari 2019, hari bersejarah bagi anak seusia 11 tahunan Calvin Indriya asal Bulak Kapal Bekasi Timur yang mengambil keputusan besar pindah keyakinan untuk menjadi mualaf. Calvin yang kini bernama Isham Mustafa Najih ini mengucapkan dua kalimat Syahadat (mualaf) dihadapan Santri dan Kiai Pondok Pesantren KH Zainal Mustafa Sukamanah, Kabupaten Tasikmalaya. (Baca: Viral Bocah 11 Tahun yang Mantap jadi Mualaf)

Keseharian Bocah 11 Tahun yang Mantap Jadi Mualaf di Ponpes

Praktik Solat dan Bacaan Solat pun sedang dipelajari. Namun dalam mengucap salam, Calvin begitu fasih termasuk dengan adab bersalaman dilingkungan Pesantren. Calvin tak sungkan membungkukan kepala mencium tangan para santri diatas usia, terlebih pada para Kiai.

“Assalamu’alaikum, Alhamdulillah, Subhanallah, La Ilaaha Illalah, Allohu Akbar dan A Ba T Tsa Ja Ha Kha Dal Dza (Huruf Hijaiyah)” sudah akrab di mulut Calvin yang dalam kurun waktu tiga hari saja mampu diucapkan dengan baik.

Keseharian Bocah 11 Tahun yang Mantap Jadi Mualaf di Ponpes

Kiai Atam Rustam salah satu Pengurus Pondok Pesantren yang dikenal Pesantrennya Pahlawan Nasional KH Zainal Mustofa ini tak henti-hentinya mengusap kepala Calvin kalau bertemu. Ketika Salat tiba dan jadwal pengajian masuk selalu menanyakan Calvin. “Isham mana Isham mana,” kata Kiai Atam menyebut nama baru Calvin.

Naluri anak yang masih gandrung dengan permainan game di android lah yang membuat Kiai Atam terus memantau perkembangan Calvin. Pasalnya anak yang sudah masuk Islam (mualaf) itu terlihat hyperaktif dan supel bergaul dengan santri lain.

Keseharian Bocah 11 Tahun yang Mantap Jadi Mualaf di Ponpes

Calvin juga tak terlihat canggung ketika diwawancara SINDOnews di Ruang Dewan Santri KH Zainal Mustofa, Rabu, (16/1/2019). Ia begitu terbuka bicara jujur apa adanya bahwa niatan masuk Islam (mualaf) telah terbersit sejak kelas tiga Sekolah Dasar.

Baca Juga:

Bahkan bukan Islam saja, tapi ingin mencoba masuk agama lain yang bukan hanya Budha (Agama semula Calvin) tapi Protestan, Katolik dan Hindu.

“Tapi cukup Islam saja karena Papah menyarankan Islam serta tinggal di Pesantren agar bisa berdisiplin,” katanya.

Tiga hari di Pesantren, Calvin mulai bisa meninggalkan ponsel androidnya yang menjadi teman permainan selama di Bekasi. Ia tak memasalahkan tak bisa main HP lagi karena di Pesantren lebih fokus belajar agama.

“Jujur ada kebiasaan terkekang seperti kalau di rumah main game saja kalau disini belajar agama dan praktik salat. Tapi gak apa-apa, bagus jadi disiplin,” ujarnya sambil mengerlingkan mata.

Kopiah putih, koko putih yang terlihat longgar dengan sarung yang belum begitu biasa dipakai Calvin pun menjadi pakaian sehari-hari. Calvin mengaku mulai terbiasa karena di lingkungan Pesantren diwajibkan berpakaian demikian. Termasuk biasa tidur di kasur empuk, kini hanya di kasur tipis beralas tikar.

Meski demikian, rasa rindu terhadap orang tua dan teman sepermainan diutarakan juga kepada SINDOnews. Tapi, katanya, harus ditahan karena dunia Pesantren dengan Agama Islam yang sedang dipelajari harus dilakoni sampai nanti dewasa.

“Ya sekolah juga pindah kesini. Sedih sih tapi sebelum kesini sudah kirim surat ke teman-teman agar memaafkan jika ada salah selama di sekolah serta tetap sahabat selamanya,” ucapnya.

Ada pesan yang disampaikan anak yang di tahun ini juga masuk MTs Negeri Sukamanah ini, bahwa meminta Papah Mamahnya untuk rajin makan, banyak istirahat dan tidak terlalu banyak kerja.

“Nah kalau disunat belum siap,” tuturnya sambil melirik kepada Kiai Atam yang membimbing Syahadar Calvin.

“Nggak-nggak sakit kok Isham. Nanti juga biasa,” kata Kiai Atam sambil tertawa.

Menurut Kiai Atam, sebelumnya juga pernah ada yang masuk Islam (mualaf) di Pesantren ini dari Jepang. Namun karena akan menikah dengan orang Tasikmalaya sehingga sekarang sudah ke Jepang lagi.

Dan sekarang, ada Calvin yang masih anak-anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Pondok Pesantren KH Zainal Mustofa Sukamanah.

“Waktu itu saya kedatangan tamu bahwa akan ada yang ingin masuk Islam dari Bekasi. Kirain orang yang sudah dewasa tapi ternyata masih anak kecil. Saya kaget juga karena orang tuanya sendiri yang mengantar Calvin meski sampai sekarang mereka masih beragama Budha,” tuturnya.

Kiai Atam pun menyampaikan sehari tiga kali Calvin ikut belajar Agama Islam yang dimulai dari Praktik Solat serta Bacaan solat dibimbing para Dewan Santri.

(sms)

KPU Demak Siapkan Layar Besar Nobar Debat Capres

loading…

KPU Demak, Jawa Tengah menyiapkan layar besar untuk nonton bareng (nobar) siaran langsung debat calon presiden dan calon wakil presiden, besok, Kamis 17 Januari. Foto/Dok SINDOnews

DEMAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak, Jawa Tengah menyiapkan layar besar untuk nonton bareng (nobar) siaran langsung debat calon presiden dan calon wakil presiden, besok, Kamis 17 Januari. Nobar dipusatkan di halaman kantor KPU Demak, Jalan Kiai Turmudzi Nomor 1, Demak.

Komisioner KPU Demak, Siti Ulfaati, mengimbau masyarakat untuk ikut serta nonton bareng debat perdana kontestan pilpres yang dimulai pukul 19.30 WIB. Sementara bagi yang belum bisa bergabung bisa menyimak tayangan langsung di televisi penyelenggara penyiaran, yaitu TVRI, KompasTV, RRI, dan RTV.

“Debat pilpres ini penting bagi masyarakat. Masyarakat bisa melihat langsung penyampaian visi misi serta progam yang diusung si calon presiden dan calon wakil presiden, tentunya juga sebagai pendidikan politik bagi masyarakat,” ujar Ulfa, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tayangan debat capres-cawapres itu bisa berpengaruh kepada masyarakat agar lebih mantap menentukan pilihan. Dengan debat tersebut, masyarakat pemilih akan melihat argumentasi rasional dan juga daya tarik personal dari masing-masing kandidat capres dan cawapres.

