Sendratari Massal Gandrung Sewu Digelar di Pesisir Selat Bali

loading…

Sebanyak 1.400 pelajar membawakan tarian Gandrung secara massal di lautan pasir Selat Bali, Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto/iNews TV/Eris Utomo

BANYUWANGI – Sebanyak 1.400 pelajar membawakan tarian Gandrung secara massal di
lautan pasir Selat Bali, Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tarian kolosal dengan fragmen yang bertema panji-panji Sunangkoro ini merupakan kisah perjuangan heroik rakyak Bumi Blambangan melawan kolonialisme Belanda.

Sendratari Massal Gandrung Sewu Digelar di Pesisir Selat Bali

Bupati Banyuwangi Abdul Azwar Anas menyebut bahwa tari Gandrung massal ini sekaligus sebagai cara pemerintah Banyuwangi mempromosikan even atraksi wisata budaya lokal yang bertajuk Sun Rise of Java, Majestic Banyuwangi.

Para penari menampilkan tarian Gandrung dengan belatar Pulau Bali pada Sabtu sore (12/10/2019). Sendratari massal Gandrung Sewu digelar di Pantai Boom, Banyuwangi.

Baca Juga:

“Mereka membawakan sebuah fragmen perjuangan heroik rakyat Bumi Blambangan tahun 1771 pada masa kepemimpinan Adipati Mas Alit melawan kolonialisme Belanda,” katanya.
Pagelaran kolosal ini diawali dengan munculnya puluhan prajurit dengan mengibarkan penjor atau bendera, untuk mengumpulkan para prajurit lain.

Perlawanan terhadap kolonial belanda ini berlangsung di darat dan di laut, yang berujung pada gugurnya Adipati Mas Alit.

Rakyat Blambangan pun berusaha mengalahkan Belanda dengan menggelar tarian gandrung agar mudah menyusup di markas Belanda. Alhasil karena lengah, Belanda berhasil dilumpuhkan oleh prajurit Blambangan.

Gandrung Sewu yang menjadi agenda banyuwangi festival tahunan ini mampu menghinosis masyarakat untuk menyaksikan.

Selain untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Banyuwangi, pagelaran Gandrung Sewu ini sebagai upaya pemerintah memperkuat even atraksi wisata budaya lokal ke kancah internasional.

(shf)