Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang

loading…

Persiapan penyambutan jenazah pertama (Karmin) saat tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Foto/Arsan Mailanto

Jenazah Karmin (68) asal Babel yang berhasil terindentifikasi tiba di Bandara Depati Amir, Senin (5/11) pukul 10.00 WIB. Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT-216 dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Identitas Karmin (68) manifest 77, warga Jalan Kenanga Koba RT 011, Bangka Tengah dan disambut pihak keluarga yakni Istri (Mie Sian) dan Adik (Harli). Suasana haru menyelimuti penyambutan jenazah oleh pihak keluarga, pejabat Pemprov, Kapolda Babel, Dandrem 045/Gaya, Kepala Basarnas Pangkalpinang, Jasa Raharja, serta pihak Angkasa Pura.

Berada di terminal kargo Bandara Depati Amir, peti jenazah bertuliskan Karmin 00/LION/TJ.PRIOK/0006 R tersebut diiringi personel Basarnas, TNI-Polri, Tagana dan TRC mengawal peti jenazah Karmin utnuk dibawa ke Posko Crisis Center Bandara mengunakan mobil ambulans PMI Babel.

Jenazah Karmin diterima langsung oleh pihak keluarga sang adik korban yakni Harli dan kemudian akan diberangkatkan ke rumah duka di Koba, Bangka Tengah.
Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang
Manager SBOBET Director Lion Air Pangkalpinang Amar Fernando mengucapkan turut berduka cita terhadap keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah Lion Air JT-610 kemarin. Terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu pencarian para korban.

“Atas nama management Lion Air Group, kami harap apa yang kami lakukan ini sebuah pelayanan membantu secara maksimal kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ucap dia dalam sambutannya, Senin (5/11/2018).

Selepas prosesi serah terima jenazah Karmin langsung dibawa ke rumah duka di Koba dengan pengawalan petugas tim gabungan, Dinas Kesehatan dan pihak Lion Air.
Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang
Diketahui dalam identifikasi Tim DVI RS Polri, jenazah Karmin merupakan jenazah pertama asal Babel yang berhasil teridentifikasi. Sejumlah pihak keluarga yang menanti kedatangan jenazah Karmin pun, tampak terlihat dengan raut wajah sedih dan tampak tegar. Harli mengungkapkan rasa duka mendalam saat prosesi serah terima jemazag dari pihak Lion Air.

“Kejadian yang menimpa abang saya adalah takdir dari yang Maha Kuasa. Kami dari pihak keluarga juga memohon maaf yang sedalam-dalamnya jika semasa hidup abang saya (Karmin) pernah melakukan salah, mohon dimaafkan,” tuturnya dengan wajah lirihnya.

Harli dan pihak keluarga juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Babel, Lion Air Group, dan semua unsur tim gabungan yang telah bekerja keras dalam membantu mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah.

BNN Simalungun Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

loading…

BNN Simalungun bersama pelajar SMA Negeri 1 Panombean Panei usai sosialisasi bahaya narkoba, Selasa (30/10/2018). Foto/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Badan Narkotika Nasional (BNN) persempit penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Kepala BNN Simalungun Simson Saut Tua Pardomuan Tambunan mengatakan, peredaran narkoba di kalangan generasi muda sangat mengkhawatirkan. Bahkan sudah kepada pelajar di seluruh tingkatan hingga ke mahasiswa.

Melalui sosialiasi bahaya narkoba di kalangan pelajar diharapkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa dipersempit. “Dengan gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar diharapkan peredaran narkoba di kalangan pelajar dapat dicegah dan dipersempit,” ujar Simson kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Saat ini menurutnya ada 71 jenis narkoba yang beredar di sbobet indonesia dan penggunanya dari berbagai lapisan masyarakat mulai orang kaya sampai masyarakat miskin.

Seperti yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Panombaen Panei dengan pembicara Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Junandar S Siahaan dan Marthin Tobing, BNN Simalungun yang belum genap satu tahun berdiri juga melakukan penindakan.

Pihaknya berharap masyarakat berpartisipasi aktif untuk peduli dalam pemberantasan narkoba di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan informasi ke BNN Simalungun jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya.

Ketua DPRD Simalungun mengapresiasi soasialiasi bahaya narkoba yang dilakukan BNN Simalungun ke sekolah-sekolah. Dia berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

(rhs)

Negara Kehilangan Ratusan Miliar Per Tahun dari Jasa Pengiriman Kratom

loading…

PT Pos Indonesia melalui surat No 571/Dir-5/1018 tanggal 2 Oktober 2018 yang ditandatangani Direktur Komersial Charles Sitorus menghentikan pengiriman paket yang berisi komoditas Kratom. Ilustrasi/Ist

PONTIANAK – PT Pos Indonesia melalui surat No 571/Dir-5/1018 tanggal 2 Oktober 2018 yang ditandatangani Direktur Komersial Charles Sitorus menghentikan pengiriman paket yang berisi komoditas Kratom. Selain penghentian pengiriman, dalam surat juga menyebut menghentikan penerimaan kiriman berisi komoditas kratom di UPT maupun Agen Pos. Penghentian disebabkan karena keterbatasan alat angkut yang bersedia mengangkut kiriman komoditas tersebut.

Penghentian pengiriman paket komoditas Kratom menjadi pertanyaan besar bagi karyawan PT Pos Indonesia yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia. Karena pendapatan dari jasa pengiriman paket komoditas Kratom cukup besar, yakni Rp10 miliar per bulan.

Setelah melakukan tata kelola dengan baik PT Pos Indonesia mendapatkan pendapatan sekitar Rp9 sampai Rp10 miliar per bulan atau sekitar 1 ton per sekali kirim per hari.

Sebelum dihentikan, PT Pos Indonesia mampu mendapatkan penghasilan ratusan miliar per tahun.

Dan sangat disayangkan kenapa jasa pengiriman paket ini dihentikan. Padahal menghasilkan pendapatan cukup besar buat negara.

“Kami sudah menanyakan ke Dirut PT Pos Indonesia alasan penghentian paket pengiriman kratom tersebut, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan,” kata Iman Wahidin anggota Serikat Pekerja Pos Indonesia yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikonfirmasi lewat telepon, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, kalau memang komoditas tersebut membahayakan atau tidak diizinkan pemerintah untuk di ekspor, kenapa pihak jasa pengiriman swasta dibolehkan, seperti DHL atau JNE.

“Ini tidak ada larangan dari BNN atau Kesehatan, dan di Amerika sendiri kratom ini dijadikan bahan kosmetika dan obat herbal,” jelasnya.

Pihak Serikat Pekerja Pos Indonesia sempat menanyakan masalah ini tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Direktur Utama PT Pos Indonesia.

“Kalau alasan tidak tersedianya alat angkut, tidak masuk akal,” kata Iman. Kapuas Hulu dan Ketapang merupakan daerah penghasil Kratom terbesar di Kalimantan Barat. Dan mampu menciptakan lapangan usaha rumahan serta penghasilan yang lumayan buat masyarakat setempat.

Komoditas asli hutan ini setelah di olah di rumahan kemudian dikirim ke Pontianak dari Kapuas Hulu dan Ketapang, dan dari Pontianak di ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Daerah penghasil Kratom terbesar berasal dari Kapuas Hulu, dan Ketapang di Kalbar serta sebagian daerah di Kalsel.

Sementara itu, Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat tidak merespon pertanyaan yang diberikan SINDOnews.

(sms)

Polda Kalsel Bekuk 23 Tersangka Komplotan Penyelewengan Solar Subsidi

loading…

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Foto/Istimewa

BANJARMASIN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Dari kasus ini, penyidik telah menetapkan 23 tersangka dan menyita 12 truk tangki.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan pelaku terdiri dari pelansir, oknum operator, pengawas SPBU, dan pengawas gudang penimbunan. “Kami menangkap 23 pelaku, 18 orang masih diperiksa secara intensif. Pelaku yang berasal dari tiga TKP kemudian dikembangkan menjadi tujuh TKP,” kata Irjen Pol Yazid Fanani di Kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Senin (17/12).

Yazid mengatakan, lima unit truk dari 12 truk yang telah dimodifikasi ini bisa mengangkut antara lima hingga enam ribu liter BBM. Truk ini milik PT Azeba Sugih Energi, PT Mutiara Perdana Indah, dan PT EBB. Artinya, dengan 12 truk, maka kurang lebih 60 ribu liter BBM dapat diangkut. “Yang jelas kasus ini masih akan terus dikembangkan karena melibatkan sopir, operator SPBU,” kata mantan Kapolda Jambi itu.

Dia menambahkan para pemain lama ini menjual BBM tersebut dengan harga nonsubsidi. Selain menyita ribuan solar hak rakyat miskin ini, polisi turut mengamankan dua mobil pick up lengkap dengan belasan jeriken. Turut juga disita pula perangkat komputer dan uang ratusan juta yang dijadikan barang bukti hasil giat mabes dan ditreskrimsus polda selama dua pekan tersebut.

Agar tidak terendus oleh polisi, para pelaku melakukan aksinya pada tengah malam. Tersangka membeli solar di beberapa SPBU di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar KM 17, Jalan Area Bujangga, Kecamatan Berangas Kabupaten Batola dan Pom Bensin KM.16.

“Modus dari para tersangka yakni datang ke SPBU disaat tengah malam diatas jam 12.00 WITA setelah lebih dulu janjian dengan petugas SPBU,” beber Yazid. Setelah itu solar tersebut kemudia di gudang tempat penyimpanan. “Dijual kembali ke Provinsi Kalimantan Tengah,” tambahnya.

(wib)

Inovasi Mesra Bertuah Deliserdang Diapresiasi Pemerintah Pusat

loading…

Inovasi Mesrah Bertuah Deliserdang diapresiasi Pemerintah Pusat di Bandung, Minggu (16/12/2018). Foto/Istimewa

DELISERDANG – Penghujung Tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Sumatera Utara kembali menuai prestasi di tingkat Nasional. Kali ini kabupaten yang dipimpin duet kepemimpinan Bupati Ashari Tambunan dan Wakil Bupati Zainuddin Mars menerima penghargaan dalam bentuk Apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Penghargaan Apresiasi itu diterima Pemkab Deliserdang dibidang Pendidikan yakni Apresiasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan melakukan Inovasi Mesrah Bertuah (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Bersama Masyarakat, Orang Tua dan Sekolah).

Penghargaan itu diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang Mika Gewasari, pada acara Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Minggu (16/12/2018).

Plt Kadis Pendidikan Deliserdang, Miska Gewasari menambahkan penghargaan ini diraih karena Pemkab Deliserdang melakukan terobosan inovasi Pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan Gerakan MESRA Bertuah (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Bersama Masyarakat, Orang Tua dan Sekolah).

Miska menjelaskan, konsep Mesra Bertuah ini menjadi kekuatan untuk melakukan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Deliserdang yang memberikan perlindungan terhadap anak khususnya disektor Pendidikan.

“Kekuatan Konsep Mesra Bertuah ini karena melibatkan semua elemen tidak hanya kepala sekolah, guru dan murid di sekolah, melainkan masyarakat luas serta para orang tua murid juga dilibatkan secara aktif sehingga titik-titik kelemahan yang dimiliki guru dan pihak sekolah terlengkapi dengan keberadaan masyarakat juga orang tua siswa karena memang berperan penting,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada kegiatan ini hanya satu kabupaten di Indonesia yang mendapat Apresiasi Inovasi Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak (SRA) yaitu Kabupaten Deliserdang. Kabupaten Deliserdang mendapat total empat apresiasi.

