Gempa Australia 6,6 Skala Richter, Guncangannya Terasa hingga NTT

loading…

Kepala Bidang Informasi gempa bumi dan Peringatan Dini tsunami, BMKG, Daryono mengatakan, guncangan gempa bumi berkekuatan 6,6 skala richter di wilayah Australia Barat terasa sampai Nusa Tenggara Timur. Ilustrasi/SINDOnews

ROTE NDAO – Kepala Bidang Informasi gempa bumi dan Peringatan Dini tsunami, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, guncangan gempa bumi berkekuatan 6,6 skala richter (SR) di wilayah Australia Barat terasa sampai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa bumi yang terjadi Minggu, (14/7/2019) sekitar pukul 12.39 WIB ini, tercatat dengan baik pada sensor seismik BMKG, seperti PLAI (Plampang) pukul 12.41.42 WIB, WBSI (Waikabubak) pukul 12.41.26 WIB , WSI (Waingapu) pukul 12.41.27 WIB , KLNI (Lombok) 12.41.52 WIB, dan BATI (Kupang) pukul 12.41.30 WIB.

“Gempa berkekuatan Magnitudo 6,6 SR ini melanda pantai Broome dengan getaran yang dirasakan hingga mencapai Kota Perth di Australia barat. Gempa ini sangat menarik perhatian karena guncangannya juga dirasakan hingga wilayah Indonesia. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Australia Barat ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Baca Juga:

Berdasarkan laporan masyarakat guncangan gempa ini dirasakan di Waingapu, Sumbawa, Bima dalam skala intensitas III MMI dan Mataram II MMI. Guncangan gempa dirasakan warga, seperti ada truk besar yang lewat. Warga sempat berlarian keluar rumah karena panik, kemarin pagi dini hari di wilayah ini juga diguncang gempa signifikan.

Daryono mengatakan, banyak pihak yang bertanya mengapa gempa di Benua Australia ini dirasakan hingga Waingapu dan Mataram. Hal ini dapat dijelaskan bahwa jika dilihat fase penjalaran gelombang permukaannya (surface wave) tiba di Mataram sekitar 5 hingga 6 menit setelah terjadi gempa.

“Menurut laporan warga Mataram merasakan guncangan sekitar pukul 12.42 hingga 12.45 WIB, maka cocok dengan waktu tiba surface wave di Mataram. Hingga pukul 13.04 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” katanya.

Episenter gempa terletak pada koordinat 18,24 LS dan 120,3 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 878 km arah selatan Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 10 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).

(wib)