“Sehingga masyarakat nantinya juga mengerti dan tahu siapa yang akan dipilih. Yang sesuai dan menarik untuk kepentingan masyarakat. Tentu harapan besarnya adalah masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah disediakan,” tukasnya.

Ulfa mengatakan, debat capres-cawapres diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu Pasal 48, 49 dan 50. Pada Pasal 48 ayat (3) menyebutkan bahwa debat dilaksanakan sebanyak lima kali dengan rincian; dua kali untuk calon presiden, satu kali untuk calon wakil presiden dan dua kali untuk calon presiden dan wakil presiden.

“Dalam debat perdana yang digelar oleh KPU ini mengambil tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat akan diselenggarakan sebanyak empat kali lagi, 17 Februari, 17 dan 30 Maret, serta yang terakhir akan ditentukan tanggal dan tempatnya pada akhir Januari oleh KPU RI,” tandas Ulfa.

Sekadar diketahui, debat calon presiden dan calon wakil presiden pemilu 2019 yaitu pasangan nomor 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan nomor 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Salahuddin Uno.

(rhs)

Gempa 5,3 SR di Morotai Terasa hingga Filipina

loading…

Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter, Rabu (16/1/2019) pukul 18.49.30 Wita dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Foto Ilustrasi/SINDOnews

MOROTAI – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter, Rabu (16/1/2019) pukul 18.49.30 Wita dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,47 LU dan 128,64 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 161 km arah utara Kota Daruba, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km. Gempa cukup dirasakan di sebagian wilayah Filipina bagian Selatan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng laut Filipina.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Filipina ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

Baca Juga:

Menurutnya, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Morotai II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 20.25 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya empat kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitude terbesar M 4.9. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,”imbaunya.

(sms)

Polda Sumsel Tangkap Ribuan Butir Ekstasi Asal Jatim

loading…

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam proes release sejumlah tangkapan di Mapolda Sumsel, Rabu (16/1/2019). Foto/Berli Zulkanedi

PALEMBANG – Ditres Narkoba Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap seorang tersangka kurir pil ektasi atas Jember, Jawa Timur. Tersangka Alwan Saputra dengan barang bukti 5000 ektasi ditangkap di salah satu hotel di Kota Palembang.

Terungkap dalam pres release di Mapolda Sumsel, Rabu (16/1/2019) tersangka ditangkap di Hotel Princess Palembang, Senin (14/1). “Tersangka ini kita tangkap saat petugas melakukan penyamaran. Mengenai asal barang, tidak menutup kemungkinan termasuk jaringan Surabaya,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (16/1/2019).

Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mengantar barang ke Palembang kepada seseorang yang tidak dikenal. Tersangka diketahui berdomisili Jember, Jawa Timur sudah dua kali mengantar narkoba ke Palembang.

Baca Juga:

“Pesanan ini nantinya diletakkan di suatu tempat, saya ditelpon untuk mengambilnya. Begitu juga saat mengantarkan pesanan, diletakkan di suatu tempat sesuai perintah. Setelah itu, barulah diberi upah Rp10 juta dan pembayarannya melalui transfer,” ungkap tersangka tertunduk.

(rhs)

Minibus Pengangkut Uang ATM Terguling, Ratusan Juta Diamankan

loading…

Minibus pengisi uang anjungan tunai mandiri (ATM) terguling di Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Rabu, (16/1/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. Foto SINDOnews/Edi P

TULUNGAGUNG – Minibus pengisi uang anjungan tunai mandiri (ATM) terguling di Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (16/1/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun mobil Daihatsu Luxio warna hitam rusak parah. Bemper depan penyok. Atap dalam kondisi remuk.

“Saat kami datang menolong, ada tiga orang di dalam kabin, sopir, polisi, dan kernet. Mereka tidak terluka parah. Sepertinya hanya lecet-lecet. Sudah di rumah sakit,” kata Sarjono (54) ketua RW 2 RT 2, Desa Pucung Lor.

Proses terjadinya kecelakaan tepat di depan balai desa Pucung Lor. Posisi mobil terperosok berada di sebelah barat balai desa atau di halaman samping rumah mbah Tumijah (70).

Baca Juga:

Menurut Sarjono, kecelakaan berawal saat dari arah barat menuju ke arah Kabupaten Blitar, ada dua mobil Daihatsu Grandmax kebut-kebutan. Satu mobil Grandmax mendahului mobil yang lain. Sayangnya saat mendahului, Grandmax tersebut memakan bahu jalan sebelah kanan. Dari arah berlawanan munculah mobil Daihatsu Luxio pengangkut uang.

“Luxio nya yang membanting ke kiri menghindari tabrakan adu kepala,” kata Sarjono yang pada saat kejadian sedang duduk santai di pinggir jalan.

Menurut dia, Daihatsu Luxio terpelanting ke arah kanan menghantam tugu dan tembok. Saking kerasnya benturan, tugunya terpental hingga 7 meter. Bodi mobil sempat menabrak pohon dan rantingnya patah.

Mobil tersebut nyaris menyambar Mbah Tumijah, pemilik pekarangan. Dia termangu saat tiba-tiba di depannya ada mobil terguling. “Saya sedang menanam bibit pohon pisang. Tiba-tiba ada mobil itu. Kulo langsung koplok (berdebar dan lemas),” tutur Tumijah sambil menunjuk ke arah mobil nahas tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, mobil pengisi ATM tersebut milik PT SSI. Tidak ada penjarahan. Uang dan mobil diamankan Polsek Ngantru. Kotak uang sudah berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Nanti tembok yang jebol akan diperbaiki,” kata petugas evakuasi mobil kepada Mbah Tumijah.

(sms)

Gubernur Banten Akan Bangun Rumah Rusak Terdampak Tsunami

loading…

Setelah memberi bantuan paket seragam sekolah kepada siswa, kali ini gubernur yang akrab disapa WH itu memberikan bantuan untuk perbaikan kantor desa terdampak tsunami, di Panimbang, Pandeglang, Banten, Rabu (16/1/2019).

PANDEGLANG – Gubernur Banten Wahidin Halim akan bangun 1033 rumah yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat road show pascatsunami di Banten.

Setelah memberi bantuan paket seragam sekolah kepada siswa, kali ini gubernur yang akrab disapa WH itu memberikan bantuan untuk perbaikan kantor desa terdampak tsunami, di Panimbang, Pandeglang, Banten, Rabu (16/1/2019).

Gubernur menyatakan, selain sarana prasarana dan fasilitas sosial, pihaknya akan memberikan bantuan untuk perbaikan kantor desa terdampak masing–masing sebesar Rp50 juta. Diantaranya Desa Panimbang Jaya, Desa Mekarjaya, Desa Gombong, Desa Mekarsari, Desa Citeureup, Desa Tanjungjaya. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Panimbang, Pandeglang.