Selain Apresiasi Inovasi MeSRA Bertuah, tiga apresiasi lainnya yaitu Daerah yang berkomitmen mendukung kegiatan belajar di Luar Kelas, Fasilitator Nasional Kreatif (atas nama Miska Gewasari) dan Sekolah dengan Tayangan Youtube OCD Like Terbanyak (atas nama SMPN 4 Kecamatan Sunggal).

Pada Festival ini juga dua sekolah dari Kabupaten Deliserdang yaitu SD 101900 dan 101901 Lubuk Pakam juga diundang untuk menjadi peserta pameran pada boot SRA bersama sekolah sekolah SRA Nasional lainnya se Indonesia. Turut mendapinggi Menteri Yohana, dalam pemberian apresiasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Cinta dan Deputi Tumbuh Kembang Anak, Leny.

(rhs)

Penyelundupan 7 Kg Sabu Digagalkan Bareskrim Polri di Batam

loading…

Penyelundupan sebanyak 7 kilogram sabu berhasil digagalkan oleh Tim Gabungan Satgas Narkotics Internasional Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, di Batam. Barang bukti yang disita/Ist

BATAM – Penyelundupan sebanyak 7 kilogram sabu berhasil digagalkan oleh Tim Gabungan Satgas Narkotics Internasional Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, di Batam. Narkoba golongan 1 ini dipesan dari Malaysia dan akan dibawa ke Jakarta melalui Batam.

Hal ini dikatakan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, Senin (17/12/2018).

“Kami berhasil melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka dengan waktu dan tempat yang berbeda-beda,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwasanya satu diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia. Dimana WNA Malaysia ini berperan sebagai penyedia sabu. Menurutnya, satu Minggu sebelum penangkapan Satgas NIC telah mendapatkan informasi adanya pengiriman sabu dari Batam ke Jakarta dan berdasarkan informasi tersebut dilakukan penyelidikan di Batam.

“Jadi Minggu 25 November 2018 pukul 23.00 WIB di depan Apotek Vitka Farma, Kompleks Windsor Central Jalan Pembangunan, Lubuk Baja, Batam target bernama Zulfadli (41) alias Zul alias Fadli,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan kemudian petugas mendapati nama lainnya yang terlibat pengiriman 7 kilogram sabu tersebut. Selanjutnya, dalam operasi penangkapan dimulai dari Anwar (38) di Perumahan Legenda Bali Blok E3 No 2 Baloi Permai pada hari yang sama yakni Minggu (25/11/2018) sekitar pukul 23.50 WIB.

“Kemudian besoknya yakni Senin (26/11/2018) sekitar pukul 11.15 WIB, ditangkap lagi Abdul Kadir (42) di Area parkir salah satu Hotel di Jalan Raja Ali Haji, Sei Jodoh, Batu Ampar,” ujarnya.

Lalu pada malam harinya yakni pukul 20.00 WIB di Loby Hotel City View, Komplek Nagoya Business Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, dimama Tim Satgas NIC kembali meringkus tersangka lainnya yakni Mustafa (29) alias Mustafa Kamal yang dibekuk tanpa perlawanan.

“Kemudian dikembangkan lagi terhadap pengiriman barang yang berada Malaysia. Pada Selasa, (27/11) sekitar pukul 20.00 WIB Robat Chandrasena (48) WNA Malaysia berhasil ditangkap di Terminal Fery Batam Center,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa Anwar asal Jakarta perannya sebagai pemesan sabu di Jakarta, Mustafa asal Kampung Aceh Batam berperan sebagai pengendali keuangan, Zulfadli asal Kampung Aceh Batam berperan sebagai pemesan sabu ke Malaysia, Abdul Kadir merupakan ABK Kapal asal Langkat Sumut berperan sebagai pembawa sabu dari Malaysia. Kemudian Robat asal Malaysia perannya sebagai penyedia sabu dari Malaysia.

“Selain sabu seberat 7 kg, dan menangkap 5 tersangka sindikat peredaran sabu Malaysia – Indonesia, Tim Satgas NIC juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 8 unit hp berbagai merk serta 10 buah buku catatan penjualan sabu,” tandasnya.

(sms)

Banjir Jalur Pantura Semarang, Antrean Kendaraan Mengular

loading…

Polisi Lalu Lintas mengatur kendaraan yang melintas di daerah banjir Kaligawe, Semarang, Jateng, Senin (17/12/2018). FOTO/iNews/TAUFIK BUDI

SEMARANG – Antrean kendaraan mengular di jalur pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah karena terhambat banjir setinggi 60 sentimeter. Buruknya drainase membuat jalur penghubung Surabaya-Jakarta ini terendam banjir selama lebih dari dua pekan.

Penumpukan kendaraan di jalur pantura Kaligawe terjadi dua arah baik dari Demak ke Semarang maupun sebaliknya. Banjir hingga setinggi 60 sentimeter mengakibatkan kendaraan hanya berani berjalan sekitar 5-10 kilometer per jam.

“Ketersendatan arus lalin terjadi dari arah timur ke barat mulai bekas kantor kecamatan (Genuk) sampai depan Mapolsek Genuk. Kemudian dari arah barat ke timur mulai Mapolsek Genuk sampai Pos Polisi Genuksari,” kata Panit Lantas Polsek Genuk Ipda Khoirul Anam, Senin (17/12/2018).

Dominasi kendaraan yang melintas adalah truk dan bus besar, karena mobil-mobil pribadi serta sepeda motor dari arah Demak dialihkan ke Jalan Wolter Monginsidi. Sebab jika nekat melintas, bisa berakibat mogok atau mesin mati yang memperparah kemacetan. (Baca juga: Terjang Banjir Jalur Pantura Semarang, Kendaraan Pemudik Mogok)

Sementara kendaraan yang melintas dari arah Semarang diarahkan masuk ke tol Kaligawe hingga pintu keluar Gayamsari. Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Demak untuk rekayasa lalu lintas dengan pengalihan ke jalur-jalur alternatif.

“Polisi melakukan pengaturan arus lalu lintas sembari mengarahkan pengendara agar tak terperosok ke lubang-lubang jalan. Kepadatan kendaraan yang melintas meningkat, seiring dengan memasukinya waktu libur sekolah,” katanya.

Banjir di jalur pantura Kaligawe tak mudah surut karena buruknya drainase, hingga air sungai melimpas ke jalanan. Selain itu, guyuran hujan deras dan naiknya gelombang laut pasangjuga memperparah genangan banjir. (Baca juga: Banjir Parah Kaligawe, Ini Skenario Pemkot Semarang)

(amm)

Natal-Tahun Baru, Pengguna Tol Tangerang-Merak Diprediksi Naik 2,55%

loading…

Volume kendaraan pada puncak libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 diprediksi meningkat 2,55% atau 140.000 unit kendaraan per hari. FOTO/SINDOnews/RASYID RIDHO

SERANG – PT Astra Infra Toll Road Tangerang Merak memprediksi peningkatan volume kendaraan pada puncak libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mencapai 2,55% atau 140.000 unit kendaraan per hari.

Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti, Krist Ade Sudiyoni mengatakan, puncak arus libur Natal akan terjadi pada 21 dan 22 Desember serta 29 dan 30 untuk puncak libur Tahun Baru 2019.

“Kami memprediksi saat puncak lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru sebesar 2,55% dari rata-rata rata lalu lintas harian menjadi 140 ribu. Untuk menghadapi agenda libur akhir tahun ini, kami siap memberikan layanan Nataru,” kata Krist kepada wartawan, Senin (17/12/2018).

Guna memberikan pelayanan, pengelola tol Tangerang-Merak menyiapkan para petugas untuk membantu para pengguna jalan tol pada libur Natal dan Tahun Baru. “Kita siap melayani libur Natal dan Tahun Baru bersama-sama dengan pihak kepolisian dan pihak-pihak yang terlibat menyukseskan,” katanya.

Selain itu, pengelola pun membentuk empat jawara duta layanan yakni duta layanan wisata, duta layanan transaksi, duta layanan jalan, dan duta layanan pendukung yang akan melayani sejak 15 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah gerbang tol, PT Marga Mandasakti sudah menyiapkan manajemen lalulintas yang sifatnya situasional sesuai dengan situasi dan kondisi untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Jika terjadi kepadatan di gerbang tol Cilegon Barat maka akan dialihkah ke gerbang tol Cilegon Timur, begitu juga apabila terjadi lonjakan kendaraan di Serang Timur akan dialihkan ke Gerbang Serang Barat,” kata Krist.

(amm)

Takut Ditangkap Polisi Usai Tikam Sopir Angkot, Pria Lajang Bunuh Diri

loading…

Diduga karena takut ditangkap polisi setelah menikam salah seorang sopir Angkutan Kota, Ododogo Giawa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. SINDOnews/Ilustrasi

TAPANULI SELATAN – Diduga karena takut ditangkap polisi setelah menikam salah seorang sopir Angkutan Kota, Ododogo Giawa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Jasaz warga Kecamatan Angkola Sangkunur itu ditemukan tewas gantung diri di salah satu kebun milik warga di Sintinja, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Saat ditemukan, pelaku memakai baju kemeja kotak-kota warna kuning dengan celana jeans warna biru. Akar pohon masih melilit lehernya pemuda lajang tersebut.

Sedangkan korban, Amiruddin Harahap, warga Desa Hutakoje, Tapsel, saat ini masih dirawat di RS TNI Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Korban ditusuk pada bagian belakang sebanyak empat liang.

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian menemukan sejumlah uang kertas, kartu tanda penduduk (KTP) dan sarung pisau yang diduga dijadikannya sebagai alat untuk menikam korban.

Kapolsek Batangtoru AKP Zein Harahap kepada wartawan mengatakan, peristiwa itu berawal ketika pelaku menaiki mobil milik korban di terminal Palopat, Kota Padangsidimpuan. Pelaku mengaku kepada korban bahwa dia mau menuju Batangtoru.

Di tengah perjalanan, tanpa pikir panjang, pelaku tiba-tiba menusuk sopir dari belakang sebanyak empat liang. Mengetahaui dia ditikam, sopir tetap menjalankan mobil dengan tujuan mendapatkan pertolongan dari warga. Selanjutnya, pelaku langsung lompat dari mobil dan lari ke arah hutan. “Jumlah penumpang saat itu hanya tiga orang,” tuturnya ketika ditemui.

Mendapatkan informasi adanya kasus penimakan, petugas kepolisian dari Mapolsek Batangtoru langsung menuju lokasi, dan ternyata pelaku sudah melarikan diri. Saat kabur, warga berusaha menangkap, namun dia berhasil lolos. “Setelah dua jam, petugas mendapatkan laporan bahwa pelaku gantung diri di salah satu kebun warga,” pungkasnya.

(nag)

Malam Ini Gelombang Setinggi 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng

loading…

Gelombang laut setinggi empat meter diperkirakan bakal melanda perairan Selatan Jawa Tengah pada malam ini hingga esok pagi. Dokumen/SINDOnews

SEMARANG – Gelombang laut setinggi empat meter diperkirakan bakal melanda perairan Selatan Jawa Tengah pada malam ini hingga esok pagi. Seluruh aktivitas pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis data potensi tinggi gelombang di Laut Jawa yakni berkisar 0,2 – 0,75 meter. Sementara tinggi gelombang di perairan Selatan Jawa Tengah 1 – 3,5 meter.

“Waspada peluang terjadinya gelombang tinggi di perairan Selatan Jawa Tengah yaitu 2,5 sampai 4 meter,” kata Forecaster BMKG, Giyarto, dikutip dari akun resmi Twitter BMKG Jateng @bmkg_semarang, Minggu (16/12/2018).

