Ustaz Abdul Somad Isi Seminar Moderasi Islam di UII Yogyakarta

loading…

UAS memberikan materi seminar Moderasi Islam #3 dengan tajuk Integrrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan di masjid Ulil Albab kampus terpadu UII. SINDOnews/Priyo

YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar seminar Moderasi Islam #3 dengan tajuk Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan di masjid Ulil Albab kampus terpadu UII Jalan Kaliurang km 14.5 Ngaglik, Sleman, Sabtu (12/10/2019).

Acara itu menghadirkan pembicara akademis Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan moderator dosen UII Yogyakarta Nurcholis serta pengantar seminar Rektor UII Fathul Wahid.

Ustad Abdul Somad (UAS) dalam seminar itu mengawali tentang pribadinya sendiri, termasuk tempat menyelesaikan S1 di Al Azhar Mesir, S2 di MA Darul Haditsh, Maroko dan S3 di Omdurman Islamic Universty, Sudan.

Baca Juga:

UAS membagi pengertian ilmu dari barat dan arab. Menurutnya Ilmu dari barat merupakan pengetahuan tentang sesuatu (benda/orang) yang sesuai dengan fakta dan kenyataan, jika tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan berarti hoax. Sedangkan dari arab ilmu merupakan kenyataan yang kuat yang sesuai fakta.

“Meski ada beda definisi ilmu pada awalnya, namun ujungnya sama yaitu sesuai dengan fakta dan kenyataan. Jika tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan berarti bukan ilmu,” tandasnya.

UAS juga menjabarkan perbedaan ilmu dan sains. Ilmu merupakan cara untuk mempelajari berbagai aspek tertentu dari alam secara terorganisir, sedangkan sains yakni cara untuk mengetahuinya dengan metode yang terbakukan. “Untuk mempelajari ini semuanya, Allah menciptakan akal untuk mencerna yang tersurat dan tersirat,” tandasnya.

Selain itu, juga membahas tentang Islam dan politik. Menurut UAS demokrasi tidak menghalangi kaum Muslim menjalankan syariah dan nilai ajaran Islam. Ini bisa implementasikan melalui berbagai undang-undang dan aturan hukum, seperti peraturan gubernur, peraturan bupati, peraturan desa dan lainnya.

“Di sini umat Islam harus menjalankan seluruh nilai agamanya melalui jalur yang konstitusional. Ingat juga, kejayaan Islam akan datang kembali dengan kemajuan ilmu pengetahuan,” paparnya.

(nag)