Baca Juga:

Bantuan diberikan secara langsung oleh WH dan wakilnya, Sekda Ino S. Rawita, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Komandan Kodim 0601 Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranata serta ASN Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu Gubernur WH mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten akan selalu hadir dalam masalah apapun yang melanda warganya. “Kita akan selalu bersama dan kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara saudara sekalian,” ujar Gubernur.

Selain itu Gubernur meminta OPD terkait agar segera mendata secara rinci dan menginventarisir kerugian yang diderita oleh masyarakat guna menghitung jumlah bantuan yang dibutuhkan. Bantuan untuk seluruh rumah baik yang rusak ringan, sedang, dan parah maupun total rusak.

“Jangan ada yang terlewat. Supaya bisa dirinci dan selesai semua,” ujar WH yang pernah sukses memajukan Tangerang tersebut.

Usai ditutupnya tanggap bencana tsunami oleh Pemprov Banten hingga 9 Januari 2019 kemarin, Gubernur Banten Wahidin Halim langsung memimpin rapat seluruh OPD dan melakukan cross cek langsung guna memastikan seluruh Korban bencana tsunami telah mendapat perawatan maksimal.

Pemprov Banten juga telah menyelesaikan pembayaran secara penuh di beberapa rumah sakit untuk para korban yang telah ditangani di hampir 16 rumah sakit swasta dan pemerintah. Sebagaian besar korban yang dirawat kebanyakan telah kembali ke rumahnya masing masing.

Gubernur mengatakan, berdasarkan data terakhir para korban sudah tertangani dengan dan telah kembali ke rumah sebanyak 463 orang. Pemprov Banten setelah pascatanggap bencana akan memperbaiki rumah penduduk yang terkena bencana tsunami baik yang rusak total maupun yang rusak berat.

“Ada sebanyak 717 unit untuk yang rusak total dan berat, pembangunannya akan menggunakan dana APBD Pemprov serta dana rekontruksi dari kementerian PUPR, begitu pula untuk perbaikan rumah sedang dan ringan. Kalau untuk hunian sementara yang tersebar di berbagai wilayah sudah dan sedang dikerjakan oleh Pemkab Pandeglang,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, bantuan kebutuhan bagi korban tsunami tetap akan disalurkan, dan seluruh posko bantuan walaupun telah ditutup bersamaan akhir masa darurat bencana.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, berterimakasih atas dukungan dan bantuan dari Pemprov Banten kepada korban bencana tsunami di Pandeglang. “Rumah yang rusak hasil validasi sebanyak 1033, terdiri dari 209 rusak ringan, 115 rusak sedang, rusak berat 162, dan rusak total sebanyak 547. Bantuan dari Pemprov Banten bukan kali ini saja, dari awal bencana juga sudah hadir bersama kami di lapangan. Untuk rumah rusak ringan nanti akan dibantu juga oleh Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Bupati.

Pengungsi korban tsunami saat ini 2.645 jiwa dari 33 ribu pengungsi dari awal kejadian. Jumlah ini, merupakan data terakhir tanggal 10 Januari. “Mereka saat ini memang ada yang berdiam di ponpes, di rumah peribadatan, dan keluarganya. Mereka sudah tidak sabar, agar huntara segera selesai. 100 unit huntara di Kecamatan Sumur sudah hampir terbangun, selanjutnya akan beralih ke Labuan, kami sudah mengusulkan,” pungkas Bupati Irna.

(akn)

2019, Akper dan Poltek Sekayu Diserahkan ke Kementerian Dikti

loading…

Sekretaris Daerah Pemkab Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi memimpin rapat pembahasan pembangunan sekolah khusus olahraga SMA Negeri 5 Sekayu, SMP Negeri 12 Sekayu, serta pengalihan Politeknik Sekayu dan Akper Sekayu, Rabu (16/1/2019).

MUSI BANYUASIN – Sekretaris Daerah Pemkab Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi memimpin rapat pembahasan pembangunan sekolah khusus olahraga SMA Negeri 5 Sekayu, SMP Negeri 12 Sekayu, serta pengalihan Politeknik Sekayu dan Akper Sekayu, Rabu (16/1/2019).

Sekda Apriadi menyimpulkan dan menyampaikan beberapa instruksi kepada perangkat daerah terkait, yakni Dispopar dan Disdikbud Muba untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait pembangunan Gedung Sekolah Khusus Olah Raga SMA Negeri 5 Sekayu.

“Ini menyangkut soal kewenangan, karena kewengan untuk SMA sudah ke provinsi jadi kita harus koordinasikan lagi dengan provinsi dan kementerian terkait,” ujar Sekda.

Baca Juga:

Sebelumnya SMA Negeri 5 Sekayu menumpang di SMA Negeri 1 Sekayu, dan SMP 12 di SMP Negeri 8 Sekayu.

“Untuk sementara sebelum gedung kita bangun SMA Negeri 5 dan SMP Negeri 12 ini kita persilahkan menggunakan Mess Korpri untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Apriyadi.

Mengenai pengalihan Akper dan Politeknik Sekayu, Sekda meminta agar dipersiapkan untuk diserahkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi untuk dialihkan pengelolaannya ke Universitas Sriwijaya (Unsri).

“Tahun ini kita sepakat dan targetkan aset dan SDM di Akper dan Politeknik Sekayu akan kita serahkan ke Kementerian Dikti, untuk itu kita harus komunikasikan dengan intens. kita tidak bisa lagi membiayai karena terbentur Undang-Undang,” tuturnya.

Sekda juga menghimbau agar Politeknik Sekayu dan Akper belum diperkenankan menerima mahasiswa baru sebelum proses pengalihan pengelolaan selesai.

Rapat turut dihadiri Asisten III Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi, dari Disdikbud Muba Musni Wijaya, Plt Kepala Dispopar Muba Eko Kusbianto, Direktur Akper Muba Amrullah, Direktur Politeknik Sekayu Haryanto, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Sekayu Nur’aini, dan SMP Negeri 12 Sekayu Susanti.

(akn)

2 Petani di Jepara Tersambar Petir, 1 Orang Tewas

loading…

Dua petani disambar petir saat beraktivitas di sawah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019). Satu orang meninggal seketika, sementara rekannya masih trauma. Ilustrasi/SINDOnews

JEPARA – Dua petani disambar petir saat beraktivitas di sawah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019). Satu orang meninggal seketika, sementara rekannya masih trauma dan dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kedua korban adalah Sunaryo (55) dan Faisol (18). Mereka tercatat sebagai warga Dukuh Nganjun RT 2/3 Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara. Peristiwa bermula saat kedua korban menuju lokasi persawahan di Lambiran Sungai Kaligelis, Desa Bandungharjo untuk mengambil pompa air.