Prakiraan cuaca berdasarkan hasil pantauan Satelit Himawari 8 EH, hingga pukul 18.30 WIB. Sementara prakiraan cuaca ini dan berlaku mulai hari ini Minggu (16/12/2018) pukul 19.00 WIB hingga Senin 17 Desember pukul 07.00 WIB.

“Secara umum, cuaca Kota Semarang berawan dengan potensi hujan sangat ringan tidak merata. Angin dari arah tenggara sampai barat dengan kecepatan 5 -15 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 24 -29 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar 75 – 90%,” tambahnya.

Cuaca Jawa Tengah pada umumnya berawan dan potensi hujan tidak merata (lokal) tersebar di wilayah Jateng terutama bagian selatan dan sebagian pegunungan tengah. Potensi hujan terjadi pada awal malam hingga menjelang tengah malam.

(nag)

Lion Air Tak Sanggupi Asuransi Rp1,25 Miliar Tanpa Persyaratan

loading…

DPRD Babel kembali melakukan upaya mediasi terhadap pelayanan Lion Air, keluarga korban Lion Air JT-610, dan KNKT di ruang Banmus DPRD Babel. Foto/SINDOnews/Arsan Mailanto

PANGKALPINANG – DPRD Bangka Belitung (Babel) kembali melakukan upaya mediasi terhadap pelayanan Lion Air, keluarga korban Lion Air JT-610, dan KNKT di ruang Banmus DPRD Babel.

Proses mediasi cukup alot, memakan waktu kurang lebih tiga jam lantaran dari tiga tuntutan permintaan keluarga korban, hanya dua poin yang disanggupi pihak manajemen Lion Air dan KNKT.

Pertama upaya pencarian ulang jenazah korban yang belum ditemukan menggunakan kapal super canggih MVP Everest milik Singapura. Kedua, permintaan keluarga korban terhadap KNKT untuk bisa melihat kembali rekaman CCTV saat penumpang naik Lion Air JT-610.

Sementara tuntutan ketiga penghapusan berbagai syarat pembayaran santunan sebagaimana diamanatkan Permenhub 77 Tahun 2011 ditolak oleh pihak Lion Air dengan dalih klausul baku yang diminta pihak asuransi dan Lion Air dalam hal ini PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk.

“Tadi ada tiga hal penting dipertanyakan kepada kami, dua hal sudah dijawab dan satu hal mengenai asuransi Rp1,25 miliar masih dalam proses sehingga kami belum bisa menjawab,” ujar Insurance Officer Lion Air, Ganjar di ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (13/12/2018).

Sementara Ketua DPRD, Babel Didit Srigusjaya mengaku kecewa dengan sikap Lion Air yang dianggap mempersulit proses pembayaran santunan terhadap keluarga korban dengan penerapan berbagai persyaratan yang cukup rumit. Didit mendesak agar Lion Air menuntaskan pembayaran santunan tersebut dan meminta pemerintah pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk turut hadir guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Selama ini kan pembahasan santunan dilakukan Lion Air hanya dengan pihak asuransi saja. Pertanyaannya, apakah itu dilakukan atau tidak. Jadi, kami minta Kemenhub hadir membantu menuntaskan persoalan ini. Kasihan keluarga korban,” pungkasnya.

(kri)

Iba dengan Kehidupan Suku Anak Dalam, Ibu Persit Ajarkan Memasak

loading…

Persit Cabang XXVII Kodim 0420/ Sarko memberikan penyuluhan dan pelajaran memasak terhadap 50 orang ibu-ibu Suku Anak Dalam. Foto/iNews TV/Nanang F

SAROLANGUN – Warga SAD (Suku Anak Dalam) di Provinsi Jambi hingga saat ini masih banyak terbelakang. Sehingga warga SAD memang perlu ada pembinaan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, artinya kita harus memberi bimbingan terhadap mereka mulai dari hal yang mendasar secara berkesinambungan sampai hal yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan melihat kondisi kehidupan warga SAD yang masih primitif dan dibawah garis kemiskinan salah satunya yang ada di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, maka Kodim 0420/Sarko berupaya semaksimal mungkin ingin merubah pola pikir dan pola hidup mereka sehingga mereka dapat disejajarkan kehidupannya yang layak seperti masyarakat lainnya.

Karena sesungguhnya ketahanan negara itu berawal juga dari ketahanan wilayah, ketahanan masyarakatnya termasuk warga SAD yang merupakan potensi ketahanan masyarakat yang perlu dibina, mereka juga warga negara Indonesia yang hingga saat ini masih tertinggal.

Kondisi ketertinggalan ini tidak boleh dibiarkan, karena apabila mereka salah pembinaan maka akan berakibat pada permasalahan sosial yang dapat mengakibatkan keresahan dalam masyarakat, oleh karena itu Kodim 0420/Sarko juga ikut bertanggungkawab dalam pembinaannya.

Salah satu pembinaan yang mendasar yakni bagaimana cara memasak mereka yang masih sangat primitif dan sangat tidak higenis dengan tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan, maka Kodim 0420/Sarko melalui ibu-ibu Persit berupaya memberikan penyuluhan memasak kepada warga SAD sehingga mereka bisa memasak dengan masakan yang bersih dan sehat serta pengolahan masakan yang benar.

Karena iba dengan kondisi itulah, Persit Cabang XXVII Kodim 0420/ Sarko memberikan penyuluhan terhadap 50 orang ibu-ibu SAD dan ternyata sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Tina Rohyat Ketua Persit Cabang XXVII Dim 0420/Sarko mengatakan, kegiatan penyuluhan memasak terhadap ibu-ibu SAD ini karena dirinya melihat langsung kondisi warga yang jauh dari kata Sehat.

“Ya, ide ini muncul setelah saya melihat ke sudung (tempat tinggal) mereka, bagaimana mereka mengolah makanan yang asal-asalan dan sangat jauh dari kata Sehat. Bahkan mereka juga belum terlalu mengenal bumbu untuk cipta rasa makanan, artinya mereka makan hanya untuk mengisi perut asal kenyang,” jelas Tina.

Kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Kodim 0420 Sarko. “Ya, tidak akan pernah bosan dan terus berupaya memberikan bimbingan kepada saudara kita warga SAD, sampai mereka benar-benar dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya,” pungkasnya.

(sms)

Mabuk Tuak, Prai Ini Bakar Rumah dan Warung serta 4 Mobil

loading…

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu saat memaparkan pelaku pembakaran satu unit rumah, Luhut May Fredi Hutagalung di Mapolres Asahan, Jumat (7/12/2018). (Ist)

ASAHAN – Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja membekuk Luhut May Fredi Hutagalung, pelaku pembakar rumah warga.

Pembakaran rumah tersebut terjadi di Dusun 3 Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan Selasa (4/12/2018) lalu. Petugas Polsek Pulo Raja menerima informasi dari Kepala Desa Aek Loba bahwa rumah warga yang bernama Anto Tarigan dibakar orang tidak dikenal (OTK).

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH mengatakan 6 peristiwa pembakaran yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah Hukum Polsek Pulau Raja telah berhasil diungkap oleh Tim Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja.

“Hasil interogasi sementara bahwa pelaku merupakan ‘alkoholic’ atau peminum minuman keras jenis tuak, sehingga memicu untuk melakukan tindak pidana. Namun kami masih mendalami dan jika diperlukan kita akan membawa tersangka ke Polda Sumut untuk di periksa kejiwaannya,” jelas Faisal didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto saat memaparkan di Mapolres Asahan, Jumat (7/12/2018).

Menurut tersangka, lanjut Faisal, pelaku yang juga merupakan residivis kasus narkoba tahun 2012 tersebut melakukan perbuatannya seorang diri dan dalam keadaan mabuk. Pelaku juga pernah merasa sakit hati karena permintaannya untuk menambah minuman tuak tidak dipenuhi oleh pemilik warung.

“Saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Asahan dan dijerat Pasal 188 junto pasal 187 Kitab Undang Undang Hukum Pidana,” jelas Faisal.

Petugas Kepolisian Polsek Pulau Raja dan Polres Asahan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP sekaligus meminta keterangan sejumlah saksi mata. Dari keterangan beberapa orang warga, polisi mencurigai seorang pelaku yang bernama Luhut May Fredi Hutagalung.

Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku saat sedang berada di warung tuak di Dusun 1 Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Pelaku mengakui perbuatannya telah membakar rumah milik Anto Tarigan. Selain itu, pelaku mengakui pernah membakar warung tuak milik Ronni Rumapea di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, membakar 3 unit mobil di Dusun 1 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan serta membakar 1 unit mobil di Dusun 2 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan.

Keenam peristiwa pembakaran tersebut dilakukannya dalam 2 bulan terakhir. Tersangka mengatakan tidak memiliki masalah dengan pemilik rumah dan mobil. “Enggak ada masalah aku sama pemilik rumah atau pun pemilik mobil itu bang. Ku bakar gitu aja rumah dan mobil-mobil itu,” ucap Luhut kepada wartawan.

(nag)

Tanggapan Ganjar Terkait Penggeledahan Rumah Dinas Bupati Jepara

loading…

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan proses hukum Bupati Jepara Ahmad Marzuki ke penegak hukum. FOTO/DOK.SINDOnews

SEMARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Jepara Ahmad Marzuki, Selasa (4/12/2018). Dalam penggeledahan tersebut, diamankan sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam koper dan kardus air mineral.

Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan itu dilakukan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan politik (banpol) PPP pada 2011 sampai 2013 silam sebesar Rp79 juta. Dalam kasus ini, Ahmad Marzuki pernah ditetapkan menjadi tersangka, tapi menang dalam gugatan praperadilan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengaku belum mendengar informasi tersebut. “Apa OTT? saya malah belum tahu, belum ada laporan masuk ke saya,” kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa (4/12/2018).

Ia juga belum mengetahui apakah penggeledahan itu terkait kasus lama yang pernah menyeret Ahmad Marzuki sebagai tersangka yakni bantuan dana Banpol PPP. “Kalau benar begitu, ya kalau sudah penegakan hukum, kita serahkan saja pada penegak hukum apa yang terjadi. Biarkan berproses saja kalau memang ada bukti-bukti baru,” ucapnya. (Baca juga: KPK Naikkan Dugaan Suap Bupati Jepara ke Tingkat Penyidikan)

Ganjar mengatakan, jika memang penggeledahan KPK tersebut terkait kasus dugaan korupsi dana Banpol PPP, maka pihaknya pernah meminta keterangan langsung dari Marzuki. “Kalau benar itu, saya dulu pernah nanya sama dia, apakah yang sebenarnya terjadi, apakah benar duit banpol diselewengkan atau barangkali ada pencatatan yang keliru. Saya rasa Pak Bupati yang tahu soal itu,” katanya.

Untuk diketahui, Bupati Jepara Ahmad Marzuki ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jateng pada 2016. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana banpol PPP.

Atas penetapan tersangka itu, Ahmad Marzuk melakukan gugatan praperadilan di PN Semarang. Dalam gugatan itu, hakim mengabulkan permohonan Ahmad Marzuki dan menyatakan penetapan tersangka terhadap dirinya oleh Kejati Jateng tidak sah lantaran dinilai tidak memiliki alat bukti yang cukup.

Setelah sekian lama, ternyata kasus itu tidak berhenti. Terbaru, KPK melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja dan rumah dinas Ahmad Marzuki untuk kasus yang sama. KPK menduga Ahmad Marzuki menyuap hakim atas putusan praperadilan yang memenangkan dirinya itu.

