Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang

loading…

Persiapan penyambutan jenazah pertama (Karmin) saat tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Foto/Arsan Mailanto

Jenazah Karmin (68) asal Babel yang berhasil terindentifikasi tiba di Bandara Depati Amir, Senin (5/11) pukul 10.00 WIB. Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT-216 dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Identitas Karmin (68) manifest 77, warga Jalan Kenanga Koba RT 011, Bangka Tengah dan disambut pihak keluarga yakni Istri (Mie Sian) dan Adik (Harli). Suasana haru menyelimuti penyambutan jenazah oleh pihak keluarga, pejabat Pemprov, Kapolda Babel, Dandrem 045/Gaya, Kepala Basarnas Pangkalpinang, Jasa Raharja, serta pihak Angkasa Pura.

Berada di terminal kargo Bandara Depati Amir, peti jenazah bertuliskan Karmin 00/LION/TJ.PRIOK/0006 R tersebut diiringi personel Basarnas, TNI-Polri, Tagana dan TRC mengawal peti jenazah Karmin utnuk dibawa ke Posko Crisis Center Bandara mengunakan mobil ambulans PMI Babel.

Jenazah Karmin diterima langsung oleh pihak keluarga sang adik korban yakni Harli dan kemudian akan diberangkatkan ke rumah duka di Koba, Bangka Tengah.
Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang
Manager SBOBET Director Lion Air Pangkalpinang Amar Fernando mengucapkan turut berduka cita terhadap keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah Lion Air JT-610 kemarin. Terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu pencarian para korban.

“Atas nama management Lion Air Group, kami harap apa yang kami lakukan ini sebuah pelayanan membantu secara maksimal kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ucap dia dalam sambutannya, Senin (5/11/2018).

Selepas prosesi serah terima jenazah Karmin langsung dibawa ke rumah duka di Koba dengan pengawalan petugas tim gabungan, Dinas Kesehatan dan pihak Lion Air.
Disambut Haru, Jenazah Pertama Korban Lion Air Tiba di Pangkalpinang
Diketahui dalam identifikasi Tim DVI RS Polri, jenazah Karmin merupakan jenazah pertama asal Babel yang berhasil teridentifikasi. Sejumlah pihak keluarga yang menanti kedatangan jenazah Karmin pun, tampak terlihat dengan raut wajah sedih dan tampak tegar. Harli mengungkapkan rasa duka mendalam saat prosesi serah terima jemazag dari pihak Lion Air.

“Kejadian yang menimpa abang saya adalah takdir dari yang Maha Kuasa. Kami dari pihak keluarga juga memohon maaf yang sedalam-dalamnya jika semasa hidup abang saya (Karmin) pernah melakukan salah, mohon dimaafkan,” tuturnya dengan wajah lirihnya.

Harli dan pihak keluarga juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Babel, Lion Air Group, dan semua unsur tim gabungan yang telah bekerja keras dalam membantu mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah.

BNN Simalungun Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

loading…

BNN Simalungun bersama pelajar SMA Negeri 1 Panombean Panei usai sosialisasi bahaya narkoba, Selasa (30/10/2018). Foto/Ricky Hutapea

SIMALUNGUN – Badan Narkotika Nasional (BNN) persempit penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Kepala BNN Simalungun Simson Saut Tua Pardomuan Tambunan mengatakan, peredaran narkoba di kalangan generasi muda sangat mengkhawatirkan. Bahkan sudah kepada pelajar di seluruh tingkatan hingga ke mahasiswa.

Melalui sosialiasi bahaya narkoba di kalangan pelajar diharapkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa dipersempit. “Dengan gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar diharapkan peredaran narkoba di kalangan pelajar dapat dicegah dan dipersempit,” ujar Simson kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Saat ini menurutnya ada 71 jenis narkoba yang beredar di sbobet indonesia dan penggunanya dari berbagai lapisan masyarakat mulai orang kaya sampai masyarakat miskin.

Seperti yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Panombaen Panei dengan pembicara Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Junandar S Siahaan dan Marthin Tobing, BNN Simalungun yang belum genap satu tahun berdiri juga melakukan penindakan.

Pihaknya berharap masyarakat berpartisipasi aktif untuk peduli dalam pemberantasan narkoba di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan informasi ke BNN Simalungun jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya.

Ketua DPRD Simalungun mengapresiasi soasialiasi bahaya narkoba yang dilakukan BNN Simalungun ke sekolah-sekolah. Dia berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

(rhs)

Bus Sarat Penumpang Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

loading…

Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah bus sarat penumpang terjadi di ruas Tol Cipali KM 151 arah Jakarta, Senin (17/6/2019) dini hari ini. Foto: @TMCPoldaMetro

JAKARTA – Kecelakaan beruntun dilaporkan terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) KM 151 arah Jakarta, Senin (17/6/2019) dini hari ini. Kecelakaan beruntun ini melibatkan sebuah bus sarat penumpang dengan kendaraan lain.

Informasi kecelakaan ini ditweet netizen pemilik @fiscuswannabe di akun Twitter TMC Polda Metro Jaya. Petugas saat ini sudah menangani kecelakaan dan arus kendaraan mulai tersendat.

“01:06 Kecelakaan beruntun di KM 151 Tol Cipali (arah ke Jakarta), lalin tersendat & msh penanganan Polri,” tulis @TMCPoldaMetroJaya.

Baca Juga:

01:06 Kecelakaan beruntun di KM 151 Tol Cipali (arah ke Jakarta), lalin tersendat & msh penanganan Polri. @fiscuswannabe pic.twitter.com/9Rjux7mzDt

— TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) June 16, 2019

Belum diketahui pasti kondisi para korban kecelakaan beruntun. Namun pemilik akun @fiscuswannabe menggambarkan tabrakan beruntun ini cukup mengerikan dengan kondisi bus terguling. Sejumlah penumpang bus terlihat berada di pinggir jalan. Namun kondisi mereka kurang terlihat jelas.

“Penumpang bis korban tabrakan beruntun di KM 151 Cipali arah Jakarta. Pas lewat bikin merinding. Bis keguling, ada mobil merah di baliknya,” cuit @fiscuswannabe.

Arus balik kendaraan pemudik dari Jawa menuju Jakarta hingga hari ini memang masih terpantau masih cukup padat. Hingga tengah malam tadi, TMC Polda Metro Jaya melaporkan kondisi arus lalu lintas di Tol Cikarang Utama arah Jakarta cukup ramai, namun masih relatof lancar.

23:04 Kondisi arus lalu lintas Tol Cikarang Utama arah Jakarta, terpantau ramai lancar. pic.twitter.com/5frgxXAJeZ

— TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) June 16, 2019

(thm)

Mowilex Luncurkan Buku Berisi Karya Lima Seniman Legendaris Bali

loading…

PT Mowilex Indonesia meluncurkan buku bertajuk Balinese Woodcarving a Haritage to Treasure, Menelusuri Warisan Seni Ukir Kayu Bali. Foto: SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BALI – Untuk melestarikan budaya adat Bali, PT Mowilex Indonesia meluncurkan buku bertajuk ‘Balinese Woodcarving a Haritage to Treasure, Menelusuri Warisan Seni Ukir Kayu Bali’ di Agung Rai Museum of Art (ARMA) Galery and Museum, Jalan Pengosekan, Kecematan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Peluncuran buku tersebut sebagai apresiasi kepada para seniman ukir Bali. Salah satu produsen cat kayu ini berkomitmen untuk melesatarikan warisan, kisah dan nilai-nilai seni ukir dan kerajinan kayu Bali yang mempunyai nilai keindahan seni tinggi dan karya seninya sudah diakui oleh dunia internasional.

Presiden Direktur PT Mowilex Indonesia, Niko Safavi, mengatakan, Mowilex telah menjalin kerja sama yang baik dengan para seniman ukir Bali selama hampir 50 tahun. Para seniman telah mempercayakan perlindungan karya-karya mereka kepada Mowilex.

Baca Juga:

Untuk itu, sebagai wujud apresiasi, Mowilex sengaja mempersembahkan sebuah buku yang menggambarkan kisah di balik ukiran para seniman. Untuk mempersembahkan buku ini, tim Mowilex bersama fotografer dan penerbit asal Italia menelusuri studio-studio para seniman ukir di Bali. “Buku ini sebagai wujud apresiasi kami,” katanya kepada SINDOnews.

Menurutnya, ada lima seniman legendaris yang diangkat karya-karyanya dalam buku ini. Mereka antara lain I Made Ada, I Wayan Mudana, I Wayan Muka, I Nyoman Edi Suardana, dan I Wayan Suwija. Kelimanya merupakan maestro seni ukir kayu di Bali yang selama ini sudah banyak dikenal oleh semua orang.

“Kami ingin memastikan seniman dan karya-karyanya terus berkelanjutan. Ini sebuah dedikasi apresiasi untuk seniman ukir Bali. Ini bagian dari tanggung jawab perusahaan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Niko menjelaskan, ukiran kayu Bali merupakan karya seni para perajin bertalenta yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk melestarikan warisan adat budaya Bali. Merekalah aktor utama di balik semua ukiran kayu yang mendapatkan dukungan Mowilex Indonesia lewat produk Mowilex woodstain.

Apalagi, kata dia, selama ini para seniman Bali telah memercayakan perlindungan pendekorasian, dan pelestarian mahakarya mereka kepada produk Mowilex Woodstain selama satu abad. “Inilah sebabnya kami senantiasa mendengar masukan untuk menyediakan produk terbaik untuk ukiran kayu dimasa mendatang,” ujarnya.

Buku yang diluncurkan tersebut mengangkat kisah hidup lima maestro ahli seni ukir Bali dan bagaimana mereka mendedikasikan hidupnya untuk memelihara seni dan budaya ukir kayu Bali. Cerita yang berada dalam buku tersebut diharapkan bisa menjadi sumber referensi yang luar biasa bagi siapapun yang meminati seni ukir kayu Bali, terutama pelaku usaha perhotelan, desainer interior, arsitek dan pemilik usaha internasional.

Seni ukir Bali merupakan warisan budaya karena menyatukan nilai-nilai spritual dan keagamaan yang memberikan pemahaman akan nilai yang mendasari dan menginspirasi karya seni tersebut. Bahkan, seni ukir Bali telah berkontribusi terhadap ekonomi kreatif Indonesia dan Pendapatan Deomestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 8,47 persen pada 2018.

“Seni dan spritualis merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam agama Hindu dan budaya Bali. Desain rumit dari mahakarya ini mengandung nilai-nilai kramat yang diterima semua orang sebagai simbol kepercayaan mereka,” kata Budayawan asal Ubud, Tjokorda Raka Kerthayasa.

Ia melihat buku ini hadir untuk mengajarkan, menginspirasi dan menghadirkan kebahagian untuk pelaku industri perhotelan, desainer dan semua orang yang tetarik mengenal seni kerajinan ukir kayu khas Bali. Bercerita tentang kehidupan lima maestro tersebut, buku mengungkapkan proses awal hingga terciptanya mahakarya ukiran kayu dari kerja keras dan dedikasi pada adat budaya Bali.

Pendiri Agung Rai Museum of Art (Arma) Museum, Anak Agung Gde Rai menyambut baik peluncuran buku ini. Ia menilai ini merupakan gagasan luar biasa dalam melestarikan seni budaya seniman patung di Indonesia, khususnya Bali. Sebab kesenian telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Bali.

Anak Agung Gde Rai berharap akan semakin banyak dukungan terhadap budaya Indonesia, khususnya seniman di Bali. “Ini juga mendorong generasi muda meneruskan kesenian dan budaya ini (seni ukir), sebab seni ukir merupakan karya seni yang patut dilestarikan dan diwarisakn kepada generasi mendatang,” katanya.

Buku “Balinese Woodcarving a Haritage to Treasure, Menelusuri Warisan Seni Ukir Kayu Bali” tidak dijual secara umum. Dicetak sebanyak 1.000 eksemplar, buku setebal 133 halaman tersebut dibagikan gratis ke sejumlah perpustakaan hingga hotel di dalam dan luar Bali.

(thm)

Dobrak Tiga Lapis Pintu Tahanan, Puluhan Napi Rutan Lhoksukon Kabur

loading…

ACEH UTARA – Puluhan narapidana (napi) Rumah Tahanan (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, Provinsi Aceh, kabur setelah mendobrak tiga pintu tahanan, Minggu (16/6/2019) sore. Polisi saat ini masih memburu puluhan napi yang diduga kabur ke perkampungan warga dan hutan.

Informasi yang diporoleh, terdapat sekitar 73 napi yang sempat kabur dari Rutan Lhoksukon di Desa Kampung Baru, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, setelah mendobrak pintu rutan. Para napi kemudian berhamburan kabur. Pintu jendela depan rutan juga pecah setelah dirusak para napi.

Dari puluhan napi yang kabur itu sebanyak 20 napi telah berhasil ditangkap kembali setelah dilakukan pengejaran oleh personel Polres Aceh Utara. Polisi melakukan penyisiran hingga ke kampung-kampung warga dan area persawahan. (Baca juga: Bobol Pagar Kawat, 10 Napi Lapas Abepura Berusaha Kabur)

Baca Juga:

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin mengatakan, para napi kabur setelah berhasil mendobrak pintu utama rutan. “Saya dapat informasi tahanan kabur sekitar pukul 16.25 WIB tadi,” kata Ian Minggu malam.

Ian belum dapat memastikan napi yang kabur itu terkait kasus kriminal apa saja. Namun yang pasti sebelum napi kabur diawali kerusuhan di dalam penjara. (Baca juga: Rutan Siak Dibakar, Ratusan Narapidana Kabur)

“Masih dalam penyelidikan apa penyebabnya. Tapi sudah ada beberapa narapidana yang kabur yang ditangkap kembali saat bersembunyi di permukiman warga,” katanya.

Hingga saat ini polisi bersama TNI dan petugas rumah tahanan masih mengejar narapidana yang melarikan diri itu. Puluhan napi lainnya diduga melarikan diri ke arah persawahan dan hutan.

“Yang belum tertangkap narapidana kabur ada yang ke hutan dan sebagainya,” pungkasnya.

(thm)

Kenyamanan Terminal Bus Giwangan Dikembangkan Setara Bandara

loading…

Menhub Budi Karya Sumadi menyalami pedagang di sela kunjungannya di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Minggu (16/6/2019). Terminal ini akan dikembangkan hingga setara bandara. Foto/Istimewa

YOGYAKARTA – Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta akan dikembangkan laiknya bandara. Selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, penumpang di Terminal Tipe A Giwangan tembus hingga 452.330 orang.

“Kami akan membuat terminal setara dengan bandara untuk kenyamanan penumpang,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi disela kunjungannya di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Minggu (16/6/2019).

Total armada yang beroperasi sebanyak 18.883 untuk keberangkatan dengan 245.495 penumpang. Sedangkan pada kedatangan sebanyak 18.748 armada dan 206.835 penumpang. Total armada yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran sebanyak 37.631 unit.

Baca Juga:

Jumlah ini menunjukkan semakin tingginya minat pengguna jasa angkutan umum. Terutama pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Terhubungnya tol Jakarta-Surabaya membuat animo masyarakat sangat tinggi bepergian menggunakan angkutan umum, dalam hal ini bus AKAP maupun AKDP.

Di sisi lain Kemenhub juga terus melakukan revitalisasi. Mulai revitalisasi angkutan bus hingga meningkatkan pelayanan sarana prasarana termasuk pembenahan terminal.

Untuk angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) disiapkan area seluas 5.176,44 meter persegi. Sedangkan untuk angkota dan angkodes seluas 1.330 meter persegi. “Ini bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap pengguna jasa dan pelayanan terus ditingkatkan. Pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menhub menambahkan, sesuai dengan implementasi UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka telah dilakukan proses alih kelola P3D Terminal Penumpang Tipe A dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. “Dari 144 Terminal Penumpang Tipe A, sebanyak 128 Terminal yang diajukan untuk proses serah terima. Selanjutnya dari 128 terminal, sebanyak 106 Terminal sudah Berita Acara Serah Terima (BAST) dan 22 masih dalam proses,” tandasnya.

Dari 106 Terminal yang sudah BAST terdapat 38 Terminal Penumpang Tipe A yang sudah menyelesaikan proses alih kelola P3D nya. Sebagai tindak lanjut dari proses alih kelola, maka terhadap 38 Terminal Penumpang Tipe A yang ada, Kemenhub selaku pengelola Terminal Penumpang Tipe A akan melaksanakan program baru.

“Yakni Program Aksi Perbaikan Prasarana Angkutan Massal Berbasis Jalan dengan pada merehabilitasi 38 Terminal Penumpang Tipe A pada Tahun Anggaran 2020 dengan rencana total anggaran senilai Rp1,2 triliun,” urainya.

Menurut Menhub, rehabilitasi 38 Terminal Penumpang Tipe A ini bertujuan memberikan wajah baru terhadap Terminal Penumpang Tipe A, yang selama ini masih dianggap minim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Secara langsung diharapkan dengan kegiatan rehabilitasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan angkutan umum berbasis jalan,” tuturnya.

(poe)

Satgas Yonif 136/TS Bantu Bangun Masjid di Kabupaten Aru

loading…

Satgas Pamrahwan Maluku Yonif 136/TS tergerak untuk membantu pembangunan Masjid di Desa Mesiang, Kabupeten Aru, Maluku. (Ist)

MALUKU – Satgas Pamrahwan Maluku Yonif 136/TS tergerak untuk membantu pembangunan Masjid di Desa Mesiang, Kabupeten Aru, Maluku. Hal tersebut disampaikan Dansatas Pamrahwan Maluku Yonif RK 136/TS Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis di Maluku, Sabtu (15/6/2019).

Dikatakannya, melihat kondisi tempat ibadah yang belum layak dan dihadapkan dengan kebutuhan warga untuk beribadah, menggerakan Satgasnya untuk membantu menyelesaikan pembangunan Masjid tersebut.

“Mesjid ini masih terdapat beberapa kekurangan. Untuk meningkatkan rasa nyaman dalam beribadah, kami dan warga sepakat untuk bekerja sama menyelesaikan pembangunan Mesjid ini,”ujar Letkol Hasbul.

Baca Juga:

Kegiatan ini, sambungnya, bertujuan agar Masjid tersebut dapat terselesaikan dengan cepat, sehingga warga dapat melaksanakan ibadah salat berjamaah di Masjid, selain itu merupakan bentuk komunikasi sosial dengan warga melalui kegiatan teritorial,”ungkapnya.

“Hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab kami, sebagai kesatuan yang sedang melaksanakan tugas operasi, kami harus mampu membantu kesulitan warga yang berada di sektor penugasan,” imbuhnya.

