Coto Manggala Khas Kobar Dipromosikan di Acara PEDA KTNA Kotim

loading…

Bupati Kobar, Nurhidayah langsung memperkenalkan Coto Manggala khas Kobar di acara Peda XII KTNA Tingkat Provinsi Kalteng. Foto/Sigit Dzakwan

KOTAWARINGIN BARAT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mempromosikan Coto Manggala dalam event Pekan Daerah (Peda) XII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat provinsi di Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Tak kurang dari 300 mangkuk kuliner khas Kobar berbahan dasar manggala/singkong ini bisa dinikmati pengunjung stand Kobar. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran berkesempatan mampir di stand Kobar dan mencicipi Coto Manggala, setelah membuka Peda XII KTNA tingkat provinsi itu.

Bupati Kobar, Nurhidayah langsung memperkenalkan Coto Manggala kepada pengunjung. “Ini makanan khas Kotawaringin Barat. Rasanya enak,” ujarnya.

Baca Juga:

Manggala/singkong merupakan salah satu umbi yang memiliki nilai strategis sebagai sumber karbohidrat. Umbi manggala/singkong mengandung 146-157 kalori per 100 gram bahannya sehingga bisa disejajarkan dengan kentang, terigu dan beras.

Maka keberadaan Coto Manggala yang biasa disajikan dengan kuah dari daging (fillet) ikan yang dihaluskan, kikil sapi, suwiran ayam kampung, dadar telur ayam, tambahan soun, potongan wortel, taburan seledri, bawang goreng, keripik dan bumbu menjadi sebuah paket komplit.

Tak hanya sekadar nikmat di lidah, semangkuk Coto Manggala juga memberi kita asupan karbohidrat, protein juga vitamin A, B1 dan C yang bermanfaat untuk tubuh.

Kepala DKP, Ida Pandanwangi mengatakan, tujuan DKP dalam mempromosikan Coto Manggala untuk melestarikan kuliner khas Kobar. sehingga tetap bisa dinikmati kaum muda penerus bangsa.

“Selain itu, kita juga berharap dengan adanya promosi yang berkelanjutan dari DKP maka masyarakat akan lebih mengenal manggala atau singkong ini. Bahwa umbi ini bisa menjadi substitusi atau makanan pengganti beras. Dengan makan semangkuk Coto Manggala energi yang kita peroleh setara dengan sepiring nasi,” sambung Ida.

Selain itu, Ida menerangkan pelestarian Coto Manggala bisa menjadi salah satu aset wisata kuliner di Kobar yang mampu menarik minat wisatawan. “Jika kuliner khas Kobar ini diminati, pelaku usahanya tentu akan mendapat berkah berupa meningkatnya pendapatan keluarga,” terangnya.

(rhs)