(amm)

Ratusan Napi Lapas Aceh Kabur, Perbatasan Sumut-Aceh Dijaga Ketat

loading…

Sejumlah napi yang melarikan diri berhasil ditangkap. Foto/Dok Ditjenpas

MEDAN – Perbatasan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh dijaga ketat personel Polda Sumut menyusul kaburnya 113 Narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lambaro, Aceh melarikan diri Kamis sore, 29 November 2018 sekira pukul 18.40 WIB.

“Bapak Kapolda memerintahkan seluruh jajaran di Polres untuk memperketat keamanan Lapas di daerahnya. Kita tidak mau kejadian Lambaro terulang di Sumut maupun daerah lainnya,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (1/12/2018).

Kata Kapolda, tidak hanya memperketat penjagaan di perbatasan, Polda Sumut juga akan membantu melakukan pencarian terhadap Napi yang kabur. “Kita perkuat daerah perbatasan di Langkat dan kawasan Aceh Tenggara yang berbatasan dengan Sumut,” jelasnya.

Insiden tersebut terjadi pada saat napi hendak melaksanakan salat Magrib. Ketika itu, ada warga binaan yang melakukan provokasi kepada napi lain untuk kabur. Beberapa warga binaan meminta melaksanakan salat magrib berjamaah pukul 18.30 WIB pada Kamis (29/11/2018).

Namun waktu beribadah tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya agar melarikan diri dari Lapas Kelas II A Banda Aceh. Mereka menjebol pagar pemisah kantor utama dengan blok atau taman kunjungan.

(rhs)

DPMPTSP, RSUD dan Disdukcapil Badung Raih Penghargaan Kemenpan RB

loading…

DPMPTSP, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung, Bali meraih penghargaan dari Kemenpan RB. Foto Ist

JAKARTA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung, Bali meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan tersebut diberikan karena ketiga instansi itu dinilai sangat baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya di Kabupaten Badung, Bali.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, ketiga instansi tersebut mendapat nilai A atau sangat baik dalam hal pelayanan publik di Kabupaten Badung.

“Jadi ketiga instansi teknis kami yang telah dinilai baik oleh Kemenpan RB sudah mendapat nilai tertinggi dan ini sekaligus ketiganya, sehingga kita sudah dikatakan mampu memberikan pelayanan terbaik. Di antara daerah kabupaten kota yang ada dan ini hanya didapat 11 daerah kabupaten, untuk itu saya ucap puji syukur,” kata Suiasa usai menerima penghargaan di Balai Kartini, Selasa, (27/11/3018).

Suiasa menuturkan, penghargaan yang diperolehnya itu merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen yang terlibat mulai dari pihak swasta dan juga termasuk masyarakat yang bahu membahu memberikan kontribusi untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk mewujudkan clean government dan good government.

“Maka ini menjadi pemantik kami ke depan untuk selalu menjaga mengawal pelayanan publik adalah satu kebutuhan mutlak yang harus diterima masyarakat dengan sebaik-baiknya, karena salah satu faktor dan indikator kita yang menunjukkan masyarakat maju dan sejahtera itu sendiri salah satunya adalah memberikan pelayanan publik yang prima dan optimal,” paparnya.

Dengan penghargaan ini dirinya mengapresiasi atas capaian ketiga intansinya tersebut. Menurut Suiasa, apa yang sudah dikerjakan bukan suatu pekerjaan yang mudah. Banyak proses panjang yang harus dilalui dan dengan penuh tanggung jawab, didukung segala kebijakan pimpinan diharapkan dapat menjadi contoh buat perangkat daerah lainnya dengan memberikan pelayanan publik di Kabupaten Badung dengan baik.

“Kita harus pertahankan dan tingkatkan, satu adalah jaga komitmen, dua integritas, tiga konsistensi, keempat kebersamaan dan kegotong royongan itu yang terpenting buat kita kalau hal itu tidak dapat kita lakukan maka menjadi satu hal keniscayaan jadi harus bisa dipertahankan hal itu. Kita tidak pernah henti-hentinya untuk mengikuti perkembangan inovasi kreativitas yang terbarukan, karena di zaman sekarang harus diisi inovasi jadi setiap tahun ada peradaban, dan komponen empat hal itu akan selalu menjadi dasar kita,” paparnya.

Sebelumnya Kabupaten Bandung sendiri menjadi pilot project yang ditunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mal pelayanan publik bersama 11 kabupaten dan kota lainnya sejak 17 September 2018.

Adapun penghargaan yang diberikan Kemenpan RB itu juga diberikan kepada 11 kepala daerah karena dinilai telah berhasil membina pelayanan publik di wilayahnya sehingga tiga unit pelayanan publik yang dievaluasi itu meraih predikat A atau sangat baik.

(sms)

Ribuan Warga Padati Final Sepak Bola Piala Hary Tanoesoedibjo

loading…

Syafril Nasution hadir dalam laga final kompetisi sepak bola Indonesia Sejahtera memperebutkan Piala Hary Tanoesoedibjo di lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang. Foto/Taufik Budi

SEMARANG – Final kompetisi sepak bola Indonesia Sejahtera memperebutkan Piala Hary Tanoesoedibjo di lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang berlangsung seru. Tim Coblong dari Desa Pakopen Kecamatan Bandungan harus mengakui keunggulan Tim kesebelasan Blater, Jimbaran, Bandungan, melalui drama adu penalti.

Sekira 4.000 warga yang memadati lapangan Desa Pakopen sejenak menahan napas ketika pemain dari Blater bersiap menendang bola. Dengan kekuatan penuh, bola pun melesat hingga merobek pertahanan penjaga gawang lawan. Seketika penonton berdiri, sambil bersorak-sorai merayakan kemenangan.

Wakil Ketua Umum Partai Perindo, Syafril Nasution, yang berdiri di sudut lapangan tampak tersenyum menyaksikan kehebohan warga. Dia menyatakan kompetisi tersebut sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit baru pemain sepak bola. Untuk itu, ke depan kompetisi serupa akan kembali digelar agar semakin banyak atlet baru yang meramaikan persepakbolaan di Indonesia.

“Luar biasa ini. Penonton yang datang memadati lokasi final pertandingan ini mencapai ribuan orang. Tak kurang dari 4.000 warga yang hadir menonton. Kompetisi ini diikuti oleh 32 tim dari Kabupaten Semarang dan digelar selama satu bulan,” ujar Syafril di sela menyaksikan final antara tim kesebelasan Coblong vs Blater, Minggu (25/11/2018).

Caleg DPR Dapil Jateng 1 (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal) nomor urut 1 itu mengatakan kompetisi olahraga itu menjadi hiburan tersendiri bagi warga karena bisa menyaksikan secara gratis. Tak hanya juara tim kesebelasan, kompetisi itu juga memilih beberapa kategori pemain di antaranya pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik.

“Juara akan mendapatkan piala Hary Tanoesoedibjo. Selain itu juga dipilih pemain terbaik, top scorer (pencetak gol terbanyak). Dengan adanya bibit-bibit pemain sepak bola ini maka bisa diajukan untuk tim nasional kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD Perindo Semarang, Andhi Supriyadi menyampaikan, kompetisi yang berlangsung sejak 24 Oktober hingga 25 November berlangsung aman dan lancar. Sebanyak 32 klub menampilkan pemain-pemain terbaik dan bertanding dengan mengutamakan sportivitas.

“Kompetisi ini adalah kompetisi yang panjang selama sebulan penuh. Alhamdulilah lancar sampai final selesai, tanpa ada insiden berarti. Mereka bermain sportif dan menjunjung tinggi etika,” katanya bangga.

Turnamen ini dimenangkan oleh tim dari Blater, Jimbaran Bandungan yang menang adu penalti setelah waktu normal bermain imbang 1-1,” kata Caleg DPRD Jateng Dapil Jateng 2 nomor urut 1 tersebut.

Ribuan Warga Padati Final Sepak Bola Piala Hary Tanoesoedibjo

(rhs)

Tersangka Pelecehan Institusi Polri Mengaku Kesal pada Polisi

loading…

Candra Harmoko, tersangka kasus pelecehan nama baik institusi Polri mengaku aksinya dilakukannya karena merasa kesal dengan tindakan-tindakan yang dibuat oleh petugas kepolisian. Dokumen/SINDOnews

PADANGSIDIMPUAN – Candra Harmoko, tersangka kasus pelecehan nama baik institusi Polri mengaku aksinya dilakukannya karena merasa kesal dengan tindakan-tindakan yang dibuat oleh petugas kepolisian.

Salah satu penyebab kekesalan itu ketika petugas kepolisian melakukan razia. Menurutnya, oknum dari Satlantas sering menangkap sepeda motor. “Saya kesal melihat petugas Satlantas, karena sering menangkap pengendara,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui.

Ketika membuat status diakun media sosial (medsos) miliknya itu, Candra tidak tidak ada berniat untuk menghina polisi terutma dari Unit Sabhara. “Saat itu, hanya mengingat Unit Sabhara, makanya saya langsung tulis Sabara,” tuturnya.

Dia juga mengaku tidak pernah memiliki masalah dengan anggota kepolisian, terutama dari unit Sabhara. “Saya tidak pernah bermasalah dengan polisi,” ucap laki-laki yang mengaku anak veteran itu.

Sekedar mengingatkan, pada akun media sosial (FB) miliknya bernama Chandra Miyose, tersangka menulis ‘Kau rasakan juga bogemanku polisi bangs**t, masih sabara aja belagu, jangan kau kira aku takut ama uniform kau bia**b, bila perlu Kapolrimu ku bant** bia**b”.

Selain itu, pada akun miliknya, Chandra juga menulis “Boleh coba, jangankan jajaran Polri, keturunan PKI kami hanguskan di bumi NKRI ini. Jangan kalian macam2 dengan kami anak PPM ya tikus curut. Kalian jual kami bant**”.

Dari tangan tersangka, petugas kepolisian mengamankan barang bukti screenshot status yang diduga melecehkan institusi Polri dan Kapolri. Selain itu, polisi juga mengamankan satu buah telpon seluler.

(nag)

Festival Marching Band Dimulai, 15 Tim Perebutkan Piala Kapolda Sumut

loading…

Festival Marching Band kategori pelajar dan mahasiswa telah dimulai di Lapangan Benteng, Medan, Senin (19/11/2018). Foto/Istimewa

MEDAN – Festival Marching Band kategori pelajar dan mahasiswa telah dimulai. Sedikitnya 15 tim akan bertarung perebutkan Piala Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto dan total hadiah Rp30 juta.

Festival Marching Band kategori pelajar dan mahasiswa yang diikuti sebanyak 15 tim dibuka langsung Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Lapangan Benteng Medan, Senin (19/11/2018). Pembukaan marching band ditandai dengan pemukulan drum bersama yang dilakukan Kapolda Sumut bersama Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin S.

Setelah itu, dilanjutkan dengan parade marching band yang dimulai dari SMA Sinar Husni. Dalam parade itu, masing-masing marching band tampil unjuk kebolehan. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan festival marching band ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

“Melalui festival ini, kita berharap jiwa pemuda masa perjuangan lalu dapat dilanjutkan para pemuda pemudi masa kini. Di samping itu juga dapat memberikan sumbangsih dan peranan terbaiknya bagi pembangunan di Indonesia,” kata Kapolda Sumut.

Selanjutnya, Agus berpesan kepada para peserta yang berlaga untuk mengerahkan seluruh potensi terbaik yang dimiliki sehingga dapat menampilkan pertunjukan terbaik dan raih prestasi setinggi-tingginya. “Ingat, jauhkan diri dari bahaya narkoba serta junjung tinggi sportifitas dalam bertanding,” ungkapnya.

Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Pemko Medan atas sinergitas dan dukungan yang diberikan sehingga Festival Open Marching Band 2018 dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Festival yang diselenggarakan oleh jajaran Polrestabes Kota Medan ini mengusung tema ‘Bangkitkan Semangat Muda Yang Kreatif, Inovatif Dalam Gerak dan Nada’ memperebutkan total hadiah Rp30 juta untuk juara 1 Rp20 juta bagi juara 2 dan Rp15 juta untuk juara 3 untuk setiap kategori yang diperlombakan. Selain itu, para pemenang nantinya akan diikutsertakan pada perlombaan marching band tingkat nasional.

Sementara Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin S ditemui usai acara pembukaan menyambut baik digelarnya Open Marching Band 2018. Apalagi jumlah peserta dari 15 tim yang tampil mencapai 953 orang berasal dari wilayah Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Serdang Bedagai.

Menurut Eldin, festival ini dinilainya dapat memotivasi para remaja agar berprestasi baik di Sekolah maupun kampus masing-masing. “Kita berharap para peserta yang bertanding di sini dapat mengambil banyak pembelajaran melalui festival ini,” ujar Wali Kota.

Pembukaan Festival Marching Band 2018 turut dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto serta Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah.

(rhs)

Sofyan Sopir Grab Dihabisi dengan Benda Tumpul dan Dicekik

loading…

Penyerahan peti jenazah Sopyan sopir Grab Car secara resmi kepada pihak keluarga. Foto SINDOnews/Berli Z

PALEMBANG – Setelah diketahui tulang belulang yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Desa Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas adalah jasad Sofyan, sopir Grab Car yang jadi korban perampokan dan pembunuhan.

Polisi akhirnya menyerahkan peti jenazah yang berisi tulang belulang Sofyan kepada pihak keluarga secara resmi di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Jumat (16/11/2018) siang.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno sebelum penyerahan peti jenazah secara resmi kepada pihak keluarga mengatakan proses identifikasi terhadap tulang belulang Sofyan dilakukan dua cara.

“Melalui data primer dan sekunder. Kalau data primer diperoleh melalui struktur gigi karena pada tahun 1997 almarhum Sofyan pernah periksa gigi di Dokter Putu dan rekam ada dari sinilah dikenali korban. Yang kedua data sekunder melalui pakaian yang dikenakan almarhum saat kejadian yang ditemukan dilokasi penemuan tulang belulang almarhum,” katanya.

Dari hasil autopsi tim dokter Forensik, korban dihabisi dengan menggunakan benda tumpul hal ini diperkuat dengan ditemukan patah tulang pipi serta pendarahan di rahangnya.“Ada beberapa kerangka tulang almarhum yang belum ditemukan seperti kaki dan tangan kiri,” bebernya.

Untuk mobil korban Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN telah ditemukan di Provinsi Jambi. Informasinya mobil tersebut dijual seharga Rp20 juta.

Dalam kasus ini polisi sudah mengamankan tiga pelaku masing-masing RD, Fran dan AC. Satu pelaku atas nama RD yang ditangkap Minggu (11/11/2018) di kediamannya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sedangkan dua pelaku lainnya FR dan Acun menyerahkan diri.

Diketahui, Sofyan sopir Grab Car, dikabarkan hilang kontak bersama mobilnya Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN setelah mengantar penumpang dari KM 5 dengan tujuan KFC simpang Bandara Senin 29 Oktober.

Mendapat kabar anggota keluarga mereka hilang kontak istri korban Fitri langsung membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

(sms)

Kampung Halaman Presiden Masih Steril dari Poster Raja Jokowi’

loading…

Poster Raja Jokowi belum ditemukan di Kota Solo, Jawa Tengah. FOTO/IST

SOLO – Kota Solo, Jawa Tengah masih steril dari poster bergambar calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan mahkota raja. Poster liar tersebut sampai kini belum ditemukan di Kota Bengawan.

Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakoso mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan poster bergambar capres Jokowi yang mengenakan mahkota raja. Jika nantinya ditemukan poster ‘Raja Jokowi’ terpasang di Solo, pihaknya akan langsung menurunkan. Berbagai sudut di kota Solo telah disisir namun belum ditemukan.

“Untuk sementara belum diperlukan tim yang secara khusus menyisir sudut Kota Solo. Sebab rekan rekan kader di tingkat RW dan kelurahan lebih waspada dan tanggap jika ada hal hal yang janggal di wilayahnya,” kata Teguh Prakoso, Selasa (13/11/2018). (Baca juga: PDI Perjuangan Instruksikan Kader Sisir Poster Raja Jokowi di Jateng)

Meski ada logo partai, pihaknya memastikan bahwa poster sempat muncul di sejumlah daerah di Jawa Tengah itu yang memasang bukan dari PDIP. Dirinya menilai gambar Capres Jokowi memakai mahkota raja tersebut justru melecehkan.

Seperti diberitakan, poster bergambar ‘Raja Jokowi’ untuk wilayah eks Karisidenan Surakarta telah ditemukan di Sukoharjo dan Boyolali. Untuk wilayah Sukoharjo, poster ditemukan di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto dan telah dilucuti. (Baca juga: PDI Perjuangan Sukoharjo Lucuti Puluhan Poster ‘Raja Jokowi’)

(amm)

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi, Ombudsman: UGM Lakukan Maladministrasi

loading…

Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu (tengah), Dosen Fisipol UGM Pipin Jamson (kiri) didampingi Kepala Ombusman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (10/11/2018). FOTO/SINDOnews/AINUN NADJIB

YOGYAKARTA – Kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pada 2017 silam terus bergulir. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ikut turun tangan menyelidiki kasus ini. Mereka menilai UGM melakukan maladministrasi yakni melakukan penundaan berlarut dalam menangani kasus ini.

“Dugaan awal kami, (UGM) melakukan penundaan berlarut karena kasus ini sudah terjadi sejak Juni 2017 dan sampai sekarang proses penanganan baik kepada pelaku maupun korban belum ada yang tuntas,” kata Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu kepada wartawan di Kantor Ombudsman RI Perwakilan  DIY, Jalan Woltermonginsidi No 20, Yogyakarta, Sabtu (10/11/2018).

Selain penanganan yang terlalu lama, UGM juga dianggap tidak menjalankan beberapa rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim investigasi bentukkan mereka sendiri. Selain itu Ninik juga mempertayakan apakah dalam sistem KKN ini UGM telah membekali mahasiswanya bagaimana upaya perlindungan terkait ancaman-ancaman kekerasan fisik, kekerasan keamanan dan kekerasan seksual yang terjadi di wilayah KKN, baik dari masyarakat sekitar maupun antarteman peserta KKN.

Menurutnya, pembekalan ini penting lantaran masih banyak masyarakat, termasuk mahasiswa belum mengerti bagaimana cara menghormati tubuh perempuan, bagaimana menghindari kekerasan seksual dan bagaimana tidak melakukan kekerasan seksual kepada perempuan.

“Saya tidak yakin ada materi pembekalaan itu sebelum atau sesaat sebelum KKN berlangsung. Tentu UGM punya cara sendiri memberikan penjelasan, apakah memang pernah ada materi secara khusus dalam pembekalaan KKN,” katanya. (Baca juga: Mahasiswi UGM Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Teman KKN di Maluku)

Ninik melihat koordinator dan dosen pembina KKN di Seram gagap menangkap persoalan ini secara tepat. Saat peristiwa ini dilaporkan oleh korban kepada dosen pembina lapangan KKN hingga ke pihakn kampus, penyelesaian justru dengan cara kekeluargaan. Ini menunjukkan kasus ini dianggap masalah biasa, dianggap tidak ada unsur kejahataan terhadap tubuh perempuan.

“Kalau ini terjadi seorang dosen KKN tidak punya perspektif perlindungan, maka  mahasiswa KKN tak ada perlindugan sama sekali,” katanya.

Seharusnya, ketika perguruan tinggi berani membawa mahasiswa ke luar wilayah seperti dalam program KKN, maka kampus harus berani membekali mahasiswa dan dosennya tentang  perspektif bagaimana menangani korban kasus semacam ini. “Dalam kasus ini, korban dibiarkan sendiri. Padahal korban kekerasaan seksual memiliki dimensi yang khas. Cederung menyalahkan diri sendiri, malu, takut, dianggap mengada-ada,” papar Ninik.

Ninik Rahayu menyebut aparat penegak hukum harusnya segera turun tangan menangani kasus ini. “Perkosaan bukan delik aduan,” katanya.  

Sementara itu, Dosen Fisipol UGM Pipin Jamson dalam kesempatan yang sama menyebut korban (penyintas) meminta pihak kampus memberi sanksi tegas terhadap pelaku, HS. Penyintas meminta pelaku dikeluarkan atau di-DO dan diberi catatan buruk,” kata Pipin dari relawan #KitaAgni. Pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan korban dipenuhi oleh pihak rektorat.

Sekjen Kongres Advokad Indonesia (KAI) DIY, Nanang Hartato menyebut sesuai Pasal 285 KUHP Kasus Pemerkosaan diancam pidana penjara paling lama 12 tahun. “Sudah jelas bahwa kasus perkosaan itu adalah kejahatan. Jangan Sampai Rektor UGM mengesampingkan aturan yang ada,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kasus pelecehan seksual menimpa mahasiswi Fisipol berinsial An. Pelakunya merupakan rekan KKN dari Fakultas Teknik berinisial HS. Meski peristiwa itu terjadi pada media 2017, namun kasus ini kembali mencuat setelah artikel berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan yang diunggah di situs balairungpress.com, Senin (5/11/2018). (Baca juga: LPSK Beri Perlindungan kepada Mahasiswi UGM Korban Pelecehan Seksual)

(amm)

Usai Pesta Miras di Tempat Karaoke, Suwandi Tewas di Rumah Pacar

loading…

Petugas mengevakuasi Suwandi, warga warga Dusun III Sriguno, Desa Srimulyo, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang meninggal dunia usai pesta miras di tempat karaoke. FOTO/iNews/ERA NEIZMA WEDYA

LUBUKLINGGAU – Suwandi (35), warga Dusun III Sriguno, Desa Srimulyo, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan ditemukan tidak bernyawa usai pulang karaoke, Rabu (7/11/2018) pukul 04.30 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan IPTU Aprinaldi menjelaskan, peristiwa ini berawal ketika Suwandi bersama enam temannya pergi karaoke di Lokalisasi Sumber Agung, Selasa (6/11/2018). Suwandi lalu menjemput kekasihnya, Sri, warga Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II untuk diajak ke tempat karaoke dengan menggunakan sepeda motor.

Keduanya sampai di tempat karaoke sekitar pukul 01.30 WIB. Suwandi dan Sri lalu ikut pesta minuman keras di dalam tempat karaoke bersama teman-temannya. Tak lama setelah itu, empat teman Suwandi pamitan pulang. Namun Suwandi, Sri dan dua teman lain melanjutkan karaokean.

Setelah puas, pada pukul 03.00 WIB, mereka pulang dari tempat karaoke. Suwandi lalu mengantarkan Sri ke rumahnya. Namun karena merasa kepalanya sakit, Suwandi mampir di rumah kekasihnya untuk beristirahat sejenak.

Pada pukul 05.10 WIB, Sri berupaya membangunan Suwandi yang sejak tadi tertidur. Namun setelah beberapa kali dibangunkan, Suwandi tidak segera tersadar. Karena bingung dan ketakutan, Sri lalu melaporkan hal itu ke pihak RT setempat.