Terpisah, Komandan Pos Dobo SSK III, Letda Inf Sultoni mengatakan, warga sangat senang dengan digelarnya karya bakti penyelesaian pembangunan Masjid Nurul Bahar di wilayahnya. “Kegiatan ini merupakan kewajiban kami dalam membantu warga, terutama sarana umum yang dibutuhkan warga, terlebih sarana ibadah bagi warga,” tuturnya.

Sementara itu Imam, selaku tokoh agama di wilayah tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian Satgas Yonif RK 136/TS membantu penyelesaian Pembangunan Masjid. “Saya dan warga Desa Mesiang merasa senang serta menyampaikan terima kasih kepada Prajurit Satgas Yonif RK 136/TS yang telah memberikan dorongan dan semangat kepada warga untuk melanjutkan pembangunan Masjid ini,”ucap Imam.

“Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan satuan penugasan bukan hanya menjaga keamanan di Desa kami namun juga mampu membantu kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat memajukan desa kami, ”pungkasnya.

(nag)

Izin Tinggal Habis, Warga Rusia Diamankan Imigrasi Tahuna

loading…

Imigrasi Tahuna, Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing yang diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian, pada Minggu (16/6/2019). SINDOnews/Cahya

MANADO – Imigrasi Tahuna, Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pemeriksaan terhadap warga negara asing yang diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian, pada Minggu (16/6/2019).

Warga negara asing berkebangsaan Rusia kedapatan tidak memiliki dokumen keimigrasian setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Pos Lintas Batas di Miangas pada 9 Juni 2019.

Kepala kantor Imigrasi, James Sembel mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Divisi Keimigrasian Sulawesi Utara dan Imigrasi Manado serta memerintahkan tiga petugas imigrasi Tahuna untuk melakukan penjemputan dan pemeriksaan terhadap satu orang warga negara Rusia tersebut.

Baca Juga:

Penjemputan dan pemeriksaan dilakukan di ruang pemeriksaan imigrasi Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Hasil pemeriksaan menunjukan yang bersangkutan memiliki paspor namun masa berlaku izin tinggalnya telah habis (overstay) sejak 13 April 2015.

“Untuk menentukan langkah dan tindakan yang akan diambil selanjutnya saat ini petugas imigrasi masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dokumen dan kegiatan yang bersangkutan selama di Indonesia,” pungkasnya.

(nag)

Arus Mudik dan Balik, Terjadi 10 Kecelakaan di Tol Batang-Semarang

loading…

Dari data yang dikumpulkan Jasa Marga Semarang Batang (JSB) tercatat selama arus mudik dan balik tahun 2019, ada 10 kejadian kecelakaan terjadi pada ruas Tol Semarang Batang. Ilustrasi/SINDOnews

KENDAL – Dari data yang dikumpulkan Jasa Marga Semarang Batang (JSB) tercatat selama arus mudik dan balik tahun 2019, ada 10 kejadian kecelakaan terjadi pada ruas Tol Semarang Batang. Dari 75 KM panjang ruas tol itu, sebagian besar kecelakaan para pemudik terjadi pada wilayah Kabupaten Kendal.

Diretktur Utama JSB, Arie Irianto mengatakan Kecelakaan itu rata-rata disebabkan akibat kurang konsentrasi dan kelelahan para pemudik saat melakukan perjalanan mudik mereka.

“Rata-rata karena kurang antisipasi dan kelelahan dari sopir sehingga kehilangan kendali saat mengemudikan kendaraan, sedangkan kecelakaan akibat kondisi kendaraan seperti pecah ban hanya satu kejadian,” katanya.

Baca Juga:

Menurutnya, selama arus mudik sebanyak lima orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat dan 15 orang mengalami luka ringan dalam kecelakaan di Tol Semarang Batang.

Selain itu, kecelakaan itu juga membuat arus kendaraan yang melintasi tol menjadi sempat mengalami tersendat dikarenakan proses evakuasi korban dan kendaraan oleh petugas.

“Kecelakaan yang mengalami korban meninggal terbanyak, pada tanggal 28 Mei yakni kecelakaan Mobil kijang Inova dengan BRV, korban meninggal ada empat dan luka-luka ada dua, sedangkan kecelakaan yang melibatkan kendaraan terbanyak pada tanggal 2 Juni yakni melibatkan enam kendaraan,” pungkasnya

(nag)

Tolak Anarkis di MK, Masyarakat Ciamis Diminta Tak Sebar Berita Hoaks

loading…

JAKARTA – Penolakan aksi anarkis terus digaungkan oleh segenap komponen masyarakat hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis. Hal itu terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang tengah dibergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bupati Ciamis Hidayat Sunarya mengimbau, agar masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis untuk tidak terprovokasi dengan berbagai hal yang belum jelas kebenarannya.

“Mari kita wujudkan perdamaian dengan tidak mudah menyebar berita hoaks dan tidak mudah terprovokasi sehingga menyebabkan situasi jadi kurang kondusif,” katanya, Minggu (16/6/2019).

Dia juga maminta masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tidak perlu berangkat ke Jakarta dalam rangka sengketa pilpres. “Kita percayakan pada pihak-pihak yang berwenang,” tambahnya.

Ungkapan serupa disampaikan Ketua MUI kabupaten Ciamis KH Ahmad Hidayat. Dia juga mengimbau, agar masyarakat Ciamis tetap menjaga persatuan.

“Kami menolak aksi anarkis dan mengajak masyarakat menjaga kondusifitas di Kabupaten Ciamis serta jangan mudah terprovokasi oleh pihak manapun,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis KH Koko komarudin juga menolak aksi anarkis dan mengajak masyarakat menjaga kondusifitas di Kabupaten Ciamis serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun.

“Hendaknya kita menjaga keberadaan kita ini sebagaimana yang kita harapkan dengan tidak mengajak orang untuk melakukan tindakan anarkis yang merugikan semua pihak,” ujar Koko.

Pihaknya turut menolak semua tindakan yang bisa merugikan. “Hendaknya kita menunggu saja hasil dari Mahkamah Kosntitusi. Semoga kita bisa menjalaninya dengan baik pula,” sambung dia.

Lebih dari itu, Anto selaku Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Ciamis pun berkata hal yang sama.

“Saya Ketua SBSI Kapupaten Ciamis menolak aksi rusuh dan anarkis. Mari kita cintai negara Republik Indonesia, jangan mudah terprovokasi oleh pihak manapun dengan hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.

(mhd)

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Penjala Ikan di Sungai

loading…

Sesosok mayat bayi ditemukan di Sungai Lau Bengab, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sekitar pukul 15.30 WIB, oleh penjala ikan. Ilustrasi/SINDOnews

TANAH KARO – Sesosok mayat bayi ditemukan di Sungai Lau Bengab, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sekitar pukul 15.30 WIB, oleh penjala ikan.

Mada Sebayang (38) warga Desa Pertumbuken, Kecamatan Tiga Binanga, yang sedang menjala ikan, melihat mayat bayi, dan selanjutnya melaporkannya kepada warga sekitar.

Kanit Reskrim Polsekta Tiga Binanga, Ipti S. Sigalingging, saat dikonfirmasi melalui telpon selularnya mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap lidik.

Baca Juga:

“Apakah ibunya sedang mencuci dan bayinya terlahir sehingga hanyut. Atau sengaja di buang ke sungai akibat hal-hal tertentu masih kita selidiki. Saat ini personel mencari data wanita hamil,” ujar Kanit Reskrim.

Sesuai koordinasi dengan pihak medis lanjut, Iptu. S Sigalingging, bayi malang berjenis kelamin perempuan itu, diperkirakan sudah dibuang 2 atau 3 hari. Ari-ari bayi masih lengket. Bayi diperkirakan lahir normal sudah pada waktunya.

(nag)

Rakernas dan Festival JKPI Resmi di Buka

loading…

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, H. Muhadjir Efendi membuka secara resmi Festival dan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-7. Kegiatan tersebut juga diisi dengan Pameran dalam rangka HUT Kota Amlapura ke-379.

KARANGASEM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, H. Muhadjir Efendi membuka secara resmi Festival dan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-7. Kegiatan tersebut juga diisi dengan Pameran dalam rangka HUT Kota Amlapura ke-379.

Pemukulan tambur yang merupakan simbol kebangkitan perjuangan, menandai dibukanya Rakernas dan Festival JKPI, Minggu (16/6/2019). Selain kehadiran Mendikbud, juga hadir Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Arta Ardhana Sukawati yang didampingi Bupati IGA Mas Sumatri, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa serta Ketua DPRD I Nengah Sumardi.

Mendikbud Muhadjir Efendi disambut oleh 379 orang penari Pendet yang ditarikan oleh para siswi SMP. Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri selaku Ketua Presedium JKPI mengatakan, dipilihnya jumlah 379 penari sesuai dengan usia kota Amlapura saat ini.

Hadirnya JKPI ditengah-tengah kelahiran kota Amlapura, diharapkan menjadi momentum semangat pelestarian pusaka alam maupun budaya yang dimiliki Karangasem. Kabupaten Karangasem memiliki beragam pustaka alam dan budaya yang adiluhung.

Selain Taman Sukasada Ujung, Taman Tirtagangga, dan peninggalan Puri Kerajaan Karangasem, Karangasem juga memiliki Desa Tenganan Pegringsingan dengan konsep Desa Bali Age. “Bahkan tempat berlangsungnya festival JKPI berada ditengah-tengah pusat Pustaka yang dimiliki Karangasem,” ujar IGA Mas Sumatri.

IGA Sumatri mengatakan, dipilihnya Taman Budaya Candrabhuana sebagai pusat digelarnya festival dan Rakernas JKPI dan pameran pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Amlapura ke-379 ini, untuk lebih memperkenalkan JKPI kepada masyarakat luas dan dunia pariwisata.

Menurutnya banyak manfaat yang diperoleh Karangasem menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres JKPI 2019. “Sisi ekonomi, pariwisata dan pengembangan budaya pasti kami dapatkan,” kata Sumatri.

Sumatri menyebutkan, ke depan Pemerintah Kabupaten juga akan melaksanakan program-program JKPI termasuk dalam pengembangan kota/kabupaten pusaka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang mewakili Gubernur Bali mengatakan kegiatan Festival dan Rakernas JKPI hendaknya dapat memajukan kesenian Bali, dengan konsep Trihita Karana.

Ia juga mengatakan, festival harus mampu meniningkatkan budaya masyarakat tetapi budaya dunia. “Kami berharap ini bukan sekadar festival saja hendaknya di implementasikan kepada masyarakat,” ujar Cok Ace.

Wagub juga mengatakan, Kabupaten Karangasem memiliki potensi seni dan budaya yang sangat tinggi sehingga melalui Festival dan Rakernas JKPI dapat menggali potensi-potensi yang ada dan dilestarikan serta diperkenalkan kepada dunia.

Atas nama pemerintah Provinsi Bali, pihaknya juga sangat mendukung digelarnya acara ini. “Karena melalui acara ini, dapat melestarikan seni dan budaya yang ada,” ujarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi mengatakan pentingnya pelestarian pusaka untuk kesejahteraan rakyat. Saat ini banyak negara-negara yang mengabaikan upaya pelestarian pusaka, bahkan justru cenderung meruntuhkannya.

Mendikbud berharap Indonesia, Bali, Karangasem pada khususnya jangan mencontoh negara yang banyak meruntuhkan pusakanya dan menggantinya dengan bangunan-bangunan modern untuk dijadikan pusat perbelanjaan.

“Jangan sampai kita memperlakukan hal yang salah terhadap pusaka yang kita miliki. Kelak pusaka inilah yang akan dilihat oleh anak cucu kita nantinya,” kata Muhadjiir Efendi.

Usai pembukaan, puluhan Anggota JKPI diundang meninjau museum Samsara dan peluncuran Program Karangasem Living Museum serta jamuan makan siang, di Desa Jungutan, Bebandem.

(alf)

Perahu Pengangkut Satu Keluarga Terbalik Dihantam Gelombang, 3 Tewas

loading…

Akibat dihantam ombak saat berlayar, perahu yang membawa satu keluarga dari Kampung Orwer Biak Timur terbalik. Dalam peristiwa itu tiga orang penumpang di antaranya balita meninggal dunia. Ilustrasi/SINDOnews

JAYAPURA – Akibat dihantam ombak saat berlayar, perahu yang membawa satu keluarga dari Kampung Orwer Biak Timur terbalik. Dalam peristiwa itu tiga orang penumpang di antaranya balita meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal menjelaskan, penumpang satu keluarga yang berjumlah 6 orang tersebut pada pukul 15. 05 WIT, bertolak dari Kampung Orwer Biak Timur bertujuan ke perairan Pulau Urbin Distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor.

“Di tengah perjalanan antara Pulau Auki dan Soryar perahu yang ditumpangi para korban dihantam ombak yang mengakibatkan perahu tersebut terbalik,” kata Kamal, Sabtu, (16/6/2019).

Baca Juga:

Pertolongan baru tiba pada pukul 19.00 WIT, saat warga nelayan dari Bosnik menuju Pulau pay Distrik Pay yang melihat ada coolbox mengapung dan terdapat para korban. “Para nelayan langsung memberikan pertolongan, dan selanjutnya dievakuasi ke pantai Soryar Distrik Biak Timur, dan dibawa ke RSUD Biak,” ungkapnya.

Namun, akibat kejadian tersebut, tiga orang penumpang meninggal dunia, yakni atas nama Lani rumbiak (34), Samuel Inggamer (2) dan Sampari Inggamer (3).
Sedangkan 3 korban lainnya atas nama Sartial Inggamer (47), Ida Inggamer (16) dan Melki Inggamer (5) selamat serta masih dirawat di RSUD Biak. “Kasus ini telah ditangani Polres Biak, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan para saksi,” katanya.

Pihaknya meminta kepada seluruh warga masyarakat yang hendak bepergian menggunakan jalur laut untuk berhati-hati. Pasalnya, tinggi gelombang dihampir semua perairan di Papua dan Papua Barat masih cukup tinggi.

(nag)

Minggu Sehat, Pj Wali Kota Iqbal Senam Bersama Warga

loading…

Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb senam bersama warga Makassar di Anjungan Pantai Losari, Minggu (16/6/2019).

MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb senam bersama warga Makassar di Anjungan Pantai Losari, Minggu (16/6/2019).

Senam itu bagian dari program Minggu Sehat yang digawangi Pemkot Makassar bersama TP PKK Kota Makassar yang dikenal dengan Jumat Berkah, Sabtu Bersih, dan Minggu Sehat.

Didampingi istri tercinta Murni Iqbal serta Sekretaris Daerah Kota Makassar M Ansar, Asisten II A Irwan Bangsawan, Kadispora Hendra Hakamuddin, dan beberapa kepala dinas lainnya, Camat dan Lurah, Pj Wali Kota Iqbal terlihat antusias mengikuti senam hingga akhir.

Baca Juga:

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dengan harapan masyarakat akan semakin sehat,” tuturnya.

Menurut Iqbal S Suhaeb, banyak masyarakat yang kurang sehat dikarenakan jarang berolahraga dan jarang terkena sinar matahari pagi.

“Vitamin D dari sinar matahari pagi sangat baik untuk tubuh, membuat kita lebih segar dan bugar,” tambahnya.

Selepas senam bersama diadakan undian berhadiah atau door prize yang semakin menambah kemeriahan Minggu Sehat pagi itu.

(alf)

Dodi Reza Alex Berikan Fasilitas Terbaik dan Gratis bagi Santri Yatim Piatu

loading…

Pondok pesantren (ponpes) IT Salamun Aitam Islamic Idol, khusus bagi mereka yang kurang beruntung telah resmi beroperasional. Semuanya gratis bagi santri dhuafa dan anak yatim-piatu.

SEKAYU – Dodi Reza Alex Berikan Fasilitas Terbaik dan Gratis bagi Santri Yatim Piatu

Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex Noerdin menempatkan para yatim piatu dan dhuafa di posisi yang mulia. Pondok pesantren (ponpes) IT Salamun Aitam Islamic Idol, khusus bagi mereka yang kurang beruntung telah resmi beroperasional. Semuanya gratis bagi santri dhuafa dan anak yatim-piatu.

Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol yang berdiri diatas lahan seluas 6 hektare secara khusus mendidik dan menggratiskan semua biaya untuk peserta didik yang mondok. Semua santri terdiri dari yatim, piatu, dan dhuafa.

Baca Juga:

“Semua biaya kita tanggung. Dan Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba. Ini merupakan bagian dan salah satu pelaksanaan visi misi “Membangun Umat Berbasis Agama,” ungkap Dodi Reza Alex di sela halal bi halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa serta Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol.

Dodi Reza Alex Noerdin yang juga duduk sebagai Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini menyebutkan bahwa program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam di Kecamatan Sekayu ini bertujuan untuk memenuhi pembinaan umat di kawasan Muba Barat. Selama ini, kata Dodi, pembangunan Pondok pesantren sudah menyebar di wilayah Muba bagian lain.

“Selain itu, perlu lebih memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik,” tuturnya.

Ponpes sementara difokuskan pada jenjang MTs dan untuk tahap pertama baru santri putra. Pada tahun ajaran 2018 akan dibuka kesempatan untuk 240 siswa secara bertahap. Sedangkan tahun 2019 telah dialokasikan 60 tempat bagi santri baru. “Santri yang berminat untuk menjadi dokter nantinya setelah tamat akan mendapatkan prioritas untuk menerima program SJD,” tukasnya.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol tahun ajaran baru 2019 ini sejumlah 60 santri dari seluruh wilayah Kabupaten Muba. Adapun program kegiatan pagi yang dilaksanakan sebagaimana peserta didik SMP IT dibawah binaan Dikdikbud Muba, kemudian program sore dan malam dilaksanakan kegiatan pesantren atau pembinaan keagamaan.

“Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba. Ponpes Salamun Aitam ini ponpes pertama di Provinsi Sumsel yang mengratiskan semua tanpa terkecuali mulai dari biaya sekolah, sarana dan prasarana guru, pakaian makanan. Tempat belajar mengajar anak-anak yatim dan dhuafa di Ponpes Salamun Aitam ini kita buat senyaman mungkin. Pesan saya agar mereka, anak-anak kita yang selama ini hidup sebagai yatim piatu dan dhuafa dapat dibina dengan baik, fasilitas jangan dikurangi, berikan gizi serta pakaian terbaik bagi para santri,” tegas Dodi.

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Sumsel Prof Dr Abdullah Idi, MEd menyebut program ponpes yang diperuntuhkan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sangat baik dan bermanfaat. “Itu terobosan terbaik. Kita apresiasi sekali dan dukung,” katanya

Apalagi, hal itu merupakan upaya Pemkab Muba dalam mengentaskan kemiskinan. “Jadi nantinya mereka (pelajar) tidak hanya pendidikan agama saja diberikan tapi diberikan pembinaan ekonomi kemandirian. Sehingga, setelah selesai mengenyam pendidikan bisa mandiri,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang periode 2012-2016 lalu.