“Mereka tiba di lokasi persawahan sekira pukul 07.30 WIB. Tiba-tiba datang kilatan petir tepat di samping korban atas nama Sunaryo, hingga kedua orang tersebut jatuh tersungkur,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Sesaat kemudian warga berdatangan dan mengevakuasi kedua korban. Pada saat proses evakuasi, Sunaryo sudah diketahui meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Sedangkan Faisol terlihat masih bernapas dan segera dilarikan ke Puskesmas Sambungoyot.

“Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP dan mencatat keterangan saksi . Berdasarkan hasil pemeriksaan bidan puskemas, di tubuh korban yang meninggal dunia tidak terdapat luka-luka penganiayaan,” tukasnya.

(sms)

Bupati Kobar Lantik Ratusan Pejabat Eselon IV dan III

loading…

Bupati Kobar Nurhidayah melantik 309 pejabat eselon IV dan III, Rabu sore (16/1/2019). Foto/Sigit Dzakwan/iNews tv

KOTAWARINGIN BARAT – Bupati Kotawaringin Barat (Barat), Kalimantan tengah (Kalteng), Nurhidayah melantik 309 pejabat eselon IV dan III di jajaran Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (16/1/2019) sore.

Pelantikan pejabat eselon itu dilaksanakan di Aula DPRD Kobar. Sejumlah pejabat itu mengucapkan sumpah dan janji sebelum resmi dilantik oleh orang nomor satu di kabupaten itu.

Pada kesempatan itu Bupati Nurhidayah mengatakan, para pejabat eselon IV dan III yang dilantik dinilai sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain itu, untuk mengisi beberapa bidang yang pejabatnya sedang kosong.

Baca Juga:

“Jadi mutasi dan kenaikan jabatan saya rasa hal yang wajar dalam suatu struktur organisasi pemerintahan. Selain itu, dengan adanya perubahan struktur ini diharapkan bisa menambah semangat untuk menunaikan tugas di bidang masing-masing,” tegas Bupati.

(rhs)

Hukum Harus Mampu Mewujudkan Rasa Keadilan

loading…

Suasana Diskusi Hot Topic bertemakan Refleksi Penegakan Hukum MNC Trijaya FM Semarang, di Lobby Gets Hotel Semarang. Foto SINDOnews/Ahmad A

SEMARANG – Berbicara mengenai hukum sama halnya berbicara tentang norma hukum yang seharusnya tidak sekadar menyentuh aspek pemenuhan unsur kepastian hukum secara tekstual-normatif, tetapi interaksinya dengan berbagai norma lainnya demi menciptakan keseimbangan keadilan. Pernyataan tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum dan Masyarakat FH Undip, Prof Dr Esmi Warasih, dalam Diskusi Hot Topic bertemakan “Refleksi Penegakan Hukum” MNC Trijaya FM Semarang, di Lobby Gets Hotel Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019).

“Norma hukum mestinya bisa diseimbangkan dengan norma-norma lain dalam masyarakat yang berinteraksi dengannya, dimana hukum harus mampu mewujudkan rasa keadilan dan keseimbangan dengan norma budaya, etika, moral, dan norma agama seperti tercermin dalam cita hukum negara kita yaitu Pancasila,” papar Esmi.

Menurut dia, sejatinya kita berhukum itu bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memunculkan dan membudayakan kebenaran yang dapat menghasilkan rasa keadilan dan keseimbangan keadilan itu sendiri.

Baca Juga:

“Sebab tujuan hakiki daripada hukum adalah untuk menciptakan kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, dan kemanfaatan bagi manusia, bukan untuk melanggengkan kesengsaraan,” paparnya.

Berkaca dari kasus hukum yang menjerat mantan Ketua DPD RI Irman Gusman. Secara tekstual-yuridis, dia dianggap telah bersalah oleh Pengadilan Tipikor dan dijatuhi hukuman penjara empat tahun enam bulan ditambah pencabutan hak politiknya selama tiga tahun.

Menurut Esmi, dilihat dari kacamata sosiologi hukum, sulit untuk menghadirkan keadilan ketika tolok ukur yang digunakan adalah neraca hukum tekstual semata.

“Tidak mungkin dari sudut pandang yang sempit itu kita bisa menilai rekam jejak, manfaat dan hasil kerja dan jasa-jasa seorang mantan pejabat tinggi negara dalam totalitas kehidupan dan darma baktinya,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari sudut pandang penerima manfaat, Irman Gusman bisa dianggap sebagai pahlawan yang telah terkorbankan gara-gara membela kepentingan masyarakat di daerahnya, yaitu upayanya untuk menurunkan harga gula. Selain itu, dia juga sama sekali tidak terbukti merugikan keuangan negara.

“Maka sedikit sumir bila seorang wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya harus pula dijerat oleh hukum, dengan alasan tekstual. Padahal terbukti bahwa masyarakat di daerahnya menerima manfaat yang besar dari hasil kerja itu. Artinya, dia mendatangkan manfaat, tapi dikorbankan,” timpalnya.

Jadi pendekatan yang dilakukan penegak hukum, tegas dia, harus terjadi pegeseran yang kuat. Karena kalau tidak, akan terjadi pendekatan pasal-pasal. “Sementara pasal-pasal ini juga harus dimaknai. Kalau tidak dilakukan dengan pendekatan non hukum, maka pada akhirnya terbelenggu kaku,” tegasnya.

Sementara, Pakar Hukum Pidana Materiil Undip, Prof Dr Nyoman Serikat Putra Jaya menjelaskan bahwa aturan hukum yang harus diluruskan, harus disesuaikan dengan perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi serta hukum. Tidak bisa menyalahkan perkembangan masyarakat.

“Di dalam masalah korupsi misalnya, aparat penegak disediakan sekian pasal untuk penanganan hukum. Nah, saya kurang paham, aparat terpatri pada satu pasal,” tukas Nyoman.

Menurutnya, dalam hukum pidana bila ada benturan kepastian hukum dan keadilan, maka yang diutamakan adalah keadilan. Bahkan ketentuan itu sudah masuk RUU Hukum Pidana. “Jadi di sini terdapat tuntutan kejelian penegak untuk melihat persoalannya,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, suatu perbuatan penggelapan berupa pengalihan dana, itu salah. Namun faktanya kepentingan umum dilayani, tidak merugikan negara, terdakwa tidak diuntungkan. Maka dalam kasus ini harus menjadi pertimbangan.

Sekretaris Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Undip Dr Pudjiono menilai, pada masalah tindak pidana korupsi, merujuk penelitian ke masyarakat apakah putusan pidana bagi koruptor itu sudah sesuai keadilan atau sebaliknya. Akan tetapi berdasarkan penelitian dari Indonesia Corruption Watch (ICW), justru memunculkan tanggapan masyarakat beragam. Hingga mayoritas menyebut putusan pidana bagi koruptor masih bisa dikatakan ringan.