“Dan setelah dicek ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Kita langsung bawa ke rumah sakit, dan diduga korban meninggal karena mengonsumsi minuman keras berlebihan dalam keadaan badan kurang sehat,” kata Aprinaldi.

(amm)

3 Jenazah Korban Lion Air JT-610 Disambut Isak Tangis Keluarga

loading…

Isak tangis keluarga pecah ketika 3 peti jenazah tiba di posko Crisis Center Depati Amir Pangkalpinang. Mereka tidak kuasa menahan pilu, saat peti jenazah diturunkan dari mobil Ambulans PMI Babel. Okezone/Arsan

PANGKALPINANG – Isak tangis keluarga pecah ketika 3 peti jenazah tiba di posko Crisis Center Depati Amir Pangkalpinang. Mereka tidak kuasa menahan pilu, saat peti jenazah diturunkan dari mobil Ambulans PMI Babel.

Salah satu perwakilan keluarga korban, Syamsudin Basari mengatakan dirinya diberikan mandat keluarga korban Eryanto dalam penerimaan serah terima korban.

“Gak nyangka 189 orang meninggal atas musibah jatuhnya Lion Air tersebut. Kami atas nama keluarga ketiga korban ini sangat berterimakasih kepada tim gabungan Basarnas, Pemprov, dan lainnya terlibat dalam hal tugas kemanusiaan ini,” ujarnya di Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Selasa, (6/11/2018).

Mantan wakil Gubernur Babel itu juga mengaku sangat prihatin dan ini merupakan hari kesembilan atas musibah jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan laut Tanjungtakis, Karawang, Jawa Barat (Jabar).

“Kita tau, bahwa tidak ada keluarga yang ingin terjadi atas kejadian sangat luar biasa ini, terutama para keluarga korban dan kita semua. Nanti, bagaimana cara kita untuk memulihkan kondisi keluarga korban supaya mental mereka lebih kuat dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.

“Kita juga berdoa semoga para korban di lapangkan tempat yang layak disisi Allah SWT. Kami juga dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam hal ini terutama Forkompinda,” tambahnya.

Sementara Area Manager Sumbagsel Lion Air, Haris Pramono menambahkan dalam sambutannya keluarga Lion Air Group turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa para korban pesawat Lion Air JT-610.

“Kami atas nama Lion Air Group, turut berbelasungkawa korban dan para keluarga korban. Bagi keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan ketabahan dan semoga para almarhum almarhumah diterima disisi-Nya,” kata Haris kepada keluarga korban.

Tiga (3) jenazah korban yang tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Selasa 6 November 2018 adalah:

1. Ristia Amelia seat 22a/no manifest 007

Alamat: Jln. Air Putih Muntok Kab. Bangka Barat, Babel.

2. Eryanto seat 30c/no manifest 045
Alamat: Jln. Perum Taman Tanjung Bunga, Sinar Bulan Bukit Ini, Pangkalpinang.

3. Vera Junita seat 33b/no manifest 076
Alamat: Jln. Teuku Umar No 6 RT 003, Sungailiat Kab. Bangka.

Sedangkan korban atas nama Dede dan Hendra menyusul tiba sekira pukul 13.00 WIB dibawa ke Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

4. Dede Angraini seat 21c/no manifest 010
Alamat: Jln. Kejaksaan 99 Ledeng Kel. Gerunggang, Pangkalpinang.

5. Hendra seat 2a/no manifest 063
Alamat: Jln. Parit 1 RT 001 Kuday, Sungailiat, Kab. Bangka.

Sebagai informasi sebelumnya pada Senin (5/11/2018) kemarin 1 (satu) jenazah Karmin (68) warga Bangka Tengah telah diserahkan kepada pihak keluarga, dan Selasa (6/11) ada lima (5) jenazah dipulangkan. Jadi saat ini total korban pesawat Lion Air JT-610 yang telah di kirim kepada pihak keluarga sebanyak 6 orang.

(nag)

2 Anggota OPM Tewas Usai Kontak Tembak dengan Satgas TNI/Polri

loading…

Dua anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka pimpinan Porum Okiman Wenda tewas usai baku tembak dengan Satgas Gakkum TNI/Polri. Barang bukti yang disita Satgas Gakkum TNI/Polri/Ist

TIMIKA – Dua anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka pimpinan Porum Okiman Wenda tewas usai baku tembak dengan Satgas Gakkum TNI/Polri, Sabtu 3 Oktober 2018, kemarin. Kedua anggota KKSB yang tewas yaitu Gomes dan Kulomabuk. Kulomabuk tercatat sebagai salah satu pelaku penyerangan Polsek Pirime 2012.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan, selain menewaskan dua anggota KKSB, Satgas TNI/Polri berhasil menyita dua puncuk senjata api didapatkan berupa 1 pucuk SS1 V1, No. 095393 dan 1 pucuk Jungle/ US Carabine, No. 4350700 dari tempat baku tembak.

“Kedua senjata itu merupakan rampasan dari Polsek Pirime 2012,” kata Kapendam dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Minggu (4/11/2018).

Menurut Kapendam, sebelumnya telah terjadi pembunuhan yang dilakukan KKSB pimpinan Porum Okiman Wenda terhadap seorang tukang ojek yang bernama Yanwar (38).  Pria ini meninggal dunia karena mengalami luka tembak serta jenazahnya dibiarkan tergeletak di TKP.

Kemudian Satgas Gakkum TNI-Polri dipimpin Kapolres Lanny Jaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya, bersama masyarakat bermaksud menjemput jenazah korban dari TKP untuk dievakuasi ke RSUD Lanny Jaya selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Sebelum berangkat, AKBP Tonny selaku pimpinan Tim Evakuasi terlebih dahulu melaksanakan briefing pasukan TNI/Polri dalam rangka pembagian tugas, menyusun teknis dan taktis serta langkah-langkah khusus dalam rangka kelancaran proses evakuasi.

“Satu Tim dari TNI AD dipimpin oleh Lettu Inf Zulmi dengan jumlah 10 orang terlebih dahulu masuk kedudukan secara senyap dan menguasai ketinggian di sekitar TKP sebagai kelompok pengamanan,” kata Kapendam.

Saat proses evakuasi berlangsung tim evakuasi tiba-tiba mendapatkan serangan tembakan oleh KKSB dari arah ketinggian sehingga kontak tembak tidak bisa dihindari.

“Rupanya KKSB pimpinan Porum Okiman Wenda tidak hanya puas membantai rakyat yang tak berdosa, tetapi jenazah korban sekaligus dijadikan umpan untuk menjebak pasukan TNI-Polri agar dengan mudah dapat diserang pada saat sedang mengevakiuasi korban,” timpal Aidi.

Namun kelompok pengaman TNI berjumlah 10 orang pimpinan Lettu Inf Zulmi yang sebelumnya telah siap di atas ketinggian segera bergerak mendekati kedudukan KKSB. “Lalu terjadi kontak tembak yang cukup gencar hingga akhirnya KKSB berhasil dipukul mundur dan secara terpencar mereka melarikan diri ke arah hutan,” ungkapnya.

Sementara itu Tim evakuasi pimpinan Kapolres berhasil mengevakuasi jenazah korban almahrum Yanwar ke RSUD Tiom Kab. Lanny Jaya dalam keadaan aman. Meskipun mendapatkan serangan gencar dari KKSB.

“Berdasarkan laporan dari TKP, dengan mengidentifikasi suara tembakan yang dilancarkan oleh pihak KKSB, dan jejak yang ditinggalkan saat dilaksanakan penyisiran, diperkirakan KKSB berjumlah 50 orang lebih dengan persenjataan standar militer berbagai jenis,” tandas Aidi.

(sms)

Monumen Brayut Saksi Bisu Perlawanan Warga Sleman Terhadap Belanda

loading…

Monumen Brayut, di Pandawoharjo, Sleman menjadi saksi bisu perlawanan rakyat Sleman dan Brayut khususnya dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Foto SINDOnews/Priyo S

Brayut, Pandawoharjo, Sleman bukan hanya dikenal sebagai desa wisata berbasis  budaya dan kearifan lokal di Sleman. Namun di tempat ini juga menjadi saksi bisu perlawanan rakyat Sleman dan Brayut khususnya dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari usaha Belanda yang ingin mengusai lagi Indonesia pada
tahun 1949.

Dimana di tempat itu terjadi pertempuran antara rakyat Sleman dengan pasukan Belanda. Terjadinya pertempuran ini untuk melindungi pejuang dan tentara pelajar dari kejaran pasukan Belanda, setelah terdesak dalam pertempuran di Rejodani, Sardonoharjo, Ngaglik atau timur Brayut. Karena terdesak itulah pejuang dan  tentara pelajar lari ke barat arah Brayut.

Mendengar berita itu, rakyat Brayut kemudian memberikan bukan hanya memberikan perlindungan namun juga ikut berperang melawan Belanda. Sehingga pertempuran pun tidak dapat dielakkan.  

Kejadian itu terjadi, 6 Mei 1949.  Dalam pertempuran itu, kedua belah pihak banyak yang korban. Untuk rakyat Brayut sendiri, tercatat ada 14 yang gugur.

Mereka adalah Sarjiman, Budiwiyono, Darmo Suprapto, Prawirodimejo, Kromo, Suridikromo, Cokrowiharjo. Jono, Kusen, Haryono, Suprapto, Supraptoharjo, Wongso Paijo dan Dalijo.

Sekretaris Desa Budaya Brayut,  Pandowoharjo, Sleman, Aditya Noor mengatakan pertempuran di Brayut melawan Belanda tersebut merupakan rangkaian perlawanan para pejuang dari kejaran Belanda yang diawali dari Plataran Kledokan, Selomartani, Kalasan dari arah timur.

Rejodani hingga Turi.  Ini lantaran para pejuang yang terdesak dari Kledokan lari ke barat  sampai di Rejodani, disini ketemu dengan pasukan Belanda yang  datang dari arah selatan.

“Sama halnya dengan kejadian di Kledokan di Rejodani  pejuang dan tentara pelajar juga terdesak dan menuju ke barat sampai Brayut ini,” kata Aditya Noor.

Menurut Aditya Noor selain untuk melindungi pejuang, sebelum pertempuran terjadi  pejuang Soeparjo yang ada di Brayut, pada pukul 05.00 WIB telah mendapat kabar dari polisi pager praja Supeni kalau dari arah selatan datang pasukan Belanda menuju ke Turi mencari para pejuang. Berita itu lalu disampaikan kepada komandan penyerangan penjuang Bakir.

Bakir kemudian menghubungi pejuang lainnya untuk menghadang Belanda. Jumlah pejuang yang ada di Brayut sebenarnya ada 35 orang. Namun karena sudah ada yang beraktivitas dan tidak tahu kemana perginya, di tempat itu tinggal sembilan pejuang. Atas kondisi ini, para pejuang memutuskan meninggalkan Brayut sebab tidak mungkin melawan Belanda dengan
kekuatan yang ada. Mereka pun memutuskan mundur ke utara.

Tetapi pasukan Belanda ternyata tidak hanya datang dari arah selatan, namun juga dari arah timur dan utara. Sehingga untuk perlawanan sendiri bukan hanya sampai di Brayut, namun  juga sampai ke utara yaitu sampai di Turi. Sama halnya di Brayut perlawanan rakyat melawan Belanda tersebut, selain melindungi pejuang juga untuk mempertahankan
kedaulatan NKRI  dari  tangan Belanda yang ingin berkuasa lagi di Indonesia.