Secara teripisah Ketua Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Najib Haitami MM, mengatakan satu hal yang luar biasa dan mungkin pertama kali pemerintah kabupaten di Sumsel membangun ponpes diperuntuhkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Muba.

“Kita apresiasi ponpes khusus anak yatim piatu dan dhuafa. Jadi mereka diberikan pendidikan yang layak baik dibidang agama maupun umum,” tandas Najib.

Dia juga menambahkan, Kabupaten Muba sendiri salah satu kabupaten yang telah menerapkan perda zakat, itulah salah satu daerah yang memang peduli dengan keagamaan.

“Mengingat zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada kita semua sebagai kaum muslimin dan tercantum dalam Rukun Islam yang ketiga,” katanya.

(alf)

Mendesak, Percepatan Pemerataan IT Jaringan 4G di Kabupaten Jayapura

loading…

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon menyampaikan enam hal penting untuk pemerataan IT di Papua, dalam diskusi di Wantiknas, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA – Ada sejumlah hal penting yang disampaikan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam diskusi percepatan Informasi Teknologi (IT) di Jayapura, yaitu pemerataan IT untuk Papua; percepatan pembangunan infrastrukstur IT untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020; jaringan seluler 2G di Papua segera dipurnabaktikan dan digantikan dengan jaringan 4G; perhatian pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan Palapa Ring Timur Papua, 1 data dari kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat.

Diskusi yang diselenggarakan sekaligus halalbihalal dan silaturahmi Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) di Graha MR 21 Jakarta, Kamis (13/6/2019) tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Wantiknas Ilham Akbar Habibie dan dihadiri oleh Dirjen APTIKA, Postel, Mastel, Telkom, Google Indonesia, perwakilan perbankan, sejumlah operator dan operator seluler.

Selain Gubernur Jayapura Mathius Awoitauw yang hadir didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, diskusi menghadirkan Direktur Eksekutif Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) Gery Firmansyah.

Baca Juga:

Menurut Mathius pemerataan IT di Jayapura juga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan bisnis. “Era digital tak mungkin dihindarkan. Masyarakat Papua juga berhak menikmati ketersediaan jaringan internet 4G untuk mengejar kemajuan,” tandas Mathius.

(akn)

Iqbal Suhaeb Hadiri Halalbihalal KKS dan KKMB

loading…

Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb menghadiri halal bi halal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) 1440 H/2019 M di Sandeq Hall Hotel Claro Makasssr, Jumat (14/6/2019).

MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb menghadiri halal bi halal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) 1440 H/2019 M di Sandeq Hall Hotel Claro Makasssr, Jumat (14/6/2019).

Halal bi halal ini mengusung tema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman Guna Memperat Ukhuwah Islamiah”. Dalam sambutannya Pj Wali Kota Iqbal mengajak seluruh warga Soppeng baik yang berada di Makassar maupun di Soppeng agar selalu menjaga ukhuwah islamiah dengan bersilaturahmi.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir dalam acara ini, dapat bertemu dengan seluruh masyarakat Soppeng. Atas nama pribadi dan pemerintah kota, kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum,” ucapnya.

Baca Juga:

Hadir pada halal bi halal ini, tokoh masyarakat Soppeng Brigjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi, Ketua Panitia Syarifuddin Wahid, dan pimpinan OPD Pemkab Soppeng.

Menurut Syarifuddin Wahid, selama bulan suci Ramadhan, KKS telah melaksanakan berbagai kegiatan Ramadhan baik di Makassar maupun di Soppeng di antaranya anjangsana ke panti asuhan, buka puasa bersama, dan kegiatan amaliah Ramadhan lainnya.

Usai menghadiri halal bi halal KKS, Pj Wali Kota Iqbal melanjutkan ke Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman untuk menghadiri halal bi halal Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di jalan Yusuf Dg Awing.

Sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Makassar terlihat mendampingi Pj Wali Kota Iqbal. Hadir pada kesempatan itu pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekprov Sulsel Abdul Hayat, dan Gubernur Sulsel VI Amin Syam.

(alf)

Mendesak, Percepatan Pemerataan IT Jaringan 4G di Jayapura

loading…

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon menyampaikan enam hal penting untuk pemerataan IT di Papua, dalam diskusi di Wantiknas, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA – Ada sejumlah hal penting yang disampaikan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam diskusi percepatan Informasi Teknologi (IT) di Jayapura, yaitu pemerataan IT untuk Papua; percepatan pembangunan infrastrukstur IT untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020; jaringan seluler 2G di Papua segera dipurnabaktikan dan digantikan dengan jaringan 4G; perhatian pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan Palapa Ring Timur Papua, 1 data dari kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat.

Diskusi yang diselenggarakan sekaligus halalbihalal dan silaturahmi Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) di Graha MR 21 Jakarta, Kamis (13/6/2019) tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Wantiknas Ilham Akbar Habibie dan dihadiri oleh Dirjen APTIKA, Postel, Mastel, Telkom, Google Indonesia, perwakilan perbankan, sejumlah operator dan operator seluler.

Selain Gubernur Jayapura Mathius Awoitauw yang hadir didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, diskusi menghadirkan Direktur Eksekutif Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) Gery Firmansyah.

Baca Juga:

Menurut Mathius pemerataan IT di Jayapura juga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan bisnis. “Era digital tak mungkin dihindarkan. Masyarakat Papua juga berhak menikmati ketersediaan jaringan internet 4G untuk mengejar kemajuan,” tandas Mathius.

(akn)

Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, Jembatan Ini Nyaris Tewaskan 4 Warga

loading…

Kerusakan jembatan di Desa Wonoharjo, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang tak diperbaiki sejak setahun lalu nyaris memakan korban jiwa. iNews TV/Ismail

BENGKULU UTARA – Kerusakan jembatan di Desa Wonoharjo, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang tak diperbaiki sejak setahun lalu nyaris memakan korban jiwa. Tercatat ada 4 warga menjadi korban kecelakaan saat melintasi jembatan penghubung desa tersebut.

“Sudah ada empat warga. Kerusakan akses penghubung dua desa ini terjadi sejak tahun lalu, terakhir tadi pagi. Rusaknya akibat dilalui kendaraan berat. Hingga saat ini belum mendapatkan sentuhan pembangunan. Kami dengar malah ada yang gegar otak, ada juga korban lain mendapat 20 jahitan di kepala,” tutur Mijarno (50) warga Desa setempat, Minggu (16/6/2019).

Mijarno mengungkapkan, setelah menelan 4 korban dalam 2 hari terakhir, warga secara swadaya memperbaiki dengan memasang pembatas pada kedua sisi jembatan. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Baca Juga:

Terpisah, salah satu keluarga korban, Bakri (55) warga Desa setempat mengatakan, akibat kecelakaan, istrinya Parwanti (54) harus mendapatkan perawatan pihak medis. “Mata belum bisa dibuka, motor terjun ke sungai bawah jembatan. Kedalaman 5 meter lebih. Iya, di dasar sungai banyak material batu,” terang Bakri di kediamannya.

Dirinya berharap, pemerintah tanggap atas kerusakan jembatan yang telah terjadi sejak satu tahun lalu. Tak hanya istri dan anaknya, sebanyak 3 warga lainnya juga mengalami nasib serupa saat melintas di jembatan yang berada di RW 5/RT 10 tersebut.

(nag)

Polsek Sorong Kota Amankan 2,5 Ton Miras Ilegal

loading…

Polsek Sorong Kota mengamankan sebanyak, 25 ton miras ilegal jenis cap tikus senilai Rp 300 juta di dua lokasi berbeda di Kota Sorong, Minggu (16/6/2019). iNews TV/Chanry

SORONG – Polsek Sorong Kota mengamankan sebanyak, 25 ton miras ilegal jenis cap tikus senilai Rp 300 juta di dua lokasi berbeda di Kota Sorong, Minggu (16/6/2019). Miras tersebut dibawa dari Bitung, Sulawesi Utara.

“Pada hari ini, Minggu 16 Juni 2019 anggota Sat Reskrim Polsek Sorong Kota telah melakukan penangkapan, miras, minuman lokal (Milo) jenis cap Tikus sebanyak 100 jeriken atau setara dengan 2,5 ton dengan nilai Rp 300 juta,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sorong Kota, Iptu Gelora Tarigan, Minggu (16/6/2019).

Lokasi penangkapan miras ilegal tersebut menurut Gelora, di dua lokasi berbeda di kota Sorong, masing-masing di kawasan Tembok Berlin, Jalan Ahmad Yani dan Seputaran Halte Doom, Kota Sorong.

Baca Juga:

Menurut Gelora, penangkapan pelaku penyeludupan dengan barang bukti 2,5 ton miras ilegal jenis cap tikus tersebut berawal dari adanya penangkapan penjual miras ilegal di jalan Jenderal Sudirman, Kota Sorong, pada hari Sabtu (15/6/2019).

Dari hasil pengembangan didapatkan informasi bahwa akan ada penyeludupan miras Ilegal jenis cap tikus dalam jumlah banyak, ke kota Sorong, pada hari Minggu (16/6/2019) subuh.

“Mendapatkan informasi tersebut, kita langsung bergerak ke sasaran sambil melakukan pemantauan dan akhirnya berhasil mengamankan sebanyak 2,5 ton barang bukti, miras ilegal jenis cap Tikus yang dimasukkan di dalam jeriken 25 liter,” pungkasnya.

(nag)

Empat Rumah dan Dua Becak Motor Dilalap Api di Baubau

loading…

Musibah Kebakaran kembali terjadi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (16/6/2019), tepatnya di Jalan Tanggul, Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio. Ilustrasi/SINDOnews

BAUBAU – Musibah Kebakaran kembali terjadi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (16/6/2019), tepatnya di Jalan Tanggul, Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio. Akibat kebakaran tersebut, empat unit rumah ludes dilalap api.

Enam unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sempat kesulitan menjangkau titik api. Hal itu di karenakan, jalan sempit dan dipadati warga yang membantu proses evakuasi barang.

“Lokasi yang sempit memang sempat menyulitkan petugas kita untuk memadamkan api. Namun setelah berjuang selama satu jam, api akhirnya berhasil di jinakkan hingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lainnya,” ujar Tamsir Tamim, Kepala Damkar Baubau.

Baca Juga:

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan empat bangunan rumah, namun api juga melalap dua unit becak motor (bentor) dan satu unit motor. Belum di ketahui penyebab api. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

(nag)

Walhi Bertemu Pj Wali Kota Iqbal Bahas Isu Lingkungan

loading…

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama tim peneliti Bothends dari Belanda mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb di Rumah Jabatan Wali kota Makassar, Jalan Penghibur, Jumat (14/6/2019).

MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama tim peneliti Bothends dari Belanda mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb di Rumah Jabatan Wali kota Makassar, Jalan Penghibur, Jumat (14/6/2019).

Direktur Eksekutif Walhi Sulawesi Selatan Al Amin mengutarakan kedatangannya untuk membahas rencana reklamasi dan penambangan pasir di beberapa daerah pesisir di Makassar.

“Selain membahas rencana reklamasi, kami juga membicarakan bagaimana solusi pemerintah memberikan perlindungan terhadap masyarakat pesisir dan wilayah tangkapnya sebagai nelayan yang mendiami daerah pesisir tersebut,” ujar Al Amin.

Baca Juga:

Ia juga berharap Pj Wali Kota Iqbal dapat bertukar informasi dengan Walhi terkait rencana reklamasi daerah pesisir. Agar risiko dampak serta efek yang kurang baik terhadap lingkungan sekitarnya dapat diminimalisir.

“Kami memberikan laporan agar Wali Kota tahu. Bisa mengambil sikap dan upaya yang konkret demi terjaganya kelangsungan hidup nelayan, dan lingkungan di daerah tersebut,” papar Al Amin.

Ia optimis dengan adanya pembicaraan ini Pj Wali Kota Iqbal dapat mengambil kebijakan strategis memberikan perbaikan hidup bagi masyarakat yang terkena dampak dari reklamasi dan penambangan pasir pesisir seperti di Cambayya, Buloa, dan Tallo.

“Kami akan menginstruksikan Bappeda untuk memediasi pertemuan antara Walhi dengan pihak terkait untuk membahas rencana reklamasi dan penambangan pasir,” ujar Pj Wali Kota Iqbal di akhir pertemuan.

(alf)

IKAPTK Bersama Sekda Muba Gelar Halal Bi Halal

loading…

IKAPTK Muba bersama Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, IKAPTK berkomitmen akan terus memaksimalkan program-program pro rakyat di bumi Serasan Sekate.

PALEMBANG – Sebagai abdi negara, wajib terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat. Hal ini pula yang selalu dipegang teguh oleh seluruh anggota Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) khususnya IKAPTK di Musi Banyuasin (Muba).

Dalam kesempatan menggelar halal bi halal IKAPTK Muba bersama Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, IKAPTK berkomitmen akan terus memaksimalkan program-program pro rakyat di bumi Serasan Sekate.

“Saya harapkan kita menjunjung loyalitas tinggi kepada pemimpin kita dan terus bersinergi dan memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan Muba dan upgrade diri kita untuk kemajuan kita sendiri dalam pengembangan karir,” ucap Perwakilan IKAPTK Muba Riki Junaidi di sela silaturahmi dan halal bi halal keluarga besar IKAPTK Muba di Palembang, Sabtu (15/6/2019).

Baca Juga:

Lanjutnya, saat ini wujud nyata dalam merealisasikan kontribusi positif tersebut dilakukan dengan terobosan-terobosan program inovasi yang berdampak langsung terhadap kemajuan daerah dan masyarakat.

“Prinsipnya, keluarga besar IKAPTK siap mendukung seluruh program menuju Muba maju berjaya 2022 dan kami walau sedikit siap memberi warna dan memberikan ide inovasi dalam pelaksaanan pembangunan Pemkab Muba,” ujar Riki yang juga Ketua IKAPTK Sumsel.

Riki menyebutkan, saat ini tercatat ada sebanyak 60 anggota IKAPTK di Muba dan di Sumsel secara keseluruhan ada 1.200 anggota. “Saya berharap dengan acara malam ini kita dapat lebih erat dan dan saling membantu dalam pelaksanaan tugas kedepannya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengaku dalam banyak hal terutama pelaksanaan tugas di Kabupaten Muba dan program-program kerja tidak bisa dipisahkan dari kontribusi dan peran alumni APDN /STPDN/ IPDN yang tergabung dalam IKAPTK.

“Saya atas nama Pemkab Muba sangat mengapresiasi program-program kerja yang selama ini dilakukan IKAPTK, banyak kontribusi pemikiran yang diberikan untuk kemajuan di Muba khususnya,” ungkap mantan PJ Bupati PALI ini.

Apriyadi mengajak, supaya IKAPTK terus menunjukkan kekompakan dan warna tersendiri dalam berorganisasi. “Terus bersinergi dan tetap menjunjung tinggi loyalitas kepada Kepala Daerah,” tegasnya.

Wakil Ketua IKAPTK Muba Drs Iskandar Syahrianto MH didampingi Sekretaris Joni Martohonan Simanungkalit AP MM menambahkan akan meneruskan pelaksanaan pemilihan IKAPTK Muba.

“Saat ini sudah 4 tahun berjalan pengurusan sebelumnya, maka sesuai AD/ART mari kembali kita memilih Ketua IKAPTK Muba selanjutnya. Tujuanya demi kemajuan organisasi kita kedepannya,” ujarnya.

Para lulusan Sekolah Pamong Praja ini sepakat melaksanakan pemilihan ketua IKAPTK Muba dan yang terpilih sebagai ketua baru, Joni Martohonan Simanungkalit dan Sekretaris Sumaryo.

Di akhir rangkaian silaturahmi dan halal bi halal IKAPTK Muba, perwakilan IKAPTK Muba yang juga Ketua IKAPTK Sumsel Riki Junaidi mendapatkan kejutan kue ulang tahun ke-45 tahun. Silih berganti rekan-rekan IKAPTK senior maupun junior mengucapkan selamat ulang tahun kepada yang bersangkutan.

(alf)

11 Rumah Dilalap Api, Tim OPD Muba dan Forkopimcam Lais Langsung Respons Cepat

loading…

Sebanyak 11 unit rumah di Desa Teluk Kijing Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari yang mengalami kebakaran berhasil dipadamkan.

LAIS – Sebanyak 11 unit rumah di Desa Teluk Kijing Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari yang mengalami kebakaran berhasil dipadamkan. Api dipadamkan setelah tim Damkar Kecamatan Lais dan Pemkab Muba berhasil ke lokasi kebakaran. Tim Medis Puskesmas setempat juga mendatangi lokasi terdampak kebakaran, Sabtu (15/6/2019).

Tercatat, sebanyak 15 KK dan 57 jiwa yang menjadi korban karena kehilangan tempat tinggal. “Kejadian kebakaran tersebut diduga akibat konsleting arus pendek listrik dan kita masih bersyukur tidak ada korban jiwa. Akibat kebakaran itu tim kesehatan telah standby dan membantu mengevakuasi bersama warga lainnya,” ungkap Camat Lais, Deni Sukmana.

Deni Sukmana menambahkan, ke-57 jiwa korban kebakaraan saat ini mengungsi tinggal di rumah kerabat mereka masing masing. Kerugian yang dialami warga ditaksir hingga Rp5 miliar. “Saat ini warga dan Tim OPD Muba bersama Forkopimcam gotong-royong menyelematkan sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan,” terangnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan Tim OPD Pemkab Muba telah turun ke lokasi kebakaran. “Tim OPD terkait baik BPBD, Dinas Kesehatan Dinas Sosial, Forkopimcam Kecamatan Lais saat ini telah mendirikan posko bersama dan membuka pelayanan kesehatan untuk membantu korban kebakaran,” ungkapnya.

Selain itu,Dodi Reza Alex memerintahkan Tim Pemkab Muba sesuai tugas pokok masing masing OPD untuk menginventarisir jika memungkinkan lakukan program bedah rumah dan segera tindaklanjut penanganan pascakebakaran ini. Selain itu segera tindak lanjut keperluan untuk meringankan beban warga korban kebakaran, berdasarkan SOP bencana yang berlaku,” pungkasnya.

(alf)

Delegasi Amerika Kunjungi Makassar Jajaki Kerja Sama Program Smart City

loading…

Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb menerima kunjungan perwakilan Departemen Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Elisabeth Smela di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Jumat (14/6/2019).

MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb menerima kunjungan perwakilan Departemen Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Elisabeth Smela di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Jumat (14/6/2019).

