Sakit Hati Diputusin, Mantan Pacar Disiram Bensin dan Dibakar

loading…

MUSI BANYUASIN – Nasib tragis dialami Irma Fitriani (24), warga Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga dibakar mantan pacarnya saat sedang bekerja, Rabu (10/7/2019).

Peristiwa terjadi saat korban sedang menyapu di toko pakaian tempatnya bekerja di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman. Saat itu, toko baru buka dan hanya ada korban dengan anak pemilik toko.

Secara tiba-tiba, datang IA (24), mantan pacar Irma ke toko dan langsung menyiramkan bahan bakar berupa bensin. Mendapatkan serangan secara tiba-tiba korban pun tidak dapat mengelak. Selanjutnya, pelaku langsung melemparkan sebatang korek kayu ke arah korban.

Baca Juga:

Api langsung menyala membakar tubuh Irma. Kaget dan kesakitan, Irma pun langsung meronta dan berlari ke tengah jalan untuk meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api yang telah membakar tubuh korban.

Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama dan dirujuk ke RSUD Sekayu guna mendapatkan perawatan lebih intensif. Sedangkan pelaku, melarikan diri usai membakar korban.

“Lagi kerja, tiba-tiba mantan pacarnya datang dan menyiram bensin, terus melempar korek kayu. Dibawa kerumah sakit sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan sadar,” ujar kerabat korban, Umria, di Ruang IGD RSUD Sekayu.

Dikatakan Umria, tidak ada percakapan apapun antara korban dan pelaku sebelum peristiwa terjadi. “Tidak ada percakapan. Semuanya melepuh, kata dokter tadi alami luka bakar sekitar 50%-60%. Itu mantan pancarnya yang tidak mau diputuskan,” jelas dia.

Selama ini, sambung Umria, pihak keluarga korban mengenal baik pelaku karena bertetangga di Desa Kasmaran. Namun, beberapa tahun lalu, pelaku pindah rumah ke Sekayu. Di mana sejak tidak berpacaran lagi, pelaku sering meneror korban.

“Dulu tetangga, kita kenal dengan dia (pelaku), beberapa kali meneror melalui handphone korban atau handphone ibu korban, baik telpon langsung maupun WhatsApp. Sudah kita laporkan ke Polsek Babat Toman. Kita berharap pelaku dapat segera ditangkap,” jelas dia.

Terpisah, Kapolsek Babat Toman, AKP Ali Rojikin membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa tersebut, keluarga korban telah melaporkan peristiwa itu dan pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Keluarga korban sudah melapor, sudah kita tindaklanjuti dengan melakukan pengejaran dan kita sudah mendatangi rumah pelaku namun tidak ada. Kita himbau pelaku menyerahkan diri,” tandasnya.

(shf)