“Berapa persentase yang ada, masih di bawah separuh yang ada. Karena masyarakat berharap pidana kasus korupsi bermuara pada penjeraan bagi pelakunya,” ujar Pudjiono. Menurutnya, hakim tak hanya bicara soal tekstual, tetapi bagaimana pada rasa keadilan masyarakat dan juga keadilan pelaku tindak pidana.

Pudjiono menyebutkan, ada dua proses dalam aspek pemidanaan. Yaitu roses pembuktian juridis dan proses penjatuhan pidananya. “Dalam proses pembuktian juridis, orang hukum selalu berpikir secara isoterik, yaitu rambu-rambu sesuai konteks hukum atau hanya bisa dipahami orang hukum,” terang dia.

(sms)

Kebakaran 124 Hektare Hutan dan Lahan Riau Belum Tertangani

loading…

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga kini belum bisa diatasi tim gabungan. Foto/Dok SINDOnews

PEKAN BARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga kini belum bisa diatasi tim gabungan. Tercatat sudah 124 hektare musnah dilalap sijago merah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan, petugas saat ini tengah melakukan pemadaman di Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil.

“Hingga saat ini kebakaran di Rohil sudah mencapai 87 hektare. Pemadaman di Rohil dilakukan oleh personil mangga aqni, TNI, Polisi dan PBBD Dumai,” ucap Edwar Sanger, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Kebakaran juga terjadi di Jalan SMK, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Pemadaman di Dumai diperkuat dengan 7 unit mobil termasuk milik TNI AD dan delapan sepeda motor yang dlengkapi dengan pompa air.

“Untuk di Kota Dumai, luas areal yang terbakar 5,5 hektare. Pemadaman oleh tim darat masih dilakukan,” ulasnya.

Petugas gabungan lainnya juga berjuang melakukan pemadaman kebakaran di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran di wilayah pesisir Riau ini sudah terjadi sejak beberapa hari.

“Pada awal kebakaran, luas areal yang terbakar di Kecamatan Bantan hanya 3 hektar kini meluas menjadi 5 hektare,” imbuhnya.

Api juga menyala di Dusun Senyongkong, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Meranti. Sedikitnya 2 hektare lahan terbakar. BPBD bersama TNI dan Polri berjibaku melakukan pemadaman dan pendingan lahan.

(rhs)

Pedagang Tuntut Gubernur Sumsel Copot Direktur PT JSC

loading…

Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang kecil dan permainan anak-anak di Jakabaring Sport City (PKJSC) berunjukrasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2018) siang. SINDOnews/Berli

PALEMBANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang kecil dan permainan anak-anak di Jakabaring Sport City (PKJSC) berunjukrasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2018) siang.

Dalam aksinya mereka meminta Gubernur Sumsel Herman Deru memecat Direktur dan seluruh jajaran PT JSC, pengelola kompleks JSC, karena tidak berpihak kepada para pedagang dan pemilik mainan anak-anak.

Koordinator aksi Udin mengungkapkan, sejauh ini para pedagang sudah bermediasi dengan Direktur dan Jajaran PT JSC, tetapi ketika di lapangan realisasinya berbeda.

Baca Juga:

“Salah satu tuntutan kami masalah parkir, masuknya Alfamart, konflik dengan satpam. Kami sudah mediasi dengan direktur ternyata realisasi beda lagi, kami disuruh lari dan bergeser tapi setelah kami lari ditempatkan Alfamart, ini keberatan kami,” ungkapnya diaminkan pendemo lainnya.

Sambungnya, pihaknya juga meminta agar PT JSC dibubarkan, karena selama hampir dua tahun berdiri sangat meresahkan para pedagang. “Dan masalah mainan anak-anak ini tadinya diizinkan, setelah itu tidak boleh dengan alasan perintah gubernur. Setelah kami turuti ternyata mereka menyewakan mobil listrik,” bebernya.

Para pedagang juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Semenjak adanya sistem auto gate penghasilan kami turun drastis, langkah ke depan kalau tidak ada tanggapan akan kami bakar alfamart,” tambahnya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel diwakili Kasi Perdagangan, Firosa Rivandy mengatakan, semua keluhan pedagang dan mainan anak-anak akan ditanggapi dan dikroscek ulang kebenarannya.

“Semua keluhan itu akan kita kaji ulang, karena kita harus profesional tidak bisa satu pihak, mesti kedua belah pihak. Kita akan kroscek, kita panggil dan kita fasilitasi , Insya Allah akan ada jalan keluarnya dan pihak pengelola juga tidak rugi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, memasuki 2019 PT JSC, selaku pengelola kompleks Jakabaring Sport City (JSC), menerapkan sistim auto gate pada pintu masuk komplek. Setiap orang yang melintas untuk masuk dikenakan biaya Rp5000 sepeda motor, Rp10000 untuk mobil. Diduga sejak sistem baru ini, pengunjung komplek eks lokasi Asian Games ini menjadi sepi.

(nag)

Video Mesum Sepasang Kekasih Jatirejo Bergoyang Beredar di Mojokerto

loading…

Video mesum sepasang remaja berbuat mesum, Jatirejo Bergoyang beredar di wilayah Kabupaten Mojokerto seminggu terakhir ini. Ilustrasi/SINDOnews

MOJOKERTO – Video mesum sepasang remaja berbuat mesum beredar di wilayah Kabupaten Mojokerto seminggu terakhir ini. Dalam video berdurasi satu menit dua puluh satu detik tersebut sepasang remaja berbuat mesum di sebuah kamar diduga di daerah Jatirejo, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selain video juga beredar foto-foto kedua remaja tersebut.

“Video mesum sepasang kekasih dengan judul Jatirejo Bergoyang ini telah beredar seminggu terakhir di kalangan remaja. Awalnya hanya beredar di Desa Ngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Namun terus beredar lewat story WhatApps. Selain video foto-foto mesum sepasangan remaja ini juga terus beredar luas, “ kata Untung seorang Warga Mojokerto.

Satuan Reskrim Polres Mojokerto langsung turun tangan dengan melakukan penyelidikan, selain itu pihak perempuan NW warga Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto telah melaporkan ke Polres Mojokerto.

Baca Juga:

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Sholikin Fery mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari korban si perempuan dan saat ini telah memeriksan tiga saksi mata. Tiga saksi mata tersebut diantaranya si perempuan dan dua temanya yang mengetahui video tersebut.

“Memang kita baru menerima laporan dari salah satu masyarakat tentang dugaan tidak pidana ITE yaitu menyebarkan konten elektronik yang bermuatan pornografi dan dilakukan penyelidikan menerima laporan tiga hari diduga pasangan kekasih dan telah memeriksa tiga saksi yaitu si perempuan dan dua temannya,” kata Kasat Reskrim, Rabu (16/1/2019).