Pertemuan antara keduanya membahas mengenai penerapan program smart city yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Menurut Elisabeth Smela sebelum dirinya ke Makassar dia telah berkunjung ke Thailand dalam rangka pertemuan Asean Smart City Network di Bangkok.

Baca Juga:

“Ini adalah kunjungan perdana saya ke Indonesia. Kami ingin sekali mengetahui lebih jauh tentang bagaimana penerapan program smart city serta ingin melihat lebih dekat mekanisme dari War Room Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan konsep smart city yang diterapkan merupakan pelayan publik Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan pelayanan yang mudah, efektif, cepat dan tepat bagi warga Makassar.

“Kota Makassar adalah salah satu kota besar di Indonesia. Hal ini tentunya harus dijawab dengan memberikan pelayanan seperti smart city,” jelasnya.

Sekretaris Diskominfo Kota Makassar Denny Hidayat menjelaskan, hasil dari pertemuan ini nantinya akan dibawa ke delegasi Amerika untuk dibahas lebih lanjut.

“Delegasi Amerika selanjutnya akan mengadakan pertemuan dengan ASEAN membahas lebih jauh penerapan program smart city, berkolaborasi menerapkan program smart city antara Amerika dan ASEAN sebagai negara net work city, ” jelasnya.

Sekadar diketahui Elisabeth Smela adalah salah satu tokoh yang berperan penting dalam terwujudnya US-ASEAN Smart City Partnership pada tahun 2018.

(alf)

Rafael Sang Fotographer Cilik dari Desa Huta Ginjang Danau Toba

loading…

Puluhan siswa sekolah dasar mengikuti pelatihan fotografi jurnalistik. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

HUTA GINJANG – Berkunjung ke Geosite Hutaginjang di Desa Hutaginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, seorang fotographer cilik, Franky Rafael Siregar (10) akan langsung menyambut pengunjung untuk menawarkan foto dengan latar panorama Danau Toba.

Dengan ramah Rafael akan menawarkan difoto kepada wisatawan yang berkunjung ke Huta Ginjang.

“Mari saya foto pak, satu foto harganya Rp20.000 sudah dicetak, pasti cantik hasilnya,” ujar Rafael.

Baca Juga:

Meski masih berusia belia, namun Rafael memiliki kemampuan layaknya fotographer profesional dengan mengatur gaya wisatawan yang akan difoto.

Rafael yang masih pelajar kelas IV di SD Hutaginjang ini mengaku, jika hari libur penghasilannya bisa mencapai Rp200.000 sehari, sedangkan hari biasa Rp100.000.

“Jika hari biasa saya kerja pulang sekolah dan jika ada 5 foto saya diberi upah Rp20.000 dan jika 10 foto diberi bapak Rp30.000,” terang Rafael.

Rafael mengaku belajar fotografi dari ayahnya P Siregar yang juga fotografer dan tukang cetak foto.

Salah seorang wisatawan Dame Manullang mengaku sangat puas dengan hasil foto jepretan Rafael.

“Bagus hasil fotonya dan saya salut masih kecil sudah bisa mencari duit dengan menjadi fotographer,” pungkas Dame.

(mhd)

Sengketa Pilpres di MK, Masyarakat Ciamis Diminta Jaga Persatuan

loading…

Anggota kepolisian melakukan penjagaan di depan Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto

JAKARTA – Penolakan terhadap aksi anarkis dalam sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang kini ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir. Sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda hingga dewan pendidikan Kabupaten Ciamis dan Pangandaran menyerukan hal yang sama.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Kabupaten Ciamis KH Wawan As Arifin mengajak seluruh komponen masyarakat Ciamis untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Menghadapi sengketa pilpres di MK, mari kita jaga persatuan dan kesatuan, tidak melanggar aturan. Kita tunggu hasil dari MK itu sendiri,” terang KH Wawan kemarin.

Baca Juga:

Lebih dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

“Baik itu kegiatan yang bisa menimbulkan perpecahan atau keresahan. Mudah-mudahan Allah melindungi kita bersama,” tambahnya.

Senada disampaikan tokoh agama Maleber Ciamis yang juga Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ciamis Ustadz Hasanudin. “Kami masyarakat Maleber dengan ini menolak kerusuhan, anarkis, dan segala bentuk kegiatan inkonstitusional yang bisa merusak tatanan bernegara,” katanya.

“Mari kita ciptakan suasana Ciamis yang agamis, kondusif, aman, dan nyaman. Kita bergandengan bersama untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kita ciptakan masyarakat yang Islam Rahmatan lil alamin,” imbuhnya.

Sementara itu Dewan Pendidikan Ciamis H Nunuh Nurjaman turut angkat bicara. “Kita telah melaksanakan pesta demokrasi, termasuk di Ciamis. Tentu saja kita sudah memahami hasil dari rekapitulasi di KPU,” ucapnya.

Dari hasil tersebut, lanjut Nunuh, ada yang lebih penting yaitu menciptakan persatuan dan kesatuan sesama masyarakat. “Sehingga kita tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bisa mengganggu stabilitas keamanan,” tambahnya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah perbedaan pilihan. “Kita sadari sah-sah saja berbeda pilihan, tapi tentunya kita harus kembali bersatu. Tidak perku gontok-gontokan. Kalau kita menghargai demokrasi, tentu saja siapapun yang terpilih kita harus hormati,” sambung H. Nunuh lagi.

Tak hanya itu, menciptakan kekeluargaan bersama agar tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang menimbulkan kerawanan atau perpecahan juga perlu diperhatikan.

“Terakhir, kita harus saling menghormati, karena titik inti dari pemilihan itu adanya di KPU . Pada akhirnya yang menang harus siap menang, yang kalah juga harus siap kalah,” jelas Nunuh.

Penolakan aksi kerusuhan juga disampaikan tokoh pemuda sekalugus Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Pangandaran Imat Rohimat Resdiana.

“Menolak aksi kerusuhan yang dilakukan siapapun, dan mengajak warga Kabupaten Pangandaran, khususnya para pemuda Pangandaran untuk tidak mudah terprovokasi dan ikut dalam aksi-aksi yang didalangi oleh siapapun,” tutupnya.

(mhd)

Gelombang Tinggi Masih Intai Perairan Selatan Jateng

loading…

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap merilis informasi peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku 16-19 Juni 2019 pukul 07.00 WIB.Foto/Ilustrasi/Dok

CILACAP – Gelombang laut hingga empat meter masih mengancam sejumlah perairan selatan Jawa Tengah. Seluruh aktivitas pelayaran di perairan tersebut diimbau untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap kembali merilis informasi peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan itu berlaku 16-19 Juni 2019 pukul 07.00 WIB.

“Terdapat pola sirkulasi angin di Perairan Kalimantan Barat dan Papua Barat. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari selatan hingga barat dengan kecepatan 4 – 20 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot,” kata Prakirawan BMKG, Feriharti Nugrohowati, Minggu (16/6/2019).

Baca Juga:

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Maluku, Perairan Halmahera, Perairan Sorong, Raja Ampat, Perairan utara Papua Barat hingga Papua dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

“Tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, perairan selatan Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Cilacap, Samudra Hindia Selatan Kebumen, Samudra Hindia Selatan Purworejo, Samudra Hindia Selatan Yogyakarta,” beber dia.

Untuk itu perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” pungkasnya.

(whb)

Banyak Titik Banjir di Konawe, Pemotor Harus Rogoh Kocek Rp200 Ribu

loading…

Banjir yang menerjang Konawe, Sultra, membuat pemotor mengeluarkan uang lebih banyak untuk menembus titik banjir.Foto/MNC Media/Ilustrasi.Dok

KONAWE – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menyulitkan pengendara kendaraan bermotor untuk melintasi jalan antarprovinsi. Banyaknya titik banjir yang harus dilintasi, membuat pegendara motor harus mengeluarkan uang dengan jumlah banyak, untuk menggunakan jasa rakit.

Beberapa pengendara yang kehabisan uang, terpaksa harus mendorong motornya melintasi banjir setinggi satu setengah meter. Arif salah seorang pengendara motor mengatakan, kehabisan uang untuk menggunakan jasa rakit mengangkut sepeda motornya.

“Sudah habis Rp200.000 untuk menggunakan jasa rakit. Sekarang terpaksa terobos banjir dengan cara mendorong motor,” kata Arief kepada MNC Media pada Minggu (16/6/2019).

Baca Juga:

Arif berharap, banjir dapat segera surut agar aktivitas perekonomian kembali normal.

(whb)

Kota Wisata Berastagi Masih Minim Sentuhan

loading…

Even wisata tingkat nasional ‘Festival Bunga dan Buah’ akan digelar di Berastagi pada 5 Juli 2019. Penyediaan sarana dan fasilitas publik dinilai masih minim. Foto/dok Karokab.go.id

BERASTAGI – Penyelenggaraan even nasional Festival Bunga dan Buah tinggal 21 hari lagi (5-7 Juli 2019). Namun, persiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk menarik kunjungan wisatawan belum maksimal. Sejumlah sarana dan fasilitas ruang publik belum terlihat di Kota Berastagi.

“Sekiranya dalam menyambut dan meningkatkan kunjungan wisatawan itu, sedari dini sudah tampak kinerja maksimal. Ada suguhan ataupun inovasi untuk menarik minat turis. Apabila belum ada, minimal sarana prasarana dan infrastruktur yang ada dibenahi secara maksimal, ujar warga Berastagi, Kabupaten TanahKaro, Sumatera Utara, Ryan Surbakti, Sabtu (15/6/2019).

Pantauan di lapangan, banyak hal yang belum dibenahi seperti rumput semak, drainase tidak maksimal, trotoar rusak. Kondisi ini banyak dijumpai di kawasan Jalan Perwira, Merdeka, Veteran, Bukit Gundaling, Jalinsum kawasan Listrik hingga Kampung Tempel Berastagi.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Kabupaten Karo, Mulia Barus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan sejumlah sarana dan infrastruktur di kawasan objek wisata dan sekitarnya. Berkaitan dengan jalan, trotoar, dan hal lainnya, dinyatakan membutuhkan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

(rhs)

5 Komisioner KPU Palembang Ditetapkan Tersangka

loading…

Lima komisioner KPU Kota Palembang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana pemilihan umum (pemilu). Foto/Ist

PALEMBANG – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang menetapkan lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang sebagai tersangka kasus dugaan pidana pemilihan umum (pemilu).

Kasus yang menyematkan status tersangka terhadap kelimanya berawal dari laporan Bawaslu Kota Palembang, terkait dugaan tidak diselenggarakannya rekomendasi PSU yang menyebabkan pemilih kehilangan haknya.

“Memang benar laporan Ketua Bawaslu ke Polresta Palembang pada 22 Mei 2019 dengan laporan Polisi No.Pol : LPB/1105/V/2019/SUMSEL/Resta. Dengan dugaan telah melakukan perkara tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsideir pasal 554 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang dilaporkan oleh M Taufik selaku Ketua Bawaslu Kota Palembang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, di Palembang.

Baca Juga:

Kelima Komisioner KPU Kota Palembang tersebut yakni EF (Ketua), dan empat komisioner Al, YT, AB, dan SA. Kelimanya telah menjalani pemeriksaan baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka yang ditetapkan 11 Juni lalu. (Baca Juga: DKPP Berhentikan Ketua KPU Palembang dan Ketua KPU Empat Lawang)

“Kami sudah mengambil keterangan ke-5 tersangka, pemeriksan terus berlanjut,” jelasnya.

Sebanyak 20 orang saksi telah diperiksa, baik dari pelapor maupun para saksi ahli. Polisi juga telah memeriksa KPU Provinsi Sumsel, Sabtu (15/6/2019).

Para komisioner KPU Palembang ini diduga telah melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsideir Pasal 554 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Untuk diketahui, penetapan tersangka tersebut sebagai tindak lanjut laporan yang dibuat Bawaslu Kota Palembang kepada Gakkumdu, yang menilai para komisioner KPU Kota Palembang tidak menjalankan rekomendasi digelarnya pemungutan suara ulang (PSU).

Rekomendasi PSU dikeluarkan Bawaslu kepada KPU karena banyak daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak dapat mencoblos akibat kekurangan surat suara. Karena hal tersebut, banyak warga disebutkan kehilangan hak pilihnya.

(rhs)

Gaduh saat Pengajian Firanda Andirja di Aceh, Ini Kronologisnya

loading…

Massa yang menolak kajian Ustadz Firanda menguasai mimbar di Masjid Al Fitrah, Banda Aceh. (Foto/Ist)

BANDA ACEH – Pengajian di Masjid Al Fitrah Keutapang II Banda Aceh Kamis (15/6/2019) yang diisi Ustaz Dr Firanda Andirja berlangsung gaduh. Apa sebenarnya terjadi?

Pengajian yang baru berlangsung 15 menit itu tiba-tiba gaduh. Namun, Firanda Andirja yang memimpin pengajian tersebut terlihat tenang.Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Fitrah, Muslim Usman dalam siaran persnya yang diterima Sabtu (15/6/2019) menyebutkan saat kegaduhan itu, Ustaz Firanda tetap tenang. “Beliau tidak gugup,” ujar Muslim Usman.

Ustaz Firanda diketahui selama ini juga menjadi penceramah tetap berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Muslim melanjutkan, saat itu dia melihat jamaah wanita yang sebelumnya berada di luar masjid, tepatnya di bawah tenda pekarangan masjid, masuk ke dalam. Mereka terlihat ketakutan. “Ada yang terkena lemparan berbagai macam benda,” tambah Muslim.

Baca Juga:

Melihat kondisi seperti itu, pihak jamaah pengajian kemudian berusaha menahan laju massa yang terlihat emosi. Muslim menyebutkan di sinilah terjadi ribut-ribut. Massa terus merangsek ke dalam.

Pihak BKM Al Fitrah kemudian mencoba mengawal Firanda ke luar. Namun, Muslim tidak mengetahui kemana ustadz yang disebut-sebut sebagai pengisi pengajian berbahasa Indonesia di Madinah itu dibawa.

Muslim sempat berpikir massa yang kadung emosi akan kembali tenang. Hingga akhirnya waktu Isya berlangsung dan para jamaah pengajian melanjutkan salat berjamaah. Namun, dugaan Muslim salah. Di luar massa yang menentang kehadiran dan pengajian Firanda Andirja di Masjid Al Fitrah masih terus saja berteriak.

Pun demikian, salat Isya berjamaah berhasil dilaksanakan hingga selesai. Masih menurut Muslim, kegaduhan justru berlanjut setelah salat berjamaah dilaksanakan. Kata dia, massa masuk ke dalam masjid dan merusak pembatas salat wanita hingga patah. “Ada yang main pukul-pukul di dalam, bagaimanapun kalau dipukul begitu orang kan spontan melawan,” ungkap Muslim lagi.

Kegaduhan mereda setelah Kasdam Iskandar Muda (IM) mendatangi lokasi. “Mungkin pukul 22.00 WIB kurang udah mereda ya,” kata Muslim lagi.

Setelah tenang, Muslim dan Suyanto selaku perwakilan BKM Al Fitrah kemudian dibawa ke Polresta Banda Aceh. Mereka dimintai keterangan terkait kegiatan yang menimbulkan gesekan antara dua kubu tersebut. “Di sana kita melihat juga sudah ada panitia, ada saudara Noval, ada Askar, satu lagi orang tua, saya tidak tahu namanya,” ungkap Muslim.

Namun, menurut Muslim, pihak Polresta justru memberikan pemahaman kepada mereka bukan malah dimintai keterangan. Alhasil, dia dan Suyanto kemudian diizinkan pulang dinihari Sabtu. “Sementara Noval dan Askar masih memberikan keterangan. Saya dengar sampai Subuh,” kata Muslim.

Selama ini Masjid Al Fitrah Keutapang memang kerap mengadakan kajian-kajian, terutama kajian sunnah yang berdasarkan Alquran dan Al Hadist. Dari keterangan Muslim juga diketahui masjid tersebut telah terbiasa didatangi berbagai da’i, baik level lokal hingga internasional. Di masjid tersebut juga kerap didatangi syaikh asal Yaman dan Arab Sauudi. “Kita punya hubungan dengan Ma’had Assunnah di Lampeuneurut,” kata Muslim.

Muslim kemudian melanjutkan pihaknya tidak pernah mengundang ustadz secara khusus, kecuali da’i-da’i lokal. Hal tersebut dikarenakan BKM Al Fitrah tidak memiliki dana untuk mendatangkan para penceramah dari luar. “Kalau kehadiran Ustadz Firanda ini yang mengundang pemerintah, dalam hal ini BKM Rumah Sakit Umum Zainal Abidin,” ungkap Muslim.

Pun demikian, Muslim mengakui telah melihat adanya surat dari MPU Kota Banda Aceh yang berisi tentang pesan dan nasehat agar pengajian Dr Firanda Andirja dibatalkan. Namun, pihaknya tak memiliki kuasa untuk membatalkan acara karena hanya sebagai penyedia tempat. “Sepanjang tidak ada pemberitahuan dari panitia itu acara harus dibatalkan, kami ya siap menyediakan tempat saja. Begitu,” pungkas Muslim.

Sementara itu, Abu Syuja salah seorang koordinator massa menyebutkan aksi pembubaran tersebut dilakukan karena mereka tidak sepakat dengan kehadiran Ustadz Firanda. Dia menuding isi kajian yang dibawakan berpaham Salafi Wahabi.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto bersama Dandim 0101/BS Lekol Inf Hasandi Lubis mencoba menenangkan massa. Mereka berulangkali mengajak massa untuk membubarkan diri. “Ini sudah selesai saudara-saudara, tolonglah bubar. Bagaimana mau kita selesaikan ini kalau tidak bubar,” ucap Kapolresta Banda Aceh yang diamini Dandim.

Namun, massa yang menolak kehadiran Ustadz Firanda masih bertahan di lokasi hingga pukul 23.00 WIB.

Wakil Ketua MPU Faisal Ali menilai penolakan terhadap kajian Ustadz Firanda disebabkan beberapa hal. Menurutnya selama ini masyarakat yang tidak sepakat dengan Ma’had Assunnah telah menelusuri ceramah-ceramah yang disampaikan Firanda, di berbagai tempat. “Sangat menyinggung masyarakat Aceh dalam konteks akidah, maka itulah terjadi penolakan,” kata Lem Faisal.

Dia menyebutkan mayoritas masyarakat Aceh yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah menentang kajian Ustadz Firanda. Menurutnya sebagai seorang da’i, Firanda dinilai tidak mempertimbangkan kearifan lokal yang ada di Aceh. “Mungkin kalau yang dia sampaikan itu di Jakarta, ya tidak masalah. Namun kalau di Aceh itu kan jadi sesuatu yang jadi masalah,” ungkap Faisal Ali.

