Museum Ganesya, Spot Wisata Sambil Belajar Sejarah Indonesia

loading…

Museum Ganesya di kawasan Arjosari Kota Malang, Jawa Timur, tempat wisata yang menyuguhkan edukasi sejarah. Foto/Deni Irwansyah

MALANG – Pernah berkunjung ke museum? Silakan mencoba berkunjung ke Museum Ganesya di kawasan Arjosari Kota Malang, Jawa Timur. Salah satu spot wisata yang kini menjadi jujugan wisatawan di Kota Malang.

Museum sejarah dan budaya Indonesia ini tidak hanya memamerkan aneka benda purbakala peninggalan sejarah, namun juga budaya yang dikemas dengan atraktif dan komunikatif. Menarik bagi wisatawan, bahkan menjadi spot selfi keren.

Nama Ganesya adalah kepanjangan dari gelar Indonesia Budaya. Sebuah museum yang berisi berbagai artefak perjalanan sejarah dan budaya bangsa yang dikemas secara atraktif dan kekinian untuk menarik millenial berlibur sekaligus belajar.

Baca Juga:

Seperti di sudut wayang golek sengaja memperkenalkan wayang golek, tokoh-tokoh wayangnya pun dibuat berbeda. Mulai seri presiden Indonesia, Soekarno hingga Joko Widodo serta tokoh perjuangan Panglima Sudirman dan Bung Tomo.

Ada juga seri lengkap wali songo penyebar agama Islam di Tanah Jawa dan seri Kerajaan China mulai kaisar hingga panglima perang yang mewarnai perjalanan sejarah.

Museum Ganesya, Spot Wisata Sambil Belajar Sejarah Indonesia

Bahkan wayang kulit, tokohnya pun ada yang antre mainstream, tokoh wayang teletubies yang langsung dikenal anak-anak yang berkunjung dan meminta difoto bersama wayang.

Pengunjung tidak sadar disaat tengah melihat tokoh bangsa dan sejarah, mereka juga tengah belajar tentang wayang golek yang merupakan peninggalan budaya Indonesia.

“Merasa takjub ya, ternyata sebanyak ini sejarah di Indonesia, masih banyak yang belum saya ketahui sebelumnya. Ini adalah tempat yang edukatif sekali, bagi saya terutama saya adalah guru,” kata Astrid, salah satu pengunjung.

Aneka perhiasan yang dipamerkan pun sangat menarik. Berbagai perhiasan jaman kerajaan, khususnya Majapahit banyak ditemui di sini lengkap dengan keterangannya. Mulai cincin bersama patung perajin yang banyak diajak berfoto. Hingga aneka cincin, anting, gelang hingga kalung peninggalan jaman Majapahit.

Begitu juga pusaka, aneka pusaka yang dikoleksi dan dipamerkan di museum ini tidak kalah atraktif dan mengandung sejarah. Keris-keris khas milik para tokoh kerajaan hingga keris sepanjang 3 setengah meter ini bisa berdiri sendiri hingga menjadi favorit pengunjung untuk berfoto.

“Ya ingin mengenalkan sejarah kepada anak, ada sejarah Indonesia, sejarah masuknya Islam, dikenalkan melalui topeng dan wayang,” tutur Ernie.

Juga tersedia berbagai peralatan musik tradisional seperti gamelan yang tidak hanya dipajang, namun boleh dimainkan.

Dan masih banyak koleksi yang tidak kalah menarik mulai aneka topeng karakter kerajaan, hingga topeng khas malangan yang semuanya kerap digunakan dalam pagelaran wayang orang dan tari.

Paling menarik adalah koleksi aneka artefak yang merupakan saksi perjalanan sejarah peradaban manusia mulai alat rumah tangga, keramik, hingga aneka artefak bersejarah sampai batu bertulis.

Semua koleksi di museum ini ditata rapi dan menarik dengan jalur yang berurutan dengan perkembangan masa sejarah. Hingga pengunjung yang berniat berwisata, secara tidak sadar tengah belajar sejarah dan budaya Indonesia.

“Soalnya kita anak muda kan jarang yang tahu, banyak banget, ternyata topeng ada ribuan, candi itu banyak banget. Keris ternayata banyak juga dan tidak dipelajari waktu sekolah,” ujar Isye.

Apabila berkunjung pada jam-jam tertentu, pengunjung disuguhi aneka kesenian tari baik tradisional dan kontenporer yang berganti-ganti.

(rhs)