(sms)

Resmi Tersangka, Vanessa Angel Dipanggil Senin Pekan Depan

loading…

Artis sinteron Vanessa Angel resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online. Artis FTV tersebut akan dipanggil Senin pekan depan untuk diperiksa sebagai tersangka. Foto Kapolda Jatim Irjen Pol Luki H/SINDOnews

SURABAYA – Artis sinteron Vanessa Angel resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online. Penetapan tersebut setelah Polda Jatim menggelar perkara serta meminta keterangan ahli bahasa, ahli ITE serta ahli agama. (Baca juga: Vanessa Angel Ditetapkan Tersangka Prostitusi Online oleh Polda Jatim).

“Penetapan tersangka terhadap Vanessa sendiri mulai hari ini dan pada hari Senin pekan depan Vanessa akan dilakukan pemanggilan ke Polda Jatim,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, dalam press rilis, di Mapolda Jatim, Rabu (16/1/2019).

Sementara itu Pasal yang disangkakan terhadap Vanessa Angel yakni Pasal 27 ayat 1 Undang – undang ITE yakni Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca Juga:

Penetapan tersangka terhadap Vanessa Angel ini karena yang bersangkutan secara langsung mengupload fotonya sendiri ke mucikari serta pengiriman foto ke tersangka mucikari.

(sms)

8 Tahun DPO, Terdakwa Korupsi Pembuatan Perda Diamankan di Bandung

loading…

Kajari Serang Azhari memperlihatkan foto terdakwa Nandang Suryana, terpidana kasus korupsi pembuatan perda dan non perda. Foto/Rasyid Ridho

SERANG – Aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Banten, menangkap Nandang Suryana terpidana kasus korupsi pembuatan perda dan non perda serta markup pembayaran pajak pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2004.

Mantan Kasubag Perundang-undangan DPRD Provinsi Banten itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejagung sejak tahun 2014. Sebelumnya, Nandang terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) yang sudah merugikan negara sebesar Rp821.650.000.

Kajari Serang Azhari mengatakan, terdakwa Nandang diamankan di tempat persembunyiannya di daerah Kampung Cikahuripan, Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pagi tadi pukul 07.30 WIB tanpa ada perlawanan.

Baca Juga:

“Setelah beberapa minggu kita intai. Pagi tadi berhasil kita tangkap saat sedang santai di rumahnya di Kabupaten Bandung, Desa Nagrog, Cicalengka tanpa adanya perlawan,” kata Azahri kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Nandang seharusnya menjalani hukuman penjara selama satu tahun dengan denda Rp20 juta subsider enam bulan penjara. Hukuman itu berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Serang diperkuat oleh putusan Mahkamah Agung.

“Dimana yang bersangkutan telah DPO kurang lebih selama 8 tahun. Setelah kita panggil sebelumnya karena sudah inkrah. Tapi, yang bersangkutan tidak pernah hadir sehingga yang bersangkutan dinyatakan DPO,” ujarnya.

Bahkan, untuk menutupi identitasnya, terdakwa mengganti nama di Kartu Tandan Penduduknya menjadi Suryana. “Alhamdulillah kita bisa diteksi dan rumahnya itu berada di daerah pegunungan, terpencil,” tandasnya.

Penyidik kemudian membawa terdakwa ke Kantor Kejari Serang sebelum dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang.

(rhs)

Polisi: Video dan Foto Asusila Vanessa Angel Ada Tersebar di Medsos

loading…

Polda Jawa Timur membenarkan adanya video dan foto porno Vanessa Angel termasuk yang tersebar di media sosial. Foto SINDOnews

SURABAYA – Polisi membenarkan adanya video dan foto porno Vanessa Angel termasuk yang tersebar di media sosial. Penyebaran unsur pornografi tersebut diduga kuat jadi bukti yang memberatkan Vanessa Angel untuk menjadi tersangka.Pernyataan tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera di Kantor Humas Polda Jatim.

Bahwasannya polisi menemukan adanya video dan foto porno Vanessa Angel dalam olah digital forensik beberapa waktu lalu oleh Unit 5 Cyber Direskrimsus Polda Jawa Timur.

Selain itu polisi juga telah mendatangkan sebanyak saksi ahli dalam menganalis adanya kasus prostitusi online yang melibatkan puluhan artis dan ratusan model majalah dewasa tersebut.

Baca Juga:

Dalam prostitusi online ini penyidik Polda Jatim juga akan memanggil artis lainya hari Kamis dan Jumat besok untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Karena keterangan dari para artis lainya sangat diperlukan untuk penyidikan pihak kepolisian Unit 5 Cyber Crime Polda Jawa Timur.

(sms)

Tak Masuk Akal, Kuota Rokok di Batam Lebih dari Jumlah Penduduk

loading…

Kuota rokok di Batam mencapai 2,5 miliar batang, melebihi jumlah penduduk di Batam. Foto/Dok SINDOnews

BATAM – Kuota rokok di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diketahui jauh melebihi kebutuhan masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kuota rokok, diketahui bahwa kuota rokok di Batam mencapai 2,5 miliar batang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Agus Raharjo dalam kunjungan kerja ke Batam, Selasa (15/1/2019) lalu. Agus menjelaskan, hasil penelitian yang menunjukkan kuota rokok di Batam mencapai 2,5 miliar Batang jauh melebihi kebutuhan masyarakat Batam yang berjumlah sekitar 1,3 juta jiwa.

“Jumlahnya ini sudah tidak masuk akal sehingga ada indikasi terjadinya penyelundupan rokok ke daerah lain,” ujarnya.

Baca Juga:

“Kalau sudah seperti ini, peranan Bea Cukai sangat penting. Penindakan harus bisa ditingkatkan untuk mengetahui peredaran keluar masuk barang dan pengawasan terkait perpajakan,” kata Agus lagi.

Kendati demikian, pengawasan di daerah perdagangan bebas seperti Batam, Bintan dan Karimun menjadi satu tantangan tersendiri. Pasalnya, kawasan ini terdiri dari kepulauan sehingga sangat menyulitkan dalam sisi pengawasan.

“Pemerintah harus menentukan batasan wilayah perdagangan bebas tersebut agar pengawasan dapat berjalan maksimal,” kata Agus.

Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sinergi yang terjalin antara Bea Cukai, TNI dan Polri telah berhasil menekan angka penyelundupan dan peredaran rokok ilegal. Pada tahun 2017, rokok ilegal mencapai 12 persen dari total produksi rokok di Indonesia. Angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 7 persen pada tahun 2018.

“Saya minta ditingkatkan lagi menjadi 3 persen. Untuk itu, kuota rokok di Batam harus dievaluasi karena sudah melebihi justifikasi kebutuhan masyarakat Batam,” katanya.

Tingginya jumlah kuota rokok tersebut mengakibatkan rokok yang seharusnya beredar di kawasan perdagangan bebas berpindah ke wilayah Indonesia lainnya. Pemerintah daerah harus bisa membuat kebijakan baru untuk pemenuhan kebutuhan pokok agar kebutuhan pokok tersebut dapat dipenuhi tanpa melalui kegiatan penyelundupan.