Pimpinan salah satu dayah di Aceh Besar tersebut juga menyebutkan penolakan yang dilakukan masyarakat Aceh adalah terhadap da’i-da’i yang dianggap radikal. MPU pun, menurutnya, sudah berulangkali menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Aceh agar membuat petunjuk teknis (juknis), terhadap da’i-da’i maupun imam yang datang ke daerah Aceh. “Supaya bisa beradaptasi dengan prilaku dan tata cara ibadah masyarakat Aceh, tapi ini tidak diindahkan rekomendasi itu,” pungkas Faisal Ali.

(vhs)

Pascabentrokan di Buton, Polwan Cantik Hibur Anak-anak dengan Beragam Permainan

loading…

Polwan cantik dari Polda Sultra melakukan trauma healing terhadap anak-anak korban bentrokan warga di Kabupaten Buton, Sultra. Foto/Andhy Eba

BUTON – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan trauma healing di Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya pascabentrok antara dua desa di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Provinsi Sultra.

Mereka turun ke desa itu guna memulihkan trauma warga khususnya anak-anak korban bentrokan yang terjadi beberapa waktu lalu. Anak-anak terlihat senang dan gembira bermain bersama polwan-polwan cantik dari tim trauma healing Polda Sultra. (Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Korban Kerusuhan di Buton)

Tim trauma healing ini yang diterjunkan merupakan polwan-polwan cantik yang sudah berpengalaman. Mereka melakukan pendampingan terhadap warga Desa Gunung Jaya khususnya anak-anak yang masih sekolah dasar dan SMP.

Baca Juga:

Tim trauma healing dibagi menjadi dua yaitu di Desa Sampuabalo dilakukan dengan cara door to door. Sedangkan di Desa Gunung Jaya lokasi kebakaran tim trauma healing melaksanakan tugasnya di tenda pengungsian.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma mereka terhadap kejadian yang menimpa mereka beberapa waktu lalu (pembakaran rumah). Sebab, pascabentrokan dan pembakaran rumah membuat anak-anak ketakutan.

Saat ini lokasi pengungsian sudah ramai. Bantuan logistik terus berdatangan. Selain itu proses pengerjaan rumah warga terus dilakukan aparat dan petugas.

(rhs)

Kejuaraan Tinju Internasional di Labuan Bajo Masuki Tahap Rekrutmen Relawan LO

loading…

Suasana sosialisasi sekaligus rekrutmen 40 peserta Liasion Officer (LO) di Aula Kemala Polres Manggarai Barat. Foto/Yoseph Mario Antagnoni

MANGGARAI – Persiapan kejuaraan tinju internasional di Labuan Bajo memasuki tahap rekrutmen relawan Liaison Officer (LO) di aula Kemala Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, (14/6/2019) kemarin.

Ketua panitia pelaksana tinju internasional, AKBP Julisa Kusumowardhono di hadapan puluhan peserta seleksi LO menjelaskan, sebagai tuan rumah, petugas LO diminta untuk mampu bekerja sebagai duta pariwisata Manggarai Barat.

“LO adalah bagian penting dari kejuaraan ini. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjembatani berbagai pihak sekaligus menjadi duta pariwisata bagi para peserta delegasi tinju internasional,” kata Julisa yang juga menjabat Kapolres Manggarai Barat itu.

Baca Juga:

Selain itu, karena baru pertama kali dilakukan di Labuan Bajo, dia meminta kepada LO yang lolos tahapan seleksi untuk bekerja serius, dan menjadi bagian dari sejarah di daerah ini. Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta seleksi calon LO.

Untuk diketahui, panitia tinju internasional membutuhkan tenaga LO sebanyak 40 orang dengan rincian 30 orang melekat pada delegasi peserta pertandingan, ditambah 10 orang melekat pada hotel tempat peserta dan pengatur pertandingan menginap.

Target kegiatan ini juga terfokus pada perkenalan potensi pariwisata Pulau Flores di mata dunia sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dengan petinju luar negeri.

Senada dengan itu, Kasat Intelkam Polres Manggarai Barat, Cakra Mudra menjelaskan, selain bertugas menghubungkan dua pihak, LO diminta untuk mampu berkomunikasi dan berkordinasi dengan baik. Hal ini penting dilakukan untuk menciptakan kenyamanan baik kontingen, peserta maupun wisatawan yang membutuhkan kepastian informasi jelang dan saat hingga akhir pertandingan.

Terkait prinsip pelaksanaan menurutnya, LO diharapkan dapat berkomitmen terhadap kesuksesan acara, mampu mendengar arahan dengan baik, melayani dengan sungguh, informatif dan akomodatif serta disiplin dalam bertugas.

Selain itu, LO wajib memiliki pengetahuan terkait objek wisata, kebudayaan dan sejarah serta pusat perbelanjaan di Labuan Bajo yang menjadi sentral para kontingen dan peserta tinju beraktivitas. Proses pengrekrutan LO masih berlangsung hingga Kamis (20/6/2019) mendatang.

(rhs)

Lima Bom Aktif Ditemukan di Kota Cirebon

loading…

Tim penjinak bom Polda Jawa Barat mengamankan 5 bom aktif menyerupai granat berbentuk tabung di tempat pembuangan sampah di Jalan Sukalila Kota Cirebon, Jabar. Foto/Toiskandar

CIREBON – Lima buah bom aktif menggemparkan warga Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). Tim penjinak bom Polda Jawa Barat mengamankan 5 bom aktif menyerupai granat berbentuk tabung di tempat pembuangan sampah di Jalan Sukalila Kota Cirebon.

Hingga kini polisi masih memburu pemilik bom tersebut. Benda tersebut awalnya ditemukan warga di tumpukan pembuangan sampah Kelurahan Sukalila. Warga yang mencurigai benda itu sebagai bahan peledak langsung melaporkannya ke Mapolresta Cirebon Kota. (Baca Juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Belajar Rakit Bom dari YouTube)

Lima Bom Aktif Ditemukan di Kota Cirebon

Pihak kepolisian dari satuan Jibom Brimob Detasemen C Polda Jabar melakukan pengamanan dan pemeriksaan di sekitar Mapolresta Cirebon Kota dengan memasang garis polisi. Polisi juga meminta sejumlah awak media dan warga untuk tidak mendekat.
Kapolresta Cirebon AKBP Rolan Ronaldi mengatakan, hingga kini bom aktif diamankan petugas tim Jibom Polda Jabar dan nantinya akan diledakkan. Pihaknya masih memburu pelaku yang meletakkan bom aktif itu di tempat sampah.

Polisi juga belum mengetahui pasti kenapa benda tersebut diletakkan pelaku di tempat sampah. (Baca Juga: Polri Tegaskan Bom Sibolga Tak Terkait dengan Kedatangan Jokowi)

Baca Juga:

(rhs)

BPOM Kepri Dirikan Stand Pameran di Megamall Batam

loading…

BPOM Kepulauan Riau (Kepri) mendirikan stand pameran di Lantai I Mega Mall Batam untuk mengedukasi pengunjung. Foto/Dicky Sigit Rakasiwi

BATAM – BPOM Kepulauan Riau (Kepri) mendirikan stand pameran di Lantai I Mega Mall Batam guna mengedukasi masyarakat terkait obat dan makanan yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi.

“Silakan kunjungi stand BPOM di dekat counter Bread Talk, silakan kunjungi beramai-ramai bersama keluarga,” ujar Kepala BPOM Kepri Josef Irawan, Sabtu (15/6/2019).

Dijelaskannya, stand pameran tersebut beroperasi selama tiga hari mulai Jumat (14/6/2019) sampai Minggu (16/6/2019). “Tujuannya dalam rangka mengedukasi masyarakat dari Obat dan Makanan yang beresiko terhadap kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:

Dia berharap dengan adanya stand pameran BPOM ini dapat membantu masyarakat luas untuk mengetahui baik tidaknya obat atau makanan tertentu berdasarkan kandungannya.

“Datang tanyakan langsung mengenai obat dan makanan di stand BPOM,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi masyarakat tentang pentingnya Obat dan Makanan yang aman, bermutu dan bergizi. Apalagi bulan Juni ini bertepatan dengan hari bulan Pancasila dan bulan Keamanan Pangan.

“Kami mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya pangan bagi kesehatan, ketahan nasional dan daya saing pada bulan Pancasila dan bulan keamanan pangan,” ujarnya.

Selain untuk melakukan eduaksi langsung bagi masyarakat, BPOM juga membagikan leaflet terkait obat dan pangan yang aman. Display contoh produk produk ilegal dan ada gimick.

“Yang tak kalah menarik ada doorproze untuk pengunjung yang beruntung,” tutupnya.

(rhs)

Pengendara di Jalur Trans Sulawesi Terjebak Banjir Konawe

loading…

Tim siaga bencana mengevakuasi pengendara yang terjebak banjir di jalur trans Sulawesi di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sabtu malam (15/6/2019). Foto/Rahmat Buhari

KONAWE – Tim siaga bencana mengevakuasi pengendara yang terjebak banjir di lintasan jalur trans Sulawesi yang ada di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu malam (15/6/2019).

Para korban banjir masih bertahan di gubuk deritanya. Sementara jasa penyeberangan rakit memanfaatkan momen untuk mencari nafkah. (Baca Juga: Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis)

Sejumlah pengendara beserta anaknya yang tengah terjebak banjir di jalan trans Sulawesi Desa Wukusao Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe dievakuasi petugas siaga bencana. Banjir yang menggenangi jalan setinggi satu meter setengah ini sangat menyulitkan pengendara yang melintas.

Baca Juga:

Selain tidak adanya penerangan jalan, para pengendara roda dua harus berhati-hati karena seluruh rambu lalu lintas terbawah arus. Sebagai alternatif, pengendara harus menggunakan rakit agar kendaraannya tidak mogok.

Pengendara di Jalur Trans Sulawesi Terjebak Banjir Konawe

Sedangkan untuk roda empat ukuran mini bus terpaksa menggunakan jasa penyeberangan menggunakan mobil derek ukuran dumtruk dengan biaya Rp700 ribu. (Baca Juga: Perjuangan Tim ACT Tembus Daerah Terisolir Banjir Konawe Utara)

Para korban banjir masih bertahan di halaman rumahnya. Salah satu korban banjir bernama Sabda mengatakan, sejak pekan lalu banjir telah mengenangi rumahnya. Saat ini dia terpaksa mengungsi ke kerabatnya.

(rhs)

Pengingat Gempa 2009, Gubernur Sumbar Biarkan Masjid di Rumdin Tak Dibangun

loading…

Kondisi masjid di dalam kompleks rumah dinas Gubernur Sumbar yang tetap dibiarkan hancur sebagai pengingat gempa 2009. FOTO/SINDOnews/Abdul Hakim

PADANG – Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar) pada 30 September 2009 telah meluluhlantakkan ribuan bangunan di Kota Padang dan berbagai daerah. Namun 10 tahun berlalu, kini sulit menemukan bangunan atau infrastruktur yang masih rusak bekas gempa.

Di Kota Padang misalnya, seluruh pemukiman, sekolah, rumah sakit, maupun sarana publik telah kembali berdiri kokoh. Demikian juga bangunan-bangunan perkantoran baik swasta maupun BUMN dan pertokoan telah terbangun dengan rapi.

Upaya rehabilitasi maupun rekonstruksi secara totalitas ini tak lepas dari komitmen kuat Sumbar Irwan Prayitno. Bahkan lantaran memprioritaskan pembangunan sarana publik maupun rumah warga, Irwan sampai membangun kantor gubernur dan rumah dinasnya paling terakhir.

Baca Juga:

Kini di periode kedua kepemimpinan Irwan, semua telah berdiri megah. Hal ini tentu membuat dia bersyukur. Namun dia juga khawatir karena banyak masyarakat yang menjadi cepat lupa dengan musibah besar 10 tahun lalu tersebut. Irwan pun mengusulkan perlunya adanya satu bangunan rusak bekas gempa yang tak perlu dibangun kembali sebagai pengingat musibah dan kewaspadaan bersama.

Namun tawaran ini tak begitu mendapat respons dari sejumlah pemilik perkantoran. Dia pun tetap teguh dengan niatnya. Masjid di dalam kompleks Rumah Dinas (Rumdin) atau Istana Gubernur yang turut hancur akhirnya menjadi pilihan.

“Sangat sulit mencari bangunan rusak bekas gempa saat ini. Makanya masjid ini diharapkan jadi pengingat kedahsyatan musibah 10 tahun silam,” ujar Irwan kepada SINDOnews di rumah dinasnya Jalan Sudirman Padang, Jumat (14/6/2019).

Pengingat Gempa 2009, Gubernur Sumbar Biarkan Masjid di Rumdin Tak Dibangun

Masjid satu lantai berwarna putih yang berada di bagian belakang Istana Gubernur Sumbar ini memang hancur dan tak dipakai lagi. Akibat gempa berkuatan 7,6 SR itu, sejumlah tiang masjid hancur. Tempat bagian imam juga jebol sehingga tampak menganga jika dilihat dari depan. Guna menjadi pengingat kepada masyarakat, di bagian depan dipasang papan bertulis ‘Bukti Sejarah Gempa 30 September 2009 Komplek Istana Gubernur’. Namun tulisan ini sangat kusam sehingga makin tak jelas terlihat.
Karena masjid lama ‘dimuseumkan’, maka Pemprov Sumbar membangun masjid baru di kompleks rumah dinas. Gubernur Irwan berharap, meski pemulihan di Sumatera Barat tergolong baik, masyarakat bisa menjadikan musibah gempa menjadi pelajaran berharga.

Untuk membangun kembali usai gempa, diakui bukan hal mudah. Apalagi saat 2010, dia baru dilantik menjadi gubernur. “Ibarat saat itu saat start bukan dari 0, tapi minus,” ujar Irwan didampingi Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal.

Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten, lembaga donatur dan masyarakat Minang. Tanpa dukungan bersama, rekonstruksi ratusan ribu bangunan korban gempa sulit dilakukan. Gempa di Sumbar 2009 menyebabkan lebih dari 1.117 orang tewas dan 200.000 bangunan hancur.

(amm)

Toba Caldera World Music Festival Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

loading…

Seniman Indonesia, Djaduk Ferianto berharap agar pergelaran Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 akan menjadi agenda tahunan. SINDOnews/M Andi Yusri

TOBA SAMOSIR – Pergelaran Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) diharapkan menjadi agenda tahunan. Bahkan Seniman Indonesia, Djaduk Ferianto berharap, festival ini harus dipertahankan hingga 10 tahun lebih.

“Dan Indonesia saat ini hanya mempunyai satu festival, world musiknya tinggal di sini. Karena di Bandung sudah kemarin dua tahun yang lalu bikin Matasora nggak jalan,” Djaduk seusai jadi pembicara workshop di Lapangan Bukit Singgolom Desa Lintong Ni Huta Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (15/6/2019).

Dalam festival bergengsi ini, Djaduk dan grup bandnya Kuaetnika juga akan tampil menunjukan kebolehannya. Pendiri kelompok Musik Kreatif Wathathitha ini menilai kegiatan TCWMF merupakan salah satu usaha untuk mengeksplore musik tradisional Indonesia untuk dikabarkan tidak hanya di Indonesia namun juga dunia.

Baca Juga:

“Saya berharap tidak berhenti tahun ini saja, semoga tahun depan bisa bertahan sampai lebih dari 10 tahun. Saya banyak ngobrol dengan pak bupati, tahun depan mungkin akan lebih serius, lebih gede lagi dan akan mengundang musisi tidak hanya dari Indonesia,” ungkapnya.

Menurut adik dari Butet Kertadjasa ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak musik tradisional. Jadi kegiatan seperti ini juga bisa mendongkrak pariwisata setempat. “Maka saya pun berharap kalau pun ada kekurangan, justru kekurangan itu lah yang menjadi cambuk kita untuk belajar lebih baik lagi,” harap pria yang bernama lengkap Gregorius Djaduk Ferianto itu.

(wib)

Sandang Predikat Prajurit Infanteri, 115 Bintara Diminta Tingkatkan Profesionalisme

loading…

Setelah menyandang predikat Prajurit Infanteri, 115 Bintara lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD TA 2018 diminta terus meningkatkan profesionalisme. iNews.id/Taufik Budi

SEMARANG – Setelah menyandang predikat Prajurit Infanteri, 115 Bintara lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD TA 2018 diminta terus meningkatkan profesionalisme. 115 Bintara ini telah menyelesaikan Pendidikan Kejuruan Infanteri (Dikjurba If) di Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV/Diponegoro.

Upacara penutupan pendidikan yang dilaksanakan di lapangan Candradimuka Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dipimpin Danrindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Amrin Ibrahim, Sabtu (15/6/2019).

“Aplikasikan dan kembangkan ilmu dasar kecabangan infanteri dalam pelaksanaan tugas. Terus berupaya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menambah wawasan, serta pengetahuan,” tegasnya membacakan amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) MayjenTNI Teguh Pudjo Rumekso.

Baca Juga:

Dia mengimbau, para prajurit untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam berpikir, bersikap dan bertindak dari setiap tugas yang dihadapi.

Turut hadir dalam upacara penutupan Dikjurba If, Kabaglat Rindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, Kasipers 072/Pmk Kolonel Inf Riza Anom Putranto, para pejabat Rindam IV/Diponegoro, dan unsur Forkopimda Kabupaten Klaten.

(wib)

Smelter Feronikel PT Ceria Nugraha Indotama Mulai Dibangun di Kolaka

loading…

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar bersama Menpan-RB serta Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan groundbreaking smelter feronikelPT Ceria Nugraha Indotama (CNI)di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/6/2019). (Foto/Ist)

KOLAKA – Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar bersama Menpan-RB serta Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan groundbreaking smelter feronikelPT Ceria Nugraha Indotama (CNI)di Kecamatan Wolo,Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/6/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Bupati Kolaka Ahmad Syafei, Sekretaris Jenderal KESDM Ego Syahrial, Inspektur Jenderal KESDM Akhmad Syakhroza dan jajaran aparat Pemerintah Daerah.

SmelterPT CNI ini nantinya dapat mengolahnikel dengan kapasitasinput bijih (ore) 5 juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebanyak 230.000 ton dengan kadar nikel 22%—24% per tahunnya.Smelter yang dibangun mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF).

Baca Juga:

Menurut Arcandra, sumber daya alammemegang peran penting dalam mendorongpembangunan nasional. Meski begitu, prinsip pemanfaatannya tetap berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945, yakni dikuasai oleh negara dan untuk sebesar-besarnya untukkemakmuran rakyat.

Interpretasi dari dikuasai oleh negara, lanjut Arcandra bahwa kekayaan alam dikelola oleh putra-puteri terbaik Indonesia, menggunakan teknologi yang dikembangkan bangsa Indonesia, pendanaan bersumber dari kemampuan dalam negeri, dan hasil pengelolaan dioptimalkan untuk kebutuhan di dalam negeri.

