Bea Cukai Bogor Lirik Potensi Kabupaten Sukabumi yang Belum Tergali

loading…

Berjarak kurang lebih 67 kilometer dari Bogor, 112 km dari Jakarta, Sukabumi merupakan salah satu kota dan kabupaten di Jawa Barat yang menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan, seperti di sektor industri dan pariwisata.

SUKABUMI – Berjarak kurang lebih 67 kilometer dari Bogor, 112 km dari Jakarta, Sukabumi merupakan salah satu kota dan kabupaten di Jawa Barat yang menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan, seperti di sektor industri dan pariwisata.

Melihat hal ini sekaligus menjalankan fungsi sebagai pengawal pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran, Bea Cukai Bogor mulai melirik potensi-potensi Kabupaten Sukabumi yang belum tergali.

Mengawali hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor Moh. Saifuddin menemui Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, pada tanggal 15 Mei 2019. Kedua pihak berkoordinasi terkait potensi-potensi di wilayah Sukabumi yang sudah dan akan diberikan fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

Baca Juga:

“Seperti fasilitas fiskal berupa Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang ada di Sukabumi misalnya. Berbagai dampak positif dari pemberian fasilitas ini telah banyak berperan dalam perkembangan perekonomian masyarakat,” jelas Saifuddin, Jumat (24/5/2019).

Rencana koordinasi ini, lanjut Saifuddin akan berlanjut tak hanya pada industri besar, namun kepada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Sukabumi lewat pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi yang bisa digali, seperti wisata alam pegunungan, danau, jembatan hingga yang sudah mendunia, yaitu Taman Bumi (Geopark) Ciletuh yang berada di wilayah Palabuhan Ratu.

Menanggapi hal ini, Marwan mengungkapkan berbagai potensi dari segala segala bidang yang dimiliki Sukabumi seperti Geopark Ciletuh, masih perlu dikembangkan lagi, “dari segi kepabeanan sendiri, Geopark Ciletuh nantinya akan diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna mendorong investasi dari pihak asing.”

“Pembangunan KEK akan diikuti pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor perekonomian lainnya pun pasti ikut bergairah. Secara konkret, sektor perekonomian yang berkembang, akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan terbukanya lapangan kerja,” ujar Saifuddin.

Melalui kunjungan ini, ia berharap akan terbentuk sinergitas antara Bea Cukai dan pemerintah daerah setempat, khususnya Kabupaten Sukabumi, dalam memanfaatkan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah sehingga potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

(akn)