“Pajak dan BC harus terus berkolaborasi untuk menjaga keuangan negara sehingga keuangan negara dapat terus terjaga dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Dari data Badan Pengusahaan (BP) Batam diketahui, kuota rokok untuk 2018 sebanyak 1,6 miliar Batang. Jumlah ini terdiri dari rokok non cukai sebanyak 28 persen dan 72 persen untuk rokok yang membayar cukai.

(rhs)

PPDI Sebut Ada Andil Yusril dalam Keputusan Gaji Perangkat Desa

loading…

Pemerintah berencana menetapkan skema penghasilan perangkat desa setara dengan gaji pegawai negeri sipil (PNS) golongan II A. FOTO/ANTARA

SEMARANG – Pemerintah berencana menetapkan skema penghasilan perangkat desa setara dengan gaji pegawai negeri sipil (PNS) golongan II A. Presiden Joko Widodo berjanji segera merevisi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) nomor 47/2015 tentang Perubahan atas PP nomor 43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) nomor 6/2014 tentang Desa.

Kuasa hukum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Sudir Santoso mengungkapkan bahwa keputusan pemerintah memenuhi tuntutan para perangkat desa merupakan hasil koordinasinya dengan pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. Seperti diketahui Yusril merupakan pengacara pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Maruf Amin.

“Prof Yusril itu kan pengacara Pak Jokowi dalam Pilpres 2019, jadi saya mencoba konsultasi dan komunikasikan ke Pak Yusril tentang harapan para perangkat desa. Prof Yusril pastilah bisa memberikan masukan ke Pak Jokowi atas harapan PPDI,” Kata Sudir Santoso yang juga menjabat sebagai Ketua Parade Nusantara, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Gaji Perangkat Desa Setara PNS Eselon IIA)

Baca Juga:

Menurut Sudir Santoso, pihaknya telah mendiskusikan keberadaan PP 43/2014 dan PP 47/2015 yang menyebabkan posisi perangkat desa lemah dalam hak penghasilan Tetap.
Sejarah mencatat bahwa UU Desa merupakan proses peningkatan status PP 72/2015 tentang Desa yang di dalamnya ada kewajiban pemerintah pusat menjamin kesejahteraan perangkat desa.

Dipaparkan, dalam UU Desa Pasal 66 ayat 1, 2 dan 5 adalah rujukan tentang penghasilan tetap yang kemudian diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Jaminan kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa semestinya bersumber dari APBD di luar Alokasi Dana Desa (ADD). Ini sesuai dengan Pasal 68 huruf d penjelasan yang menyatakan bahwa bantuan keuangan dari pemerintah pusat diutamakan untuk tunjangan kepala desa dan perangkat Desa.

“Jadi saya masih berharap Prof Yusril mampu membantu agar revisi PP 47/2015 sesuai dengan semangat UU Desa yang dijiwai oleh PP 72/2005,” kata Sudir yang keberatan rencana perubahan aturan sumber penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa bersumber dari ADD.

(amm)

Polda Sumsel Buru Pemasok dan Rekan AKBP AS Gunakan Narkoba

loading…

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto/Istimewa

PALEMBANG – Kasus narkoba yang menjerat AKBP Agus Setyawan yang kini dicopot dari jabatan Kapolres Empat Lawang terus bergulir. Polda Sumsel memburu pihak yang memasok barang haram tersebut.

“Itu masih didalami (pemasok), ini saya minta kepada Direktorat Narkoba untuk dikejar,” ujar Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Zulkarnain, Rabu (16/1/2018).

Selain AKBP AS, Kapolda menduga ada orang lain yang ikut mengonsumsi narkoba itu secara bersamaan. Namun, Kapolda mengaku kini masih terus melakukan pengembangan. “Pasti nanti kami ungkap siapa saja yang ikut, dan kapan,” katanya.

Baca Juga:

Sejauh ini, penyidik Propam Polda masih fokus pada pemeriksaan AKBP AS yang urinenya positif saat tes dadakan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan siapa pun yang terlibat akan diproses.

Sebagaimana diketahui, AKBP Agus Setiawan positif narkoba saat dilakukan tes urine secara mendadak di Polda Sumsel, Jumat (11/1/2019). Untuk kepentingan pemeriksan, AKBP AS telah dicopot dari jabatannya.

Dalam telegram Kapolri tanggal 15 Januari 2019, AKBP AS digantikan AKBP Eko Yudi Karyanto, Kaden B Satbrimob Polda Sumsel, yang bermarkas di Petanang, Kota Lubuk Linggau. Menurut informasi, Sertijab Kapolres Empat Lawang digelar Jumat pekan ini.

(rhs)

Vanessa Angel Ditetapkan Tersangka Prostitusi Online oleh Polda Jatim

loading…

Usai melakukan gelar perkara, Polda Jatim akhirnya resmi menetapkan Vanessa Angel tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online. SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA – Polda Jatim akhirnya resmi menetapkan Vanessa Angel tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online. Dari hasil gelar perkara yang dilakukan korps bhayangkara tersebut, penyidik menemukan bukti bahwa, artis tersebut sering mengirim gambar asusila ke mucikari.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penetapan tersangka tersebut juga sudah mengacu pada pendapat sejumlah ahli. Di antaranya, ahli pidana, ahli bahasa, ahli informasi dan transaksi elektronik hingga ahli agama.

Dalam hal ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Kami akan panggil VA (Vanessa Angel) pada Senin depan untuk pemeriksaan. Untuk penahanan atau tidak, tergantung seperti apa nanti,” katanya di Mapolda Jatim, Rabu (16/1/2019). (Baca: 1 dari 4 Mucikari Kasus Prostitusi Online Berhasil Ditangkap).

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis Vanessa Angel. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Baca Juga:

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks Vanessa. “Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” tandas Luki.

Dalam perkara ini, Vanessa Angel dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Seperti diketahui, Vanessa Angel digerebek di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1/2019). Wanita cantik itu diduga terlibat dalam kasus dugaan prostitusi artis yang dijalankan via online. Selain Vanessa, asistennya, ES juga ikut diamankan.

Bahkan oleh Polda Jatim ES dinyatakan sebagai tersangka lantaran diduga merupakan muncikari Vanessa. Dari tangan Vanessa, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, kondom, sprei hotel, transfer uang yang diduga hasil prostitusi dan celana dalam warna ungu.

(nag)

Raih Adipura Ketiga, Abdul Basyid Berharap Karimun Terus Berinovasi

loading…

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has. Foto/Istimewa

KARIMUN – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun yang berkomitmen menciptakan pembangunan berkelanjutan.

Atas kerja keras ini, Kabupaten Karimun kembali meraih Piala Adipura untuk ketiga kalinya. Menurut dia, prestasi ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan seluruh elemen Kabupaten Karimun.