“Sesuai dengan amanat undang-undang, kita ingin agar nikel ini dapat kita olah (di dalam negeri)dan memperpanjang rantai pengolahannya sehingga bisa menghasilkan nilaitambah,” kata Arcandra.

Archandra menambahkan, pembangunan smelter ini merupakan implementasi kebijakan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Groundbreaking smelter ini juga menjadi komitmenpemerintah untukterus mendorong pelaku usaha pertambangan dalam mendukung upaya percepatan hilirisasi di sektor pertambangan. “Inilah yang kita inginkan (pembangunan smelter)agarbisa menghasilkan efek nilai tambah yang lebih besar dari sekedar menjual raw material,” tutur Arcandra.

“Yang kita usahakan ini untuk menutup gap dari cita-cita ideal dengan realitas yang ada. Sehingga kebermanfaatan dari sumber daya alam kita bisa lebih kita tingkatkan,” sambung Arcandra.

Smelter ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021.

Direktur Utama PT. Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata mengatakan pembangunan fisilitas pemurnian nikel ini menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace yang terdiri dari 4 tanur listrik jenis rectangular.

” Tehnologi ini adalah yang pertama di Indonesia dimana masing-masing berkapasitas 72 MVA dengan total investasi sebesar Rp14,5 triliun,” katanya.

Dalam pelaksanaan proyek ini, kata Derian, PT. Ceria menggandeng salah satu BUMN yakni PT. PP (Persero) untuk pembangunan gedung pabrik peleburan feronikel serta infrastruktur pendukung.

Selain itu lanjut dia, PT Ceria juga menggandeng ENFI salah satu BUMN asal China untuk rancangan rekayasa serta pemasangan peralatan utama pabrik peleburan feronikel.

“Ini merupakan kerjasama pembangunan proyek smelter yang pertama di Indonesia antara perusahaan nasional, BUMN Indonesia dan BUMN China. Sedangkan kebutuhan listrik sebesar 350 MW untuk menunjang Smelter yang akan di bangun dipasok oleh PT PLN (Persero).,” jelas Derian.

PT. Ceria jelas Derian juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan mobil listrik dengan menyelesaikan studi kelayakan untuk membangun proyek hidrometalurgi dengan investasi USD973 juta atau setara Rp13 triliun untuk menghasilkan kobalt, komponen utama baterei mobil listrik.

Menurut Derian, PTCNI mengoperasikan tambang nikel berdasarkan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) yang diterbitkan pada 2012. PTCNI mempekerjakan sekitar 1400 karyawan yang mayoritas direkrut dari Kabupaten Kolaka. Pada 2018 PTCNI membayar pajak dan non-pajak sebesar Rp149 miliar dan membelanjakan Rp10 miliar untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Derian juga menjelaskan proyek pembangunan smelter ini merupakan ikhtiar perusahaan dalam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada bangsa dan rakyat Indonesia terutama untuk turut serta membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara Gubernur Sultra Ali Mazi memberikan apresiasi dengan pemancangan tiang pertama pembangunan smelter PT. Ceria Nugraha Indotama.

” Sebagai Pemerintah menyambut baik atas pembangunan pabrik peleburan feronikel sebagai wujud implementasi amanat UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,” katanya.

Dengan adanya pembangunan smelter ini, kata Ali Mazi, dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal khususnya bagi warga yang berada di wilayah sekitar daerah pertambangan positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

(vhs)

Kebijakan Khofifah Gratiskan Biaya SMA-SMK Negeri Diapresiasi

loading…

Kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan biaya pendidikan SMA dan SMK Negeri mulai Juli 2019, mendapat apresiasi positif. Foto/Dok/SINDOnews

SURABAYA – Kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan biaya pendidikan SMA dan SMK Negeri mulai Juli 2019, mendapat apresiasi positif.

Koordinator Sekber Relawan Khofifah, Ari Kusuma menyampaikan apresiasi yang tinggi pada Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang langsung memenuhi janji kampanye pada tahun pertamanya memimpin Jatim. “Kita warga Jatim patut mengapresiasi dan menyambut baik kerja cepat Ibu Khofifah dan Pak Emil,” ujar Ari, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Ari, penggratisan biaya pendidikan SMA dan SMK merupakan kesan pertama yang sangat baik dari Khofifah-Emil pada awal pemerintahannya. “Dengan mewujudkan janji kampanyenya yang sangat nyata, maka akan dirasakan langsung oleh warganya,” tegas mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Sosial tersebut.

Baca Juga:

Bagi Ari, kesan pertama adalah salah satu faktor utama yang sangat penting untuk ditunjukkan setiap individu atau kelompok, karena orang lain atau publik akan terus mengingatnya. “First impression (kesan pertama) yang dilakukan Ibu Khofifah ini akan memiliki social impact tinggi di masyarakat dan publik akan selalu mengingatnya. Misalnya: Ingat sekolah gratis, ingat Khofifah-Emil,” jelasnya.

Terlebih lagi, program populis Khofifah-Emil ini mendapat dukungan penuh dari berbagi elemen masyarakat di Jatim. Hal itu terlihat dari antusiasme publik yang memberi dukungan lewat media sosial, termasuk aktif mengomentari postingan Khofifah di akun Instagramnya.

“Ekspresi rakyat adalah hal yang utama untuk mengukur watak sebuah pemerintahan. Salah satu bentuk ekspresi rakyat yang terlihat, antara lain komentar-komentar yang muncul di akun Instagram Ibu Khofifah,” papar Ari.

Sementara itu, pengamat Politik asal Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Ahmad Hasan Ubaid menambahkan, kebijakan menggratiskan biaya SPP SMA dan SMK se-Jatim ini sangat tepat. Mengingat pendidikan adalah salah satu hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi sesuai amanat UU.

“Pemerintah memiliki kewajiban membantu masyarakat dalam upaya mendapatkan kemudahan dalam pendidikan, termasuk kemudahan dalam akses dan pembiayaan,” imbuhnya.

(wib)

Kapal Patroli Yudistira 8003 Berlayar Perdana di Wilayah Polda Kepri

loading…

Jajaran Polda Kepri menggelar Coffe Morning menyambut pelayaran perdana Kapal Patroli (KP) Yudistira 8003 di wilayah Polda Kepri, Sabtu (15/6/2019). Koran SINDO/Dicky Sigit Rakasiwi

BATAM – Jajaran Polda Kepri menggelar Coffe Morning menyambut pelayaran perdana Kapal Patroli (KP) Yudistira 8003 di wilayah Polda Kepri, Sabtu (15/6/2019). Kapal yang memiliki panjang 73 meter dan lebar 11,35 meter ini bertugas untuk penguatan keamanan laut di wilayah Provinsi Kepri.

Kapal berbobot 1.000 ton ini dapat melaju dengan kecepatan mesin 18 knot dan membawa 32 personel dan 12 di antaranya Polwan. Kapal ini langsung dibawa oleh Direktur Baharkam Ditsatpolair Polri Brigjen Drs Lothariya Latif dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Batu Ampar selama 47 jam. Kapal langsung diserahkan kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

“Kapal ini untuk memperkuat penjagaan keamanan laut di Kepri. Kapal saya serahkan kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto,” ujar Polri Brigjen Drs Lothariya Latif saat Coffe Morning di Pelabuhan Batu Ampar.

Baca Juga:

KP Yudistira 8003 ini diberikan kepada Polda Kepri sesuai arahan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menimbang prestasi yang dicapai oleh Polda Kepri selama ini. Sebelumnya Kapolri meresmikan 8 kapal polisi patroli, 15 kapal pemburu cepat, dan 1 helikopter, saat syukuran HUT ke-68 Polairud di Pangkalan Polairud Korpolairud Baharkam Polri, Ancol, Jakarta Utara, Desember 2018.

“Banyak capaian prestasi di Polda Kepri, untuk itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan KP Yudistira 8003 untuk memperkuat keamanan perairan di Kepri,” ujar Lothariya.

Dia menjelaskan, KP Yudistira 8003 ini diprioritaskan untuk pengamanan dan pencegahan gangguan Kamtibmas di wilayah Polda Kepri dengan status kendali oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

“Kendalinya ada pada Kapolda Kepri, tentunya untuk membantu pengamanan dan pencegahan gangguan khususnya di laut,” ujarnya. Lothariya menambahkan, ada dua kapal sejenis, yakni KP Baladewa 8002 yang saat ini berada di Kepri dan KP Bisma di wilayah Sulawesi.

Sementara itu Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, Kapal Kapal Yudistira 8003 merupakan kapal patroli yang diBKO oleh Mabes Polri untuk menambah kekuatan pengamanan di laut. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang tinggi kepada Kapolri dan Kabaharkam Polri. “Semoga kebaikan dari pimpinan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujarnya.

(wib)

Perjuangan Tim ACT Tembus Daerah Terisolir Banjir Konawe Utara

loading…

Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palu berupaya menembus daerah terisolir yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Foto/Istimewa

KONAWE UTARA – Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palu berupaya menembus daerah terisolir yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Bahkan mobil dobel kabin berpenggerak empat roda yang didatangkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palu ke wilayah terdampak banjir sempat terjebak lumpur tebal.

Koordinator tim Disaster Emergency Response (DER) – ACT Kusmayadi mengatakan, mobil dobel kabin ACT yang terjebak lumpur itu hendak menuju Desa Walalindu di Kecamatan Asera, salah satu desa yang terisolir setelah banjir bandang menerjang Konawe Utara pada Sabtu 1 Juni 2019. Di sana, tim DER – ACT mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir bandang.

“Medan lumpur tebal menjadi hambatan kami untuk mendistribusikan bantuan ke Walalindu,” jelas Kusmayadi, Jumat (14/6/2019). Lumpur yang merendam hingga setengah ban membuat gerak mobil yang sebenarnya memiliki tenaga besar menjadi tak leluasa.

Baca Juga:

Butuh bantuan warga dengan peralatan seadanya untuk membuat mobil keluar dari lumpur pekat. Menggunakan balok yang terbawa arus banjir, tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT bersama warga bahu-membahu mengangkat mobil.

Di Kecamatan Asera, tak hanya Walalindu saja yang menjadi desa terdampak banjir bandang. Desa lain seperti Longeo Utama juga terdampak parah. Banjir yang menerjang Asera, Konawe Utara berasal dari meluapnya Sungai Lalindu. Ratusan rumah dikabarkan hancur terbawa arus banjir.

Terisolirnya beberapa desa di Kecamatan Asera diakibatkan dari terputusnya akses utama yaitu jembatan penghubung desa yang membentang di atas Sungai Lalindu. Jembatan ini hancur terbawa derasnya arus banjir.

“Yang membuat terhambatnya pengiriman bantuan ke Asera ialah terputusnya jembatan penghubung, kendaraan roda empat tak dapat melintas. Saat ini warga dibantu relawan dan tim evakuasi gabungan membuat jembatan darurat yang baru dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua,” tambah Kusmayadi.

Sampai saat ini tim DER – ACT terus bersiaga di Konawe Utara untuk membantu warga jika ada banjir susulan. Posko Kemanusiaan ACT juga sudah berdiri di beberapa titik, serta dapur umum yang sampai hari ini terus didirikan di berbagai desa yang terdampak parah, termasuk desa terisolir di Walalindu, Asera.

Pelayanan medis dari ACT juga sudah diberikan untuk masyarakat terdampak. Saat ini kondisi mereka beberapa sudah ada yang mengeluhkan sakit karena cuaca yang belum menentu serta tinggal di pengungsian.

Banjir bandang yang menerjang Konawe Utara kini telah merendam kabupaten di Sulawesi Tenggara itu selama lebih dari sepekan. Ratusan rumah warga dilaporkan hancur dan hilang terbawa derasnya arus banjir.

Warga yang mengungsi saat ini pun mulai mengeluhkan sakit serta membutuhkan logistik bantuan untuk bertahan hidup. Akses menuju berbagai titik lokasi terdampak memiliki banyak kendala akibat jembatan yang terputus. Hal ini membuat tak sedikit desa yang terisolir.

(wib)

Fasilitasi Modal Petani, Pemkab Muba Akan Gandeng Startup Crowde

loading…

Dalam upaya mendukung pembiayaan modal petani di bumi Serasan Sekate, Pemkab Muba akan menggandeng PT Crowde Membangun Bangsa atau Crowde.

JAKARTA – Para petani kerap terbentur pembiayaan dan modal untuk mengembangkan hasil pertanian di pedesaan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tidak tinggal diam. Dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin bersama Wakil Bupati Beni Hernedi mencari Solusi untuk membereskan hal tersebut.

Berbagai upaya sudah dilakukan, misalnya saja dengan terobosan peremajaan (Replanting) perkebunan kelapa sawit rakyat dan inovasi infrastruktur pembangunan jalan aspal berbahan baku karet. Belakangan hal ini dinilai sangat efektif mendongkrak harga dan meningkatkan kualitas hasil perkebunan karet dan sawit khususnya.

Tidak berhenti di situ saja, kali ini dalam upaya mendukung pembiayaan modal petani di bumi Serasan Sekate, Pemkab Muba akan menggandeng PT Crowde Membangun Bangsa atau Crowde. Salah satu perusahaan berplatform rintisan tersebut akan menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani.

Baca Juga:

“Dengan upaya ini, kita harapkan petani di Muba tidak lagi terbentur dengan modal. Jadi selain bantuan dari Pemerintah Daerah ada back up lain yang akan memaksimalkan permodalan petani,” ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi di sela mendengarkan Paparan CEO & CO Founder Startup Crowde terkait platform permodalan petani secara online di Crowde Jakarta HQ Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, perusahaan pemula dengan segmentasi seperti ini akan mendorong petani di Muba lebih maksimal dalam menjalankan usaha di bidang pertanian. “Ini juga salah satu upaya Pemkab Muba mencari solusi dan jalan keluar permasalahan yang selama ini menjadi momok di kalangan petani. Tidak hanya di Muba namun di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde), Yohanes Sugihtononugroho menuturkan Crowde ada untuk membantu petani. “Jadi, kami bukan lebih fokus menyasar segmen petani. Namun, kami membuat daftar permasalahan di sektor pertanian Indonesia yang sangatlah banyak. Sehingga kami memutuskan untuk menjadi salah satu solusi bagi permasalahan yang dialami para petani,” bebernya.

Crowde mulai beroperasi pada September 2015, dan ide pendirian Crowde berawal dari masalah yang ada di sektor pertanian Indonesia. “Konsep yang kami tawarkan ini sebenarnya sudah mendapatkan banyak pertentangan, karena banyak sekali investasi bodong yang mengatasnamakan pertanian, sehingga industrinya menjadi sangat keruh,” terang Yohanes.

Dijelaskannya, strategi yang dijalankan adalah dengan cara peningkatan kualitas petani dan proyek pertanian. Karena dengan edukasi yang lebih mendalam membuat petani memiliki hasil yang meningkat dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dengan demikian, petani pun lebih sejahtera dan akan terus melebarkan usahanya.

“Dari sisi petani, kami berupaya menjadi partner mereka mulai dari pengembangan pola pikir petani, pendanaan, dan pembentukan ekosistem pertanian secara lokal. Ini untuk membantu petani menjual kepada para end user sehingga mendapat margin yang lebih baik,” imbuh Yohanes.

“Dari sisi pemodal, kami terus berupaya meningkatkan layanan dengan melakukan transparansi pada setiap kegiatan yang terjadi sehingga pemodal dapat dengan jelas melihat kemana uang mereka terpakai,” jelasnya.

Dalam paparan tersebut tampak hadir Plt.Kepala Dinas Kominfo Dicki Meiriando SSTP MH, Protokol dan Humas Pemkab Muba.

(alf)

Awasi Sistem Zonasi PPDB di Kota Semarang, Ombudsman Datangi Sekolah

loading…

Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah datang langsung ke sekolah untuk mengawasi penerapan sistem zonasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Semarang. iNews.id/Taufik Budi

SEMARANG – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah datang langsung ke sekolah untuk mengawasi penerapan sistem zonasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Semarang.

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah Sabarudin Hulu mengatakan, Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 telah mengatur mengenai jalur penerimaan siswa didik, yaitu 90% melalui jalur zonasi, 5% prestasi, dan 5% jalur perpindahan orang tua.

“Hari terakhir pelaksanaan PPDB di SMP Negeri 37 Semarang, diperoleh informasi sekolah memiliki daya tampung 256 siswa dan sebanyak 8 rombel dengan tiap rombel terdiri dari 32 siswa. PPDB berjalan lancar dan tertib sebagaimana peraturan yang berlaku,” ujar Sabarudin Hulu, Sabtu (15/6/2019).

Baca Juga:

Dia melanjutkan, sekolah tersebut memiliki Tim verifikasi, Tim Pengaduan dan Tim untuk Uji Sertifikat dari calon peserta didik. “Hingga hari terakhir belum ada pendaftar dari jalur prestasi dan telah ada 3 orang pendaftar jalur mutasi,” tambah Sabarudin.Dia berharap masyarakat mengawasi dan melaporkan apabila ada maladministrasi pelaksanaan PPDB 2019. Setiap peserta mendapatkan hak untuk sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya yang masuk dalam zonasi dan tidak ada favoritisme sekolah.

“Apabila pemerintah daerah membuat kebijakan sendiri terkait PPDB 2019 ini, dan melanggar permendikbud 51/2018, ada sanksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Jadi, silakan Pemda mengacu pada permendikbud 51/2018,” tegasnya.

(wib)

Punya Banyak Perhiasan, Nenek Sebatang Kara Tewas Ditikam Perampok

loading…

Pelaku perampokan membunuh seorang nenek yang hidup sebatang kara, Awis Bin Inen (80), di rumahnya di Dusun Nyangkokot, Desa Wanasari, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). SINDOnews/Nila Kusuma

KARAWANG – Pelaku perampokan membunuh seorang nenek yang hidup sebatang kara, Awis Bin Inen (80), di rumahnya di Dusun Nyangkokot, Desa Wanasari, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). Perhiasan emas miliki korban yang disimpan dalam dua dompet ditemukan sudah raib.

Saat ditemukan, tubuh korban berlumur darah dan terdapat tiga luka bekas tusukan. Polisi juga menemukan sebilah gunting berlumur darah di bawah tempat tidur korban. “Dugaan sementara motifnya perampokan. Kami masih melakukan pengembangan atas kasus ini,” kata Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Hasanudin Bahar.

Hasanudin mengatakan, korban selama ini diketahui warga memiliki perhiasan berupa emas yang lumayan banyak. Dia menabung uang dari pemberian kerabatnya dan kemudian dibelikan perhiasan.

Baca Juga:

“Korban ditemuka sudah tewas di dalam kamar dengan penuh luka dan berlumur darah. Korban selama ini diketahui tinggal sendirian di rumahnya,” katanya.