Sebagai bentuk penghargaan kepada pejuang Brayut melawan Belanda tersebut, Pemkab Sleman membangun monumen Brayut tempat terjadinya pertempuran. Yaitu di timur SMAN  Pandowoharjo (sekarang SMAN 2 Sleman).

“Monumen ini bukan hanya sekedar tetengger, namun yang lebih penting lagi yaitu jiwa nasionalisme para pejuang dan rakyat yang bisa dipelajari bagi generasi muda,”  paparnya.

Untuk itu, monumen tersebut, juga akan dijadikan paket wisata budaya kepada para wisatawan yang datang ke desa wisata Brayut. Karena itu, perlu adanya kepedulian terhadap keberadaan monumen tersebut. yaitu dengan tetap menjaga dan merawat. Termasuk mensosialiasikan kepada generasi muda. Sebab tidak semua tahu tentang keberadaan monumen ini.

“Secara pasti saya tidak mengetahui, setahu saya itu hanya monumen tetapi apa latar belakangnya tidak tahu,” aku warga setempat  yang melintas di depan monumen itu,” kata Catur.

(sms)

Caleg Perindo Dapil V Jateng Konsolidasi Pemenangan

loading…

Calon legislatif (caleg) DPR RI Partai Perindo KRAT Henry Indraguna terus memperkuat konsolidasi dengan koleganya caleg DPRD di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V. SINDOnews/Ary

SOLO – Calon legislatif (caleg) DPR RI Partai Perindo KRAT Henry Indraguna terus memperkuat konsolidasi dengan koleganya caleg DPRD di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V. Tandem sesama caleg Partai Perindo di dapil yang sama ditargetkan mampu mencapai target perolehan suara yang diinginkan.

Konsolidasi melibatkan sekitar 50% caleg Perindo yang ditempatkan di empat kabupaten dan kota. Yakni Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo.

Para caleg mendapatkan pembekalan dari mantan politisi yang sebelumnya telah menjabat sebagai sebagai anggota dewan. “Mereka dibekali ilmu dan pengalaman oleh para senior-senior yang pernah menjadi di dewan,” kata Henry Indraguna di sela-sela konsolidasi dengan caleg Perindo DPRD dapil Jawa Tengah V yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/11/2018) petang.

Transfer pengalaman sangat penting, khususnya caleg Perindo yang merupakan pendatang baru di dunia politik tanah air. Pembekalan antara lain diberikan oleh politisi senior dari Kota Solo Heru S Notonegoro.

Diibaratkan perang, caleg Perindo harus memiliki target target yang akan diraih. “Sehingga bukan sekedar tandem, tetapi mengetahui harus berbuat apa,” pungkasnya.

(nag)

Korban Gempa Sulteng Melahirkan Bayi Kembar 3 di RSUD Polman

loading…

Seorang pengungsi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, melahirkan anak kembar tiga di RSUD Polewali Mandar, Jumat (26/10/2018). Foto salah satu bayi/Koran SINDO

POLEWALI MANDAR – Seorang pengungsi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, melahirkan anak kembar tiga di RSUD Polewali Mandar, Jumat (26/10/2018). Bayi kembar terlahir dari pasangan suami istri Rudi Hamas dan Nur Aliah, yang merupakan warga Tikke, Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Mereka terpaksa mengungsi ke Pambusuang, Polewali Mandar, lantaran rumahnya rusak terkena dampak gempa yang terjadi pada tanggal 28 September lalu.

Awalnya dia memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Pambusuang, namun dirujuk oleh bidan setempat ke RSUD Polewali. Selama di rumah sakit, mereka sempat merasa bingung lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar persalinan dan perawatan yang jumlahnya mencapai Rp20 juta.

“Saya dimintai BPJS tapi saya tidak punya karena tidak sempat bawa berkas saat kejadian gempa. Petugas rumah sakit meminta saya untuk mengurus jaminan dengan mengambil surat keterangan dari Dinas Kesehatan Pasangkayu,” tutur Rudi Hamas saat ditemui di RSUD Polewali, Rabu (31/10/2018).

Dokter Boko, yang menangani perawatan bayi kembar tiga mengatakan, kondisi bayi tersebut semuanya sehat dan mulai membaik. Awalnya ketiganya dimasukkan kedalam inkubator, karena dapat menyebabkan hipotermia sebab berat badan bayi kurang dari 2,5 kg. Ketiga bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan masing-masing bayi mempunyai berat 2,2 kg, 2 kg, dan 1,8 kg.

“Kondisinya semakin membaik. Sudah dikeluarkan dari inkubator, namun belum bisa keluar karena masih butuh penanganan untuk perawatannya. Nanti kalau bayinya sudah bisa menyusui pada ibunya, maka bayi sudah bisa dipulangkan,” ujar dokter Boko, Rabu (31/10/2018).

Sementara itu, pihak RSUD Polewali Mandar, membantah jika membebani biaya persalinan hingga Rp20 juta kepada salah satu warga terdampak gempa dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Terpisah, Kepala Tata Usaha RSUD Polewali Mandar, Andi Hibsullah menjelaskan bahwa, biaya persalinan pasien akan ditangani pihak Dinas Kesehatan Pasangkayu, karena pasien merupakan warga Pasangkayu dan kebetulan salah satu korban terdampak gempa dan tsunami.

“Jadi yang sebenarnya, biaya persalinan akan dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan Mamuju Utara (Pasangkayu), lantaran pasien memang berasal dari daerah tersebut, rincian pembayaran memang tetap kita buat, yang nantinya diklaim jaminan kesehatan yang berlaku di daerah tersebut, “ ujar Andi Hazbullah, yang ditemui di ruang kerjanya pada hari, Rabu (31/10/2018).

Lebih lanjut mantan Kepala Puskesmas Tinambung ini menjelaskan, bahwa pihak RSUD Polewali Mandar telah berkomitmen untuk memberikan keringanan kepada warga korban gempa-tsunami yang menjalani perawatan di RSUD Polewali Mandar. “Jadi berdasarkan hasil pertemuan, disepakati untuk memberikan kemudahan dan keringanan dalam hal pelayanan maupun biaya bagi setiap korban gempa dan tsunami yang jalani perawatan di rumah sakit ini, “ pungkas Hizbullah.

Kini pasien tersebut masih berada di ruang Perawatan Nipas Sakura RSUD Polman. Mereka kini semakin bingung karena sudah mulai kehabisan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini, ia hanya berharap belas kasihan dari pengunjung dan pasien lainnya. Ia berharap ada dermawan yang mau membantunya.

(sms)

AKBP Mito Sempat Tinggalkan Seragam Dinas di Rumah Orangtua

loading…

Keluarga AKBP Mito di Kendal, Jawa Tengah penumpang Pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat masih berharap perwira menengah ini selamat. Suminah memegang foto anaknya/iNews TV/Eddie P

KENDAL – Keluarga AKBP Mito di Kendal, Jawa Tengah penumpang Pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat masih berharap perwira menengah ini selamat. Perwira menegah lulusan Akpol 1998 sendiri hendak pulang ke Tanjung Pinang setelah reuni dengan teman satu angkatan di Jakarta. Keluarga di Kendal menerima kabar dari istri korban yang menunggu di Jakarta.

Suasana di rumah ibu korban yang bermana Suminah di Dusun Rejomulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah mulai ramai didatangi kerabat.

Pihak keluarga masih menunggu kepastian nasib AKBP Mito yang hendak pulang ke Pangkal Pinang keluarga sendiri mendapatkan kabar anak keempat dari enam bersaudara ini termasuk salah satu penumpang Lion Air JT 610.

Adik korban Murtiningsih mengatakan, terakhir kontak dengan kakaknya dua pekan silam saat ada tugas di Jakarta dan pulang ke rumah orangtuanya di Cepiring Kendal. Keluarga sendiri masih berharap AKBP Mito yang bertugas di Biro Sarpras Polda Bangka Belitung ini selamat.

Keluarga juga belum mempersiapkan pemakaman AKBP Mito menunggu kepastian dari pemerintah terkait korban pesawat Lion Air yang jatuh.

“Keluarga mendapat firasat saat korban pulang ke Kendal dua pekan silam membawa seragam lengkap dinas kepolisian.  Bahkan satu seragam lengkap tersebut ditinggal di rumah orangtuanya dan akan dikenakan lagi saat pulang lagi,” kata Murtiningsih.

(sms)

Longsor di Minahasa, Seorang Bocah Tewas Tertimpa Bebatuan

loading…

Serma James Baure dan Serda J Silaban dibantu warga mengevakuasi korban dari timbunan bebatuan. Foto/Istimewa

MINAHASA – Musibah longsor melanda tempat galian batu di Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Satu orang meninggal bernama Christian Mentu (10) tertimbun material bebatuan yang meluncur ke bawah pada saat terjadi longsor, Minggu (28/10/2018).

Bocah tersebut langsung meninggal di tempat sekira pukul 16.30 Wita. Kejadian berawal saat hujan deras mengguyur Kota Tondano menyebabkan tempat galian batu tersebut mengalami longsor.

Saat kejadian korban diketahui sedang bermain bersama tiga teman-temannya yaitu Mitcelo Sanggor (11), Moses Montolalu (12), dan Anugrah Falerio Tilaar (11).

Mendapat informasi adanya tanah longsor yang memakan korban Plh Danramil 1302-01/Tondano Pelda Johny Bura memerintahkan Babinsa Serma James Baure dan serda Julianto Silaban untuk segera ke TKP untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.

“Korban ternyata bernama Christian Mentu. Dia merupakan anak dari Serma Jemy Mentu (48) yang merupakan anggota Satuan Kopasus dan korban sudah lama tinggal bersama kakeknya Youke Mentu (77),” kata Johny Bura.

Kemudian, Serma James Baure dan Serda J. Silaban yang dibantu warga sekitar mengevakuasi korban dari timbunan bebatuan. Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano dengan menggunakan mobil patroli pPolisi untuk diotopsi. Saat ini kejadian tersebut ditangani oleh pihak kepolisian.

(rhs)

Kompleks Jakabaring Dihajar Angin Ribut, Ini Daftar Kerusakannya

loading…

Angin ribut merusak sejumlah venue dan sarpras di kompleks olahraga Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (27/10/2018). FOTO/SINDOnews/BERLI ZULKANEDY

PALEMBANG – Sejumlah venue di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan rusak dihantam angin ribut, Sabtu (27/19/2018) sore. Puluhan pohon patah, tumbang, dan bahkan tercabut dan menutup jalan.

Atap venue beterbangan dan bertebaran di jalan dan tempat parkir. Bahkan terpantau dua menara besi untuk lampu penerangan venue ambruk menimpa pagar.

Seperti terpantau di venue panjat tebing, dayung, atletik, aquatik dan lainnya. Bahkan ratusan peserta tes CPNS Kemenkumham berhamburan karena tenda di lokasi tes di dining hall wisma atlet juga ambruk.

Para pedagang di depan dining hall mengatakan, “Puting beliung, berputar-putar kami semua ketakutan. Kayu kayu roboh,” ujar Sauna, salah seorang pedagang.

Pantauan di lokasi upaya pembersihan belum dilakukan karena hari sudah malam. Kepala Pengawas JSC Rusli Nawi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan kerusakan yang terjadi. “Kita cek apa saja kerusakan yang ditimbulkan,” katanya. (Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Kompleks Jakabaring dan Stasiun LRT Rusak)

Pihaknya, sambung Rusli, segera menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan dan juga nantinya perbaikan. “Segera pembersihan dan dilaporkan untuk perbaikan,” katanya.

Pembersihan dan perbaikan memang harus segera, apalagi sejumlah even akan digelar terutama pada 2019 mendatang. Bahkan saat angin ribut terjadi, pertandingan Persija Jakarta U-16 versus PSIS Semarang sempat tertunda, namun kemudian dilanjutkan kembali.

