Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

loading…

Warga Kabupaten Puncak, Papua menggelar tradisi bakar batu keladi untuk meredam perang saudara, konflik, dan kekerasan. Foto/iNews/Cornelia Mudumi

PUNCAK – Bupati Puncak Willem Wandik menggelar tradisi Bakar Batu Keladi untuk meredam perang saudara, konflik dan kekerasan yang melanda wilayah Puncak, Papua.

Peristiwa kekerasan yang terjadi pada Agustus 2019 yaitu di wilayah Puncak, Papua di antaranya perang saudara di Distrik Ilaga Utara sejak Maret 2019 yang menyebabkan 6 korban tewas.

Kasus lainya yaitu serangan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap anggota Polda Papua hingga menyebabkan Brigadir Anumerta Haidar meninggal dunia.

Baca Juga:

Perang saudara, konflik dan kekerasan ini membuat suasana di Kabupaten Puncak kurang kondusif.

Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

Bupati pun mengambil langkah cepat guna menjaga kabupaten tersebut agar tetap kondusif.

Salah satunya dengan menggelar acara makan bersama tradisi adat masyarakat pegunungan tengah Papua yaitu bakar batu keladi, yang dilaksanakan di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis 16 Agustus 2019.

Acara dilaksanakan dengan mengambil keladi, ubi petatas dari kebun bupati dan keluarganya.

Bupati juga menyiapkan puluhan ekor babi untuk menggelar acara bakar batu keladi yang dihadiri pemerintah daerah, tokoh gereja, masyarakat, TNI, Polri, para kepala suku dan berbagai marga di Kabupaten Puncak.

Redam Konflik, Bupati Puncak Papua Gelar Bakar Batu Keladi

Willem Wandik menyatakan, acara makan bersama ini dapat memberikan filosofi adat masyarakat pegunungan tengah yakni kebersamaan, persatuan, gotong royong, tanpa memandang kelas/status sosial, orang dewasa hingga anak anak, serta para ibu ibu.

“Jangan lagi ada pertumpahan darah, sehingga Kabupayen Puncak selalu aman dan damai,” katanya.

Willem juga mengajak mereka yang masih berseberangan idiologi agar berhenti melakukan penyerangan di Ilaga. Sebab sudah terhitung hampir ada 6 anggota TNI/Polri yang gugur di masa kepemimpinannya sebagai bupati Puncak dua periode.

Bupati menegaskan, KKSB sebaiknya melepas senjata, dan selanjutnya bergabung bersama-sama membangun Kabupaten Puncak agar memberikan dampak kesejahteraan bagi rakyat.

(shf)