Hasanudin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga peristiwa pembunuhan ini terjadi, Sabtu dini hari saat korban sedang tertidur pulas. Sebab saat dilakukan pengecekan di lokasi kejadian pagi harinya darah yang menggenang di sekitar tubuh korban sudah menghitam dan dipenuhi semut.

“Kalau sudah menghitam seperti itu artinya kejadiannya sudah lewat beberapa jam. Korban mengalami luka tusukan sebanyak 3 kali dan ditemukan gunting yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban,” katanya.

Menurut Hasanudin, dugaan sementara korban dengan sengaja dihabisi secara keji dengan menggunakan gunting. Korban tewas akibat luka tusukan di leher sebanyak dua tusukan dan satu tusukan di ulu hati.

(wib)

Mobil Tabrak Truk di Tol Batang-Semarang, Dua Tewas Tergencet

loading…

Satu unit mobil Daihatsu Terios menabrak bagian belakang truk trailer di jalan Tol Batang-Semarang Kilometer (Km) 374, Sabtu (15/6/2019) siang. iNewsTV/Eddie Prayitno

SEMARANG – Satu unit mobil Daihatsu Terios menabrak bagian belakang truk trailer di jalan Tol Batang-Semarang Kilometer (Km) 374, Sabtu (15/6/2019) siang. Dua penumpang Daihatsu Terios bernopol B 1800 WMV tewas seketika akibat tergencet bodi mobil yang ringsek.

Dua jenazah korban kecelakaan disemayamkan di Rumah Sakit Islam Weleri Kendal. Dua penumpang Daihatsu Terios tewas yakni sopir mobil bernama Nyoman Sedana, warga Banjar Dinas Jerokuta, Kelurahan Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali. Sedangkan satu penumpang yang tewas diperkirakan istri Nyoman Sedana, namun belum diketahui identitasnya.

Dari video amatir terlihat petugas jalan Tol Batang Semarang berupaya mengevakuasi salah satu penumpang Daihatsu Terios. Mobil Daihatsu Terios ringsek bagian depan, setelah menabrak truk trailer bernopol L 9599 UM di jalan Tol Batang-Semarang KM 374 tepat di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Batang, Jawa Tengah.

Baca Juga:

Kecelakaan ini diduga akibat sopir mobil mengantuk sahingga tidak bisa mengantisipasi laju kendaraan. Akibatnya mobil yang melaju kencang dari arah Timur oleng ke kiri dan menabrak truk trailer yang dikemudikan Sungeb warga Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Kemudian bagian depan mobil ringsek setelah menghantam bagian belakang truk dan sempat terseret sejauh 200 meter. Truk trailer bermuatan pupuk hendak mengirim barang ke Jakarta dan saat ini sopir truk masih diminta keterangan oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Batang.

(wib)

Unik, Rangkaian KTNA XIII di Muba Ada Lomba Pilih Jenis Kelamin Ikan

loading…

Ikan Kecublang Botia (Chromobotia macracanthus) ikan air tawar Musi Banyuasin. Sosok ikan botia yang jadi primadona ikan air-tawar diramaikan di KTNA 13.

MUSI BANYUASIN – Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24-28 Juni nanti akan dihibur artis artis Ibu Kota seperti Siti Badriah dan Cita Citata.

Selain itu banyak permainan tradisional seperti Dagongan, Engrang, Pantak Lele, Hadang dan permainan Gasing. Lebih unik akan ada perlombaan memilih jenis kelamin ikan yang akan dipusatkan di Stable Berkuda Sekayu.

Nantinya peserta memilah beberapa jenis ikan yang telah disiapkan dan dipilah berdasarkan jenis kelamin masing-masing ikan. Hal ini diungkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin saat diwawancara, Sabtu (15/6/2019)

Baca Juga:

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Muba, Abdul Mukohir membenarkan bahwa ada perlombaan dan permainan unik di KTNA XIII MUBA khusus lomba pilih jenis kelamin ikan.

“Panitia telah menyediakan lima aquarium masing-masing aquarium berisi lima jenis ikan yakni patin, lele, mas, nila dan tembakang dan setiap jenis ikan terdiri dari dua ekor dengan jenis kelamin sama,” tuturnya.

Kemudian, untuk menentukan pemenangnya akan menggunakan jumlah nilai dan kecepatan waktu. Untuk jawaban yang benar akan diberi nilai 3, dan jawaban yang salah diberi nilai minus 1 (-1) dan yang tidak bisa menjawab diberi nol.

“Pemenang adalah nilai yang tertinggi dan tercepat. Untuk peserta nantinya yakni berasal dari peserta KTNA baik dari petani dan ASN masing-masing kontingen KTNA Kabupaten/Kota di Sumsel,” terangnya.

Lanjutnya, setiap peserta diberi waktu maksimal 10 menit, waktu dihitung setelah diberi aba-aba dari juri, pada hitungan ketiga dan stop watch berhenti saatnya peserta menyerahkan hasil ke juri. Sementara peserta yang melebihi waktu maksimal akan disanksi pengurangan nilai (diberi nilai minus 15). Ini sebagai bagian kita menjunjung kejujuran dan ketepatan waktu.

Ia menambahkan, peserta tidak diperkenankan untuk memegang ikan dengan tangan melainkan hanya diperkenankan menangkap ikan dengan alat (serok) yang disediakan panitia. Selain itu peserta dilarang membawa catatan dan tulisan maupun gambar apapun.

“Penentuan urutan tampil berdasarkan hasil undian, sekali tampil dua Kabupaten/Kota sekaligus, peserta yang belum tampil menunggu pada tempat yang disediakan panitia dan permainan ini peserta hanya diperkenankan memilih ikan betina saja ,” pungkasnya.

(alf)

Viral Uang Panai Ratusan Juta, Gubernur Sulsel Minta Tak Perlu Dibesar-besarkan

loading…

JAKARTA – Belakangan di media sosial viral mengenai uang panai atau mas mahar yang tergolong besar dalam pernikahan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta agar masyarakat tak terlalu membesar-besarkan pernikahan tersebut karena bisa membuat anak muda takut untuk menikah.

Di media sosial heboh dengan postingan mengenai pernikahan dengan uang panai yang cukup besar, yakni Rp300 juta, satu hektare lahan, satu stell emas, satu ton beras, dan satu ekor kuda. Dalan foto di postingan tersebut, nampak seorang perempuan menunjukan setumpuk uang panai dan cincin yang melekat di jari manisnya.

Dalam keterangan postingan itu disebutkan, “Pernikahan mahal kembali terjadi, kali ini di Kabupaten Bantaeng. Uang Panaik Rp300 juta, tanah 1 hektar, emas 1 stell, beras 1 ton, dan 1 ekor kuda.”

Menanggapi postingan tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta agar tidak terlalu dibesar-besarkan. Karena uang panai itu merupakan budaya orang Bugis dalam meminang calon istrinya.

Baca Juga:

“Uang Panai’ adalah salah satu budaya orang bugis makassar, akan tetapi sebaiknya berita seperti ini tidak perlu terlalu dibesar-besarkan,” ujar Nurdin Abdullah melalui postingan di akun Instagramnya. (Baca: Komentar Kocak Netizen Tanggapi Nurdin Soal Uang Panai)

Nurdin khawatir, jika berita ini terlalu dibesar-besarkan akan membuat kalangan muda takut untuk menikah. “Yang kami takutkan, anak-anak muda semakin takut untuk menikah dan lebih memilih jalur yang tidak benar,” tulis Nurdin.

Terakhir Nurdin mengingatkan, bahwa pada dasarnya yang terpenting dalam sebuah pernikahan adalah niat dan usaha. “Benar atau Betul?” tulis akun isntagram nurdin.abdullah.

(ysw)

Mancing di Perairan Telunjok, Kakek 71 Tahun Menghilang

loading…

Tim rescue Pos SAR Karimun saat melakukan pencarian korban. Foto/dok Tim SAR

KARIMUN – Jantan Umar (71), nelayan warga Teluk Setimbul, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau dilaporkan hilang sejak tiga hari terakhir. Jantan diduga hilang saat memancing di sekitar perairan Pulau Telunjok, Karimun.

“Laporan baru kita terima ada orang hilang. Kita langsung melaksanakan operasi SAR kondisi membahayakan juwa manusia dengan satu orang hilang saat memancing di perairan Pulau Telunjok,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Mu’min Maulana di Tanjungpinang, Sabtu (15/6/2019).

Mu’min menuturkan, Tim SAR menerima informasi kejadian itu dari TRC Tagana Karimun. Tim rescue dari Pos SAR Karimun langsung dikerahkan bergerak menuju lokasi kejadian di Pulau Telunjok pada koordinat 01 07 58 N 103 18 50 E arah Barat Laut Pulau Karimun.

Baca Juga:

Estimasi ke lokasi diperkirakan selama 60 menit menggunakan jalan raya dan dilanjutkan menggunakan perahu karet selama 15 menit.

“Waktu kejadian diperkirakan sudah hilang tiga hari, nelayan (korban) ini pergi melaut sekitar perairan Pulau Telunjok,” kata dia.

Selain Pos SAR Karimun, pencarian korban turut dibantu potensi SAR lainnya, seperti Pos TNI AL, Sat Polair Polres Karimun, KPLP Karimun, KSOP Karimun, Tagana Karimun, DKP Karimun dan masyarakat setempat.

“Alat utama yang digunakan rescue carier, rubber boat, pompong nelayan dan peralatan pendukung lainnya,” tutup Mu’min.

(dam)

Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis

loading…

Relawan BSMI membantu masyarakat keluar dari lokasi banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Fot/dok BSMI

JAKARTA – Wilayah Konawe Utara adalah salah satu wilayah terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara yang sulit diakses. Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melaporkan, akses ke Konawe Utara hanya bisa dilalui lewat perjalanan darat dari Kendari selama delapan jam.

“Itupun akses terhambat genangan air dan jalan berlumpur. Di beberapa wilayah di Konawe Utara, daerah terpapar banjir hanya bisa dilalui dengan rakit kayu sederhana untuk evakuasi. Sisi kanan kiri jalan dijumpai ratusan rumah dan bangunan terendam air,” tutur relawan Tim BSMI, dr Idham Rahman dalam siaran pers BSMI kepada SINDOnews, Sabtu (15/6/2019).

Idham yang juga Ketua BSMI Sulawesi Tengah ini menyebutkan tim relawan BSMI untuk Banjir Sulawesi Tenggara menerjunkan relawan kesehatan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari.

Baca Juga:

Dia mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan Bupati Kabupaten Konawe Utara dan Markas komando penanggulangan bencana didapatkan beberapa data terkait bencana banjir di Konawe Utara.

“Data menyebutkan di Konawe Utara terdapat 5.888 jiwa pengungsi, 1436 rumah terendam, enam titik terisolasi, 12 titik rusak parah, 19 titik rusak sedang, tujuh jembatan penghubung antarkecamatan rusak,” tutur Idham.

Untuk kondisi layanan kesehatan, BSMI mendapatkan informasi tujuh puskesmas terisolasi dengan kondisi tidak ada dokter dan hanya bisa diakses dengan angkutan udara atau air, dokter umum fungsional dan tiga dokter spesialis disiagakan di RSUD dan ada satu puskesmas yang beroperasi dengan empat negara dokter.

“Saat ini yang menjadi prioritas adalah dokter yang bisa stay di pos pelayanan kesehatan, obat-obatan. Sementara logistik masih membutuhkan kebutuhan pokok sembako, air bersih untuk minum, terpal atau karpet dan selimut,” tutur Idham.

Dia mengatakan, kendala utama dalam menangani korban di lokasi adalah cuaca yang masih sering hujan sehingga akses helikopter dan perahu juga terhambat.

“Akses darat yang sulit ditempuh juga membuat penyaluran logistik terutama daerah terisolasi terhambat,” tuturnya.

(dam)

Pasokan BBM Terhambat Banjir, Kawasan Industri di Konawe Nyaris Lumpuh

loading…

Bencana banjir di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Foto/iNews TV

KONAWE – Kawasan industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara nyaris lumpuh karena dikepung banjir, Sabtu (15/6/2019). Hal itu terjadi akibat sulitnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan dari udara, banjir telah membuat jalan penghubung antarprovinsi terputus. Hal itu terjadi akibat banjir yang terjadi di Morosi, Konawe. (Baca juga: 74.818 Warga Terdampak Banjir di Konawe)

Musibah itu juga membuat kendaraan pemasok logistik terpaksa berbalik arah. Sementara untuk menyewa rakit membutuhkan biaya besar.

Baca Juga:

Distribusi BBM sulit untuk dilakukan ke lokasi banjir menggunakan jalur darat/ setelah seluruh jalan Trans Sulawesi terputus.

Dampak lain kepungan banjir Konawe nyaris melumpuhkan aktivitas di kawasan industri PT Virtu Dragon Nikel Industri. Bahkan sekitar 85% lokasi pusat perbelanjaan di sekitar kawasan tersebut terendam banjir.

Deputy Site Manager PT Virtu Dragon Nikel Industri, Rusmin Abdul Gani mengatakan, banjir yang melanda wilayah Konawe, khususnya Kecamatan Morosi memaksanya mengurangi jumlah produksi.

“Selain itu karyawan perusahaan, banyak yang terkena dampak banjir akibat pengurangan produksi pihaknya merugi satu miliar rupiah untuk setiap harinya, ” kata Rusmin, Sabtu (15/6/2019).

(dam)

Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Jagung Petani Kalampangan Dibakar Serentak

loading…

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyiapkan 62.000 tongkol jagung untuk kegiatan festival bakar jagung yang akan dilaksanakan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Minggu (16/6/2019).

PALANGKARAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyiapkan 62.000 tongkol jagung untuk kegiatan festival bakar jagung yang akan dilaksanakan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Minggu (16/6/2019).

“Jagung sudah disiapkan karena sudah ditanam di Kalampangan, Kecamatan Sabangau dengan luasan 7 hektare,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalteng Sunarti, kepada Sindonews, di ruang kerjanya, Kamis (13/6/2029).

Ia mengatakan, 62.000 tongkol jagung dari petani di Kalampangan nantinya akan dihitung baik sebelum atau setelah dibakar. Kegiatan ini akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca Juga:

“Jadi jagung itu semua dari petani di Kalampangan. Jumlah 62.000 cukup. Di sana nanti akan dihitung dan ketika dibakar juga akan dihitung.”

Ia menambahkan, lokasi dan peralatan untuk pemecahan rekor MURI telah dipersiapkan. “Kita siapkan 62 tenda masing-masing tenda berkapasitas 1.000 jagung.”

Ia melanjutkan, di dalam satu tenda akan ada dua tungku dengan kapasitas 120 jagung saat dibakar. Kemudian setiap tenda terdapat 40 petugas yang nantinya bertugas secara bergantian untuk mengupas maupun membakar jagung. “Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh SOPD baik Provinsi, Kabupaten/Kota, serta pihak swasta.”

(alf)

Tim SAR Kembali Temukan Korban Hanyut di Pantai Todak Riau

loading…

Tim SAR saat menemukan jasad Malang Setiawan dan membawanya ke rumah sakit. Foto/dok Tim SAR

RIAU – Tim Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescuce (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan korban Malang Setiawan (17) yang hilang terseret air laut di Pantai Todak Batu Bedaun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Kamis (14/6/2019) sekira pukul 23.40 WIB. ‘

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir pantai. Sebelumnya, Tim SAR juga menemukan korban atas nama Hen (27) dengan kondisi tak bernyawa.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Mu’min Maulana membenarkan tim gabungan telah menemukan kedua korban terseret arus air laut di Pantai Todak Batu Bedaun.

Baca Juga:

Dia menuturkan, hari kedua operasi pencarian Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian/penyisiran di sekitar lokasi. “Hari kedua operasi kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tuturnya.

Mu’min menjelaskan, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan sistem pukat di pinggir pantai. Pencarian baru berhasil setelah Tim SA menemukan korban atas nama Hen dalam keadaan meninggal dunia di posisi 0°34.995′ S – 104° 30.721 E pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit umum Dabo, Lingga. “Kemudian pencarian dilanjutkan untuk mencari korban lainnya (Malang),” kata Mu’min.

Menurut dia, pada pukul 23.40 WIB, Tim SAR gabungan menemukan Malang dalam keadaan meninggal dunia di posisi 0°34.995′ S-104° 30.721 E. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Dabo, Lingga.

Dengan ditemukannya kedua korban, Tim Rescue Unit Siaga SAR Lingga kembali ke pangkalan Dermaga Pulau Penuba.

“Dengan kembalinya Tim Rescue ke pangkalan maka operasi SAR diusulkan ditutup,” kata Mu’min.

Unsur Tim SAR gabungan dalam pencarian kedua korban dan kanto SAR Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Lingga, Polres Lingga, Lanal Dabo, Satpol PP Lingga, Babinsa dan masyarakat setempat. Sarana yang digunakan kapal RIB 04 Lingga.

(dam)

Waspada, Ancaman Gelombang Setinggi 4 Meter hingga 17 Juni

loading…

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap, Jawa Tengah menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi berlaku 14-17 Juni 2019 pukul 07.00 WIB. Foto/Istimewa

SEMARANG – Gelombang laut hingga empat meter masih mengancam sejumlah perairan di Tanah Air hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat pesisir serta seluruh aktivitas pelayaran diimbau selalu berhati-hati dan meningkatkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap, Jawa Tengah menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi berlaku 14-17 Juni 2019 pukul 07.00 WIB.

“Tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, perairan selatan Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Cilacap, Samudra Hindia Selatan Kebumen, Samudra Hindia Selatan Cilacap, Samudra Hindia Selatan Purworejo, Samudra Hindia Selatan Yogyakarta,” tutur prakirawan BMKG, Rendi Krisnawan, Jumat (14/6/2019).

Baca Juga:

Gelombang tinggi di sejumlah wilayah itu dipicu oleh pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Sementara kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa, Perairan Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso-Merauke.

BMKG mengingatkan tentang risiko bagi keselamatan pelayaran perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal kargo.

Tidak hanya itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat di pesisir untuk selalu waspada.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tuturnya.

(dam)

Transaksi Ganja di Pinggir Jalan, Pedagang Kaos Online Ditangkap Polisi

loading…

Seorang pemuda pedagang kaos online ditangkap polisi saat akan transaksi ganja di pinggir jalan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (15/6/2019) dini hari tadi. Foto/iNews/Wahyu Sikumbang

BUKITTINGGI – Seorang pemuda pedagang kaos online ditangkap polisi saat akan transaksi ganja di pinggir jalan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (15/6/2019) dini hari tadi. Polisi menangkap Ucok Ramadhan (23) di sekitar tempat pembuangan sampah pinggir jalan kawasan Jalan Angku Basa, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan sekitar pukul 12.00 WIB.