Kerusakan juga terjadi pada bagian kaca Lippo plaza mal yang terletak di samping gerbang JSC. Bahkan stasiun LRT di dekat OPI Mal dikabarkan mengalami kerusakan pada bagian plafon. Namun sulit untuk dipantau karena dilarang pihak keamanan setempat.

(amm)

Polda Jabar Dalami Dugaan Skenario di Balik Pembakaran Bendera

loading…

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan polisi mendalami dugaan skenario di balik pembakaran bendera HTI. FOTO/DOK.SINDOnews

BANDUNG – Polda Jawa Barat mendalami dugaan skenario di balik peristiwa pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang identik dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Kami akan mendalami dugaan rekayasa dan skenario serta keterlibatan orang lain di belakang aksi pelaku Us membawa dan mengibarkan bendera HTI ke tengah upacara peringatan HSN 2018 di Limbangan, Garut. Kami akan menempuh langkah digital forensik untuk menyelidiki HP (handphone) pelaku Us,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto ditemui seusai salat Jumat di Masjid As-Syuhada Polrestabes Bandung, Jalan Nias, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018).

Agung mengemukakan, yang pasti peristiwa pembakaran itu tidak serta merta berdiri sendiri. Sebelum peringatan HSN 2018 di Alun-Alun Limbangan, Garut digelar pada Senin (22/10/2018), telah dilakukan rapat oleh panitia dan dihadiri unsur Polri dan TNI. Dalam rapat itu disepakati tidak boleh membawa bendera atau atribut lain selain Merah Putih.

“Nah kalau ada yang membawa bendera lain akan diamankan atau tidak? Tentu akan diamankan. Jadi tidak ada niat membakar bendera itu. Apalagi oknum Banser yang membakar bendera itu melakukannya secara spontan, korek saja pinjam,” ujar Agung.

Disinggung tentang apa tujuan pelaku Us yang tinggal di Bandung tapi berada di Garut saat peringatan HSN 2018 di Alun-Alun Limbangan, Garut. “Dia itu memang asli orang Garut. Di Bandung dia hanya bekerja,” ungkap Kapolda.

Agung mengungkapkan, Us yang diamankan karena diduga kuat membawa dan mengibarkan bendera yang identik dengan bendera HTI itu mengaku membeli bendera tersebut secara online. Jadi Us memang sengaja membawa bendera tersebut. “Kepada penyidik dia juga mengaku pernah ikut aksi umat Islam pada 2016 lalu. Kemungkinan aksi 212,” tutur Agung.

(amm)

Masyarakat Tak Perlu Khawatir, STNK Mati Masih Terdaftar Regident

loading…

Dirlantas Polda Babel Kombes Pol Dwi Asmoro memberi keterangan kepada wartawan. Foto/Arsan Mailanto

PANGKAL PINANG – Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung (Babel) mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya informasi bahwa STNK mati, dan tidak diperpanjang selama dua tahun maka motor atau mobil bakal dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan bermotor.

Sebagaimana diungkapkan oleh Dirlantas Polda Babel Kombes Pol Dwi Asmoro, mengenai STNK mati, dan tidak diperpanjang selama dua tahun, motor atau mobilnya bakal dihapus dari daftar regident ranmor peraturannya itu sudah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009.

“Selama regident masih belum dihapus, berarti kendaraan motor atau mobil itu masih tetap terdaftar, karena sudah ada UU yang mengaturnya. Masyarakat tak perlu khawatir dan resah,” ujarnya di Mapolda Babel, Kamis (25/10/2018).

“Kita tunggu aja ya, sebab setiap UU perlu ada PP (Peraturan Pemerintah) sebagai peraturan pelaksanaannya. Jadi kita tunggu saja,” sambung Dirlantas.

Hingga kini pihaknya juga masih menunggu petunjuk dan arahan (jukrah) resmi dari Korlantas Mabes Polri. “Belum ada jukrah dari Korlantas tentang hal ini dan kita masih menunggu perkembangannya. Dalam UU nya sudah ada dikatakan dapat. Tapi, untuk implementasinya, kita masih menunggu dari Korlantas Pusat karena berkaitan dengan registrasi kendaraan bermotor,” jelas Dwi.

Karena itu, Dirlantas Polda Babel juga masih menanti informasi lebih lanjut dari Korlantas Mabes Polri, sekaligus menyarankan agar masyarakat taat membayar pajak kendaraan dan tidak boleh menunggak.

“Jadi, untuk aturannya kita masih menunggu dari Korlantas, dan mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir, laksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk selalu taat membayar pajak,” harap Dwi.

Hal senada Kasubdit Regident Ditlantas Polda Babel, AKBP Andreas Purwanto menuturkan pihaknya belum menerima jukrah dari Korlantas terkait STNK mati selama dua tahun bakal dihapus dari daftar regident ranmor.

“Belum ada jurkah dari pusat. Kalau ada, pasti kita sosialisasikan ke masyarakat. Ya, kalo STNK mati resiko ditindak pelanggarannya dan harus segera memperpanjang STNK. Soal kendaraan iya statusnya masih terdaftar alias legal, tapi tidak layak dioperasionalkan (STNK mati),” tutupnya.

(rhs)

Mahasiswa Minta Bareskrim Polri Periksa Gubernur Papua

loading…

Sekelompok mahasiswa meminta Bareskrim Polri memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe terkait dugan korupsi dana beasiswa untuk mahasiswa Papua. Foto/Dok SINDOnews

JAKARTA – Mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Penjarakan Dan Adili Pencuri Uang Rakyat (FMPAPUR) mendesak Bareskrim Polri segera memeriksa Gubernur Papua, Lukas Enembe. Orang nomor satu di Papua itu diduga terlibat kasus korupsi dana beasiswa untuk mahasiswa Papua yang tidak sesuai peruntukannya pada tahun anggaran 2017.

“Kami meminta Bareskrim Polri agar mengusut tuntas keterlibatan Lukas Enembe dalam kasus korupsi penyalahgunaan anggaran beasiswa mahasiswa Papua,” kata Koordinator FMPAPUR, Mogen Sogalrey dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Mogen Sogalrey membeberkan, selain dugaan korupsi beasiswa, Lukas juga diduga kuat terlibat banyak kasus penyalahgunaan anggaran selama berkuasa.

“Misalnya, kasus Lapangan Terbang Mamit yang tidak selesai, proyek Jalan Munak-Oragi-Wolo APBD tiga tahun berturut-turut (2015-2017) Rp23 miliar, Jalan Wamena-Ibele senilai Rp25 miliar, dan masih banyak lagi,” paparnya.

Bahkan, kata dia, masih ada banyak kasus yang perlu diungkap seprti di daerah pedalaman, daerah pegunungan, pesisir, lembah dan pulau-dan Teluk. Menurutnya, jika penegak hukum serius membuktikan keterlibatan Lukas pada kasus tilap dana beasiswa, maka itu akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap keterlibatan Lukas pada sejumlah kasus sejak menjabat tahun 2013-2017.

Karenanya, Mogen menyatakan dukungan kepada Bareskrim Polri untuk memproses dan membuktikan keterlibatan Lukas dalam kasus korupsi sebagai langkah awal membongkar seluruh kebocoran uang negara selama dia berkuasa.

“Kami mendukung Bareskrim Polri menangkap Lukas Enembe,” terangnya. (Baca Juga: Bareskrim Polri Periksa Gubernur Papua Lukas Enembe)

(rhs)

Warga Kemetul Desak Pelaksana Proyek Tol Salatiga Bangunkan Jalan Tani

loading…

Sejumlah warga Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah saat demo di lokasi proyek jalan tol Salatiga – Kartasura, Senin (22/10/2018) petang. SINDOnews/Angga Rosa

SALATIGA – Warga Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendesak PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) untuk segera membangunkan fasilitas umum (fasum) berupa jalan tani, jembatan seberang, dan talud sungai Penggung.

Apabila hingga 15 November 2018 nanti fasum tersebut belum dibangun atau belum selesai pengerjaannya, warga mengancam akan memblokir lokasi proyek pembangunan jalan bebas hambatan tersebut yang berada di wilayah Desa Kemetul.

“Kemarin sore, warga sempat memblokir lokasi pembangunan jalan tol. Kemudian, pihak JSN dan PT Waskita Karya mengajak berembug dan tercapai kesepakatan. Intinya, PT JSN dan PT Waskita Karya sanggup memenuhi tuntutan warga. Dan hari ini, sudah mulai dikerjakan,” kata Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo, Selasa (23/10/2018).

Menurut dia, permintaan warga mengenai pembangunan fasum tersebut sudah disampaikan sejak pembangunan jalan tol dimulai, tepatnya pada 2017. Namun permintaan warga tidak segera direalisasikan hingga akhirnya warga jengkel dan demo di lokasi proyek jalan tol.

“Kami sudah beberapa kali berkirim surat ke pihak terkait. Namun oleh PT SJN maupun PT Waskita Karya warga hanya dijanjikan. Akhirnya kemarin (23 Oktober 2018 sore) warga demo lagi dan aspirasi warga baru dipenuhi hari ini,” ujarnya.

Adapun fasum yang diminta warga antara lain, jalan tani sepanjang kurang lebih 300 meter di sisi kanan kiri main road dengan lebar menyesuaikan kondisi sisa lahan di lapangan. Kemudian, jembatan seberang di kanan dan kiri sungai Penggung, talud outlet sungai Penggung dan pemindahan pagar berduri yang disesuaikan dengan gambar.

“Warga minta pembangunan fasum tersebut selesai pada 15 November 2018. Jika hingga batas waktu tersebut pekerjaan belum selesai, kami akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan terlebih dahulu. Tapi jika tidak ada solusi, keputusan kami serahkan kepada warga,” pungkas Agus Sudibyo.

(wib)

Kantor Bupati Bintan Kebakaran

loading…

Kendaraan water canon Polres Bintan berusaha memadamkan api yang membakar salah satu ruang di Kantor Bupati Bintan, Senin (22/10/2018). Koran SINDO/Novel Sinaga

BINTAN – Kebakaran terjadi di Kantor Bupati Bintan, tepatnya ruangan kantor milik Asisten II Setdakab bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan yang berlokasi di Bandar Seri Bentan, Bintan, Senin (22/10/2018) pukul 05.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui oleh anggota kepolisian dari Mapolres Bintan yang berkantor tidak jauh dari lokasi kejadian. Dari menara gedung sebelah kiri kantor Bupati terlihat asap hitam hitam membumbung.

Melihat asap tersebut, anggota polisi dari satuan shabara Polres Pinang langsung bergerak ke lokasi asal muasa asap, dengan membawa mobil water canon untuk memadamkan api. “Polisi yang pertama kali mengetahui kebakaran melihat adanya asap yang membubung dari menara gedung kantor bupati,” ujar Kasatpol PP Pemkab Bintan, Insan Amin.

Insan menambahkan, setelah polisi turun, tidak lama api pun berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke ruangan lainnya. “Benar ruangan Ruang Kerja, Mardiah Asisten II Setdakab bidang Administrasi Perekonomian Perekonomian dan Pembangunan,” imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan menyampaikan pihaknya belum mengetahui dugaan penyebab dari kebakaran yang terjadi di Kantor Bupati Bintan yang menghanguskan salah satu ruangan di Kantor Bupati itu. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dari mana sumber api berasal. “Kita belum ketahui persis awal mula munculnya api, saat ini api sudah padam dan anggota masih di lapangan,” ujarnya.

(wib)