Baru Dilantik, Puluhan Anggota DPRD Sumsel Gadaikan SK

loading…

Setelah dilantik sebagai anggota dewan pada 24 September 2019, sejumlah anggota DPRD Sumsel masa bakti 2019-2024 dikabarkan telah menggadaikan Surat Keputusan (SK) keanggotaannya untuk meminjam uang di bank. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah

PALEMBANG – Setelah dilantik sebagai anggota dewan pada 24 September 2019, sejumlah anggota DPRD Sumsel masa bakti 2019-2024 dikabarkan telah menggadaikan Surat Keputusan (SK) keanggotaannya untuk meminjam uang di bank.

“Sudah ada puluhan anggota dewan Sumsel yang mengajukan pinjaman ke pihak bank dengan menjaminkan SKnya sebagai anggota DPRD,” ujar Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban ketika dibincangi SINDOnews, Rabu (9/10/2019).

Menurut dia, menggunakan SK keanggotaan dewan sebagai jaminan untuk mendapatkan uang pinjaman dari perbankan sudah lumrah dilakukan. Sebab, gaji anggota DPRD Sumsel sendiri disalurkan melalui Bank Sumsel Babel (BSB).

Baca Juga:

“Ada yang muka baru dan lama, tapi saya lupa nama- namanya, dan pinjamannya di BSB. Bahkan kalau untuk anggota dewan yang selalu menjaminkan SKnya ke pihak bank jumlah pinjaman pun lebih besar daripada anggota dewan yang baru,” ucapnya.

Mengenai besarannya sendiri, Ramdhan tidak mengetahuinya, karena saat penyampaian di sekretariat DPRD Sumsel di kosongkan nominal. “Hanya pihak bank saja yang tahu bagaimana hitungannya, nanti kalau dapat pinjaman tinggal potong penghasilan atau gaji saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Sumsel Bagindo Togar menyatakan, banyaknya anggota dewan yang menggadaikan SK tersebut sebagai konsekuensi sengitnya pertarungan agar lolos sebagai anggota legislatif, karena proses politiknya sangat membutuhkan pembiayaan finansial.

“Katakanlah untuk mendongkrak elektoral tidak cuma butuh modal sosial, politik, intelektual, moral dan spiritual, tetapi modal finansial terkesan lebih dilirik oleh publik para pemilik hak suara,” terangnya.

(wib)