Tersangka diduga kerap menjual ganja pada remaja yang baru kecanduan narkoba. Modusnya menyimpan paket ganja di rumah teman di sekitar lokasi transaksi, tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Sebelum menyerahkan paket ganja pada pembeli, tersangka terlebih dahulu memastikan uang sudah di tangannya.

Penangkapan Ucok berawal saat warga Kabun Pulasan yang dikenal sebagai pedagang kaos online ini akan transaksi ganja dengan polisi yang menyamar. Saat penggeledahan awal di pinggir jalan, polisi tidak menemukan barang bukti di badan tersangka. Pasalnya, tersangka mengedarkan ganja dengan modus tidak membawa ganja yang dijual dengan alasan ada uang ada barang.

Baca Juga:

Namun, saat didesak tersangka akhirnya mengaku menyimpan ganja di rumah temannya yang tak jauh dari lokasi transaksi. Benar saja, berdasarkan pengakuan tersangka, polisi lantas menggiring Ucok ke rumah temannya dan menemukan satu paket ganja kering siap edar yang disimpan tersangka di antara lipatan celana jeans di dalam kantong plastik.

Kasat Resnarkoba Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Putra Pratama menyebutkan sebelum transaksi tersangka menyembunyikan paket ganja di rumah temannya tanpa sepengetahuan penghuni rumah. Setelah uang di tangannya, barulah tersangka mengambil ganja dan meyerahkannya pada pembeli.

“Kami dari Satuan Narkoba Polres Bukittinggi baru saja mengamankan satu orang tersangka atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja dengan inisial U, dengan barang bukti kami menemukan satu paket ganja siap edar. Menurut pengakuan dari si tersangka setelah kita interogasi barang yang ada padanya rencananya diedarkan di seputaran wilayah hukum Polres Bukittinggi dengan paket-paket hemat,” ujar Pradipta.

Kepada polisi, tersangka mengaku hanya membantu menjualkan ganja milik Randi alias Kandiak, seorang pemuda berusia 35 tahun. Menurut Ucok, dia kerap menjual paket hemat ganja seharga Rp100 ribu kepada pelajar atau remaja yang baru kecanduan ganja.

Hasil penjualan ganja, Ucok mendapat upah sebesar Rp10.000-20.000 per paket. Ucok mengaku nekat menjual ganja karena penjualan kaos secara online tidak banyak peminat.

Polisi lantas membawa tersangka dan barang bukti ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Akibat ulahnya, Ucok kini terancam 15 tahun hukuman penjara karena diduga melanggar Pasal 114 dan Pasal 111 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika.

Polisi pun kini menetapkan bandar ganja Randi alias Kandiak yang diketahui kabur ke daerah Kabupaten Pasaman sebagai buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang.

(kri)

Kapal Pompong Nelayan Hanyut, Tim SAR Lakukan Pencarian terhadap Bakri

loading…

Tim SAR saat melaksanakan pencarian terhadap Bakri yang dilaporkan hilang. Foto/Tim SAR Batam

BATAM – Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui tim rescue Pos SAR Batam melaksanakan pencarian terhadap nelayan Bakri (34), warga Kampunang Pulau Darat, RT001/RW001, Kelurahan Karas, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (14/6/2019). Bakri dilaporkan hilang setelah kapal pompongnya hanyut terbawa arus laut dan belum ditemukan keberadaannya.

“Kita melaksanakan operasi SAR kecelakaan kapal pompong nelayan karena tersangkut hingga hanyut di sekitar perairan Pulau Karas. Satu orang korban hilang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Mu’min Maulana di Tanjungpinang.

Mu’min menuturkan, hari pertama pencarian tim rescue Pos SAR Batam langsung bergerak menuju lokasi hilangnya korban. Namun setibanya di lokasi, tim rescue Pos SAR Batam sempat terkendala cuaca buruk dan terpaksa harus berlindung. Selanjutnya, tim rescue juga berkoordinasi dengan potensi SAR lainya untuk melaksanakan pencarian.

Baca Juga:

“Setelah dilaksanakan penyisiran hingga malam, Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan esok harinya (Sabtu),” kata Mu’min.

Dalam pencarian korban, kata dia, unsur Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam Pol Air Polda Kepri dan dibantu masyarakat setempat. Sarana yang digunakan kapal RIB 03 Batam.

“Untuk informasi perkembangan pencarian akan kita sampaikan kembali,” tutup Mu’min.

(kri)

Kodim Tarakan-Satgas Yonif 621 Berhasil Bujuk Warga Serahkan 160 Senpi Rakitan

loading…

Komsos terpadu yang dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan bersama Satgas Pamtas Yonif 621/MTG mendorong kesadaran warga untuk menyerahkan 160 Senpi rakitan dari berbagai jenis. Foto/Dispenad

TARAKAN – Komunikasi Sosial (Komsos) terpadu yang dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan bersama Satgas Pamtas Yonif 621/MTG mendorong kesadaran warga untuk menyerahkan 160 Senpi rakitan dari berbagai jenis. Hal tersebut disampaikan Kapendam VI/Mlw, Kolonel Kav Dino Martino, dalam rilis tertulisnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/6/2019).

Diungkapkan Kapendam, apresiasi positif diberikan Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Subiyanto terhadap hasil kerja nyata komunikasi sosial secara dialogis oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Kodim 0907/Tarakan dan Kodim 0911/Nunukan, terlaksana baik dengan masyarakat setempat sesuai tujuan yang diharapkan.

“Oleh karena itu, keberhasilan ini terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api ilegal,” ucapnya.

Baca Juga:

Bukan mustahil nanti, kata Kapendam, masyarakat juga akan memberikan kontribusi positif apabila ada barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin segera diinfomasikan. “Upaya tersebut akan terus dilaksanakan jajaran Kodam VI/Mlw di wilayah Kaltara, baik oleh Satgas Pamtas maupun Kodim wilayah perbatasan untuk bisa mengajak masyarakat secara sadar menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah perbatasan,” terangnya.

Kapendam juga menjelaskan, melalui Komsos yang intens selama ini telah berhasil melahirkan kesadaran masyarakat Kaltara bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi merupakan tindakan yang menyalahi aturan dan undang-undang, sehingga mereka dengan penuh kesadaran dan sukarela menyerahkan berbagai jenis Senpi rakitan kepada prajurit TNI.

“Keberhasilan Komsos dialogis Apkowil bersama Satgas Pamtas menunjukkan makin banyaknya masyarakat yang menyerahkan Senpi rakitan di wilayah Kaltara,” tuturnya.

Dengan pendekatan yang baik tegas Dino Martino, Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Aparat Kewilayahan berhasil mengumpulkan 160 pucuk Senpi rakitan terdiri dari 159 pucuk senapan panjang dan satu pucuk pistol. “Semua Senpi rakitan ini telah diserahkan Kodim 0911 /Nunukan kepada Tim Peralatan Kodam VI/Mlw untuk dilaksanakan pemusnahan,” urainya.

Menurut Dino, selain Komsos terpadu, satuan terkait juga intens memberikan sosialisasi Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api ilegal, sehingga makin menyadarkan warga secara sukarela menyerahkannya kepada TNI.

“Dengan sikap warga yang kian sadar bahwa menyimpan Senpi ilegal merupakan perbuatan melanggar hukum, kita optimis keamanan dan ketertiban di wilayah Kodam VI/Mlw akan tercipta dengan baik,” jelasnya.

Selama ini sambung Dino, warga yang memiliki Senpi rakitan ini sebagian besar biasanya digunakan untuk berburu. “Tapi berkat pendekatan yang dilakukan prajurit, akhirnya warga secara sadar menyerahkan senjata milik mereka tersebut,” imbuhnya.

Lebih membanggakan lagi jelasnya, penyerahan senjata ini dilakukan warga dengan kesadaran sendiri yang mengantarkan dan menyerahkannya kepada para personel di pos Satgas yang berada di dekat pemukiman warga.

“Inilah yang membuat kita makin bangga dengan masyarakat bahwa mereka lebih mencintai ketenteraman daripada kepentingan pribadi, “harapnya.

Sementara itu, Dandim 0907/Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Candra mengatakan 160 Senpi rakitan tesebut akan segera dilaksanakan pemusnahan sesuai prosedur yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Paldam VI/Mlw.

“Dengan sikap warga yang makin sadar menyimpan Senpi merupakan perbuatan melanggar hukum, kita optimis keamanan dan ketertiban di wilayah Kodam VI/Mlw akan tercipta dengan baik,” pungkasnya.

(kri)

Kodim Tarakan-Satgas Yonif 621 Berhasil Dorong Warga Serahkan 160 Senpi Rakitan

loading…

TARAKAN – Komunikasi Sosial (Komsos) terpadu yang dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan bersama Satgas Pamtas Yonif 621/MTG mendorong kesadaran warga untuk menyerahkan 160 Senpi rakitan dari berbagai jenis. Hal tersebut disampaikan Kapendam VI/Mlw, Kolonel Kav Dino Martino, dalam rilis tertulisnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/6/2019).

Diungkapkan Kapendam, apresiasi positif diberikan Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Subiyanto terhadap hasil kerja nyata komunikasi sosial secara dialogis oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Kodim 0907/Tarakan dan Kodim 0911/Nunukan, terlaksana baik dengan masyarakat setempat sesuai tujuan yang diharapkan.

“Oleh karena itu, keberhasilan ini terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api ilegal,” ucapnya.

Baca Juga:

Bukan mustahil nanti, kata Kapendam, masyarakat juga akan memberikan kontribusi positif apabila ada barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin segera diinfomasikan. “Upaya tersebut akan terus dilaksanakan jajaran Kodam VI/Mlw di wilayah Kaltara, baik oleh Satgas Pamtas maupun Kodim wilayah perbatasan untuk bisa mengajak masyarakat secara sadar menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah perbatasan,” terangnya.

Kapendam juga menjelaskan, melalui Komsos yang intens selama ini telah berhasil melahirkan kesadaran masyarakat Kaltara bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi merupakan tindakan yang menyalahi aturan dan undang-undang, sehingga mereka dengan penuh kesadaran dan sukarela menyerahkan berbagai jenis Senpi rakitan kepada prajurit TNI.

“Keberhasilan Komsos dialogis Apkowil bersama Satgas Pamtas menunjukkan makin banyaknya masyarakat yang menyerahkan Senpi rakitan di wilayah Kaltara,” tuturnya.

Dengan pendekatan yang baik tegas Dino Martino, Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Aparat Kewilayahan berhasil mengumpulkan 160 pucuk Senpi rakitan terdiri dari 159 pucuk senapan panjang dan satu pucuk pistol. “Semua Senpi rakitan ini telah diserahkan Kodim 0911 /Nunukan kepada Tim Peralatan Kodam VI/Mlw untuk dilaksanakan pemusnahan,” urainya.

Menurut Dino, selain Komsos terpadu, satuan terkait juga intens memberikan sosialisasi Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api ilegal, sehingga makin menyadarkan warga secara sukarela menyerahkannya kepada TNI.

“Dengan sikap warga yang kian sadar bahwa menyimpan Senpi ilegal merupakan perbuatan melanggar hukum, kita optimis keamanan dan ketertiban di wilayah Kodam VI/Mlw akan tercipta dengan baik,” jelasnya.

Selama ini sambung Dino, warga yang memiliki Senpi rakitan ini sebagian besar biasanya digunakan untuk berburu. “Tapi berkat pendekatan yang dilakukan prajurit, akhirnya warga secara sadar menyerahkan senjata milik mereka tersebut,” imbuhnya.

Lebih membanggakan lagi jelasnya, penyerahan senjata ini dilakukan warga dengan kesadaran sendiri yang mengantarkan dan menyerahkannya kepada para personel di pos Satgas yang berada di dekat pemukiman warga.

“Inilah yang membuat kita makin bangga dengan masyarakat bahwa mereka lebih mencintai ketenteraman daripada kepentingan pribadi, “harapnya.

Sementara itu, Dandim 0907/Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Candra mengatakan 160 Senpi rakitan tesebut akan segera dilaksanakan pemusnahan sesuai prosedur yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Paldam VI/Mlw.

“Dengan sikap warga yang makin sadar menyimpan Senpi merupakan perbuatan melanggar hukum, kita optimis keamanan dan ketertiban di wilayah Kodam VI/Mlw akan tercipta dengan baik,” pungkasnya.

(kri)

Diduga Salah Suntik di RSUD, Warga Karimun Meninggal Dunia

loading…

Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Karimun diduga menjadi korban malapraktik, Jumat (14/6/2019). Foto/SINDOnews/Ricky Robiansyah

KARIMUN – Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Karimun diduga menjadi korban malapraktik, Jumat (14/6/2019). Akibat kejadian itu, pasien diketahui bernama Hermansyah (45) itu mengalami pembengkakan di kaki, sesak nafas dan berujung meninggal dunia.

Kejadian tersebut bermula ketika Hermansyah memeriksakan dirinya ke rumah sakit atas keluhan demam yang dirasakannya. Dengan ditemani adiknya, kemudian Hermansyah pergi ke RSUD Muhammad Sani memeriksakan diri ke dokter.

“Pada awalnya adik saya itu demam biasa saja tadi pagi. Ia kemudian pergi ke RSUD ditemani adik nomor 2 untuk memeriksakan keadaannya,” ujar Abang korban Edi Anwar ditemui di RSUD Muhammad Sani, Jumat (14/6/2019) malam.

Baca Juga:

Setibanya Hermansyah di RSUD Muhammad Sani, ia langsung mendapatkan penanganan oleh dokter. Dia kemudian diberikan suntikan dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakitnya.

Bukan merasakan kesembuhan pada tubuhnya, tidak lama pulang dari rumah sakit Hermansyah merasakan keanehan terjadi pada kakinya. Berselang beberapa jam, kaki Hermansyah membengkak disertai rasa sakit.

“Biasanya ke dokter itu harus diperiksa darah atau lainnya, namun di situ ia langsung disuntik dan diberikan obat. Dokter memang sempat meminta adik saya untuk rawat inap, namun ditolaknya karena dirasa masih baik dan bisa pulang. Tetapi tau-taunya pulang dari sana kakinya terasa sakit,” katanya.

Karena merasa curiga dengan kondisi kakinya yang terlihat membengkak dan seperti melepuh. Pihak keluarga kemudian kembali membawa Hermansyah ke rumah sakit bermaksud untuk memeriksakan kondisinya.

“Kalau efek demam tentunya tidak mungkin sampai kaki membengkak seperti itu, jadi saya bersama keluarga membawa kembali ke rumah sakit. Sampai di RSUD adik saya kembali disuntik, dan tidak lama kemudian merasa sesak nafas dan meninggal dunia,” tutur Edi.

Rasa kecewa semakin dirasakan keluarga disebabkan kelalaian oleh RSUD. Dimana, ketika Hermansyah merasakan sesak nafas, tabung oksigen di ruang UGD tidak ada atau kosong.

“Kita tambah kecewa karena tabung oksigen kosong, seharusnya UGD itu harus disiapkan tabung oksigen. Selama 15 menit tidak kunjung mendapatkan oksigen untuk membantu pernafasannya, adik saya sudah tidak ada,” jelasnya.

Edi menceritakan, kondisi Hermansyah sebelum ke rumah sakit masih dalam keadaan baik dan hanya merasakan demam. Hermansyah juga sebelumnya tidak pernah merasakan sesak nafas, seperti yang terjadi sebelum dia meninggal.

“Pertama kali, sebelumnya tidak pernah merasakan sesak nafas. Dia baik-baik saja tadi pagi, namun setelah disuntik menjadi seperti itu,” katanya.

Pihak keluarga menilai ini merupakan kelalaian pihak rumah sakit dalam melayani pasien. Atas kelalaian tersebut, pihak keluarga akan menuntut pihak RSUD Muhammad Sani. Pihak keluarga ingin memberikan efek jera agar masyarakat tidak menjadi korban atas kelalaian diberikan rumah sakit.

“Kita akan visum dan tuntut rumah sakit ini, biar tahu ke depannya dan mereka bisa memberikan pelayanan ke masyarakat dengan baik. Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan visum, kita pihak keluarga tidak senang atas kejadian ini,” tegasnya.

Pantauan KORAN SINDO Batam di Kamar Mayat RSUD Muhammad Sani, saat ini pihak keluarga dan tetangga korban terlihat berdatangan. Petugas kepolisian juga turut terlihat dan sedang melakukan visum terhadap korban. Dari data dihimpun, rencananya Polres Karimun akan mendatangkan tim forensik untuk melakukan otopsi terhadap korban.

(kri)

Atap Panggung Konser Toba Caldera World Music Festival Rubuh

loading…

Bupati Tobasa, Darwin Siagian didampingi Kepala Pemasaran BPODT, Basar Simanjuntak meninjau atap panggung yang rubuh di Lapangan terbuka Bukit Singgolom Desa Lintong Ni Huta Kecamatan Tampahan Kabupaten Tobasa, Jumat (14/6/2019). Foto/SINDOnews/M Andi Y

TOBA SAMOSIR – Atap panggung konser Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 di Lapangan terbuka Bukit Singgolom, Desa Lintong Ni Huta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (14/6/2019).

Awalnya, panggung telah dipasang sebelum acara berlangsung yang direncanakan pada Jumat (14/6/2019) sore dan dibuka secara resmi oleh Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian didampingi Kepala Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Basar Simanjuntak.

Namun, saat tim panitia (event organizer) melakukan pengecekan sound dan kesiapan panggung tiba-tiba angin kencang di atas Bukit Singgolom itu membuat atap panggung yang sudah berdiri menjadi rubuh hingga nyaris mengenai salah seorang pengunjung yang berdekatan dengan panggung.

Baca Juga:

Direktur TCWMF, Irwansyah Harahap mengatakan insiden atap panggung konser terjatuh disebabkan adanya angin kencang di atas Bukit Singgolom. “Ini memang kuasa Tuhan. Karena angin kencang terjadi insiden tersebut. Faktor tempat yang menjadi pilihan di ruang terbuka (outdoor) ini menjadi tantangan kami. Awalnya malah mau di atas bukit yang di sebelahnya. Tapi karena terlalu tinggi dan risiko anginnya cukup kencang. Makanya jadi disini, agak rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian mengaku optimis dan masih bersemangat dalam melaksanakan Toba Caldera World Music Festival yang menghadirkan tiga musisi mancanegara dan sedikitnya 10 musisi lokal.

“Dengan adanya insiden itu tidak mengurangi semangat kami dalam melaksanakan konser musik kelas dunia di sini (Bukit Singgolom). Ke depannya nanti bisa dikemas dengan baik lagi. Karena kami ingin belajar dari para tokoh musisi mancanegara yang bakal tampil nanti,” ungkapnya.

(kri)