“Selamat untuk Piala Adipura ketiga Kabupaten Karimun. Kerja keras semua pihak harus diapresiasi, pemerintah dalam mengahdirkan kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Begitupun masyarakat yang ikut serta menjalankan kebijakan tersebut,” ujar Abdul Basyid Has, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru-baru ini memberikan anugrah Adipura periode 2017-2018 kepada 146 daerah penerima. Penghargaan itu terdiri atas satu Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura, dan 5 Plakat Adipura, serta penghargaan kinerja pengurangan sampah kepada 11 kabupaten/kota.

Adipura ini merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan sustainable city.

Selain Kabupaten Karimun, Kota Tanjung Pinang dan Kabupaten Bintan juga meraih Piala Adipura pada tahun 2019 ini. “Sebagai bagian dari Kepri, kita patut berbangga karena tiga kabupaten/kota di Kepri meraih penghargaan Adipura tahun ini,” kata Caleg DPR Dapil Kepri tersebut.

Ia menambahkan, pengakuan nasional atas komitmen Kabupaten Karimun dalam pembangunan berbasis lingkungan, harus ditingkatkan dan dijadikan percontohan untuk daerah lain di Indonesia, khususnya Kepri.

“Ke depan kita semua berharap prestasi ini terus ditingkatkan, dan lahir inovasi-inovasi pembangunan lingkungan berbasis lingkungan terbaru sesuai perkembangan teknologi. Kita bisa mencontoh dari banyak negara maju,” pungkasnya.

(rhs)

Pelajar Minum Tuak, Anggota DPRD Sumut Minta Pengawasan Ditingkatkan

loading…

Pelajar di Kota Padangsidimpuan minum tuak saat jam belajar. Foto/Zia Nasution

PADANGSIDIMPUAN – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutrisno Pangaribuan meminta Dinas Pendidikan meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi pelajar terjaring minum tuak saat jam belajar.

“Fraksi PDIP DPRD Sumut meminta kepada dinas terkait melalui unit pelaksana tugas (UPT) yang ada di daerah itu segera meningkatkan pengawasan,” ujarnya kepada SINDONews melalui telepon selulernya.

Kata dia, penataan ketertiban di setiap sekolah dianggap penting, sehingga tidak ada lagi siswa yang bolos saat jam pelajaran. Apabila penataan sudah maksimal, maka para siswa tidak akan berani bolos.

Baca Juga:

“Meski siswa itu ada kegiatan di luar, pihak sekolah harus mengawasi siswanya,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para pemilik warung juga harus selektif untuk memberikan minuman yang memabukkan itu. Artinya, pemilik harusnya menyuruh pulang siswa apabila masih menggunakan seragam sekolah. Namun, pada kenyataannya, saat ini para pemilik warung tidak memperdulikannya.

“Apabila ada yang pakai seragam sekolah masuk, pemilik warung harus langsung melaporkannya ke pihak sekolah, sehingga siswa itu mendapatkan sanksi yang setimpal,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga berkewajiban untuk menata warung tuak itu, sehingga tidak menjamur seperti saat ini.

Sebelumnya, Polsek Hutaimbaru Padangsidimpuan menjaring sebelas orang siswa SMKN 2 ketika asyik minum tuak di salah satu warung tuak di Sadabuan, Kota Padangsidimpuan. Pihak kepolisian langsung menggiring mereka ke sekolah guna dilakukan pembinaan.

(rhs)

Gubernur Banten Berikan Bantuan Seragam dan Peralatan Sekolah

loading…

Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan bantuan baju seragam kepada anak-anak warga korban tsunami di Pandeglang, Rabu (16/1/2019).

PANDEGLANG – Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan bantuan baju seragam kepada anak-anak warga korban tsunami di Pandeglang, Rabu (16/1/2019). Didampingi Wakil Gubernur Andika Hazrumy dan Bupati Pandeglang Irna Narulita serta beberapa pejabat Pemprov Banten, mantan Walikota Tangerang tersebut juga memberikan bantuan berupa peralatan sekolah.

Bupati Pandeglang mengapresiasi kepedulian dan empati yang tinggi yang ditunjukkan Gubernur Banten kepada warga Pandeglang yang menjadi korban stunami Desember tahuh lalu.

“Kami atas nama masyarakat Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sampai saat ini selalu peduli pasca kejadian. Kami tidak menyesal masyarakat kami memilih Pak Wahidin,” ujarnya.

Baca Juga:

Gubernur Wahidin Halim dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat korban bencana tsunami yang melanda wilayah Banten untuk kembali bangkit. Dia menegaskan Pemerintah Provinsi Banten akan selalu hadir dalam masalah apapun yang melanda warganya.

“Kita akan selalu bersama dan kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara saudara sekalian,” kata Gubernur.

Selain memberi bantuan, Gubernur WH dan jajaran mendata dan menginventarisir kerugian yang diderita oleh masyarakat guna menghitung jumlah bantuan dibutuhkan. Bantuan untuk rumah rusak ringan, sedang, dan parah.

“Nilainya nanti akan disampaikan secara rinci oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Banten,” pungkasnya.

(akn)

Kecanduan Narkoba, Musisi Jepang Ditangkap di Bali

loading…

Seorang musisi warga negara Jepang berinisial TT (56) ditangkap di Bali karena kecanduan narkotika. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti terdiri sabu 9,33 gram, ekstasi 5 butir dan ganja 4,20 gram. Polisi memaparkan barang bukti/SINDOnews/M

DENPASAR – Seorang warga negara Jepang berinisial TT (56) ditangkap di Bali karena kecanduan narkotika. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti terdiri sabu 9,33 gram, ekstasi 5 butir dan ganja 4,20 gram. “Dia kita tahan dan statusnya tersangka,” kata Kasat Narkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi, Rabu (16/1/2019).

Dia menjelaskan, TT ditangkap di sebuah hotel di Jalan Gunung Soputan Denpasar, Jumat 11 Januari lalu. Saat digeledah, polisi menemukan barang haram itu di saku celana tersangka dan meja kamar.

Dari hasil pemeriksaan, TT mengaku mengkonsumsi narkoba sejak tinggal di Bali lima tahun lalu. Pria yang berprofesi sebagai pencipta lagu itu menggunakan narkoba untuk mendapatkan inspirasi karyanya.

Baca Juga:

Soal asal narkoba, tersangka mengaku membelinya dari seseorang dengan cara transfer. “Oleh penjual, narkoba itu ditempel di suatu tempat lalu lalu mengambilnya,” papar Djoko.

Kepada penyidik, tersangka kelahiran 11 Februari 1963 itu mengaku membeli seharga Rp500 ribu per paketnya. Sedangkan untuk sabu, TT membeli beberapa paket untuk stok.

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan di Polres Badung. “Tersangka dijerat pasal 111 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp8 miliar,” pungkas Djoko

(sms)