Budidaya Cacing di Magetan Mulai Menjanjikan, Omzet Rp20 Juta per bulan

loading…

Eforia ekonomi kreatif yang kini tengah menjalar keberbagai daerah disambut positif oleh pembudidaya cacing di Kabupaten Magetan sejak munculnya tren pemasaran online. Foto iNews TV/Asfi M

MAGETAN – Eforia ekonomi kreatif yang kini tengah menjalar keberbagai daerah disambut positif oleh pembudidaya cacing di Kabupaten Magetan sejak munculnya tren pemasaran online membuat peningkatan produksi dan penghasilan budidaya hewan ini puluhan juta pun dapat diraup dari ceruk ekonomi berbuget murah ini. Satu dari pembudidaya cacing asal Magetan Joko Siswanto misalnya dia rela beralih profesi dari pebisnis koperasi simpan pinjam demi menekuni usaha ini.

Warga Desa Baleasri, Kecamatan Jogorogo, Magetan ini memulai usahanya sejak tujuh tahun yang lalu saat itu usaha ini hanya sebagai bisnis sambilan di tengah kesibukanya mengelola usaha koperasi.

Namun setelah 4 tahun berjalan hasilnya ternyata lebih menggiurkan dan akhirnya beralih total budidaya cacing setelah ada order dari beberapa broker luar daerah yang menawarkan harga yang cukup tinggi. Apalagi sejak adanya tren bisnis online dirinya semakin mantap untuk mengembangkan usaha ini.

Budidaya cacing yang bisa meraup puluhan juta rupiah ini tidak membutuhkan lahan yang luas hanya ketekunan menjaga kelembaban tanah yang menjadi media utama cacing.

Joko sendiri kini dibantu empat orang karyawan demi menjaga kualitas cacing yang distandarkan pembelinya baik untuk bahan dasar kosmetik, obat-obatan hingga pakan burung.

Cacing yang dibudidayakan oleh Joko berjenis lumbricus dan rubbelus yang kerap sebagai bahan baku kosmetik, obat obatan dan pakan burung.

Biasanya cacing yang dia budidayakan ini biasa dikirim dan dipesan dari Kota Bali, Lombok, Banyuwangi, Lamongan. Biasanya dia mengirim dua bulan sekali.

Sekali kirim Joko mampu mencapai 2 ton dengan nilai nominal kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta tergantung harga yang berlaku saat itu.

(sms)